Samuel Aset Manajemen

Blog

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Kamis 4 Juli 2019

    Sebagian besar indeks future di bursa Asia tercatat ?hijau?, indikasi indeks di bursa Asia akan cenderung naik hari ini ditambah sentiment positif dari indeks di bursa global utama yang kompak naik semalam walaupun harga minyak mentah dibuka naik pagi ini. Mata uang kuat Asia yen dan HK dolar dibuka melemah pagi ini yang bisa menjadi sentimen pelemahan rupiah menuju kisaran antara  Rp.14.120  s.d Rp.14.140 per USD  (kurs tengah Bloomberg).

    Dana asing yang masuk ke pasar modal Asia diperkirakan mencapai US$251,83 miliar sejak awal tahun (ytd). Sementara untuk Indonesia tercatat sebesar US$4,9 miliar ke pasar saham dan US$6,6 miliar ke pasar obligasi. Kemungkinan dana asing yang masuk ini berlanjut hingga akhir tahun terkait dengan isu perang dagang AS-China dan suku bunga the Fed yang menurun.

    Neraca perdagangan AS untuk bulan Mei 2019 tercatat defisit sebesar US$55,5 miliar, melebar dibandingkan April 2019. Tampaknya pemberlakukan tarif impor khususnya atas barang-barang impor asal China belum efektif mengurangi defisit neraca perdagangan AS. Di tahun 2018, neraca perdagangan barang AS mencatat defisit sebesar US$891,3 miliar, dan sebesar US$419,2 miliar merupakan defisit dengan China. Tampaknya kebijakan tarif belum efektif mengurangi defisit neraca perdagangan.

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Ekonom/Kepala Riset

    PT Samuel Aset Manajemen

    021-28548828

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Kamis-4-Juli-2019.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Rabu 3 Juli 2019

    Indeks futures di bursa Asia tercatat bervariasi, indikasi indeks di bursa Asia akan bergerak ?mixed? hari ini dengan kecenderungan naik terbawa sentimen positif naiknya indeks di bursa global utama semalam. Sementara harga minyak mentah dibuka turun pagi ini. Mata uang kuat Asia yen, HK dolar dan Sin dolar dibuka melemah pagi ini yang bisa menjadi sentimen pelemahan rupiah menuju kisaran antara  Rp.14.140  s.d Rp.14.160 per USD  (kurs tengah Bloomberg).

    Mei 2019 ? suku bunga mulai turun. Suku bunga kredit rata-rata tertimbang turun 6 bps menjadi 10,76%, sementara suku bunga simpanan untuk tenor 3 bulan dan 6 bulan juga mulai turun, walaupun untuk tenor 1 bulan masih stabil. Namun pertumbuhan simpanan naik menjadi 6,7% yoy, sedangkan pertumbuhan kredit stabil pada 11% yoy. Kondisi ini menjadi bagian dari faktor musiman di bulan Ramadhan ? turunnya kegiatan usaha dan meingkatnya likuiditas.

    Harga minyak mentah turun semalam karena kekawatiran terhadap data-data manufaktur Negara-Negara utama dunia yang melambat. Penurunan ini kemungkinan temporer karena OPEC masih akan memangkas produksi dan tensi geopolitik Timur Tengah juga meningkat.

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Ekonom/Kepala Riset

    PT Samuel Aset Manajemen

    021-28548828

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Rabu-3-Juli-2019.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Selasa 2 Juli 2019

    Indeks futures bursa Asia tercatat bervariasi namun cenderung naik terbawa sentimen naiknya indeks di bursa global semalam walaupun harga minyak mentah dibuka turun pagi ini. Mata uang kuat Asia yen dan HK dolar dibuka menguat pagi ini yang bisa menjadi sentimen penguatan rupiah yang berlanjut walaupun terbatas menuju kisaran antara  Rp.14.090  s.d Rp.14.110 per USD  (kurs tengah Bloomberg).

