Samuel Aset Manajemen

Category: Ulasan Ekonomi

Ulasan Ekonomi

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – 30 Maret 2023

    Kilas Pasar

    Indeks saham di Amerika Serikat melemah pada hari Rabu (29/3). Dow, S&P 500 dan Nasdaq terapresiasi masing-masing sebesar 1.00%, 1.42% dan 1.79%. Dari Eropa, indeks FTSE 100 tumbuh sebesar 1.07%, STOXX600 terapresiasi sebesar 1.30%.

    Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS diperdagangkan pada level Rp. 15,065. Dari komoditas, perdagangan minyak Brent dan WTI melemah masing-masing sebesar -0.13% dan -0.36% diperdagangkan pada level US$ 77.28 dan US$ 72.71 per barel.

    Indeks acuan Asia, KOSPI Korea Selatan tumbuh sebesar 0.31%, NIKKEI Jepang terdepresiasi sebesar -0.55%. Perdagangan indeks futures Amerika Serikat melemah pada pagi hari ini dengan Dow Jones, S&P dan Nasdaq terdepresiasi masing-masing sebesar -0.05%, -0.02% dan -0.11%.

    Isu Ekonomi dan Pasar

    Dalam rangka menjaga momentum pemulihan ekonomi serta menjaga daya beli masyarakat, pemerintah menambah program perlindungan sosial (perlinsos) berupa bantuan pangan kepada masyarakat. Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, bantuan pangan tersebut juga bertujuan untuk mengendalikan inflasi serta membantu masyarakat bawah terhadap pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat dengan total anggaran Rp 8,2 triliun. Nantinya, pemerintah akan memberikan bantuan beras 10 Kg kepada 21,3 juta keluarga penerima manfaat (KPM). Selain itu, pemerintah juga akan memberikan bantuan paket protein ayam dan telur kepada 1,4 juta KPM dengan balita stunting. (Kontan)

    Legal & General Investment Management  (LGIM) menilai bahwa biaya untuk melepaskan ketergantungan ekonomi global terhadap bahan bakar fosil bisa jauh lebih murah dari perkiraan awal, termasuk untuk investasi lebih dalam di alternatif energi hijau. Dilansir dari Bloomberg, berdasarkan laporan Legal & General Investment Management yang terbit pada Rabu (29/3/2023), perusahaan manajemen aset asal Eropa itu telah melakukan sejumlah tinjauan dari berbagai skenario iklim dan menghasilkan temuan terkait biaya dalam mengatasi permasalahan krisis iklim. Penemuan itu dinilai mengejutkan, karena biaya untuk membatasi kenaikan suhu global kurang dari 2° celcius ternyata jumlahnya tidak signifikan secara statistik. Biaya yang diperlukan diperkirakan setara dengan 1 basis poin dari produk domestik bruto (PDB) global per bulan selama seperempat abad ke depan. “Total biaya ekonomi jika disetahunkan selama seperempat abad ke depan akan sangat rendah sehingga Anda memerlukan kaca pembesar untuk melihatnya,” ujar kepala solusi iklim LGIM Nick Stansbury, dilansir dari Bloomberg pada Rabu (29/3/2023). Transisi menuju sistem ekonomi dan nol emisi karbon netto, menurut LGIM, akan menjadi perombakan ekonomi terbesar di zaman modern. Bagi para investor, risiko dan peluangnya berlipat ganda, dengan beberapa industri yang mereda sementara lainnya bisa muncul. Biaya untuk teknologi dekarbonisasi utama, seperti energi terbarukan dan kendaraan listrik, telah menurun secara signifikan pada dekade terakhir. (Bisnis)

    Best Regards,

    SAM Investment

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – 29 Maret 2023

    Kilas Pasar

    Indeks saham di Amerika Serikat melemah pada hari Selasa (28/3). Dow, S&P 500 dan Nasdaq terdepresiasi masing-masing sebesar -0.12%, -0.16% dan -0.45%. Dari Eropa, indeks FTSE 100 tumbuh sebesar 0.17%, STOXX600 terdepresiasi sebesar -0.06%.

    Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS diperdagangkan pada level Rp. 15,095. Dari komoditas, perdagangan minyak Brent dan WTI menguat masing-masing sebesar 0.31% dan 0.63% diperdagangkan pada level US$ 78.38 dan US$ 73.66 per barel.

