Samuel Aset Manajemen

Blog

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – 15 September 2023

    Kilas Pasar

    Indeks saham di Amerika Serikat bergerak menguat pada hari Kamis, (14/9). Dow, S&P 500, dan Nasdaq terapresiasi masing – masing sebesar 0.96%, 0.84%, dan 0.81%. Dari Eropa, indeks bergerak menguat. FTSE 100 dan STOXX600 bertumbuh masing – masing sebesar 1.95% dan 1.52%.

    Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS diperdagangkan pada level Rp.15,374. Dari komoditas, perdagangan minyak Brent dan WTI bergerak menguat masing-masing sebesar 0.65% dan 0.78% diperdagangkan pada level US$ 94.31 dan US$ 90.86 per barel.

    Indeks acuan Asia, KOSPI Korea Selatan bertumbuh sebesar 0.87%, NIKKEI Jepang meningkat sebesar 1.10%. Perdagangan indeks futures Amerika Serikat bergerak menguat pada pagi hari ini dengan Dow, S&P dan Nasdaq bertumbuh masing – masing sebesar 0.18%, 0.16% dan 0.17%.

    Isu Ekonomi dan Pasar

    Bank sentral China (People’s Bank of China/PBoC) memangkas jumlah rasio cadangan perbankan (RRR) untuk kedua kalinya di tahun ini. Langkah itu dilakukan membantu bank-bank untuk mendukung pengeluaran pemerintah untuk menstimulasi ekonomi yang melambat. PBoC menurunkan rasio cadangan perbankan sebesar 25 basis poin menjadi 7,4 persen. Penurunan tersebut berlaku mulai Jumat (15/9/2023). Pemerintah daerah di China telah bergegas untuk menerbitkan kuota obligasi “khusus” yang digunakan terutama untuk membiayai proyek-proyek infrastruktur sebelum tenggat waktu yang jatuh pada September 2023. (Bisnis)

    Pemerintah perlu mewaspadai tren peningkatan inflasi nasional ke depan. Belum selesai persoalan pangan, kini laju inflasi dibayangi pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Kondisi tersebut berisiko mengerek inflasi yang berasal dari barang – barang impor alias imported inflation. Nilai tukar rupiah masih bergerak di atas Rp 15.000 per dolar AS. Bahkan, bila menilik data sejak awal pekan hingga kemarin (14/9). Nilai tukar rupiah di pasar spot terpantau melemah 0.23%. Menurut Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede, sektor – sektor yang terdampak dari adanya pelemahan rupiah, yaitu sektor yang mengandalkan bahan baku impor seperti gandum, gula, kedelai, farmasi, elektronik, serta tekstil. (Kontan)

    Neraca perdagangan Indonesia diperkirakan membukukan surplus yang lebih tinggi pada Agustus 2023 dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede memperkirakan neraca dagang Agustus 2023 akan mencatatkan surplus sebesar US$1,5 miliar. Kinerja ekspor dan impor pada periode tersebut diperkirakan terkontraksi masing-masing sebesar 21,83 persen dan 8,45 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Secara bulanan, ekspor Agustus 2023 diperkirakan masih meningkat, yang didorong oleh kenaikan harga komoditas ekspor, seperti batu bara sebesar 8,52 persen (month-to-month/mtm), meski harga CPO turun 2,01 persen mtm. (Bisnis)

    Best Regards,

    SAM Investment

    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—15-September-2023.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – 14 September 2023

    Kilas Pasar

    Indeks saham di Amerika Serikat bergerak bervariasi pada hari Rabu, (13/9). Dow terdepresiasi sebesar -0.20%, S&P 500 dan Nasdaq terapresiasi masing – masing sebesar 0.12%, dan 0.29%. Dari Eropa, indeks bergerak melemah. FTSE 100 dan STOXX600 terdepresiasi masing – masing sebesar -0.02% dan -0.32%.

    Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS diperdagangkan pada level Rp.15,371. Dari komoditas, perdagangan minyak Brent dan WTI bergerak menguat masing-masing sebesar 0.01% dan 0.42% diperdagangkan pada level US$ 92.26 dan US$ 88.89 per barel.

    Indeks acuan Asia, KOSPI Korea Selatan bertumbuh sebesar 0.67%, NIKKEI Jepang meningkat sebesar 0.87%. Perdagangan indeks futures Amerika Serikat bergerak menguat pada pagi hari ini dengan Dow, S&P dan Nasdaq bertumbuh masing – masing sebesar 0.12%, 0.19% dan 0.27%.

    Isu Ekonomi dan Pasar

    Inflasi Amerika Serikat (AS) pada Agustus 2023 kembali menanjak yang didorong kenaikan harga bensin. Data inflasi terbaru diprediksi bakal mendasari keputusan Federal Reserve (The Fed) untuk mempertahankan suku bunga acuan. Dilansir Reuters pada Rabu (13/9/2023), berdasarkan data dari Biro Statistik Tenaga Kerja AS indeks harga konsumen (IHK) naik 3,7 persen pada Agustus 2023 secara tahunan (year-on-year/yoy). Jika dibandingkan dengan Juli 2023, inflasi inti pada Agustus 2023 naik 0,6 persen (month-to-month/mtm). Meskipun inflasi tahunan naik selama dua bulan berturut-turut, harga konsumen telah turun dari puncaknya sebesar 9,1 persen pada Juni 2022. Adapun, The Fed memiliki target inflasi 2 persen hingga akhir tahun ini. (Bisnis)

