Samuel Aset Manajemen

Author: samadmin

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – Senin 2 Agustus 2021

    Kilas Pasar

     

    Indeks saham global tercatat melemah pada perdagangan Jumat (30/7). Dari Amerika Serikat, indeks Dow Jones tercatat melemah 0.42% bersamaan dengan S&P 500 dan NASDAQ yang masing-masing melemah sebesar 0.54% dan 0.71%.

     

    Sementara itu, indeks acuan Eropa tercatat juga melemah dengan Euro Stoxx tercatat mengalami penurunan sebesar 0.45% sedangkan FTSE terdepresiasi sebesar 0.65%. Sementara dari dalam negeri, IHSG juga ditutup melemah sebesar 0.83% pada perdagangan Jumat (30/7) kemarin.

     

    Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS tercatat berada pada level Rp 14.462. Dari sektor komoditas, harga minyak pagi ini tercatat melemah dengan WTI dan Brent mengalami penurunan masing-masing sebesar 0.57% dan 0,32% menjadi US$ 73,53 dan 74,90. Meski demikian, keduanya masih berada pada level yang tinggi setelah sempat turun pada pertengahan bulan Juli.

     

    Dari benua Asia, indeks acuan pada pagi hari ini tercatat terapresiasi dengan indeks NIKKEI dibuka menguat sebesar 0.93% begitupun KOSPI juga mengalami peningkatan sebesar 0.50%. Sementara itu, indeks futures Amerika Serikat pada pagi hari ini tercatat mengalami peningkatan dengan Dow Jones menguat 0.39% begitupun S&P dan NASDAQ masing-masing menguat sebesar 0.42% dan 0.33%.

     

    Isu Ekonomi dan Pasar

     

    Dari perkembangan Covid-19 global, Presiden Fed Minneapolis, Neel Kashkari mengatakan penyebaran varian delta Covid-19 dapat membuat beberapa orang Amerika tidak mencari pekerjaan, berpotensi merugikan pemulihan AS, sementara Florida menjadi pusat persebaran virus yang baru di negara itu. Sementara itu, Thailand akan memperluas langkah-langkah kuasi-lockdown ke daerah-daerah yang paling parah dilanda pandemi bagi sekitar 40% populasi. Di Australia, kepala bank sentral Philip Lowe menghadapi prospek meragukan terkait prospek yang diumumkan sebulan yang lalu, karena kebangkitan virus corona terus mengacaukan harapan para pembuat kebijakan. Sementara itu terdapat prediksi yang mengatakan akan adanya gelombang baru di India. (Bloomberg)

     

    Aktivitas pabrik-pabrik di Tiongkok dilaporkan meningkat pada Juli, namun lajunya masih sangat lambat dalam 17 bulan. Penyebabnya adalah biaya bahan baku yang lebih tinggi, pemeliharaan peralatan, dan cuaca ekstrem yang membebani aktivitas bisnis, sehingga memperparah kekhawatiran tentang perlambatan yang dialami negara dengan kekuatan ekonomi terbesar kedua di dunia itu. Data dari Biro Statistik Nasional (NBS) yang dirilis pada Sabtu (31/7) menunjukkan, penurunan Purchasing Manager’s Index (PMI) manufaktur resmi dari 50,9 pada Juni menjadi 50,4 pada Juli. Meski begitu levelnya masih berada di atas 50 poin, yang dianggap sebagai ambang batas antara pertumbuhan dari kontraksi. (Investor Daily)

     

    World Bank kembali menyarankan Indonesia untuk menurunkan ambang batas atau threshold pengusaha kena pajak (PKP) dari yang berlaku sekarang yakni omzet Rp 4,8 miliar, menjadi Rp 600 juta per tahun. Kebijakan ini bisa menambah basis pembayar pajak terutama dari aktivitas ekonomi digital yang semakin menggeliat di tengah pandemic Covid-19. (Kontan)

     

    Melalui tulisan ini, kami kembali menyerukan kepada seluruh mitra investasi SAM untuk selalu menjaga kesehatan, mengikuti semua protokol kesehatan, menjaga jarak sosial dan fisik, serta seoptimal mungkin untuk melakukan aktivitas dari rumah. Semoga kita berhasil.


    Best Regards,

    SAM Investment

    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—2-Agustus-2021.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – Kamis 29 Juli 2021

    Kilas Pasar

     

    Indeks saham di Amerika Serikat tercatat mixed pada perdagangan hari Rabu (28/7). Indeks Dow Jones tercatat terkoreksi 0.36% bersamaan dengan S&P 500 yang melemah tipis sebesar 0.02% dan NASDAQ mengalami rebound sebesar 0.7% setelah terkoreksi cukup dalam kemarin.

