Samuel Aset Manajemen

Blog

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Senin 24 Mei 2019

    Indeks futures bursa Asia kompak ‘merah’, indikasi kuat indeks di bursa Asia akan terkoreksi hari ini mengkuti koreksi di bursa global semalam walaupun harga minyak mentah dibuka sedikit naik pagi ini. Mata uang kuat Asia yen, HK dolar, dan Sin dolar dibuka menguat pagi ini yang bisa menjadi sentiment penguatan rupiah, kemugkinan menuju kisaran antara  Rp.14.450  s.d Rp.14.480 per USD  (kurs tengah Bloomberg) dengan tetap dalam penjagaan BI.

    BI persiapkan uang kartal sebesar Rp.217,1 triliun untuk kebutuhan Ramadhan-Lebaran tahun ini, naik 13,5% dibandingkan periode yang sama tahun 2018. Selain untuk memenuhi kebutuhan THR dan gaji ke-13 PNS/Polri juga untuk mengantisipasi permintaan akibat kenaikan harga terutama harga tiket transportasi. Dengan tambahan ini mestinya akan mendorong pertumbuhan yang lebih tinggi pada Q2-2019 ini

    Harga minyak pada penutupan perdagangan Kamis kemarin drop hingga 5% menjadi US$57,91 pbrl, dibawah US$60 pbrl untuk jenis WTI. Penurunan ini karena mengkawatirkan perlambatan ekonomi global akibat perang dagang AS-China. Indeks Dow turun terbawa sentimen negatf

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id Ulasan-Ekonomi-Harian-Jumat-24-Mei-2019.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Senin 23 Mei 2019

    Sebagian besar indeks futures di bursa Asia tercatat ‘merah’, sebagai indikasi potensi koreksi di bursa Asia hari ini termasuk indeks di bursa Indonesia (IHSG) yang masih terbawa sentimen negatif dari kerusuhan di beberapa tempat di Jakarta. Walaupun yen dan HK dolar menguat pagi ini tetapi kemungkinan rupiah masih berlanjut melemah menuju kisaran antara  Rp.14.530  s.d Rp.14.550 per USD  (kurs tengah Bloomberg) meski tetap dalam penjagaan BI.

    Kinerja perbankan per Maret 2019 (Q1-2019) masih solid dengan pertumbuhan kredit sebesar 1,5% dan pertumbuhan dana pihak ketiga sebesar 7,17% yoy, dan LDR sebesar 94% – diatas ketetapan BI 92%. Kinerja lainnya seperti ROA naik menjadi 2,6%, BOPO turun menjadi 82,92%, NIM naik menjadi 4,86%, dan liquid asset ratio membaik menjadi 16%.

    OECD pangkas proyeksi ekonomi global 2019 dari proyeksi sebelumnya 3,3% menjadi 3,2%. Sebelumnya IMF dan Bank Dunia juga memangkas pertumbuhan egokoni global menjadi 3,2% dan 2,9%. Revisi turun ini karena perang dagang AS-China yang kembali memanas dan berharap bisa segera berdamai. OECD proyeksikan ekonomi global 3,3% di tahun 2020.

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id Ulasan-Ekonomi-Harian-Kamis-23-Mei-2019.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Senin 22 Mei 2019

    Ada potensi indeks di bursa Asia akan naik hari ini terlihat dari sebagian besar indeks futures bursa Asia yang ‘hijau’, termasuk indeks di bursa Indonesia (IHSG) walaupun ada protes terhadap pengumuman KPU terkait hasil Pilpres yang justru dianggap sebagai waktu terbaik untuk membeli. Namun berbeda dengan pasar rupiah yang kemungkinan melemah dengan kondisi protes ini. Kemungkinan rupiah melemah menuju kisaran antara  Rp.14.480  s.d Rp.14.500 per USD  (kurs tengah Bloomberg).

