Samuel Aset Manajemen

Category: Ulasan Ekonomi

Ulasan Ekonomi

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – Senin 30 Agustus 2021

    Kilas Pasar

     

    Indeks saham di Amerika Serikat ditutup menguat pada perdagangan hari Jumat (27/8/2021) lalu. Indeks Dow Jones tercatat terapresiasi sebesar 0,69% diikuti oleh S&P 500 yang turut terapresiasi 0,88%, sementara Nasdaq menguat 1,23%.

     

    Dari Eropa, indeks acuan tercatat juga mengalami kenaikan dengan Euro Stoxx terapresiasi sebesar 0,43% bersamaan dengan FTSE yang menguat 0.32%. Dari dalam negeri, IHSG melemah sebesar 0,28% pada perdagangan hari Jumat (27/8/2021).

     

    Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS tercatat berada pada level Rp 14.417,5. Dari komoditas, perdagangan minyak tercatat menguat dengan minyak WTI dan Brent naik masing-masing sebesar 0.54% dan 0.98% diperdangkan pada level US$ 69,11 dan US$ 72,33 per barel.

     

    Indeks acuan Asia tercatat dibuka menguat pada perdagangan pagi hari ini dengan indeks NIKKEI menguat sebesar 0.45% diiringi oleh indeks KOSPI yang juga turut menguat sebesar 0.38%. Sementara itu, indeks futures Amerika Serikat pada pagi hari ini tercatat bergerak menguat dengan Dow Jones tumbuh 0.03% selaras dengan S&P 500 dan Nasdaq yang menguat 0,03% dan 0,08%.

     

    Isu Ekonomi dan Pasar

     

    Bank Indonesia (BI) mencatat, aliran modal asing masuk (capital inflow) ke pasar keuangan Indonesia mencapai Rp 7,67 triliun pada pekan lalu atau periode 23-26 Agustus 2021, lebih besar dari pekan sebelumnya, 16-19 Agustus 2021, yang senilai Rp 3,49 triliun. Ini terjadi justru pada saat potensi The Fed untuk melakukan pengurangan likuiditas (tapering off) mulai November mendatang semakin menguat. Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono mengatakan, aliran modal asing ini meliputi investasi ke Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp 7,18 triliun dan saham sebesar Rp 0,49 triliun. Sementara itu, berdasarkan data setelmen sejak awal tahun hingga 19 Agustus 2021 (year to date) aliran modal asing yang masuk mencapai sebesar Rp 14,1 triliun. (Investor Daily)

     

    Tindakan keras China terhadap perusahaan teknologi mendorong investor global untuk mencari peluang lain di seluruh Asia, yang telah berdampak pada lonjakan rekor penawaran umum perdana di India dan Korea Selatan yang menunjukkan sedikit tanda perlambatan. Perusahaan teknologi dari kedua negara tersebut dan Asia Tenggara telah mengumpulkan $8 miliar dari penjualan saham perdana tahun ini, telah melampaui puncak tahunan sebelumnya. Valuasinya siap untuk menjadi lebih besar dengan listing yang direncanakan oleh perusahaan termasuk raksasa fintech India Paytm dan konglomerat internet Indonesia GoTo, yang keduanya dapat memecahkan rekor penggalangan dana lokal. (Bloomberg)

     

    Melalui tulisan ini, kami kembali menyerukan kepada seluruh mitra investasi SAM untuk selalu menjaga kesehatan, mengikuti semua protokol kesehatan, menjaga jarak sosial dan fisik, serta seoptimal mungkin untuk melakukan aktivitas dari rumah. Semoga kita berhasil.

     

    Best Regards,

    SAM Investment

     

    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—30-Agustus-2021.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – Kamis 27 Agustus 2021

    Kilas Pasar 

    Indeks saham di Amerika Serikat ditutup terkoreksi pada perdagangan hari Kamis (26/8/2021) lalu. Indeks Dow Jones tercatat melemah sebesar 0.54% diikuti oleh S&P 500 yang turut melemah 0.58% sedangkan Nasdaq terkoreksi 0.64%. 

    Dari Eropa, indeks acuan tercatat bergerak melemah dengan Euro Stoxx terkoreksi sebesar 0.32% sedangkan FTSE melemah 0.35%. Dari dalam negeri, IHSG melemah sebesar 0.9% pada perdagangan hari Kamis (26/8/2021). 

    Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS tercatat melemah pada level Rp 14.417. Dari komoditas, perdagangan minyak tercatat menguat dengan minyak Brent dan WTI naik masing-masing sebesar 0.59% dan 0.6% diperdangkan pada level US$ 71.49 dan US$ 67.82 per barel. 

