Samuel Aset Manajemen

Blog

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – 24 Juli 2023

    Kilas Pasar 

    Indeks saham di Amerika Serikat bergerak bervariasi pada hari Jumat (21/7). Dow dan S&P 500 terapresiasi masing – masing sebesar 0.01% dan 0.03%, Nasdaq terdepresiasi sebesar -0.22%. Dari Eropa, indeks bergerak menguat FTSE 100 dan STOXX600 terapresiasi masing – masing sebesar 0.23% dan 0.32%. 

    Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS diperdagangkan pada level Rp.15,005. Dari komoditas, perdagangan minyak Brent dan WTI bergerak melemah masing-masing sebesar -0.51% dan -0.52% diperdagangkan pada level US$ 80.47 dan US$ 76.69 per barel. 

    Indeks acuan Asia, KOSPI Korea Selatan terapresiasi sebesar 0.52%, NIKKEI Jepang bertumbuh sebesar 1.16%. Perdagangan indeks futures Amerika Serikat bergerak bervariasi pada pagi hari ini dengan Dow dan S&P terdepresiasi sebesar -0.09% dan -0.04%, Nasdaq terapresiasi sebesar 0.04%. 

    Isu Ekonomi dan Pasar 

    Sejumlah bank sentral utama dunia akan bertemu pada pekan terakhir Juli 2023 untuk menetapkan kebijakan moneter di tengah berlanjutnya tanda-tanda bahwa krisis inflasi terburuk dalam beberapa dekade terakhir mulai mereda. The Federal Open Market Committee (FOMC) diperkirakan akan menaikkan suku bunga seperempat poin ke kisaran 5,25 persen hingga 5,5 persen dan akan diikuti oleh Bank Sentral Eropa yang akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin. Ketua The Fed Jerome Powell maupun Presiden ECB Christine Lagarde telah memperingatkan bahwa inflasi masih terlalu tinggi sehingga memaksa mereka untuk menaikkan biaya pinjaman lebih lanjut. (Bisnis) 

    Bank Indonesia (BI) diprediksi akan menahan suku bunga acuan kendati The Fed kemungkinan akan kembali menaikkan bunga.  Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI akan digelar lebih dulu pada 24-25 Juli 2023 kemudian Federal Open Market Committee (FOMC) berlangsung 25-26 Juli 2023. Analis Saham Rakyat by Samuel Sekuritas Billy Halomoan memperkirakan BI akan menahan suku bunga acuan di level 5,75%. Salah satu pertimbangan BI masih perlu menahan suku bunga adalah bank sentral beberapa negara termasuk The Fed masih belum memberikan sinyal dovish sehingga BI perlu menjaga stabilitas nilai rupiah dan iklim investasi aset keuangan domestik. (Kontan) 

    Kementerian Investasi menargetkan peningkatan realisasi investasi sebesar 17.85% atau Rp1.650 triliun di tahun pemilu 2024 dan berpotensi tidak akan menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang lebih baik dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Untuk mencapai target itu, pemerintah mendorong realisasi investasi besar khususnya pada sektor hilirisasi, investasi hijau, dan fasilitas penunjang pelaku usaha. Ekonom Makroekonomi LPEM UI Teuku Riefky berpendapat bahwa pertumbuhan ekonomi domestik masih cukup baik dengan sektor manufaktur yang masih mendominasi realisasi investasi satu tahun kedepan. Pemerintah mendorong investasi terhadap sektor real estate dan konstruksi karena bukan hanya berdampak pada infrastruktur, melainkan juga meningkatkan program padat karya untuk mengurangi pengangguran. (Kontan) 

    Best Regards, 

    SAM Investment

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – 21 Juli 2023

    Kilas Pasar 

    Indeks saham di Amerika Serikat bergerak bervariasi pada hari Kamis (18/7). Dow terapresiasi sebesar 0.47%, S&P 500 dan Nasdaq terdepresiasi masing – masing sebesar -0.68% dan -2.05%. Dari Eropa, indeks bergerak menguat FTSE 100 dan STOXX600 terapresiasi masing – masing sebesar 0.76% dan 0.36%. 

    Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS diperdagangkan pada level Rp.15,018. Dari komoditas, perdagangan minyak Brent dan WTI bergerak menguat masing-masing sebesar 0.55% dan 0.57% diperdagangkan pada level US$ 80.07 dan US$ 76.09 per barel. 

    Indeks acuan Asia, KOSPI Korea Selatan terdepresiasi sebesar -0.52%, NIKKEI Jepang menurun sebesar -0.34%. Perdagangan indeks futures Amerika Serikat bergerak melemah pada pagi hari ini dengan Dow, S&P, dan Nasdaq terapresiasi masing – masing sebesar 0.10%, 0.05%, dan 0.03%. 

    Isu Ekonomi dan Pasar 

    Bank sentral Amerika Serikat Federal Reserve atau The Fed diproyeksi menaikkan suku bunga acuan pada pertemuan pekan depan menyusul data pasar tenaga kerja AS yang masih kuat. Melansir Reuters, pengajuan klaim tunjangan pengangguran baru turun pekan lalu. Klaim tunjangan menganggur turun sebesar 9.000 sementara klaim pengangguran naik 33.000. Hal ini menandakan adanya perlambatan signifikan pada pertumbuhan lapangan kerja mengingat besarnya pasar tenaga kerja AS. Dengan data ini, pasar memperkirakan bahwa The Fed akan menaikkan tingkat suku bunga untuk terakhir kalinya pada pertemuan 25?26 Juli pekan depan. (Bisnis) 

    Tren penurunan indeks harga konsumen dalam beberapa bulan terakhir membuat sejumlah lembaga internasional merevisi ke bawah proyeksi inflasi di Indonesia. Asian Development Bank (ADB) melalui Asian Development Outlook 2023 yang dirilis Kamis, (20/7) menurunkan angka proyeksi inflasi Indonesia 2023 dari 4,2% menjadi 3,8%. Selain itu, Asean+3 Macroeconomic Research Office (AMRO) dalam Quarterly Update of the Asean+3 Regional Outlook pekan lalu menurunkan prokesi dari yang sebelumnya 4,6% menjadi 3,9%.Menurut laporan ADB, inflasi turun karena daya beli masyarakat Indonesia yang cenderung belum pulih sehingga memperlambat pertumbuhan ekonomi. ADB memproyeksikan  produk domestik bruto (PDB) Indonesia hanya tumbuh 4,8% sedangkan AMRO memperkirakan di angka 5%. (Bisnis) 

    Pembukaan ekonomi Tiongkok yang sebelumnya tertutup karena pandemi diharapkan dapat menjadi katalis bagi pasar global, termasuk Indonesia. Meskipun begitu, pertumbuhan ekonomi Tiongkok yang hanya 6,3% dan lebih rendah dari rerata satu dekade terakhir membuat Tiongkok diperkirakan belum bisa menjadi penopang dalam mitra dagang dan Indonesia. Ekonom Senior Bank Standard Chartered Indonesia Aldian Taloputra menilai bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia sangat ditunjang oleh permintaan domestik sehingga ia memperkirakan belum ada dampak positif yang dirasakan oleh Indonesia dari pembukaan ekonomi Tiongkok. (Kontan) 

    Best Regards, 

    SAM Investment

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – 20 Juli 2023

    Kilas Pasar

    Indeks saham di Amerika Serikat bergerak menguat pada hari Selasa (18/7). Dow, S&P 500 dan Nasdaq terapresiasi masing – masing sebesar 0.31%, 0.24%, dan 0.03%. Dari Eropa, indeks bergerak meningkat FTSE 100 dan STOXX600 terapresiasi masing – masing sebesar 1.80% dan 0.26%.

    Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS diperdagangkan pada level Rp.14,954. Dari komoditas, perdagangan minyak Brent dan WTI bergerak menguat masing-masing sebesar 0.20% dan 0.23% diperdagangkan pada level US$ 79.62 dan US$ 75.45 per barel.

    Indeks acuan Asia, KOSPI Korea Selatan bertumbuh sebesar 0.03%, NIKKEI Jepang menurun sebesar -0.60%. Perdagangan indeksfutures Amerika Serikat bergerak melemah pada pagi hari ini dengan Dow, S&P, dan Nasdaq terdepresiasi masing – masing sebesar -0.01%, -0.15%, dan -0.44%.

