Samuel Aset Manajemen

Author: samadmin

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – 24 Oktober 2023

    Kilas Pasar

    Indeks saham di Amerika Serikat bergerak bervariasi pada hari Senin, (23/10). Dow dan S&P 500 terdepresiasi masing – masing sebesar -0.58% dan -0.17%, Nasdaq terapresiasi sebesar 0.27%. Dari Eropa, indeks bergerak melemah. FTSE 100 dan STOXX600 terdepresiasi masing – masing sebesar -0.37% dan -0.13%.

    Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS diperdagangkan pada level Rp.15,867. Dari komoditas, perdagangan minyak Brent dan WTI bergerak menguat masing-masing sebesar 0.66% dan 0.67% diperdagangkan pada level US$ 90.47 dan US$ 86.11 per barel.

    Indeks acuan Asia, KOSPI Korea Selatan terdepresiasi sebesar -0.88%, NIKKEI Jepang menurun sebesar -1.05%. Perdagangan indeks futures Amerika Serikat bergerak menguat pada pagi hari ini dengan Dow, S&P, dan Nasdaq terapresiasi masing – masing sebesar 0.09%, 0.14%, dan 0.20%.

    Isu Ekonomi dan Pasar

    China kini telah melakukan upaya pembatasan ekspor mineral baterai kunci seperti grafit. Para penambang di negara-negara lain kemudian berlomba untuk meluncurkan proyek-proyek baru, secepat mungkin.  Mengutip Reuters, Senin (23/10/23) para penambang diketahui berlomba untuk memastikan adanya pasokan bagi generasi mobil listrik berikutnya. Adapun, Kementerian Perdagangan China mengatakan bahwa China memerlukan izin ekspor untuk beberapa produk grafit, untuk melindungi keamanan nasional, menjaga pasokan mineral penting dan melindungi dominasi dalam industri manufaktur.  China sendiri merupakan produsen dan eksportir grafit terbesar di dunia, dan memurnikan lebih dari 90% bahan baterai yang digunakan pada anoda baterai kendaraan listrik (EV) yang merupakan bagian baterai yang bermuatan negatif. (Bisnis)

    Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan penyebab atau biang kerok melemahnya nilai tukar rupiah akhir-akhir ini. Dia menegaskan bahwa anjloknya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) lantaran tekanan yang terpicu oleh situasi global. Menurutnya, tekanan turut bersumber dari gejolak ekonomi di Negeri Paman Sam. Bahkan, dia menilai suku bunga acuan AS dimungkinkan masih terus naik, demi meredam inflasi tinggi Hal ini disampaikannya usai Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) melaporkan perkembangan nilai tukar rupiah kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara, Senin (23/10/2023). (Bisnis)

    Bank Indonesia (BI) mendorong pihak perbankan untuk terlibat dalam upaya pencapaian target pertumbuhan kredit perbankan di kisaran 9-11% hingga akhir tahun 2023 ini. BI terus berupaya mendorong sumber pertumbuhan ekonomi termasuk melalui dukungan pembiayaan perbankan. Adapun pertumbuhan kredit perbankan sampai September 2023 secara year on year (yoy) sebesar 8,96% sedangkan secara year to date (ytd) sebesar 6,44%. BI terus mendorong inovasi kebijakan makroprudensial yang difokuskan untuk memperkuat peran sektor keuangan dalam intermediasi melalui implementasi kebijakan insentif likuiditas makroprudensial (KLM). (Investor)

    Best Regards,

    SAM Investment



    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—24-Oktober-2023.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – 20 Oktober 2023

    Kilas Pasar

    Indeks saham di Amerika Serikat bergerak melemah pada hari Kamis, (19/10). Dow, S&P 500, dan Nasdaq tedepresiasi masing – masing sebesar -0.75%, -0.85%, dan -0.96%. Dari Eropa, indeks bergerak melemah. FTSE 100 dan STOXX600 terdepresiasi masing – masing sebesar -1.17% dan -1.19%.

    Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS diperdagangkan pada level Rp.15,835. Dari komoditas, perdagangan minyak Brent dan WTI bergerak menguat masing-masing sebesar 0.82% dan 1.00% diperdagangkan pada level US$ 93.14 dan US$ 89.27 per barel.

    Indeks acuan Asia, KOSPI Korea Selatan terdepresiasi sebesar -1.88%, NIKKEI Jepang menurun sebesar -0.59%. Perdagangan indeks futures Amerika Serikat bergerak melemah pada pagi hari ini dengan Dow, S&P, dan Nasdaq terdepresiasi masing – masing sebesar -0.10%, -0.20%, dan -0.34%.