    Inflasi Juni 2019 tercatat 0,55% mom atau 3,28% yoy. Inflasi Juni ini melambat dibandingkan puncak inflasi pada Mei lalu. Bahan makanan mencatatkan inflasi yang tertinggi sementara Transportasi, Komunikasi, dan Jasa Keuangan justru tercatat deflasi. Kondisi tersebut berbeda dengan yang biasanya sebaliknya terjadi pada pasca Lebaran.  Secara kumulatif dari Jan sd Juni 2019 tercatat inflasi sebesar 2,05% ytd tetapi kami  perkirakan inflasi masih bisa mencapai 3,19% yoy hingga akhir tahun 2019 jika tidak ada kenaikan harga BBM dan tarif listrik.

    Presiden Trump kembali mengancam menaikkan tarif atas barang-barang impor AS walaupun belum usai dengan China. Kali ini terhadap Uni Eropa dengan nilai tambahan sebesar US$4 miliar. Sementara data-data dari AS terutama dari sektor manufaktur mencatatkan perlambatan.

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    PT. Samuel Aset Manajemen

    [email protected]

    021-28548828

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Selasa-2-Juli-2019.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Jumat 28 Juni 2019

    Ada potensi indeks di bursa Asia akan bergerak mixed terlihat dari indesk futuresnya yang bervariasi mengikuti indeks di bursa global yang juga ditutup bervariasi semalam. Sementara harga minyak mentah dibuka naik pagi ini. Mata uang kuat Asia yen, HK dolar dan Sin dolar dibuka melemah pagi ini yang bisa menjadi sentimen pelemahan rupiah menuju kisaran antara  Rp.14.140  s.d Rp.14.160 per USD  (kurs tengah Bloomberg).

    Mahkamah Konstitusi (MK) telah memutuskan menolak semua tuntutan hasil Pilpres 17 April 2019 lalu yang diajukan oleh pasangan calon nomor 02. MK memutuskan hasil pilpres tidak berubah. Pada pilpres 2019 ini jumlah pemilih meningkat 15,5% dibandingkan pemilih pada Pilpres 2014. Keputusan MK ini mengakhiri ketidakpatian terhadap hasil Pilpres, selanjutnya investor menunggu program kerja yang akan dilakukan oleh Presiden dan Wakil Presiden terpilih.

    Ekonomi zona Euro melambat terindikasi dari Business Climate Indicator Juni turun menjadi 0,17 dari 0,3 pada Mei 2019, merupakan yang terendah sejak Oktober 2014. Ekonomi zona Euro terlihat melambat menjadi Q1-2019 1,2% yoy, dari 2,8% yoy pada Q4-2017. Belum ada indikasi ECB akan melakukan stimulus untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi di zona Euro ini.

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id Ulasan-Ekonomi-Harian-Jumat-28-Juni-2019.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Kamis 27 Juni 2019

    Sebagian besar indeks future di bursa Asia tercatat ‘hijau’, indikasi indeks di bursa Asia akan cenderung naik hari ini. Walaupun sebagian besar indeks di bursa global utama terkoreksi semalam. Sementara harga minyak mentah dibuka naik pagi ini. Mata uang kuat Asia yen dan Sin dolar dibuka melemah pagi ini yang bisa menjadi sentimen pelemahan rupiah menuju kisaran antara  Rp.14.130  s.d Rp.14.150 per USD  (kurs tengah Bloomberg) didukung potensi pelemahan secara teknikal.

    Kepemilikan asing pada SBN per 25 Juni 2019 tercatat sebesar Rp.984,24 triliun atau naik 10,2% ytd. Dari posisi tersebut tercatat 16% merupakan kepemilikan asing dari pemerintah dan bank sentral Negara lain. Posisi asing tersebut terjaga sebesar 38,98% dari total outstanding SBN yang senilai Rp.2.525,04 triliun.  Hingga 19 Juni lalu, total SBN yang diterbitkan telah mencapai 62,58% dari target gross sebesar Rp.825,7 triliun. Dengan target tersebut, rasio utang pemerintah terhadap PDB di tahun 2019 diperkirakan sebesar 30%, naik dari 29,78% di tahun 2018.

    Lagi, data ekonomi AS melambat. Kali ini inventori untuk pedagang besar tercatat naik. Juga pesanan baru untuk sektor manufaktur barang-barang tahan lama tercatat turun. Perlambatan kedua data ini menambah kekawatiran potensi ekonomi AS yang melambat.