    Isu Ekonomi dan Pasar

    Para ekonom meyakini The Fed akan menaikkan suku bunga untuk pengetatan moneter yang terakhir kalinya di kisaran angka 5,25%-5,50%. Hasil polling Reuters terhadap 106 ekonom tersebut mempertimbangkan indeks harga konsumen Amerika Serikat (AS) yang hanya naik 3% di bulan Juni, turun 4% pada bulan sebelumnya. Meskipun dengan data ekonomi terkait inflasi yang positif, ekonom baru bisa meyakini target inflasi 2% baru akan dicapai setidaknya pada tahun 2025. TIdak hanya itu, 19 dari 106 ekonom yang disurvei masih memprediksi kenaikan suku bunga AS mencapai  5,25%-5,75% yang berarti masih ada kenaikan sekali lagi  setelah bulan Juli ini. Dikutip dari Reuters, Jan Nevruzi selaku Strategist di Natwest Markets menyatakan  bahwa lebih baik tidak terlalu terburu-buru menyatakan kemenangan atas melawan inflasi. (Kontan)

    Utang Luar Negeri (ULN) swasta terpantau menurun pada Mei 2023 sebesar 1.5% mom atau sebanyak USD 196.5 miliar dibandingkan bulan sebelumnya, dilansir dari Bank Indonesia. Penurunan ini disebabkan oleh penurunan ULN perusahaan bukan lembaga keuangan sebesar 5.3% yoy dan ULN lembaga keuangan sebesar 7.6% yoy. Meskipun begitu, ULN swasta investasi menunjukan peningkatan, walau tidak signifikan, pada Mei 2023 sebesar 9.44% dibandingkan dengan akhir 2019. Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies Bhima Yudhistira mengatakan bahwa penurunan utang ini menjadi lampu merah ekonomi karena menggambarkan kondisi ekspansi yang tertahan. Kondisi ini menjadi gambaran bahwa pelaku usaha sedang mewaspadai ketidakpastian global dan suku bunga tinggi yang masih menghantui. (Kontan)

    Menurut data Badan Pusat Statistik, jumlah penduduk miskin di Indonesia per Maret 2023 berjumlah di kisaran 25,9 juta orang. Angka tersebut menurun 460 ribu orang dibandingkan pada September 2022 dan 260 ribu orang dibandingkan Maret 2022. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Febrio Nathan menyebutkan, tren penurunan kemiskinan ini sejalan dengan fokus kebijakan jangka pendek pemerintah untuk mempercepat penurunan ekstrim menjadi 0% pada 2024. (Investor) 

    Best Regards,

    SAM Investment

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – 18 Juli 2023

    Kilas Pasar

    Indeks saham di Amerika Serikat bergerak menguat pada hari Senin (17/7). Dow, S&P 500 dan Nasdaq terapresiasi masing – masing sebesar 0.22%, 0.39%, dan 0.93%. Dari Eropa, indeks bergerak melemah. FTSE 100 dan STOXX600 terdepresiasi masing – masing sebesar -0.38% dan -0.63%.

    Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS diperdagangkan pada level Rp.14,964. Dari komoditas, perdagangan minyak Brent dan WTI bergerak menguat masing-masing sebesar 0.15% dan 0.16% diperdagangkan pada level US$ 78.61 dan US$ 74.19 per barel.

    Indeks acuan Asia, KOSPI Korea Selatan terdepresiasi sebesar -0.54%, NIKKEI Jepang meningkat sebesar 0.30%. Perdagangan indeks futures Amerika Serikat bergerak melemah pada pagi hari ini dengan Dow, S&P, dan Nasdaq terdepresiasi masing – masing sebesar -0.06%, -0.11%, dan -0.20%.

