Ada potensi indeks di bursa Asia hari ini bergerak ‘mixed’ terlihat dari indeks futures bursa Asia yang bervariasi tetapi cenderung terkoreksi dengan sentimen indeks di bursa global yang terkoreksi akhir pekan lalu walaupun harga minyak mentah dibuka naik pagi ini. Mata uang kuat Asia HK dolar dan Sin dolar dibuka menguat terhadap USDolar pagi ini yang bisa menjadi sentimen penguatan rupiah hari ini. Setidaknya rupiah masih dalam penjagaan BI di kisaran antara Rp.14.430 s.d Rp.14.470 per USD (kurs tengah Bloomberg).
Kepemilikan investor asing pada SBN per 16 Mei tercatat sebesar Rp.954,13 triliun atau naik 6,8% ytd. Posisi tertinggi tercatat pada 10 Mei sebesar Rp.962,02 triliun. Ketidakpastian global akibat kebuntuan kesepakatan dagang AS-China membuat aksi jual investor asing tak terkecuali dari pasar obligasi. Namun penjualan dari investor asing ini tampaknya terserap oleh Bank Indonesia, terlihat dari kepemilikan BI yang meningkat. Naiknya posisi BI ini sebagai upaya memitigasi risiko turunnya harga dan aksi beli USDolar.
Realisasi Pendapatan Negara pada April 2019 tercatat hanya naik 0,49% yoy. Perlambatan ini karena turunnya PNBP (minus 14,9% yoy) dan PPN dan PPnBM (minus 4,35% yoy). Penurunan ini indikasi dari kegiatan ekonomi yang melambat termasuk turunnya impor.
Salam,
Lana Soelistianingsih
Kepala Riset/Ekonom
Samuel Aset Manajemen
Telp: 62 21 28548828
PT SAMUEL ASET MANAJEMEN
Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia
t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474 |www.sam.co.id Ulasan-Ekonomi-Harian-Senin-20-Mei-2019.pdf
Leave a Reply