     

    Sementara itu, indeks acuan Eropa tercatat ditutup menguat dengan Euro Stoxx tercatat mengalami kenaikan sebesar 0.66% sedangkan FTSE terapresiasi sebesar 0.29%. Sementara dari dalam negeri, IHSG ditutup melemah sebesar 0.14% pada perdagangan Rabu (28/7) kemarin.

     

    Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS tercatat berada pada level Rp 14.487. Dari sektor komoditas, harga minyak tercatat melemah dengan WTI mengalami penurunan sebesar 0.08% di level US$ 72.33 per barel dan Brent melemah sebesar 0.12% di level US$ 74.65 per barel.

     

    Dari benua Asia, indeks acuan pada pagi hari ini tercatat menguat dengan indeks NIKKEI meningkat sebesar 0.5% sedangkan KOSPI menguat sebesar 0.27%. Sementara itu, indeks futures Amerika Serikat pada pagi hari ini tercatat mixed dengan Dow Jones menguat 0.06% sedangkan S&P dan NASDAQ masing-masing melemah sebesar 0.08% dan 0.01%

     

    Isu Ekonomi dan Pasar

     

    Bank sentral AS The Fed memutuskan untuk menahan suku bunga acuan di kisaran 0-0,25 persen dalam rapat Federal Open Market Committee dini hari tadi. Mengutip CNN, Kamis (29/7/2021), penahanan suku bunga diambil karena negeri Paman Sam belum sepenuhnya pulih dari Covid-19. Gubernur The Fed Jerome Powell tidak dapat menyembunyikan kekhawatiran pada varian Delta. Namun dia mengisyaratkan akan menuju selangkah lebih dekat dengan momentum tapering off atau pengurangan stimulus besar-besaran. Powell tak memungkiri, varian Delta dan mutasi setelahnya berpotensi kembali datang. Untuk itu penting baginya mengakselerasi vaksinasi secara menyeluruh. (Kompas)

     

    Upaya pemerintah menyalurkan program perlindungan sosial kepada masyarakat sebagai kompensasi kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), baik PPKM Darurat maupun PPKM Level 4 belum berjalan lancar. Penyaluran yang tersendat ini khususnya untuk program ini baru. Pertama, bantuan beras sebesar 10 kilogram (kg) kepada 20 juta keluarga penerima manfaat (KPM) yang terdiri dari penerima Bantuan Sosial Tunai (BST) sebanyak 10 juta dan penerima Program Keluarga Harapan (PKH) 10 juta keluarga. Kedua, bantuan subsidi upah (BSU) kepada sekitar 8,8 juta pekerja yang berada di wilayah yang menerapkan PPKM level 3 dan 4 dengan nilai sebesar Rp 1 juta per pekerja untuk dua bulan. (Kontan)

     

    Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Febrio Nathan Kacaribu mengatakan, investasi bisa menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi pada tahun ini. Hal tersebut tecermin dari realisasi investasi kuartal II 2021 yang mencatat peningkatan di tengah pandemi Covid-19. Realisasi mencapai Rp 233 triliun atau tumbuh 16,2 persen yang terdiri atas PMA dan PMDN. Nilai investasi langsung ini melanjutkan tren peningkatan yang telah melampaui level sebelum pandemi sejak kuartal I 2021. “Investasi dapat terus menjadi motor pertumbuhan ekonomi yang berkualitas,” kata Febrio dalam siaran pers, Rabu (28/7/2021). (Kompas)

     

    Melalui tulisan ini, kami kembali menyerukan kepada seluruh mitra investasi SAM untuk selalu menjaga kesehatan, mengikuti semua protokol kesehatan, menjaga jarak sosial dan fisik, serta seoptimal mungkin untuk melakukan aktivitas dari rumah. Semoga kita berhasil.

     

    Best Regards

    SAM Investment

    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—29-Juli-2021.pdf

  • Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – Rabu 28 Juli 2021

     Kilas Pasar

     

    Indeks saham di Amerika Serikat tercatat terkoreksi pada perdagangan hari Selasa (27/7) setelah mengalami penguatan dua hari berturut. Indeks Dow Jones tercatat terkoreksi 0.24% bersamaan dengan S&P 500 yang melemah sebesar 0.47% dan NASDAQ yang terkoreksi dalam sebesar 1.21% karena adanya penyesuaian kebijakan oleh Xi Jinping untuk perusahaan teknologi di China.

     

    Sementara itu, indeks acuan Eropa tercatat ditutup melemah dengan Euro Stoxx tercatat mengalami penurunan sebesar 0.54% sedangkan FTSE terkoreksi sebesar 0.42%. Sementara dari dalam negeri, IHSG ditutup terkoreksi sebesar 0.15% pada perdagangan Selasa (27/7) kemarin.