    Mengenal 10 janji ekonomi Jokowi-Ma’ruf yaitu: 1). Dana desa yang mencapai Rp.400 triliun untuk 5 tahun mendatang; 2). Percepatan penyelesaian proyek jalan tol yang sedang berjalan; 3). Mendorong industry 4.0; 5). Menambah tiga kartu sakti; 6). Membangun koneksi broadband di Indonesia Timur; 7). Memperluas program tol laut; 8). Pembagian lahan untuk masyarakat; 9). Membangun desa wisata dan desa digital; 10). Meningkatkan layanan publik dengan sistem digital. Dari 10 janji ini akan dituangkan dalam RPJMN Bappenas mendatang untuk menetapkan target indikator-indiaktor ekonomi dan sosial 5 tahun mendatang.

    Dari 10 janji tersebut dapat diringkas 5 tujuan besar pemerintahan Jokowi-Ma’ruf. Tampaknya tidak ada ‘big push’ pendorong pertumbuhan ekonomi tetapi lebih fokus pada upaya stabilisasi.

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id Ulasan-Ekonomi-Harian-Rabu-22-Mei-2019.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Senin 21 Mei 2019

    Walaupun sebagian besar indeks futures di bursa Asia tercatat ‘merah’, indikasi indeks di bursa Asia akan terkoreksi pada hari ini,  tetapi kemungkinan pasar Indonesia akan berlanjut naik terbawa sentimen positif hasil Pilpres yang diumumkan KPU dini hari ini yang mencatat pasangan Joko Widodo dan Ma’ruf Amin memenangkan 55,5% suara. Sentimen positif ini mestinya juga membuat rupiah menguat menuju kisaran antara  Rp.14.400  s.d Rp.14.450 per USD  (kurs tengah Bloomberg).

    Pagi dini hari ini, KPU telah menyelesaikan rekapitulasi perhitungan suara untuk PilPres dan Pileg dan juga mengumumkan hasil perhitungan tersebut,. Hasil Pilpres mencatat pasangan Joko Widodo dan Ma’ruf Amin mendapat suara sebesar 55,5% dari pemilih yang masuk sebanyak 154.257.601 – naik 15,48% dibandingkan pemilih pada PilPres Juni 2014 lalu. Dengan demikian Joko Widodo dan Ma’ruf Amin secara resmi menjadi Presiden dan Wakil Presiden RI periode 2019 sd 2024. Kemungkinan pasar akan merespon positif hasil KPU ini.

    The CFNA index untuk April tercatat turun 0,45, dari positif 0,05 pada Maret. Penurunan ini karena turunnya indikator produksi dan personal consumption termasuk sektor perumahan. Penurunan ini belum memfaktorkan gagalnya perundingan dagang AS-China namun penurunan ini belum menjadi indikasi kuat resesi ekonomi AS.

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id Ulasan-Ekonomi-Harian-Selasa-21-Mei-2019.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Senin 20 Mei 2019

    Ada potensi indeks di bursa Asia hari ini bergerak ‘mixed’ terlihat dari indeks futures bursa Asia yang bervariasi tetapi cenderung terkoreksi dengan sentimen indeks di bursa global yang terkoreksi akhir pekan lalu walaupun harga minyak mentah dibuka naik pagi ini. Mata uang kuat Asia HK dolar dan Sin dolar dibuka menguat terhadap USDolar pagi ini yang bisa menjadi sentimen penguatan rupiah hari ini. Setidaknya rupiah masih dalam penjagaan BI di kisaran antara  Rp.14.430  s.d Rp.14.470 per USD  (kurs tengah Bloomberg).

    Kepemilikan investor asing pada SBN per 16 Mei tercatat sebesar Rp.954,13 triliun atau naik 6,8% ytd. Posisi tertinggi tercatat pada 10 Mei sebesar Rp.962,02 triliun. Ketidakpastian global akibat kebuntuan kesepakatan dagang AS-China membuat aksi jual investor asing tak terkecuali dari pasar obligasi. Namun penjualan dari investor asing ini tampaknya terserap oleh Bank Indonesia, terlihat dari kepemilikan BI yang meningkat. Naiknya posisi BI ini sebagai upaya memitigasi risiko turunnya harga dan aksi beli USDolar.

    Realisasi Pendapatan Negara pada April 2019 tercatat hanya naik 0,49% yoy. Perlambatan ini karena turunnya PNBP (minus 14,9% yoy) dan PPN dan PPnBM (minus 4,35% yoy). Penurunan ini indikasi dari kegiatan ekonomi yang melambat termasuk turunnya impor.