    Indeks acuan Asia, KOSPI Korea Selatan melemah sebesar -0.09%, NIKKEI Jepang terapresiasi sebesar 0.38%. Perdagangan indeks futures Amerika Serikat menguat pada pagi hari ini dengan Dow Jones, S&P dan Nasdaq terapresiasi masing-masing sebesar 0.30%, 0.36% dan 0.32%.

    Isu Ekonomi dan Pasar

    Pemulihan ekonomi China menghadapi tantangan kemerosotan perdagangan global. Padahal, pasar perumahan dan kepercayaan bisnis membaik.  Mengutip Bloomberg pada Selasa (28/3), indeks agregat terbaru Bloomberg dari delapan indikator awal menunjukkan momentum pertumbuhan stabil dari bulan Februari, dengan ukuran keseluruhan tetap di 4.  Penurunan penjualan mobil dan permintaan global yang lemah menjadi hambatan utama pada indeks. Sementara pertumbuhan ekonomi pada kuartal II diperkirakan meningkat jadi 7,3% menjadi laju tercepat dalam dua tahun terakhir. (Kontan)

    Indonesia mendorong agar negara-negara anggota Asean menjalankan kebijakan local currency transaction (LCT) dalam menjalankan investasi, perdagangan, barang jasa, dan juga transaksi pasar keuangan. Langkah ini dilakukan untuk mengurangi kerentanan perekonomian negara Asean terhadap gejolak Dolar AS. ?Jadi, artinya kita akan mencoba kembali mengangkat secara bersama kesepakatan untuk melihat secara bersama untuk local currency transaction. Jadi local currency transaction baik investasi, perdagangan, barang jasa, dan juga transaksi pasar keuangan Indonesia,? jelas Deputi Gubernur Bank Indonesia Dody Budi Waluyo dalam media briefing di Hotel Hilton pada Senin (27/3/2023). Menurut Dody, dalam transaksi nanti pihaknya mengajak negara-negara anggota Asean menggunakan mata uang negara tersebut saat melakukan transaksi perdagangan. Misalnya, saat Indonesia transaksi dengan Thailand menggunakan rupiah dengan bath. Saat Indonesia melakukan investasi dengan Malaysia menggunakan rupiah dengan ringgit. Begitu juga saat Indonesia transaksi di pasar keuangan maupun melakukan pembayaran, misalnya dengan Singapura bisa menggunakan rupiah dan dolar Singapura. ?Dolar AS sebagai dominant currency sudah kita akui merupakan global currency. Kalau kita bisa mengurangi sedikit ketergantungan kepada global currency, kita akan keluar dengan satu opsi bahwa gejolak kepada perekonomian akan berkurang,? kata Dody. (Investor)

    Best Regards,

    SAM Investment

    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—29-Maret-2023.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – Kamis 21 Oktober 2021

    Kilas Pasar

     

    Indeks saham di Amerika Serikat ditutup bervariasi pada hari perdagangan Rabu (20/10) kemarin. Indeks Dow Jones dan S&P 500 terapresiasi sebesar 0.43% dan 0.37% secara berturut-turut sedangkan  Nasdaq terkoreksi 0.05%.

     

    Dari Eropa, indeks acuan Euro Stoxx tercatat terapresiasi sebesar 0.32% dan FTSE menguat sebesar 0.08%. Dari dalam negeri, IHSG ditutup tumbuh 0.04% pada hari perdagangan Selasa (19/10) kemarin.

     

    Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS tercatat pada level Rp 14.075. Dari komoditas, minyak Brent dan WTI tercatat menguat masing-masing sebesar 0.03% dan 0.36% diperdagangkan pada level US$ 85.91 dan US$ 83.73 per barel.

     

    Indeks acuan Asia dibuka bervariasi pada perdagangan pagi hari ini dengan indeks NIKKEI melemah 0.6% sementara KOSPI menguat sebesar 0.23%. Perdagangan indeks futures Amerika Serikat tercatat melemah pada pagi hari ini dengan Dow Jones, S&P dan Nasdaq terkoreksi sebesar 0.17%, 0.18% dan 0.29% secara berturut-turut.

