Samuel Aset Manajemen

Category: artikel

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – 14 Juli 2023

    Kilas Pasar

    Indeks saham di Amerika Serikat bergerak menguat pada hari Kamis (13/7). Dow, S&P 500, dan Nasdaq terapresiasi masing – masing sebesar 0.14%, 0.85%, dan 1.58%. Dari Eropa, indeks bergerak meningkat. FTSE 100 dan STOXX600 bertumbuh masing – masing sebesar 0.32% dan 0.61%.

    Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS diperdagangkan pada level Rp.14,752. Dari komoditas, perdagangan minyak Brent dan WTI bergerak bervariasi masing-masing sebesar -0.07% dan 0.34% diperdagangkan pada level US$ 81.55 dan US$ 77.14 per barel.

    Indeks acuan Asia, KOSPI Korea Selatan terapresiasi sebesar 1.01%, NIKKEI Jepang terdepresiasi sebesar -0.54%. Perdagangan indeks futures Amerika Serikat bergerak melemah pada pagi hari ini dengan Dow, S&P, dan Nasdaq terdepresiasi masing – masing sebesar -0.25%, -0.15%, dan -0.04%.

    Isu Ekonomi dan Pasar

    Inflasi Amerika Serikat diprediksi akan terus melanjutkan tren penurunan bahkan telah mencapai 3% atau hanya selisih 100 basis poin (bps) dari target bank sentral AS sebesar 2%. Hal tersebut mengindikasikan perjalanan The Fed dalam menaikkan suku bunga sejak 2022 akan segera berakhir. Penurunan inflasi  yang terjadi dapat menjadi sebuah katalis yang positif bagi pasar. Makrostrategis Samuel Sekuritas Lionel Priyadi memperkirakan penurunan inflasi tersebut akan mengerek kinerja Surat Berharga Negara (SBN).  Menurutnya,  ekspetasi pelaku pasar akan mendorong yield SBN 10 tahun berpotensi turun ke 6%?6,1% bulan ini diikuti oleh Rupiah yang juga berpotensi terapresiasi ke level Rp14.800 per dolar. Tidak hanya itu, proses disinflasi AS juga membuka peluang Bank Indonesia untuk memotong suku bunga pada semester II/2023. (Bisnis)

    Arus modal asing berbentuk investasi portofolio yang masuk dari awal tahun hingga akhir Juni 2023 year to date terhitung sebanyak 4.7 miliar USD. Masuknya dana asing ini dinilai akan membantu memperkuat ketahanan eksternal Indonesia dan berdampak positif terhadap pergerakan nilai tukar rupiah di tengah tekanan dan ketidakpastian ekonomi global. Penurunan inflasi Amerika Serikat dan inflasi Indonesia yang rendah membuka peluang untuk suku bunga riil agar bisa mencapai tingkat 2% dan berpengaruh kepada pergerakan nilai tukar rupiah. (Kontan)

    Goldman Sachs, bank investasi global berpusat di Amerika Serikat, memprediksi Indonesia akan menjadi negara dengan ekonomi terbesar ke-4 di dunia pada 2050. Melesatnya laju ekonomi Indonesia pada 2050 terjadi seiring ledakan ekonomi negara berkembang lain yang mengalahkan negara maju. Riset terbaru Goldman Sachs memprediksi perekonomian Indonesia bakal menggeser posisi Brasil dan Rusia sebagai negara berkembang terbesar keempat di dunia pada 2050. Sementara itu, perekonomian negara berkembang pada periode 2024 hingga 2029 diperkirakan tumbuh sebesar 3,8 persen. Proyeksi pertumbuhan negara berkembang atau emerging market di atas pertumbuhan negara maju yang hanya tercatat 1,8 persen. (Bisnis)

    Best Regards,

    SAM Investment

    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—14-Juli-2023.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – 13 Juli 2023

    Kilas Pasar

    Indeks saham di Amerika Serikat bergerak menguat pada hari Rabu (12/7). Dow, S&P 500, dan Nasdaq terapresiasi masing – masing sebesar 0.25%, 0.74%, dan 1.15%. Dari Eropa, indeks bergerak meningkat. FTSE 100 dan STOXX600 bertumbuh masing – masing sebesar 1.83% dan 1.51%.

    Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS diperdagangkan pada level Rp.15,137. Dari komoditas, perdagangan minyak Brent dan WTI bergerak meningkat masing-masing sebesar 0.24% dan 0.20% diperdagangkan pada level US$ 80.31 dan US$ 75.90 per barel.

    Indeks acuan Asia, KOSPI Korea Selatan terapresiasi sebesar 0.73%, NIKKEI Jepang bertumbuh sebesar 1.11%. Perdagangan indeks futures Amerika Serikat bergerak menguat pada pagi hari ini dengan Dow, S&P, dan Nasdaq terapresiasi masing – masing sebesar 0.10%, 0.13%, dan 0.23%.

    Isu Ekonomi dan Pasar

    Inflasi Amerika Serikat (AS) Juni 2023 melaju paling lambat dalam lebih dari 2 tahun terakhir, mengindikasikan kebijakan Bank Sentral AS The Federal Reserve (The Fed) mampu mengatasi tekanan harga. Dilansir Bloomberg pada Rabu (12/7/2023), berdasarkan data dari Biro Statistik Tenaga Kerja AS indeks harga konsumen (IHK) naik 3 persen pada bulan lalu secara tahunan (year on year/y-o-y). Jika dibandingkan dengan Mei 2023, inflasi pada Juni 2023 naik 0.2 persen. IHK yang tidak memasukkan harga pangan dan energi naik 0,2 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Sementara, jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu, atau disebut pengukuran inti naik 4,8 persen. Angka ini menyentuh level terendah sejak 2021, tetapi tetap berada di atas target The Fed yang sebesar 2 persen. (Bisnis)

    Masyarakat masih diliputi oleh kewaspadaan pada tekanan inflasi di perekonomian. Kewaspadaan tersebut tercermin pada Survei Penjualan Eceran Bank Indonesia (BI) yang mengindikasikan tekanan inflasi akan meningkat pada November 2023. Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) November 2023 tercatat sebesar 123,0, lebih tinggi jika dibandingkan dengan periode sebelumnya sebesar 121,6. Josua Pardede selaku kepala ekonom Bank Permata mengatakan bahwa hal tersebut wajar mengingat tren akhir tahun yang mendorong permintaan serta potensi naiknya harga pangan imbas dari El Nino. Meskipun begitu, Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono menyatakan bahwa tekanan harga akan tetap terjaga oleh ketersediaan pasokan dan kelancaran distribusi barang. (Bisnis)

    Menurunnya penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) membuat realisasi pembiayaan utang hingga semester I mencapai Rp 166,5 triliun turun 15,4% jika dibandingkan dengan periode yang sama secara year-on-year (YoY). Hal tersebut diungkapkan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Menurutnya, menurunnya penerbitan SBN ditopang oleh defisit tahun ini yang lebih rendah dari perkiraan dan keseimbangan primer. Adapun Dia memerinci, hingga periode tersebut realisasi penerbitan SBN mencapai Rp 157,9 trilun, atau mengalami penurunan sebesar 13,6% yoy. Realisasi ini juga telah mencapai 56,49% dari outlook penerbitan SBN yang sebesar Rp 362,9 triliun. (Kontan)

    Best Regards,

    SAM Investment

    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—13-Juli-2023.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – 12 Juli 2023

    Kilas Pasar

    Indeks saham di Amerika Serikat bergerak menguat pada hari Selasa (11/7). Dow, S&P 500, dan Nasdaq terapresiasi masing – masing sebesar 0.93%, 0.67%, dan 0.55%. Dari Eropa, indeks bergerak meningkat. FTSE 100 dan STOXX600 bertumbuh masing – masing sebesar 0.12% dan 0.72%.

    Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS diperdagangkan pada level Rp.15,137. Dari komoditas, perdagangan minyak Brent dan WTI bergerak bervariasi masing-masing sebesar 0.04% dan -0.03% diperdagangkan pada level US$ 79.37 dan US$ 74.81 per barel.

    Indeks acuan Asia, KOSPI Korea Selatan terdepresiasi sebesar -0.12%, NIKKEI Jepang menurun sebesar -0.71%. Perdagangan indeks futures Amerika Serikat bergerak melemah pada pagi hari ini dengan Dow, S&P, dan Nasdaq terdepresiasi masing – masing sebesar -0.10%, -0.06%, dan -0.01%.

    Isu Ekonomi dan Pasar

    Sejumlah pejabat di Bank Central Amerika Serikat atau The Federal Reserve (The Fed) mengatakan bahwa pihaknya akan kembali menaikkan suku bunga acuan dalam rangka mengembalikan inflasi ke target bank sentral. Dilansir dari Bloomberg, Selasa (11/7), The Fed mempertahankan suku bunga yang stabil di bulan Juni 2023 kemarin, setelah menaikkannya selama 10 pertemuan berturut-turut ke kisaran 5% hingga 5,25%. Kepala The Fed di Cleveland, Loretta Mester menyatakan bahwa dia sependapat dengan pejabat The Fed lainnya untuk kembali menaikkan suku bunga untuk memastikan bahwa inflasi berada di jalur yang berkelanjutan dan tepat waktu kembali ke level 2%. Federal Open Market Committee (FOMC) akan melakukan pertemuan pada 25-26 Juli dalam rangka melanjutkan kenaikan suku bunga. (Kontan)

    Berdasarkan data dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu), realisasi belanja negara sepanjang semester I-2023 hanya mencapai Rp1.255.7 triliun. Angka tersebut belum separuh dari target 2023 yang berada di angka Rp 3.061.2 triliun atau kurang lebih hanya mencapai 41% saja. Tidak hanya itu, pertumbuhan realisasi belanja negara juga semakin melambat dengan hanya berkisar di angka 0.9% year on year (yoy). Meskipun begitu, Menteri Keuangan Sri Mulyani masih optimis pertumbuhan ekonomi RI masih berada di angka 5%-5.3%. (Kontan)

    Surat Utang Negara (SUN) pada Selasa (11/7) tercatat mencapai Rp47.79 triliun, lebih tinggi dibandingkan dengan lelang sebelumnya yang hanya menjangkau Rp 13 triliun saja. Kementerian Keuangan mencatat bahwa mayoritas permintaan investor pada lelang kali ini tertuju pada SUN dengan tenor 5 dan 10 tahun, yaitu mencapai 56.63% dari total penawaran. Selain itu, total penawaran investor juga meningkat signifikan sebesar 62.9% ke level Rp9.66 triliun dengan tenor 10 dan 15 tahun. Kondisi ini dapat terjadi karena terkendalinya inflasi Indonesia bulan Juni 2023, yaitu 3.52% yoy, lebih rendah dari bulan sebelumnya sebesar 4.01% yoy dan ekspektasi konsensus sebesar 3.64% yoy. (Kontan)

    Best Regards,

    SAM Investment

    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—12-Juli-2023.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – 10 Juli 2023

    Kilas Pasar

    Indeks saham di Amerika Serikat bergerak melemah pada hari Jumat (7/7). Dow, S&P 500, dan Nasdaq terdepresiasi masing – masing sebesar -0.55%, -0.29%, dan -0.13%. Dari Eropa, indeks bergerak bervariasi. FTSE 100 terdepresiasi sebesar -0.32%. Sedangkan, STOXX600 mengalami peningkatan sebesar 0.10%.

    Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS diperdagangkan pada level Rp.15,135. Dari komoditas, perdagangan minyak Brent dan WTI bergerak menurun masing-masing sebesar -0.31% dan -0.39% diperdagangkan pada level US$ 78.23 dan US$ 73.57 per barel.

