Samuel Aset Manajemen

Blog

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – 31 Agustus 2023

    Kilas Pasar

    Indeks saham di Amerika Serikat menguat pada hari Rabu, (30/8). Dow, S&P 500, dan Nasdaq terapresiasi masing-masing sebesar 0,85%, 1,45%, dan 1,74%. Dari Eropa, FTSE 100 dan STOXX600 terapresiasi masing-masing sebesar 1,72% dan 0,97%.

    Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS diperdagangkan pada level Rp.15,236. Dari komoditas, perdagangan minyak Brent dan WTI melemah masing-masing sebesar -0,06% dan -0,01% diperdagangkan pada level US$ 85.11 dan US$ 81.43 per barel.

    Indeks acuan Asia, KOSPI Korea Selatan melemah sebesar -0,35%, NIKKEI Jepang tumbuh sebesar 0,51%. Perdagangan indeks futures Amerika Serikat menguat pada pagi hari ini dengan Dow, S&P, dan Nasdaq terapresiasi masing-masing sebesar 0,20%, 0,07%, dan 0,04%.

    Isu Ekonomi dan Pasar

    Menteri Perdagangan Amerika Serikat Gina Raimondo bertolak ke Tiongkok untuk memperkuat komunikasi, terutama di bidang ekonomi dan pertahanan karena kekhawatiran yang berkembang atas gesekan antara AS dan Tiongkok. Hal ini mempertegas adanya tren investor global berpaling dari aset-aset di Tiongkok. Pada kesempatan kunjungan ini, Raimondo justru kembali menegaskan bahwa AS tidak ingin berpisah dari Tiongkok. Menanggapi pernyataan ini, juru bicara Kedutaan Besar RRT di Washington Liu Pengyu mengatakan bahwa sebagian besar dari 70.000 perusahaan AS yang berbisnis di Tiongkok masih ingin bertahan karena hampir 90% dari mereka menghasilkan keuntungan. (Investor)

    Pemerintah berupaya membuat penggunaan anggaran agar lebih efisien dengan menggunakan Saldo Anggaran Lebih (SAL) di tahun ini. Kementerian Keuangan sudah menggunakan SAL sebesar Rp 70 triliun pada tahun ini. Wahyu Utomo selaku Kepala Pusat Kebijakan APBN  Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan menyampaikan pemanfaatan SAL digunakan untuk mengurangi penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) agar risiko utang lebih terkendali dengan tetap memelihara kepercayaan investor. Adapun pembiayaan utang melalui SBN hingga akhir 2023 diperkirakan mencapai Rp 362,9 triliun. Jumlah tersebut menurun 44.9% dibandingkan penerbitan SBN tahun lalu. (Kontan)

    Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) negara tahun 2024 lebih populis seiring dengan meningkatnya alokasi untuk belanja subsidi, dan perlindungan sosial. Anggaran Belanja subsidi mencapai Rp282.7 triliun, naik 4,2% dibandingkan dengan outlook tahun ini senilai Rp271.4 triliun. Belanja negara yang berfungsi menguatkan perlindungan sosial pada 2024 direncanakan senilai Rp252.8 triliun, naik 6,2% dibandingkan outlook 2023 senilai Rp237.9 triliun. Kepala pusat Kebijakan APBN Wahyu Utomo menjelaskan faktor yang melatarbelakangi alokasi anggaran yang lebih tinggi adalah pengetatan The Fed dan ketidakpastian ekonomi yang mendorong alokasi fiskal untuk mitigasi dini (Bisnis)

    Best Regards,

    SAM Investment

    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—31-Agustus-2023.pdf

  • Reksa Dana Pendapatan Tetap SAM OBLIGASI OPTIMA: Menawarkan Stabilitas, dan Fleksibilitas untuk Pertumbuhan Hasil yang Lebih Optimal

    Press Release

    Peluncuran Produk Reksa Dana Terbaru dari Samuel Aset Manajemen

    Jakarta, 30 Agustus 2023 — Guna melengkapi varian produk yang dikelola oleh PT Samuel Aset Manajemen, pada hari ini Rabu, 30 Agustus 2023 kami dengan bangga mengumumkan peluncuran produk reksa dana terbaru, yakni Reksa Dana Pendapatan Tetap “SAM Obligasi Optima”. Reksa dana ini merupakan reksa dana multi share yang terdiri dari Kelas A, Kelas D dan Kelas S. Khusus di hari ini diluncurkan perdana Kelas A dan Kelas D, sedangkan Kelas S sudah diterbikan lebih dulu pada hari Senin, tanggal 21 Agustus yang lalu. Produk Reksa Dana Pendapatan Tetap “SAM Obligasi Optima” dirancang khusus untuk memberikan stabilitas dalam jangka menengah panjang dan fleksibilitas untuk pertumbuhan hasil yang lebih optimal bagi para investor dalam berbagai kondisi pasar.

    Reksa Dana Pendapatan Tetap “SAM Obligasi Optima” adalah pilihan yang cerdas bagi mereka yang mencari alternatif investasi yang risikonya relatif menengah (moderate) dan berpotensi memberikan pendapatan yang stabil. Produk ini berinvestasi sekurang-kurangnya 80% dari Nilai Aktiva Bersih dalam Efek Bersifat Utang, seperti obligasi pemerintah dan perusahaan, serta instrumen pasar uang dengan risiko yang terkelola dengan baik. SAM Obligasi Optima dapat berinvestasi minimum 80% dalam efek surat utang dan maksimal 20% dalam efek bersifat ekuitas dan/atau pasar uang. Fleksibilitas dalam alokasi ini memberikan kemampuan untuk melakukan diversifikasi aset sehingga dapat mengurangi risiko.