    Indeks acuan Asia tercatat dibuka melemah pada perdagangan pagi hari ini dengan indeks NIKKEI melemah sebesar 0.38% diiringi oleh indeks KOSPI yang juga turut melemah tipis sebesar 0.02%. Sementara itu, indeks futures Amerika Serikat pada pagi hari ini tercatat bergerak menguat dengan Dow Jones tumbuh 0.08% sedangkan S&P 500 mengalami kenaikan 0.09% dan Nasdaq menguat 0.14% 

    Isu Ekonomi dan Pasar 

    Arab Saudi pada bulan Mei mengizinkan warganya untuk bepergian ke luar negeri tanpa harus memiliki izin resmi setelah larangan selama lebih dari setahun, tetapi masih mempertahankan ‘daftar merah’ negara bagian yang tidak dapat mereka kunjungi. Alhasil, kebijakan ini membuat banyak masyarakat Arab Saudi yang memilih untuk berwisata di kota atau ?staycation?. Konsumsi pribadi tumbuh sebesar 1,3 persen pada kuartal pertama dibandingkan periode yang sama pada 2020, jauh di atas angka per kuartal sebelum pandemi dan penurunan pengeluaran luar negeri diperkirakan akan membuat angka tersebut tetap berada di posisi kuat. Nilai transaksi point-of-sale di negara Teluk Arab, salah satu indikator belanja konsumen, melonjak 71,7 persen dalam basis tahun-ke-tahun di bulan Mei, bulan yang populer untuk liburan, menjadi 40,27 miliar riya. (Bisnis) 

    Keputusan pemerintah dan Bank Indonesia (BI) untuk melanjutkan skema burden sharing dikhawatirkan akan berdampak pada kenaikan inflasi. Meski begitu, ekonom melihat kenaikan inflasi akibat burden sharing tidak akan signifikan. Ekonom Bank Mandiri Faisal Rachman melihat, skema pembagian beban ini memungkinkan meningkatkan inflasi. Namun, inflasi tidak akan meningkat signifikan dan masih akan berada dalam kisaran sasaran BI yang sebesar 2% – 4%. (Kontan) 

    Melalui tulisan ini, kami kembali menyerukan kepada seluruh mitra investasi SAM untuk selalu menjaga kesehatan, mengikuti semua protokol kesehatan, menjaga jarak sosial dan fisik, serta seoptimal mungkin untuk melakukan aktivitas dari rumah. Semoga kita berhasil. 

    Best Regards, 

    SAM Investment

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – Kamis 26 Agustus 2021

    Kilas Pasar

     

    Indeks saham di Amerika Serikat melanjutkan relinya pada hari perdagangan Rabu (25/8/2021) lalu. Indeks Dow Jones tercatat mengalami kenaikan sebesar 0.11% bersamaan dengan S&P 500 yang juga menguat sebesar 0.22% sedangkan NASDAQ terapresiasi sebesar 0.15%.

     

    Dari Eropa, indeks acuan tercatat bergerak menguat dengan Euro Stoxx meningkat tipis sebesar 0.01% sedangkan FTSE menguat 0.34%. Dari dalam negeri, IHSG ditutup menguat sebesar 0.39% pada perdagangan hari Rabu (25/8/2021).

     

    Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS tercatat pada level Rp 14.397. Dari komoditas, perdagangan minyak tercatat mixed dengan minyak Brent meningkat 0.16% diperdagangkan pada level US$ 71.02 per barel sedangkan minyak WTI terkoreksi 0.5% diperdagangkan pada level US$ 68.02 per barel.

     

    Indeks acuan Asia tercatat dibuka menguat pada perdagangan pagi hari ini dengan indeks NIKKEI menguat 0.21% seiring dengan indeks KOSPI yang juga turut menguat sebesar 0.21%. Sementara itu, indeks futures Amerika Serikat pada pagi hari ini tercatat bergerak mixed dengan Dow Jones menguat 0.01% sedangkan S&P 500 & Nasdaq masing-masing terkoreksi sebesar 0.06% dan 0.06%.

