Samuel Aset Manajemen

Blog

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – 7 Juli 2023

    Kilas Pasar

    Indeks saham di Amerika Serikat bergerak melemah pada hari Kamis (6/7). Dow, S&P 500, dan Nasdaq terdepresiasi masing – masing sebesar ?1.07%, -0.79%, dan -0.82%. Dari Eropa, indeks bergerak melemah. FTSE 100 dan STOXX600 menurun masing – masing sebesar ?2.17% dan ?2.34%.

    Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS diperdagangkan pada level Rp.15,147. Dari komoditas, perdagangan minyak Brent dan WTI bergerak menurun masing-masing sebesar -0.08% dan -0.07% diperdagangkan pada level US$ 76.43 dan US$ 71.75 per barel.

    Indeks acuan Asia, KOSPI Korea Selatan menurun sebesar -0.86%, NIKKEI Jepang terdepresiasi sebesar -0.27%. Perdagangan indeks futures Amerika Serikat bergerak melemah pada pagi hari ini dengan Dow, S&P, dan Nasdaq terdepresiasi masing – masing sebesar -0.01%, -0.04%, dan -0.03%.

    Isu Ekonomi dan Pasar

    Menanggapi inflasi di tengah situasi ekonomi global yang masih lambat dan tidak pasti, intervensi suku bunga dinilai akan lebih banyak dilakukan oleh bank sentral guna menjaga inflasi. Presiden Bank Sentral Federal Reserve (The Fed) menuturkan bahwa bank sentral Amerika Serikat perlu menurunkan suku bunga kembali ke level 2% dengan memaksimalkan langkah yang berkaitan dengan kebijakan moneter. Bank Sentral Malaysia memutuskan untuk menjaga tingkat suku bunga sebesar 3%. Keputusan ini menyebabkan pasar keuangan Malaysia yang relatif tidak bergejolak, yaitu penurunan 0.1% atas mata uang ringgit terhadap dolar dan indeks saham KLCI meluncur senilai 0,4%. (Bisnis)

    Kebijakan pajak natura di Indonesia dinilai tidak berdampak besar terhadap penerimaan negara. Pengamat Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA) Fajry Akbar menyebutkan penyebab dari hal tersebut adalah potensi penerimaan dari PPh Badan karena biaya pemberian natura bisa dibebankan. Perkiraan dari potensi dapat berkisar di angka Rp1,6 Triliun namun dengan catatan bergantung pada implementasi  pengenaan dan batasan pajak natura/kenikmatan yang dibiayai. Dampak dari kebijakan  pajak natuna baru akan akan terlihat dari keseluruhan hasil Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) selama tahun 2023 (Investor).

    Proyeksi dari lembaga Standard and Poor?s (S&P) memperkirakan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) tidak akan mengalami penurunan pada tahun 2023 namun akan dimulai pada awal tahun 2024. Perkiraan tersebut didasari oleh tingkat inflasi yang melandai. Tercatat tingkat inflasi pada Juni 2023 berkisar di angka 3,52% year on year (yoy), lebih rendah dari bulan sebelumnya yang sebesar 4%. Tidak hanya itu, inflasi bulan Juni merupakan yang terendah sejak 14 bulan terakhir dan masih berada di rentang sasaran inflasi BI yang berada di angka 2-4%. S&P melihat bahwa BI akan semakin mengandalkan instrumen non-suku bunga seperti kebijakan pasar untuk pelaksanaan kebijakan moneter. (Kontan).

    Best Regards,

    SAM Investment

    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—7-Juli-2023.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – 6 Juli 2023

    Kilas Pasar

    Indeks saham di Amerika Serikat bergerak melemah pada hari Rabu (5/7). Dow, S&P 500, dan Nasdaq terdepresiasi masing – masing sebesar -0.38%, -0.20%, dan -0.18%. Dari Eropa, indeks bergerak melemah. FTSE 100 dan STOXX600 menurun masing – masing sebesar -1.03% dan -0.73%.

    Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS diperdagangkan pada level Rp.15,074. Dari komoditas, perdagangan minyak Brent dan WTI bergerak menguat masing-masing sebesar 0.14% dan 0.18% diperdagangkan pada level US$ 76.66 dan US$ 71.91 per barel.