    Menurut Herbie Mohede, selaku Senior Portfolio Manager dan Head of Fixed Income Fund, “Produk SAM Obligasi Optima ini cocok bagi Investor yang mencari hasil investasi yang lebih tinggi dari bunga tabungan dalam jangka menengah dan panjang, namun dapat menerima fluktuasi yang sedikit lebar dalam jangka pendek untuk mencapai hasil investasi tersebut“.  Lebih lanjut Herbie menjelaskan, bahwa produk ini juga ditujukan bagi investor yang menginginkan pendapatan investasi secara rutin atau periodik dan sebagai diversifikasi investasi.

    Tujuan investasi dari Reksa Dana Pendapatan Tetap “SAM Obligasi Optima” adalah memperoleh hasil investasi yang stabil dan optimal bagi pemegang Unit Penyertaan dalam jangka waktu menengah dan panjang melalui investasi; dengan Kebijakan Investasi meningkatkan hasil investasi dan peragaman (diversifikasi) portofolio investasi. Reksa dana ini memiliki aset dasar berupa Efek bersifat utang dan/atau Efek Syariah berpendapatan tetap yang diterbitkan dan/atau dijamin oleh Pemerintah Republik Indonesia

    Reksa Dana Pendapatan Tetap “SAM Obligasi Optima” merupakan reksa dana multi share yang merupakan jenis reksa dana yang memiliki lebih dari satu kelas Unit Penyertaan (UP). UP di sini diwakili oleh istilah share class (kelas). Semua UP dikelola dengan strategi investasi dan komposisi portofolio yang sama. Hanya saja, setiap kelas memiliki fitur-fitur yang penerapannya dapat mempengaruhi Nilai Aktiva Bersih dari masing-masing Kelas Unit Penyertaan sehingga mengakibatkan perbedaan Nilai Aktiva Bersih antara masing-masing Kelas Unit Penyertaan.

    Keuntungan memiliki reksa dana multi share adalah efisiensi waktu dan biaya dapat terjadi dan menciptakan transparansi. Dari segi biaya, cukup banyak komponen biaya yang dapat dihemat. Jika semula Manajer Investasi mengelola beberapa reksa dana dengan strategi yang sama, dengan multi share class dapat disatukan dalam satu reksa dana, sehingga cukup mengadministrasikan satu reksa dana saja. Efisiensi proses dan biaya akan mempermudah proses pengelolaan dana dan administrasi dari sisi bank kustodian, sehingga memberikan nilai tambah bagi mitra Manajer Investasi dan juga para investor atau pemegang unit reksa dana. Reksa dana multi share tersedia dalam beberapa kelas yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan investasi yang berbeda dari masing-masing investor.  Selain itu, manfaat bagi investor adalah mendapatkan potensi imbal hasil yang lebih optimal. Sebab, pengelolaan dana dalam satu portofolio besar akan lebih efisien daripada dalam beberapa portofolio kecil. Manfaat lainnya, investor tidak perlu dipusingkan dengan beragam nama produk, yang sebenarnya isinya sama.

    Seri Kelas yang tersedia dan ditawarkan pada Reksa Dana Pendapatan Tetap “SAM Obligasi Stabil” adalah

    1. Kelas A, yang di mana pada kelas ini tanpa Pembagian Hasil Investasi (PHI) aatau dengan kata lain Hasil Investasi yang diperoleh tidak dibagikan namun dibukukan kedalam SAM OBLIGASI OPTIMA sehingga meningkatkan Nilai Aktiva Bersihnya, dengan minimal pembelian sebesar Rp100 ribu. Jika Pemegang Unit Kelas A ingin merealisasikan hasil investasinya maka Pemegang Unit Penyertaan perlu menjual sebagian atau seluruh Unit Penyertaan yang dimilikinya.
    2. Kelas D, yang secara berkala akan dibagikan PHI secara tunai maupun non tunai berupa tambahan Unit Penyertaan, dengan minimal pembelian sebesar Rp100 ribu rupiah. Ada batas nilai investasi minimum pada tanggal cum date yang diperlukan untuk menerima PHI secara tunai.
    3. Kelas S, yang secara triwulan akan dibagikan PHI secara tunai maupun non tunai berupa tambahan Unit Penyertaan, dengan minimal pembelian sebesar Rp10 miliar. Untuk kelas S ini sudah lebih dahulu, diterbitkan yakni pada tanggal 21 Agustus 2023 lalu.

    Informasi lengkap mengenai fitur masing-masing seri Kelas diatur lebih lanjut dalam Kontrak Investasi Kolektif (KIK) yang tertuang pada Prospektus produk SAM Obligasi Optima.

    Keunggulan utama berinvestasi pada Reksa Dana Pendapatan Tetap “SAM Obligasi Optima ” adalah:

    • Stabilitas: Reksa dana pendapatan tetap adalah jenis reksa dana yang berinvestasi pada instrumen obligasi, surat utang, sertifikat bank dan instrumen derivatif pendapatan tetap lainnya, sehingga produk ini menawarkan pendapatan yang stabil dari bunga dan kupon obligasi yang dikelola dalam portofolio.  Investor memperoleh potensi pendapatan secara rutin/periodik yang berasal dari Pembagian Hasi Investasi, sehingga investor dapat menikmati hasi investasi tanpa mencairkan unit yang dimilikinya.
    • Fleksibilitas Alokasi Aset: Alokasi aset pada produk reksa dana ini juga memberikan kemampuan untuk diversifikasi aset dengan lebih fleksibel sehingga dapat mengurangi risiko sehingga memberikan kenyamanan kepada para investor, terlepas dari fluktuasi pasar.
    • Diversifikasi: Dengan investasi yang terjangkau, investor dapat memperoleh manfaat diversifikasi investasi dalam efek surat utang, pasar uang dan/atau saham. Diversifikasi yang cermat membantu mengurangi risiko dan meningkatkan peluang pertumbuhan.
    • Aksesibilitas ke Pasar Obligasi: Reksa Dana Pendapatan Tetap “SAM Obligasi Optima” tersedia bagi investor dengan berbagai tingkat investasi, mulai dari investor individu atau retail hingga investor institusi. Investor dapat berinvestasi dalam pasar obligasi dengan investasi yang terjangkau. Dengan hanya minimal Rp100 ribu investor dapat memperoleh akses mudah pasar obligasi.
    • Kemudahan Bertransaksi dan Transparansi: Melalui aplikasi ReksadanaSAM, media digital dan layanan pelanggan, kami memberikan akses transparan terhadap informasi kinerja produk sehingga memungkinkan investor dapat tetap terinformasi pertumbuhan investasi dan dapat bertransaksi beli dan jual secara online dengan mudah, serta dapat dicairkan setiap hari bursa dan dibayarkan kembali paling lambat dalam 7 hari bursa.
    • Dikelola Profesional: Portofolio dikelola oleh tim investasi ahli yang berpengalaman lebih dari 25 tahun dalam mengelola aset.  Tim investasi, riset dan manajemen risiko SAM terus mengelola dan memantau pasar dan melakukan penyesuaian strategis untuk menjaga stabilitas dan kinerja produk dalam berbagai kondisi ekonomi.

    Sementara itu risiko berinvestasi di reksa dana pendapatan tetap antara lain, risiko penurunan Nilai Aktiva Bersih Unit Penyertaan karena turunnya harga efek portofolio, risiko wanprestasi dari penerbit surat berharga, risiko ekonomi dan politik, risiko likuiditas, risiko nilai tukar mata uang asing, risiko konsetrasi portolio efek serta risiko pembubaran dan likuidasi.

    “Dengan peluncuran produk ini, kami berkomitmen untuk memberikan solusi investasi yang memberikan nilai tambah nyata kepada para investor. Reksa Dana Pendapatan Tetap “SAM Obligasi Optima” menggabungkan stabilitas dan fleksibelitas sehingga memberikan potensi pertumbuhan lebih optimal dalam satu paket yang menarik”, tuntas Herbie Mohede.

    Untuk informasi lebih lanjut tentang Reksa Dana Pendapatan Tetap “SAM Obligasi Optima”, silakan menghubungi tim pemasar SAM melalui email ke [email protected] atau  kunjungi situs perusahaan kami di www.sam.co.id atau situs untuk bertransaksi online di www.reksadanasam.co.id.  

    Tentang Perusahaan

    SAM didirikan sesuai dengan Akta No. 166 tanggal 14 Mei 1997 dengan izin usaha Manajer Investasi dari BAPEPAM-LK Nomor SK. Kep. 6/PM/MI/1997 tanggal 21 Agustus 1997. Didukung oleh tim yang profesional dan berpengalaman, SAM berkomitmen untuk membantu investor korporasi dan individual, baik investor domestik maupun internasional dengan memberikan layananan lengkap pengelolaan aset melalui beragam solusi investasi keuangan.

    SAM menyediakan berbagai produk Reksa Dana dan Kontrak Pengelolaan Aset Investasi berbasis saham, campuran, pendapatan tetap dan pasar uang, baik Konvensional maupun Syariah, serta Alternatif Investment, seperti Reksa Dana Penyertaan Terbatas (RDPT), Exchange Traded Fund, Index Fund dan lain-lain. SAM saat ini mengelola 25 produk reksa dana, baik berbasis konvensional maupun syariah dengan total dana kelolaan (per Juli 2023) sejumlah Rp13,88 triliun.

    Dalam perjalanan perusahaan yang telah lebih dari 26 tahun, SAM mendapatkan pengakuan reputasi, antara lain: Best Manager Investasi – Fixed Income 2021, The Best Transfer Knowledge 2020 dan Best CEO 2018 dan 2017, Indonesia Most Admired Companies 2017 serta berbagai penghargaan atas kinerja produk-produk yang dikelola.

    Demi menjawab kebutuhan investor ritel dalam merencanakan investasi dan mewujudkan tujuan keuangannya di masa depan, SAM juga menyediakan layanan aplikasi online “ReksadanaSAM” berbasis mobile Android dan IOS dan web browser.

    SAM terus berinovasi untuk menyediakan solusi investasi yang relevan dan efektif bagi berbagai kebutuhan keuangan investor. SAM menekankan nilai-nilai Perusahaan untuk mencapai best performance, good governance dan service excellence yang sejalan dengan visi misi perusahaan untuk menjadi perusahaan manajemen aset terkemuka di Indonesia, dan mitra investasi terbaik bagi investor di sepanjang masa.

    —-

    Disclaimer: Informasi dalam press release ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan saran investasi. Semua keputusan investasi harus dibuat setelah berkonsultasi dengan profesional keuangan yang kompeten.

    INVESTASI MELALUI REKSA DANA MENGANDUNG RISIKO, CALON INVESTOR WAJIB MEMBACA DAN MEMAHAMI PROSPEKTUS DAN TATA CARA BERTRANSAKSI SEBELUM BERINVESTASI MELALUI REKSA DANA, KINERJA MASA LALU TIDAK MENCERMINKAN KINERJA MASA DATANG.