    Isu Ekonomi dan Pasar

    Lesunya belanja konsumen dan krisis di sektor properti membuat pertumbuhan ekonomi Tiongkok lesu dan hanya mencetak angka sebesar 6,3% (year-on year/YoY), jauh di bawah angka konsensus ekonom di angka 7,1%. Kepala Ekonom Guotai Junan Hong Kong Ltd. Hao Zhou mengatakan bahwa lambatnya pertumbuhan ekonomi China harus dibantu oleh kebijakan seperti pemangkasan suku bunga acuan. Meskipun begitu, naiknya suku bunga Amerika Serikat (AS) membatasi kebijakan pelonggaran dari People?s Bank of China (PBOC). Hal tersebut telah menjadi perhatian Menteri Keuangan AS Janet Yellen dalam pertemuannya dengan  gubernur bank sentral negara G20. Ia mengatakan bahwa lambatnya pertumbuhan ekonomi Tiongkok harus diwaspadai karena akan berdampak pada banyak negara di dunia. (Bisnis)

    Neraca perdagangan barang Indonesia pada Juni 2023 tercatat surplus senilai USD 3.45 miliar, dilansir dari BPS. Hal ini menggambarkan bahwa neraca perdagangan telah mencetak surplus selama 38 bulan berturut-turut yang disebabkan oleh kontraksi impor lebih dalam dibandingkan dengan ekspor. Kinerja ekspor masih bergantung pada harga komoditas yang menurun, seperti CPO yang turun 12.54% mtm, bijih besi meningkat 7.89% mtm, batu bara turun 13.12% mtm, dan nikel turun 3.36% mtm. Sementara kinerja impor dipengaruhi oleh pelemahan nilai tukar rupiah. Kepala Ekonom BCA David Sumual memprediksi bahwa neraca perdagangan ke di masa datang masih berpeluang mencetak surplus, tetapi akan menyusut. Hal ini disebabkan karena ekspor dan impor akan didorong oleh beberapa jenis komoditas seperti mineral yang mulai menunjukkan tanda pemulihan. (Kontan)

    Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat berpotensi masih melemah pada perdagangan Selasa (18/7). Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede berpendapat bahwa pelemahan ini dapat terjadi jika sentimen kekhawatiran masyarakat terhadap perekonomian China terus berlanjut. Sentimen ini bukan hanya mendorong pelemahan rupiah, tetapi juga mayoritas mata uang Asia lainnya. Josua memprediksi bahwa rupiah akan melemah dalam kisaran Rp14.950?Rp15.050 per dolar AS. Dilansir dari Bloomberg, rupiah melemah sebesar 0.24% pada Senin (17/7) dari Rp14.932,5 ke Rp14.995. (Kontan)

    Best Regards,

    SAM Investment

    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—18-Juli-2023.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – 17 Juli 2023

    Kilas Pasar

    Indeks saham di Amerika Serikat bergerak bervariasi pada hari Jumat (14/7). Dow terapresiasi sebesar 0.33%, S&P 500 dan Nasdaq terdepresiasi masing – masing sebesar -0.10% dan -0.18%. Dari Eropa, indeks bergerak melemah. FTSE 100 dan STOXX600 terdepresiasi masing – masing sebesar -0.08% dan -0.39%.

    Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS diperdagangkan pada level Rp.14,958. Dari komoditas, perdagangan minyak Brent dan WTI bergerak melemah masing-masing sebesar -0.85% dan -0.88% diperdagangkan pada level US$ 79.19 dan US$ 74.68 per barel.

    Indeks acuan Asia, KOSPI Korea Selatan terdepresiasi sebesar -0.25%, NIKKEI Jepang menurun sebesar -0.09%. Perdagangan indeks futures Amerika Serikat bergerak melemah pada pagi hari ini dengan Dow, S&P, dan Nasdaq terdepresiasi masing – masing sebesar -0.08%, -0.09%, dan -0.08%.

    Isu Ekonomi dan Pasar

    Mayoritas bank besar di Amerika Serikat mencetak kinerja yang kuat di kuartal kedua tahun ini, tidak terkecuali JP Morgan Chase yang mencatatkan peningkatan laba sebesar 67% secara tahunan. Laba Wells Fargo juga melonjak sebesar USD4.94 atau 57% lebih tinggi secara tahunan, didorong oleh pendapatan bunga bersih bank yang bertumbuh dengan baik. Namun, Citigroup justru mencatatkan penurunan laba sebesar 36% walau pendapatan bunga bersihnya masih mengalami pertumbuhan dengan baik. Meskipun begitu, CEO JP Morgan Jamie Dimon berpendapat bahwa bisnis bank di Amerika Serikat dinilai belum aman karena adanya risiko saldo konsumen yang tergerus, bunga tinggi, dan ketegangan geopolitik yang masih mengintai. Data mingguan The Fed menyebutkan bahwa tingkat kredit konsumer mengalami pelambatan dengan pertumbuhan kredit di konsumen sebagai pendorong utama ekonomi mulai turun di April 2023. (Kontan)

