Samuel Aset Manajemen

Category: Ulasan Ekonomi

Ulasan Ekonomi

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – Jumat 24 September 2021

    Kilas Pasar

     

    Indeks saham di Amerika Serikat melanjutkan penguatannya pada perdagangan hari Kamis (23/9/2021). Indeks Dow Jones tercatat menguat 1.48%, S&P 500 tumbuh sebesar 1.21% sementara Nasdaq menguat 1.04%.

     

    Dari Eropa, indeks acuan bergerak bervariasi dengan Euro Stoxx tumbuh sebesar 0.93% sedangkan FTSE terkoreksi tipis sebesar 0.07%. Dari dalam negeri, IHSG tercatat menguat sebesar 0.56% pada hari perdagangan kemarin.

     

    Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS tercatat pada level Rp 14,242. Pada pagi hari ini, perdagangan minyak tercatat melemah dengan minyak WTI dan Brent tercatat melemah sebesar 0.01% dan 0.11% secara berturut-turut dan diperdagangkan pada level US$ 73.22 dan US$ 77.25 per barel.

     

    Indeks acuan Asia tercatat dibuka bergerak menguat pada perdagangan pagi hari ini. Indeks Nikkei tercatat tumbuh sebesar 1.97% sementara KOSPI dibuka menguat 0.24%. Sementara itu, indeks futures Amerika Serikat pada pagi hari ini tercatat menguat dengan Dow Jones, S&P 500 dan Nasdaq masing-masing tumbuh sebesar 0.24%, 0.28% dan 0.17% secara berturut-turut.

     

    Isu Ekonomi dan Pasar

     

    Realisasi penerimaan pajak per Agustus 2021 tercatat masih lebih rendah 8,07 persen dibandingkan dengan periode sebelum pandemi, yakni pada 2019. Berdasarkan paparan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati penerimaan pajak periode Januari–Agustus 2021 sebesar Rp741,3 triliun. Jumlah itu tumbuh 9,5 persen (year-on-year/yoy) dari tahun lalu, saat terjadi koreksi karena pandemi Covid-19. Meskipun begitu, kinerja tahun berjalan tercatat belum lebih besar dibandingkan dengan perolehan pajak pada Januari–Agustus 2019 sebesar Rp801,16 triliun. Realisasi penerimaan pajak Januari–Agustus 2021 masih lebih rendah 8,07 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada 2019. (Bisnis)

     

    Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengaku telah melaporkan hasil evaluasi penerapan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 8 tahun 2018 tentang Penundaan dan Evaluasi Perizinan Perkebunan Kelapa Sawit serta Peningkatan Produktivitas Perkebunan Kelapa Sawit kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi). Inpres yang dikenal dengan istilah moratorium sawit itu telah berakhir masa berlakunya pada 19 September 2021 lalu. Ada tujuh tugas yang perlu dilakukan selama moratorium sawit. Salah satu tugas KLHK selama moratorium sawit adalah mengidentifikasi lahan sawit yang berada pada kawasan hutan. Telah teridentifikasi terdapat 3,37 juta hektare (ha) lahan sawit yang berada pada kawasan hutan. (Kontan)

     

    Melalui tulisan ini, kami kembali menyerukan kepada seluruh mitra investasi SAM untuk selalu menjaga kesehatan, mengikuti semua protokol kesehatan, menjaga jarak sosial dan fisik, serta seoptimal mungkin untuk melakukan aktivitas dari rumah. Semoga kita berhasil.

     

    Best Regards,

    SAM Investment

     

     

    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—24-September-2021.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – Kamis 23 September 2021

    Kilas Pasar

     

    Indeks saham di Amerika Serikat bergerak menguat pada perdagangan hari Rabu (22/9/2021). Indeks Dow Jones tercatat menguat 1%, S&P 500 tumbuh sebesar 0.95% dan Nasdaq menguat 1.02%.

     

    Dari Eropa, indeks acuan bergerak menguat dengan Euro Stoxx tumbuh sebesar 0.99% sedangkan FTSE menguat sebesar 1.47%. Dari dalam negeri, IHSG tercatat menguat sebesar 0.78% pada hari perdagangan kemarin.

