Samuel Aset Manajemen

Author: samadmin

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – 31 Juli 2023

    Kilas Pasar

    Indeks saham di Amerika Serikat bergerak menguat pada hari Jumat (28/7). Dow, S&P 500, dan Nasdaq terapresiasi masing – masing sebesar 0.50%, 0.99%, dan 1.90%. Dari Eropa, indeks bergerak bervariasi. FTSE 100 terapresiasi sebesar 0.02% dan STOXX600 terdepresiasi sebesar -0.20%.

    Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS diperdagangkan pada level Rp.15,063. Dari komoditas, perdagangan minyak Brent dan WTI bergerak melemah masing-masing sebesar -0.20% dan -0.16% diperdagangkan pada level US$ 84.24 dan US$ 80.42 per barel.

    Indeks acuan Asia, KOSPI Korea Selatan terapresiasi sebesar 0.83%, NIKKEI Jepang bertumbuh sebesar 1.91%. Perdagangan indeks futures Amerika Serikat bergerak melemah pada pagi hari ini dengan Dow, S&P, dan Nasdaq terdepresiasi masing – masing sebesar -0.07%, -0.05%, dan -0.10%.

    Isu Ekonomi dan Pasar

    Tren penurunan simpanan di industri perbankan Amerika Serikat masih berlanjut dan justru banyak terjadi di bank-bank besar. Empat bank besar seperti JPMorgan Chase, Bank of America, Citigroup dan Wells Fargo mencetak penurunan simpanan US$62 miliar di periode April-Juni 2023 dibanding kuartal sebelumnya. Total simpanan simpanan bersih dari empat bank tersebut sekarang mencapai US 262-miliar. Alexander Yokum selaku analis CFRA mengatakan bahwa penurunan tersebut terjadi karena nasabah lebih memilih bank-bank regional yang menawarkan bunga deposito yang lebih tinggi demi menarik deposan sementara bank-bank besar bisa mempertahankan suku bunga rendah karena memiliki skala bisnis yang besar dan beragam sumber dana. (Kontan)

    Bunga utang tahun ini berisiko membengkak meskipun pembayaran bunga utang pemerintah sudah hampir separuh dari alokasi APBN 2023. Kementerian Keuangan mencatat bahwa bunga utang per akhir Juni 2023 mencapai Rp211.7 triliun atau setara dengan 48% dari target APBN 2023. Dirjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Suminto mengungkapkan bahwa pembayaran bunga utang akan disesuaikan dengan jatuh tempo pembayaran, sesuai jadwal, hingga akhir Desember 2023. Mengacu pada data Kementerian Keuangan, pembayaran bunga utang pemerintah setiap tahun memang terus meningkat, bahkan diproyeksikan bisa mencapai hingga Rp470 triliun tahun ini. (Kontan)

    Bank Indonesia akan memberikan bunga deposito valas bagi eksportir yang memarkirkan devisa hasil ekspor (DHE) sumber daya alam (SDA) pada sistem keuangan Indonesia. Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengungkapkan bahwa bunga yang ditawarkan ini bernilai lebih tinggi apabila dibandingkan dengan eksportir yang memarkirkan hasil ekspornya di luar negeri. Sebagai contoh, TD Valas DHE berjumlah lebih dari 10 juta USD dalam jangka waktu 3 bulan akan diberikan bunga sebesar 5.51% dari BI ke bank, dengan rincian 5.385% diberikan ke eksportir dan 0.125% untuk perbankan. Hal ini tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 36 Tahun 2023 yang mulai berlaku pada 1 Agustus 2023. Melalui kebijakan ini, pemerintah resmi mewajibkan eksportir untuk menyimpan DHE SDA seminimalnya 30% dalam sistem keuangan Indonesia dengan jangka waktu paling sedikit tiga bulan. (Kontan)

    Best Regards,

    SAM Investment

    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—31-Juli-2023.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – 28 Juli 2023

    Kilas Pasar

    Indeks saham di Amerika Serikat bergerak melemah pada hari Kamis (27/7). Dow, S&P 500, dan Nasdaq terdepresiasi masing – masing sebesar -0.67%, -0.64%, dan -0.55%. Dari Eropa, indeks bergerak menguat. FTSE 100 dan STOXX600 terapresiasi masing – masing sebesar 0.21% dan 1.35%.

    Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS diperdagangkan pada level Rp.15,072. Dari komoditas, perdagangan minyak Brent dan WTI bergerak melemah masing-masing sebesar -0.50% dan -0.40% diperdagangkan pada level US$ 83.38 dan US$ 79.76 per barel.

