Samuel Aset Manajemen

Category: artikel

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Jumat 28 Desember 2018

    Indeks futures bursa Asia tercatat bervariasi, indikasi indeks di bursa Asia akan bergerak ‘mixed’ dengan kecenderungan naik terbawa sentimen kenaikan indeks di bursa AS semalam walaupun harga minyak mentah yang dibuka turun pagi ini. Di hari terakhir perdagangan kemungkinan rupiah menguat walaupun mata uang kuat Asia HK dolar, dan Sin dolar dibuka melemah terhadap USDolar pagi ini. Kemungkinan rupiah menuju kisaran Rp.14.520 s.d Rp.14.550 per USD (kurs tengah Bloomberg).

     

    Posisi investasi internasional (PII) pada Q3-2018  tercatat posisi neto kewajiban luar negeri sebesar US$297 miliar (128,5 % dari PDB). Neto kewajiban tersebut terutama bersumber dari investasi portofolio yang tercatat sebesar US$226,6 miliar. Ada peningkatan sebesar US$1,6 miliar pada triwulan ke-3 tersebut. Namun demikian posisi cadangan devisa turun menjadi US$114,85 miliar karena kebijakan stabilisasi rupiah.

     

    Jobless claims untuk minggu yang berakhir pada 22 Desember tercatat turun, indikasi pasar tenaga kerja AS yang masih menguat di bulan Desember karena faktor musiman. Data ekonomi AS lain yang menguat adalah personal spending, pesanan barang tahan lama, dan consumer sentiment.

     

     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Jumat-28-Desember-2018.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Kamis 27 Desember 2018

    Indeks futures bursa Asia tercatat bervariasi, indikasi indeks di bursa Asia akan bergerak ‘mixed’ dengan kecenderungan naik terbawa sentimen kenaikan indeks di bursa AS semalam ditambah dengan harga minyak mentah yang dibuka naik pagi ini. Mata uang kuat Asia HK dolar, dan Sin dolar dibuka melemah terhadap USDolar yang bisa menjadi sentimen pelemahan rupiah menuju kisaran Rp.14.580 s.d Rp.14.620 per USD  walaupun tetap dalam penjagaan BI.

     

    Per akhir November 2018, realisasi belanja Negara mencapai 91,14% dari pagu sebesar Rp.2.220,7 triliun. Pencapaian ini diperkirakan bisa menembus 95,8% di akhir tahun. Dari prognosis tersebut, kemungkinan tercatat SILPA sebesar Rp.93,26 triliun. Deangan ekspektasi tersebut, tampaknya defisit APBN 2018 masih akan aman dibawah target 2,19% dari PDB.

     

    Indeks Dow ‘melompat’ hingga 1086 poin atau 5% mengikuti kenaikan harga minyak mentah yang juga lompat hingga lebih dari 6%   pada perdagangan kemarin. Naiknya harga minyak mentah ini mengurangi kekawatiran terhadap perlambatan ekonomi global. Sementara isu ‘government shut-down’ tampaknya tidak terlalu mengkawatirkan investor mengingat kejadian serupa pernah terjadi sebelumnya.

     

     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Kamis-27-Desember-2018.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Rabu 26 Desember 2018

    Indeks futures di bursa Asia tercatat bervariasi, indikasi ada potensi indeks bergerak ‘mixed’ hari ini dengan kecenderungan turun terbawa sentimen koreksi dari indeks pasar global (24/12) walaupun harga minyak mentah dibuka bervariasi pagi ini. Kemungkinan nilai tukar rupiah akan menguat dengan sentimen mata uang Asia yen dan HK dollar dibuka menguat pagi ini terhadap USDolar menuju kisaran antara  Rp.14.430 s.d Rp.14.450 per USD  (kurs tengah Bloomberg

     

    Volume transaksi DNDF menunjukkan peningkatan dari US$90 juta pada awal operasi perdana pada 1 November 2018, kini menjadi rata-rata US$200 juta per hari. Transaksi DNDF ini diyakini bisa mengurangi volatilitas rupiah karena tidak melibatkan dana pokok. Jika terjadi volatilitas kurs, BI akan intervensi langsung secara bilateral. BI menargetkan volume transaksi bisa menjadi US$1 miliar per hari, melampaui pasar NDF di luar negeri yang sebesar US$500 juta – US$600 juta per hari.

