SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – Jumat 20 Agustus 2021

Kilas Pasar

 

Indeks saham di Amerika Serikat tercatat ditutup bervariasi pada perdagangan hari Kamis (19/8/2021) kemarin. Indeks Dow Jones tercatat mengalami penurunan sebesar 0,19%. Berbeda dengan dengan S&P 500 dan Nasdaq yang masing-masing menguat 0,13% dan 0,11%.

 

Dari Eropa, indeks acuan tercatat melemah dengan Euro Stoxx tercatat mengalami depresiasi sebesar 1,51% sedangkan FTSE juga mengalami pelemahan sebesar 1,54%. Sementara itu, dari dalam negeri IHSG ditutup melemah cukup dalam sebesar 2,06% pada perdagangan hari Kamis (19/8/2021).

 

Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS tercatat berada pada level Rp 14.402,5. Dari komoditas, minyak WTI pagi ini tercatat menguat sebesar 0,65% bersamaan dengan Brent yang tercatat menguat 0,45%, keduanya diperdagangkan pada level US$ 63.91 dan US$ 66.81 per barel.

 

Pagi ini indeks NIKKEI tercatat mengalami koreksi sebesar 0,07% berbeda dengan KOSPI yang menguat 0,56%. Sementara itu, indeks futures Amerika Serikat pada pagi hari ini tercatat bervariasi dengan dengan Dow Jones serta Nasdaq meningkat masing-masing sebesar 0,02% dan 0,03%, sedangkan S&P 500 futures terdepresiasi sebesar 0,03%.

 

Isu Ekonomi dan Pasar

 

Rapat Dewan Gubernur BI memutuskan untuk kembali menahan suku bunga acuan, BI 7-Days Reverse Repo Rate, dalam rapat periodoe Agustus 2021 di level 3,50%. Pada kesempatan yang sama Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo juga menyatakan tengah memfinalisasi rencana menerbitkan kebijakan Rasio Pembiayaan Inklusif Makroprudensial (RPIM) pada 1 September 2021. Kebijakan pembiayaan inklusif ini tidak hanya terkait pembiayaan atau kredit untuk UMKM, tapi juga termasuk berbagai pihak yang mendukung UMKM. Selain itu, BI juga berupaya menyeimbangkan selisih suku bunga portofolio investasi di dalam dan luar negeri, terutama untuk Surat Berharga Negara (SBN) dalam rangka menghadapi tekanan di pasar keuangan akibat kebijakan tapering off oleh bank sentral Amerika Serikat. (Investor Daily)

 

Badan legislatif tinggi China diperkirakan akan menyetujui proposal untuk memberlakukan undang-undang anti-sanksi di Hong Kong, sebuah pembalasan terhadap AS yang dapat menempatkan perusahaan-perusahaan global dalam konflik antara dua ekonomi terbesar dunia. Hong Kong menjadi sorotan karena memblokir warga Hong Kong tertentu yang melarikan diri. Itu terjadi setelah keputusan Beijing pada Januari untuk menghentikan pengakuan paspor Nasional Inggris di Luar Negeri sebagai dokumen resmi yang sah. (Bloomberg)

 

Melalui tulisan ini, kami kembali menyerukan kepada seluruh mitra investasi SAM untuk selalu menjaga kesehatan, mengikuti semua protokol kesehatan, menjaga jarak sosial dan fisik, serta seoptimal mungkin untuk melakukan aktivitas dari rumah. Semoga kita berhasil.

 

Best Regards,

SAM Investment

 

SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—20-Agustus-2021.pdf