     

    Isu Ekonomi dan Pasar

     

    Jepang yang telah mengumumlan komitmen netral karbon pada 2050 tengah menghadapi masalah terbengkalainya pusat pengisian daya kendaraan listrik. Setelah menawarkan subsidi sebesar 100 miliar yen (US$911 juta) pada tahun fiskal 2012 untuk membangun stasiun pengisian dan memacu adopsi kendaraan listrik, tiang pengisian menjamur. Kini, dengan penetrasi mobil listrik yang hanya sekitar 1 persen, Jepang memiliki ratusan tiang pengisi daya yang sudah tua dan tidak digunakan. Tiang pengisian daya itu rata-rata telah berumur delapan tahun.Jumlah stasiun pengisian daya mobil listrik di Jepang turun menjadi sekitar 29.200 dalam 12 bulan yang berakhir Maret, menyusut dari lebih dari 30.300 tahun sebelumnya, menurut Zenrin Co. (Bisnis)

     

    Bank Indonesia (BI) melihat normalisasi kebijakan moneter The Federal Reserve berpotensi menahan masuknya arus modal asing ke dalam negeri. Untuk itu, BI berencana untuk melakukan stress test untuk mengantisipasi efek normalisasi kebijakan moneter (tapering off) bank sentral Amerika Serikat (AS). Seperti diketahui, membaiknya kondisi perekonomian AS membuat The Fed melemparkan sinyal untuk melakukan pengurangan stimulus moneter, yang memberi kekhawatiran hengkangnya arus modal asing dari negara berkembang, termasuk Indonesia. Selain risiko tapering off tersebut, stress test yang akan dilakukan oleh bank sentral juga untuk mengantisipasi peningkatan varian Delta Covid-19 yang bisa memicu penurunan kepercayaan para investor. (Kontan)

     

    Melalui tulisan ini, kami kembali menyerukan kepada seluruh mitra investasi SAM untuk selalu menjaga kesehatan, mengikuti semua protokol kesehatan, menjaga jarak sosial dan fisik, serta seoptimal mungkin untuk melakukan aktivitas dari rumah. Semoga kita berhasil.

     

    Best Regards,

    SAM Investment

     

     

    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—26-Agustus-2021.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – Rabu 25 Agustus 2021

    Kilas Pasar

     

    Indeks saham di Amerika Serikat melanjutkan relinya pada hari perdagangan Selasa (24/8/2021) lalu. Indeks Dow Jones tercatat mengalami kenaikan sebesar 0.09% bersamaan dengan S&P 500 yang juga menguat sebesar 0.15% sedangkan NASDAQ terapresiasi sebesar 0.52%.

     

    Dari Eropa, indeks acuan tercatat bergerak mixed dengan Euro Stoxx terkoreksi tipis sebesar 0.02% sedangkan FTSE menguat 0.24%. Dari dalam negeri, IHSG ditutup melemah sebesar 0.33% pada perdagangan hari Selasa (24/8/2021).

     

    Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS tercatat menguat pada level Rp 14.392. Dari komoditas, minyak Brent dan WTI tercatat melemah dengan masing-masing terkoreksi sebesar 0.17% dan 0.09%, diperdagangkan pada level US$ 70.32 dan US$ 67.48 per barel.

     

    Indeks acuan Asia tercatat dibuka menguat pada perdagangan pagi hari ini dengan indeks NIKKEI menguat 0.36% seiring dengan indeks KOSPI yang juga turut menguat sebesar 0.44%. Sementara itu, indeks futures Amerika Serikat pada pagi hari ini tercatat bergerak menguat dengan Dow Jones menguat 0.06%, S&P 500 menguat 0.02% dan Nasdaq tumbuh 0.04%.

     

    Isu Ekonomi dan Pasar

     

    Penjualan rumah baru AS naik pada bulan Juli untuk pertama kalinya dalam empat bulan, sebagian didorong oleh adanya tambahan persediaan dan menunjukkan adanya permintaan dasar yang masih kuat.

    Pembelian rumah keluarga tunggal baru meningkat 1% sebesar 708.000 dari bulan Juni yang sebesar 701.000 , jauh di atas median estimasi dari hasil survey terhadap ekonom di Bloomberg. Laporan tersebut menunjukkan tren pembelian stabil setelah jatuh ke level terendah sejak April 2020. Bunga pinjaman yang rendah menyebabkan adanya peningkatan pembelian pada tahun lalu dan membuat para developer berjuang untuk mengimbangi jumlah permintaan. (Bloomberg)

     

    Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan bahwa belanja pemerintah menjadi salah satu motor pertumbuhan ekonomi. Airlangga mencatat belanja pemerintah yang sumbernya dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional tumbuh 8,06 persen pada kuartal II/2021 dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Menko Airlangga menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi akan sangat tergantung kepada pengendalian pandemi secara disiplin, dukungan perbaikan sistem ketahanan kesehatan. Selain itu juga bergantung pada respon kebijakan ekonomi yang tepat untuk memastikan proses pemulihan yang lebih kuat dan penciptaan lapangan kerja secara signifikan dan kesiapan bertransformasi (teknologi digital) ke masa depan. (Bisnis)

     

    Melalui tulisan ini, kami kembali menyerukan kepada seluruh mitra investasi SAM untuk selalu menjaga kesehatan, mengikuti semua protokol kesehatan, menjaga jarak sosial dan fisik, serta seoptimal mungkin untuk melakukan aktivitas dari rumah. Semoga kita berhasil.