     

    DI awal pekan ini, sentimen negatif global terhadap pelemahan ekonomi AS dan global membuat harga minyak mentah turun ke level yang cukup rendah. Sementara itu indeks Dow turun tajam pasca Twitter Presiden Trump yang kembali mengkritik the Fed. Sementara The Fed Chicago National Activity index masih naik,  indikasi ekonomi AS yang masih menguat.



     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828


     

     

     

     

     

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

     

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Rabu-26-Desember-2018.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Jumat 21 Desember 2018

    Indeks futures di bursa Asia tercatat ‘merah’, indikasi ada potensi korekasi pada indeks di bursa Asia hari ini, ditambah dengan sentimen dari indeks pasar global yang kompak turun semalam walaupun harga minyak mentah dibuka naik pagi ini. Kemungkinan nilai tukar rupiah akan menguat dengan sentimen mata uang Asia yang kompak dibuka menguat pagi ini terhadap USDolar menuju kisaran antara  Rp.14.450 s.d Rp.14.470 per USD  (kurs tengah Bloomberg) dengan tetap dalam penjagaan BI.

     

    Pada RDG kemarin, BI putuskan pertahankan suku bunga acuannya seebsar 6% yang diyakini masih konsisten sebagai upaya menurunkan defisit transaksi berjalan ke target 2,5% dari PDB di akhir tahun 2018. Namun demikian tampaknya target tersebut akan sulit tercapai mengingat defisit neraca perdagangan pada Oktober dan November (dua bulan pertama triwulanke-4)  yang sebesar US$3,8 milliar, melebar dibandingkan dua bulan pertama triwulan ke-3 yang tercatat US$2,97 miliar. Di sepanjang tahun 2018, BI telah menaikkan suku bunganya sebesar 175 bps, dan di tahun 2019 kemungkinan naik 2-3 kali lagi.

     

    Jobless claims di AS tercatat naik 8000 menjadi 214.000 pada minggu yang berakhir pada 15 Desember lalu. Tambahan tersebut masih dibawah ekspektasi pasar sebesar 10.000. Data ini masih mendukung ekonomi AS yang masih solid sebagaimana disampaikan the Fed.



     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

     

     

     

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

     

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Jumat-21-Desember-2018.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Kamis 20 Desember 2018

    Ada potensi indeks di bursa Asia akan bergerak ‘mixed’ hari ini terlihat dari indeks futuresnya yang bervariasi kendati indeks di bursa AS ditutup turun semalam. Kemungkinan indeks cenderung naik terbantu sentimen naiknya harga minyak mentah yang dibuka naik pagi ini. Kemungkinan nilai tukar rupiah akan melemah dengan sentimen mata uang Asia yen dan HK dolar dibuka melemah pagi ini terhadap USDolar, menuju kisaran antara  Rp.14.450 s.d Rp.14.470 per USD  (kurs tengah Bloomberg) dengan tetap dalam penjagaan BI.

     

    Ada kemungkinan BI akan naikkan suku bunga acuannya 7DRR sebesar 25 bps menjadi 6,25% dengan pertimbangan naiknya suku bunga the Fed dan defisit neraca perdagangan yang melebar menjadi US$2,05 miliarr. Pada RDG November lalu, BI naikkan suku bunganya dengan pertimbangan defisit neraca perdagangan yang cukup besar yaitu US$1,8 miliar.

     

    The Fed putuskan naikkan suku bunganya pada pertemuan FOMC kemarin, sehingga menjadi 2,25-2,5. Kenaikan ini merupakan yang ke-4 kalinya di tahun 2018. Kenaikan ini dengan pertimbangan ekonomi AS yang masih solid. Di tahun 2019, the Fed kemungkinan akan naikkan dibawah ekspektasi sebelumnya 3 kali dengan pertimbangan pasar keuangan yang rentan dan pertumbuhan ekonmi global yang melambat. Indeks Dow terkoreksi 1,5% merespon keputusan ini.