     

    Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS tercatat pada level Rp 14,242. Pada pagi hari ini, perdagangan minyak tercatat melemah dengan minyak WTI dan Brent tercatat melemah sebesar 0.39% dan 0.09% secara berturut-turut dan diperdagangkan pada level US$ 71.97 dan US$ 75.85 per barel.

     

    Indeks acuan Asia tercatat dibuka bergerak melemah pada perdagangan pagi hari ini dengan indeks Nikkei terkoreksi sebesar 0.67% dan indeks KOSPI dibuka melemah sebesar 0.57%. Sementara itu, indeks futures Amerika Serikat pada pagi hari ini tercatat menguat dengan Dow Jones, S&P 500 dan Nasdaq masing-masing tumbuh sebesar 0.28%, 0.25% dan 0.23% secara berturut-turut.

     

    Isu Ekonomi dan Pasar

     

    Rekor harga gas alam di seluruh dunia telah mendorong beberapa perusahaan padat energi mengurangi dan menangguhkan produksi. Efek domino dari tindakan tersebut yakni gangguan rantai pasokan global pada beberapa sektor bertambah dan pelanggan berpotensi membayar harga produk lebih tinggi. Dalam beberapa bulan terakhir harga gas alam telah meningkat tajam di seluruh dunia. Penyebabnya adalah kombinasi antara peningkatan permintaan terutama dari Asia seiring pemulihan pasca pandemi, persediaan gas rendah dan pasokan gas yang lebih ketat dari biasanya dari Rusia. Harga gas di Eropa telah meningkat lebih dari 250% tahun ini. Sementara harga gas di Asia telah mengalami kenaikan sekitar 175% sejak akhir Januari 2021. Tekanan sejauh ini sangat akut di Eropa. Stok gas jauh lebih rendah dibandingkan biasanya menuju musim dingin. (Kontan)

     

    Kalangan peternak unggas mengatakan pemerintah harus siap menghadapi konsekuensi dari keputusan untuk tidak mengimpor jagung pakan. Saat ini, gejolak harga masih berlangsung karena disinyalir adanya pasokan yang terbatas. “Jika pemerintah memutuskan tidak impor, artinya pemerintah harus bisa menanggung konsekuensi jika kondisi di lapangan tidak sesuai perkiraan. Bagaimana peternak tetap memeroleh jagung dengan mudah dan harga sesuai,” kata Sekretaris Jenderal Gabungan Organisasi Peternak Ayam Nasional (GOPAN) Sugeng Wahyudi, Rabu (22/9/2021). Sugeng mengkhawatirkan kondisi pasokan di lapangan justru tidak sesuai dengan data pemerintah. Jika pasokan memadai, dia menyebutkan harga jagung seharusnya tetap terkendali. (Bisnis)

     

    Melalui tulisan ini, kami kembali menyerukan kepada seluruh mitra investasi SAM untuk selalu menjaga kesehatan, mengikuti semua protokol kesehatan, menjaga jarak sosial dan fisik, serta seoptimal mungkin untuk melakukan aktivitas dari rumah. Semoga kita berhasil.

     

    Best Regards,

    SAM Investment

     

     

    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—23-September-2021.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – Rabu 22 September 2021

    Kilas Pasar

     

    Indeks saham di Amerika Serikat bergereak bervariasi pada perdagangan hari Selasa (21/9/2021). Indeks Dow Jones tercatat melemah tipis sebesar 0.15% sedangkan S&P 500 melemah 0.08% sementara Nasdaq menguat 0.22%.

     

    Dari Eropa, indeks acuan bergerak menguat dengan Euro Stoxx tumbuh sebesar 1% sedangkan FTSE menguat sebesar 1.12%. Dari dalam negeri, IHSG tercatat melemah sebesar 0.26% pada hari perdagangan kemarin.

     

    Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS tercatat pada level Rp 14,237. Pada pagi hari ini, perdagangan minyak tercatat menguat dengan WTI tercatat menguat 0.37% diperdagangkan pada level US$ 70.75 per barel.

     

    Indeks acuan Asia tercatat dibuka bergerak melemah pada perdagangan pagi hari ini dengan indeks Nikkei dibuka terkoreksi sebesar 0.37% sedangkan indeks KOSPI masih libur. Sementara itu, indeks futures Amerika Serikat pada pagi hari ini tercatat bergerak melemah dengan Dow Jones, S&P 500 dan Nasdaq masing-masing tumbuh sebesar 0.16%, 0.19% dan 0.24% secara berturut-turut.