     

    Best Regards,

    SAM Investment

     

     

    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—25-Agustus-2021.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – Selasa 24 Agustus 2021

    Kilas Pasar

     

    Indeks saham di Amerika Serikat tercatat melanjutkan penguatannya pada hari perdagangan Senin (23/8/2021) lalu. Indeks Dow Jones tercatat mengalami kenaikan sebesar 0.61% bersamaan dengan S&P 500 yang juga menguat sebesar 0.85% sedangkan NASDAQ terapresiasi sebesar 1.55%.

     

    Dari Eropa, indeks acuan juga tercatat kembali menguat dengan Euro Stoxx tercatat meningkat sebesar 0.66% sedangkan FTSE menguat 0.3%. Dari dalam negeri, IHSG terapresiasi sebesar 1.31% pada perdagangan hari Senin (23/8/2021).

     

    Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS tercatat menguat pada level Rp 14.412. Dari komoditas, minyak Brent dan WTI tercatat terapresiasi dengan masing-masing meningkat sebesar 0.04% dan 0.03%, diperdagangkan pada level US$ 68.28 dan US$ 65.66 per barel.

     

    Indeks acuan Asia tercatat dibuka menguat pada perdagangan pagi hari ini dengan indeks NIKKEI menguat 0.76% seiring dengan indeks KOSPI yang juga turut menguat sebesar 1.06%. Sementara itu, indeks futures Amerika Serikat pada pagi hari ini tercatat bergerak menguat dengan Dow Jones menguat 0.17%, S&P 500 menguat 0.16% dan Nasdaq 0.15%.

     

    Isu Ekonomi dan Pasar

     

    Pemerintah bersama dengan Bank Indonesia (BI) berencana akan melanjutkan burden sharing untuk pembiayaan utang di tahun depan. Rencananya, BI bakal membeli Surat Berharga Negara (SBN) sebanyak Rp 224 triliun. Angka tersebut lebih tinggi 4% dari burden sharing atas APBN 2021 yang hanya mencapai Rp 215 triliun. Adapun pemerintah akan mengalokasikan uang dari SBN yang dibeli oleh BI untuk penanganan kesehatan, perlindungan sosial, dan stimulus Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) seiring dengan dampak pandemi virus corona yang diramal masih mendistorsi perekonomian dalam negeri. (Kontan)

     

    Jumlah infeksi Covid-19 melonjak di Malaysia akan memperburuk krisis semikonduktor dan komponen lain yang telah memukul produsen mobil selama berbulan-bulan. Negara Asia Tenggara ini secara historis tidak memiliki kepentingan yang sama dalam rantai pasokan teknologi seperti yang dilakukan Taiwan, Korea Selatan, atau Jepang. Namun dalam beberapa tahun terakhir, Malaysia muncul sebagai pusat utama untuk pengujian dan pengemasan chip, dengan Infineon Technologies AG, NXP Semiconductors NV dan STMicroelectronics NV sebagai pemasok utama yang mengoperasikan pabrik di sana. Sekarang infeksi Covid-19 melonjak di negara itu dan kondisi ini membahayakan rencana untuk mencabut pembatasan dan memulihkan kapasitas produksi secara penuh. Rata-rata tujuh hari untuk infeksi harian yang dilaporkan telah melampaui 20.000, naik dari lebih dari 5.000 pada akhir Juni. (Bisnis)

     

    Melalui tulisan ini, kami kembali menyerukan kepada seluruh mitra investasi SAM untuk selalu menjaga kesehatan, mengikuti semua protokol kesehatan, menjaga jarak sosial dan fisik, serta seoptimal mungkin untuk melakukan aktivitas dari rumah. Semoga kita berhasil.

     

    Best Regards,

    SAM Investment

     

     

    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—24-Agustus-2021.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – Senin 23 Agustus 2021

    Kilas Pasar

     

    Indeks saham di Amerika Serikat tercatat ditutup menguat pada hari perdagangan Jumat (20/8/2021) lalu. Indeks Dow Jones tercatat mengalami kenaikan sebesar 0.65% bersamaan dengan S&P 500 yang juga menguat sebesar 0.81% sedangkan NASDAQ terapresiasi sebesar 1.19%.