     

    Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS tercatat berada pada level Rp 14.492. Dari sektor komoditas, minyak WTI tercatat mengalami penguatan sebesar 0.56% di level US$ 72.05 per barel. Sedangkan Brent tercatat ikut terapresiasi sebesar 0.42%

     

    Dari benua Asia, indeks acuan pada pagi hari ini tercatat mixed dengan indeks NIKKEI melemah sebesar 0.92% sedangkan KOSPI menguat sebesar 0.08%. Sementara itu, indeks futures Amerika Serikat pada pagi hari ini tercatat mixed dengan Dow Jones dan S&P menguat sebesar masing-masing 0.15% dan 0.14% sedangkan NASDAQ terkoreksi tipis sebesar 0.06%.

     

    Isu Ekonomi dan Pasar

     

    Dana Moneter Internasional atau International Monetary Fund (IMF) memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi sejumlah negara berkembang, termasuk Indonesia. Dalam laporan World Economic Update teranyar, lembaga tersebut memperkirakan pertumbuhan ekonomi keseluruhan negara berkembang bisa turun 0,4% poin menjadi 6,3% dari prediksi sebelumnya pada April 2021 yang sebesar 6,7%. Sementara untuk Indonesia, IMF mengelompokkan Indonesia ke dalam grup ASEAN-5 bersama dengan Malaysia, Filipina, dan Thailand. Untuk grup ini, IMF memperkirakan pertumbuhan ekonomi di tahun 2021 akan sebesar 4,3% atau turun 0,6% poin dari perkiraan sebelumnya yang sebesar 4,9%. (Kontan)

     

    Tren kenaikan harga minyak mentah dan batubara terus berlangsung. Kenaikan harga dua komoditas ini bisa menjadi keuntungan bagi penerimaan negara atau windfall profit. Pada perdagangan Selasa (27/7), harga minyak Brent kontrak September 2021 ada di level US$ 74,71 per barel, naik 0,33% dari penutupan perdagangan Senin. Angka ini jauh di atas asumsi harga minyak mentah Indonesia (Indonesia Crude Price/ICP) 2021 yakni US$ 45 per barel. Sementara itu, mengacu pada analisis sensitivitas Nota Keuangan dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2021, setiap kenaikan ICP US$ 1 per barel pendapatan negara akan naik Rp 3,7 triliun – Rp 4,5 triliun. Sementara, belanja negara meningkat Rp 3,1 triliun hingga Rp 3,6 triliun. Namun, APBN tetap mendapat surplus Rp 0,6 triliun hingga Rp 0,8 triliun dari kenaikan ICP tersebut. (Kontan)

     

    Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah akan memberikan insentif baru kepada sektor pariwisata, transportasi, serta hotel, restoran dan kafe (Horeka) di periode semester II-2021. Airlangga bilang insentif tersebut kini tengah digodok oleh pemerintah. Tujuannya untuk membantu keuangan ketiga usaha tersebut, sebab merupakan sektor yang sangat terdampak pandemi virus corona. (Kompas)

     

    Melalui tulisan ini, kami kembali menyerukan kepada seluruh mitra investasi SAM untuk selalu menjaga kesehatan, mengikuti semua protokol kesehatan, menjaga jarak sosial dan fisik, serta seoptimal mungkin untuk melakukan aktivitas dari rumah. Semoga kita berhasil.

     

    Best Regards, SAM Investment

    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—28-Juli-2021.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – Selasa 27 Juli 2021

    Kilas Pasar

     

    Indeks saham di Amerika Serikat tercatat kembali mengalami penguatan pada perdagangan hari Senin (26/7) lalu. Indeks Dow Jones meningkat 0.24% bersamaan dengan S&P 500 dan NASDAQ yang meningkat masing-masing sebesar 0.24% dan 0.03%.

     

    Sementara itu, indeks acuan Eropa tercatat ditutup melemah tipis dengan Euro Stoxx tercatat mengalami penurunan sebesar 0.08% sedangkan FTSE terkoreksi sebesar 0.03%. Sementara dari dalam negeri, IHSG ditutup menguat sebesar 0.08% pada perdagangan Senin (26/7) kemarin.

     

    Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS tercatat berada pada level Rp 14.482. Dari sektor komoditas, minyak WTI tercatat mengalami kenaikan sebesar 0.22% di level US$ 72.07 per barel. Sedangkan Brent tercatat diperdagangkan terakhir di level US$ 74.5 per barel.

     

    Dari benua Asia, indeks acuan pada pagi hari ini tercatat menguat dengan indeks NIKKEI menguat sebesar 0.19% diikuti oleh indeks KOSPI yang terapresiasi sebesar 0.6%. Sementara itu, indeks futures Amerika Serikat pada pagi hari ini tercatat mixed dengan Dow Jones dan S&P terapresiasi sebesar masing-masing 0.14% dan 0.19% sedangkan NASDAQ terkoreksi tipis sebesar 0.04%.