     

    Isu Ekonomi dan Pasar

     

    China siap intervensi untuk memangkas harga batubara yang melonjak dengan mendongkrak produksi guna mengurangi tekanan yang meningkat pada ekonomi negara itu, meskipun bersumpah untuk mengurangi emisi bahan bakar fosil. Ekonomi nomor dua dunia itu berkembang lebih lambat dari yang diharapkan pada kuartal ketiga karena krisis energi makin menggigit, data resmi menunjukkan pekan ini, dengan kekurangan listrik dan pengurangan produksi menyeret output industri. Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional China (NDRC) mengatakan pada Selasa (19/10), sedang mempelajari langkah-langkah untuk campur tangan dalam harga batubara, yang melonjak dan mencapai rekor tertinggi. “Kenaikan harga saat ini benar-benar menyimpang dari dasar-dasar penawaran dan permintaan,” kata NDRC dalam sebuah pernyataan, berjanji untuk mengembalikan harga ke “kisaran yang wajar”, seperti dikutip Channel News Asia. (Kontan)

     

    Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Dody Budi Waluyo menyebut fenomena inflasi global diperkirakan bersifat transitory atau sementara. Menurutnya, kondisi mismatch antara supply-demand dan supply shortage (kekurangan suplai) ini bisa berlangsung melampaui 2021. Namun, tekanan dari kondisi ini dinilai tidak akan menyebabkan kenaikan inflasi secara permanen atau berkelanjutan. Dody lalu mengatakan terdapat berbagai cara untuk meredam tekanan tersebut. Misalnya, distribusi vaksin Covid-19 secara merata pada taraf global. “Dalam pembahasan dengan IMF-World Bank Annual Meeting bersama G20, isu yang diangkat salah satunya adalah risiko global terkait inflasi. Kelihatannya semua sepakat melihat ini adalah kondisi yang transitory atau temporer,” kata Dody pada konferensi pers Hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI, Selasa (19/10/2021).

     

    Best Regards,

    SAM Investment

     

     

    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—21-Oktober-2021.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – Selasa 19 Oktober 2021

    Kilas Pasar

     

    Indeks saham di Amerika Serikat ditutup bervariasi pada hari perdagangan Senin (18/10) kemarin. Indeks Dow Jones terkoreksi sebesar 0.1% sedangkan S&P 500 dan Nasdaq tumbuh sebesar 0.34% dan 0.84% secara berturut-turut.

     

    Dari Eropa, indeks acuan Euro Stoxx tercatat terkoreksi sebesar 0.5% dan FTSE melemah sebesar 0.42%. Dari dalam negeri, IHSG ditutup tumbuh 0.38% pada hari perdagangan kemarin.

     

    Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS tercatat pada level Rp 14.110. Dari komoditas, minyak Brent dan WTI tercatat melemah masing-masing sebesar 0.04% dan 0.21% diperdagangkan pada level US$ 84.06 dan US$ 81.5 per barel.

     

    Indeks acuan Asia dibuka menguat pada perdagangan pagi hari ini dengan indeks NIKKEI dan KOSPI menguat sebesar 0.67% dan 0.7% secara berturut-turut. Sementara itu, indeks futures Amerika Serikat pada pagi hari ini tercatat bervariasi dengan Dow Jones melemah tipis sebesar 0.01% sedangkan S&P dan Nasdaq masing-masing terapresiasi sebesar 0.06% dan 0.09%.

     

    Isu Ekonomi dan Pasar

     

    Gubernur Bank Rakyat China (PBOC) Yi Gang memprediksi bahwa inflasi di level produsen akan mulai mereda pada akhir tahun ini. Menurutnya, indeks harga produsen akan tetap tinggi dalam beberapa bulan ke depan sebelum tekanan ke atas berkurang pada akhir tahun ini. Indeks harga pada September naik 10,7 persen dari tahun lalu melampaui proyeksi dan mencapai angka tertinggi sejak November 1995. Yi mengatakan hal tersebut terjadi karena kenaikan biaya bahan baku. Yi mengatakan bahwa pandemi Covid-19 sudah terkendali dan ekonomi sudah kembali seperti biasa, meskipun dengan pertumbuhan yang melemah akhir-akhir ini. Dia memperkirakan ekspansi ekonomi sekitar 8 persen untuk sepanjang tahun. Adapun survei Bloomberg menunjukkan laporan pada Senin bahwa produk domestik bruto (PDB) melambat menjadi 5 persen pada kuartal III/2021 dari 7,9 persen dibandingkan tiga bulan sebelumnya. (Bisnis)

     