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id Ulasan-Ekonomi-Harian-Senin-20-Mei-2019.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Rabu 17 Mei 2019

    Ada potensi indeks di bursa Asia akan naik hari ini terlihat dari indeks futuresnya yang sebagian besar ‘hijau’, ditambah sentiment positif dari indeks di bursa global yang kompak naik semalam dan harga minyak mentah juga dibuka naik pagi ini. Mata uang kuat Asia yen, dan HK dolar dibuka melemah terhadap USDolar pagi ini. Kemungkinan rupiah masih dalam penjagaan BI, bergerak di kisaran antara  Rp.14.430  s.d Rp.14.450 per USD  (kurs tengah Bloomberg).

     

    BI memutuskan 7DRR tetap 6% pada RDG 15-16 Mei kemarin. BI menilai suku bunga tersebut masih mampu mendorong pertumbuhan ekonomi domestik sekaligus menjaga ekonomi dari ketidakpastian global yang kembali meningkat. Kendati ada spekulasi BI akan menurunkan suku bunganya, namun kami perkirakan BI belum akan meubah kebijakan suku bunganya dalam waktu dekat.  

     

    Tampaknya China telah mengantisipasi kemungkinan gagalnya kesepakatan dagang dengan mulai menjual kepemilikan obligasinya pada USTB sejak Maret 2019. Posisi kepemilikan China menjadi US$1,12 triliun, sebesar 17,3% dari total kepemilikan asing pada USTB. Penjualan ini juga diikuti oleh Negara-negara lain termasuk Jepang sebagai foreign holder kedua terbesar setelah China.

     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Ekonom/Kepala Riset

    PT Samuel Aset Manajemen

    021-28548828

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Jumat-17-Mei-2019.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Rabu 16 Mei 2019

    Sebagian besar indeks futures bursa Asia tercatat turun, indikasi indeks di bursa Asia masih berpotensi terkoreksi hari ini walaupun ada potensi balik arah menjadi positif terbantu indeks di bursa global yang kompak naik semalam dan harga minyak mentah juga dibuka naik pagi ini. Mata uang kuat Asia yen, dan HK dolar dibuka menguat terhadap USDolar pagi ini, tetapi tampaknya rupiah masih dalam tekanan melemah, kemugkinan menuju kisaran antara  Rp.14.470  s.d Rp.14.500 per USD  (kurs tengah Bloomberg).

    Neraca perdagangan Indonesia tercatat defisit sebesar US$2,5 miliar, dengan nilai ekspor sebesar US$12,6 miliar (minus 10% mom atau minua 13,1% yoy). Penurunan ini karena turunnya volume dan harga ekspor. Sementara nilai impor tercatat sebesar US$15 miliar (naik 12,25% mom atau minus 6,6% yoy). Kenaikan karena naiknya volume dan harga impor dibandingkan bulan sebelumnya. Selama Jan-Apr 2019 tercatat defisit sebesar US$2,56 miliar, naik dari defisit US$1,4 pada Jan-Apr 2018.  Neraca perdagangan ini tampaknya masih akan berlanjut defisit ke depannya tetapi dengan nilai yang menurun.

    Ekonomi China mulai terkena dampak tarif. Ketidakpastian ekonomi membuat konsumen mengurangi belanja. Penjualan ritel, otomotif turun. Surplus neraca dagang pada April 2019 sebesar US$13,84 miliar, turun dari US$26,21 miliar pada April 2018.

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Rabu-16-Mei-2019.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Rabu 15 Mei 2019

    Ada kecenderungan indeks di bursa Asia akan naik hari ini terlihat dari indeks futures bursa Asia yang hampir semuanya ‘hijau’  ditambah sentimen positif dari naiknya indeks di bursa global semalam walaupun harga minyak mentah turun pagi ini. Mata uang kuat Asia yen dan HK dolar dibuka menguat terhadap USDolar  pagi ini, tetapi kemungkinan rupiah masih akan melemah karena factor musiman menuju kisaran Rp.14.440 s.d Rp.14.470 per USD (kurs tengah Bloomberg).