    Indeks acuan Asia, KOSPI Korea Selatan menurun sebesar -0.35%, NIKKEI Jepang terdepresiasi sebesar -1.18%. Perdagangan indeks futures Amerika Serikat bergerak melemah pada pagi hari ini dengan Dow, S&P, dan Nasdaq terdepresiasi masing – masing sebesar -0.15%, -0.12%, dan -0.10%.

    Isu Ekonomi dan Pasar

    Tren inflasi yang masih meningkat membuat para pejabat Federal Reserve (The Fed) berkomitmen untuk menaikkan suku bunga acuan lagi pada Juli 2023. Meskipun hampir semua pejabat menerima keputusan untuk mempertahankan suku bunga tidak berubah pada kisaran target 5-5,25 persen pada pertemuan 13-14 Juni, beberapa akan mendukung kenaikan seperempat poin sebagai gantinya. Peningkatan tersebut diamini oleh  Ketua The Fed, Jerome Powell, yang mengatakan bahwa mayoritas peserta komite memperkirakan bahwa akan tepat untuk menaikkan suku bunga dua kali atau lebih pada akhir tahun ini mengingat progres target inflasi 2 persen yang masih panjang. (Bisnis)

    Rupiah menguat terhadap hampir semua rata-rata uang utama, kecuali poundsterling (GBP) pada semester 1 2023. Penguatan terkecil terjadi pada Franc Swiss (CHF) sebesar 0.73% YtD sementara penguatan terbesar pada Yen Jepang (JPY) senilai 11.83%. Surat Berharga Negara terus dialiri dana asing hingga akhir semester 1 2023. Kementerian Keuangan mencatat, total dana asing di pasar SBN mencapai Rp846,89 triliun, naik 2.13% dari posisi Mei 2023. Aliran masuk dana asing ke Indonesia cukup deras ketika The Fed memberi sinyal bahwa ruang kenaikan suku bunga acuannya mulai mengendur sejalan dengan inflasi AS yang melandai. Ditambah lagi, kondisi ekonomi dan politik di Indonesia cenderung kondusif. (Kontan)

    Pemerintah Indonesia akan memprediksi pembiayaan utang yang lebih murah, sekaligus melakukan penghematan dengan pengurangan pembiayaan utang di tahun 2023. Menteri Keuangan, Sri Mulyani, menyebutkan bahwa pembiayaan utang menurun sebesar 41.6% dari target dalam APBN 2023. Kondisi ini selaras dengan defisit anggaran yang diperkirakan lebih rendah dari 2.84% menjadi 2.28% terhadap PDB. (Kontan)

    Best Regards,

    SAM Investment

    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—6-Juli-2023.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – 5 Juli 2023

    Kilas Pasar

    Indeks saham di Amerika Serikat bergerak menguat pada hari Selasa (4/7). Dow, S&P 500, dan Nasdaq terapresiasi masing – masing sebesar 0.03%, 0.12%, dan 0.21%. Dari Eropa, indeks bergerak melemah. FTSE 100 dan STOXX600 terdepresiasi masing – masing sebesar -0.10% dan -0.07%.

    Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS diperdagangkan pada level Rp.15,005. Dari komoditas, perdagangan minyak Brent dan WTI bergerak bervariasi masing-masing sebesar -0.59% dan 1.52% diperdagangkan pada level US$ 75.81 dan US$ 70.86 per barel.

    Indeks acuan Asia, KOSPI Korea Selatan menurun sebesar -0.33%, NIKKEI Jepang terdepresiasi sebesar -0.48%. Perdagangan indeks futures Amerika Serikat bergerak melemah pada pagi hari ini dengan Dow, S&P, dan Nasdaq terdepresiasi masing – masing sebesar -0.06%, -0.01%, dan -0.07%.