     

    Isu Ekonomi dan Pasar

     

    Pfizer Inc dan BioNTech SE mengatakan bahwa vaksin Covid-19 produksi mereka menginduksi respons kekebalan yang kuat pada anak berusia 5 hingga 11 tahun. Terkait hal tersebut, Pfizer-BioNTech berencana untuk mengajukan izin penggunaan vaksin pada anak-anak dalam rentang usia tersebut sesegara mungkin di Amerika Serikat, Eropa dan di negara lain. Perusahaan mengatakan vaksin dua dosis mereka menghasilkan respons kekebalan pada anak berusia 5 hingga 11 tahun dalam uji klinis Fase II/III yang cocok dengan apa yang sebelumnya diamati pada anak berusia 16 hingga 25 tahun. Profil keamanan juga umumnya sebanding dengan kelompok usia yang lebih tua, tambah mereka. (Reuters)

     

    Bank Indonesia (BI) sudah melakukan uji ketahanan atau stress test untuk mengantisipasi dampak pengurangan kebijakan moneter (tapering off) dari bank sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve (The Fed). Hasilnya, Gubernur BI Perry Warjiyo mengemukakan bahwa hasil stress test menunjukkan dampak dari tapering off ini lebih rendah dari taper tantrum yang terjadi 2013. “Hasil dari stress test menunjukkan efek yang jauh lebih kecil dari taper tantrum 2013,” tegas Perry, Selasa (21/9) dalam pembacaan hasil Rapat Dewan Gubernur BI September 2021 via video conference. (Kontan)

     

    Melalui tulisan ini, kami kembali menyerukan kepada seluruh mitra investasi SAM untuk selalu menjaga kesehatan, mengikuti semua protokol kesehatan, menjaga jarak sosial dan fisik, serta seoptimal mungkin untuk melakukan aktivitas dari rumah. Semoga kita berhasil.

     

    Best Regards,

    SAM Investment

    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—22-September-2021.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – Selasa 21 September 2021

    Kilas Pasar

     

    Indeks saham di Amerika Serikat kembali ditutup melemah pada perdagangan hari Senin (20/9/2021) lalu seiring dengan kekhawatiran akan efek domino dari krisis utang yang dialami Evergrande di China. Indeks Dow Jones tercatat melemah sebesar 1.78% sedangkan S&P 500 melemah 1.7% dan Nasdaq melemah 2.19%. Dari Eropa, indeks acuan tercatat kembali bergerak melemah dengan Euro Stoxx terkoreksi sebesar 1.67% sedangkan FTSE melemah 0.86%. Dari dalam negeri, IHSG tercatat melemah sebesar 0.93% pada perdagangan hari Senin (20/9/2021).

     

    Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS tercatat melemah pada level Rp 14.242. Pada pagi hari ini perdagangan minyak tercatat menguat dengan minyak Brent dan WTI masing-masing meningkat sebesar 0.47% dan 0.76% diperdangkan pada level US$ 74.4 dan US$ 70.67 per barel.

     

    Indeks acuan Asia tercatat dibuka bergerak melemah pada perdagangan pagi hari ini dengan indeks Nikkei dibuka terkoreksi sebesar 1.67% sedangkan indeks ASX 200 terkoreksi sebesar 0.39% sedangkan indeks KOSPI masih libur dikarenakan adanya festival Chuseok. Sementara itu, indeks futures Amerika Serikat pada pagi hari ini tercatat bergerak menguat dengan Dow Jones, S&P 500 dan Nasdaq masing-masing tumbuh sebesar 0.19%, 0.16% dan 0.11% secara berturut-turut.