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – 30 Agustus 2023

    Kilas Pasar

    Indeks saham di Amerika Serikat bergerak menguat pada hari Selasa, (29/8). Dow, S&P 500, dan Nasdaq terapresiasi masing – masing sebesar 0.85%, 1,45%, dan 1.74%. Dari Eropa, indeks bergerak meningkat. FTSE 100 dan STOXX600 terapresiasi masing – masing sebesar 1.72% dan 0.97%.

    Indeks saham di Amerika Serikat bergerak naik pada hari Senin (28/8). Dow, S&P 500, dan Nasdaq terapresiasi masing – masing sebesar 0.85%, 1,45%, dan 1.74%. Dari Eropa, indeks bergerak meningkat. FTSE 100 dan STOXX600 terapresiasi masing – masing sebesar 1.72% dan 0.97%.

    Indeks acuan Asia, KOSPI Korea Selatan terapresiasi sebesar 0.67%, NIKKEI Jepang meningkat sebesar 0.63%. Perdagangan indeks futures Amerika Serikat bergerak menguat pada pagi hari ini dengan Dow, S&P, dan Nasdaq bergerak naik masing – masing sebesar 0.85%, 1.45%, dan 1.74%.

    Isu Ekonomi dan Pasar

    Dalam survei terbaru yang dilakukan oleh Bloomberg, ekonom secara umum kembali memangkas ekspetasi mereka terhadap prospek perekonomian Tiongkok yang tidak menunjukkan tanda-tanda perbaikan. Ekspektasi tersebut didasari pandangan terhadap produk domestik bruto (PDB) meningkat 5,.1 persen pada 2023 dibandingkan tahun lalu (year-on-year/yoy). Angka tersebut turun dari ekspektasi sebelumnya sebesar 5.2 persen. Pada 2024, pertumbuhan ekonomi China diperkirakan akan melambat menjadi 4,5 persen, turun dari proyeksi sebelumnya yang sebesar 4.8 persen. Direktur penelitian Continuum Economics, Mike Gallagher menyebutkan bahwa melambatnya momentum disebabkan investasi properti residensial dan hambatan ekspor. (Bisnis)

    Kurs rupiah tercatat naik 2.02% YTD ke level Rp15.260 per dolar AS hingga penutupan Selasa (29/8). Kinerja ini sekaligus menjadi yang terkuat di Asia, mengalahkan rupee India yang hanya naik 0.04$. Sementara itu, dilansir dari Asianbondonline, porsi kepemilikan asing pada SUN naik ke level 15.5% pada Juni 2023, atau 0.6% lebih tinggi dibandingkan dengan Mei 2023. Beberapa tekanan bagi rupiah di antaranya datang dari risiko dinamika politik pada tahun pemilu, pertumbuhan global yang melambat, hingga kelemahan di sektor eksternal. (Bisnis)

    Bank Dunia memperbarui usulan Purchasing Power Parity (PPP) terbaru untuk negara berpendapatan menengah, dari Rp28.969 per orang per hari menjadi Rp47.502 per orang per hari. Dengan asumsi PPP sebesar 3.2 USD dan kondisi kemiskinan ekstrem melonjak naik pada Maret 2022, maka target penghapusan kemiskinan ekstrem dipastikan sulit  tercapai. Merespons hal ini, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan bahwa pemerintah telah menetapkan target pembangunan dalam RAPBN 2024 yaitu tingkat kemiskinan pada kisaran 6.5?7.5%, gini rasio 0.377, dan tingkat pengangguran pada kisaran 5?5.7%. (Investor)

    Best Regards,

    SAM Investment

    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—30-Agustus-2023.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – 29 Agustus 2023

    Kilas Pasar

    Indeks saham di Amerika Serikat bergerak menguat pada hari Senin (28/8). Dow, S&P 500, dan Nasdaq terapresiasi masing – masing sebesar 0.62%, 0.63%, dan 0.84%. Dari Eropa, indeks bergerak menguat. FTSE 100 dan STOXX600 terapresiasi masing – masing sebesar 0.07% dan 0.89%.

    Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS diperdagangkan pada level Rp.15,273. Dari komoditas, perdagangan minyak Brent dan WTI bergerak melemah masing-masing sebesar -0.24% dan -0.22% diperdagangkan pada level US$ 83.67 dan US$ 79.92 per barel.

    Indeks acuan Asia, KOSPI Korea Selatan terapresiasi sebesar 0.32%, NIKKEI Jepang menguat sebesar 0.28%. Perdagangan indeks futures Amerika Serikat bergerak menguat pada pagi hari ini dengan Dow, S&P, dan Nasdaq terapresiasi masing – masing sebesar 0.01%, 0.01%, dan 0.02%.

    Isu Ekonomi dan Pasar

    Kementerian Keuangan China memberikan insentif terbaru untuk merelaksasi biaya transaksi perdagangan saham dari 0.1% menjadi 0.05% pada Senin (28/8). Di sisi lain, perusahaan yang akan IPO juga akan dibatasi. Hal ini diharapkan pasar saham China menjadi lebih terjaga dengan fokus pada emiten yang sudah melantai di bursa. Analisis China International Capital Corp. Pu Han mengatakan bahwa langkah ini diambil dengan ekspektasi untuk dapat mengembalikan keyakinan investor terhadap pasar saham China. Dilansir dari Bloomberg, investor asing menjual saham-saham China daratan secara neto selama 13 hari berturut-turut merupakan periode terpanjang yang pernah ada. (Bisnis)