     

    Isu Ekonomi dan Pasar

     

    Kenaikan harga-harga dan penyebaran varian-varian baru virus Covid-19 berpotensi mengganggu laju pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat (AS). Sehingga The Federal Reserve (The Fed) diperkirakan tetap mempertahankan kebijakan moneter akomodatif dalam rapat kebijakan pekan ini. Tapi yang akan menjadi sorotan para investor adalah setiap isyarat tentang kapan bank sentral AS tersebut akan mulai mengurangi (tapering) program pembelian obligasi bulanannya. Program pembelian obligasi senilai triliunan dolar AS itu bertujuan untuk melonggarkan kondisi-kondisi penyaluran kredit selama krisis. Tapi belakangan mendapatkan sorotan lantaran inflasi sudah naik ke level-level rekor tertinggi. (Investor Daily)

     

    Pemulihan ekonomi China yang cepat pada semester pertama tahun ini didorong oleh provinsi-provinsi yang padat manufaktur di garis pantai timur. Keadaan tersebut memperlebar gap dengan regional inland China. Empat dari lima provinsi dengan kinerja terbaik dalam enam bulan pertama tahun ini berasal dari China tenggara, termasuk pusat manufaktur dan ekspor utama Jiangsu dan Guangdong. Pertumbuhan ekspor untuk tahun ini melonjak 38,6% pada semester pertama. Hal tersebut dikarenakan kondisi pandemi yang memicu kenaikan permintaan untuk barang-barang buatan China dan membantu menopang pertumbuhan ekonomi yang kuat sebesar 12,7% pada periode tersebut. (Bloomberg)

     

    Bank Indonesia (BI) memperkirakan defisit neraca transaksi berjalan atau currrent account deficit (CAD) sepanjang 2021 sebesar 0,6% hingga 1,4% dari produk domestik bruto.  Proyeksi BI ini lebih rendah dari perkiraan awal yang sebesar 1% hingga 2% PDB. Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, rendahnya CAD di sepanjang tahun ini diantaranya dipengaruhi oleh perkiraan berkurangnya defisit neraca transaksi berjalan pada kuartal II-2021. Perry memperinci, neraca perdagangan hingga Juni 2021 masih mencetak surplus. Pada kuartal II-2021, surplus neraca perdagangan sebesar US$ 6,30 miliar. Sedangkan di kuartal sebelumnya juga surplus sebesar  US$ 5,56 miliar. (Kontan)

     

    Melalui tulisan ini, kami kembali menyerukan kepada seluruh mitra investasi SAM untuk selalu menjaga kesehatan, mengikuti semua protokol kesehatan, menjaga jarak sosial dan fisik, serta seoptimal mungkin untuk melakukan aktivitas dari rumah. Semoga kita berhasil.

     

    Best Regards,

    SAM Investment

     

    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—27-Juli-2021.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – Senin 26 Juli 2021

    Kilas Pasar

     

    Indeks saham di Amerika Serikat tercatat ditutup menguat pada perdagangan hari Jumat (23/7). Indeks Dow Jones meningkat 0.68% bersamaan dengan S&P 500 dan NASDAQ yang meningkat masing-masing sebesar 1.01% dan 1.04%.

     

    Sementara itu, di Eropa indeks acuan tercatat kompak menguat. Euro Stoxx tercatat mengalami penguatan sebesar 1.09% sedangkan FTSE meningkat sebesar 0.85%. Dari dalam negeri, IHSG ditutup turun sebesar 0,58% pada perdagangan Jumat (23/7) lalu.

     

    Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS tercatat berada pada level Rp 14.492.5. Dari sektor komoditas, minyak WTI dan Brent masing-masing menguat sebesar 0.35% dan 0.38% di level US$ 72.31 dan US$ 74.36 per barel. Dari benua Asia, indeks acuan pada pagi hari ini tercatat menguat dengan indeks NIKKEI menguat sebesar 1.54% diikuti oleh indeks KOSPI yang turut menguat sebesar 0.22%. Sementara itu, indeks futures Amerika Serikat untuk bulan September 2021 kompak terapresiasi pada hari perdagangan terakhir (23/7) dengan Dow Jones, S&P, dan Nasdaq masing-masing menguat sebesar 0.41%, 0.64% dan 1.09%

     

    Isu Ekonomi dan Pasar

     

    Indonesia dan Selandia Baru menggelar Senior Officials Meeting (SOM) ke-10 untuk memperkuat interaksi kedua negara. Dalam pertemuan yang digelar Kamis (22/7/2021), kedua negara sepakat memperkeuat komitmen untuk mencapai target perdagangan bilateral sebesar Rp 40 triliun atau setara dengan NZD 4 miliar pada 2024. Pertemuan itu membahas upaya penanganan Covid-19 di masing-masing negara serta pentingnya kerja sama multilateral dalam menjamin akses yang setara dan adil untuk vaksin Covid-19. (Investor Daily)

     