     

    Dari Eropa, indeks acuan tercatat kompak terapresiasi dengan Euro Stoxx tercatat meningkat sebesar 0.33% sedangkan FTSE menguat 0.41%. Sementara itu, dari dalam negeri IHSG ditutup menguat sebesar 0.64% pada perdagangan hari Jumat (20/8/2021).

     

    Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS tercatat melemah pada level Rp 14.452. Dari komoditas, minyak WTI dan Brent tercatat terapresiasi dengan masing-masing meningkat sebesar 0.77% dan 0.83%, diperdagangkan pada level US$ 62.61 dan US$ 65.29 per barel.

     

    Indeks acuan Asia tercatat dibuka menguat pada perdagangan pagi hari ini dengan indeks NIKKEI menguat 1.23% seiring dengan indeks KOSPI yang juga turut menguat sebesar 0.47%. Sementara itu, indeks futures Amerika Serikat pada pagi hari ini tercatat bergerak menguat dengan Dow Jones menguat 0.05%, S&P 500 menguat 0.08% dan Nasdaq juga turut terapresiasi 0.15%.

     

    Isu Ekonomi dan Pasar

     

    Peraturan baru Otoritas Jasa Keuangan (POJK) mensyaratkan bank digital berkontribusi terhadap pengembangan ekosistem keuangan guna mempercepat peningkatan inklusi keuangan. Bank dengan layanan digital penuh ini diharapkan bersinergi dengan fintech dan lembaga keuangan bukan bank lainnya, agar penetrasi layanan keuangan menembus seluruh lapisan masyarakat. Tiga beleid yang baru adalah POJK No 12/POJK.03/2021 tentang Bank Umum, POJK No 13/POJK.03/2021 tentang Penyelenggaraan Produk Bank Umum, serta POJK No 14/POJK.03/2021 tentang Perubahan POJK No 34/POJK.03/2018 tentang Penilaian Kembali Pihak Utama Lembaga Jasa Keuangan. (Investor ID)

     

    Eksportir Jerman menghadapi tekanan yang meningkat di pasar dalam negeri dari ekspor China ke Uni Eropa (UE), menurut sebuah studi oleh Cologne Institute for Economic Research. Ekspor China ke wilayah tersebut terdiri atas barang-barang industri yang semakin canggih, seperti mesin, farmasi, dan produk otomotif, yang telah lama dianggap sebagai domain pabrikan Jerman. Menurut penelitian, yang dilaporkan oleh surat kabar Welt am Sonntag Jerman, pangsa produk tersebut pada semua impor UE dari China naik dari 50,7 persen pada 2000 menjadi 68,2 persen pada 2019. “Dengan China, Jerman melihat persaingan ekspor yang kuat tidak hanya secara global, tetapi juga di pasar dalam negeri Eropa sendiri,” tulis Welt am Sonntag mengutip ekonom IW Juergen Matthes, dilansir Bloomberg, Minggu (22/8/2021). (Bisnis)

     

    Melalui tulisan ini, kami kembali menyerukan kepada seluruh mitra investasi SAM untuk selalu menjaga kesehatan, mengikuti semua protokol kesehatan, menjaga jarak sosial dan fisik, serta seoptimal mungkin untuk melakukan aktivitas dari rumah. Semoga kita berhasil.

     

    Best Regards,

    SAM Investment

     

     

    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—23-Agustus-2021.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – Jumat 20 Agustus 2021

    Kilas Pasar

     

    Indeks saham di Amerika Serikat tercatat ditutup bervariasi pada perdagangan hari Kamis (19/8/2021) kemarin. Indeks Dow Jones tercatat mengalami penurunan sebesar 0,19%. Berbeda dengan dengan S&P 500 dan Nasdaq yang masing-masing menguat 0,13% dan 0,11%.

     

    Dari Eropa, indeks acuan tercatat melemah dengan Euro Stoxx tercatat mengalami depresiasi sebesar 1,51% sedangkan FTSE juga mengalami pelemahan sebesar 1,54%. Sementara itu, dari dalam negeri IHSG ditutup melemah cukup dalam sebesar 2,06% pada perdagangan hari Kamis (19/8/2021).

     

    Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS tercatat berada pada level Rp 14.402,5. Dari komoditas, minyak WTI pagi ini tercatat menguat sebesar 0,65% bersamaan dengan Brent yang tercatat menguat 0,45%, keduanya diperdagangkan pada level US$ 63.91 dan US$ 66.81 per barel.