    Pergerakan nilai tukar rupiah dalam melawan dolar Amerika Serikat (AS) masih bisa bergejolak akibat inflasi AS Agustus 2023 hasilnya lebih panas dibandingkan perkiraan pasar. Melansir data Refinitiv, mata uang Garuda terpantau melemah tipis 0,20% ke posisi Rp15.365/US$ pada akhir perdagangan Rabu (13/9/2023). Posisi ini memperpanjang tren pelemahan rupiah sejak 1 September 2023 dan merupakan posisi terlemah sejak 16 Maret 2023. Pasar keuangan RI masih akan dipengaruhi efek domino dari hasil inflasi AS periode Agustus 2023 yang lebih panas dari perkiraan. (CNBC)

    Jumlah hari libur nasional akan bertambah banyak pada tahun depan. Ibarat dua sisi mata uang, kondisi ini bermanfaat bagi sederet sektor usaha, sekaligus memicu mudarat bagi sektor bisnis lainnya. Pemerintah telah memutuskan jumlah hari libur nasional sebanyak 27 hari pada 2024. Jumlah itu terdiri dari 17 hari libur nasional dan 10 hari cuti Bersama. Kepala ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro melihat ada peluang peningkatan produktivitas pada momen liburan, terutama pengusaha ritel dan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Hal ini menjadi sinyal positif bagi pertumbuhan ekonomi domestik. Sebab, ada potensi konsumsi rumah tangga akan bergulir. Sementara komponen ini adalah penyumbang terbesar produk domestik bruto (PDB), yang mencapai hampir 52% pada tahun lalu. (Kontan)

    Best Regards,

    SAM Investment

    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—14-September-2023.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – 13 September 2023

    Kilas Pasar

    Indeks saham di Amerika Serikat bergerak melemah pada hari Selasa, (12/9). Dow, S&P 500, dan Nasdaq terdepresiasi masing – masing sebesar -0.05%, -0.57%, dan -1.04%. Dari Eropa, indeks bergerak bervariasi. FTSE 100 terapresiasi sebesar 0.41% dan STOXX600 terapresiasi sebesar -0.18%.

    Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS diperdagangkan pada level Rp.15,351. Dari komoditas, perdagangan minyak Brent dan WTI bergerak menguat masing-masing sebesar 0.12% dan 0.25% diperdagangkan pada level US$ 92.17 dan US$ 89.03 per barel.

    Indeks acuan Asia, KOSPI Korea Selatan terdepresiasi sebesar -0.04%, NIKKEI Jepang menurun sebesar -0.34%. Perdagangan indeks futures Amerika Serikat bergerak melemah pada pagi hari ini dengan Dow, S&P dan Nasdaq terdepresiasi masing – masing sebesar -0.06%, -0.07% dan -0.04%.

    Isu Ekonomi dan Pasar

    Sejumlah kepala ekonom bank-bank terbesar Amerika memperkirakan Federal Reserve atau The Fed telah selesai menaikkan suku bunganya dan mungkin menurunkan sekitar satu poin persentase pada 2024.  Menurut perkiraan terbaru Komite Penasihat Ekonomi Asosiasi Bankir Amerika, walaupun Amerika Serikat (AS) mungkin akan menghindari resesi, pertumbuhan ekonomi terlihat akan melambat secara signifikan dalam beberapa kuartal mendatang. Hal ini dapat meningkatkan pengangguran dan sekaligus mengurangi inflasi The Fed diperkirakan akan menjaga suku bunga tetap stabil dalam pertemuan minggu depan. Pengangguran diproyeksikan naik menjadi 4,4 persen pada akhir 2024. Perkiraan tersebut naik dari 3,8 persen pada Agustus 2023.  Inflasi juga diperkirakan akan turun menjadi 2,2 persen secara tahunan, dari yang sebelumnya sebesar 3,2 persen pada Juli 2023. (Bisnis)

    Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan, program bantuan pangan beras (BPB) tahap kedua penting dilakukan demi menjaga inflasi tahun ini di level 3%. BPB tahap kedua merupakan salah satu instrumen yang digunakan pemerintah untuk mengintervensi harga beras di pasaran yang kini melambung tinggi. Menurut catatan Badan Pusat Statistik (BPS), rerata nasional harga semua jenis beras pada awal Agustus 2023 masih Rp 12.346 per kilogram (kg) dan akhir bulan menjadi Rp 12.632 per kg, namun pada pekan pertama September telah menembus Rp 12.994 per kg. Kenaikan harga beras di dalam negeri karena harga beras hampir di semua negera di dunia juga terkerek oleh naiknya harga pangan global. Seperti halnya bahan bakar minyak (BBM). (Investor)

    Neraca perdagangan Agustus 2023 diperkirakan kembali mencetak surplus bahkan lebih tinggi dari surplus bahkan lebih tinggi dari surplus pada bulan sebelumnya. Kepala Ekonom Bank Syariah Indonesia (BSI) Banjaran Surya Indrastomo menghitung, keuntungan neraca perdagangan barang pada bulan Agustus akan sebesar US$ 1.64 miliar. Kalkulasi ini lebih tinggi dibandingkan surplus neraca perdagangan pada bulan Juli 2023 yang mencapai US$ 1.31 miliar. Banjaran menyebutkan, kenaikan surplus neraca perdagangan Indonesia tidak lepas dari peristiwa yang mendorong kinerja ekspor. (Kontan)

    Best Regards,

    SAM Investment

    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—13-September-2023.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – 12 September 2023

    Kilas Pasar

    Indeks saham di Amerika Serikat bergerak menguat pada hari Senin, (11/9). Dow, S&P 500, dan Nasdaq terapresiasi masing – masing sebesar 0.25%, 0.67%, dan 1.14%. Dari Eropa, indeks bergerak menguat. FTSE 100 dan STOXX600 masing – masing terapresiasi masing – masing sebesar 0.25% dan 0.34%.

    Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS diperdagangkan pada level Rp.15,352. Dari komoditas, perdagangan minyak Brent dan WTI bergerak melemah masing-masing sebesar -0.12% dan -0.02% diperdagangkan pada level US$ 90.56 dan US$ 87.26 per barel.

    Indeks acuan Asia, KOSPI Korea Selatan terdepresiasi sebesar -0.49%, NIKKEI Jepang terapresiasi sebesar 0.23%. Perdagangan indeks futures Amerika Serikat bergerak melemah pada pagi hari ini dengan Dow, S&P dan Nasdaq terdepresiasi masing – masing sebesar -0.12%, -0.20% dan -0.20%.

    Isu Ekonomi dan Pasar

    Laju pertumbuhan ekonomi zona euro diprediksi lebih lambat dibandingkan proyeksi sebelumnya pada tahun ini dan tahun depan. Menurut Komisi Uni Eropa (UE) penyebabnya didorong oleh permintaan konsumen yang tertekan inflasi tinggi dan Jerman yang tergelincir ke dalam resesi tahun ini. Berdasarkan perkiraan sementara Komisi UE untuk produk domestik bruto (PDB) dan tingkat inflasi di lima negara, PDB di kawasan mata uang tunggal itu bakal meningkat 0.8% pada 2023 dan 1.3% pada 2024, lebih rendah dibandingkan proyeksi Mei yakni 1.1% dan 1.6%. Dalam prediksi Komisi, tingkat inflasi konsumen zona euro tahun ini mencapai sebesar 5.6% dan 2.9% pada 2024, keduanya jauh di atas target Bank Sentral Eropa sebesar 2.0%. (Investor)

    Bank Indonesia (BI) mencatat kinerja penjualan eceran pada triwulan III-2023 diprakirakan tetap tumbuh meski melambat. Dalam Survei Penjualan Eceran Bank Indonesia yang dipublikasikan pada Senin (11/9/2023). Indeksi Penjualan Riil (IPR) triwulan III-2023 diprakirakan tumbuh sebesar 1.4% secara year on year (yoy), melambat dari triwulan sebelumnya sebesar 1.6% (yoy). Kelompok yang tercatat masih tumbuh meski melambat yaitu kelompok makanan, minuman, dan tembakau (4.3%, yoy) dan subkelompok sandang (6.9%, yoy). BI memperkirakan kinerja penjualan eceran tetap kuat pada Agustus 2023. (Invetor)

    Kementerian Keuangan melalui Direktorat Jenderal Pajak (DJP) telah mengumpulkan penerimaan dari pemungutan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (PMSE) sebesar Rp 14,57 triliun hingga 31 Agustus 2023. Jumlah tersebut berasal dari Rp 731,4 miliar setoran 2020, Rp 3,9 triliun setoran tahun 2021, Rp 5,51 triliun setoran 2022, dan Rp 4,43 triliun setoran 2023. Sementara itu, pelaku usaha PMSE yang telah ditunjuk menjadi pemungut PPN berjumlah 158 pelaku usaha atau sama dengan jumlah pemungut pada bulan lalu. Selama bulan Agustus 2023, pemerintah hanya melakukan pembetulan elemen data dalam surat keputusan penunjukan dari Degreed Inc dan TradingView inc. (Investor)

    Best Regards,

    SAM Investment

    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—12-September-2023.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – 11 September 2023

    Kilas Pasar

    Indeks saham di Amerika Serikat bergerak menguat pada hari Jumat, (9/9). Dow, S&P 500, dan Nasdaq terapresiasi masing – masing sebesar 0.22%, 0.14%, dan 0.09%. Dari Eropa, indeks bergerak menguat. FTSE 100 dan STOXX600 masing – masing terapresiasi masing – masing sebesar 0.49% dan 0.22%.

    Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS diperdagangkan pada level Rp.15,355. Dari komoditas, perdagangan minyak Brent dan WTI bergerak melemah masing-masing sebesar -0.34% dan -0.62% diperdagangkan pada level US$ 90.35 dan US$ 86.97 per barel.

    Indeks acuan Asia, KOSPI Korea Selatan terdepresiasi sebesar 0.25%, NIKKEI Jepang menurun sebesar -0.12%. Perdagangan indeks futures Amerika Serikat bergerak menguat pada pagi hari ini dengan Dow, S&P dan Nasdaq terapresiasi masing – masing sebesar 0.01%, 0.05% dan 0.13%.

    Isu Ekonomi dan Pasar

    Tekanan deflasi di China mulai mereda. Harga konsumen sudah kembali ke wilayah positif pada Agustus dan penurunan harga di tingkat pabrik telah melambat. Kendati begitu, analis melihat masih diperlukan banyak dukungan kebijakan untuk menopang permintaan konsumen di negara dengan ekonomi terbesar di dunia ini. Apalagi, pemulihan pasar tenaga kerja melambat dan ekspektasi pendapatan rumah tangga tindak menentu. Berdasarkan data Biro Statistik Nasional, indeks harga konsumen (CPI) China di Agustus naik 0.1% secara tahunan, walau lebih lambat dari rata – rata proyeksi analis yang disurvei Reuters yakni 0.2% INflasi inti, tidak termasuk harga makanan dan bahan bakar, tercatat 0.8%. (Kontan)

    Pemerintah dan Badan Anggaran, (Banggar) DPR RI sepakat mengerek suntikan modal melalui penyertaan modal negara (PMN) ke sejumlah badan usaha milik negara (BUMN) di tahun depan. Bahkan, angka tambahan anggaran PMN untuk perusahaan pelat merah cukup fantastis. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan besar suntikan modal untuk BUMN pada 2024 mencapai Rp 30.7 triliun. Anggaran tersebut meningkat Rp 12.1 triliun dibanding usulan awal dalam Nota Keuangan dan Rancanngan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2024. (Kontan)