    Bank Indonesia (BI) meluncurkan instrumen operasi moneter baru untuk memperkuat upaya pendalaman pasar uang berupa Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) yang direncanakan akan diimplementasikan pada 15 September 2023. Direktur Eksekutif Kepala Departemen Pengembangan Pasar Keuangan Donny Hutabarat menjelaskan tujuan penerbitan SRBI adalah untuk pendalaman pasar uang terlebih dengan kondisi global yang cukup volatil. Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede menilai SRBI berpotensi menggantikan operation twist yang ditunjukkan untuk mengelola kurva imbal hasil obligasi Indonesia sehingga imbal hasil obligasi jangka pendek menjadi lebih tinggi dari level saat ini. (Kontan)

    Gerak mata uang rupiah di hadapan dolar Amerika Serikat (AS) masih dibayangi gejolak pada perdagangan hari ini.  Bloomberg mencatat pada perdagangan Senin (28/8) nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup menguat 0,02% secara harian ke Rp15.292 bersamaan dengan naiknya indeks dolar AS sebesar 0,09% ke 104,17. Direktur Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan situasi kinerja makroekonomi global masih membebani kinerja nilai tukar sehingga rupiah diperkirakan fluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp15.270-Rp 15.350. Menurut ekonom Mirae Asset Sekuritas Indonesia Rully Arya Wisnubroto tekanan makroekonomi global terutama langkah Federal Reserve akan memberikan sentimen utama terhadap arah rupiah. (Bisnis)

    Best Regards,

    SAM Investment

    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—29-Agustus-2023.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – 28 Agustus 2023

    Kilas Pasar

    Indeks saham di Amerika Serikat bergerak menguat pada hari Jumat (25/8). Dow, S&P 500, dan Nasdaq terapresiasi masing – masing sebesar 0.73%, 0.67%, dan 0.94%. Dari Eropa, indeks bergerak bervariasi. FTSE 100 terapresiasi sebesar 0.07% dan STOXX600 terdepresiasi sebesar -0.04%.

    Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS diperdagangkan pada level Rp.15,292. Dari komoditas, perdagangan minyak Brent dan WTI bergerak melemah masing-masing sebesar -0.14% dan -0.04% diperdagangkan pada level US$ 83.83 dan US$ 79.80 per barel.

    Indeks acuan Asia, KOSPI Korea Selatan terapresiasi sebesar 0.80%, NIKKEI Jepang menguat sebesar 1.60%. Perdagangan indeks futures Amerika Serikat bergerak menguat pada pagi hari ini dengan Dow, S&P, dan Nasdaq terapresiasi masing – masing sebesar 0.16%, 0.10%, dan 0.14%.

    Isu Ekonomi dan Pasar

    Dalam pidatonya di Jackson Hole, Gubernur The Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell memastikan suku bunga acuan Amerika Serikat (AS) akan tetap dinaikkan untuk menekan laju inflasi. Dikutip dari Data Biro Statistik Tenaga Kerja, Departemen Tenaga Kerja (Depnaker) AS mencatat penurunan laju inflasi  inti masing-masing yang naik hanya sebesar 0,2% pada bulan Juni dan Juli tahun ini. Sedangkan tolak ukur inflasi The Fed telah turun menjadi 3,3% dari puncaknya sebesar 7% pada musim panas tahun lalu. Pidato Powell menandakan rangkaian 11 kali peningkatan suku bunga yang saat ini bertengger di angka 5,25%-5,5% dan merupakan yang tertinggi dalam 22 tahun lebih. (Investor)

    Cadangan devisa (cadev) Indonesia mengalami penyusutan daya untuk mencukupi pembiayaan yang membutuhkan valuta asing. Sekitar 2,5 tahun lalu, cadangan devisa masih memiliki kemampuan setara dengan pembiayaan 10.5 bulan impor, sementara pada akhir Juli 2023, kemampuan Indonesia menurun drastis menjadi hanya sekitar 6 bulan impor pembiayaan dengan nominal USD137.7 miliar. Ekonom senior LPPI Ryan Kiryanto mengatakan bahwa penurunan kemampuan cadangan devisa ini dapat memberi sentimen negatif bagi mata uang rupiah. Hal ini bisa mengundang para spekulan pasar uang untuk melakukan aksi ?serangan? ke nilai tukar rupiah karena pertahanan Bank Indonesia dalam kondisi longgar. (Investor)

    Ketegangan hubungan antara China dan Amerika Serikat masih menjadi perhatian dunia, khususnya kawasan ASEAN yang berpeluang mendapatkan investasi. Kawasan ASEAN dari kondisi ini diuntungkan pada potensi relokasi industri serta keluarnya aliran modal dari China ke negara ASEAN. Akibatnya, aliran modal asing berpotensi akan masuk ke ASEAN di masa mendatang. Meskipun begitu, Wakil Direktur Indef Eko Listyanto menilai bahwa Indonesia masih kesulitan menarik investasi, terutama pada FDI manufaktur. Hal ini disebabkan karena nilai ICOR Indonesia masih relatif tinggi dibandingkan dengan negara ASEAN lainnya, yaitu 7.6% jika dibandingkan dengan Filipina sebesar 3.7% dan Malaysia senilai 4.4%. (Kontan)

    Best Regards,

    SAM Investment

    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—28-Agustus-2023.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – 25 Agustus 2023

    Kilas Pasar

    Indeks saham di Amerika Serikat bergerak melemah pada hari Kamis (24/8). Dow, S&P 500, dan Nasdaq terdepresiasi masing – masing sebesar -1.08%, -1.35%, dan -1.87%. Dari Eropa, indeks bergerak bervariasi. FTSE 100 terapresiasi sebesar 0.18% dan STOXX600 terdepresiasi sebesar -0.41%.

    Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS diperdagangkan pada level Rp.15,280. Dari komoditas, perdagangan minyak Brent dan WTI bergerak menguat masing-masing sebesar 0.36% dan 0.40% diperdagangkan pada level US$ 83.67 dan US$ 79.38 per barel.