    Isu Ekonomi dan Pasar

    Menurut survei terhadap para ekonom, bank sentral Amerika Serikat (AS) yakni Federal Reserve (The Fed) akan tetap mempertahankan suku bunga acuan stabil pada pertemuan 31 Oktober – 1 November 2023. Lebih dari 80% ekonom, atau 90 dari 111 responden di dalam survei pada 13-18 Oktober 2023, memprediksi bahwa Federal Open Market Committee (FOMC) akan mempertahankan suku bunga dalam kisaran 5,25%-5,50% pada pertemuan nanti.  Hal ini sejalan dengan harapan pasar dan jika terwujud akan menjadi pertama kalinya di dalam siklus dimana The Fed memutuskan untuk tidak menaikkan suku bunga dalam dua pertemuan berturut-turut. (Bisnis)

    Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 18-19 Oktober 2023 memutuskan untuk menaikkan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 25 bps menjadi 6,00%, suku bunga Deposit Facility sebesar 25 bps menjadi 5,25%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 25 bps menjadi 6,75%. Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan kenaikan suku bunga acuan dilakukan dilakukan untuk memperkuat kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah dari dampak meningkat tingginya ketidakpastian global serta sebagai langkah pre-emptive dan forward looking untuk memitigasi dampaknya terhadap inflasi barang impor (imported inflation). Diharapkan inflasi tetap terkendali dalam sasaran 3,0±1% pada 2023 dan 2,5±1% pada 2024. (Investor)

    Bank Indonesia (BI) memperkirakan pertumbuhan ekonomi global akan mencapai 2,9% pada tahun 2023 ini. Sedangkan pada tahun 2024 pertumbuhan ekonomi global diperkirakan akan menurun jadi 2,8%. Perekonomian Amerika Serikat (AS) pada 2023 masih tumbuh kuat terutama ditopang oleh konsumsi rumah tangga dan sektor jasa yang berorientasi domestik. Sedangkan ekonomi China melambat dipengaruhi oleh pelemahan konsumsi dan penurunan kinerja sektor properti. Meningkatnya ketegangan geopolitik mendorong harga energi dan pangan meningkat sehingga mengakibatkan tetap tingginya inflasi global. (Investor)

    Best Regards,

    SAM Investment

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – 18 Oktober 2023

    Kilas Pasar

    Indeks saham di Amerika Serikat bergerak bervariasi pada hari Selasa, (17/10). Dow terapresiasi sebesar 0.04%, S&P 500 dan Nasdaq tedepresiasi masing – masing sebesar -0.01%, dan -0.25%. Dari Eropa, indeks bergerak bervariasi. FTSE 100 terapresiasi sebesar 0.58% dan STOXX600 terdepresiasi sebesar -0.10%.

    Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS diperdagangkan pada level Rp.15,717. Dari komoditas, perdagangan minyak Brent dan WTI bergerak menguat masing-masing sebesar 2.46% dan 2.68% diperdagangkan pada level US$ 92.07 dan US$ 87.72 per barel.

    Indeks acuan Asia, KOSPI Korea Selatan terdepresiasi sebesar -0.06%, NIKKEI Jepang menurun sebesar -0.35%. Perdagangan indeks futures Amerika Serikat bergerak melemah pada pagi hari ini dengan Dow, S&P, dan Nasdaq terdepresiasi masing – masing sebesar -0.06%, -0.11%, dan -0.10%.

    Isu Ekonomi dan Pasar

    Gagal bayar pinjaman kredit properti di Inggris kian memburuk. Survei lembaga riset Bayes Business School mencatat, sampai Juni 2023, tingkat gagal bayar keseluruhan utang real estat komersial di Inggris mencapai 4% dari total penyaluran kredit senilai 178 miliar Poundsterling, atau setara Rp 3.41 triliun. Jumlah gagal bayar tersebut naik dari 3% pada akhir tahun lalu. Melonjaknya gagal bayar ini dipicu tren kenaikan suku bunga bank sentral Inggris, Bank of England (BoE). Dalam dua tahun terakhir, BoE telah menaikan suku bunga hamper dari nol menjadi 5.25%. (Kontan)