    Aktivitas belanja dan bepergian masyarakat Indonesia mulai meningkat seiring kebijakan pemerintah mencabut pembatasan sosial. Faktor penentu lainnya adalah pergerakan inflasi yang mampu diredam. Chief Economist Bank Mandiri Andry Asmoro menyampaikan, kebijakan pemerintah mencabut pembatasan sosial dan status pandemi direspons masyarakat secara positif. Sektor-sektor ekonomi yang berkaitan dengan mobilitas masyarakat tumbuh positif di kuartal II-2023. Imbasnya, kata dia, kontribusi sektor konsumsi untuk pertumbuhan ekonomi pun mulai menunjukkan pergerakan yang baik. Mobilitas masyarakat yang kian meningkat, pada gilirannya mengerek sejumlah sektor ekonomi untuk lebih cepat dalam pemulihan akibat dampak pandemi Covid-19, termasuk sektor pariwisata. (Investor)

    Best Regards,

    SAM Investment

    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—11-September-2023.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – 8 September 2023

    Kilas Pasar

    Indeks saham di Amerika Serikat bergerak bervariasi pada hari Kamis, (7/9). Dow terapresiasi sebesar 0.17%, S&P 500 dan Nasdaq terdepresiasi masing – masing sebesar -0.32% dan -0.89%. Dari Eropa, indeks bergerak bervariasi. FTSE 100 terapresiasi sebesar 0.21% dan STOXX600 terdepresiasi sebesar -0.14%.

    Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS diperdagangkan pada level Rp.15,338. Dari komoditas, perdagangan minyak Brent dan WTI bergerak terdepresiasi masing-masing sebesar -0.44% dan -0.51% diperdagangkan pada level US$ 89.53 dan US$ 86.44 per barel.

    Indeks acuan Asia, KOSPI Korea Selatan terdepresiasi sebesar -0.43%, NIKKEI Jepang menurun sebesar -0.89%. Perdagangan indeks futures Amerika Serikat bergerak bervariasi pada pagi hari ini dengan Dow terapresiasi sebesar 0.05%, S&P dan Nasdaq terdepresiasi masing – masing sebesar -0.02% dan -0.06%.

    Isu Ekonomi dan Pasar

    Gubernur Federal Reserve Dallas, Lorie Logan, mengatakan bahwa langkah untuk tidak menaikkan suku bunga pada pertemuan bank sentral AS yang akan datang mungkin sesuai. Namun, ia menilai suku bunga mungkin harus dinaikkan lebih lanjut untuk mengembalikan inflasi ke 2%. Federal Open Market Committee, kelompok pembuat kebijakan the Fed yang menetapkan suku bunga, akan berkumpul pada 19-20 September dan mendiskusikan apakah tingkat suku bunga acuan saat ini sudah cukup tinggi untuk meredakan permintaan dan inflasi di negara itu. (Bloomberg)

    Bank Indonesia (BI) melaporkan, posisi cadangan devisa pada akhir Agustus senilai US$ 137.1 miliar. Jumlah tersebut menurun US$ 600 juta dibandingkan akhir Juli tahun ini yang tercatat US$ 137.7 miliar. Pemicu terkikisnya cadangan devisa, pertama lantaran pembayaran utang luar negeri pemerintah. Kedua, kebutuhan untuk stabilisasi nilai tukar rupiah sejalan dengan meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan global. Di sisi lain, kewajiban eksportir untuk memarkir devisa hasil ekspor (DHE) sumber daya alam di dalam negeri, tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2023 dan berlaku mulai 1 Agustus 2023 tampaknya belum berdampak terhadap cadangan devisa. (Kontan)

    Pemerintah dan Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat (Banggar DPR) sepakat untuk menyelaraskan asumsi dasar ekonomi makro dalam postur sementara RAPBN 2024. Hal ini seiring dengan perkembangan ekonomi terkini dan prospek perekonomian ke depan, terutama berkaitan dengan harga minyak yang bergerak cepat dalam beberapa waktu terakhir. Menkeu memaparkan, asumsi harga minyak mentah (ICP) disesuaikan menjadi US$ 82 per barel dan lifting minyak bumi menjadi 635 ribu barel per hari. Sri Mulyani mengungkapkan, target pendapatan negara dinaikkan Rp 21 triliun dari Rp 2.781,3 triliun menjadi Rp 2.802,3 triliun. Jika dirinci, penerimaan perpajakan meningkat Rp 2,0 triliun menjadi Rp 2.309,9 triliun terutama didorong dengan implementasi coretax system, kegiatan digital forensic, dan menjaga efektivitas implementasi reformasi perpajakan. (Investor)

    Best Regards,

    SAM Investment





    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—8-September-2023.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – 7 September 2023

    Kilas Pasar

    Indeks saham di Amerika Serikat bergerak melemah pada hari Rabu, (6/9). Dow, S&P 500, dan Nasdaq terdepresiasi masing – masing sebesar -0.57%, -0.70%, dan -1.06%. Dari Eropa, indeks bergerak melemah. FTSE 100 dan STOXX600 terdepresiasi masing – masing sebesar -0.16% dan -0.57%.

    Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS diperdagangkan pada level Rp.15,334. Dari komoditas, perdagangan minyak Brent dan WTI bergerak terapresiasi masing-masing sebesar 0.22% dan 0.19% diperdagangkan pada level US$ 90.86 dan US$ 87.72 per barel.

    Indeks acuan Asia, KOSPI Korea Selatan terdepresiasi sebesar -0.60%, NIKKEI Jepang bertumbuh sebesar 0.05%. Perdagangan indeks futures Amerika Serikat bergerak melemah pada pagi hari ini dengan Dow, S&P, dan Nasdaq terdepresiasi masing – masing sebesar -0.02%, -0.04%, dan -0.09%.