    Indeks acuan Asia, KOSPI Korea Selatan bertumbuh sebesar 0.23%, NIKKEI Jepang terdepresiasi sebesar -0.27%. Perdagangan indeks futures Amerika Serikat bergerak melemah pada pagi hari ini dengan Dow, S&P, dan Nasdaq terdepresiasi masing – masing sebesar -0.08%, -0.17%, dan -0.29%.

    Isu Ekonomi dan Pasar

    Menteri Keuangan AS Janet Yellen mengungkapkan resesi ekonomi di Amerika Serikat mungkin bisa terjadi. Meski demikian, dia menilai kondisi resesi ?tepat dan normal? untuk pertumbuhan yang moderat dan bahwa inflasi masih terlalu tinggi. Yellen mengatakan saat ini kondisi ekonomi AS terbilang sehat dengan pasar tenaga kerja yang bagus. Meski demikian, dia mengakui laju inflasi yang terlalu tinggi dan menjadi perhatian pemerintah dan rakyat Amerika. Inflasi di AS kemungkinan terus melunak pada Juni, tetapi ukuran utama dari tekanan harga yang mendasari masih berjalan pada kecepatan yang tidak nyaman yang membuat Federal Reserve (The Fed) condong untuk melanjutkan kenaikan suku bunga bulan ini. Laju inflasi atau harga konsumen pada Juni 2023 diperkirakan naik 3,1 persen dari tahun lalu, tingkat tahunan terkecil sejak Maret 2021 (year-on-year/yoy). (Bisnis)

    Rupiah pekan ini diproyeksi kembali dibayangi oleh keputusan Bank Sentral Amerika Serikat (AS) yang masih akan menaikkan tingkat suku bunga. Hal ini berimbas pada nilai tukar rupiah terhadap AS. Berdasarkan data Bloomberg, indeks dolar AS ditutup ke level 102.27 pada akhir perdagangan Jumat (7/), melemah sebesar 0.87%. Pergerakan dolar terus akan bergantung pada data ekonomi AS yang akan dirilis. (Bisnis)

    International Monetary Fund (IMF) melaporkan bahwa Indonesia menduduki posisi kelima negara dengan PDB paling besar di Asia sebesar USD 1.3 triliun pada tahun 2022, mengalahkan Saudi Arabia yang berada di urutan keenam. Di ranah Asia Tenggara, Indonesia menempati posisi pertama sebagai negara dengan PDB terbesar, mengalahkan Thailand yang mencapai USD 536.16 miliar. Meskipun begitu, Direktur Center of Economics and Law Studies, Bhima Yudhistira berpendapat bahwa PDB perkapita Indonesia masih relatif jauh tertinggal dengan Malaysia. Indonesia juga lebih dipersepsikan sebagai pasar yang besar dibandingkan dengan basis produksi, ditandai dengan tren deindustrialisasi prematur dengan porsi terus berada di bawah 19% dari PDB. (Kontan)

    Best Regards,

    SAM Investment

    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—10-Juli-2023.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – 7 Juli 2023

    Kilas Pasar

    Indeks saham di Amerika Serikat bergerak melemah pada hari Kamis (6/7). Dow, S&P 500, dan Nasdaq terdepresiasi masing – masing sebesar ?1.07%, -0.79%, dan -0.82%. Dari Eropa, indeks bergerak melemah. FTSE 100 dan STOXX600 menurun masing – masing sebesar ?2.17% dan ?2.34%.

    Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS diperdagangkan pada level Rp.15,147. Dari komoditas, perdagangan minyak Brent dan WTI bergerak menurun masing-masing sebesar -0.08% dan -0.07% diperdagangkan pada level US$ 76.43 dan US$ 71.75 per barel.

    Indeks acuan Asia, KOSPI Korea Selatan menurun sebesar -0.86%, NIKKEI Jepang terdepresiasi sebesar -0.27%. Perdagangan indeks futures Amerika Serikat bergerak melemah pada pagi hari ini dengan Dow, S&P, dan Nasdaq terdepresiasi masing – masing sebesar -0.01%, -0.04%, dan -0.03%.