    Nilai ekspor Indonesia pada September 2023 kembali masuk ke jalur kontraksi, setelah dua bulan sebelumnya berturut-turut membukukan pertumbuhan positif. Bulan lalu, nilai ekspor yang mencapai US$ 20,76 miliar mengalami kontraksi cukup signifikan hingga 5,63% secara month to month (mtm) dan anjlok sedalam 16,17% secara year on year (yoy). Kontraksi ekspor terakhir terjadi pada Juni 2023, yakni 5,08% secara month to month dan 21,18% secara year on year. Dua bulan berikutnya, secara month to month ekspor kembali tumbuh positif yakni 1,36% pada Juli 2023 dan 5,47% pada Agustus 2023. Hanya saja, secara year on year, ekspor dua bulan itu tetap mengalami kontraksi masing-masing 18,03% dan 21,21%.  Kontraksi ekspor pada September 2023 dipicu oleh penurunan nilai ekspor nonmigas. (Investor)

    Bank Indonesia (BI) akan mengumumkan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada Kamis (19/10/2023). Ekonom Bank Danamon Irman Faiz memperkirakan suku bunga acuan atau BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) akan tetap dijaga pada tingkat 5,75 persen bulan ini. Tekanan terhadap rupiah saat ini membuka ruang bagi BI untuk menaikkan suku bunga acuan. Hal ini juga menimbang kebijakan Federal Reserve (The Fed) dalam menentukan arah suku bunga acuannya yang semakin tak pasti, juga likuiditas global yang menurun. (Bisnis)

    Best Regards,

    SAM Investment

    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—18-Oktober-2023.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – 17 Oktober 2023

    Kilas Pasar

    Indeks saham di Amerika Serikat bergerak menguat pada hari Senin, (16/10). Dow, S&P 500, dan Nasdaq tedepresiasi masing – masing sebesar 0.93%, 1.06%, dan 1.20%. Dari Eropa, indeks bergerak menguat. FTSE 100 dan STOXX600 terapresiasi masing – masing sebesar 0.41% dan 0.23%.

    Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS diperdagangkan pada level Rp.15,701. Dari komoditas, perdagangan minyak Brent dan WTI bergerak melemah masing-masing sebesar -0.27% dan -0.41% diperdagangkan pada level US$ 89.41 dan US$ 84.91 per barel.

    Indeks acuan Asia, KOSPI Korea Selatan meningkat sebesar 0.78%, NIKKEI Jepang terapresiasi sebesar 0.98%. Perdagangan indeks futures Amerika Serikat bergerak melemah pada pagi hari ini dengan Dow, S&P, dan Nasdaq terdepresiasi masing – masing sebesar -0.04%, -0.07%, dan -0.07%.

    Isu Ekonomi dan Pasar

    Pejabat bank sentral Amerika Serikat (AS) The Fed diperkirakan tidak akan menaikkan suku bunga dalam pertemuan 31 Oktober – 1 November 2023. Namun, mereka mungkin juga tidak mengatakan upaya untuk menaikkan suku bunga sudah selesai.  Ketua The Fed Jerome Powell dijadwalkan untuk berbicara pada Kamis (19/10/23) di Economic Club of New York dengan menandai komentar substantif terakhir sebelum pertemuan 31 Oktober – 1 November 2023.  Para analis memperkirakan tema utama yang dibicarakan oleh Powell adalah pandangannya mengenai kenaikan cepat imbal hasil obligasi baru-baru ini yang dapat membantu The Fed mencapai tujuan inflasinya. (Bisnis)

    Nilai utang luar negeri (ULN) Indonesia pada akhir Agustus 2023 sebesar US$ 395,1 miliar, turun dibandingkan dengan posisi ULN akhir Juli 2023 yang mencapai US$ 397,1 miliar. Hal ini dipengaruhi oleh perpindahan penempatan dana investor nonresiden pada pasar Surat Berharga Negara (SBN) domestik seiring dengan volatilitas di pasar keuangan global yang tinggi. Demikian data ULN Bank Indonesia (BI) yang dipublikasikan pada Senin (16/10/2023). BI mencatat, dari kondisi tersebut nilai ULN Indonesia secara tahunan mengalami kontraksi pertumbuhan sebesar 0,8% secara year on year (yoy), lebih dalam dibandingkan dengan kontraksi pada bulan sebelumnya sebesar 0,7% (yoy). (Investor)

    Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan September 2023 mengalami surplus sebesar US$ 3,42 miliar. Surplus neraca perdagangan September naik 0,30% dibandingkan Agustus 2023 sebesar US$ 3,12 miliar. Namun, turun 1,54% dibandingkan September 2022. Nilai ekspor Indonesia September 2023 mencapai US$ 20,76 miliar atau turun 5,63% dibandingkan ekspor Agustus 2023. Dibanding September 2022, nilai ekspor turun cukup dalam sebesar 16,17%. Nilai impor Indonesia September 2023 mencapai US$ 17,34 miliar, turun 8,15% dibandingkan Agustus 2023 atau turun 12,45% dibandingkan September 2022. Surplus neraca perdagangan pada September 2023 lebih ditopang oleh komoditas non migas sebesar US$ 5,34 miliar. Adapun komoditas penyumbang defisit adalah minyak mentah dan hasil minyak. (Investor)

    Best Regards,

    SAM Investment

    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—17-Oktober-2023.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – 16 Oktober 2023

    Kilas Pasar

    Indeks saham di Amerika Serikat bergerak bervariasi pada hari Jumat, (13/10). Dow terapresiasi sebesar 0.12%, S&P 500 dan Nasdaq tedepresiasi masing – masing sebesar -0.50% dan -1.23%. Dari Eropa, indeks bergerak melemah. FTSE 100 dan STOXX600 terdepresiasi masing – masing sebesar -0.59% dan -0.98%.

    Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS diperdagangkan pada level Rp.15,703. Dari komoditas, perdagangan minyak Brent dan WTI bergerak menguat masing-masing sebesar 0.08% dan 0.07% diperdagangkan pada level US$ 90.97 dan US$ 86.41 per barel.

    Indeks acuan Asia, KOSPI Korea Selatan menurun sebesar -0.95%, NIKKEI Jepang terdepresiasi sebesar -1.71%. Perdagangan indeks futures Amerika Serikat bergerak menguat pada pagi hari ini dengan Dow, S&P, dan Nasdaq terapresiasi masing – masing sebesar 0.20%, 0.33%, dan 0.38%.

    Isu Ekonomi dan Pasar

    International Monetary Fund (IMF) dalam analisis terbaru memprediksi pertumbuhan ekonomi Asia dan Pasifik pada tahun ini sebesar 4.6% lebih tinggi dibandingkan dengan tahun lalu yang hanya 3.9%. Hal ini Sebagian besar disebabkan oleh pemulihan pascapembukaan kembali di China dan pertumbuhan yang lebih kuat dari perkiraan pada paruh pertama ini di Jepang dan India. Permintaan di negara – negara tersebut terdongkrak yang ditandai dengan berkurangnya simpanan masyarakat di perbankan sehingga berdampak pada menguatnya sektor jasa. (Kontan)

    Ekonom memperkirakan neraca perdagangan Indonesia akan mencatat surplus yang lebih rendah pada September 2023 dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Berdasarkan data konsensus ekonom dari Bloomberg, neraca perdagangan diperkirakan surplus US$2,25 miliar, dengan estimasi tertinggi sebesar US$3,2 miliar dan estimasi terendah sebesar US$1,66 miliar. Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Mohammad Faisal menyampaikan bahwa surplus perdagangan pada September 2023 berpotensi turun menjadi hanya US$1,5 miliar. Pada Agustus 2023, surplus perdagangan tercatat mencapai US$3,12 miliar. Kenaikan tersebut ditopang oleh surplus dari sektor nonmigas sebesar US$4,46 miliar. (Bisnis)

    Bank Indonesia (BI) mengatakan, hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) mengindikasikan kinerja kegiatan dunia usaha pada Kuartal III-2023 tetap kuat. Hal ini tercermin dari nilai Saldo Bersih Tertimbang (SBT) sebesar 15,65%. Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono menambahkan, kinerja kegiatan usaha yang tetap kuat didukung oleh kinerja beberapa Lapangan Usaha (LU) yang meningkat. Sejalan dengan kinerja kegiatan dunia usaha yang kuat, Erwin menambahkan, kapasitas produksi terpakai pada Kuartal III-2023 tercatat sebesar 75,17%, meningkat dari 74,88% pada Kuartal sebelumnya. Sementara itu, penggunaan tenaga kerja tetap berada dalam fase ekspansi meski melambat dan kondisi keuangan dunia usaha secara umum juga tetap dalam kondisi baik, meski tidak setinggi Kuartal sebelumnya. (Investor)

    Best Regards,

    SAM Investment

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – 13 Oktober 2023

    Kilas Pasar

    Indeks saham di Amerika Serikat bergerak melemah pada hari Kamis, (12/10). Dow, S&P 500, dan Nasdaq tedepresiasi masing – masing sebesar -0.15%, -0.62% dan -0.63%. Dari Eropa, indeks bergerak menguat. FTSE 100 dan STOXX600 terapresiasi masing – masing sebesar 0.32% dan 0.10%.

    Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS diperdagangkan pada level Rp.15,725. Dari komoditas, perdagangan minyak Brent dan WTI bergerak menguat masing-masing sebesar 0.56% dan 0.78% diperdagangkan pada level US$ 86.47 dan US$ 83.56 per barel.

    Indeks acuan Asia, KOSPI Korea Selatan menurun sebesar -0.75%, NIKKEI Jepang terdepresiasi sebesar -0.22%. Perdagangan indeks futures Amerika Serikat bergerak menguat pada pagi hari ini dengan Dow, S&P, dan Nasdaq terapresiasi masing – masing sebesar 0.10%, 0.10%, dan 0.13%.

    Isu Ekonomi dan Pasar

    Inflasi Amerika Serikat (AS) berada di atas ekspektasi pada September 2023 di tengah kenaikan biaya sewa dan bensin. Namun, angka inflasi inti melambat dan mendukung ekspektasi The Fed tidak akan menaikkan suku bunga bulan depan. Berdasarkan data Departemen Tenaga Kerja AS yang dirilis Kamis (12/10/2023), indeks harga konsumen (IHK) mencapai 3,7% secara year-on-year (yoy) pada September, tidak berubah dari bulan sebelumnya. Dibandingkan bulan Agustus (month-to-month/mtm), inflasi AS mencapai 0,4%, turun dari level 0,6% pada Agustus 2023 yang menjadi kenaikan terbesar dalam 14 bulan terakhir. Angka inflasi ini lebih tinggi dari ekspektasi ekonom dalam survei Reuters yang memperkirakan IHK naik 0,3% mtm dan naik 3,6% yoy. (BIsnis)

    Beras di Indonesia mengalami angka inflasi tertinggi dalam lima tahun terakhir. Bahkan, di September 2023, beras memberikan kontribusi terhadap inflasi yang cukup tinggi. Berdasarkan data BPS, inflasi beras secara bulanan pada September 2023 mencapai angka 5,61%. Sementara jika dilihat secara year on year (yoy), beras mengalami inflasi sebesar 18,4%. kenaikan harga beras disebabkan oleh jumlah produksi yang terus mengalami penurunan. Penurunan produksi tersebut diduga disebabkan oleh faktor musiman seperti fenomena El Nino maupun musim kemarau. Selain itu, penyebab meroketnya harga beras juga diduga akibat dari musim gadu. Kenaikan harga beras juga disebabkan oleh India, Thailand dan Vietnam yang mulai menahan ekspor beras ke luar negeri. (Investor)

    Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mempercepat implementasi Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 96 Tahun 2023 tentang Ketentuan Kepabeanan, Cukai dan Pajak atas Impor dan Ekspor Barang Kiriman pada 17 Oktober 2023, dari sebelumnya pada 17 November 2023. Hal ini untuk menjaga geliat usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Tanah Air. Regulasi ini diterbitkan sebagai wujud tindak lanjut arahan Presiden Joko Widodo agar dapat mengurangi impor barang konsumsi. Pemerintah sedang melakukan tindak lanjut program Reformasi Birokrasi dan Transformasi Kelembagaan (RBTK) serta melakukan perbaikan proses bisnis impor dan ekspor barang kiriman. (Investor)

    Best Regards,

    SAM Investment

    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—13-Oktober-2023.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – 11 Oktober 2023

    Kilas Pasar

    Indeks saham di Amerika Serikat bergerak menguat pada hari Selasa, (10/10). Dow, S&P 500, dan Nasdaq terapresiasi masing – masing sebesar 0.40%, 0.52% dan 0.58%. Dari Eropa, indeks bergerak menguat. FTSE 100 dan STOXX600 terapresiasi masing – masing sebesar 1.82% dan 1.96%.

    Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS diperdagangkan pada level Rp.15,721. Dari komoditas, perdagangan minyak Brent dan WTI bergerak melemah masing-masing sebesar 0.07% dan 0.09% diperdagangkan pada level US$ 87.78 dan US$ 86.02 per barel.

