Samuel Aset Manajemen

Blog

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Senin 3 Desember 2018

    Hampir semua indeks futures bursa Asia tercatat hijau, indikasi ada potensi kenaikan indeks di bursa Asia hari ini, didukung dengan sentimen positif dari naiknya indeks di bursa AS pada akhir pekan lalu dan harga minyak mentah yang dibuka naik pagi ini. Kemungkinan rupiah akan menguat terhadap USDolar merespon sentimen positif dari melunaknya hubungan dagang AS-China. Kemungkinan rupiah menguat menuju kisaran Rp.14.150 s.d Rp.14.250 per USD  (kurs tengah Bloomberg) dengan tetap dalam penjagaan BI.

     

    Hari ini BPS akan umumkan angka inflasi bulan November 2018. BI perkirakan angka inflasi sebesar 0,18% mom, melambat dibandingkan inflasi Oktober yang tercatat 0,28% mom walaupun di bulan November ada kenaikan harga beras jenis medium. Dengan potensi ini tampaknya angka inflasi bisa terjaga di kisaran 3% mengingat secara kumulatif masih tercatat 2,22% ytd pada Oktober.

     

    Pertemuan Trump dan Xi pada G20 di Argentina sepakati AS untuk tidak menaikkan tarif dari 10% menjadi 25% pada 1 Januari 2019 untuk barang-barang impor dari China senilai US$200 miliar, dan China setujui untuk membeli produk-produk pertanian AS. Walaupun masih temporer, kesepakatan bisa menjadi sentimen positif bagi investor seiring dengan ketidakpastian global yang menurun.

     



     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

     

     

     

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

     

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Senin-3-Desember-2018.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Jumat 30 November 2018

    Sebagian besar indeks futures bursa Asia tercatat hijau, indikasi ada potensi kenaikan indeks di bursa Asia hari ini merespon potensi tercapainya kesepakatan AS-China pada pertemuan G20 di Argentina pada 30 November ini dan harga minyak mentah yang naik pagi ini. Sementara mata uang kuat Asia yen dan HK dollar menguat pagi ini terhadap USD yang bisa menjadi sentimen penguatan rupiah, tetapi kemungkinan rupiah akan melemah secara teknikal ke kisaran Rp.14.400 s.d Rp.14.450 per USD.

     

    Posisi investor asing pada SBN per 28 November 2018 mencapai Rp.899,19 triliun (37,74% dari total outstanding SBN), melebih posisi tertinggi sebelumnya sebesar Rp.880,2 triliun pada 23 Januari lalu (41,1% dari total outstanding SBN). Ada beberapa faktor yang membuat dana asing mulai kembali ke pasar Indonesia. Masuknya dana asing ini juga membantu penguatan rupiah dalam sebulan terakhir.

     

    Investor menunggu hasil pertemuan G20 di Argentina pada 30 November ini terutama terkait dengan perang dagang antara China dan AS, yang diharapkan lebih baik dibandingkan pertemuan APEC 17-18 Nov lalu di Papua Nuigini. Efek perang dagang ini sudah dirasakan oleh pabrik-pabrik di China. Presiden Xi dan Presiden Trump mengawali pertemuan dengan makan malam bersama.

     



     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

     

     

     

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

     

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Jumat-30-November-2018.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Kamis 29 November 2018

    Sebagian besar indeks futures bursa Asia tercatat hijau, indikasi ada kenaikan indeks di bursa Asia hari ini terbantu dengan naiknya indeks di bursa AS semalam walaupun harga minyak mentah dibuka turun pagi ini. Mata uang Asia  HK dolar dan Sin dolar dibuka melemah terhadap USDolar pagi ini  yang bisa menjadi sentiment pelemahan rupiah hari ini menuju kisaran Rp.14.530 s.d Rp.14.550 per USD  (kurs tengah Bloomberg) dengan tetap dalam penjagaan BI.

     

    Pemerintah memberi kelonggaran kepada Bulog untuk membeli beras dari petani dengan harga pasar. Namun pemerintah masih tetapkan HET untuk penjualan beras kepada konsumen. Skema ini bisa membuat nilai tukar petani naik dan harga beras di tingkat konsumen stabil, namun terjadi persaiangan antara Bulog dan pihak swasta pembeli beras. Belum diketahui berapa besarnya subsidi pemerintah untuk membuat skema ini efektif.