    Indeks acuan Asia, KOSPI Korea Selatan terdepresiasi sebesar -0.82%, NIKKEI Jepang menurun sebesar -1.87%. Perdagangan indeks futures Amerika Serikat bergerak menguat pada pagi hari ini dengan Dow, S&P, dan Nasdaq terapresiasi masing – masing sebesar 0.16%, 0.08%, dan 0.01%.

    Isu Ekonomi dan Pasar

    Dolar AS menguat terhadap beberapa mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan jumat pagi imbas pengajuan tunjangan pengangguran kembali turun pada pekan lalu, dari 240.000 menjadi 230.000. Dolar AS pun melonjak setelah data ini dirilis, dengan indeks dolar yang mengukur greenback terhadap enam mata uang lainnya naik 0.55% menjadi 103.9863 pada akhir perdagangan. Mantan Presiden Federal Reserve St Louis James Bullard menegaskan bahwa percepatan dapat kembali dengan meningkatkan tekanan pada inflasi, sehingga The Fed tidak mungkin mulai menurunkan suku bunga dalam waktu dekat. (Bisnis)

    Bank Indonesia (BI) kembali mempertahankan suku bunga acuan di level 5,75% pada bulan ini. Bank sentral diperkirakan memangkas tingkat suku bunga pada kuartal dua atau kuartal ketiga tahun depan.  Ekonom Bank Danamon, Irman Faiz memproyeksikan BI menurunkan suku bunga acuan paling cepat di awal kuartal II-2024 dengan peluang pemangkasan 100 basis poin (bps) sepanjang tahun depan. Hal tersebut sejalan dengan arah kebijakan moneter The Fed yang berpotensi menurunkan suku bunganya di 2024. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik, laju inflasi dipandang masih terkendali di level 3,08% year on year (yoy) pada Juli 2023. (Kontan)

    Berdasarkan hasil konferensi pers Hasil Rapat Dewan Gubernur Bulanan Bulan Agustus 2023 pada Kamis, (24,08), Bank Indonesia (BI) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi nasional berkisar 5,11-5,15% pada kuartal III-2023. Sedangkan pertumbuhan ekonomi tahun 2024 berada pada kisaran 4,7% sampai 5,5%. Sementara itu, BI memperkirakan inflasi akhir tahun akan mencapai 2,9%, bahkan inflasi inti bisa turun ke 2,5%. Badan Pusat Statistik (BPS) pada kuartal II 2023 mencatatkan inflasi 5,17% secara year on year (YOY). Sedangkan pada Juli 2023 inflasi secara tahunan year on year (y-on-y) sebesar 3,08% dan tingkat inflasi tahun kalender Juli 2023 sebesar 1,45%. (Investor)

    Best Regards,

    SAM Investment

    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—25-Agustus-2023.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – 24 Agustus 2023

    Kilas Pasar

    Indeks saham di Amerika Serikat bergerak menguat pada hari Rabu (23/8). Dow, S&P 500, dan Nasdaq terapresiasi masing – masing sebesar 0.54%, 1.10%, dan 1.59%. Dari Eropa, indeks bergerak menguat. FTSE 100 dan STOXX600 terapresiasi masing – masing sebesar 0.68% dan 0.39%.

    Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS diperdagangkan pada level Rp.15,263. Dari komoditas, perdagangan minyak Brent dan WTI bergerak menguat masing-masing sebesar -0.42% dan -0.47% diperdagangkan pada level US$ 82.86 dan US$ 78.52 per barel.

    Indeks acuan Asia, KOSPI Korea Selatan terapresiasi sebesar 0.81%, NIKKEI Jepang menguat sebesar 0.44%. Perdagangan indeks futures Amerika Serikat bergerak menguat pada pagi hari ini dengan Dow, S&P, dan Nasdaq terapresiasi masing – masing sebesar 0.01%, 0.57%, dan 1.13%.

    Isu Ekonomi dan Pasar

    Hasil survey yang  dilakukan oleh Reuters menunjukkan aktivitas bisnis di zona euro pada Agustus 2023 turun jauh lebih banyak dari perkiraan. Data resmi menunjukkan tingkat inflasi mencapai 5,4% pada Juli atau lebih dari dua kali lipat target 2% Bank Sentral Eropa (ECB). Meskipun inflasi meningkat, Data Indeks Pembelian Manajer (PMI) dilaporkan turun menjadi 47,0 poin pada Agustus dari 48,6 poin pada Juli, terendah sejak November 2020. Menurut mayoritas ekonom yang disurvey oleh Reuters, penurunan tajam pada PMI akan membuat ECB menghentikan laju kenaikan suku bunga sementara pada September. Namun, mengingat level inflasi belum menunjukkan target yang diinginkan oleh ECB, jeda tidak bisa diartikan sebagai puncak dari pengetatan moneter. (Investor)

    Pemerintah semakin sering menerbitkan surat berharga negara (SBN) ritel. Pada akhir 2022, kepemilikan investor individual mencapai 6.48% dari total SBN atau sekitar Rp344.3 triliun. Hal ini membuat pemerintah semakin gencar untuk mencari investor ritel karena imbal hasil yang ditawarkan menarik. Pidato RAPBN 2024 dan Nota Keuangan memproyeksikan bahwa rata-rata suku bunga SBN 10 tahun berada di level 6.7% dengan pembiayaan utang yang bersumber dari SBN neto direncanakan mencapai Rp666.4 triliun. (Kontan)