    Isu Ekonomi dan Pasar

    Menanggapi inflasi di tengah situasi ekonomi global yang masih lambat dan tidak pasti, intervensi suku bunga dinilai akan lebih banyak dilakukan oleh bank sentral guna menjaga inflasi. Presiden Bank Sentral Federal Reserve (The Fed) menuturkan bahwa bank sentral Amerika Serikat perlu menurunkan suku bunga kembali ke level 2% dengan memaksimalkan langkah yang berkaitan dengan kebijakan moneter. Bank Sentral Malaysia memutuskan untuk menjaga tingkat suku bunga sebesar 3%. Keputusan ini menyebabkan pasar keuangan Malaysia yang relatif tidak bergejolak, yaitu penurunan 0.1% atas mata uang ringgit terhadap dolar dan indeks saham KLCI meluncur senilai 0,4%. (Bisnis)

    Kebijakan pajak natura di Indonesia dinilai tidak berdampak besar terhadap penerimaan negara. Pengamat Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA) Fajry Akbar menyebutkan penyebab dari hal tersebut adalah potensi penerimaan dari PPh Badan karena biaya pemberian natura bisa dibebankan. Perkiraan dari potensi dapat berkisar di angka Rp1,6 Triliun namun dengan catatan bergantung pada implementasi  pengenaan dan batasan pajak natura/kenikmatan yang dibiayai. Dampak dari kebijakan  pajak natuna baru akan akan terlihat dari keseluruhan hasil Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) selama tahun 2023 (Investor).

    Proyeksi dari lembaga Standard and Poor?s (S&P) memperkirakan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) tidak akan mengalami penurunan pada tahun 2023 namun akan dimulai pada awal tahun 2024. Perkiraan tersebut didasari oleh tingkat inflasi yang melandai. Tercatat tingkat inflasi pada Juni 2023 berkisar di angka 3,52% year on year (yoy), lebih rendah dari bulan sebelumnya yang sebesar 4%. Tidak hanya itu, inflasi bulan Juni merupakan yang terendah sejak 14 bulan terakhir dan masih berada di rentang sasaran inflasi BI yang berada di angka 2-4%. S&P melihat bahwa BI akan semakin mengandalkan instrumen non-suku bunga seperti kebijakan pasar untuk pelaksanaan kebijakan moneter. (Kontan).

    Best Regards,

    SAM Investment

    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—7-Juli-2023.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – 6 Juli 2023

    Kilas Pasar

    Indeks saham di Amerika Serikat bergerak melemah pada hari Rabu (5/7). Dow, S&P 500, dan Nasdaq terdepresiasi masing – masing sebesar -0.38%, -0.20%, dan -0.18%. Dari Eropa, indeks bergerak melemah. FTSE 100 dan STOXX600 menurun masing – masing sebesar -1.03% dan -0.73%.

    Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS diperdagangkan pada level Rp.15,074. Dari komoditas, perdagangan minyak Brent dan WTI bergerak menguat masing-masing sebesar 0.14% dan 0.18% diperdagangkan pada level US$ 76.66 dan US$ 71.91 per barel.

    Indeks acuan Asia, KOSPI Korea Selatan menurun sebesar -0.35%, NIKKEI Jepang terdepresiasi sebesar -1.18%. Perdagangan indeks futures Amerika Serikat bergerak melemah pada pagi hari ini dengan Dow, S&P, dan Nasdaq terdepresiasi masing – masing sebesar -0.15%, -0.12%, dan -0.10%.