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id Ulasan-Ekonomi-Harian-Kamis-27-Juni-2019.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Selasa 25 Juni 2019

    Ada potensi indeks di bursa Asia akan berlanjut turun hari ini terlihat dari indeks futuresnya yang sebagian besar ‘merah’ ditambah sentimen indeks di bursa global yang sebagian besar juga terkoreksi semalam. Sementara harga minyak mentah dibuka sedikit turun pagi ini. Mata uang kuat Asia HK dolar dan Sin dolar dibuka menguat pagi ini yang bisa menjadi sentimen penguatan rupiah walaupun terbatas menuju kisaran antara  Rp.14.140  s.d Rp.14.150 per USD  (kurs tengah Bloomberg) walaupun ada potensi pelemahan secara teknikal.

    Neraca perdagangan pada bulan Mei 2019 tercatat surplus seebsar US$207,6 juta. Secara bulanan tercatat kenaikan ekspor sebesar 12,4% mom dan penurunan impor sebesar 5,6% mom. Kenaikan ekspor terutama berasal dari ekspor migas sedangkan penurunan impor terjadi juga dari impor migas. Perbedaan yang menyolok ini terkait dengan antisipasi minat pemudik menggunakan moda darat terutama dengan selesainya tol trans Jawa. Secara kumulatif Jan-Mei 2019 tercatat defisit seebsar US$2,1  miliar, membaik dibandingkan Jan-Mei 2018 sebesar US$2,87 miliar.

    Indeks aktivitas ekonomi dari the Fed Dallas tercatat turun, terendah sejak Juni 2016. Penurunan ini menambah daftar indikator ekonomi AS yang melambat. The Fed proyeksikan ekonomi AS masih akan melambat hingga 2021. Perlambatan ini membuka ruang the Fed turun bunga hingga 2021.

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id Ulasan-Ekonomi-Harian-Selasa-25-Juni-2019.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Senin 24 Juni 2019

    Indeks futures bursa Asia tercatat bervariasi, indikasi indeks di bursa Asia bergerak mixed hari ini terbawa sentimen turunnya indeks di hampir semua indeks di bursa global pada akhir pekan lalu. Sementara harga minyak mentah dibuka naik pagi ini. Mata uang kuat Asia yen dan HK dolar dibuka melemah pagi ini yang bisa menjadi sentimen pelemahan rupiah. Kemugkinan menuju kisaran antara  Rp.14.150  s.d Rp.14.180 per USD  (kurs tengah Bloomberg).

    Realisasi APBN 2019 per Mei 2019 tercatat membaik terlihat dari meningkatnya serapan Belanja Negara  yang naik pesat pada Mei 2019 dibandingkan April. Namun di sisi Penerimaan Negara terjadi perlambatan, bahkan untuk penerimaan pajak pertambahan nilai (PPN) dan pajak penjualan barang mewah (PPnBM) tumbuh negatif. Perlambatan Penerimaan Negara ini menjadi indikasi melambatnya potensi pertumbuhan ekonomi.

    Harga minyak mentah bergerak naik seiring dengan meningkatnya tensi antara AS dan Iran. Tensi ini meningkat pasca Iran menembak drone AS yang memasuki wilayah Iran. Tensi di Teluk yang meningkat menambah risiko global di tengah isu perang dagang AS-China saat ini.

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id Ulasan-Ekonomi-Harian-Senin-24-Juni-2019.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Jumat 21 Juni 2019

    Sebagian besar indeks futures bursa Asia teercatat hijau, indikasi indeks di bursa Asia akan cenderung naik hari ini terbawa sentimen naiknya indeks di bursa AS semalam dan harga minyak mentah dibuka naik pagi ini. Sementara  itu mata uang kuat Asia  HK dolar, dan Sin dolar dibuka menguat pagi ini yang bisa menjadi sentimen penguatan rupiah tetapi ada kemungkinan rupiah melemah secara teknikal menuju kisaran antara  Rp.14.180  s.d Rp.14.200 per USD  (kurs tengah Bloomberg).

