Samuel Aset Manajemen

Blog

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Senin 7 Januari 2019

    Hampir semua indeks futures bursa Asia tercatat hijau, sebagai indikasi indeks di bursa Asia akan naik hari ini terbawa sentimen kemungkinan the Fed yang akan cenderung ‘dovish’ ditambah harga minyak mentah yang dibuka naik pagi ini. Ada kemungkinan nilai tukar rupiah menguat hari ini dengan sentimen mata uang Asia HK dolar dan Sin dolar yang dibuka menguat terhadap USDolar pagi ini  menuju kisaran antara  Rp.14.230 s.d Rp.14.250 per USD  (kurs tengah Bloomberg) dengan tetap dalam penjagaan BI.

     

    Posisi kepemilikan asing pada SBN 2018 tercatat sebesar Rp.803,25 triliun, naik dari posisi per Desember 2017 yang sebesar Rp.836,15 triliun atau naik 6,93% yoy. Sebagai rasio terhadap total outstanding turun dari 39,82% pada 2017 menjadi 37,17% pada 2018. Sepanjang bulan Desember 2018, kepemilikan asing tercatat turun Rp.6,69 triliun, tetapi kembali naik pada dua hari perdagangan pada 2019 sebesar Rp.0,12 triliun.

     

    Indeks Dow naik tajam 3,29% pada perdagangan akhir pekan lalu merespon pernyataan Gubernur the Fed yang cenderung ‘dovish’ dan  data ketenagakerjaan yang mencatat naiknya pekerjaan sebesar 312.000 selama Desember 2018. Sentimen positif ini juga didukung dengan the IHS Markit untuk sektor jasa dan swasta yang direvisi naik.  The Fed akan melakukan pertemuan FOMC pada 29-39 Januari ini.



     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

     

     

     

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

     

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Senin-7-Januari-2019.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Jumat 4 Januari 2019

    Indeks futures bursa Asia tercatat bervariasi, indikasi ada potensi indeks di bursa Asia  akan bergerak mixed hari ini tetapi dengan kecenderungan terkoreksi terbawa sentimen turunnya indeks di bursa global semalam walaupun harga minyak mentah dibuka sedikit naik pagi ini. Mata uang kuat Asia yen, HK dolar dan Sin dolar dibuka melemah terhadap USDolar  pagi ini, kemungkinan rupiah melemah menuju kisaran Rp.14.420 s.d Rp.14.450 per USD (kurs tengah Bloomberg).

     

    BI perkirakan CAD 2018 akan mencapai 2,5% dari PDB, membaik dibandingkan perkiraan untuk tahun 2018 yang diperkirakan sebesar 3% dari PDB. Perkiraan ini dengan mempertimbangkan impor yang akan turun signifikan dibandingkan impor. Dari sisi moneter, perkiraan CAD sebesar 2,5% memberi indikasi BI akan  menjaga nilai tukar rupiah stabil tinggi sebagai disinsentif impor, hanya saja kemungkinan pertumbuhan ekonomi akan sulit mencapai 5,3% sebagaimana asumsi APBN 2019.

     

    Data-data ekonomi AS bulan Desember melambat seperti: 1). Jobless claims yang naik; 2). The ISM New York Current Business Condition Index yang turun selama 5 bulan terakhir berturut-turut; 3). ISM Manufacturing PMI turun terendah sejak November 2016. Tetapi ADP payroll masih naik. Indeks Dow kemarin terkoreksi tajam terhadap saham-saham berbasis teknologi.

     

     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Jumat-4-Januari-2019.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Kamis 3 Januari 2019

    Indeks futures bursa Asia tercatat bervariasi dengan kecenderungan turun terbawa sentimen turunnya harga minyak mentah pagi ini walaupun ada sentimen positif dari naiknya indeks d bursa AS semalam. Kemungkinan nilai tukar rupiah akan melemah dengan sentimen mata uang Asia HK dolar dan Sin dolar yang dibuka melemah pagi ini terhadap USDolar, menuju kisaran antara  Rp.14.460 s.d Rp.14.480 per USD  (kurs tengah Bloomberg) dengan tetap dalam penjagaan BI.