    Direktur Jenderal (Dirjen) Bea dan Cukai Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Askolani meyakini, relaksasi kebijakan jangka waktu penundaan pembayaran cukai untuk pengusaha pabrik yang melaksanakan pelunasan dengan cara pelekatan pita cukai dari semula dua bulan menjadi 90 hari itu tidak akan mempengaruhi penerimaan cukai tahun ini. Askolani menegaskan, relaksasi penundaan pembayaran jangka waktu bagi pelaku usaha dalam pelunasan pita cukai yang tertuang dalam PMK Nomor 93/PMK.04/2021 itu memiliki tujuan untuk memberikan dukungan bagi keberlanjutan dukungan dalam menjaga produktivitas dan menjaga arus kas keuangan pengusaha pabrik ditengah pandemi Covid-19. (Investor Daily)

     

    Kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) diprediksi akan berdampak pada perlambatan penyaluran kredit pada bulan Juli. Jenis kredit yang diproyeksi paling terdampak dari kebijakan tersebut adalah kredit konsumer. Padahal segmen ini sudah sempat menunjukkan tanda-tanda perbaikan pada kuartal II. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) melihat kelompok ekonomi yang paling terkena dampak pada pengentatan aktivitas selama PPKM adalah segmen paling bawah, pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), dan segmen informal. Sedangkan perusahaan besar relatif bertahan walaupun pembatasan itu membuat karyawan tidak bisa pergi ke pabrik. (Kontan)

     

    Melalui tulisan ini, kami kembali menyerukan kepada seluruh mitra investasi SAM untuk selalu menjaga kesehatan, mengikuti semua protokol kesehatan, menjaga jarak sosial dan fisik, serta seoptimal mungkin untuk melakukan aktivitas dari rumah. Semoga kita berhasil.

     

    Best Regards,

    SAM Investment

    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—26-Juli-2021.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – Jumat 23 Juli 2021

    Kilas Pasar

     

    Indeks saham Amerika Serikat mengalami kenaikan pada perdagangan Kamis (22/7). Dow Jones meningkat 0.09% begitupun dengan S&P 500 yang meningkat 0,20% serta NASDAQ yang terapresiasi sebesar 0.36%.

     

    Hal cukup berbeda terjadi dari Eropa di mana indeks acuan tercatat bervariasi. Euro Stoxx tercatat mengalami kenaikan sebesar 0.56% sedangkan FTSE justru mengalami penurunan sebesar 0.43%. Dari dalam negeri, IHSG ditutup naik sebesar 1,78% pada perdagangan Kamis (22/7).

     

    Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS tercatat berada pada level Rp 14.482.5. Dari komoditas, minyak WTI saat ini berada pada level US$ 71.77 per barel pada pagi ini, sedangkan Brent berada pada level level US$ 73,67 per barel. Keduanya melanjutkan kenaikan dibandingkan penurunan yang terjadi beberapa hari lalu.

     

    Indeks acuan Asia terapresiasi pada perdagangan pagi hari ini dengan indeks Kospi menguat sebesar 0,12% sedangkan Nikkei masih libur. Sementara itu, indeks futures Amerika Serikat pada pagi hari ini juga tercatat terapresiasi dengan Dow Jones, S&P, dan Nasdaq masing-masing menguat sebesar 0,12%, 0,22% dan 0,29%

     

    Isu Ekonomi dan Pasar

     

    Bank sentral Eropa (ECB) Kamis (22/7) mempertahankan stimulus moneter besar-besaran untuk zona euro. ECB mengisyaratkan dukungan dalam bentuk stimulus masih berlanjut untuk mencapai target inflasi yang baru direvisi dengan angka lebih tinggi. Dewan gubernur ECB yang beranggotakan 25 orang memutuskan untuk mempertahankan suku bunga pada posisi terendah dalam sejarah, termasuk suku bunga deposito bank negatif, kata ECB dalam pernyataan resmi. ECB juga tidak mengubah skema pembelian obligasi darurat pandemic (PEPP) senilai 1,85 triliun euro (setara US$ 2,2 triliun). Program tersebut merupakan alat utama bank sentral untuk membantu kawasan melalui krisis pandemi. (Investor Daily)

     

    Bank Indonesia (BI) kembali melakukan revisi angka proyeksi pertumbuhan ekonomi pada 2021 menjadi 3,5%—4,3%. Sebelumnya, BI memperkirakan ekonomi Indonesia akan tumbuh pada kisaran 4,1%—5,1% dengan titik tengah 3,8%. Koreksi proyeksi pertumbuhan ekonomi juga disampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati yakni menjadi 3,7%—4,5% dari sebelumnya 4,3%—5,3%. (Bisnis Indonesia)

     

    Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) yang digelar pada 21-22 Juli 2021 memutuskan untuk kembali mempertahankan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 3,50%. (Berita Satu)

     

    Melalui tulisan ini, kami kembali menyerukan kepada seluruh mitra investasi SAM untuk selalu menjaga kesehatan, mengikuti semua protokol kesehatan, menjaga jarak sosial dan fisik, serta seoptimal mungkin untuk melakukan aktivitas dari rumah. Semoga kita berhasil.