     

    Pagi ini indeks NIKKEI tercatat mengalami koreksi sebesar 0,07% berbeda dengan KOSPI yang menguat 0,56%. Sementara itu, indeks futures Amerika Serikat pada pagi hari ini tercatat bervariasi dengan dengan Dow Jones serta Nasdaq meningkat masing-masing sebesar 0,02% dan 0,03%, sedangkan S&P 500 futures terdepresiasi sebesar 0,03%.

     

    Isu Ekonomi dan Pasar

     

    Rapat Dewan Gubernur BI memutuskan untuk kembali menahan suku bunga acuan, BI 7-Days Reverse Repo Rate, dalam rapat periodoe Agustus 2021 di level 3,50%. Pada kesempatan yang sama Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo juga menyatakan tengah memfinalisasi rencana menerbitkan kebijakan Rasio Pembiayaan Inklusif Makroprudensial (RPIM) pada 1 September 2021. Kebijakan pembiayaan inklusif ini tidak hanya terkait pembiayaan atau kredit untuk UMKM, tapi juga termasuk berbagai pihak yang mendukung UMKM. Selain itu, BI juga berupaya menyeimbangkan selisih suku bunga portofolio investasi di dalam dan luar negeri, terutama untuk Surat Berharga Negara (SBN) dalam rangka menghadapi tekanan di pasar keuangan akibat kebijakan tapering off oleh bank sentral Amerika Serikat. (Investor Daily)

     

    Badan legislatif tinggi China diperkirakan akan menyetujui proposal untuk memberlakukan undang-undang anti-sanksi di Hong Kong, sebuah pembalasan terhadap AS yang dapat menempatkan perusahaan-perusahaan global dalam konflik antara dua ekonomi terbesar dunia. Hong Kong menjadi sorotan karena memblokir warga Hong Kong tertentu yang melarikan diri. Itu terjadi setelah keputusan Beijing pada Januari untuk menghentikan pengakuan paspor Nasional Inggris di Luar Negeri sebagai dokumen resmi yang sah. (Bloomberg)

     

    Melalui tulisan ini, kami kembali menyerukan kepada seluruh mitra investasi SAM untuk selalu menjaga kesehatan, mengikuti semua protokol kesehatan, menjaga jarak sosial dan fisik, serta seoptimal mungkin untuk melakukan aktivitas dari rumah. Semoga kita berhasil.

     

    Best Regards,

    SAM Investment

     

    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—20-Agustus-2021.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – Kamis 19 Agustus 2021

    Kilas Pasar

     

    Indeks saham di Amerika Serikat tercatat ditutup melemah pada perdagangan hari Rabu (18/8/2021) kemarin. Indeks Dow Jones tercatat mengalami penurunan sebesar 1,08% bersamaan dengan S&P 500 yang juga melemah sebesar 1,07% dan NASDAQ sebesar 0,89%.

     

    Dari Eropa, indeks acuan tercatat menguat dengan Euro Stoxx tercatat mengalami apreasiasi sebesar 0,14% sedangkan FTSE mengalami pelemahan sebesar 0,16%. Sementara itu, dari dalam negeri IHSG ditutup menguat 0,50% pada perdagangan hari Rabu (18/8/2021).

     

    Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS tercatat berada pada level Rp 14.372,5. Dari komoditas, minyak WTI pagi ini tercatat melemah sebesar 1,38% sedangkan Brent pagi ini tercatat menguat 0,07%, keduanya diperdagangkan pada level US$ 64.31 dan US$ 67.33 per barel.

     

    Pagi ini indeks NIKKEI tercatat mengalami koreksi sebesar 0,46% sejalan dengan KOSPI yang terkoreksi 0,22%. Sementara itu, indeks futures Amerika Serikat pada pagi hari ini tercatat menguat tipis dengan Dow Jones, S&P, dan Nasdaq masing-masing terapresiasi sebesar 0,01%, 0,01% dan 0,07%.