     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

     

     

     

     

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

     

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Kamis-20-Desember-2018.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Rabu 19 Desember 2018

    Indeks futures bursa Asia tercatat bervariasi, indikasi indeks di bursa Asia akan bergerak ‘mixed’ dengan kecenderungan naik terbawa sentiment kenaikan indkes di bursa AS semalam walaupun harga minyak mentah turun tajam dibawah US$50 pbrl. Mata uang kuat Asia HK dolar, dan Sin dolar dibuka melemah terhadap USDolar yang bisa membuat sentiment pelemahan rupiah menuju kisaran Rp.14.520 s.d Rp.14.550 per USD  dengan tetap dalam penjagaan BI.

     

    Posisi ULN Indonesia per Oktober 2018 sebesar US$360,5 miliar, naik 0,22% mom atau 5,3% yoy. Kenaikan terutama terjadi pada ULN Swasta yang naik 0,91% mom (7,7% yoy). Dari tujuan penggunaan utang, kenaikan tersebut terutama untuk kebutuhan refinancing (1,075% mom), kemudian investasi (0,55% mom), dan modal kerja (0,33% mom). Kendati ULN Swasta naik tetapi relatif aman karerna kewajiban lindung nilai atas ULN tersebut yang cukup dipatuhi korporasi untuk memitigasi risiko nilai tukar rupiah.

     

    Investor global menanti keputusan the Fed pada pertemuan18-19 Desember ini. Hasil ini menjadi penting untuk kredbilitas the Fed yang mendapat tekanan dari Presiden Trump dalam pernyataan di Twitternya. Investor kawatirkan resesi ekonomi AS. Harga minyak mentah juga turun drastis kawatirkan turunnya pernintaan akibat resesi.

     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Rabu-19-Desember-2018.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Selasa 18 Desember 2018

    Ada potensi indeks di bursa Asia akan terkoreksi hari ini terbawa sentimen turunnya indeks di bursa global semalam, ditambah dengan harga minyak mentah yang dibuka turun dibawah US$50 pbrl untuk jenis WTI. Mata uang kuat Asia yen dan HK dolar dibuka menguat terhadap USDolar pagi ini yang bisa membuat sentimen penguatan rupiah menuju kisaran Rp.14.560 s.d Rp.14.580 per USD  dengan tetap dalam penjagaan BI.

     

    Neraca perdagangan Indonesia pada bulan November 2018 tercatat defisit sebesar US$2,05 miliar karena ekspor turun lebih besar dari penurunan impor. Tampaknya efek perang dagang antara China-AS mulai berdampak pada Indonesia terlihat dari turunnya nilai ekspor ke China dan Singapura, dan komoditas bahan bakar (batubara) dan minyak/lemak hewan dan nabati (CPO). Penurunan ini terkonfirmasi dengan turunnya volume ekspor sebagai indikasi turunnya permintaan global. Sementara impor turun sebagaimana faktor musiman di bulan November.

     

    Pasar global kembali terkoreksi tajam pada perdagangan kemarin baik di pasar Eropa maupun pasar AS. Investor kawatirkan potensi perlambatan ekonomi global dan kemungkinan akan menguat jika the Fed naikkan suku bunganya pada FOMC 18-19 Desember ini. Ditambah home builder sentiment di AS yang turun, terendah sejak 2015.  

     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Selasa-18-Desember-2018.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Senin 17 Desember 2018

    Ada kecenderungan potensi koreksi di bursa Asia hari ini terlihat dari indeks futures bursa Asia yang hampir semua merah ditambah sentimen negatif dari koreksi kompak di bursa global akhir pekan lalu walaupun harga minyak mentah yang dibuka naik pagi ini. Kemungkinan rupiah akan bergerak lebar antara Rp.14.550 s.d Rp.14.620 per USD  (kurs tengah Bloomberg) dengan sentimen potensi defisit neraca perdagangan yang akan diumumkan hari ini walaupun yen dan HK dollar dibuka menguat pagi ini.