    Isu Ekonomi dan Pasar

    China membatasi ekspor galium dan germanium, bahan baku utama pembuatan chip berteknologi tinggi, ke pasar Amerika Serikat (AS). Kontrol ketat kebijakan ini berlaku pada 1 Agustus 2023 dengan pertimbangan untuk melindungi keamanan dan kepentingan nasional. Meskipun begitu, pembatasan ekspor ini dinilai sebagai balasan Pemerintah China atas pembatasan pengiriman microchip berteknologi tinggi dari AS beberapa waktu yang lalu. (nvestor)

    Laju pertumbuhan inflasi secara tahunan sudah mulai landai di level 3,52% pada Juni 2023. Namun, kondisi tersebut tampaknya belum terlalu kuat bagi perbankan untuk menurunkan bunga kreditnya. Jika mengacu data Bank Indonesia (BI) di April 2023, suku bunga kredit memang masih memiliki tren pertumbuhan secara tahunan. Bunga kredit modal kerja di periode tersebut ada di level 8,92%, lebih tinggi dari bulan yang sama di tahun lalu berada di level 8,49%. Menurut Amin Nurdin selaku senior LPPI, kemungkinan penurunan kemungkinan bunga kredit bank itu ada tetapi sulit karena saat ini BI juga belum menurunkan tingkat suku bunga acuan. (Kontan)

    Pemerintah optimistis penerimaan negara pada akhir tahun nanti bakal melampaui target. Alhasil, penarikan utang yang telah direncanakan dalam anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) pada tahun 2023 bisa ditahan. Menteri keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan APBN mengalami surplus sebesar Rp 152.3 triliun pada semester I-2023. Surplus tersebut bahkan lebih tinggi dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu yang sebesar Rp 73.6 triliun. Surplus itu berasal dari pendapatan negara yang terkumpul Rp 1,406.9 triliun, yang setara dengan 57.2% daru target APBN 2023. Namun angka tersebut tumbuh tipis sebesar 5.4% year on year (yoy). Di sisi lain, realisasi belanja negara pada semester pertama tahun ini telah mencapai Rp 1,245.7 triliun, atau setara 41% dari target. Namun pertumbuhannya lebih tipis lagi, yakni hanya 0.9% yoy. (Kontan)

    Best Regards,

    SAM Investment


    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—5-Juli-2023.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – 4 Juli 2023

    Kilas Pasar

    Indeks saham di Amerika Serikat bergerak menguat pada hari Senin (3/7). Dow, S&P 500, dan Nasdaq terapresiasi masing – masing sebesar 0.03%, 0.12%, dan 0.21%. Dari Eropa, indeks bergerak melemah. FTSE 100 dan STOXX600 terdepresiasi masing – masing sebesar -0.06% dan -0.21%.

    Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS diperdagangkan pada level Rp.15,064. Dari komoditas, perdagangan minyak Brent dan WTI bergerak bervariasi masing-masing sebesar -0.19% dan 0.33% diperdagangkan pada level US$ 74.83 dan US$ 70.02 per barel.

    Indeks acuan Asia, KOSPI Korea Selatan menurun sebesar -0.19%, NIKKEI Jepang terdepresiasi sebesar -1.01%. Perdagangan indeks futures Amerika Serikat bergerak bervariasi pada pagi hari ini dengan Dow, S&P, dan Nasdaq terdepresiasi masing – masing sebesar -0.01%, -0.07%, dan -0.19%.

    Isu Ekonomi dan Pasar

    Manufaktur Amerika Serikat (AS) melorot semakin dalam pada Juni 2023, bahkan mencapai level terakhir terlihat ketika negara itu sempoyongan saat gelombang awal pandemi Covid-19. Hal ini akibat permintaan pasar yang melemah. Namun, tekanan Factory Gate Pricing (FGP) atau harga gerbang pabrik terus mengempis sehingga memberikan secercah harapan bagi ekonomi di Negeri Paman Sam tersebut. Melansir Reuters, Purchasing Managers’ Index (PMI) pada Selasa (4/7/2023) turun menjadi 46 dari 46,9 di Mei. Angka itu menjadi pembacaan terendah sejak Mei 2020. Serta, bulan kedelapan berturut-turut PMI bertahan di bawah ambang batas 50, yang menunjukkan kontraksi di bidang manufaktur sehingga menjadi rentang terpanjang semenjak resesi 2008. (Investor)

