Ada potensi indeks di bursa Asia akan berlanjut naik hari ini terlihat dari indeks futures bursa Asia yang hampir semuanya ‘hijau’ ditambah sentimen naiknya indeks di bursa AS semalam dan harga minyak mentah dibuka naik pagi ini. Sementara itu mata uang kuat Asia yen, HK dolar, dan Sin dolar kompak dibuka menguat pagi ini yang bisa menjadi sentimen penguatan rupiah, menuju kisaran antara Rp.14.230 s.d Rp.14.260 per USD (kurs tengah Bloomberg).
Pemerintah sedang menyiapkan insentif-insentif pajak bagi dunia usaha diantaranya menurunkan pajak penghasilan badan dari 25% menjadi 20%, pajak penghasilan atas bunga obligasi dari 15% menjadi 5%. Pemerintah juga menyiapkan tax expenditure senilai Rp.150 triliun. Insentif-insentif ini diharapkan bisa menaikkan tax ratio dari 11,6% tahun 2018 menjadi 11,9% di tahun 2019.
Pertemuan the Fed dalam dua hari ini 18-19 Juni memutuskan suku bunga tetap 2,25%-2,5% diikuti sinyal potensi turunnya suku bunga pada pertemuan Juli mendatang dan kemungkinan penurunan 50 bps hingga akhir tahun 2019 ini. The Fed mempertimbangkan efek perang dagang AS-China yang akan membuat ekonomi AS melambat. Pasar menyambut positif sinyal the Fed tersebut.
Salam,
Lana Soelistianingsih
Kepala Riset/Ekonom
Samuel Aset Manajemen
Telp: 62 21 28548828
PT SAMUEL ASET MANAJEMEN
Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia
t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474 |www.sam.co.id Ulasan-Ekonomi-Harian-Kamis-20-Juni-2019.pdf
Leave a Reply