     

    Isu Ekonomi dan Pasar

     

    Pendekatan yang dilakukan pemerintah Tiongkok kepada Taliban menunjukkan adanya upaya untuk mengambil keuntungan maksimal dari keruntuhan dramatis proyek Amerika Serikat (AS) di Afghanistan. Sekitar dua minggu sebelum kelompok Islamis merebut kekuasaan dalam serangan kilat yang mengejutkan dunia, Menlu Tiongkok Wang Yi menjamu delegasi Taliban di Beijing, Tiongkok. Hanya satu hari setelah Taliban memasuki Kabul, pemerintah Tiongkok mengatakan siap untuk memperdalam apa yang disebutnya hubungan persahabatan dan kerja sama dengan Afghanistan. (Investor Daily)

     

    Ekspor hasil industri pengolahan Indonesia selama periode Januari–Juli 2021 tercatat US$ 94,62 miliar, melonjak hingga 31,36% dibanding periode sama 2020 yang sebesar US$ 72,03 miliar. Pencapaian ini merupakan pembalikan dari kinerja ekspor hasil industri pengolahan pada periode Januari–Juli 2020 yang secara cumulative to cumulative (ctc) mengalami kontraksi 0,67%. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Margo Yuwono menjelaskan, peningkatan ekspor hasil industri pengolahan itu dikarenakan oleh kenaikan nilai ekspor sejumlah komoditas, seperti besi baja, minyak kelapa sawit, dan kimia dasar organik yang bersumber dari hasil pertanian. ekspor hasil industry pengolahan selama periode Januari–Juli 2021 itu juga memberi kontribusi terbesar terhadap total ekspor yang mencapai US$ 120,57 miliar, yaitu sebesar 78,47%. (Investor Daily)

     

    Melalui tulisan ini, kami kembali menyerukan kepada seluruh mitra investasi SAM untuk selalu menjaga kesehatan, mengikuti semua protokol kesehatan, menjaga jarak sosial dan fisik, serta seoptimal mungkin untuk melakukan aktivitas dari rumah. Semoga kita berhasil.

     

    Best Regards,

    SAM Investment

     

    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—19-Agustus-2021.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – Rabu 18 Agustus 2021

    Kilas Pasar

     

    Indeks saham di Amerika Serikat tercatat ditutup melemah pada hari perdagangan Selasa (17/8/2021) kemarin. Indeks Dow Jones tercatat mengalami penurunan sebesar 0.79% bersamaan dengan S&P 500 yang juga melemah sebesar 0.71% dan NASDAQ sebesar 0.93%.

     

    Dari Eropa, indeks acuan tercatat menguat dengan Euro Stoxx tercatat mengalami apreasiasi sebesar 0.07% disusul FTSE yang menguat 0.38%. Sementara itu, dari dalam negeri IHSG ditutup melemah 0,84% pada perdagangan hari Senin (16/8/2021).

     

    Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS tercatat berada pada level Rp 14.372. Dari komoditas, minyak WTI dan Brent pagi ini tercatat melemah masing-masing sebesar 0.06% dan 0.20%, diperdagangkan pada level US$ 66.30 dan US$ 68.97 per barel.

     

    Pagi ini indeks NIKKEI tercatat mengalami koreksi tipis sebesar 0.05% sedangkan KOSPI terapreasiasi sebesar 0.08%. Sementara itu, indeks futures Amerika Serikat pada pagi hari ini tercatat kembali terkoreksi dengan Dow Jones, S&P, dan Nasdaq masing-masing terkoreksi sebesar 0.14%, 0.15% dan 0.20%.

     

    Isu Ekonomi dan Pasar

     

    Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menegaskan, risiko ketidakpastian pada 2022 akan diantisipasi melalui fleksibilitas APBN dengan fokus dukungan pada penanganan kesehatan dan perlindungan sosial. Karena itu, RAPBN 2022 masih menyiapkan anggaran yang cukup signifikan untuk pengendalian kasus Covid-19 dan vaksinasi yang dilanjutkan. Sedangkan terkait pertumbuhan ekonomi, dalam RAPBN 2022 pemerintah mematok angka di kisaran 5% hingga 5,5%. Indef menilai, dengan kondisi pandemi yang terjadi saat ini, target pertumbuhan ekonomi 5% sampai 5,5% dalam RAPBN 2022 tidak realistis. Secara terpisah, Wakil Ketua Umum Apindo Shinta Widjadja Kamdani mengatakan, bila tidak terjadi gelombang ketiga pandemi dan sudah terjadi normalisasi kegiatan ekonomi, maka proyeksi pertumbuhan ekonomi 2022 tersebut masih mungkin terealisasi. (Investor Daily)

     