    Isu Ekonomi dan Pasar

    Tren inflasi yang masih meningkat membuat para pejabat Federal Reserve (The Fed) berkomitmen untuk menaikkan suku bunga acuan lagi pada Juli 2023. Meskipun hampir semua pejabat menerima keputusan untuk mempertahankan suku bunga tidak berubah pada kisaran target 5-5,25 persen pada pertemuan 13-14 Juni, beberapa akan mendukung kenaikan seperempat poin sebagai gantinya. Peningkatan tersebut diamini oleh  Ketua The Fed, Jerome Powell, yang mengatakan bahwa mayoritas peserta komite memperkirakan bahwa akan tepat untuk menaikkan suku bunga dua kali atau lebih pada akhir tahun ini mengingat progres target inflasi 2 persen yang masih panjang. (Bisnis)

    Rupiah menguat terhadap hampir semua rata-rata uang utama, kecuali poundsterling (GBP) pada semester 1 2023. Penguatan terkecil terjadi pada Franc Swiss (CHF) sebesar 0.73% YtD sementara penguatan terbesar pada Yen Jepang (JPY) senilai 11.83%. Surat Berharga Negara terus dialiri dana asing hingga akhir semester 1 2023. Kementerian Keuangan mencatat, total dana asing di pasar SBN mencapai Rp846,89 triliun, naik 2.13% dari posisi Mei 2023. Aliran masuk dana asing ke Indonesia cukup deras ketika The Fed memberi sinyal bahwa ruang kenaikan suku bunga acuannya mulai mengendur sejalan dengan inflasi AS yang melandai. Ditambah lagi, kondisi ekonomi dan politik di Indonesia cenderung kondusif. (Kontan)

    Pemerintah Indonesia akan memprediksi pembiayaan utang yang lebih murah, sekaligus melakukan penghematan dengan pengurangan pembiayaan utang di tahun 2023. Menteri Keuangan, Sri Mulyani, menyebutkan bahwa pembiayaan utang menurun sebesar 41.6% dari target dalam APBN 2023. Kondisi ini selaras dengan defisit anggaran yang diperkirakan lebih rendah dari 2.84% menjadi 2.28% terhadap PDB. (Kontan)

    Best Regards,

    SAM Investment

    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—6-Juli-2023.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – 5 Juli 2023

    Kilas Pasar

    Indeks saham di Amerika Serikat bergerak menguat pada hari Selasa (4/7). Dow, S&P 500, dan Nasdaq terapresiasi masing – masing sebesar 0.03%, 0.12%, dan 0.21%. Dari Eropa, indeks bergerak melemah. FTSE 100 dan STOXX600 terdepresiasi masing – masing sebesar -0.10% dan -0.07%.

    Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS diperdagangkan pada level Rp.15,005. Dari komoditas, perdagangan minyak Brent dan WTI bergerak bervariasi masing-masing sebesar -0.59% dan 1.52% diperdagangkan pada level US$ 75.81 dan US$ 70.86 per barel.

    Indeks acuan Asia, KOSPI Korea Selatan menurun sebesar -0.33%, NIKKEI Jepang terdepresiasi sebesar -0.48%. Perdagangan indeks futures Amerika Serikat bergerak melemah pada pagi hari ini dengan Dow, S&P, dan Nasdaq terdepresiasi masing – masing sebesar -0.06%, -0.01%, dan -0.07%.

    Isu Ekonomi dan Pasar

    China membatasi ekspor galium dan germanium, bahan baku utama pembuatan chip berteknologi tinggi, ke pasar Amerika Serikat (AS). Kontrol ketat kebijakan ini berlaku pada 1 Agustus 2023 dengan pertimbangan untuk melindungi keamanan dan kepentingan nasional. Meskipun begitu, pembatasan ekspor ini dinilai sebagai balasan Pemerintah China atas pembatasan pengiriman microchip berteknologi tinggi dari AS beberapa waktu yang lalu. (nvestor)

    Laju pertumbuhan inflasi secara tahunan sudah mulai landai di level 3,52% pada Juni 2023. Namun, kondisi tersebut tampaknya belum terlalu kuat bagi perbankan untuk menurunkan bunga kreditnya. Jika mengacu data Bank Indonesia (BI) di April 2023, suku bunga kredit memang masih memiliki tren pertumbuhan secara tahunan. Bunga kredit modal kerja di periode tersebut ada di level 8,92%, lebih tinggi dari bulan yang sama di tahun lalu berada di level 8,49%. Menurut Amin Nurdin selaku senior LPPI, kemungkinan penurunan kemungkinan bunga kredit bank itu ada tetapi sulit karena saat ini BI juga belum menurunkan tingkat suku bunga acuan. (Kontan)