    Aliran modal asing tercatat masuk ke pasar keuangan dalam negeri pada pekan kedua bulan ini. Berdasarkan data transaksi Bank Indonesia (BI) periode 11 Oktober 2021 hingga 14 Oktober 2021, nonresiden di pasar keuangan domestik mencatatkan beli neto (net buy) sebesar Rp 5,05 triliun. Sejalan  dengan aksi beli asing di pasar saham, nilai tukar rupiah terpantau bergerak menguat terhadap dollar AS. Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI), nilai tukar rupiah pada tanggal 11 Oktober 2021 berada pada level sekitar Rp 14.210 per dollar Amerika Serikat (AS) dan menguat ke level Rp 14.155 per dollar AS. (Kontan)

     

    Best Regards,

    SAM Investment

     

     

    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—19-Oktober-2021.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – Senin 18 Oktober 2021

    Kilas Pasar

     

    Indeks saham di Amerika Serikat kembali menguat pada hari perdagangan Jumat (15/10) kemarin. Indeks Dow Jones tumbuh sebesar 1.09% dan S&P 500 ditutup menguat 0.75%. Sementara itu, Nasdaq tumbuh sebesar 0.5%.

     

    Dari Eropa, indeks acuan Euro Stoxx tercatat menguat sebesar 0.74% dan FTSE tumbuh sebesar 0.37%. Dari dalam negeri, IHSG ditutup tumbuh 0.11% pada hari perdagangan terakhir (15/10). Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS tercatat menguat pada level Rp 14.074. Dari komoditas, minyak Brent tercatat menguat 0.57% diperdagangkan pada level US$ 85.32 per barel. Sementara minyak WTI tumbuh sebesar 0.81%, diperdagangkan pada level US$ 82.38 per barel.

     

    Indeks acuan Asia dibuka melemah pada perdagangan pagi hari ini dengan indeks NIKKEI melemah sebesar 0.14% dan indeks KOSPI dibuka melemah sebesar 0.65%. Sementara itu, indeks futures Amerika Serikat pada pagi hari ini tercatat melemah dengan Dow Jones, S&P, dan Nasdaq masing-masing terapresiasi sebesar 0.07%, 0.17% dan 0.31%.

     

    Isu Ekonomi dan Pasar

     

    Logam utama industri seperti seng dan alumunium mulai mengalami kelangkaan seiring dengan kekurangan stok listrik yang membuat produsen membatasi produksinya. Salah satu yang mengalami dampak kelangkaan listrik adalah Glencore Plc. di mana produksi tiga parbiknya di Eropa harus dipangkas karena kenaikan harga listrik mahal. Produksi seng Glencore dipangkas seiring dengan pengumuman pada pekan ini bahwa perusaahaan yang juga memproduksi seng, Nyrstar mengurangi produksinya di tiga smelter di Eropa hingga lebih dari 50 persen karena lonjakan harga listrik dan juga biaya untuk mengurangi emisi. Pembuat baja yang berbasis di Luxembourg, ArcelorMittal, juga telah memangkas produksi. (Bisnis)

     

    Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) masih mengupayakan insentif tambahan untuk hilirisasi batubara. Sebelumnya, pemerintah menerbitkan aturan turunan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja. Regulasi terkait sektor energi dan pertambangan diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 25 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Bidang Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Salah satu yang diatur dalam regulasi tersebut adalah pemberian insentif royalti 0% untuk komoditas batubara yang digunakan dalam kegiatan Peningkatan Nilai Tambah (PNT) alias hilirisasi batubara di dalam negeri. (Kontan)

     

    Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat surplus neraca perdagangan Indonesia mencapai US$4,37 miliar pada September 2021. Surplus tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan dengan capaian pada periode yang sama tahun 2020, sebesar US$13,35 miliar. Oleh karena itu, BI memandang surplus neraca perdagangan tersebut berkontribusi positif dalam menjaga ketahanan eksternal perekonomian Indonesia. Adapun, surplus neraca perdagangan pada September 2021 didorong oleh surplus neraca perdagangan nonmigas yang tetap tinggi. (Bisnis)

     

    Best Regards,

    SAM Investment

     

     

    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—18-Oktober-2021.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – Jumat 15 Oktober 2021

    Kilas Pasar

     

    Indeks saham di Amerika Serikat ditutup menguat pada Kamis (14/10/2021). Indeks Dow Jones tercatat terapresiasi 1,56% menjadi 34.912,56. Sementara itu S&P 500 menguat sebesar 1,71% menjadi 4.438,26 begitupun Nasdaq yang menguat 1,73% menjadi 14.823,43. Hal yang sama terjadi di Eropa, indeks acuan bergerak menguat dengan Euro Stoxx600 terapresiasi sebesar 1,20% menjadi 465,92 begitupun FTSE yang menguat sebesar 0,92% menjadi 7.207,71.