     

    Isu Ekonomi dan Pasar

     

    Potensi gagal bayar atau default Evergrande Group telah memengaruhi investor di sektor properti pada perdagangan Senin (20/9/2021). Pemerintahan Presiden Xi Jinping didesak mencegah terjadinya penularan dari ketidakstabilan perekonomian terbesar kedua di dunia. Dilansir Bloomberg, raksasa real estat Hong Kong, Henderson Land Development Co., mencatatkan selloff terbesar dalam setahun terakhir setelah ada spekulasi perpanjangan pembatasan sektor properti China terhadap institusi keuangan. (Bisnis)

     

    Pemerintah kembali melonggarkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), Ini artinyam, sejak Agustus hingga minggu ketiga September, aktivitas secara bertahap melongar. Setelah membuka mal atau pusat belanja bulan lalu, pemerintah kembali melonggarkan kebijakan dengan mengizinkan anak berusia di bawah 12 tahun bisa masuk mal atau pusat perbelanjaan. Selain itu, sektor usaha non-esensial diizinkan untuk Work From Office (WFO) sebesar 25%, terutama pekerja yang sudah divaksin. Sejak pekan lalu pemerintah juga membolehkan bioskop, tempat wisata kembali dibuka. Waktu makan di resto ditambah maksimal jadi 60 menit. Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja mengatakan, pelonggaran yang diberikan pemerintah sejauh ini akan meningkatkan kunjungan masyarakat ke mal, dan punya efek gulir bagi pemulihan ekonomi.(Kontan)

     

    Melalui tulisan ini, kami kembali menyerukan kepada seluruh mitra investasi SAM untuk selalu menjaga kesehatan, mengikuti semua protokol kesehatan, menjaga jarak sosial dan fisik, serta seoptimal mungkin untuk melakukan aktivitas dari rumah. Semoga kita berhasil.

     

    Best Regards,

    SAM Investment

    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—21-September-2021.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – Senin 19 September 2021

    Kilas Pasar

     

    Indeks saham di Amerika Serikat ditutup melemah pada perdagangan hari Jumat (17/9/2021) lalu. Indeks Dow Jones tercatat melemah sebesar 0.48% sedangkan S&P 500 melemah 0.91% dan Nasdaq melemah 0.91%. Dari Eropa, indeks acuan tercatat juga bergerak melemah dengan Euro Stoxx terkoreksi sebesar 0.88% sedangkan FTSE turut melemah 0.91%. Dari dalam negeri, IHSG tercatat menguat sebesar 0.38% pada perdagangan hari Jumat (17/9/2021).

     

    Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS tercatat menguat pada level Rp 14.227. Pada pagi hari ini perdagangan minyak tercatat terkoreksi dengan Brent melemah sebesar 0.17% diperdagangkan pada level US$ 75.18 per barel sedangkan WTI terkoreksi 0.28% diperdangkan pada level US$ 71.62 per barel.

     

    Indeks acuan Asia tercatat dibuka bergerak melemah pada perdagangan pagi hari ini dengan indeks ASX 200 Australia tercatat melemah sebesar 1.1% sedangkan NIKKEI dan KOSPI libur pada hari ini. Sementara itu, indeks futures Amerika Serikat pada pagi hari ini tercatat bergerak melemah dengan Dow Jones, S&P 500 dan Nasdaq masing-masing terdepresiasi sebesar 0.26%, 0.19% dan 0.03% secara berturut-turut.

     

    Isu Ekonomi dan Pasar

     

    Para pemimpin Amerika Serikat (AS), Jepang, India dan Australia setuju untuk mengambil langkah-langkah bersama demi membangun rantai pasokan chip semikonduktor yang aman dalam pertemuan di Washington. Keempat negara yang tergabung dalam Quadrilateral Security Dialogue (QSD) atau Quad, akan mengadakan pertemuan pada minggu depan. Menurut dokumen yang akan dibawa dalam pertemuan minggu depan, Quad akan menciptakan rantai pasokan yang kuat. “Keempat negara akan memastikan kapasitas pasokan semikonduktor mereka dan mengidentifikasi kerentanan,” kata Nikkei tanpa mengungkap bagaimana dokumen tersebut diperoleh, Sabtu (18/9).

     

    Pemerintah tengah mendorong upaya peningkatan nilai tambah pemanfaatan produk pertambangan untuk industri maju sesuai dengan yang diamanatkan oleh Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara adalah peningkatan nilai tambah. Kepala Badan Riset dan Teknologi Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Ilham Akbar Habibie mengatakan bahwa perekonomian masa depan akan dipengaruhi dan dibentuk oleh teknologi, inovasi, dan kewirausahaan. Mineral diperlukan sebagai bahan dasar industri maju, di antaranya teknologi baterai, energi surya, kedirgantaraan, hingga manufaktur digital. Dengan dukungan teknologi dengan logam yang menjadi salah satu bahan pendukungnya, suatu daerah dapat menjadi mandiri. (Bisnis)

     

    Melalui tulisan ini, kami kembali menyerukan kepada seluruh mitra investasi SAM untuk selalu menjaga kesehatan, mengikuti semua protokol kesehatan, menjaga jarak sosial dan fisik, serta seoptimal mungkin untuk melakukan aktivitas dari rumah. Semoga kita berhasil.