    Indeks acuan Asia, KOSPI Korea Selatan terdepresiasi sebesar -0.17%, NIKKEI Jepang menurun sebesar -1.21%. Perdagangan indeks futures Amerika Serikat bergerak menguat pada pagi hari ini dengan Dow, S&P, dan Nasdaq terapresiasi masing – masing sebesar 0.06%, 0.14%, dan 0.28%.

    Isu Ekonomi dan Pasar

    Berbagai bank sentral dunia merespons sinyal kenaikan suku bunga The Fed dengan ikut mengerek suku bunga. Pelaku pasar merespons kebijakan ini dengan positif. Di kawasan Eropa, pasar saham rata-rata dibuka dengan posisi hijau pada perdagangan kemarin, selaras dengan sebagian indeks saham di Asia yang ditutup menguat. Hong Kong Monetary Authority menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 5.75%, menjadi yang tertinggi dalam 16 tahun terakhir. Hal yang sama juga terjadi pada bank sentral di negara teluk seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, Kuwait, Bahrain, bahkan Thailand dan European Central Bank. (Kontan)

    Dari data Kementerian Keuangan per akhir Juni 2023, utang pemerintah tercatat kembali naik dari level Rp7.805,19 triliun, lebih tinggi 0,23% dari akhir bulan sebelumnya.  Utang pemerintah didominasi instrumen surat berharga negara (SBN) dengan proporsi sebesar 89,04% sementara Rp 855,09 triliun sisanya merupakan utang dalam bentuk pinjaman dengan proporsi sebesar 10,96% terhadap total utang pemerintah pusat. Dengan kenaikan tersebut, rasio utang pemerintah mencapai 37,93% terhadap produk domestik bruto (PDB). Meskipun terdapat kenaikan, Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan konsolidasi fiskal terus berlanjut seiring pengelolaan utang yang lebih baik, dan oleh karena itu lembaga pemeringkat R&I menaikkan outlook rating utang Indonesia dari stabil menjadi positif. (Kontan)

    Pelaksana Tugas (Plt) Deputi Bidang Kependudukan dan Ketenagakerjaan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas Maliki menekankan bahwa target pengentasan kemiskinan ekstrem masih dapat dicapai. Ia mengatakan bahwa dengan menggunakan standar PPP (Purchasing Power Poverty) sebesar $1,90 Indonesia sudah mencapai 1,12% pada Maret 2023 sehingga pemerintah masih optimis mencapai target dalam Rencana Kerja Pemerintah untuk mencapai angka kemiskinan ekstrem 0-1%. Namun percepatan program kemiskinan ekstrem tersebut harus didukung dengan adanya basis data terintegrasi. (Investor)

    Best Regards,

    SAM Investment

    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—28-Juli-2023.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – 26 Juli 2023

    Kilas Pasar

    Indeks saham di Amerika Serikat bergerak menguat pada hari Selasa (25/7). Dow, S&P 500, dan Nasdaq terapresiasi masing – masing sebesar 0.08%, 0.28%, dan 0.61%. Dari Eropa, indeks bergerak menguat FTSE 100 dan STOXX600 terapresiasi masing – masing sebesar 0.17% dan 0.48%.

    Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS diperdagangkan pada level Rp.15,022. Dari komoditas, perdagangan minyak Brent dan WTI bergerak bervariasi masing-masing sebesar 0.08% dan -0.29% diperdagangkan pada level US$ 83.00 dan US$ 79.40 per barel.

    Indeks acuan Asia, KOSPI Korea Selatan terdepresiasi sebesar -0.96%, NIKKEI Jepang menurun sebesar -0.22%. Perdagangan indeks futures Amerika Serikat bergerak melemah pada pagi hari ini dengan Dow, S&P, dan Nasdaq terdepresiasi masing – masing sebesar -0.10%, -0.04%, dan -0.19%.

    Isu Ekonomi dan Pasar

    The Fed diprediksi akan menaikkan suku bunga sebesar 0.25% minggu ini, bahkan diproyeksi kebijakan ini akan berlanjut hingga akhir tahun 2023. Dikutip dari Bloomberg (25/7), Chairman The Fed Jerome Powell nampaknya akan membiarkan kebijakan kenaikan suku bunga tersebut, dan Bank Sentral AS diperkirakan akan mengumumkan keputusan kebijakan moneternya pada Rabu (26/7) pukul 2.00 siang waktu setempat. Apabila kebijakan ini terjadi, maka kenaikan suku bunga sebesar 0.25% menandai kebijakan menaikkan suku bunga yang ke-11 kalinya yang dilakukan oleh Bank Sentral AS dan membawa suku bunga acuan level tertinggi dalam 22 tahun terakhir. (Kontan)