     

    Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS tercatat pada level Rp 14.117,5. Pada pagi hari ini, perdagangan minyak tercatat menguat dengan minyak WTI meningkat sebesar 0,52% begitupun Brent juga mengalami penguatan 0,31%. Keduanya diperdagangkan pada level US$ 81,73 dan US$ 84,44 per barel.

     

    Indeks acuan Asia tercatat dibuka menguat pada perdagangan pagi hari ini. Indeks Nikkei dibuka meningkat sebesar 0,92% begitupun KOSPI yang meningkat 0,64%. Sementara itu, indeks futures Amerika Serikat pada pagi hari ini tercatat menguat dengan Dow Jones, S&P 500 dan Nasdaq masing-masing meningkat sebesar 0,06%, 0,02% dan 0,02%.

     

    Isu Ekonomi dan Pasar

     

    Lonjakan inflasi di Amerika Serikat (AS) belum berakhir. Data pemerintah pada Rabu (13/10) waktu setempat menunjukkan harga makanan dan sewa hunian meningkat bulan lalu. Hasil ini menggarisbawahi komplikasi yang dihadapi regulator AS saat memandu kebangkitan negara dari dampak pandemi Covid-19. Indeks harga konsumen (IHK) terbaru yang dilaporkan Departemen Tenaga Kerja (Depnaker) AS mencatat adanya kenaikan 5,4% pada September dibandingkan bulan yang sama tahun lalu. Sedangkan dibandingkan Agustus, IHK di AS naik tepat di atas perkiraan kalangan analis sebesar 0,4%. (Investor Daily)

     

    Pemerintah Filipina akan mengizinkan bioskop dan pusat kebugaran dibuka kembali di ibu kota Manila. Kebijakan ini diambil setelah Filipina mencatat penurunan tajam dalam jumlah harian infeksi virus corona dan pada saat yang sama tingkat vaksinasi semakin bertambah. Pembatasan-pembatasan telah dilonggarkan dalam beberapa pekan terakhir karena pemerintah mengalihkan fokusnya untuk membuat orang kembali ke bekerja dan mengurangi kesengsaraan ekonomi yang disebabkan oleh penguncian ketat. (Investor Daily)

     

    Dari dalam negeri, Pemerintah mulai mengerem penerbitan surat utang baru menjelang akhir tahun. Selain optimalisasi instrument non utang, hal tersbeut sejalan dengan risiko ketidakpastian di pasar keuangan akibat sejumlah sentimen. Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Luky Alfirman menyebutkan, outlook terbaru penerbitan SBN neto sepanjang tahun ini senilai Rp 879,5 triliun dibandingkan dengan target awal dalam APBN tahun 2021 yang sebesar Rp 1.207,3 triliun, atau lebih sedikit sebesar Rp. 327,8 triliun. Adapun realisasi penerbitan SBN hingga akhir September lalu telah mencapai Rp 614,7 triliun atau setara 73% dari rencana penerbitan SBN neto teranyar. (Kontan)

     

    Best Regards,

    SAM Investment

     

    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—15-Oktober-2021.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – Kamis 14 Oktober 2021

    Kilas Pasar

     

    Indeks saham di Amerika Serikat ditutup bervariasi cenderung menguat pada Rabu (13/10/2021). Indeks Dow Jones tercatat melemah tipis 0,01% menjadi 34.377,81. Sementara itu S&P 500 menguat sebesar 0,30% menjadi 4.363,80 begitupun Nasdaq yang menguat 0,73% menjadi 14.571,63. Hal yang sama terjadi di Eropa, indeks acuan bergerak menguat dengan Euro Stoxx600 terapresiasi sebesar 0,70% menjadi 460,39 begitupun FTSE yang menguat sebesar 0,16% menjadi 7.141,82.

     

    Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS tercatat pada level Rp 14.217,5. Pada pagi hari ini, perdagangan minyak tercatat menguat dengan minyak WTI meningkat sebesar 0,46% begitupun Brent juga mengalami penguatan 0,26%. Keduanya diperdagangkan pada level US$ 80,81 dan US$ 83,56 per barel.