     

    Best Regards,

    SAM Investment

     

     

    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—20-September-2021.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – Jumat 17 September 2021

    Kilas Pasar

     

    Indeks saham di Amerika Serikat ditutup bervariasi pada perdagangan hari Kamis (16/9/2021). Indeks Dow Jones tercatat melemah sebesar 0,18%. Di sisi lain, S&P 500 juga terdepresiasi sebesar 0,16%, sedangkan Nasdaq menguat 0,13%.

     

    Hal berbeda terjadi dari Eropa, indeks acuan tercatat kompak menguat dengan Euro Stoxx terapresiasi sebesar 0,44% bersamaan dengan FTSE yang juga terapresiasi 0,16%.

     

    Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS tercatat berada pada level Rp 14.252,5. Dari komoditas, perdagangan minyak tercatat melemah dengan minyak WTI menurun tipis sebesar 0,04% beriringan dengan Brent yang juga melemah sebesar 0,04%. Keduanya diperdangkan pada level US$ 72,57 dan US$ 75,57 per barel, lebih tinggi dibandingkan level beberapa hari sebelumnya.

     

    Indeks acuan Asia tercatat dibuka bervariasi pada perdagangan pagi hari ini dengan indeks NIKKEI menguat sebesar 0,36% sedangkan indeks KOSPI dibuka melemah sebesar 0,40%. Sementara itu, indeks futures Amerika Serikat pada pagi hari ini tercatat bergerak melemah dengan Dow Jones, S&P 500 dan Nasdaq mengalami penurunan masing-masing sebesar 0,12%, 0,18% dan 0,20%.

     

    Isu Ekonomi dan Pasar

     

    Target belanja negara dalam RAPBN 2022 naik Rp 5,5 triliun menjadi Rp 2.714,2 triliun. Pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) sepakat menambah anggaran belanja kementerian dan Lembaga (K/L) tahun depan. Tambahan anggaran tersebut, sebesar Rp 4,4 triliun untuk pos non pendidikan. Penambahan anggaran belanja tersebut nampaknya sejalan dengan lebih tingginya target penerimaan negara tahun depan berdasarkan kesepakatan pemerintah dan DPR. (Kontan)

     

    Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menyatakan, hingga Agustus 2021 baru 22,36% perusahaan di Indonesia yang telah menerapkan transparansi soal pemilik manfaat (beneficial ownership/BO) dari perusahaan. Penerapan BO ini masih belum dipahami dan menjadi tantangan bukan hanya di Indonesia, tetapi juga di seluruh dunia. Menurut Menteri PPN/Kepala Bappenas, Suharso Monoarfa, transaparansi beneficial ownership sangat penting kerna bisa menghindari perusahaan dari risiko yang mengakibatkan penyalahgunaan korporasi seperti tindak pidana korupsi, pencucian uang, hingga pendanaan terorisme. (Investor Daily)

     

    Melalui tulisan ini, kami kembali menyerukan kepada seluruh mitra investasi SAM untuk selalu menjaga kesehatan, mengikuti semua protokol kesehatan, menjaga jarak sosial dan fisik, serta seoptimal mungkin untuk melakukan aktivitas dari rumah. Semoga kita berhasil.

     

    Best Regards,

    SAM Investment

     

    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—17-September-2021.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – Kamis 16 September 2021

    Kilas Pasar

     

    Indeks saham di Amerika Serikat ditutup menguat pada perdagangan hari Rabu (15/9/2021). Indeks Dow Jones tercatat menguat sebesar 0,68%. Di sisi lain, S&P 500 juga terapresiasi sebesar 0,85%, begitupun Nasdaq yang menguat 0,82%.