    Rasio belanja bunga utang terhadap belanja pemerintah pusat pada tahun ini diperkirakan melesat di angka 19,03% dibandingkan pada tahun lalu yang berada di angka 16,94%. Rasio tersebut diukur dengan asumsi outlook Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2023 yang memprediksi total belanja bunga utang senilai Rp 437,4 triliun dan belanja pemerintah pusat senilai Rp2.298,2 triliun. TIngginya rasio bunga utang meningkatkan risiko perlambatan pertumbuhan ekonomi karena adanya potensi pemangkasan belanja produktif yang berdampak pada sektor ekonomi riil. (Bisnis)

    Penerbitan obligasi, sukuk dan obligasi berwawasan lingkungan meramaikan pasar modal Indonesia dalam dua pekan terakhir dengan dengan nilai total Rp21,34 triliun. Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat total emisi obligasi dan sukuk yang sudah tercatat sepanjang tahun 2023 adalah 64 emisi dari 46 emiten senilai Rp 73,55 triliun. Ekonom Pefindo Suhindarto mengatakan peluang kenaikan penerbitan utang pada paruh kedua 2023 terlihat dengan Juli sebagai periode paling ramai. Bahkan apabila melihat dari tahun lalu, penerbitan tertinggi terjadi pada Maret 2022 dengan nilai hingga Rp 25 triliun. Salah satu penyebab ramainya obligasi adalah tingkat suku bunga yang relatif lebih tinggi. (Bisnis)

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – 14 Juli 2023

    Kilas Pasar

    Indeks saham di Amerika Serikat bergerak menguat pada hari Kamis (13/7). Dow, S&P 500, dan Nasdaq terapresiasi masing – masing sebesar 0.14%, 0.85%, dan 1.58%. Dari Eropa, indeks bergerak meningkat. FTSE 100 dan STOXX600 bertumbuh masing – masing sebesar 0.32% dan 0.61%.

    Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS diperdagangkan pada level Rp.14,752. Dari komoditas, perdagangan minyak Brent dan WTI bergerak bervariasi masing-masing sebesar -0.07% dan 0.34% diperdagangkan pada level US$ 81.55 dan US$ 77.14 per barel.

    Indeks acuan Asia, KOSPI Korea Selatan terapresiasi sebesar 1.01%, NIKKEI Jepang terdepresiasi sebesar -0.54%. Perdagangan indeks futures Amerika Serikat bergerak melemah pada pagi hari ini dengan Dow, S&P, dan Nasdaq terdepresiasi masing – masing sebesar -0.25%, -0.15%, dan -0.04%.

    Isu Ekonomi dan Pasar

    Inflasi Amerika Serikat diprediksi akan terus melanjutkan tren penurunan bahkan telah mencapai 3% atau hanya selisih 100 basis poin (bps) dari target bank sentral AS sebesar 2%. Hal tersebut mengindikasikan perjalanan The Fed dalam menaikkan suku bunga sejak 2022 akan segera berakhir. Penurunan inflasi  yang terjadi dapat menjadi sebuah katalis yang positif bagi pasar. Makrostrategis Samuel Sekuritas Lionel Priyadi memperkirakan penurunan inflasi tersebut akan mengerek kinerja Surat Berharga Negara (SBN).  Menurutnya,  ekspetasi pelaku pasar akan mendorong yield SBN 10 tahun berpotensi turun ke 6%?6,1% bulan ini diikuti oleh Rupiah yang juga berpotensi terapresiasi ke level Rp14.800 per dolar. Tidak hanya itu, proses disinflasi AS juga membuka peluang Bank Indonesia untuk memotong suku bunga pada semester II/2023. (Bisnis)

