Kilas Pasar
Indeks saham di Amerika Serikat bergerak bervariasi pada hari Senin, (23/10). Dow dan S&P 500 terdepresiasi masing – masing sebesar -0.58% dan -0.17%, Nasdaq terapresiasi sebesar 0.27%. Dari Eropa, indeks bergerak melemah. FTSE 100 dan STOXX600 terdepresiasi masing – masing sebesar -0.37% dan -0.13%.
Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS diperdagangkan pada level Rp.15,867. Dari komoditas, perdagangan minyak Brent dan WTI bergerak menguat masing-masing sebesar 0.66% dan 0.67% diperdagangkan pada level US$ 90.47 dan US$ 86.11 per barel.
Indeks acuan Asia, KOSPI Korea Selatan terdepresiasi sebesar -0.88%, NIKKEI Jepang menurun sebesar -1.05%. Perdagangan indeks futures Amerika Serikat bergerak menguat pada pagi hari ini dengan Dow, S&P, dan Nasdaq terapresiasi masing – masing sebesar 0.09%, 0.14%, dan 0.20%.
Isu Ekonomi dan Pasar
China kini telah melakukan upaya pembatasan ekspor mineral baterai kunci seperti grafit. Para penambang di negara-negara lain kemudian berlomba untuk meluncurkan proyek-proyek baru, secepat mungkin. Mengutip Reuters, Senin (23/10/23) para penambang diketahui berlomba untuk memastikan adanya pasokan bagi generasi mobil listrik berikutnya. Adapun, Kementerian Perdagangan China mengatakan bahwa China memerlukan izin ekspor untuk beberapa produk grafit, untuk melindungi keamanan nasional, menjaga pasokan mineral penting dan melindungi dominasi dalam industri manufaktur. China sendiri merupakan produsen dan eksportir grafit terbesar di dunia, dan memurnikan lebih dari 90% bahan baterai yang digunakan pada anoda baterai kendaraan listrik (EV) yang merupakan bagian baterai yang bermuatan negatif. (Bisnis)
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan penyebab atau biang kerok melemahnya nilai tukar rupiah akhir-akhir ini. Dia menegaskan bahwa anjloknya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) lantaran tekanan yang terpicu oleh situasi global. Menurutnya, tekanan turut bersumber dari gejolak ekonomi di Negeri Paman Sam. Bahkan, dia menilai suku bunga acuan AS dimungkinkan masih terus naik, demi meredam inflasi tinggi Hal ini disampaikannya usai Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) melaporkan perkembangan nilai tukar rupiah kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara, Senin (23/10/2023). (Bisnis)
Bank Indonesia (BI) mendorong pihak perbankan untuk terlibat dalam upaya pencapaian target pertumbuhan kredit perbankan di kisaran 9-11% hingga akhir tahun 2023 ini. BI terus berupaya mendorong sumber pertumbuhan ekonomi termasuk melalui dukungan pembiayaan perbankan. Adapun pertumbuhan kredit perbankan sampai September 2023 secara year on year (yoy) sebesar 8,96% sedangkan secara year to date (ytd) sebesar 6,44%. BI terus mendorong inovasi kebijakan makroprudensial yang difokuskan untuk memperkuat peran sektor keuangan dalam intermediasi melalui implementasi kebijakan insentif likuiditas makroprudensial (KLM). (Investor)
Best Regards,
SAM Investment

Leave a Reply