     

    Hal berbeda terjadi dari Eropa, indeks acuan tercatat kompak melemah dengan Euro Stoxx melemah sebesar 0,80% bersamaan dengan FTSE yang juga melemah 0,25%.

     

    Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS tercatat berada pada level Rp 14.242,5. Dari komoditas, perdagangan minyak tercatat melemah dengan minyak WTI menurun sebesar 0,25% beriringan dengan Brent yang juga melemah sebesar 0,24%. Meski demikian keduanya diperdangkan pada level US$ 72,42 dan US$ 75,27 per barel, lebih tinggi dibandingkan level beberapa hari sebelumnya.

     

    Indeks acuan Asia tercatat dibuka bervariasi pada perdagangan pagi hari ini dengan indeks NIKKEI menguat sebesar 0,12% sedangkan indeks KOSPI dibuka melemah sebesar 0,20%. Sementara itu, indeks futures Amerika Serikat pada pagi hari ini tercatat bergerak menguat dengan Dow Jones, S&P 500 dan Nasdaq mengalami peningkatan masing-masing sebesar 0,03%, 0,03% dan 0,01%.

     

    Isu Ekonomi dan Pasar

     

    Terhitung sejak puncak pandemi, 15 Juli hingga 14 September 2021, angka positif baru Covid-19 sudah turun 92,7%. Berbagai indikator pandemi sudah membaik, termasuk positivity rate yang sudah di bawah 3% dan bed occupancy rate (BOR) rumah sakit yang sudah di bawah 15%. Keberhasilan mengendalikan pandemi yang cukup signifikan menjadi modal bagi pemulihan ekonomi Indonesia. Berdasarkan hal ini, Presiden Joko Widodo tetap mengimbau agar masyarakat tetap waspada dan tidak lengah, karena pandemi dirasa masih mengancam dengan berbagai variannya. (Investor Daily)

     

    Australia bergabung dengan kemitraan keamanan Indo-Pasifik baru dengan AS dan Inggris yang akan memungkinkannya untuk memperoleh kapal selam bertenaga nuklir, kemungkinan menandakan akhir dari kesepakatannya dengan Prancis untuk membeli kapal konvensional. Perdana Menteri Australia Scott Morrison, Presiden AS Joe Biden dan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengumumkan kemitraan keamanan trilateral dalam pertemuan virtual pada hari Rabu. Kerangka kerja baru itu muncul ketika China memperluas kehadiran militernya di kawasan itu, meskipun seorang pejabat senior AS mengatakan tidak menargetkan China atau negara lain mana pun. (Bloomberg)

     

    Melalui tulisan ini, kami kembali menyerukan kepada seluruh mitra investasi SAM untuk selalu menjaga kesehatan, mengikuti semua protokol kesehatan, menjaga jarak sosial dan fisik, serta seoptimal mungkin untuk melakukan aktivitas dari rumah. Semoga kita berhasil.

     

    Best Regards,

    SAM Investment

     

    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—16-September-2021.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – Rabu 15 September 2021

    Kilas Pasar

     

    Indeks saham di Amerika Serikat ditutup melemah pada perdagangan hari Selasa (14/9/2021). Indeks Dow Jones tercatat melemah sebesar 0,84%. Di sisi lain, S&P 500 juga terdepresiasi sebesar 0,57%, begitupun Nasdaq yang melemah 0,45%.

     

    Dari Eropa, indeks acuan tercatat kompak bergerak secara menguat dengan Euro Stoxx melemah sebesar 0,01% bersamaan dengan FTSE yang juga melemah 0,49%.

     

    Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS tercatat berada pada level Rp 14.247,5. Dari komoditas, perdagangan minyak tercatat menguat dengan minyak WTI meningkat sebesar 0,65% beriringan dengan Brent yang menguat sebesar 0,16%. Keduanya diperdangkan pada level US$ 70,92 dan US$ 74,00 per barel.

     

    Indeks acuan Asia tercatat dibuka melemah pada perdagangan pagi hari ini dengan indeks NIKKEI melemah sebesar 0,63% bersamaan dengan indeks KOSPI yang melemah sebesar 0,04%. Sementara itu, indeks futures Amerika Serikat pada pagi hari ini tercatat bergerak menguat dengan Dow Jones, S&P 500 dan Nasdaq mengalami peningkatan masing-masing sebesar 0,21%, 0,20% dan 0,21%.