     

    Dalam pidatonya kemarin, Gubernur the Fed Powell isyaratkan kenaikan suku bunga akan terbatas ‘near neutral’ dan akan meninjau kembali ‘outlook’ kenaikan suku bunga the Fed. Sebelumnya Presiden Trump menyampaikan komentar yang menyiratkan ketidaksetujuannya terhadap rencana kenaikan suku bunga FFR. Komentar Gubernur the Fed yang cenderung ‘dovish’ ini direspon positif oleh investor di pasar modal.

     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Kamis-29-November-2018.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Rabu 28 November 2018

    Ada potensi indeks di bursa Asia akan cenderung naik hari ini terlihat dari indeks futuresnya yang sebagian besar ‘hijau’, ditambah sentimen naiknya indeks di bursa AS semalam walaupun harga minyak mentah dibuka melemah terhadap US Dolar. Pagi ini mata uang kuat Asia HK dolar dan Sin dolar melemah terhadap USDolar yang bisa menjadi sentimen pelemahan rupiah hari ini menuju kisaran antara Rp.14.520 s.d Rp.14.550 per USD dengan tetap dalam penjagaan BI.

     

    Dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (BI) kemarin menyampaikan proyeksi makroekonomi Indonesia 2019. Pertumbuhan ekonomi 5%-5,4%, inflasi 3,5%±1%, pertumbuhan kredit 10%-12%, pertumbuhan DPK 8%-10%, dan defisit transaksi berjalan 2,5% dari PDB. Diikuti dengan ketidakpastian global yang masih tinggi. BI pertimbangkan ada perlambatan ekonomi global dari 3,73% tahun 2018 menjadi 3,7% tahun 2019. BI juga sinyalkan masih akan naikkan suku bunganya.

     

    Presiden AS Trump kembali ancam China dengan menaikkan tarif impor tambahan dari 10% menjadi 25% untuk barang-barang impor dari China senilai US$267 miliar yang akan berlaku pada 1 Januari 2019. Sementara China menanggapi dengan berharap akan ada kesepakatan pada pertemuan G20 di Argentina akhir pekan ini.

     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Rabu-28-November-2018.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Selasa 27 November 2018

    Sebagian besar indeks futures bursa Asia tercatat hijau, indikasi ada potensi kenaikan indeks di bursa Asia hari ini ditambah sentimen positif dari indeks di bursa utama global yang kompak naik semalam dan harga minyak mentah yang dibuka naik pagi ini. Pagi ini mata uang kuat Asia yen dan HK dolar menguat terhadap USDolar yang bisa membuat sentimen penguatan rupiah menuju kisaran antara Rp.14.450 s.d Rp.14.470 per USD  dengan tetap dalam penjagaan BI.

     

    Realisasi APBN 2018 per Oktober 2018 tercatat membaik dibandingkan periode yang sama tahun 2017. Pendapatan Negara naik 20,7% yoy, dan belanja Negara naik 11,9% yoy. Defisit baru mencapai 1,6% dari PDB dari pagu 2,19% dari PDB, dan turun 23,1% yoy. Namun realisasi masih dibawah 80% dari pagu. Dengan sisa waktu 2 bulan ke depan tampaknya sulit mencapai realisasi 100%.

     

    Sentimen pasar global membaik pada awal minggu ini setelah pada pekan sebelumnya sempat tertekan. Investor merespon positif kesepakatan antara Uni Eropa dan Inggris terkait Brexit dan penjualan Black Friday di AS yang dianggap sukses. Sentimen positif ini kemungkinan berlanjut didukung dengan US Chicago Fed National Activity Index yang tercatat naik untuk bulan Oktober 2018, namun Presiden Trump kembali mengancam China terkait pengenaan tarif impor.