    Isu Ekonomi dan Pasar

    Arab Saudi dan Rusia memperpanjang pengurangan produksi minyaknya hingga akhir 2023. Keputusan ini diumumkan kedua negara produsen minyak tersebut pada Selasa (4/9). Kementerian Energi Arab Saudi menyatakan akan memperpanjang pengurangan produksi minyak sebesar 1 juta barel per hari (bph) selama tiga bulan mendatang hingga Desember 2023. Sementara Wakil Perdana Menteri Rusia Alexander Novak mengatakan, negaranya akan kembali memangkas produksi 300.000 barel perhari hingga akhir 2023. (Kontan)

    Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengungkapkan adanya perubahan asumsi harga minyak mentah atau Indonesian Crude Price (ICP) serta lifting minyak dalam asumsi dasar makro RAPBN 2024. Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kemenkeu Febrio Kacaribu menyampaikan, asumsi ICP meningkat menjadi US$ 82 per barel dari sebelumnya. US$ 80 dolar, serta lifting minyak ditargetkan 635 ribu barel per hari dari sebelumnya 625 ribu barel per hari. Terlepas adanya perubahan tersebut, beliau menjelaskan bahwa tidak ada perubahan dalam aspek defisit fiskal. (Investor)

    KTT ASEAN Summit 2023 yang dilaksanakan di Jakarta juga akan menjadi wadah pembahasan lebih lanjut terkait daftar proyek-proyek Prioritas Awal pembangunan Proyek Infrastruktur Potensial ASEAN ‘Initial Pipeline’ dalam Rencana menghubungkan ASEAN pada 2025. Proyek Initial Pipeline akan memperkuat ekonomi dan transportasi yang ada melalui investasi, sehingga diharapkan dapat mempererat konektivitas dan mobilisasi antar negara anggota. Pembentukan infrastruktur diperlukan untuk mencapai visi Konektivitas ASEAN. Sekretaris Jenderal ASEAN Dato Lim Jock Hoi menekankan pentingnya identifikasi dalam perencanaan untuk dapat menjadikan kawasan ini saling terhubung. Daftar rencana tersebut mencakup sektor transportasi, energi, dan teknologi informasi dan komunikasi yang berpotensi berkontribusi terhadap peningkatan pergerakan masyarakat, jasa, barang, dan inovasi di antara Negara-negara Anggota ASEAN. (CNBC)

    Best Regards,

    SAM Investment

    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—7-September-2023.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – 4 September 2023

    Kilas Pasar

    Indeks saham di Amerika Serikat bergerak menguat pada hari Jumat, (1/9). Dow, S&P 500, dan Nasdaq terapresiasi masing – masing sebesar 0.33%, 0.18%, dan 0.11%. Dari Eropa, indeks bergerak melemah. FTSE 100 dan STOXX600 terdepresiasi masing – masing sebesar 1.72% dan 0.97%.

    Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS diperdagangkan pada level Rp.15,245. Dari komoditas, perdagangan minyak Brent dan WTI bergerak menguat masing-masing sebesar 0.07% dan 0.18% diperdagangkan pada level US$ 88.59 dan US$ 85.68 per barel.

    Indeks acuan Asia, KOSPI Korea Selatan terapresiasi sebesar 0.01%, NIKKEI Jepang meningkat sebesar 0.28%. Perdagangan indeks futures Amerika Serikat bergerak bervariasi pada pagi hari ini dengan Dow dan S&P terdepresiasi masing – masing sebesar -0.04% dan -0.04%, Nasdaq terapresiasi sebesar 0.03%.

    Isu Ekonomi dan Pasar

    Pasar tenaga kerja Amerika Serikat (AS) kian mengkhawatirkan. Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan tingkat pengangguran di Agustus mencapai 3.8% lebih tinggi dari juli yang sebesar 3.5%. Memang angka penyerapan tenaga kerja swasta di luar sektor pertanian alias non-farm payroll mencapai 187.000. Ini lebih baik dari realisasi di Juli yang sebesar 157.000, juga lebih tinggi dari proyeksi sebesar 169.000. Departemen Tenaga Kerja juga mencatat, 736.000 orang mencari pekerjaan di Agustus lalu. Alhasil, rasio partisipasi di pasar tenaga kerja di AS mencapai level tertinggi dalam 3.5 tahun terakhir. Kekhawatiran perlambatan ekonomi diduga membuat orang kembali mencari pekerjaan. (Kontan)

    Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan bahwa pada Agustus 2023 terjadi inflasi tahunan (year on year/yoy) sebesar 3,27%. Angka ini meningkat dari posisi inflasi tahunan pada Juli 2023 yang sebesar 3,08%, namun lebih rendah dibandingkan inflasi tahunan pada Agustus 2022 yang sebesar 4,69%. Bila dilihat dari sisi kelompok pengeluaran, kelompok transportasi menjadi penyumbang terbesar inflasi tahunan pada Agustus 2023. Kelompok ini pada Agustus 2023 mengalami inflasi tahunan sebesar 9,65% atau terjadi kenaikan indeks dari 109,88 pada Agustus 2022 menjadi 120,48 pada Agustus 2023. Kelompok transportasi memberikan andil inflasi 1,18% terhadap inflasi umum. (Investor)

    Hilirasi mineral tambang yang tengah pemerintah gadang – gadang, belum berdampak signinfikan terhadap penerimaan negara. Ketidakpastian yang masih meliputi kondisi perekonomian global, justru menekan penerimaan dari sisi ekspor. Dampak kebijakan hilirisasi terhadap penerimaan, pertama, tercermin dari bea keluar. Kementerian Keuangan (kemenkeu) mencatat, penerimaan bea keluar mencapai Rp 39,8 triliun, masih tumbuh 15.2% year on year (yoy). Namun di tahun ini, penerimaan bea keluar diperkirakan terkontraksi 50.3% disbanding tahun lalu, menjadi Rp 19.8 triliiun. Kontraksi pun masih akan berlanjut ke tahun depan, dengan perkiraan penurunan sebesar 11.5% menjadi Cuma Rp 17.5 triliun. (Kontan)

    Best Regards,

    SAM Investment



    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—4-September-2023.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – 31 Agustus 2023

    Kilas Pasar

    Indeks saham di Amerika Serikat menguat pada hari Rabu, (30/8). Dow, S&P 500, dan Nasdaq terapresiasi masing-masing sebesar 0,85%, 1,45%, dan 1,74%. Dari Eropa, FTSE 100 dan STOXX600 terapresiasi masing-masing sebesar 1,72% dan 0,97%.

    Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS diperdagangkan pada level Rp.15,236. Dari komoditas, perdagangan minyak Brent dan WTI melemah masing-masing sebesar -0,06% dan -0,01% diperdagangkan pada level US$ 85.11 dan US$ 81.43 per barel.

    Indeks acuan Asia, KOSPI Korea Selatan melemah sebesar -0,35%, NIKKEI Jepang tumbuh sebesar 0,51%. Perdagangan indeks futures Amerika Serikat menguat pada pagi hari ini dengan Dow, S&P, dan Nasdaq terapresiasi masing-masing sebesar 0,20%, 0,07%, dan 0,04%.

    Isu Ekonomi dan Pasar

    Menteri Perdagangan Amerika Serikat Gina Raimondo bertolak ke Tiongkok untuk memperkuat komunikasi, terutama di bidang ekonomi dan pertahanan karena kekhawatiran yang berkembang atas gesekan antara AS dan Tiongkok. Hal ini mempertegas adanya tren investor global berpaling dari aset-aset di Tiongkok. Pada kesempatan kunjungan ini, Raimondo justru kembali menegaskan bahwa AS tidak ingin berpisah dari Tiongkok. Menanggapi pernyataan ini, juru bicara Kedutaan Besar RRT di Washington Liu Pengyu mengatakan bahwa sebagian besar dari 70.000 perusahaan AS yang berbisnis di Tiongkok masih ingin bertahan karena hampir 90% dari mereka menghasilkan keuntungan. (Investor)

    Pemerintah berupaya membuat penggunaan anggaran agar lebih efisien dengan menggunakan Saldo Anggaran Lebih (SAL) di tahun ini. Kementerian Keuangan sudah menggunakan SAL sebesar Rp 70 triliun pada tahun ini. Wahyu Utomo selaku Kepala Pusat Kebijakan APBN  Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan menyampaikan pemanfaatan SAL digunakan untuk mengurangi penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) agar risiko utang lebih terkendali dengan tetap memelihara kepercayaan investor. Adapun pembiayaan utang melalui SBN hingga akhir 2023 diperkirakan mencapai Rp 362,9 triliun. Jumlah tersebut menurun 44.9% dibandingkan penerbitan SBN tahun lalu. (Kontan)

    Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) negara tahun 2024 lebih populis seiring dengan meningkatnya alokasi untuk belanja subsidi, dan perlindungan sosial. Anggaran Belanja subsidi mencapai Rp282.7 triliun, naik 4,2% dibandingkan dengan outlook tahun ini senilai Rp271.4 triliun. Belanja negara yang berfungsi menguatkan perlindungan sosial pada 2024 direncanakan senilai Rp252.8 triliun, naik 6,2% dibandingkan outlook 2023 senilai Rp237.9 triliun. Kepala pusat Kebijakan APBN Wahyu Utomo menjelaskan faktor yang melatarbelakangi alokasi anggaran yang lebih tinggi adalah pengetatan The Fed dan ketidakpastian ekonomi yang mendorong alokasi fiskal untuk mitigasi dini (Bisnis)

    Best Regards,

    SAM Investment

    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—31-Agustus-2023.pdf

  • Reksa Dana Pendapatan Tetap SAM OBLIGASI OPTIMA: Menawarkan Stabilitas, dan Fleksibilitas untuk Pertumbuhan Hasil yang Lebih Optimal

    Press Release

    Peluncuran Produk Reksa Dana Terbaru dari Samuel Aset Manajemen

    Jakarta, 30 Agustus 2023 — Guna melengkapi varian produk yang dikelola oleh PT Samuel Aset Manajemen, pada hari ini Rabu, 30 Agustus 2023 kami dengan bangga mengumumkan peluncuran produk reksa dana terbaru, yakni Reksa Dana Pendapatan Tetap “SAM Obligasi Optima”. Reksa dana ini merupakan reksa dana multi share yang terdiri dari Kelas A, Kelas D dan Kelas S. Khusus di hari ini diluncurkan perdana Kelas A dan Kelas D, sedangkan Kelas S sudah diterbikan lebih dulu pada hari Senin, tanggal 21 Agustus yang lalu. Produk Reksa Dana Pendapatan Tetap “SAM Obligasi Optima” dirancang khusus untuk memberikan stabilitas dalam jangka menengah panjang dan fleksibilitas untuk pertumbuhan hasil yang lebih optimal bagi para investor dalam berbagai kondisi pasar.

    Reksa Dana Pendapatan Tetap “SAM Obligasi Optima” adalah pilihan yang cerdas bagi mereka yang mencari alternatif investasi yang risikonya relatif menengah (moderate) dan berpotensi memberikan pendapatan yang stabil. Produk ini berinvestasi sekurang-kurangnya 80% dari Nilai Aktiva Bersih dalam Efek Bersifat Utang, seperti obligasi pemerintah dan perusahaan, serta instrumen pasar uang dengan risiko yang terkelola dengan baik. SAM Obligasi Optima dapat berinvestasi minimum 80% dalam efek surat utang dan maksimal 20% dalam efek bersifat ekuitas dan/atau pasar uang. Fleksibilitas dalam alokasi ini memberikan kemampuan untuk melakukan diversifikasi aset sehingga dapat mengurangi risiko.