    Indeks acuan Asia, KOSPI Korea Selatan meningkat sebesar 2.09%, NIKKEI Jepang terapresiasi sebesar 0.47%. Perdagangan indeks futures Amerika Serikat bergerak bervariasi pada pagi hari ini dengan Dow terdepresiasi sebesar -0.03%, S&P dan Nasdaq terapresiasi masing – masing sebesar 0.03% dan 0.15%.

    Isu Ekonomi dan Pasar

    Dana Moneter Internasional (IMF) memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global tahun 2024 di tengah masih tingginya inflasi di berbagai negara. Berdasarkan laporan World Economic Outlook (WEO) terbaru yang dirilis Selasa (10/10/2023), IMF memproyeksikan pertumbuhan global mencapai 2,9 persen untuk 2024, turun 0,1 persen dari laporan WEO pada Juli 2023. Proyeksi tersebut berada di bawah rata-rata 3,8 persen selama dua dekade sebelum pandemi. Adapun proyeksi pertumbuhan ekonomi tahun 2023 tidak berubah di level 3 persen. Penurunan outlook ekonomi tersebut didasari oleh masih tingginya prospek inflasi tahun depan. (Bisnis)

    Bank Indonesia (BI) menjelaskan, Kinerja penjualan eceran secara tahunan diperkirakan tetap kuat pada September 2023. Hal tersebut tercermin dari Indeks Penjualan Riil (IPR) September sebesar 200,2, atau tumbuh sebesar 1,0% (yoy). Secara bulanan, pertumbuhan penjualan eceran diperkirakan mengalami kontraksi sebesar 1,9% (mtm). Kinerja penjualan eceran pada mayoritas kelompok tercatat menurun, sementara Kelompok Barang Budaya dan Rekreasi tercatat membaik meski masih terkontraksi. Perkembangan ini didukung oleh Subkelompok Sandang dan Kelompok Bahan Bakar Kendaraan Bermotor yang tercatat meningkat, serta Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau yang tetap tumbuh positif. (Investor)

    Dana Moneter Internasional (IMF) mempertahankan prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk tahun ini dan tahun 2024, saat lembaga global tersebut memangkas outlook ekonomi global. Dalam laporan World Economic Outlook edisi Oktober 2023 yang dirilis Selasa, (10/10/2023), IMF memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia di level 5 persen untuk tahun ini dan tahun 2024 mendatang. Proyeksi ini tidak berubah dibandingkan perkiraan dalam laporan WEO sebelumnya. Sementara itu, IMF memperkirakan inflasi Indonesia akan mencapai 3,6 persen year-on-year (yoy) pada akhir tahun ini dan terus melandai hingga 2,5 persen yoy pada akhir tahun 2024. Proyeksi pertumbuhan ekonomi RI dari IMF diambil berdasarkan asumsi kebijakan fiskal dan moneter RI. (Bisnis)

    Best Regards,

    SAM Investment

    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—11-Oktober-2023.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – 10 Oktober 2023

    Kilas Pasar

    Indeks saham di Amerika Serikat bergerak menguat pada hari Senin, (9/10). Dow, S&P 500, dan Nasdaq terapresiasi masing – masing sebesar 0.59%, 0.63% dan 0.39%. Dari Eropa, indeks bergerak melemah. FTSE 100 dan STOXX600 terdepresiasi masing – masing sebesar -0.03% dan -0.26%.

    Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS diperdagangkan pada level Rp.15,679. Dari komoditas, perdagangan minyak Brent dan WTI bergerak melemah masing-masing sebesar -0.15% dan -0.19% diperdagangkan pada level US$ 88.00 dan US$ 86.22 per barel.

    Indeks acuan Asia, KOSPI Korea Selatan meningkat sebesar 1.29%, NIKKEI Jepang terapresiasi sebesar 2.30%. Perdagangan indeks futures Amerika Serikat bergerak menguat pada pagi hari ini dengan Dow, S&P dan Nasdaq terapresiasi masing – masing sebesar 0.13%, 0.14% dan 0.24%.