    Best Regards,

    SAM Investment

    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—23-July-2021.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – Kamis 22 Juli 2021

    Kilas Pasar

     

    Indeks saham global mengalami kenaikan pada perdagangan Rabu (21/7). Dari Amerika Serikat, indeks Dow Jones meningkat 0.83% begitupun dengan S&P 500 yang meningkat 0,82% serta NASDAQ yang terapresiasi sebesar 0.92%.

     

    Hal yang sama terjadi dari Eropa di mana indeks acuan tercatat kompak menguat. Euro Stoxx tercatat mengalami kenaikan sebesar 1.65% dan FTSE juga mengalami kenaikan sebesar 1.70%. Dari dalam negeri, IHSG ditutup naik sebesar 0,21% pada perdagangan Rabu (21/7).

     

    Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS tercatat berada pada level Rp 14.542.5. Dari komoditas, minyak WTI saat ini berada pada level US$ 70.33 per barel pada pagi ini, sedangkan Brent berada pada level level US$ 72,30 per barel. Keduanya mengalami kenaikan setelah sempat terkoreksi masing-masing hingga pada level US$ 66,42 dan US$ 68,62 per barel.

     

    Indeks acuan Asia terapresiasi pada perdagangan pagi hari ini dengan indeks Kospi menguat sebesar 0,80% sedangkan Nikkei libur. Sementara itu, indeks futures Amerika Serikat pada pagi hari ini juga tercatat terapresiasi dengan Dow Jones, S&P, dan Nasdaq masing-masing menguat sebesar 0,08%, 0,06% dan 0,06%

     

    Isu Ekonomi dan Pasar

     

    Dari Jerman, Kabinet Kanselir Angela Merkel menyetujui pemberian paket bantuan darurat besar-besaran pada Rabu (21/7) untuk daerah-daerah yang dilanda banjir di Jerman. Pemerintah Jerman memperkiarkan diperlukan anggaran miliaran euro untuk membangun kembali rumah-rumah, bisnis, dan infrastruktur-infrastruktur penting. (Investor Daily)

     

    Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, rerata inflasi inti bulanan yang menggambarkan daya beli masyarakat enam bulan pertama tahun ini hanya bergerak pada kisaran 0,12%. Angka ini jauh lebih rendah dari rerata inflasi inti periode yang sama tahun 2019 yang sebesar 0,34%. Demikian juga dengan Indeks Keyakinan Konsumen semester I 2021 yang ada di kisaran 100, jauh dari level sebelum pandemic yang mencapai kisaran 120. Di sisi lain. nominal bansos yang diberikan pemerintah belum mampu menutup pengeluaran masyarakat terutama kelompok 40% dengan penghasilan terbawah. Berdasarkan data BPS, rerata pengeluaran per kapita per bulan kelompok masyarakat 40% terbawah sebesar Rp 561.461 pada Maret 2021. Angka ini lebih tinggi dibandingkan Bantuan Sosial Tunai dari pemerintah sebesar Rp 300.000 per kepala keluarga per bulan. (Kontan)

     

    Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyatakan, realisasi anggaran program Penanganan Covid dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PCPEN) per 16 Juli telah mencapai Rp 277,36 triliun atau 37,2% dari total pagu Rp 744,75 triliun. Menkeu merinci, realisasi tersebut meliputi bidang Kesehatan sebesar Rp 54,1 triliun atau 25,2% dari pagu Rp 214,95 triliun. Dana perlindungan sosial terserap Rp 82,22 triliun atau 43,8% dari pagu Rp 187,84 triliun. Kemudian program prioritas Rp 44,44 triliun atau 37,7% dari pagu Rp 117,94 triliun, dukungan UMKM dan korporasi Rp 51,53 triliun atau 32% dari pagu Rp 161,2 triliun. “Adapun realisasi insentif usaha sudah cukup tinggi, sebesar Rp 45,07 triliun atau 71,7% dari pagu Rp 62,83 triliun,” tuturnya. (Investor Daily)

     

    Melalui tulisan ini, kami kembali menyerukan kepada seluruh mitra investasi SAM untuk selalu menjaga kesehatan, mengikuti semua protokol kesehatan, menjaga jarak sosial dan fisik, serta seoptimal mungkin untuk melakukan aktivitas dari rumah. Semoga kita berhasil.

     

    Best Regards,

    SAM Investment

    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—22-July-2021.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – Rabu 21 Juli 2021

    Kilas Pasar

     

    Indeks saham di Amerika Serikat tercatat ditutup menguat pada perdagangan hari Selasa (20/7). Indeks Dow Jones meningkat 1.62% begitupun dengan S&P 500 dan NASDAQ yang terapresiasi masing-masing sebesar 1.52% dan 1.57%.