    Menurut Herbie Mohede, selaku Senior Portfolio Manager dan Head of Fixed Income Fund, “Produk SAM Obligasi Optima ini cocok bagi Investor yang mencari hasil investasi yang lebih tinggi dari bunga tabungan dalam jangka menengah dan panjang, namun dapat menerima fluktuasi yang sedikit lebar dalam jangka pendek untuk mencapai hasil investasi tersebut“.  Lebih lanjut Herbie menjelaskan, bahwa produk ini juga ditujukan bagi investor yang menginginkan pendapatan investasi secara rutin atau periodik dan sebagai diversifikasi investasi.

    Tujuan investasi dari Reksa Dana Pendapatan Tetap “SAM Obligasi Optima” adalah memperoleh hasil investasi yang stabil dan optimal bagi pemegang Unit Penyertaan dalam jangka waktu menengah dan panjang melalui investasi; dengan Kebijakan Investasi meningkatkan hasil investasi dan peragaman (diversifikasi) portofolio investasi. Reksa dana ini memiliki aset dasar berupa Efek bersifat utang dan/atau Efek Syariah berpendapatan tetap yang diterbitkan dan/atau dijamin oleh Pemerintah Republik Indonesia

    Reksa Dana Pendapatan Tetap “SAM Obligasi Optima” merupakan reksa dana multi share yang merupakan jenis reksa dana yang memiliki lebih dari satu kelas Unit Penyertaan (UP). UP di sini diwakili oleh istilah share class (kelas). Semua UP dikelola dengan strategi investasi dan komposisi portofolio yang sama. Hanya saja, setiap kelas memiliki fitur-fitur yang penerapannya dapat mempengaruhi Nilai Aktiva Bersih dari masing-masing Kelas Unit Penyertaan sehingga mengakibatkan perbedaan Nilai Aktiva Bersih antara masing-masing Kelas Unit Penyertaan.

    Keuntungan memiliki reksa dana multi share adalah efisiensi waktu dan biaya dapat terjadi dan menciptakan transparansi. Dari segi biaya, cukup banyak komponen biaya yang dapat dihemat. Jika semula Manajer Investasi mengelola beberapa reksa dana dengan strategi yang sama, dengan multi share class dapat disatukan dalam satu reksa dana, sehingga cukup mengadministrasikan satu reksa dana saja. Efisiensi proses dan biaya akan mempermudah proses pengelolaan dana dan administrasi dari sisi bank kustodian, sehingga memberikan nilai tambah bagi mitra Manajer Investasi dan juga para investor atau pemegang unit reksa dana. Reksa dana multi share tersedia dalam beberapa kelas yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan investasi yang berbeda dari masing-masing investor.  Selain itu, manfaat bagi investor adalah mendapatkan potensi imbal hasil yang lebih optimal. Sebab, pengelolaan dana dalam satu portofolio besar akan lebih efisien daripada dalam beberapa portofolio kecil. Manfaat lainnya, investor tidak perlu dipusingkan dengan beragam nama produk, yang sebenarnya isinya sama.

    Seri Kelas yang tersedia dan ditawarkan pada Reksa Dana Pendapatan Tetap “SAM Obligasi Stabil” adalah

    1. Kelas A, yang di mana pada kelas ini tanpa Pembagian Hasil Investasi (PHI) aatau dengan kata lain Hasil Investasi yang diperoleh tidak dibagikan namun dibukukan kedalam SAM OBLIGASI OPTIMA sehingga meningkatkan Nilai Aktiva Bersihnya, dengan minimal pembelian sebesar Rp100 ribu. Jika Pemegang Unit Kelas A ingin merealisasikan hasil investasinya maka Pemegang Unit Penyertaan perlu menjual sebagian atau seluruh Unit Penyertaan yang dimilikinya.
    2. Kelas D, yang secara berkala akan dibagikan PHI secara tunai maupun non tunai berupa tambahan Unit Penyertaan, dengan minimal pembelian sebesar Rp100 ribu rupiah. Ada batas nilai investasi minimum pada tanggal cum date yang diperlukan untuk menerima PHI secara tunai.
    3. Kelas S, yang secara triwulan akan dibagikan PHI secara tunai maupun non tunai berupa tambahan Unit Penyertaan, dengan minimal pembelian sebesar Rp10 miliar. Untuk kelas S ini sudah lebih dahulu, diterbitkan yakni pada tanggal 21 Agustus 2023 lalu.

    Informasi lengkap mengenai fitur masing-masing seri Kelas diatur lebih lanjut dalam Kontrak Investasi Kolektif (KIK) yang tertuang pada Prospektus produk SAM Obligasi Optima.