    Dalam Hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) bulanan periode Juli 2023, BI kembali mempertahankan suku bunga acuan BI7DDR di level 5,75% untuk keenam kalinya berturut-turut. BI juga menetapkan suku bunga Deposit Facility 5,00% dan suku bunga Lending Facility 6,50%. Keputusan tersebut konsisten dengan stance kebijakan moneter untuk memastikan inflasi tetap terkendali dalam kisaran sasaran 3,0% plus minus 1% pada sisa tahun 2023 dan 2,5% plus minus 1% pada 2024. Gubernur BI Perry Warjiyo juga menekankan bahwa fokus kebijakan moneter dialihkan pada penguatan stabilisasi nilai rupiah untuk mengendalikan inflasi barang impor (imported inflation) dan mitigasi dampak ketidakpastian pasar keuangan global. (Investor)

    Bank Indonesia (BI) menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2023 sebesar 5,1% secara tahunan atau year on year (yoy). Hal tersebut diungkapkan oleh Deputi Gubernur BI Aida S. Budiman mengungkapkan bahwa BI memperkirakan pertumbuhan ekonomi naik menjadi 5,1% dari yang sebelumnya di kisaran 5% yoy. Hal tersebut juga didukung oleh Gubernur BI Perry Warjiyo yang mengungkapkan pertumbuhan ekonomi untuk kuartal II-2023 terdorong oleh peningkatan konsumsi rumah tangga serta investasi. Kenaikan konsumsi rumah tangga tersebut berhubungan dengan hari keagamaan seperti Idul Fitri serta pemberian gaji ke -13 untuk aparatur sipil negara (ASN). Peningkatan investasi terlihat pada investasi non bangunan seperti kinerja ekspor yang positif dan hilirisasi. (Kontan)

    Best Regards,

    SAM Investment

    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—26-Juli-2023.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – 25 Juli 2023

    Kilas Pasar

    Indeks saham di Amerika Serikat bergerak menguat pada hari Senin (24/7). Dow, S&P 500, dan Nasdaq terapresiasi masing – masing sebesar 0.52%, 0.40%, dan 0.19%. Dari Eropa, indeks bergerak menguat FTSE 100 dan STOXX600 terapresiasi masing – masing sebesar 0.19% dan 0.06%.

    Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS diperdagangkan pada level Rp.14,984. Dari komoditas, perdagangan minyak Brent dan WTI bergerak menguat masing-masing sebesar 0.05% dan 0.22% diperdagangkan pada level US$ 82.62 dan US$ 78.89 per barel.

    Indeks acuan Asia, KOSPI Korea Selatan terdepresiasi sebesar -0.05%, NIKKEI Jepang menurun sebesar -0.39%. Perdagangan indeks futures Amerika Serikat bergerak melemah pada pagi hari ini dengan Dow, S&P, dan Nasdaq terdepresiasi masing – masing sebesar -0.07%, -0.05%, dan -0.03%.

    Isu Ekonomi dan Pasar

    Meningkatnya harapan soft landing terhadap ekonomi Amerika Serikat (AS) bergantung pada kesediaan Federal Reserve (The Fed) mentolerir inflasi yang lebih tinggi dari target 2 persen. Mengutip Bloomberg, Senin (24/7/2023) ketua The Fed Jerome Powell dengan rekan-rekannya tampaknya akan menaikkan suku bunga sebesar 0,25 bps minggu ini. Tujuannya adalah untuk memperlambat ekonomi tanpa harus jatuh ke jurang resesi dan mencapai target inflasi 2 persen, atau yang disebut dengan soft landing.  Mantan bos The Fed Ben Bernanke mengatakan bahwa kenaikan suku bunga 25-26 Juli 2023 mungkin jadi yang terakhir. Namun, hal ini tergantung pada seberapa tinggi inflasi yang dapat diterima The Fed dan berapa lama. (Bisnis)

    Operasi moneter berupa term deposit valas sebagai penempatan devisa hasil ekspor (DHE) telah berlangsung sekitar empat bulan. Namun, eksportir masing enggan membawa masuk dananya dan menyimpan lebih lama ke sistem keuangan dalam negeri. Berdasarkan data Bank Indonesia (BI), total volume transaksi term deposit valas sejak 2 Maret 2023 hingga 20 Juli 2023 mencapai US$ 1.23 miliar. Jumlah tersebut terdiri dari transaksi dalam tenor satu bulan sebesar US$ 1 miliar dan tenor tiga bulan sebesar US$ 236 juta. Dengan nilai transaksi yang lebih banyak masuk ke tenor jangka pendek, kepala Ekonomi Bank Central Asia (BCA) David Sumual menduga, kondisi ini berkaitan dengan arus kas para pengusaha. Selain itu, imbal hasil tenor jangka pendek lebih menarik daripada imbal hasil tenor jangka Panjang. Pada 20 Juli 2023, imbal hasil tenor satu bulan bergerak di kisaran 5.22% hingga 5.32% dan imbal hasil tenor tiga bulan di kisaran 5.38% hingga 5.48%. (Kontan)