     

    Persepsi bank terhadap risiko perekonomian menurun terlihat dari CKPN 10 bank besar per Oktober 2018 hanya naik 2,3% yoy, tidak sebesar kenaikan pada Oktober 2017 yang naik 15,6% yoy. Menurunnya kenaikan CKPN ini sebagai indikasi persepsi bankir terhadap risiko kredit yang turun.

     

    Pasar global kembali terkoreksi pada akhir perdagangan minggu lalu. Penurunan diantaranya karena kekawatiran terhadap turunnya penjualan ritel dan industrial production di China, lemahnya PMI di Uni Eropa, kebijakan perdagangan yang masih belum jelas, dan potensi ekonomi AS menuju resesi. Tampaknya investor lebih kawatirkan risiko ekonomi AS dibandingkan di China. Ada kemungkinan the Fed tidak menaikkan suku bunganya pada FOMC 19 Desember mendatang.

     



     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

     

     

     

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

     

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Senin-17-Desember-2018.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Jumat 14 Desember 2018

    Indeks futures bursa Asia tercatat bervariasi, indikasi indeks di bursa Asia akan bergerak ‘mixed’ hari ini dengan kecenderungan naik didukung dengan sentiment harga minyak mentah yang naik pagi ini. Kemungkinan nilai tukar rupiah akan melemah dengan sentimen mata uang Asia HK dolar dan Sin dolar yang dibuka melemah pagi ini terhadap USDolar, menuju kisaran antara  Rp.14.500 s.d Rp.14.520 per USD  (kurs tengah Bloomberg) dengan tetap dalam penjagaan BI.

     

    Defisit anggaran pemerintah AS pada bulan November 2018 tercatat seesear US$205 miliar, naik dari US$139 miliar pada November 2017. Total defisit anggaran tahun 2017/2018 tercatat sebesar US$1.018 miliar. Defisit ini diperkirakan terus melebar, dan berpotensi memperbesar utang pemeritnah AS dan menekan imbal hasil obligasi AS dan pasar obligasi global lainnya.

     

    ECB pertahankan kebijakan suku bunga acuannya di 0%, dan melakukan stimulus senilai 2,6 miliar euro di bulan Desember. ECB mengkonfirmasi berakhirnya kebijakan stimulus di bulan Desember ini, namun tetap akan menginvestasikan kembali obligasi yang jatuh tempo, sehingga kebijakan moneter tetap akan ekspansi. ECB merevisi turun proyeksi pertumbuhan 2018 menjadi 1,9% karena melemahnya permintaan.



     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

     

     

     

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

     

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Jumat-14-Desember-2018.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Kamis 13 Desemebr 2018

    Indeks futures bursa Asia tercatat  kompak hijau, indikasi indeks di bursa Asia akan naik hari ini, ditambah dengan sentimen naiknya indeks di bursa global semalam walaupun harga minyak mentah dibuka turun pagi ini. Kemungkinan nilai tukar rupiah akan menguat dengan sentimen mata uang Asia yen, HK dolar dan Sin dolar yang dibuka menguat pagi ini terhadap USDolar, menuju kisaran antara  Rp.14.550 s.d Rp.14.590 per USD  (kurs tengah Bloomberg) dengan tetap dalam penjagaan BI.

     

    Kemungkinan penerimaan pajak hingga akhir tahun akan mencapai  Rp.1.350,9 triliun atau 94,87% dari target.  Potensi realisasi ini naik 17,37% yoy dibandingkan tahun 2017 yang tumbuh 4,1% yoy. Sementara tax buoyancy naik ke level 2, mendekati level tertinggi sebelumnya 2,25 di tahun 2008. Namun tax rasio masih 11%, dibawah Malaysia dan Thailand yang mencapai diatas 15%.

     

    Angka inflasi AS untuk November 2018 tercatat 0,3% mom – tidak berubah dibandingkan bulan Oktober 2018, namun secara tahunan angka inflasi November melambat menjadi 2,2% yoy dari 2,5% yoy. Terjadi penurunan pada indeks bahan bakar karena turunnya harga minyak mentah selama bulan November. Kemungkinan angka inflasi AS masih akan relatif aman dan bisa menjadi pertimbangan the Fed dalam kebijakan suku bunganya.



     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

     

     

     

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

     

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Kamis-13-Desember-2018.pdf