    Keunggulan utama berinvestasi pada Reksa Dana Pendapatan Tetap “SAM Obligasi Optima ” adalah:

    • Stabilitas: Reksa dana pendapatan tetap adalah jenis reksa dana yang berinvestasi pada instrumen obligasi, surat utang, sertifikat bank dan instrumen derivatif pendapatan tetap lainnya, sehingga produk ini menawarkan pendapatan yang stabil dari bunga dan kupon obligasi yang dikelola dalam portofolio.  Investor memperoleh potensi pendapatan secara rutin/periodik yang berasal dari Pembagian Hasi Investasi, sehingga investor dapat menikmati hasi investasi tanpa mencairkan unit yang dimilikinya.
    • Fleksibilitas Alokasi Aset: Alokasi aset pada produk reksa dana ini juga memberikan kemampuan untuk diversifikasi aset dengan lebih fleksibel sehingga dapat mengurangi risiko sehingga memberikan kenyamanan kepada para investor, terlepas dari fluktuasi pasar.
    • Diversifikasi: Dengan investasi yang terjangkau, investor dapat memperoleh manfaat diversifikasi investasi dalam efek surat utang, pasar uang dan/atau saham. Diversifikasi yang cermat membantu mengurangi risiko dan meningkatkan peluang pertumbuhan.
    • Aksesibilitas ke Pasar Obligasi: Reksa Dana Pendapatan Tetap “SAM Obligasi Optima” tersedia bagi investor dengan berbagai tingkat investasi, mulai dari investor individu atau retail hingga investor institusi. Investor dapat berinvestasi dalam pasar obligasi dengan investasi yang terjangkau. Dengan hanya minimal Rp100 ribu investor dapat memperoleh akses mudah pasar obligasi.
    • Kemudahan Bertransaksi dan Transparansi: Melalui aplikasi ReksadanaSAM, media digital dan layanan pelanggan, kami memberikan akses transparan terhadap informasi kinerja produk sehingga memungkinkan investor dapat tetap terinformasi pertumbuhan investasi dan dapat bertransaksi beli dan jual secara online dengan mudah, serta dapat dicairkan setiap hari bursa dan dibayarkan kembali paling lambat dalam 7 hari bursa.
    • Dikelola Profesional: Portofolio dikelola oleh tim investasi ahli yang berpengalaman lebih dari 25 tahun dalam mengelola aset.  Tim investasi, riset dan manajemen risiko SAM terus mengelola dan memantau pasar dan melakukan penyesuaian strategis untuk menjaga stabilitas dan kinerja produk dalam berbagai kondisi ekonomi.

    Sementara itu risiko berinvestasi di reksa dana pendapatan tetap antara lain, risiko penurunan Nilai Aktiva Bersih Unit Penyertaan karena turunnya harga efek portofolio, risiko wanprestasi dari penerbit surat berharga, risiko ekonomi dan politik, risiko likuiditas, risiko nilai tukar mata uang asing, risiko konsetrasi portolio efek serta risiko pembubaran dan likuidasi.

    “Dengan peluncuran produk ini, kami berkomitmen untuk memberikan solusi investasi yang memberikan nilai tambah nyata kepada para investor. Reksa Dana Pendapatan Tetap “SAM Obligasi Optima” menggabungkan stabilitas dan fleksibelitas sehingga memberikan potensi pertumbuhan lebih optimal dalam satu paket yang menarik”, tuntas Herbie Mohede.

    Untuk informasi lebih lanjut tentang Reksa Dana Pendapatan Tetap “SAM Obligasi Optima”, silakan menghubungi tim pemasar SAM melalui email ke [email protected] atau  kunjungi situs perusahaan kami di www.sam.co.id atau situs untuk bertransaksi online di www.reksadanasam.co.id.  

    Tentang Perusahaan

    SAM didirikan sesuai dengan Akta No. 166 tanggal 14 Mei 1997 dengan izin usaha Manajer Investasi dari BAPEPAM-LK Nomor SK. Kep. 6/PM/MI/1997 tanggal 21 Agustus 1997. Didukung oleh tim yang profesional dan berpengalaman, SAM berkomitmen untuk membantu investor korporasi dan individual, baik investor domestik maupun internasional dengan memberikan layananan lengkap pengelolaan aset melalui beragam solusi investasi keuangan.

    SAM menyediakan berbagai produk Reksa Dana dan Kontrak Pengelolaan Aset Investasi berbasis saham, campuran, pendapatan tetap dan pasar uang, baik Konvensional maupun Syariah, serta Alternatif Investment, seperti Reksa Dana Penyertaan Terbatas (RDPT), Exchange Traded Fund, Index Fund dan lain-lain. SAM saat ini mengelola 25 produk reksa dana, baik berbasis konvensional maupun syariah dengan total dana kelolaan (per Juli 2023) sejumlah Rp13,88 triliun.

    Dalam perjalanan perusahaan yang telah lebih dari 26 tahun, SAM mendapatkan pengakuan reputasi, antara lain: Best Manager Investasi – Fixed Income 2021, The Best Transfer Knowledge 2020 dan Best CEO 2018 dan 2017, Indonesia Most Admired Companies 2017 serta berbagai penghargaan atas kinerja produk-produk yang dikelola.

    Demi menjawab kebutuhan investor ritel dalam merencanakan investasi dan mewujudkan tujuan keuangannya di masa depan, SAM juga menyediakan layanan aplikasi online “ReksadanaSAM” berbasis mobile Android dan IOS dan web browser.

    SAM terus berinovasi untuk menyediakan solusi investasi yang relevan dan efektif bagi berbagai kebutuhan keuangan investor. SAM menekankan nilai-nilai Perusahaan untuk mencapai best performance, good governance dan service excellence yang sejalan dengan visi misi perusahaan untuk menjadi perusahaan manajemen aset terkemuka di Indonesia, dan mitra investasi terbaik bagi investor di sepanjang masa.

    —-

    Disclaimer: Informasi dalam press release ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan saran investasi. Semua keputusan investasi harus dibuat setelah berkonsultasi dengan profesional keuangan yang kompeten.

    INVESTASI MELALUI REKSA DANA MENGANDUNG RISIKO, CALON INVESTOR WAJIB MEMBACA DAN MEMAHAMI PROSPEKTUS DAN TATA CARA BERTRANSAKSI SEBELUM BERINVESTASI MELALUI REKSA DANA, KINERJA MASA LALU TIDAK MENCERMINKAN KINERJA MASA DATANG.