    Laju inflasi mengalami tren penurunan pada tahun ini, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi Juni 2023 yang bertepatan dengan Hari Raya Iduladha bertengger di level 3,52 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) atau kembali dalam rentang target sasaran tahun 2023 yakni 3 persen plus minus 1 persen. Sementara itu, secara bulanan, terjadi inflasi sebesar 0,14 persen atau lebih tinggi dibanding inflasi Mei 2023 yang sebesar 0,09 persen month-to-month (mtm). (Bisnis) 

    Indonesia kembali masuk dalam kelompok negara berpendapatan menengah atas atau Upper Middle-Income Country (UMIC) di tengah berbagai tekanan dan ketidakpastian global. Berdasarkan rilis Bank Dunia, Gross National Income (GNI) per kapita Indonesia tercatat naik sebesar 9,8 % menjadi US$ 4.580 di 2022, dibandingkan pada tahun 2021 yang hanya US$ 4.170. Kembalinya Indonesia ke kelompok negara berpendapatan menengah atas ini tidak terlepas dari efektivitas penanganan pandemi, pelaksanaan program penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN), serta transformasi ekonomi melalui hilirisasi sumber daya alam (SDA). (Kontan)

    Best Regards,

    SAM Investment

    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—4-Juli-2023.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – 3 Juli 2023

    Kilas Pasar

    Indeks saham di Amerika Serikat bergerak menguat pada hari Selasa (27/6). Dow, S&P 500, dan Nasdaq terapresiasi masing – masing sebesar 0.84%, 1.23%, dan 1.45%. Dari Eropa, indeks bergerak bertumbuh. FTSE 100 dan STOXX600 terapresiasi masing – masing sebesar 0.80% dan 1.16%.

    Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS diperdagangkan pada level Rp.14,993. Dari komoditas, perdagangan minyak Brent dan WTI bergerak menguat masing-masing sebesar 0.40% dan 0.07% diperdagangkan pada level US$ 75.48 dan US$ 70.67 per barel.

    Indeks acuan Asia, KOSPI Korea Selatan meningkat sebesar 1.25%, NIKKEI Jepang terapresiasi sebesar 1.52%. Perdagangan indeks futures Amerika Serikat bergerak bervariasi pada pagi hari ini dengan Dow dan S&P terdepresiasi masing – masing sebesar -0.02% dan -0.02%, sedangkan Nasdaq terapresiasi sebesar 0.05%.

    Isu Ekonomi dan Pasar

    Sejumlah bank besar di Amerika Serikat (AS) menaikkan nilai dividen pada kuartal III 2023, setelah dinyatakan lulus dalam stress test tahunan yang dilakukan Federal Reserve (The Fed). Bank – bank tersebut seperti JPMorgan Chase, Wells Fargo, Goldman Sachs, dan Morgan Stanley. Hal itu menunjukkan bahwa mereka memiliki modal yang cukup untuk menghadapi kemerosotan ekonomi yang parah. Melansir Reuters, Minggu (2/7), salah satu pemberi pinjaman terbesar di AS, JPMorgan, berencana untuk meningkatkan dividen saham kuartalan menjadi US$ 1,05 per saham dari US$ 1,00 saat ini. Adapun dividen Goldman Sachs akan naik menjadi US$ 2,75 dolar per saham dari US$ 2,50 dolar, sedangkan Morgan Stanley akan naik menjadi US$ 85 sen per saham dari US$ 77,5 sen saat ini. (Kontan)

    (BPS) akan mengumumkan perkembangan inflasi tengah tahun atau Juni 2023 pada hari ini, Senin, (3/7/2023) pukul 11.00 WIB. Sejumlah ekonom memproyeksikan inflasi Juni 2023 akan melandai dari bulan sebelumnya, bahkan mampu menuju level di bawah 4 persen. Ekonom Bank Mandiri Faisal Rachman memperkirakan bahwa inflasi tahunan akan terus menurun hingga berada dalam target Bank Indonesia (BI) yang di kisaran 2?4 persen. Faisal menyebutkan bahwa adanya penurunan inflasi ini disebabkan oleh pelemahan harga emas. Sementara penurunan inflasi inti pangan terjadi karena harga serta pasokan pangan yang cenderung terkendali, meski terdapat Hari Besar Keagamaan dan Nasional (HBKN) Iduladha. (Bisnis)

    Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan dalam Tinjauan Ekonomi, Keuangan, & Fiskal Edisi II Tahun 2023 yang dirilis akhir pekan lalu, menuliskan bahwa sektor informal di dalam negeri meningkat dari 59,97% menjad 60,12% pada Februari tahun ini. Celakanya, upah pekerja terendah di Tanah Air ada pada sektor pertanian, akomodasi makanan dan minuman, serta jasa lainnya yang didominasi oleh pekerja formal. Karyawan di sektor-sektor itu biasanya tidak tercakup oleh radar fi skus lantaran upah yang diterima di bawah batas penghasilan tidak kena pajak (PTKP). (Bisnis)

    Best Regards,

    SAM Investment

    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—3-Juli-2023.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – 27 Juni 2023

    Kilas Pasar

    Indeks saham di Amerika Serikat bergerak melemah pada hari Senin (26/6). Dow, S&P 500, dan Nasdaq terdepresiasi masing – masing sebesar -0.04%, -0.45%, dan -1.16%. Dari Eropa, indeks bergerak melemah. FTSE 100 dan STOXX600 terdepresiasi masing – masing sebesar -0.11% dan -0.10%.

    Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS diperdagangkan pada level Rp.14,978. Dari komoditas, perdagangan minyak Brent dan WTI bergerak menguat masing-masing sebesar 0.32% dan 0.55% diperdagangkan pada level US$ 74.71 dan US$ 69.75 per barel.

    Indeks acuan Asia, KOSPI Korea Selatan terdepresiasi sebesar -0.48%, NIKKEI Jepang menurun sebesar -1.17%. Perdagangan indeks futures Amerika Serikat bergerak meningkat pada pagi hari ini dengan Dow, S&P, dan Nasdaq terapresiasi masing – masing sebesar 0.11%, 0.16%, dan 0.15%

    Isu Ekonomi dan Pasar

    Mata uang China yuan telah turun 0,5 persen atau turun ke level terendah dalam tujuh bulan terakhir dengan nilai sebesar 7,21 per dolar di China. Mengutip Bloomberg pada Senin (26/5/2023) Yuan menurun akibat peningkatan pesimisme atas pemulihan ekonomi dan divergensi kebijakan China yang terus membebani sentimen. Bank sentral China atau PBOC telah berusaha untuk menahan pelemahan mata uang dalam negeri dengan melakukan penetapan pada premi terbesar untuk perkiraan tahun ini. Hal tersebut kemudian menunjukan bahwa PBOC semakin tidak nyaman dengan pelemahan yuan. Pada Jumat (23/6) Yuan di pasar luar negeri juga menurun ke level terendah sejak November lantaran investor kecewa dengan langkah stimulus yang terbatas dari China. Pengeluaran perjalanan China selama liburan juga tidak mencapai tingkat sebelum Covid. Hal ini menunjukan adanya perlambatan dalam konsumsi. Penetapan tersebut membatasi pergerakan yuan dalam negeri sebesar 2 persen dari kedua sisi. (Bisnis)

    Pemerintah diminta terus mempercepat penyerapan anggaran belanja negara tahun ini. Sebab, belanja negara akan menjadi salah satu tumpuan ekonomi domestik di tengah ketidakpastian global. Berbagai lembaga internasional meramal, ekonomi global pada tahun ini akan melemah. World Bank memperkirakan, ekonomi global 203 hanya akan tumbuh 2.1%. Sementara International Monetary Fund (IMF) dan Organisation for Economic Development (OECD) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi global 2.7%. Melemahnya ekonomi global tentu akan berdampak terhadap perekonomian RI. Terutama, dari sisi ekspor yang merupakan salah satu contributor produk domestik bruto (PDB). Pemerintah harus menyiapkan strategi agar tekanan global tak berdampak signifikan terhadap ekonomi domestik. Caranya, memperkuat kontribusi domestik, berupa belanja pemerintah selain dari konsumsi rumah tangga. Sebenarnya ini menjadi momentum bagi pemerintah untuk menggenjot belanja. Sebab, selama lima bulan berturut – turut di tahun ini, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) selalu mencetak surplus mencapai Rp 204.3 triliun periode Januari – Mei 2023. Angka tersebut lebih tinggi dari surplus pada periode yang sama tahun lalu senilai Rp 132.2 triliun. (Kontan)