    Arus modal asing berbentuk investasi portofolio yang masuk dari awal tahun hingga akhir Juni 2023 year to date terhitung sebanyak 4.7 miliar USD. Masuknya dana asing ini dinilai akan membantu memperkuat ketahanan eksternal Indonesia dan berdampak positif terhadap pergerakan nilai tukar rupiah di tengah tekanan dan ketidakpastian ekonomi global. Penurunan inflasi Amerika Serikat dan inflasi Indonesia yang rendah membuka peluang untuk suku bunga riil agar bisa mencapai tingkat 2% dan berpengaruh kepada pergerakan nilai tukar rupiah. (Kontan)

    Goldman Sachs, bank investasi global berpusat di Amerika Serikat, memprediksi Indonesia akan menjadi negara dengan ekonomi terbesar ke-4 di dunia pada 2050. Melesatnya laju ekonomi Indonesia pada 2050 terjadi seiring ledakan ekonomi negara berkembang lain yang mengalahkan negara maju. Riset terbaru Goldman Sachs memprediksi perekonomian Indonesia bakal menggeser posisi Brasil dan Rusia sebagai negara berkembang terbesar keempat di dunia pada 2050. Sementara itu, perekonomian negara berkembang pada periode 2024 hingga 2029 diperkirakan tumbuh sebesar 3,8 persen. Proyeksi pertumbuhan negara berkembang atau emerging market di atas pertumbuhan negara maju yang hanya tercatat 1,8 persen. (Bisnis)

    Best Regards,

    SAM Investment

    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—14-Juli-2023.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – 13 Juli 2023

    Kilas Pasar

    Indeks saham di Amerika Serikat bergerak menguat pada hari Rabu (12/7). Dow, S&P 500, dan Nasdaq terapresiasi masing – masing sebesar 0.25%, 0.74%, dan 1.15%. Dari Eropa, indeks bergerak meningkat. FTSE 100 dan STOXX600 bertumbuh masing – masing sebesar 1.83% dan 1.51%.

    Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS diperdagangkan pada level Rp.15,137. Dari komoditas, perdagangan minyak Brent dan WTI bergerak meningkat masing-masing sebesar 0.24% dan 0.20% diperdagangkan pada level US$ 80.31 dan US$ 75.90 per barel.

    Indeks acuan Asia, KOSPI Korea Selatan terapresiasi sebesar 0.73%, NIKKEI Jepang bertumbuh sebesar 1.11%. Perdagangan indeks futures Amerika Serikat bergerak menguat pada pagi hari ini dengan Dow, S&P, dan Nasdaq terapresiasi masing – masing sebesar 0.10%, 0.13%, dan 0.23%.

    Isu Ekonomi dan Pasar

    Inflasi Amerika Serikat (AS) Juni 2023 melaju paling lambat dalam lebih dari 2 tahun terakhir, mengindikasikan kebijakan Bank Sentral AS The Federal Reserve (The Fed) mampu mengatasi tekanan harga. Dilansir Bloomberg pada Rabu (12/7/2023), berdasarkan data dari Biro Statistik Tenaga Kerja AS indeks harga konsumen (IHK) naik 3 persen pada bulan lalu secara tahunan (year on year/y-o-y). Jika dibandingkan dengan Mei 2023, inflasi pada Juni 2023 naik 0.2 persen. IHK yang tidak memasukkan harga pangan dan energi naik 0,2 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Sementara, jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu, atau disebut pengukuran inti naik 4,8 persen. Angka ini menyentuh level terendah sejak 2021, tetapi tetap berada di atas target The Fed yang sebesar 2 persen. (Bisnis)

    Masyarakat masih diliputi oleh kewaspadaan pada tekanan inflasi di perekonomian. Kewaspadaan tersebut tercermin pada Survei Penjualan Eceran Bank Indonesia (BI) yang mengindikasikan tekanan inflasi akan meningkat pada November 2023. Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) November 2023 tercatat sebesar 123,0, lebih tinggi jika dibandingkan dengan periode sebelumnya sebesar 121,6. Josua Pardede selaku kepala ekonom Bank Permata mengatakan bahwa hal tersebut wajar mengingat tren akhir tahun yang mendorong permintaan serta potensi naiknya harga pangan imbas dari El Nino. Meskipun begitu, Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono menyatakan bahwa tekanan harga akan tetap terjaga oleh ketersediaan pasokan dan kelancaran distribusi barang. (Bisnis)