    Rupiah diperkirakan masih akan bergerak sideways lantaran investor wait and see menjelang rapat FOMC pada tanggal 25-26 Juli mendatang. Hari senin (24/7), rupiah ditutup stagnan pada level Rp 15.027 per dolar Amerika Serikat (AS). Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan, pergerakan rupiah diperkirakan masih akan cenderung sideways hingga rilis FOMC pada Kamis mendatang. Sementara itu, Bank Indonesia (BI) diperkirakan akan kembali mempertahankan suku bunga di level 5,75% pada RDG BI bulan Juli ini. (Kontan)

    Best Regards,

    SAM Investment

    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—25-Juli-2023.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – 18 Juli 2023

    Kilas Pasar

    Indeks saham di Amerika Serikat bergerak menguat pada hari Senin (17/7). Dow, S&P 500 dan Nasdaq terapresiasi masing – masing sebesar 0.22%, 0.39%, dan 0.93%. Dari Eropa, indeks bergerak melemah. FTSE 100 dan STOXX600 terdepresiasi masing – masing sebesar -0.38% dan -0.63%.

    Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS diperdagangkan pada level Rp.14,964. Dari komoditas, perdagangan minyak Brent dan WTI bergerak menguat masing-masing sebesar 0.15% dan 0.16% diperdagangkan pada level US$ 78.61 dan US$ 74.19 per barel.

    Indeks acuan Asia, KOSPI Korea Selatan terdepresiasi sebesar -0.54%, NIKKEI Jepang meningkat sebesar 0.30%. Perdagangan indeks futures Amerika Serikat bergerak melemah pada pagi hari ini dengan Dow, S&P, dan Nasdaq terdepresiasi masing – masing sebesar -0.06%, -0.11%, dan -0.20%.

    Isu Ekonomi dan Pasar

    Lesunya belanja konsumen dan krisis di sektor properti membuat pertumbuhan ekonomi Tiongkok lesu dan hanya mencetak angka sebesar 6,3% (year-on year/YoY), jauh di bawah angka konsensus ekonom di angka 7,1%. Kepala Ekonom Guotai Junan Hong Kong Ltd. Hao Zhou mengatakan bahwa lambatnya pertumbuhan ekonomi China harus dibantu oleh kebijakan seperti pemangkasan suku bunga acuan. Meskipun begitu, naiknya suku bunga Amerika Serikat (AS) membatasi kebijakan pelonggaran dari People?s Bank of China (PBOC). Hal tersebut telah menjadi perhatian Menteri Keuangan AS Janet Yellen dalam pertemuannya dengan  gubernur bank sentral negara G20. Ia mengatakan bahwa lambatnya pertumbuhan ekonomi Tiongkok harus diwaspadai karena akan berdampak pada banyak negara di dunia. (Bisnis)

    Neraca perdagangan barang Indonesia pada Juni 2023 tercatat surplus senilai USD 3.45 miliar, dilansir dari BPS. Hal ini menggambarkan bahwa neraca perdagangan telah mencetak surplus selama 38 bulan berturut-turut yang disebabkan oleh kontraksi impor lebih dalam dibandingkan dengan ekspor. Kinerja ekspor masih bergantung pada harga komoditas yang menurun, seperti CPO yang turun 12.54% mtm, bijih besi meningkat 7.89% mtm, batu bara turun 13.12% mtm, dan nikel turun 3.36% mtm. Sementara kinerja impor dipengaruhi oleh pelemahan nilai tukar rupiah. Kepala Ekonom BCA David Sumual memprediksi bahwa neraca perdagangan ke di masa datang masih berpeluang mencetak surplus, tetapi akan menyusut. Hal ini disebabkan karena ekspor dan impor akan didorong oleh beberapa jenis komoditas seperti mineral yang mulai menunjukkan tanda pemulihan. (Kontan)

    Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat berpotensi masih melemah pada perdagangan Selasa (18/7). Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede berpendapat bahwa pelemahan ini dapat terjadi jika sentimen kekhawatiran masyarakat terhadap perekonomian China terus berlanjut. Sentimen ini bukan hanya mendorong pelemahan rupiah, tetapi juga mayoritas mata uang Asia lainnya. Josua memprediksi bahwa rupiah akan melemah dalam kisaran Rp14.950?Rp15.050 per dolar AS. Dilansir dari Bloomberg, rupiah melemah sebesar 0.24% pada Senin (17/7) dari Rp14.932,5 ke Rp14.995. (Kontan)

    Best Regards,

    SAM Investment

    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—18-Juli-2023.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – 14 Juli 2023

    Kilas Pasar

    Indeks saham di Amerika Serikat bergerak menguat pada hari Kamis (13/7). Dow, S&P 500, dan Nasdaq terapresiasi masing – masing sebesar 0.14%, 0.85%, dan 1.58%. Dari Eropa, indeks bergerak meningkat. FTSE 100 dan STOXX600 bertumbuh masing – masing sebesar 0.32% dan 0.61%.

    Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS diperdagangkan pada level Rp.14,752. Dari komoditas, perdagangan minyak Brent dan WTI bergerak bervariasi masing-masing sebesar -0.07% dan 0.34% diperdagangkan pada level US$ 81.55 dan US$ 77.14 per barel.

    Indeks acuan Asia, KOSPI Korea Selatan terapresiasi sebesar 1.01%, NIKKEI Jepang terdepresiasi sebesar -0.54%. Perdagangan indeks futures Amerika Serikat bergerak melemah pada pagi hari ini dengan Dow, S&P, dan Nasdaq terdepresiasi masing – masing sebesar -0.25%, -0.15%, dan -0.04%.

    Isu Ekonomi dan Pasar

    Inflasi Amerika Serikat diprediksi akan terus melanjutkan tren penurunan bahkan telah mencapai 3% atau hanya selisih 100 basis poin (bps) dari target bank sentral AS sebesar 2%. Hal tersebut mengindikasikan perjalanan The Fed dalam menaikkan suku bunga sejak 2022 akan segera berakhir. Penurunan inflasi  yang terjadi dapat menjadi sebuah katalis yang positif bagi pasar. Makrostrategis Samuel Sekuritas Lionel Priyadi memperkirakan penurunan inflasi tersebut akan mengerek kinerja Surat Berharga Negara (SBN).  Menurutnya,  ekspetasi pelaku pasar akan mendorong yield SBN 10 tahun berpotensi turun ke 6%?6,1% bulan ini diikuti oleh Rupiah yang juga berpotensi terapresiasi ke level Rp14.800 per dolar. Tidak hanya itu, proses disinflasi AS juga membuka peluang Bank Indonesia untuk memotong suku bunga pada semester II/2023. (Bisnis)

    Arus modal asing berbentuk investasi portofolio yang masuk dari awal tahun hingga akhir Juni 2023 year to date terhitung sebanyak 4.7 miliar USD. Masuknya dana asing ini dinilai akan membantu memperkuat ketahanan eksternal Indonesia dan berdampak positif terhadap pergerakan nilai tukar rupiah di tengah tekanan dan ketidakpastian ekonomi global. Penurunan inflasi Amerika Serikat dan inflasi Indonesia yang rendah membuka peluang untuk suku bunga riil agar bisa mencapai tingkat 2% dan berpengaruh kepada pergerakan nilai tukar rupiah. (Kontan)

    Goldman Sachs, bank investasi global berpusat di Amerika Serikat, memprediksi Indonesia akan menjadi negara dengan ekonomi terbesar ke-4 di dunia pada 2050. Melesatnya laju ekonomi Indonesia pada 2050 terjadi seiring ledakan ekonomi negara berkembang lain yang mengalahkan negara maju. Riset terbaru Goldman Sachs memprediksi perekonomian Indonesia bakal menggeser posisi Brasil dan Rusia sebagai negara berkembang terbesar keempat di dunia pada 2050. Sementara itu, perekonomian negara berkembang pada periode 2024 hingga 2029 diperkirakan tumbuh sebesar 3,8 persen. Proyeksi pertumbuhan negara berkembang atau emerging market di atas pertumbuhan negara maju yang hanya tercatat 1,8 persen. (Bisnis)

    Best Regards,

    SAM Investment

    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—14-Juli-2023.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – 13 Juli 2023

    Kilas Pasar

    Indeks saham di Amerika Serikat bergerak menguat pada hari Rabu (12/7). Dow, S&P 500, dan Nasdaq terapresiasi masing – masing sebesar 0.25%, 0.74%, dan 1.15%. Dari Eropa, indeks bergerak meningkat. FTSE 100 dan STOXX600 bertumbuh masing – masing sebesar 1.83% dan 1.51%.

    Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS diperdagangkan pada level Rp.15,137. Dari komoditas, perdagangan minyak Brent dan WTI bergerak meningkat masing-masing sebesar 0.24% dan 0.20% diperdagangkan pada level US$ 80.31 dan US$ 75.90 per barel.

    Indeks acuan Asia, KOSPI Korea Selatan terapresiasi sebesar 0.73%, NIKKEI Jepang bertumbuh sebesar 1.11%. Perdagangan indeks futures Amerika Serikat bergerak menguat pada pagi hari ini dengan Dow, S&P, dan Nasdaq terapresiasi masing – masing sebesar 0.10%, 0.13%, dan 0.23%.

    Isu Ekonomi dan Pasar

    Inflasi Amerika Serikat (AS) Juni 2023 melaju paling lambat dalam lebih dari 2 tahun terakhir, mengindikasikan kebijakan Bank Sentral AS The Federal Reserve (The Fed) mampu mengatasi tekanan harga. Dilansir Bloomberg pada Rabu (12/7/2023), berdasarkan data dari Biro Statistik Tenaga Kerja AS indeks harga konsumen (IHK) naik 3 persen pada bulan lalu secara tahunan (year on year/y-o-y). Jika dibandingkan dengan Mei 2023, inflasi pada Juni 2023 naik 0.2 persen. IHK yang tidak memasukkan harga pangan dan energi naik 0,2 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Sementara, jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu, atau disebut pengukuran inti naik 4,8 persen. Angka ini menyentuh level terendah sejak 2021, tetapi tetap berada di atas target The Fed yang sebesar 2 persen. (Bisnis)

    Masyarakat masih diliputi oleh kewaspadaan pada tekanan inflasi di perekonomian. Kewaspadaan tersebut tercermin pada Survei Penjualan Eceran Bank Indonesia (BI) yang mengindikasikan tekanan inflasi akan meningkat pada November 2023. Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) November 2023 tercatat sebesar 123,0, lebih tinggi jika dibandingkan dengan periode sebelumnya sebesar 121,6. Josua Pardede selaku kepala ekonom Bank Permata mengatakan bahwa hal tersebut wajar mengingat tren akhir tahun yang mendorong permintaan serta potensi naiknya harga pangan imbas dari El Nino. Meskipun begitu, Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono menyatakan bahwa tekanan harga akan tetap terjaga oleh ketersediaan pasokan dan kelancaran distribusi barang. (Bisnis)

    Menurunnya penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) membuat realisasi pembiayaan utang hingga semester I mencapai Rp 166,5 triliun turun 15,4% jika dibandingkan dengan periode yang sama secara year-on-year (YoY). Hal tersebut diungkapkan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Menurutnya, menurunnya penerbitan SBN ditopang oleh defisit tahun ini yang lebih rendah dari perkiraan dan keseimbangan primer. Adapun Dia memerinci, hingga periode tersebut realisasi penerbitan SBN mencapai Rp 157,9 trilun, atau mengalami penurunan sebesar 13,6% yoy. Realisasi ini juga telah mencapai 56,49% dari outlook penerbitan SBN yang sebesar Rp 362,9 triliun. (Kontan)

    Best Regards,

    SAM Investment

    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—13-Juli-2023.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – 5 Juli 2023

    Kilas Pasar

    Indeks saham di Amerika Serikat bergerak menguat pada hari Selasa (4/7). Dow, S&P 500, dan Nasdaq terapresiasi masing – masing sebesar 0.03%, 0.12%, dan 0.21%. Dari Eropa, indeks bergerak melemah. FTSE 100 dan STOXX600 terdepresiasi masing – masing sebesar -0.10% dan -0.07%.

    Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS diperdagangkan pada level Rp.15,005. Dari komoditas, perdagangan minyak Brent dan WTI bergerak bervariasi masing-masing sebesar -0.59% dan 1.52% diperdagangkan pada level US$ 75.81 dan US$ 70.86 per barel.

    Indeks acuan Asia, KOSPI Korea Selatan menurun sebesar -0.33%, NIKKEI Jepang terdepresiasi sebesar -0.48%. Perdagangan indeks futures Amerika Serikat bergerak melemah pada pagi hari ini dengan Dow, S&P, dan Nasdaq terdepresiasi masing – masing sebesar -0.06%, -0.01%, dan -0.07%.