    Pemerintah optimistis penerimaan negara pada akhir tahun nanti bakal melampaui target. Alhasil, penarikan utang yang telah direncanakan dalam anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) pada tahun 2023 bisa ditahan. Menteri keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan APBN mengalami surplus sebesar Rp 152.3 triliun pada semester I-2023. Surplus tersebut bahkan lebih tinggi dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu yang sebesar Rp 73.6 triliun. Surplus itu berasal dari pendapatan negara yang terkumpul Rp 1,406.9 triliun, yang setara dengan 57.2% daru target APBN 2023. Namun angka tersebut tumbuh tipis sebesar 5.4% year on year (yoy). Di sisi lain, realisasi belanja negara pada semester pertama tahun ini telah mencapai Rp 1,245.7 triliun, atau setara 41% dari target. Namun pertumbuhannya lebih tipis lagi, yakni hanya 0.9% yoy. (Kontan)

    Best Regards,

    SAM Investment


    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—5-Juli-2023.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – 4 Juli 2023

    Kilas Pasar

    Indeks saham di Amerika Serikat bergerak menguat pada hari Senin (3/7). Dow, S&P 500, dan Nasdaq terapresiasi masing – masing sebesar 0.03%, 0.12%, dan 0.21%. Dari Eropa, indeks bergerak melemah. FTSE 100 dan STOXX600 terdepresiasi masing – masing sebesar -0.06% dan -0.21%.

    Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS diperdagangkan pada level Rp.15,064. Dari komoditas, perdagangan minyak Brent dan WTI bergerak bervariasi masing-masing sebesar -0.19% dan 0.33% diperdagangkan pada level US$ 74.83 dan US$ 70.02 per barel.

    Indeks acuan Asia, KOSPI Korea Selatan menurun sebesar -0.19%, NIKKEI Jepang terdepresiasi sebesar -1.01%. Perdagangan indeks futures Amerika Serikat bergerak bervariasi pada pagi hari ini dengan Dow, S&P, dan Nasdaq terdepresiasi masing – masing sebesar -0.01%, -0.07%, dan -0.19%.

    Isu Ekonomi dan Pasar

    Manufaktur Amerika Serikat (AS) melorot semakin dalam pada Juni 2023, bahkan mencapai level terakhir terlihat ketika negara itu sempoyongan saat gelombang awal pandemi Covid-19. Hal ini akibat permintaan pasar yang melemah. Namun, tekanan Factory Gate Pricing (FGP) atau harga gerbang pabrik terus mengempis sehingga memberikan secercah harapan bagi ekonomi di Negeri Paman Sam tersebut. Melansir Reuters, Purchasing Managers’ Index (PMI) pada Selasa (4/7/2023) turun menjadi 46 dari 46,9 di Mei. Angka itu menjadi pembacaan terendah sejak Mei 2020. Serta, bulan kedelapan berturut-turut PMI bertahan di bawah ambang batas 50, yang menunjukkan kontraksi di bidang manufaktur sehingga menjadi rentang terpanjang semenjak resesi 2008. (Investor)

    Laju inflasi mengalami tren penurunan pada tahun ini, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi Juni 2023 yang bertepatan dengan Hari Raya Iduladha bertengger di level 3,52 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) atau kembali dalam rentang target sasaran tahun 2023 yakni 3 persen plus minus 1 persen. Sementara itu, secara bulanan, terjadi inflasi sebesar 0,14 persen atau lebih tinggi dibanding inflasi Mei 2023 yang sebesar 0,09 persen month-to-month (mtm). (Bisnis) 