     

    Kepemilikan dana asing pada pasar modal Indonesia masih cukup tinggi. Di pasar obligasi dana asing yang masuk tercatat sebesar US$4,4 miliar atau naik 2,7% yoy sedangkan di pasar saham tercatat masuk US$4,2 miliar atau naik 11,2% yoy.  Di tengah tensi perang dagang dan turunnya harga saat ini membuat pasar Indonesia menjadi relatif lebih murah dan mestinya bisa menarik dana asing lebih besar.

     

    The Fed mulai kawatirkan isu perang dagang yang bisa membuat perlambatan ekonomi AS dari potensi ekspansinya saat ini. Presiden the Fed dari Boston bahkan mensinyalkan the Fed akan menggunakan instrumen kebijakan ‘counter cycle’ termasuk menurunkan suku bunganya. Pada April 2019 ini harga impor AS tumbuh melambat dibandingkan Maret, belum memfaktorkan tensi perang dagang yang menguat di awal Mei ini.  

     

     

     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Rabu-15-Mei-2019.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Selasa 14 Mei 2019

     

    Indeks futures bursa Asia kompak tercatat ‘merah’ indikasi potensi koreksi indeks di bursa Asia hari ini terbawa sentimen indeks di bursa global yang kompak turun semalam dan harga minyak mentah juga dibuka turun pagi ini. Mata uang kuat Asia yen, HK dolar dan Sin dollar kompak dibuka menguat terhadap USDolar pagi ini yang bisa menjadi sentimen penguatan rupiah menuju kisaran antara  Rp.14.400  s.d Rp.14.420 per USD  (kurs tengah Bloomberg).

     

    Sektor manufaktur mencatatkan tren pertumbuhan yang melambat. Perlambatan terutama terjadi pada sub sektor pengolahan kelapa sawit, batubara, dan bahan tambang lainnya. Perlambatan pertumbuhan mengindikasikan perlambatan volume produksi. Isu deindustrialisasi menjadi semakin kuat. Kemungkinan perlambatan berkanjut dengan potensi melambatnya ekonomi global efek perang dagang AS-China.

     

    Perang dagang AS-China makin menguat dengan saling membalas menerapkan tariff. AS telah menerapkan kenaikan tariff menjadi 25% efektif pada Jumat pekan lalu, dan begitupun China mengancam memberlakukan kenaikan tariff pada barang-baang impor AS pada 1 Juni mendatang. Konflik perdagangan ini membuat ketidakpastian global meningkat.



     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

     

     

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

     

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Selasa-14-Mei-2019.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Senin 13 Mei 2019

    Sebagian besar indeks futures bursa Asia tercatat merah, indikasi indeks di bursa Asia berpotensi turun namun bisa jadi arah indeks positif memfaktorkan pembicaraan dagang AS-China yang masih berlanjut sementara harga minyak mentah dibuka turun pagi ini. Mata uang kuat Asia yen dan HK dolar dibuka menguat terhadap USDolar pagi ini yang bisa menjadi sentimen penguatan rupiah hari ini menuju kisaran antara Rp.14.300  s.d Rp.14.320 per USD  (kurs tengah Bloomberg).

     

    NPI pada Q1-2019 tercatat surplus sebesar US$2,42 miliar. Transaksi modal tercatat surplus sebesar US$10 miliar sementara Transaksi Berjalan tercatat defisit sebesar US$6,97 miliar. Defisit ini mencapai 2,6% dari PDB, turun dari 3,59% dari PDB pada Q4-2018 tetapi masih lebih tinggi dibandingkan  Q1-2018 yang seebsar 2,01% dari PDB dan Q1-2017 yang sebesar 0,84% dari PDB.  BI menargetkan defisit tercatat sebesar 2,5% dari PDB untuk tahun 2019.

     

    Inflasi AS pada April tercatat 2% yoy, naik dari 1,9% yoy pada Maret 2018. Secara bulanan tercatat 0,3% mom, melambat dari Maret 0,4% mom. Angka inflasi ini masih aman dan belum menjadi kekawatiran naiknya suku bunga the Fed, yang justru berpotensi turun diantaranya karena ‘tekanan’ permintaan Presiden Trump.

     



     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

     

     

     

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

     

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Senin-13-Mei-2019.pdf