    Best Regards,

    SAM Investment

    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—27-Juni-2023.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – 26 Juni 2023

    Kilas Pasar

    Indeks saham di Amerika Serikat bergerak melemah pada hari Jumat (23/6). Dow, S&P 500, dan Nasdaq terdepresiasi masing – masing sebesar -0.65%, -0.77%, dan -1.01%. Dari Eropa, indeks bergerak melemah. FTSE 100 dan STOXX600 terdepresiasi masing – masing sebesar -0.54% dan -0.34%.

    Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS diperdagangkan pada level Rp.14,994. Dari komoditas, perdagangan minyak Brent dan WTI bergerak menguat masing-masing sebesar 0.41% dan 0.48% diperdagangkan pada level US$ 74.30 dan US$ 69.47 per barel.

    Indeks acuan Asia, KOSPI Korea Selatan terapresiasi sebesar 0.44%, NIKKEI Jepang bertumbuh sebesar 0.21%. Perdagangan indeks futures Amerika Serikat bergerak meningkat pada pagi hari ini dengan Dow, S&P, dan Nasdaq terapresiasi masing – masing sebesar 0.19%, 0.22%, dan 0.29%

    Isu Ekonomi dan Pasar

    Goldmand Sachs memperkirakan kapitalisasi pasar saham di negara –  negara berkembang akan melampaui Amerika Serikat (AS) dalam satu dekade ke depan. Perubahan ini sejalan dengan pertumbuhan penghasilan dan semakin mudahnya akses investor masuk ke pasar saham. Menurut analisis Goldmand Sachs, kapitalisasi pasar saham AS menyumbang porsi 42% terhadap pangsa pasar global pada 2022. Besaran ini diperkirakan akan turun jadi 35% pada 2030. Sementara kapitalisasi pasar bursa saham negara berkembang diprediksi bakal meningkat dari 27% menjadi 35% pada 2030. Kenaikan kapitaliasi pasar akan berlanjut. Kapitalisasi pasar negara berkembang diproyeksikan mencapai 47% di 2050 dan 55% pada 2075. Walau pangsa pasar kapitalisasi bursa negara berkembang bakal mengungguli AS, namun analis Goldman Sachs menekankan, ini tak bisa langsung diartikan performa saham – saham di Kawasan ini akan lebih baik. (Kontan)

    Bank Indonesia (BI) mulai mewaspadai tekanan di pasar keuangan global. Apalagi BI melihat ada peluang The Federal Reserve (The Fed) mengerek suku bunga acuannya pada Juni nanti. Gubernur BI Perry Warjiyo menyebutkan, suku bunga acuan bank sentral AS pada bulan depan bisa di kisaran 5.5%. Perkiraan tersebut juga setelah Bank Indonesia melihat kondisi inflasi negeri Paman Sam yang masih tinggi. Meski memang ada penurunan inflasi Amerika Serikat, justru pergerakannya cenderung melambat. Bank Sentral AS memang masih menahan suku bunga di level 5.00% hingga 5.25%. Akan tetapi, pejabat The Fed bilang ada kemungkinan kenaikan suku bunga acuan lagi sebanyak dua kali apabila inflasi tak kunjung mereda. Dalam merespons kemungkinan tersebut, bank sentral akan mengoptimalkan tujuan stabilitas, salah satunya dengan menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Bank Indonesia tak ragu untuk meningkatkan intensitas intervensi menggunakan cadangan devisa. Tujuannya adalah untuk tetap menjaga rupiah di tengah ketidakpastian yang meningkat saat ini. (Kontan)