    Singapura berencana untuk membuat program percontohan untuk memungkinkan pelancong bisnis yang divaksinasi dari beberapa negara untuk masuk dalam rencana perjalanan yang terkendali bulan depan, demi memetakan pembukaan kembali internasional yang hati-hati. Singapura sedang dalam pembicaraan dengan Jerman, Australia, Kanada dan Korea Selatan untuk menjadi kelompok pertama negara untuk pengaturan tersebut, meskipun juga melihat kemungkinan perjalanan liburan, kata menteri perdagangan Gan Kim Yong kepada Bloomberg News dalam sebuah wawancara Selasa. Dia mengatakan faktor-faktor seperti infeksi, tingkat vaksinasi dan kemampuan untuk mengendalikan wabah akan dipertimbangkan selama diskusi. (Bloomberg)

     

    Melalui tulisan ini, kami kembali menyerukan kepada seluruh mitra investasi SAM untuk selalu menjaga kesehatan, mengikuti semua protokol kesehatan, menjaga jarak sosial dan fisik, serta seoptimal mungkin untuk melakukan aktivitas dari rumah. Semoga kita berhasil.

     

    Best Regards,

    SAM Investment

     

    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—18-Agustus-2021.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – Senin 16 Agustus 2021

    Kilas Pasar

     

    Indeks saham di Amerika Serikat tercatat ditutup menguat pada hari perdagangan Jumat (13/8/2021) lalu. Indeks Dow Jones tercatat mengalami kenaikan sebesar 0.04% bersamaan dengan S&P 500 yang juga menguat sebesar 0.16% sedangkan NASDAQ menguat sebesar 0.04%.

     

    Dari Eropa, indeks acuan juga tercatat kompak menguat dengan Euro Stoxx tercatat terapresiasi sebesar 0.21% sedangkan FTSE menguat 0.35%. Sementara itu, dari dalam negeri IHSG ditutup stagnan pada level 6.139 pada perdagangan hari Jumat (13/8/2021).

     

    Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS tercatat melemah pada level Rp 14.387. Dari komoditas, minyak WTI dan Brent tercatat melemah masing-masing sebesar 0.5% dan 0.45%, diperdagangkan pada level US$ 68.1 dan US$ 70.27 per barel.

     

    Indeks acuan Asia tercatat dibuka melemah pada perdagangan pagi hari ini dengan indeks NIKKEI tercatat terkoreksi dalam sebesar 1.22% diiringi oleh indeks ASX 200 Australia yang juga turut terkoreksi sebesar 0.15%. Sementara itu, indeks futures Amerika Serikat pada pagi hari ini tercatat kembali terkoreksi dengan Dow Jones, S&P, dan Nasdaq masing-masing terkoreksi sebesar 0.14%, 0.1% dan 0.05%.

     

    Isu Ekonomi dan Pasar

     

    Bank Sentral Selandia Baru dikabarkan akan meningkatkan suku bunga acuannya pada minggu ini sebagai tindak lanjut untuk menghindari overheating pada pemulihan ekonominya. Bank Sentral Selandia Baru mengumumkan akan meningkatkan suku bunga sebesar seperempat poin persentase menjadi 0.5%. Salah satu ekonom memprediksi kenaikan tersebut tidak akan membawa perubahan yang signifikan. Pasar juga berharap akan kenaikan suku bunga tersebut dikarenakan adanya kekhawatiran terhadap kurangnya tenaga kerja yang akan menimbulkan inflasi wage-push. “Sudah jelas ekonomi Selandia Baru tidak lagi membutuhkan stimulus moneter yang ekstrim,” kata Sharon Zollner, kepala ekonom di ANZ Bank Selandia Baru di Auckland. (Bloomberg)

     

    Pemerintah kembali meluncurkan Surat Berharga Negara (SBN) ritel berjenis sukuk ritel seri SR015. Ekonom memproyeksikan kupon SR015 di 5%. Direktur Pembiayaan Syariah Kemenkeu Dwi Irianti Hadiningdyah mengatakan jika tidak aral melintang, SR015 akan terbit pada 20 Agustus 2021. “Penerbitan SR015 masih sesuai rencana akan mulai ditawarkan kepada investor di 20 Agustus,” kata Dwi, Jumat (13/8). Dwi memproyeksikan penjualan SR015 juga akan ramai peminat. “Kami masih sangat optimistis penjualan ramai karena likuiditas masih besar sementara pengeluaran masyarakat masih terbatas,” kata Dwi. (Kontan)

     

     

    Melalui tulisan ini, kami kembali menyerukan kepada seluruh mitra investasi SAM untuk selalu menjaga kesehatan, mengikuti semua protokol kesehatan, menjaga jarak sosial dan fisik, serta seoptimal mungkin untuk melakukan aktivitas dari rumah. Semoga kita berhasil.

     

    Best Regards,

    SAM Investment

     

     

    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—16-Agustus-2021.pdf