     

    Hal yang sama terjadi dari Eropa di mana indeks acuan tercatat kompak menguat. Euro Stoxx tercatat mengalami kenaikan sebesar 0.52% dan FTSE juga mengalami kenaikan sebesar 0.54%. Dari dalam negeri, IHSG libur pada hari Selasa (20/7) setelah ditutup turun sebesar 0,91% pada perdagangan Senin (19/7).

     

    Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS tercatat berada pada level Rp 14.517.5. Dari komoditas, minyak WTI melemah dan telah menyentuh level US$ 66.78 per barel pada pagi ini, selaras dengan Brent yang juga melanjutkan pelemahan dan menyentuh level US$ 68,97 per barel. Indeks acuan Asia terapresiasi pada perdagangan pagi hari ini dengan indeks NIKKEI menguat sebesar 1.06% seiring dengan KOSPI menguat sebesar 0.30%. Sementara itu, indeks futures Amerika Serikat pada pagi hari ini juga tercatat terapresiasi dengan Dow Jones, S&P, dan Nasdaq masing-masing menguat sebesar 0.11%, 0.10% dan 0.04%

     

    Isu Ekonomi dan Pasar

     

    Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden berusaha meredam kekhawatiran tentang kenaikan harga-harga yang dinilai berpotensi merusak pemulihan ekonomi AS. Menurut Biden, salah satu cara terbaik untuk menjaga ekonomi AS tetap di jalurnya adalah Kongres memberikan lampu hijau terhadap tambahan belanja federal dalam bentuk paket infrastruktur bipartisan. Biden mendesakkan hal tersebut lantaran batas waktu persetujuan atas usulan anggaran di Senat AS adalah pekan ini. (Investor Daily)

     

    Anggota parlemen Hong Kong akan membahas perubahan hukum yang memberi kekuatan lebih besar bagi pemerintah untuk menghukum apa yang disebut pelanggaran doxxing yang menurut koalisi perusahaan teknologi besar dapat merusak kemampuan mereka untuk menyediakan layanan. Amandemen hukum yang dibahas akan menciptakan dua jenis pelanggaran. Yang paling serius, yang melibatkan pengungkapan data yang merugikan individu atau kerabat mereka, akan dihukum lima tahun penjara dan denda HK$1 juta (US$128.500). (Bloomberg)

     

    Pemerintah berencana untuk menjalankan kembali program Bantuan Subsidi Upah (BSU) menyusul penerapan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat. Saat ini, program yang menjadi bagian dari bentuk perlindungan sosial (perlinsos) bagi masyarakat itu masih dalam tahap penyusunan di jajaran kementerian/lembaga (K/L).  (Investor Daily)

     

    Melalui tulisan ini, kami kembali menyerukan kepada seluruh mitra investasi SAM untuk selalu menjaga kesehatan, mengikuti semua protokol kesehatan, menjaga jarak sosial dan fisik, serta seoptimal mungkin untuk melakukan aktivitas dari rumah. Semoga kita berhasil.

    Best Regards,

    SAM Investment

     

     

     

     

    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—21-July-2021.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – Senin 19 Juli 2021

    Kilas Pasar

     

    Indeks saham di Amerika Serikat tercatat ditutup melemah pada hari perdagangan Jumat (16/7). Indeks Dow Jones melemah 0.86% begitupun dengan S&P 500 dan NASDAQ yang terkoreksi masing-masing sebesar 0.75% dan 0.80%.

     

    Hal yang sama terjadi dari Eropa di mana indeks acuan tercatat kompak melemah. Euro Stoxx tercatat terkoreksi sebesar 0.32% dan FTSE juga melemah sebesar 0.06%. Dari dalam negeri, IHSG ditutup menguat 0.43% pada perdagangan Jumat (16/7) kemarin.

     

    Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS tercatat melemah pada level Rp 14.497.5. Dari komoditas, minyak WTI melemah sebesar 1.02% di level US$ 70.83 per barel selaras dengan Brent yang turun 0,49% menjadi US$ 72,78 per barel. Indeks acuan Asia terkoreksi pada perdagangan pagi hari ini dengan indeks NIKKEI melemah sebesar 1.17% sedangkan KOSPI melemah sebesar 0.94%. Sementara itu, indeks futures Amerika Serikat pada pagi hari ini tercatat terkoreksi dengan Dow Jones, S&P, dan Nasdaq masing-masing melemah sebesar 0.36%, 0.26% dan 0.15%

     

    Isu Ekonomi dan Pasar

     