    Best Regards,

    SAM Investment

    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—26-Juni-2023.pdf

  • Keterbukaan Informasi Dalam Rangka Pembagian Hasil Investasi Q2 2023 – SAM SUKUK SYARIAH SEJAHTERA

    Keterbukaan Informasi Dalam Rangka Pembagian Hasil Investasi Q2 2023 – SAM SUKUK SYARIAH SEJAHTERA

    Sehubungan dengan keterbukaan informasi Reksa Dana SAM Sukuk Syariah Sejahtera akan melakukan  Pembagian Hasil Investasi (PHI) Q2 2023, dengan demikian tanggal yang perlu diperhatikan:

    27 Juni 2023 – cum date PHI
    3 Juli 2023 –  ex date PHI
    4 Juli 2023 –  pembayaran PHI 

    Selengkapnya dapat membaca surat terlampir atau jika membutuhkan penjelasan lebih lanjut dapat menghubungi narahubung PT Samuel Aset Manajemen di nomor WA 02128548800 atau email ke [email protected].

    Download Surat untuk Pemegang Unit Pernyertaan Reksa Dana SAM Sukuk Syariah Sejahtera.

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – 23 Juni 2023

    Kilas Pasar

    Indeks saham di Amerika Serikat bergerak bervariasi pada hari Kamis (22/6). Dow terdepresiasi sebesar -0.01%, S&P 500 dan Nasdaq terapresiasi masing – masing sebesar 0.37% dan 0.95%. Dari Eropa, indeks bergerak melemah. FTSE 100 dan STOXX600 terdepresiasi masing – masing sebesar -0.76% dan -0.51%.

    Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS diperdagangkan pada level Rp.14,939. Dari komoditas, perdagangan minyak Brent dan WTI bergerak melemah masing-masing sebesar -0.40% dan -0.53% diperdagangkan pada level US$ 73.84 dan US$ 69.16 per barel.

    Indeks acuan Asia, KOSPI Korea Selatan melemah sebesar -0.67%, NIKKEI Jepang terdepresiasi sebesar ?1.34%. Perdagangan indeks futures Amerika Serikat bergerak melemah pada pagi hari ini dengan Dow, S&P, dan Nasdaq terdepresiasi masing – masing sebesar -0.20%, -0.25%, dan -0.27%

    Isu Ekonomi dan Pasar

    Bank of England (BoE) mengumumkan kenaikan tingkat suku bunga acuan dari 4.5% jadi 5%, kemarin. Kenaikan ini lebih tinggi daripada ekspektasi consensus analis, menjadikan bunga Inggris saat ini mencapai level tertinggi sejak 2008. Komisi kebijakan Moneter BoE menuturkan kebijakan ini diambil seiring inflasi yang menebal. Menurut BoE, ada faktor?faktor signifikan di data akhir – akhir ini, mengindikasikan kenaikan inflasi yang terus berlanjut. Keputusan kebijakan moneter tersebut memang perlu diambil. Komisi akan melakukan hal yang diperlukan untuk mengembalikan inflasi ke target keberlanjutan 2% dalam jangka menengah (Kontan)

    Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) pada 21-22 Juni 2023 memutuskan untuk mempertahankan lagi suku bunga acuan (BI 7-Day Reverse Repo Rate/BI7DRR) sebesar 5,75%. Demikian pula suku bunga deposit facility sebesar 5% dan suku bunga lending facility sebesar 6,5%. ?Keputusan mempertahankan suku bunga acuan BI sebesar 5,75% ini konsisten dengan stance kebijakan moneter untuk memastikan inflasi tetap terkendali dalam kisaran sasaran 3 plus minus 1% pada sisa tahun 2023 dan 2024,? jelas Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bulanan Juni 2023, Jakarta, Kamis (22/6/2023). Perry menuturkan, fokus kebijakan diarahkan pada penguatan stabilisasi nilai tukar rupiah untuk mengendalikan inflasi barang impor (imported inflation) dan memitigasi dampak rambatan meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan global. Sementara itu, Perry menegaskan, kebijakan likuiditas dan makroprudensial longgar tetap dilanjutkan untuk mendorong penyaluran kredit atau pembiayaan dan mempertahankan tetap terjaganya stabilitas sistem keuangan.  (Investor)