     

    Isu Ekonomi dan Pasar

     

    Panitia Kerja (Panja) A Badan Anggaran (Banggar) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menyepakati postur sementara anggaran belanja negara dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2022 sebesar Rp 2.714,2 triliun. Angka ini naik tipis 0,2% dibandingkan usulan awal yang sebesar Rp 2.708,7 triliun. Sedangkan untuk belanja pemerintah pusat pada 2022 disepakati sebesar Rp 1.943,7 triliun, naik Rp 5,5 triliun dari usulan pemerintah Rp 1.938,3 triliun. Ini terdiri atas belanja kementerian dan Lembaga (K/L) Rp 945 triliun, naik Rp 4,4 triliun dari semula Rp 940,6 triliun, dan non-K/L Rp 998,8 triliun dari semula Rp 997,7 triliun. (Investor Daily)

     

    Presiden AS Joe Biden menyarankan kemungkinan pertemuan langsung dengan Xi Jinping minggu lalu, tetapi presiden Tiongkok menolak karena ia terus menghindari meninggalkan negaranya bahkan untuk pertemuan besar di tengah pandemi Covid-19. Di tempat lain, para eksekutif Wall Street dan regulator top Tiongkok berencana untuk mengadakan pertemuan virtual pada hari Kamis untuk membahas topik-topik termasuk tindakan keras Beijing terhadap sektor swasta dan hubungan AS-Tiongkok. Dalam berita lain, duta besar baru Tiongkok di London, Zheng Zeguang, dilarang menghadiri pertemuan di Parlemen setelah undangannya memicu kemarahan di kalangan politisi Inggris yang dikenai sanksi oleh Tiongkok; dan Beijing sedang mengumpulkan sekelompok ahli akuntansi dan hukum untuk memeriksa keuangan Tiongkok Evergrande menjelang potensi restrukturisasi. (Bloomberg)

     

    Melalui tulisan ini, kami kembali menyerukan kepada seluruh mitra investasi SAM untuk selalu menjaga kesehatan, mengikuti semua protokol kesehatan, menjaga jarak sosial dan fisik, serta seoptimal mungkin untuk melakukan aktivitas dari rumah. Semoga kita berhasil.

     

    Best Regards,

    SAM Investment

     

    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—15-September-2021.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – Selasa 14 September 2021

    Kilas Pasar

     

    Indeks saham di Amerika Serikat ditutup bervariasi pada perdagangan hari Senin (13/9/2021). Indeks Dow Jones tercatat menguat sebesar 0,76%. Di sisi lain, S&P 500 juga terapresiasi sebesar 0,23%, sedangkan Nasdaq yang melemah tipis 0,07%.

     

    Dari Eropa, indeks acuan tercatat kompak bergerak secara menguat dengan Euro Stoxx terapresiasi sebesar 0,29% bersamaan dengan FTSE yang menguat 0,56%.

     

    Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS tercatat berada pada level Rp 14.252,5. Dari komoditas, perdagangan minyak tercatat menguat dengan minyak WTI meningkat sebesar 0,18% sedangkan Brent melemah sebesar 0,14%. keduanya diperdangkan pada level US$ 70,58 dan US$ 73,54 per barel.

     

    Indeks acuan Asia tercatat dibuka menguat pada perdagangan pagi hari ini dengan indeks NIKKEI menguat sebesar 0.39% bersamaan dengan indeks KOSPI yang menguat sebesar 0,66%. Sementara itu, indeks futures Amerika Serikat pada pagi hari ini tercatat bergerak menguat dengan Dow Jones, S&P 500 dan Nasdaq mengalami peningkatan masing-masing sebesar 0,10%, 0,11% dan 0,05%.