    Isu Ekonomi dan Pasar

    Konflik di Israel pada akhir pekan lalu telah mendorong investor beralih ke aset safe haven seperti emas. Para investor mencermati situasi di Timur Tengah dan mengukur risiko geopolitik tersebut terhadap pasar. Melansir Reuters, Senin (9/10/2023), para analis mengatakan bahwa risiko geopolitik yang meningkat akan mendorong pembelian aset-aset seperti emas dan dolar AS, serta mendorong permintaan US Treasury yang telah dijual secara agresif. Pada pembukaan perdagangan di Asia Senin ini, saham berjangka Amerika Serikat tercatat turun, sementara harga minyak mentah, emas, dan treasury mengalami kenaikan. (Bisnis)

    Posisi utang luar negeri (ULN) swasta Indonesia pada Juli 2023 tercatat sebesar US$ 193,9 miliar atau mengalami kontraksi atau penyusutan pertumbuhan hingga 5,9% (yoy) atau lebih dalam dibandingkan dengan kontraksi pada bulan sebelumnya yang sebesar 5,8% (yoy). Ini terutama disebabkan oleh penurunan ULN lembaga keuangan (financial corporations) yang mencatat kontraksi pertumbuhan 10,5% (yoy), lebih dalam dari bulan sebelumnya yang sebesar 9,1% (yoy). Berdasarkan sektor ekonomi, ULN swasta terbesar bersumber dari sektor industri pengolahan; pengadaan listrik, gas, uap/air panas, dan udara dingin; jasa keuangan dan asuransi; serta pertambangan dan penggalian, dengan pangsa mencapai 78,1% dari total ULN swasta. (Investor)

    Bank Indonesia (BI) mengatakan, survei Konsumen pada September 2023 mengindikasikan keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi tetap kuat. Hal ini tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) September 2023 yang terjaga dalam zona optimistis (>100) pada level 121,7. Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono menjelaskan, tetap kuatnya keyakinan konsumen pada September 2023 didorong oleh Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) yang tetap optimistis. (Investor)

    Best Regards,

    SAM Investment

    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—10-Oktober-2023.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – 9 Oktober 2023

    Kilas Pasar

    Indeks saham di Amerika Serikat bergerak menguat pada hari Jumat, (6/10). Dow, S&P 500, dan Nasdaq terapresiasi masing – masing sebesar 0.87%, 1.18% dan 1.60%. Dari Eropa, indeks bergerak menguat. FTSE 100 dan STOXX600 terapresiasi masing – masing sebesar 0.58% dan 0.82%.

    Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS diperdagangkan pada level Rp.15,663. Dari komoditas, perdagangan minyak Brent dan WTI bergerak menguat masing-masing sebesar 4.57% dan 4.56% diperdagangkan pada level US$ 88.25 dan US$ 86.55 per barel.

    Indeks acuan Asia, KOSPI Korea Selatan meningkat sebesar 0.21%, NIKKEI Jepang terdepresiasi sebesar -0.26%. Perdagangan indeks futures Amerika Serikat bergerak melemah pada pagi hari ini dengan Dow, S&P dan Nasdaq terdepresiasi masing – masing sebesar -0.64%, -0.77% dan -0.73%.

    Isu Ekonomi dan Pasar

    Pasar keuangan global yang sudah terguncang oleh kenaikan suku bunga, kini harus menghadapi ketidakpastian baru dari sisi geopolitik menyusul serangan Hamas terhadap Israel. Seperti diketahui, konflik antara Israel dan kelompok Hamas asal Palestina memunculkan kekhawatiran baru dari para investor. Mereka, mayoritas akan menyoroti harga minyak mentah sebagai salah satu tolok ukur dampak terhadap pasar keuangan global. Dampaknya terhadap pasar kemungkinan besar akan ditentukan oleh apakah konflik akan menyebar ke wilayah Timur Tengah lainnya. Beberapa pengamat dan analis pasar memperkirakan, konflik yang terjadi di Palestina dan Israel itu dapat mendorong perpindahan portofolio investasi para pelaku pasar ke aset-aset safe haven. (Bisnis)

    Bank Indonesia (BI) menyatakan posisi cadangan devisa (cadev) Indonesia pada akhir September 2023 mencapai US$ 134,9 miliar. Angka ini turun dari posisi Agustus 2023 yang  sebesar US$ 137,1 miliar. Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono mengatakan, penurunan posisi cadangan devisa ini dipengaruhi oleh pembayaran utang luar negeri pemerintah dan kebutuhan untuk stabilisasi nilai tukar rupiah sebagai langkah antisipasi dampak rambatan meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan global. BI menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan. Ke depan, jelas dia, BI memandang cadangan devisa akan tetap memadai, didukung oleh stabilitas dan prospek ekonomi yang terjaga. (Investor)