    Isu Ekonomi dan Pasar

    China membatasi ekspor galium dan germanium, bahan baku utama pembuatan chip berteknologi tinggi, ke pasar Amerika Serikat (AS). Kontrol ketat kebijakan ini berlaku pada 1 Agustus 2023 dengan pertimbangan untuk melindungi keamanan dan kepentingan nasional. Meskipun begitu, pembatasan ekspor ini dinilai sebagai balasan Pemerintah China atas pembatasan pengiriman microchip berteknologi tinggi dari AS beberapa waktu yang lalu. (nvestor)

    Laju pertumbuhan inflasi secara tahunan sudah mulai landai di level 3,52% pada Juni 2023. Namun, kondisi tersebut tampaknya belum terlalu kuat bagi perbankan untuk menurunkan bunga kreditnya. Jika mengacu data Bank Indonesia (BI) di April 2023, suku bunga kredit memang masih memiliki tren pertumbuhan secara tahunan. Bunga kredit modal kerja di periode tersebut ada di level 8,92%, lebih tinggi dari bulan yang sama di tahun lalu berada di level 8,49%. Menurut Amin Nurdin selaku senior LPPI, kemungkinan penurunan kemungkinan bunga kredit bank itu ada tetapi sulit karena saat ini BI juga belum menurunkan tingkat suku bunga acuan. (Kontan)

    Pemerintah optimistis penerimaan negara pada akhir tahun nanti bakal melampaui target. Alhasil, penarikan utang yang telah direncanakan dalam anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) pada tahun 2023 bisa ditahan. Menteri keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan APBN mengalami surplus sebesar Rp 152.3 triliun pada semester I-2023. Surplus tersebut bahkan lebih tinggi dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu yang sebesar Rp 73.6 triliun. Surplus itu berasal dari pendapatan negara yang terkumpul Rp 1,406.9 triliun, yang setara dengan 57.2% daru target APBN 2023. Namun angka tersebut tumbuh tipis sebesar 5.4% year on year (yoy). Di sisi lain, realisasi belanja negara pada semester pertama tahun ini telah mencapai Rp 1,245.7 triliun, atau setara 41% dari target. Namun pertumbuhannya lebih tipis lagi, yakni hanya 0.9% yoy. (Kontan)

    Best Regards,

    SAM Investment


    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—5-Juli-2023.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – 4 Juli 2023

    Kilas Pasar

    Indeks saham di Amerika Serikat bergerak menguat pada hari Senin (3/7). Dow, S&P 500, dan Nasdaq terapresiasi masing – masing sebesar 0.03%, 0.12%, dan 0.21%. Dari Eropa, indeks bergerak melemah. FTSE 100 dan STOXX600 terdepresiasi masing – masing sebesar -0.06% dan -0.21%.

    Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS diperdagangkan pada level Rp.15,064. Dari komoditas, perdagangan minyak Brent dan WTI bergerak bervariasi masing-masing sebesar -0.19% dan 0.33% diperdagangkan pada level US$ 74.83 dan US$ 70.02 per barel.

    Indeks acuan Asia, KOSPI Korea Selatan menurun sebesar -0.19%, NIKKEI Jepang terdepresiasi sebesar -1.01%. Perdagangan indeks futures Amerika Serikat bergerak bervariasi pada pagi hari ini dengan Dow, S&P, dan Nasdaq terdepresiasi masing – masing sebesar -0.01%, -0.07%, dan -0.19%.

    Isu Ekonomi dan Pasar

    Manufaktur Amerika Serikat (AS) melorot semakin dalam pada Juni 2023, bahkan mencapai level terakhir terlihat ketika negara itu sempoyongan saat gelombang awal pandemi Covid-19. Hal ini akibat permintaan pasar yang melemah. Namun, tekanan Factory Gate Pricing (FGP) atau harga gerbang pabrik terus mengempis sehingga memberikan secercah harapan bagi ekonomi di Negeri Paman Sam tersebut. Melansir Reuters, Purchasing Managers’ Index (PMI) pada Selasa (4/7/2023) turun menjadi 46 dari 46,9 di Mei. Angka itu menjadi pembacaan terendah sejak Mei 2020. Serta, bulan kedelapan berturut-turut PMI bertahan di bawah ambang batas 50, yang menunjukkan kontraksi di bidang manufaktur sehingga menjadi rentang terpanjang semenjak resesi 2008. (Investor)

    Laju inflasi mengalami tren penurunan pada tahun ini, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi Juni 2023 yang bertepatan dengan Hari Raya Iduladha bertengger di level 3,52 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) atau kembali dalam rentang target sasaran tahun 2023 yakni 3 persen plus minus 1 persen. Sementara itu, secara bulanan, terjadi inflasi sebesar 0,14 persen atau lebih tinggi dibanding inflasi Mei 2023 yang sebesar 0,09 persen month-to-month (mtm). (Bisnis) 