    Menurunnya penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) membuat realisasi pembiayaan utang hingga semester I mencapai Rp 166,5 triliun turun 15,4% jika dibandingkan dengan periode yang sama secara year-on-year (YoY). Hal tersebut diungkapkan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Menurutnya, menurunnya penerbitan SBN ditopang oleh defisit tahun ini yang lebih rendah dari perkiraan dan keseimbangan primer. Adapun Dia memerinci, hingga periode tersebut realisasi penerbitan SBN mencapai Rp 157,9 trilun, atau mengalami penurunan sebesar 13,6% yoy. Realisasi ini juga telah mencapai 56,49% dari outlook penerbitan SBN yang sebesar Rp 362,9 triliun. (Kontan)

    Best Regards,

    SAM Investment

    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—13-Juli-2023.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – 12 Juli 2023

    Kilas Pasar

    Indeks saham di Amerika Serikat bergerak menguat pada hari Selasa (11/7). Dow, S&P 500, dan Nasdaq terapresiasi masing – masing sebesar 0.93%, 0.67%, dan 0.55%. Dari Eropa, indeks bergerak meningkat. FTSE 100 dan STOXX600 bertumbuh masing – masing sebesar 0.12% dan 0.72%.

    Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS diperdagangkan pada level Rp.15,137. Dari komoditas, perdagangan minyak Brent dan WTI bergerak bervariasi masing-masing sebesar 0.04% dan -0.03% diperdagangkan pada level US$ 79.37 dan US$ 74.81 per barel.

    Indeks acuan Asia, KOSPI Korea Selatan terdepresiasi sebesar -0.12%, NIKKEI Jepang menurun sebesar -0.71%. Perdagangan indeks futures Amerika Serikat bergerak melemah pada pagi hari ini dengan Dow, S&P, dan Nasdaq terdepresiasi masing – masing sebesar -0.10%, -0.06%, dan -0.01%.

    Isu Ekonomi dan Pasar

    Sejumlah pejabat di Bank Central Amerika Serikat atau The Federal Reserve (The Fed) mengatakan bahwa pihaknya akan kembali menaikkan suku bunga acuan dalam rangka mengembalikan inflasi ke target bank sentral. Dilansir dari Bloomberg, Selasa (11/7), The Fed mempertahankan suku bunga yang stabil di bulan Juni 2023 kemarin, setelah menaikkannya selama 10 pertemuan berturut-turut ke kisaran 5% hingga 5,25%. Kepala The Fed di Cleveland, Loretta Mester menyatakan bahwa dia sependapat dengan pejabat The Fed lainnya untuk kembali menaikkan suku bunga untuk memastikan bahwa inflasi berada di jalur yang berkelanjutan dan tepat waktu kembali ke level 2%. Federal Open Market Committee (FOMC) akan melakukan pertemuan pada 25-26 Juli dalam rangka melanjutkan kenaikan suku bunga. (Kontan)

    Berdasarkan data dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu), realisasi belanja negara sepanjang semester I-2023 hanya mencapai Rp1.255.7 triliun. Angka tersebut belum separuh dari target 2023 yang berada di angka Rp 3.061.2 triliun atau kurang lebih hanya mencapai 41% saja. Tidak hanya itu, pertumbuhan realisasi belanja negara juga semakin melambat dengan hanya berkisar di angka 0.9% year on year (yoy). Meskipun begitu, Menteri Keuangan Sri Mulyani masih optimis pertumbuhan ekonomi RI masih berada di angka 5%-5.3%. (Kontan)

    Surat Utang Negara (SUN) pada Selasa (11/7) tercatat mencapai Rp47.79 triliun, lebih tinggi dibandingkan dengan lelang sebelumnya yang hanya menjangkau Rp 13 triliun saja. Kementerian Keuangan mencatat bahwa mayoritas permintaan investor pada lelang kali ini tertuju pada SUN dengan tenor 5 dan 10 tahun, yaitu mencapai 56.63% dari total penawaran. Selain itu, total penawaran investor juga meningkat signifikan sebesar 62.9% ke level Rp9.66 triliun dengan tenor 10 dan 15 tahun. Kondisi ini dapat terjadi karena terkendalinya inflasi Indonesia bulan Juni 2023, yaitu 3.52% yoy, lebih rendah dari bulan sebelumnya sebesar 4.01% yoy dan ekspektasi konsensus sebesar 3.64% yoy. (Kontan)