     

    Realisasi APBN 2018 tercatat pendapatan Negara sebesar Rp.1.942,3 triliun atau 102,5% dari pagu. Kenaikan terutama berasal dari naiknya penerimaan Negara  bukan pajak (PNPB) sebesar 147,8% dari pagu. Kenaikan ini terbantu dengan asumsi APBN 2018 yang dibawah harga pasar seperti harga minyak mentah dan nilai tukar rupiah. Sedangkan penerimaan perpajakan tercatat ‘short-fall’ sebesar Rp.96,7 triliun – lebih besar dari perkiraan sebelumnya sebesar Rp.70 triliun, namun penerimaan perpajakan sebesar Rp.1.521,4 triliun tersebut tumbuh 13,2% yoy.

     

    Di sisi belanja Negara tercatat hampir sempurna 99,2% dari pagu dan tumbuh 9,7% yoy. Dengan kinerja di atas, defisit APBN 2018 tercatat sebesar Rp.259,9 triliun atau 1,76% dari PDB. Dengan realisasi ini kinerja APBN 2018 semakin baik dan menjadi sentimen positif kinerja makroekonomi Indonesia.



     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

     

     

     

     

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

     

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Kamis-3-Januari-2019.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Rabu 2 Januari 2019

    Dear Nasabah/Mitra SAM,

    Selamat Tahun Baru 2019.

    Semoga Tuhan YME senantiasa melindungi kita dan memberikan kebaikanNYA untuk kita semua. Aamiin.

    Terima masih telah menjadi mitra SAM dan memberikan amanah investasinya kepada SAM. Semoga amanah ini dapat kami jalankan dengan baik dengan ridha Allah SWT. Aamiin YRA.

    Sebagian besar indeks futures di bursa Asia tercatat hijau, indikasi ada potensi kenaikan indeks di bursa Asia hari ini terbantu sentimen kenaikan Indeks di hampir semua bursa global dan harga minyak mentah yang dibuka naik pagi ini. Mata uang kuat Asia HK dolar dan Sin dolar dibuka melemah terhadap USDolar  pagi ini tetapi kemungkinan rupiah bergerak relatif stagnan di kisaran Rp.14.390 s.d Rp.14.400 per USD (kurs tengah Bloomberg).

     

    Nilai tukar rupiah di tahun 2018 tercatat terdepresiasi sebesar 5,71% yoy, naik dari depresiasi 0,71% yoy di tahun 2017. Sempat tercatat terendah di Rp.13.386 per USD pada bulan Januari 2018, tetapi rupiah mulai mengalami tekanan depresiasi pada bulan April 2018 dan mencapai tertingginya di Rp.15.203 per USD pada bulan Oktober, walaupun akhirnya ditutup di Rp.14.590 per USD pada 31 Desember 2018.

     

    Berbagai kebijakan BI untuk melakukan upaya stabilisasi rupiah: 1). Menaikkan suku bunga acuan 7DRR sebesar 175 bps menjadi 6%; 2). Melakukan dual intervension; 3). Meningkarkan lelang swaps dan SDBI valas;  4). Menerbitkan DNDF. Kebijakan ini bertujuan untuk mengurangi kekawatiran dari sisi permintaan.

     

     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Rabu-2-Januari-2019.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Jumat 28 Desember 2018

    Indeks futures bursa Asia tercatat bervariasi, indikasi indeks di bursa Asia akan bergerak ‘mixed’ dengan kecenderungan naik terbawa sentimen kenaikan indeks di bursa AS semalam walaupun harga minyak mentah yang dibuka turun pagi ini. Di hari terakhir perdagangan kemungkinan rupiah menguat walaupun mata uang kuat Asia HK dolar, dan Sin dolar dibuka melemah terhadap USDolar pagi ini. Kemungkinan rupiah menuju kisaran Rp.14.520 s.d Rp.14.550 per USD (kurs tengah Bloomberg).

     

    Posisi investasi internasional (PII) pada Q3-2018  tercatat posisi neto kewajiban luar negeri sebesar US$297 miliar (128,5 % dari PDB). Neto kewajiban tersebut terutama bersumber dari investasi portofolio yang tercatat sebesar US$226,6 miliar. Ada peningkatan sebesar US$1,6 miliar pada triwulan ke-3 tersebut. Namun demikian posisi cadangan devisa turun menjadi US$114,85 miliar karena kebijakan stabilisasi rupiah.