    Bank Indonesia perlu menahan tekanan eksternal terhadap rupiah imbas potensi kelanjutan kenaikan suku bunga The Fed hingga akhir tahun ini. Oleh karena itu, Bank Indonesia perlu mempertahankan suku bunga acuan hingga 5.75% dengan tetap memantau stabilitas rupiah dan menjaga inflasi. Dilansir dari BPS, neraca perdagangan Indonesia surplus sebesar USD 1.31 miliar, lebih rendah dibandingkan dengan Juni 2023 yang mencapai USD3.45 triliun. Penurunan ini diproyeksikan akan terus berlanjut karena lemahnya pertumbuhan ekonomi mitra dagang Indonesia dengan Tiongkok. Meskipun begitu, dari sisi domestik, pertumbuhan ekonomi yang menguat telah meningkatkan kepercayaan investor terhadap Indonesia dibandingkan dengan negara lainnya. (Investor)

    Best Regards,

    SAM Investment


    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—24-Agustus-2023.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – 23 Agustus 2023

    Kilas Pasar

    Indeks saham di Amerika Serikat bergerak bervariasi pada hari Selasa (22/8). Dow dan S&P 500 terdepresiasi masing – masing sebesar -0.15% dan -0.28%, Nasdaq terapresiasi sebesar 0.06%. Dari Eropa, indeks bergerak menguat. FTSE 100 dan STOXX600 terapresiasi masing – masing sebesar 0.18% dan 0.68%.

    Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS diperdagangkan pada level Rp.15,324. Dari komoditas, perdagangan minyak Brent dan WTI bergerak menguat masing-masing sebesar 0.21% dan 0.11% diperdagangkan pada level US$ 84.07 dan US$ 79.75 per barel.

    Indeks acuan Asia, KOSPI Korea Selatan terdepresiasi sebesar -0.01%, NIKKEI Jepang menguat sebesar 0.17%. Perdagangan indeks futures Amerika Serikat bergerak menguat pada pagi hari ini dengan Dow, S&P, dan Nasdaq terapresiasi masing – masing sebesar 0.23%, 0.28%, dan 0.40%.

    Isu Ekonomi dan Pasar

    S&P menyusul Moody?s Investor Service dengan menurunkan peringkat sejumlah bank di Amerika Serikat, yaitu KeyCorp, Comerica Inc., Valley National Bancorp, UMB Financial Corp., dan Associated Banc-Corp. Dikutip dari Bloomberg, dampak suku bunga yang lebih tinggi dan pergerakan simpanan di seluruh industri menjadi pertimbangan terhadap prospek perbankan di AS. Penurunan simpanan ini telah menurunkan likuiditas bagi banyak bank, sementara surat berharga yang menjadi mayoritas sumber likuiditas bank memiliki nilai yang sudah jatuh. (Bisnis)

    Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) berbalik defisit pada kuartal II-2023 setelah mencatat surplus senilai US$ 6,52 miliar di kuartal I-2023. Bank Indonesia (BI) mencatat, defisit NPI periode April hingga Juni 2023 sebesar US$7,4 miliar. Berdasarkan data dari Bank Indonesia, defisit NPI tersebut disebabkan defisit transaksi modal dan finansial yang tercatat US$ 5,0 miliar atau 1,4% PDB sedangkan neraca transaksi berjalan juga mencatat defisit US$ 1,93 miliar. Kepala Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual mengungkapkan defisit terjadi karena penanam modal dan dunia usaha sedang berhati-hati melihat perkembangan global. (Kontan)

    Berdasarkan data Bloomberg, imbal hasil SUN acuan tenor 10 tahun pada perdagangan hari Selasa (22/8) mencapai 6,64%. Penawaran masuk pada lelang SUN kemarin pun lesu yakni mencapai Rp 34,6 triliun dengan Rp 7,87 triliun yang diterbitkan oleh pemerintah. Dari data Bank Indonesia pada 14-16 Agustus 2023,  tercatat aksi keluar dana asing sebesar Rp6,79 triliun yang terbagi atas Rp3,65 triliun terjadi di Surat Berharga Negara (SBN) serta jual neto sebesar Rp3,14 triliun di pasar saham. Handy Yunianto selaku Head of FIxed Income Research Mandiri Sekuritas mengatakan kondisi tersebut tidak akan bertahan lama mengingat pelaku pasar masih menantikan sikap Federal Reserve dalam puncak siklus pengetatan moneter. (Bisnis)

    Best Regards,

    SAM Investment

    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—23-Agustus-2023.pdf

  • Mengenal Reksa Dana Multiple Share Class

    Mengenal Reksa Dana Multiple Share Class

    Di Indonesia reksa dana multi-share class telah mulai diperkenalkan sejak tahun 2019. Reksa dana multiple share class adalah reksa dana terbuka, berbentuk Kontrak Investasi Kolektif, yang memiliki lebih dari satu kelas Unit Penyertaan (share class).

    Di dalam reksa dana multi-share memiliki kebijakan dan strategi pengelolaan investasi yang sama, seperti komposisi portfolio dan aset dasar yang sama. Namun, yang membedakan suatu kelas dengan kelas lainnya adalah karakteristik fitur administratifnya, seperti biaya, struktur pembagian hasil investasi (dividen),  jenis mata uang, pola distribusi atau karakteristik lainnya sesuai dengan kebutuhan investor.  Tujuan disediakannya reksa dana multi-share class ini adalah untuk membantu menarik beragam investor dengan preferensi yang berbeda.