    Best Regards,

    SAM Investment

    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—23-Juni-2023.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – 22 Juni 2023

    Kilas Pasar

    Indeks saham di Amerika Serikat bergerak melemah pada hari Rabu (21/6). Dow, S&P 500, dan Nasdaq terdepresiasi masing – masing sebesar -0.30%, -0.52%, dan -1.21%. Dari Eropa, indeks bergerak melemah. FTSE 100 dan STOXX600 terdepresiasi masing – masing sebesar -0.13% dan -0.50%.

    Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS diperdagangkan pada level Rp.14,900. Dari komoditas, perdagangan minyak Brent dan WTI bergerak melemah masing-masing sebesar -0.30% dan -0.32% diperdagangkan pada level US$ 76.89 dan US$ 72.28 per barel.

    Indeks acuan Asia, KOSPI Korea Selatan terapresiasi sebesar 0.36%, NIKKEI Jepang terdepresiasi sebesar -0.28%. Perdagangan indeks futures Amerika Serikat bergerak melemah pada pagi hari ini dengan Dow, S&P, dan Nasdaq terdepresiasi masing – masing sebesar -0.09%, -0.12%, dan -0.20%

    Isu Ekonomi dan Pasar

    Gubernur Federal Reserve (Fed) Jerome Powell pada Rabu (21/6) mengonfirmasi kenaikan suku bunga tambahan Amerika Serikat (AS) kemungkinan akan diperlukan untuk menjinakkan inflasi yang tinggi, menjelang kesaksian dua hari di Capitol Hill. Penampilan Powell di hadapan DPR dan Senat dilakukan tak lama setelah Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) bank sentral AS memilih untuk mempertahankan suku bunga tetap, setelah 10 kenaikan berturut-turut dalam waktu kurang dari setahun. Fed juga menaikkan proyeksi pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) 2023 menjadi 1,0% dari proyeksi 0,4% pada Maret 2023. Ekspektasi inflasi rata-rata untuk tahun ini sedikit turun menjadi 3,2%. Sementara ekspektasi inflasi inti, yang tidak termasuk harga makanan dan energi yang bergejolak, naik ke tingkat tahunan 3,9% menurut data Fed. (Investor)

    Bank Indonesia (BI) diyakini akan kembali menahan suku bunga acuan di level 5,75% dalam pertemuan bulan Juni 2023. Ekonom Bank Mandiri Faisal Rachman mengungkapkan, ini seiring dengan tingkat inflasi yang melandai dan nilai tukar rupiah yang terjaga dalam tahun berjalan. BI akan menahan suku bunga acuan hingga akhir tahun 2023. Tetapi dia memberi catatan penting bagi BI untuk tetap waspada terhadap perkembangan ekonomi global yang terus diwarnai ketidakpastian. Salah satunya, arah kebijakan suku bunga acuan The Federal Reserve (The Fed) ke depan. Bank Sentral Amerika Serikat (AS) memang menahan suku bunga kebijakan di level 5% hingga 5,25% pada pertemuan pekan lalu. Namun, pejabat Paman Sam melempar sinyal ada kemungkinan dua kali kenaikan suku bunga acuan lagi pada tahun ini. BI tentu akan merespons pandangan terbaru The Fed ini dengan sangat hati-hati. (Kontan)

    Cadangan devisa Indonesia kembali menyusut. Pada Mei 2023, cadangan devisa sebesar US$ 139,3 miliar atau turun 3,39% dari posisi akhir April 2023. Bila menilik komponen pembentuk cadangan devisa, semua komponen memang menunjukkan penurunan nilai, dengan penurunan terdalam di komponen foreign currency reserves. Mengutip data Special Data Dissemination Standard (SDDS) di laman resmi Bank Indonesia (BI), komponen tersebut tercatat US$ 125,24 miliar atau turun 3,60% MoM. (Kontan)

    Best Regards,

    SAM Investment

    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—22-Juni-2023.pdf