     

    Indeks acuan Asia tercatat dibuka menguat pada perdagangan pagi hari ini. Indeks Nikkei dibuka meningkat sebesar 1,26% begitupun KOSPI yang meningkat 1,09%. Sementara itu, indeks futures Amerika Serikat pada pagi hari ini tercatat menguat dengan Dow Jones, S&P 500 dan Nasdaq masing-masing meningkat sebesar 0,30%, 0,33% dan 0,44%.

     

    Isu Ekonomi dan Pasar

     

    Hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) yang dilakukan Bank Indonesia (BI) mengindikasikan bahwa kegiatan dunia usaha pada kuartal III-2021 tetap tumbuh positif, meskipun melambat dibandingkan capaian pada kuartal sebelumnya. Ini tercermin dari nilai saldo bersih tertimbang (SBT) sebesar 7,58%, lebih rendah dari 18,98% pada triwulan II-2021. (Investor Daily)

     

    Ekspor Tiongkok di luar dugaan melonjak naik pada September 2021 kendati terjadi masalah pasokan listrik. Tetapi kalangan analis mengingatkan bahwa dampak dari krisis listrik belum terlihat dan akan terus mengganggu pasokan. Data resmi yang dirilis Rabu (13/10) tersebut muncul setelah lonjakan tajam dalam perdagangan di ekonomi terbesar kedua di dunia tersebut pada Agustus 2021. Bea Cukai Tiongkok melaporkan bahwa ekspor naik lebih baik dari perkiraan 28,1% pada sejak awal tahun hingga September. Angka tersebut naik dari 25,6% sepanjang Agustus. Ini adalah rekor bulanan baru nilai ekspor sebesar US$ 305,7 miliar. (Investor Daily)

     

    Dari Amerika, pejabat Federal Reserve secara umum setuju pada bulan lalu bahwa mereka harus mulai mengurangi bantuan darurat terhadap pandemi atau melakukan tapering pada pertengahan November atau pertengahan Desember seiring dengan meningkatnya kekhawatiran atas inflasi. Program ini kemungkinan akan berlangsung hingga pertengahan 2022. Di sisi lain, prospek inflasi dinaikkan dalam waktu dekat setelah diskusi yang kuat, meskipun seluruh pihak terus mengharapkan percepatan inflasi saat ini bersifat “sementara.” Anggota Komite Pasar Terbuka Federal mencatat bahwa kontak mereka umumnya tidak mengharapkan kemacetan akan sepenuhnya diselesaikan sampai tahun depan atau bahkan nanti. (Bloomberg)

     

    Best Regards,

    SAM Investment

     

     

    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—14-Oktober-2021.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – Rabu 13 Oktober 2021

    Kilas Pasar

     

    Indeks saham di Amerika Serikat ditutup melemah pada Selasa (12/10/2021). Indeks Dow Jones tercatat melemah 0,34% menjadi 34.378,34. Sementara itu S&P 500 juga melemah sebesar 0,24% menjadi 4.350,65 begitupun Nasdaq yang melemah 0,14% menjadi 14.465,92. Hal yang sama terjadi di Eropa, indeks acuan bergerak melemah dengan Euro Stoxx600 terdepresiasi sebesar 0,07% menjadi 457,21 begitupun FTSE yang melemah sebesar 0,23% menjadi 7.130,23.

     

    Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS tercatat pada level Rp 14.217,5. Pada pagi hari ini, perdagangan minyak tercatat melemah dengan minyak WTI melemah sebesar 0,24% begitupun Brent juga mengalami pelemahan 0,11%. Meski demikian, keduanya diperdagangkan pada level US$ 80,45 dan US$ 83,11 per barel, meningkat dibandingkan kondisi beberapa minggu sebelumnya.

     

    Indeks acuan Asia tercatat dibuka menguat pada perdagangan pagi hari ini. Indeks Nikkei dibuka meningkat sebesar 0,07% begitupun KOSPI yang meningkat 0,71%. Sementara itu, indeks futures Amerika Serikat pada pagi hari ini tercatat melemah dengan Dow Jones, S&P 500 dan Nasdaq masing-masing melemah sebesar 0,07%, 0,14% dan 0,15%.