    Contoh perbedaan kelas yang mungkin ada dalam reksa dana multi share adalah:

    • Biaya yang disesuaikan: Setiap kelas dapat memiliki biaya pengelolaan yang berbeda. Kelas dengan biaya management fee yang lebih rendah mungkin menarik bagi investor yang mencari efisiensi biaya, walaupun dengan persyaratan nominal pembelian awal yang  relatif cukup besar.
    • Pembagian Hasil Investasi: Dividen atau Pembagian Hasil Investasi (PHI) dapat berbeda antara kelas saham, misalnya, kelas saham A dapat mendapatkan pembayaran dividen secara teratur, sedangkan kelas saham B mungkin tidak memberikan  PHI.
    • Minat: Beberapa kelas mungkin mengkhususkan diri dalam jenis aset atau sektor tertentu, seperti saham, obligasi, atau pasar internasional, sementara yang lain mungkin memiliki portofolio yang lebih beragam.
    • Mata Uang yang Berbeda: Multi-share class juga dapat menawarkan pilihan denominasi mata uang yang berbeda, memungkinkan investor asing untuk berinvestasi dalam mata uang yang mereka pilih.

    Reksa dana multi share  biasanya menawarkan berbagai jenis kelas, dengan nama kelas A, kelas B, kelas C, dan lain-lain.  Pilihan kelas mana yang cocok untuk Anda tergantung pada tujuan investasi, toleransi risiko, dan preferensi pribadi Anda. Samuel Aset Manajemen, saat ini memiliki 2 produk reksa dana multi share yang bisa menjadi pilihan dan diversifikasi investasi Anda, yakni produk Reksa Dana Saham SAM Dana Saham Nusantara dan produk Reksa Dana Pendapatan Tetap SAM Obligasi Optima.

    Jika Anda ingin mengetahui lebih lanjut mengenai berbagai produk reksa dana multi-share yang dikelola oleh Samuel Aset Manajemen, Anda dapat menghubungi bagian pemasar SAM melalui kontak yang tersedia.

    Seperti halnya semua jenis investasi, reksa dana multishare juga memiliki risiko, dan kinerja masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan. Sebelum berinvestasi dalam reksa dana multi share class, pastikan untuk membaca prospektus dan memahami perbedaan antara setiap kelas saham yang ditawarkan. Penting untuk memahami risiko yang terkait dengan investasi ini. Jika perlu, sebelum membuat keputusan investasi, konsultasikan dengan penasehat investasi profesional untuk mendapatkan saran yang lebih tepat sesuai dengan situasi keuangan dan tujuan investasi Anda.

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – 22 Agustus 2023

    Kilas Pasar

    Indeks saham di Amerika Serikat bergerak bervariasi pada hari Senin (21/8). Dow terdepresiasi sebesar -0.11%, S&P 500 dan Nasdaq terapresiasi masing – masing sebesar 0.69% dan 1.56%. Dari Eropa, indeks bergerak bervariasi. FTSE 100 terdepresiasi sebesar -0.06% dan STOXX600 terapresiasi sebesar 0.65%.

    Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS diperdagangkan pada level Rp.15,317. Dari komoditas, perdagangan minyak Brent dan WTI bergerak melemah masing-masing sebesar -0.18% dan -0.15% diperdagangkan pada level US$ 84.32 dan US$ 80.01 per barel.

    Indeks acuan Asia, KOSPI Korea Selatan terapresiasi sebesar 0.53%, NIKKEI Jepang menguat sebesar 0.52%. Perdagangan indeks futures Amerika Serikat bergerak melemah pada pagi hari ini dengan Dow, S&P, dan Nasdaq menurun masing – masing sebesar -0.10%, -0.13%, dan -0.15%.

    Isu Ekonomi dan Pasar

    Bank Sentral Tiongkok (PBOC) memangkas suku bunga dasar pinjaman (loan prime rate/LPR) satu tahun sebesar 10 basis poin dari 3,55% menjadi 3,45% sedangkan LPR lima tahun dipertahankan di kisaran 4,20%. Dalam jajak pendapat oleh Reuters terhadap 35 pengamat pasar, kesemuanya memprediksi penurunan atas kedua suku bunga tersebut sehingga langkah PBOC dianggap di bawah ekspektasi. Masayuki Kichikawa selaku ahli strategi makro di Sumitomo Mitsui DS Asset Management mengatakan pembatasan besaran dan cakupan suku bunga oleh tiongkok dilakukan untuk melindungi nilai tukar Yuan dan stabilitas pasar mata uang. (Investor)

    Bank Indonesia diyakini tetap menahan suku bunga acuan di level 5.75% dalam Rapat Dewan Gubernur BI yang dijadwalkan pada 23-24 Agustus 2023. Hal ini dilakukan untuk merespons berbagai ketidakpastian global yang terjadi, seperti pelemahan mata uang global termasuk Yuan China, pernyataan pejabat The Fed atas peluang kenaikan suku bunga acuan lagi di September 2023, hingga fenomena El Nino. Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede berpendapat bahwa langkah ini dilakukan untuk menjaga stabilitas rupiah di tengah volatilitas pasar global, termasuk membatasi dampak inflasi barang impor. (Kontan)

    Prospek penerbitan surat utang korporasi hingga akhir tahun masih cerah dengan mandat sebesar Rp44.9 triliun, lebih rendah dibandingkan dengan jatuh tempo penghujung 2023 yaitu Rp59.9 triliun. Surat utang korporasi dari sektor multifinance menempati posisi tertinggi, yaitu sebesar 32% dari total realisasi. Sektor lainnya yang juga menggalang dana lebih tinggi dibandingkan dengan nilai jatuh temponya adalah bubur kertas dan kertas, telekomunikasi, dan pertambangan. Sedangkan perbankan hanya memiliki nilai surat utang jatuh tempo sebesar 18% dari total Rp82 triliun. Meskipun begitu, penerbitan surat utang perbankan terbatas. (Bisnis)

    Best Regards,

    SAM Investment



    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—22-Agustus-2023.pdf