     

    Jobless claims untuk minggu yang berakhir pada 22 Desember tercatat turun, indikasi pasar tenaga kerja AS yang masih menguat di bulan Desember karena faktor musiman. Data ekonomi AS lain yang menguat adalah personal spending, pesanan barang tahan lama, dan consumer sentiment.

     

     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Jumat-28-Desember-2018.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Kamis 27 Desember 2018

    Indeks futures bursa Asia tercatat bervariasi, indikasi indeks di bursa Asia akan bergerak ‘mixed’ dengan kecenderungan naik terbawa sentimen kenaikan indeks di bursa AS semalam ditambah dengan harga minyak mentah yang dibuka naik pagi ini. Mata uang kuat Asia HK dolar, dan Sin dolar dibuka melemah terhadap USDolar yang bisa menjadi sentimen pelemahan rupiah menuju kisaran Rp.14.580 s.d Rp.14.620 per USD  walaupun tetap dalam penjagaan BI.

     

    Per akhir November 2018, realisasi belanja Negara mencapai 91,14% dari pagu sebesar Rp.2.220,7 triliun. Pencapaian ini diperkirakan bisa menembus 95,8% di akhir tahun. Dari prognosis tersebut, kemungkinan tercatat SILPA sebesar Rp.93,26 triliun. Deangan ekspektasi tersebut, tampaknya defisit APBN 2018 masih akan aman dibawah target 2,19% dari PDB.

     

    Indeks Dow ‘melompat’ hingga 1086 poin atau 5% mengikuti kenaikan harga minyak mentah yang juga lompat hingga lebih dari 6%   pada perdagangan kemarin. Naiknya harga minyak mentah ini mengurangi kekawatiran terhadap perlambatan ekonomi global. Sementara isu ‘government shut-down’ tampaknya tidak terlalu mengkawatirkan investor mengingat kejadian serupa pernah terjadi sebelumnya.

     

     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Kamis-27-Desember-2018.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Rabu 26 Desember 2018

    Indeks futures di bursa Asia tercatat bervariasi, indikasi ada potensi indeks bergerak ‘mixed’ hari ini dengan kecenderungan turun terbawa sentimen koreksi dari indeks pasar global (24/12) walaupun harga minyak mentah dibuka bervariasi pagi ini. Kemungkinan nilai tukar rupiah akan menguat dengan sentimen mata uang Asia yen dan HK dollar dibuka menguat pagi ini terhadap USDolar menuju kisaran antara  Rp.14.430 s.d Rp.14.450 per USD  (kurs tengah Bloomberg

     

    Volume transaksi DNDF menunjukkan peningkatan dari US$90 juta pada awal operasi perdana pada 1 November 2018, kini menjadi rata-rata US$200 juta per hari. Transaksi DNDF ini diyakini bisa mengurangi volatilitas rupiah karena tidak melibatkan dana pokok. Jika terjadi volatilitas kurs, BI akan intervensi langsung secara bilateral. BI menargetkan volume transaksi bisa menjadi US$1 miliar per hari, melampaui pasar NDF di luar negeri yang sebesar US$500 juta – US$600 juta per hari.

     

    DI awal pekan ini, sentimen negatif global terhadap pelemahan ekonomi AS dan global membuat harga minyak mentah turun ke level yang cukup rendah. Sementara itu indeks Dow turun tajam pasca Twitter Presiden Trump yang kembali mengkritik the Fed. Sementara The Fed Chicago National Activity index masih naik,  indikasi ekonomi AS yang masih menguat.



     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828


     

     

     

     

     

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

     

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Rabu-26-Desember-2018.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Jumat 21 Desember 2018

    Indeks futures di bursa Asia tercatat ‘merah’, indikasi ada potensi korekasi pada indeks di bursa Asia hari ini, ditambah dengan sentimen dari indeks pasar global yang kompak turun semalam walaupun harga minyak mentah dibuka naik pagi ini. Kemungkinan nilai tukar rupiah akan menguat dengan sentimen mata uang Asia yang kompak dibuka menguat pagi ini terhadap USDolar menuju kisaran antara  Rp.14.450 s.d Rp.14.470 per USD  (kurs tengah Bloomberg) dengan tetap dalam penjagaan BI.