    Indonesia kembali masuk dalam kelompok negara berpendapatan menengah atas atau Upper Middle-Income Country (UMIC) di tengah berbagai tekanan dan ketidakpastian global. Berdasarkan rilis Bank Dunia, Gross National Income (GNI) per kapita Indonesia tercatat naik sebesar 9,8 % menjadi US$ 4.580 di 2022, dibandingkan pada tahun 2021 yang hanya US$ 4.170. Kembalinya Indonesia ke kelompok negara berpendapatan menengah atas ini tidak terlepas dari efektivitas penanganan pandemi, pelaksanaan program penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN), serta transformasi ekonomi melalui hilirisasi sumber daya alam (SDA). (Kontan)

    Best Regards,

    SAM Investment

    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—4-Juli-2023.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – 3 Juli 2023

    Kilas Pasar

    Indeks saham di Amerika Serikat bergerak menguat pada hari Selasa (27/6). Dow, S&P 500, dan Nasdaq terapresiasi masing – masing sebesar 0.84%, 1.23%, dan 1.45%. Dari Eropa, indeks bergerak bertumbuh. FTSE 100 dan STOXX600 terapresiasi masing – masing sebesar 0.80% dan 1.16%.

    Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS diperdagangkan pada level Rp.14,993. Dari komoditas, perdagangan minyak Brent dan WTI bergerak menguat masing-masing sebesar 0.40% dan 0.07% diperdagangkan pada level US$ 75.48 dan US$ 70.67 per barel.

    Indeks acuan Asia, KOSPI Korea Selatan meningkat sebesar 1.25%, NIKKEI Jepang terapresiasi sebesar 1.52%. Perdagangan indeks futures Amerika Serikat bergerak bervariasi pada pagi hari ini dengan Dow dan S&P terdepresiasi masing – masing sebesar -0.02% dan -0.02%, sedangkan Nasdaq terapresiasi sebesar 0.05%.

    Isu Ekonomi dan Pasar

    Sejumlah bank besar di Amerika Serikat (AS) menaikkan nilai dividen pada kuartal III 2023, setelah dinyatakan lulus dalam stress test tahunan yang dilakukan Federal Reserve (The Fed). Bank – bank tersebut seperti JPMorgan Chase, Wells Fargo, Goldman Sachs, dan Morgan Stanley. Hal itu menunjukkan bahwa mereka memiliki modal yang cukup untuk menghadapi kemerosotan ekonomi yang parah. Melansir Reuters, Minggu (2/7), salah satu pemberi pinjaman terbesar di AS, JPMorgan, berencana untuk meningkatkan dividen saham kuartalan menjadi US$ 1,05 per saham dari US$ 1,00 saat ini. Adapun dividen Goldman Sachs akan naik menjadi US$ 2,75 dolar per saham dari US$ 2,50 dolar, sedangkan Morgan Stanley akan naik menjadi US$ 85 sen per saham dari US$ 77,5 sen saat ini. (Kontan)

    (BPS) akan mengumumkan perkembangan inflasi tengah tahun atau Juni 2023 pada hari ini, Senin, (3/7/2023) pukul 11.00 WIB. Sejumlah ekonom memproyeksikan inflasi Juni 2023 akan melandai dari bulan sebelumnya, bahkan mampu menuju level di bawah 4 persen. Ekonom Bank Mandiri Faisal Rachman memperkirakan bahwa inflasi tahunan akan terus menurun hingga berada dalam target Bank Indonesia (BI) yang di kisaran 2?4 persen. Faisal menyebutkan bahwa adanya penurunan inflasi ini disebabkan oleh pelemahan harga emas. Sementara penurunan inflasi inti pangan terjadi karena harga serta pasokan pangan yang cenderung terkendali, meski terdapat Hari Besar Keagamaan dan Nasional (HBKN) Iduladha. (Bisnis)

    Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan dalam Tinjauan Ekonomi, Keuangan, & Fiskal Edisi II Tahun 2023 yang dirilis akhir pekan lalu, menuliskan bahwa sektor informal di dalam negeri meningkat dari 59,97% menjad 60,12% pada Februari tahun ini. Celakanya, upah pekerja terendah di Tanah Air ada pada sektor pertanian, akomodasi makanan dan minuman, serta jasa lainnya yang didominasi oleh pekerja formal. Karyawan di sektor-sektor itu biasanya tidak tercakup oleh radar fi skus lantaran upah yang diterima di bawah batas penghasilan tidak kena pajak (PTKP). (Bisnis)

    Best Regards,

    SAM Investment

    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—3-Juli-2023.pdf