     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Selasa-27-November-2018.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Senin 26 November 2018

    Sebagian besar indeks futures bursa Asia tercatat merah, indikasi ada potensi koreksi indeks di bursa Asia hari ini, walaupun harga minyak mentah dibuka sedikit naik pagi ini. Mata uang Asia HK dolar dan Sin dolar dibuka melemah terhadap USDolar tetapi kemungkinan rupiah berlanjut menguat dengan sentimen potensi melemahnya USDolar terhadap mata uang kuat dunia. Kemungkinan rupiah menuju kisaran 4Rp.14.480 s.d Rp.14.520 per USD  dengan tetap dalam penjagaan BI.

     

    Pemerintah berencana merelaksasi revisi DNI yang dimumkan pada awal pekan lalu setelah para pelaku usaha menyatakan keberatan dengan dibukaya sektor berbasis UMKM kepada investor asing.  Sebelumnya data BKPM untuk realisasi investasi asing di Q3-2018 yang turun 20,02% yoy, dan turunnya peringkat EODB dari 72 menjadi 73. Belum diketahui relaksasi yang dimaksudkan pemerintah.

     

    Investor mulai kawatirkan perlambatan ekonomi AS. Pemeritnah AS keluarkan laporan terbaru mengenai perubahan iklim yang bisa mengurangi potensi pertumbuhan ekonomi AS hingga 10%. Survei the Markit juga mencatat penurunan indeks untuk sektor jasa, swasta dan manufaktur. Harga minyak mentah juga turunkan kawatirkan melemahnya permintaan.

     

     



     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

     

     

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

     

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Senin-26-November-2018.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Rabu 21 November 2018

    Hampir semua indeks futures bursa Asia tercatat ‘merah’ indikasi ada potensi koreksi mengikuti koreksi yang terjadi  pada bursa gobal utama semalam, ditambah harga minyak mentah yang bervariasi dengan harga WTI yang dibuka naik dan harga Brent yang turun pagi ini. Sedangkan mata uang Asia HK dolar dan Sin dolar dibuka melemah terhadap USDolar pagi ini yang bisa membuat rupiah melemah menuju kisaran Rp.14.590 s.d Rp.14.610 per USD  (kurs tengah Bloomberg) dengan tetap dalam penjagaan BI.

     

    Pada akhir pekan lalu, pemerintah keluarkan paket kebijakan ke XVI dan revisi DNI. Tujuan paket kebijakan ini untuk menarik minat investasi asing ke Indonesia. Selain memberi kelonggaran kepemilikan juga memberikan insentif pajak berupa tax holiday dan tax allowance. Data BKPM untuk Q3-2018 mencatat realisasi PMA turun 6,9% qtq atau minus 20,2% yoy. Efektivtas paket kebijakan ini juga mendapat tantangan dari turunnya EODB Indonesia tahun 2019 dari 72 menjadi 73.

     

    Kemarin, indeks global terkoreksi tajam baik di bursa AS maupun di Uni Eropa karena saham berbasis teknologi dan ritel, turunnya harga minyak mentah, dan melambatnya perekonomian ekonomi. Dow indeks turun 2,2%, indeks S&P turun 1,8%, indeks Nasdaq turun 1,7%. Sementara imbal hasil UST 10 T turun menjadi 3,07%.

     



     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

     

     

     

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

     

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Rabu-21-November-2018.pdf

  • SAM ULasan Ekonomi Harian Senin 19 November 2018

    Hampir semua indeks futures bursa Asia tercatat hijau, indikasi ada potensi kenaikan indeks di bursa Asia hari ini, didukung dengan sentimen positif dari naiknya indeks di bursa AS pada akhir pekan lalu dan harga minyak mentah yang dibuka naik pagi ini. Sedangkan mata uang Asia yen dan Sin dolar dibuka menguat terhadap USDolar pagi ini yang bisa membuat rupiah menguat menuju kisaran Rp.14.590 s.d Rp.14.610 per USD  (kurs tengah Bloomberg) dengan tetap dalam penjagaan BI.

     

    Posisi ULN Indonesia per September 2018 mencapai US$359,8 miliar atau turun 0,32% mom (naik 4,23% yoy). Turunnya posisi ini karena turunnya ULN Pemerintah, sedangkan ULN Swasta tercatat naik. Kenaikan ULN Swasta sebagian besar untuk modal kerja dan investasi. Posisi ULN Indonesia tercatat turun tipis menjadi 34,5% dari PDB dari 34,75% dari PDB pada September 2017.