    Best Regards,

    SAM Investment

    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—12-Juli-2023.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – 10 Juli 2023

    Kilas Pasar

    Indeks saham di Amerika Serikat bergerak melemah pada hari Jumat (7/7). Dow, S&P 500, dan Nasdaq terdepresiasi masing – masing sebesar -0.55%, -0.29%, dan -0.13%. Dari Eropa, indeks bergerak bervariasi. FTSE 100 terdepresiasi sebesar -0.32%. Sedangkan, STOXX600 mengalami peningkatan sebesar 0.10%.

    Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS diperdagangkan pada level Rp.15,135. Dari komoditas, perdagangan minyak Brent dan WTI bergerak menurun masing-masing sebesar -0.31% dan -0.39% diperdagangkan pada level US$ 78.23 dan US$ 73.57 per barel.

    Indeks acuan Asia, KOSPI Korea Selatan bertumbuh sebesar 0.23%, NIKKEI Jepang terdepresiasi sebesar -0.27%. Perdagangan indeks futures Amerika Serikat bergerak melemah pada pagi hari ini dengan Dow, S&P, dan Nasdaq terdepresiasi masing – masing sebesar -0.08%, -0.17%, dan -0.29%.

    Isu Ekonomi dan Pasar

    Menteri Keuangan AS Janet Yellen mengungkapkan resesi ekonomi di Amerika Serikat mungkin bisa terjadi. Meski demikian, dia menilai kondisi resesi ?tepat dan normal? untuk pertumbuhan yang moderat dan bahwa inflasi masih terlalu tinggi. Yellen mengatakan saat ini kondisi ekonomi AS terbilang sehat dengan pasar tenaga kerja yang bagus. Meski demikian, dia mengakui laju inflasi yang terlalu tinggi dan menjadi perhatian pemerintah dan rakyat Amerika. Inflasi di AS kemungkinan terus melunak pada Juni, tetapi ukuran utama dari tekanan harga yang mendasari masih berjalan pada kecepatan yang tidak nyaman yang membuat Federal Reserve (The Fed) condong untuk melanjutkan kenaikan suku bunga bulan ini. Laju inflasi atau harga konsumen pada Juni 2023 diperkirakan naik 3,1 persen dari tahun lalu, tingkat tahunan terkecil sejak Maret 2021 (year-on-year/yoy). (Bisnis)

    Rupiah pekan ini diproyeksi kembali dibayangi oleh keputusan Bank Sentral Amerika Serikat (AS) yang masih akan menaikkan tingkat suku bunga. Hal ini berimbas pada nilai tukar rupiah terhadap AS. Berdasarkan data Bloomberg, indeks dolar AS ditutup ke level 102.27 pada akhir perdagangan Jumat (7/), melemah sebesar 0.87%. Pergerakan dolar terus akan bergantung pada data ekonomi AS yang akan dirilis. (Bisnis)

    International Monetary Fund (IMF) melaporkan bahwa Indonesia menduduki posisi kelima negara dengan PDB paling besar di Asia sebesar USD 1.3 triliun pada tahun 2022, mengalahkan Saudi Arabia yang berada di urutan keenam. Di ranah Asia Tenggara, Indonesia menempati posisi pertama sebagai negara dengan PDB terbesar, mengalahkan Thailand yang mencapai USD 536.16 miliar. Meskipun begitu, Direktur Center of Economics and Law Studies, Bhima Yudhistira berpendapat bahwa PDB perkapita Indonesia masih relatif jauh tertinggal dengan Malaysia. Indonesia juga lebih dipersepsikan sebagai pasar yang besar dibandingkan dengan basis produksi, ditandai dengan tren deindustrialisasi prematur dengan porsi terus berada di bawah 19% dari PDB. (Kontan)

    Best Regards,

    SAM Investment

    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—10-Juli-2023.pdf