    Kepala Ekonom PT Bank Mandiri Tbk. (BMRI) Andry Asmoro melihat risiko berlanjutnya aliran modal keluar atau capital outflow saat fed fund rate (FFR) dikerek ke level yang sama dengan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI rate) di level 5,75 persen.  Meski demikian, kondisi tersebut bukan hanya diakibatkan oleh senadanya FFR dan BI 7-Days Reverse Repo Rate (BI-7DRR) atau BI rate, tetapi juga sentimen pasar menunggu kejelasan arah suku bunga milik The Fed tersebut. Pasalnya, pada pekan pertama Oktober 2023 saat rupiah menghadapi perlemahan, Bank Indonesia (BI) mencatat adanya aliran modal keluar senilai Rp2,92 triliun dari pasar keuangan domestik. (Bisnis)

    Best Regards,

    SAM Investment


    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—9-Oktober-2023.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – 6 Oktober 2023

    Kilas Pasar

    Indeks saham di Amerika Serikat bergerak melemah pada hari Kamis, (05/10). Dow, S&P 500, dan Nasdaq terdepresiasi masing – masing sebesar -0.03%, -0.13% dan -0.12%. Dari Eropa, indeks bergerak menguat. FTSE 100 dan STOXX600 terapresiasi masing – masing sebesar 0.53% dan 0.28%.

    Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS diperdagangkan pada level Rp.15,631. Dari komoditas, perdagangan minyak Brent dan WTI bergerak menguat masing-masing sebesar 0.42% dan 0.47% diperdagangkan pada level US$ 84.41 dan US$ 82.70 per barel.

    Indeks acuan Asia, KOSPI Korea Selatan meningkat sebesar 0.12%, NIKKEI Jepang terdepresiasi sebesar -0.09%. Perdagangan indeks futures Amerika Serikat bergerak melemah pada pagi hari ini dengan Dow, S&P dan Nasdaq terdepresiasi masing – masing sebesar -0.02%, -0.03% dan -0.01%.

    Isu Ekonomi dan Pasar

    Imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat atau Treasury kembali melemah menjelang rilis data nonfarm payroll pada akhir pekan. Pelemahan ini turut menekan dolar AS. Berdasarkan data Bloomberg, imbal hasil (yield) Treasury AS bertenor 10 tahun yang menjadi patokan global turun 1 basis poin ke level 4.72 persen pada Kamis (5/10/2023). Imbal hasil obligasi pemerintah negara-negara lain juga ikut terkoreksi. Yield obligasi pemerintah Jerman tenor 10 tahun turun ke 2,88 persen, sedangkan yield obligasi Jepang dengan tenor yang sama turun ke level 0,805 persen pada Kamis. Pelemahan imbal hasil obligasi AS sejalan dengan penantian investor terhadap data nonfarm payroll (NFP) yang dirilis hari Jumat (6/10). Investor mempertimbangkan pasar tenaga kerja AS yang masih ketat memberikan sinyal Federal Reserve akan menahan suku bunga tetap lebih tinggi untuk waktu yang lebih lama. (Bisnis)

    Posisi cadangan devisa Indonesia pada September 2023 diperkirakan kembali mengalami penurunan. Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede memperkirakan cadangan devisa pada September 2023 akan bergerak pada kisaran US$135,0 miliar hingga US$136,0 miliar. Penurunan cadangan devisa pada September 2023 akan dipengaruhi oleh outflow yang terjadi di pasar obligasi dan domestik pada periode tersebut. Tercatat, aliran modal keluar atau net outflow di pasar saham sebesar US$384 juta, sedangkan net outflow di pasar obligasi mencapai US$1,03 miliar Capital outflow pada periode tersebut pun cenderung disebabkan oleh sentimen the Fed yang menguat pasca rilis data AS dan hasil FOMC. (Bisnis)

    Presiden Joko Widodo (Jokowi) tengah mempersiapkan diri untuk menjadi anggota baru forum ekonomi lintasnegara, Organisation for Economic Cooperation and Development (OECD) dengan target proses aksesi tak lebih dari 4 tahun.  Hal ini diungkapkan oleh Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita baru-baru ini melakukan pertemuan dengan Sekretaris Jenderal Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi OECD Mathias Cormann. Pertemuan tersebut merupakan salah satu agenda dalam kunjungan kerja di Paris dan Jepang pada 2-6 Oktober 2023.  (Bisnis)

    Best Regards,

    SAM Investment




    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—6-Oktober-2023.pdf