     

    Isu Ekonomi dan Pasar

     

    China menghadapi trade-off yang sulit dalam menangani dampak dari Evergrande, kata IMF. Di satu sisi, China berisiko dianggap mundur dari upaya deleveraging ekonominya jika memberikan terlalu banyak dukungan terhadap perusahaan tersebut namun . Dan dukungan terhadap Evergrande juga bisa memicu lebih banyak stres terhadap sistem keuangan. Selain itu, IMF memangkas perkiraan pertumbuhan globalnya menjadi 5,9% dari 6% untuk tahun ini dan menahan perkiraan untuk 2022 di 4,9%. IMF menurunkan perkiraan 2021 untuk AS menjadi 6% dari 7%, terutama karena kendala pasokan. IMF menaikkan prospek kawasan euro menjadi 5%. China akan tumbuh pada tingkat 8% tahun ini dan 5,6% di 2022, keduanya turun 0,1 poin. (Bloomberg)

     

    Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan, realisasi komitmen investasi Rp 92,9 triliun dari para pelaku usaha dan badan usaha di 19 kawasan ekonomi khusus (KEK) hingga saat ini telah mencapai Rp 54,6 triliun atau 58,8%. Realisasi ini meningkat hingga 66,7% dibandingkan posisi hingga Juli 2021 yang baru mencapai Rp 32,76 triliun. (Investor Daily)

     

    Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menurunkan target lelang Surat Utang Negara (SUN) menjadi Rp 8 triliun, dari Rp 12 tri liun. Penurunan target lelang tersebut dilakukan seiring dengan membaiknya realisasi penerimaan negara serta optimalisasi belanja negara dan pembiayaan non utang, sehingga deficit anggaran diprediksi lebih rendah. Sementara total penawaran yang masuk mencapai Rp 50,14 triliun. (Investor Daily)

     

    Best Regards,

    SAM Investment

    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—13-Oktober-2021.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – Selasa 12 Oktober 2021

    Kilas Pasar

     

    Indeks saham di Amerika Serikat ditutup melemah pada Senin (11/10/2021). Indeks Dow Jones tercatat melemah 0,72% menjadi 34.496,06. Sementara itu S&P 500 juga melemah sebesar 0,69% menjadi 4.361,19 begitupun Nasdaq yang melemah 0,64% menjadi 14.486,20. Hal yang berbeda terjadi di Eropa, indeks acuan bergerak menguat dengan Euro Stoxx600 terapresiasi sebesar 0,05% menjadi 457,53 begitupun FTSE yang menguat sebesar 0,72% menjadi 7.146,85.

     

    Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS tercatat pada level Rp 14.207,5. Pada pagi hari ini, perdagangan minyak tercatat melemah dengan minyak WTI melemah sebesar 0,34% begitupun Brent juga mengalami pelemahan 0,37%. Keduanya diperdagangkan pada level US$ 80,25 dan US$ 83,31 per barel.

     

    Indeks acuan Asia tercatat dibuka tidak menunjukkan pergerakan signifikan pada perdagangan pagi hari ini. Indeks Nikkei dibuka melemah sebesar 0,60% begitupun KOSPI melemah 1,17%. Sementara itu, indeks futures Amerika Serikat pada pagi hari ini juga tercatat melemah dengan Dow Jones, S&P 500 dan Nasdaq masing-masing melemah sebesar 0,30%, 0,33% dan 0,35%.

     

    Isu Ekonomi dan Pasar

     

    Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) mengungkapkan, pembangunan berketahanan iklim berpotensi untuk mengurangi kerugian ekonomi akibat perubahan iklim hingga Rp 281,9 triliun dalam jangka waktu 2020 hingga 2024. Deputi Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Alam Kementerian PPN/Bappenas Arifin Rudiyanto dalam seminar daring Pembangunan Berketahanan Iklim Sebagai Upaya Mengurangi Kerugian Ekonomi Akibat Bahaya Iklim mengatakan bahwa potensi ke rugian ekonomi yang ditimbulkan akibat perubahan iklim pada 2020-2024 bisa mencapai Rp 544,9 triliun. Angka itu akan turun menjadi Rp 262,9 triliun bisa dilakukan upaya intervensi ketahanan iklim. (Investor Daily)

     

    Kesenjangan antara dua pusat keuangan utama Asia dalam menangani pandemi semakin lebar. Di Singapura, para pejabat mengambil langkah-langkah untuk berhubungan kembali dengan ekonomi global bahkan ketika pemerintah menghadapi tekanan untuk mendukung penduduk lokal daripada orang asing untuk pekerjaan bergaji tinggi. Hong Kong telah mengambil pendekatan yang berbeda dalam mengikuti pendekatan Covid Zero China yang tidak mentolerir infeksi lokal. Selain itu Singapura juga sedang mempertimbangkan lebih banyak rute perjalanan yang divaksinasi setelah membuka diri ke AS dan mitra dagang utama lainnya, dan ingin bekerja dengan tetangga, termasuk Australia, Selandia Baru, dan Jepang. Thailand telah meluncurkan rencana untuk menghidupkan kembali ekonominya yang bergantung pada pariwisata dengan secara bertahap menghapus karantina wajib bagi pengunjung yang divaksinasi. (Bloomberg)