    OPEC dan sekutunya mencapai kesepakatan untuk meningkatkan suplai minyak ke dalam pemulihan ekonomi global. Kesepakatan itu, yang disepakati pada pertemuan hari Minggu (18/7), memungkinkan kenaikan pasokan bulanan sebesar 400.000 barel per hari, dan menempatkan OPEC+ kembali mengendalikan pasar setelah dua minggu yang bergejolak. Para menteri dari Riyadh dan Abu Dhabi menunjukkan persahabatan dan komitmen mereka yang berkelanjutan terhadap aliansi, mengesampingkan kepahitan yang menyebabkan pembicaraan OPEC+ gagal awal bulan ini. Harga di New York melonjak ke level tertinggi enam tahun pada awal Juli setelah pembicaraan awal gagal, sebelum jatuh kembali ke $70 per barel. (Bloomberg)

     

    Pemerintah memutuskan untuk menambah anggaran Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN) menjadi Rp 744,75 triliun. Anggaran ini bertambah Rp 45,32 atau 6,48% dibandingkan pagu anggaran PC-PEN sebelumnya yang dipatok Rp 699,43 triliun. Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan, peningkatan anggaran itu sejalan dengan bertambahnya kebutuhan dana untuk menangani lonjakan kasus Covid-19. Peningkatan anggaran ini utamanya untuk bidang kesehatan dan perlindungan social. (Investor Daily)

     

    Melalui tulisan ini, kami kembali menyerukan kepada seluruh mitra investasi SAM untuk selalu menjaga kesehatan, mengikuti semua protokol kesehatan, menjaga jarak sosial dan fisik, serta seoptimal mungkin untuk melakukan aktivitas dari rumah. Semoga kita berhasil.

    Best Regards,

    SAM Investment

     

     

     

     

    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—19-July-2021.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – Jumat 16 Juli 2021

    Kilas Pasar

     

    Indeks saham di Amerika Serikat tercatat ditutup mixed pada hari perdagangan Kamis kemarin. Indeks Dow Jones menguat 0.15% sedangkan S&P 500 dan NASDAQ terkoreksi masing-masing sebesar 0.33% dan 0.7%.

     

    Dari Eropa, indeks acuan tercatat kompak melemah. Euro Stoxx tercatat terkoreksi sebesar 0.95% dan FTSE juga melemah sebesar 0.99%. Dari dalam negeri, IHSG ditutup menguat 1.13% pada perdagangan Kamis (15/7) kemarin.

     

    Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS tercatat melemah pada level Rp 14.482. Dari komoditas, minyak WTI melemah sebesar 0.38% di level US$ 71.38 per barel.

     

    Indeks acuan Asia terkoreksi pada perdagangan pagi hari ini dengan indeks NIKKEI melemah sebesar 0.72% sedangkan KOSPI melemah sebesar 0.37%. Sementara itu, indeks futures Amerika Serikat pada pagi hari ini tercatat terkoreksi dengan Dow Jones, S&P, dan Nasdaq masing-masing melemah sebesar 0.23%, 0.26% dan 0.99%

     

    Isu Ekonomi dan Pasar

     

    Pertumbuhan ekonomi China pada kuartal kedua tahun ini melambat meski secara keseluruhan masih cukup tangguh, yakni di angka 7,9 persen. Namun, pendapatan rumah tangga tidak tumbuh secepat ekonomi, yang akan terus membatasi seberapa banyak konsumsi dapat pulih. Biro Statistik Nasional mengatakan pertumbuhan pendapatan rumah tangga sebesar 12,0 persen year-on-year pada semester pertama 2021, yang berarti pertumbuhan rata-rata dua tahun sebesar 5,2 persen. “Sedikit lebih lambat dari pertumbuhan ekonomi tetapi secara umum tetap pada kecepatan yang sama,” kata Brio Statistik dalam keterangan tertulisnya, Kamis (15/7/2021). (Bisnis Indonesia)

     

    Data Bank Indonesia (BI) menunjukkan adanya penurunan suku bunga kredit perbankan, sejalan dengan tren penurunan suku bunga acuan. Selain itu, BI mencatat rata-rata tertimbang suku bunga kredit pada Mei 2021 berada di angka 9,5% yang menunjukkan penurunan 4 basis poin (bps) dibandingkan bulan sebelumnya. Salah satunya PT Bank Rakyat Indonesia yang menyatakan per 28 Februari 2021 telah menurunkan Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK) untuk seluruh segmen kredit yang terdiri dari kredit korporasi, ritel, mikro, kepemilikan rumah (KPR), dan non-KPR. Penurunan SBDK ini cukup signifikan, yakni sebesar 150-325 bps. (Kontan)

     

    Melalui tulisan ini, kami kembali menyerukan kepada seluruh mitra investasi SAM untuk selalu menjaga kesehatan, mengikuti semua protokol kesehatan, menjaga jarak sosial dan fisik, serta seoptimal mungkin untuk melakukan aktivitas dari rumah. Semoga kita berhasil.

     

    Best Regards,

    SAM Investment

     

     

     

     

    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—16-Juli-2021.pdf