     

    Isu Ekonomi dan Pasar

     

    Ekonomi China kemungkinan akan melambat lebih lanjut pada bulan Agustus, dengan data konsumsi, output industri, dan investasi yang dijadwalkan rilis pada Rabu diperkirakan akan mengungkapkan kerusakan yang disebabkan oleh wabah delta. Tingkat perlambatan akan diawasi dengan ketat untuk mendorong pihak yang berwenang mengubah sikap mereka saat ini dengan menarik likuiditas secara perlahan dari pasar dan menjaga stimulus terbatas. Sementara itu, China mendesak AS untuk mengambil langkah-langkah untuk memperbaiki hubungan mereka yang berantakan. (Bloomberg)

     

    Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengungkapkan penerimaan pajak global per tahun hilang Rp 3.360 triliun akibat penggerusan basis pajak atau (base erosion and profit shifting/BEPS). Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan, penggerusan basis pajak dialami semua negara dan menjadi kekhawatiran bagi para pemimpin G-20. Pasalnya, penggerusan basis pajak disebabkan maraknya transaksi lintas negara (cross border transactions) dan transaksi ekonomi digital (digital economy). (Investor Daily)

     

    Melalui tulisan ini, kami kembali menyerukan kepada seluruh mitra investasi SAM untuk selalu menjaga kesehatan, mengikuti semua protokol kesehatan, menjaga jarak sosial dan fisik, serta seoptimal mungkin untuk melakukan aktivitas dari rumah. Semoga kita berhasil.

     

    Best Regards,

    SAM Investment

     

    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—14-September-2021.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – Senin 13 September 2021

    Kilas Pasar

     

    Indeks saham di Amerika Serikat ditutup melemah pada perdagangan hari Jumat (10/9/2021). Indeks Dow Jones tercatat melemah sebesar 0,78%. Di sisi lain, S&P 500 juga terdepresiasi sebesar 0,77%, begitupun Nasdaq yang melemah 0,87%.

     

    Dari Eropa, indeks acuan tercatat bergerak secara variatif dengan kecenderungan melemah dengan Euro Stoxx terdepresiasi sebesar 0,26% sedikit berdeda dengan FTSE yang menguat tipis 0,07%.

     

    Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS tercatat berada pada level Rp 14.202,5. Dari komoditas, perdagangan minyak tercatat menguat dengan minyak WTI dan Brent meningkat masing-masing sebesar 0.76% dan 0.73% diperdangkan pada level US$ 70,25 dan US$ 73,41 per barel.

     

    Indeks acuan Asia tercatat dibuka melemah pada perdagangan pagi hari ini dengan indeks NIKKEI melemah sebesar 0.41% seiring dengan indeks KOSPI yang melemah sebesar 0.16%. Sementara itu, indeks futures Amerika Serikat pada pagi hari ini tercatat bergerak menguat dengan Dow Jones, S&P 500 dan Nasdaq mengalami peningkatan masing-masing sebesar 0,32%, 0,32% dan 0,27%.

     

    Isu Ekonomi dan Pasar

     

    Pemerintah Iran dan Badan Energi Atom Internasional (International Atomic Energy Agency/IAEA) pada Minggu (12/9), mengumumkan telah sepakat untuk terus mengawasi kegiatan nuklir Iran dan mengizinkan para inspektur memeriksa peralatan pengawasan yang dipasang badan di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Pernyataan ini setidaknya mampu meredam rasa tidak nyaman dalam menjalani pembicaraan untuk kembali menghidupkan program pengendalian nuklir yang telah disepakati pada 2015. (Investor Daily)

     

    Kementerian Keuangan (Kemenkeu) akan membentuk Lembaga pendanaan yang bertugas untuk mengumpulkan dana atau pooling fund bencana (PFB) guna mengurangi risiko yang harus ditanggung APBN terkait bencana alam maupun nonalam. Pooling fund ini akan dibentuk pada tahun depan dengan alokasi pendanaan untuk pendirian Lembaga dianggarkan dalam APBN 2022. “Pada 2022 sebagai modal awal akan dialokasikan dari APBN sebesar Rp 3 triliun. Setelah dikelola lalu disiapkan untuk kegiatan penanggulangan bencana,” ucap Analis Kebijakan Ahli Madya Badan Kebijakan Fiskal, Kementerian Keuangan, Kristiyanto dalam diskusi virtual pada akhir pekan lalu. (Investor Daily)

     

    Melalui tulisan ini, kami kembali menyerukan kepada seluruh mitra investasi SAM untuk selalu menjaga kesehatan, mengikuti semua protokol kesehatan, menjaga jarak sosial dan fisik, serta seoptimal mungkin untuk melakukan aktivitas dari rumah. Semoga kita berhasil.

     

    Best Regards,

    SAM Investment

     

    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—13-September-2021.pdf