     

    Melalui tulisan ini, kami kembali menyerukan kepada seluruh mitra investasi SAM untuk selalu menjaga kesehatan, mengikuti semua protokol kesehatan, menjaga jarak sosial dan fisik, serta seoptimal mungkin untuk melakukan aktivitas dari rumah. Semoga kita berhasil.

     

    Best Regards,

    SAM Investment

    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—12-Oktober-2021.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – Senin 11 Oktober 2021

    Kilas Pasar

     

    Indeks saham di Amerika Serikat ditutup melemah pada Jumat (8/10/2021). Indeks Dow Jones tercatat melemah 0,03% menjadi 34.746,25. Sementara itu S&P 500 juga melemah sebesar 0,19% menjadi 4.391,34 begitupun Nasdaq yang melemah 0,51% menjadi 14.579,54. Hal yang sedikit berbeda terjadi di Eropa, indeks acuan bergerak mix dengan Euro Stoxx600 terdepresiasi sebesar 0,28% menjadi 457,29 sedangkan FTSE menguat sebesar 0,25% menjadi 7.095,55.

     

    Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS tercatat pada level Rp 14.222,5. Pada pagi hari ini, perdagangan minyak tercatat menguat dengan minyak WTI meningkat sebesar 0,92% begitupun Brent juga mengalami penguatan 0,50%. Keduanya diperdagangkan pada level US$ 80,08 dan US$ 82,95 per barel.

     

    Indeks acuan Asia tercatat dibuka tidak menunjukkan pergerakan signifikan pada perdagangan pagi hari ini. Indeks Nikkei dibuka menguat tipis  sebesar 0,03% sedangkan KOSPI melemah 0,01%. Sementara itu, indeks futures Amerika Serikat pada pagi hari ini tercatat melemah dengan Dow Jones, S&P 500 dan Nasdaq masing-masing melemah sebesar 0,41%, 0,47% dan 0,54%.

     

    Isu Ekonomi dan Pasar

     

    India berlomba untuk menyelesaikan pakta perdagangan bilateral pada akhir Maret, yang didorong oleh kebutuhan ekonomi. Salah satu calon investor yang mungkin menghadapi hambatan adalah Elon Musk. Menteri Transportasi India mengatakan dia meminta Tesla untuk menghindari penjualan mobil buatan China di India menjelang masuknya produsen kendaraan listrik ke pasar. Menteri mengatakan Tesla harus “membuat mobil di India, menjual di India dan mengekspor dari India.” (Bloomberg)

     

    Pemerintah Tiongkok pada Sabtu (9/10) menekan Amerika Serikat (AS) untuk membatalkan kebijakan tarif. Hal ini disampaikan dalam pembicaraan antara para pejabat tinggi perdagangan, yang dilihat AS sebagai ujian keterlibatan bilateral antara negara-negara dengan kekuatan ekonomi terbesar di dunia. (Investor Daily)

     

    Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia telah melakukan kunjungan kerja ke Frankfurt, Jerman, untuk menindaklanjuti rencana investasi BASF di bidang industri smelter/pemurnian hidrometalurgi nikel dan kobalt yang menghasilkan produk bahan baku baterai kendaraan listrik. Menurut rencana, BASF akan menggandeng Eramet, perusahaan pertambangan asal Prancis, untuk melakukan investasi kompleks pengolahan nikel-kobalt bagi keperluan pengembangan kendaraan listrik. Proyek tersebut mencakup pembangunan pabrik high-pressure acid leaching (HPAL) dan base metal refinery (BMR). (Investor Daily)

     

    Melalui tulisan ini, kami kembali menyerukan kepada seluruh mitra investasi SAM untuk selalu menjaga kesehatan, mengikuti semua protokol kesehatan, menjaga jarak sosial dan fisik, serta seoptimal mungkin untuk melakukan aktivitas dari rumah. Semoga kita berhasil.

     

    Best Regards,

    SAM Investment

    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—11-Oktober-2021.pdf