     

    Pertemuan tingkat tinggi APEC di Papua Nuigini gagal sepakati komunike. Kegagalan ini merupakan yang pertama sejak pertemuan APEC dilangsungkan karena perbedaan pendapat yang sangat tajam antara China dan AS terkait perdagangan dan investasi. Kegagalan ini mungkin tidak berdampak signifikan terhadap sentimen pasar tetapi menjadi sinyal semakin sulitnya kesepakatan perdagangan antara AS dan China.

     



     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

     

     

     

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

     

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Senin-19-November-2018.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Jumat 16 November 2018

    Ada potensi indeks di bursa Asia akan naik hari ini terindikasi dari indeks futuresnya yang hampir semuanya hijau, dan terbantu dengan sentimen positif indeks di bursa AS yang kompak naik semalam dan harga minyak mentah dibuka naik pagi ini. Mata uang Asia HK dolar dan Sin dolar dibuka melemah terhadap USDolar pagi ini  yang bisa menjadi sentimen pelemahan rupiah menuju kisaran Rp.14.670 s.d Rp.14.700 per USD  (kurs tengah Bloomberg) walaupun tetap dengan penjagaan BI.

     

    BI naikkan suku bunga acuan 25 bps pada RDG kemarin sehingga menjadi 6%. Kenaikan ini tampaknya mengantisipasi potensi pelemahan rupiah pasca diumumkannya neraca perdagangan yang defisit cukup signifikan mencapai US$1,8 miliar. Sebagaimana siaran persnya, BI menaikkan suku bunga ini untuk membawa kembali defisit transaksi berjalan ke level yang aman dan stabilisasi rupiah. Kemungkinan BI masih akan naikkan suku bunga acuannya satu (1) kali lagi pada RDG 19-20 Desember mendatang.

     

    Neraca perdagangan pada Oktober 2018 tercatat seebsar US$1,8 miliar karena impor tumbuh jauh diatas pertumbuhan ekspor. Defisit terutama disumbang dari Kenaikan impor migas yang volumenya naik sebesar 20,37% mom dan harga migas yang naik sebesar 5,48% mom.  

     

     



     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

     

     

     

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

     

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Jumat-16-November-2018.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Kamis 15 November 2018

    Sebagian besar indeks futures bursa Asia tercatat hijau, indikasi ada kenaikan indeks di bursa Asia hari ini tetapi ada kemungkinan terkoreksi terbawa sentimen negatif dari turunnya indeks di bursa global semalam dan harga minyak mentah pagi ini. Mata uang Asia yen, HK dolar dan Sin dolar kompak dibuka menguat terhadap USDolar pagi ini  tetapi kemungkinan rupiah akan melemah ke kisaran Rp.14.750 s.d Rp.14.800 per USD  (kurs tengah Bloomberg) karena kemungkinan neraca perdagangan kembali defisit.

     

    Kami perkirakan BI akan mempertahankan suku bunga acuannya 7DRR pada pertemuan RDG 14-15 November ini di 5,75%. Kemungkinan BI akan naikkan satu (1) kali lagi pada RDG 19-20 Desember mendatang merespon potensi kenaikan suku bunga the Fed pada FOMC 18-19 Desember. Pada bulan November ini the Fed tidak adakan FOMC yang mestinya cukup membantu sentimen stabilnya rupiah.

     

    Inflasi AS tercatat 2,5% yoy untuk bulan Oktober, naik dari 2,3% yoy pada September. Kenaikan ini terutama karena naiknya harga bahan bakar minyak (enery), sementara inflasi inti naik relatif moderat. . Kenaikan inflasi ini belum menjadi indikasi ekonomi AS menuju ‘overheating’, namun bisa menjadi indikasi semakin besarnya kemungkinan the Fed naikkan suku  bunganya pada FOMC 18-19 Desember mendatang.

     

     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

     

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Kamis-15-November-2018.pdf