     

    Pada RDG kemarin, BI putuskan pertahankan suku bunga acuannya seebsar 6% yang diyakini masih konsisten sebagai upaya menurunkan defisit transaksi berjalan ke target 2,5% dari PDB di akhir tahun 2018. Namun demikian tampaknya target tersebut akan sulit tercapai mengingat defisit neraca perdagangan pada Oktober dan November (dua bulan pertama triwulanke-4)  yang sebesar US$3,8 milliar, melebar dibandingkan dua bulan pertama triwulan ke-3 yang tercatat US$2,97 miliar. Di sepanjang tahun 2018, BI telah menaikkan suku bunganya sebesar 175 bps, dan di tahun 2019 kemungkinan naik 2-3 kali lagi.

     

    Jobless claims di AS tercatat naik 8000 menjadi 214.000 pada minggu yang berakhir pada 15 Desember lalu. Tambahan tersebut masih dibawah ekspektasi pasar sebesar 10.000. Data ini masih mendukung ekonomi AS yang masih solid sebagaimana disampaikan the Fed.



     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

     

     

     

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

     

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Jumat-21-Desember-2018.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Kamis 20 Desember 2018

    Ada potensi indeks di bursa Asia akan bergerak ‘mixed’ hari ini terlihat dari indeks futuresnya yang bervariasi kendati indeks di bursa AS ditutup turun semalam. Kemungkinan indeks cenderung naik terbantu sentimen naiknya harga minyak mentah yang dibuka naik pagi ini. Kemungkinan nilai tukar rupiah akan melemah dengan sentimen mata uang Asia yen dan HK dolar dibuka melemah pagi ini terhadap USDolar, menuju kisaran antara  Rp.14.450 s.d Rp.14.470 per USD  (kurs tengah Bloomberg) dengan tetap dalam penjagaan BI.

     

    Ada kemungkinan BI akan naikkan suku bunga acuannya 7DRR sebesar 25 bps menjadi 6,25% dengan pertimbangan naiknya suku bunga the Fed dan defisit neraca perdagangan yang melebar menjadi US$2,05 miliarr. Pada RDG November lalu, BI naikkan suku bunganya dengan pertimbangan defisit neraca perdagangan yang cukup besar yaitu US$1,8 miliar.

     

    The Fed putuskan naikkan suku bunganya pada pertemuan FOMC kemarin, sehingga menjadi 2,25-2,5. Kenaikan ini merupakan yang ke-4 kalinya di tahun 2018. Kenaikan ini dengan pertimbangan ekonomi AS yang masih solid. Di tahun 2019, the Fed kemungkinan akan naikkan dibawah ekspektasi sebelumnya 3 kali dengan pertimbangan pasar keuangan yang rentan dan pertumbuhan ekonmi global yang melambat. Indeks Dow terkoreksi 1,5% merespon keputusan ini.



     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

     

     

     

     

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

     

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Kamis-20-Desember-2018.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Rabu 19 Desember 2018

    Indeks futures bursa Asia tercatat bervariasi, indikasi indeks di bursa Asia akan bergerak ‘mixed’ dengan kecenderungan naik terbawa sentiment kenaikan indkes di bursa AS semalam walaupun harga minyak mentah turun tajam dibawah US$50 pbrl. Mata uang kuat Asia HK dolar, dan Sin dolar dibuka melemah terhadap USDolar yang bisa membuat sentiment pelemahan rupiah menuju kisaran Rp.14.520 s.d Rp.14.550 per USD  dengan tetap dalam penjagaan BI.

     

    Posisi ULN Indonesia per Oktober 2018 sebesar US$360,5 miliar, naik 0,22% mom atau 5,3% yoy. Kenaikan terutama terjadi pada ULN Swasta yang naik 0,91% mom (7,7% yoy). Dari tujuan penggunaan utang, kenaikan tersebut terutama untuk kebutuhan refinancing (1,075% mom), kemudian investasi (0,55% mom), dan modal kerja (0,33% mom). Kendati ULN Swasta naik tetapi relatif aman karerna kewajiban lindung nilai atas ULN tersebut yang cukup dipatuhi korporasi untuk memitigasi risiko nilai tukar rupiah.

     

    Investor global menanti keputusan the Fed pada pertemuan18-19 Desember ini. Hasil ini menjadi penting untuk kredbilitas the Fed yang mendapat tekanan dari Presiden Trump dalam pernyataan di Twitternya. Investor kawatirkan resesi ekonomi AS. Harga minyak mentah juga turun drastis kawatirkan turunnya pernintaan akibat resesi.

     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Rabu-19-Desember-2018.pdf