    RDG BI memutuskan suku bunga acuan 7DRR tetap 6% dengan memeprtimbangkan potensi CAD pada Q2-2019 yang bisa melebar, walaupun BI juga memperkirakan potensi perlambatan ekonomi pada Q2-2019. Keputusan tetap ini juga mempertimbangkan keputusan the Fed yang juga mempertahankan suku bunganya. Untuk menjaga likuiditas, BI menurunkan GWM sebsar 50 bps sehingga menjadi 6% untuk Bank Umum Konvensional dan 4,5% untuk Bank Umum Sjariah. Pada siaran persnya, BI juga mensinyalkan potensi suku bunga turun ke depannya.

    BI perkirakan CAD pada Q2-2019 akan melebar menembus 3% dari PDB dengan indikasi adanya neto impor dan repatriasi asset. Kemungkinan NPI juga akan defisit dengan posisi cadev yang juga turun. BI targetkan CAD menjadi 2,5% dari PDB pada tahun 2019.

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id Ulasan-Ekonomi-Harian-Jumat-21-Juni-2019.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Kamis 20 Juni 2019

    Ada potensi indeks di bursa Asia akan berlanjut naik hari ini terlihat dari indeks futures bursa Asia yang hampir semuanya ‘hijau’ ditambah sentimen naiknya indeks di bursa AS semalam dan harga minyak mentah dibuka naik pagi ini. Sementara  itu mata uang kuat Asia yen, HK dolar, dan Sin dolar kompak dibuka menguat pagi ini yang bisa menjadi sentimen penguatan rupiah, menuju kisaran antara  Rp.14.230  s.d Rp.14.260 per USD  (kurs tengah Bloomberg).

    Pemerintah sedang menyiapkan insentif-insentif pajak bagi dunia usaha diantaranya menurunkan pajak penghasilan badan dari 25% menjadi 20%, pajak penghasilan atas bunga obligasi dari 15% menjadi 5%. Pemerintah juga menyiapkan tax expenditure senilai Rp.150 triliun. Insentif-insentif ini diharapkan bisa menaikkan tax ratio dari 11,6% tahun 2018 menjadi 11,9% di tahun 2019.

    Pertemuan the Fed dalam dua hari ini 18-19 Juni memutuskan suku bunga tetap 2,25%-2,5% diikuti sinyal potensi turunnya suku bunga pada pertemuan Juli mendatang dan kemungkinan penurunan 50 bps hingga akhir tahun 2019 ini. The Fed mempertimbangkan efek perang dagang AS-China yang akan membuat ekonomi AS melambat. Pasar menyambut positif sinyal the Fed tersebut.

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id Ulasan-Ekonomi-Harian-Kamis-20-Juni-2019.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Rabu 19 Juni 2019

    Ada potensi kuat indeks di bursa Asia akan naik hari ini terlihat dari indeks futures bursa Asia yang tercatat kompak naik memfaktorkan rencana pertemuan Presiden Trump dan Presiden Xi pada G20 tanggal 28-29 Juni mendatang. Harga minyak mentah dibuka naik pagi ini. Sementara  itu mata uang kuat Asia yen, HK dolar, dan Sin dolar kompak dibuka melemah pagi ini yang bisa menjadi sentimen pelemahan rupiah, menuju kisaran antara  Rp.14.330  s.d Rp.14.340 per USD  (kurs tengah Bloomberg).

    Survei penjualan eceran (SPE) pada Mei 2019 naik 10,3% mom atau 9% yoy. Penjualan tertinggi pada jenis barang-barang yang terkait kebutuhan untuk puasa-lebaran. Meningkatnya penjualan pada Mei 2019 ini memberi indikasi potensi naiknya konsumsi rumah tangga pada Q2-2019. Sektor ritel masih memberikan sumbangan sebesar hampir 60% terhadap konsumsi rumah tangga.

    Kepemilikan China pada obligasi pemerintah AS masih berlanjut turun pada April sehingga mencapai US$1,1 miliar, terendah sejak Mei 2017, dan turun dari US$1,2 triliun pada Maret 2019. Untuk saat ini para analis menilai penjualan tersebut bulan merupakan ‘balasan’ China atas perang dagang dengan AS tetapi jika berlanjut bisa jadi penjualan ini bagian dari diplomasi China untuk kompromi.

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id Ulasan-Ekonomi-Harian-Rabu-19-Juni-2019.pdf