    Indonesia kembali masuk dalam kelompok negara berpendapatan menengah atas atau Upper Middle-Income Country (UMIC) di tengah berbagai tekanan dan ketidakpastian global. Berdasarkan rilis Bank Dunia, Gross National Income (GNI) per kapita Indonesia tercatat naik sebesar 9,8 % menjadi US$ 4.580 di 2022, dibandingkan pada tahun 2021 yang hanya US$ 4.170. Kembalinya Indonesia ke kelompok negara berpendapatan menengah atas ini tidak terlepas dari efektivitas penanganan pandemi, pelaksanaan program penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN), serta transformasi ekonomi melalui hilirisasi sumber daya alam (SDA). (Kontan)

    Best Regards,

    SAM Investment

    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—4-Juli-2023.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – 3 Juli 2023

    Kilas Pasar

    Indeks saham di Amerika Serikat bergerak menguat pada hari Selasa (27/6). Dow, S&P 500, dan Nasdaq terapresiasi masing – masing sebesar 0.84%, 1.23%, dan 1.45%. Dari Eropa, indeks bergerak bertumbuh. FTSE 100 dan STOXX600 terapresiasi masing – masing sebesar 0.80% dan 1.16%.

    Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS diperdagangkan pada level Rp.14,993. Dari komoditas, perdagangan minyak Brent dan WTI bergerak menguat masing-masing sebesar 0.40% dan 0.07% diperdagangkan pada level US$ 75.48 dan US$ 70.67 per barel.

    Indeks acuan Asia, KOSPI Korea Selatan meningkat sebesar 1.25%, NIKKEI Jepang terapresiasi sebesar 1.52%. Perdagangan indeks futures Amerika Serikat bergerak bervariasi pada pagi hari ini dengan Dow dan S&P terdepresiasi masing – masing sebesar -0.02% dan -0.02%, sedangkan Nasdaq terapresiasi sebesar 0.05%.

    Isu Ekonomi dan Pasar

    Sejumlah bank besar di Amerika Serikat (AS) menaikkan nilai dividen pada kuartal III 2023, setelah dinyatakan lulus dalam stress test tahunan yang dilakukan Federal Reserve (The Fed). Bank – bank tersebut seperti JPMorgan Chase, Wells Fargo, Goldman Sachs, dan Morgan Stanley. Hal itu menunjukkan bahwa mereka memiliki modal yang cukup untuk menghadapi kemerosotan ekonomi yang parah. Melansir Reuters, Minggu (2/7), salah satu pemberi pinjaman terbesar di AS, JPMorgan, berencana untuk meningkatkan dividen saham kuartalan menjadi US$ 1,05 per saham dari US$ 1,00 saat ini. Adapun dividen Goldman Sachs akan naik menjadi US$ 2,75 dolar per saham dari US$ 2,50 dolar, sedangkan Morgan Stanley akan naik menjadi US$ 85 sen per saham dari US$ 77,5 sen saat ini. (Kontan)

    (BPS) akan mengumumkan perkembangan inflasi tengah tahun atau Juni 2023 pada hari ini, Senin, (3/7/2023) pukul 11.00 WIB. Sejumlah ekonom memproyeksikan inflasi Juni 2023 akan melandai dari bulan sebelumnya, bahkan mampu menuju level di bawah 4 persen. Ekonom Bank Mandiri Faisal Rachman memperkirakan bahwa inflasi tahunan akan terus menurun hingga berada dalam target Bank Indonesia (BI) yang di kisaran 2?4 persen. Faisal menyebutkan bahwa adanya penurunan inflasi ini disebabkan oleh pelemahan harga emas. Sementara penurunan inflasi inti pangan terjadi karena harga serta pasokan pangan yang cenderung terkendali, meski terdapat Hari Besar Keagamaan dan Nasional (HBKN) Iduladha. (Bisnis)

    Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan dalam Tinjauan Ekonomi, Keuangan, & Fiskal Edisi II Tahun 2023 yang dirilis akhir pekan lalu, menuliskan bahwa sektor informal di dalam negeri meningkat dari 59,97% menjad 60,12% pada Februari tahun ini. Celakanya, upah pekerja terendah di Tanah Air ada pada sektor pertanian, akomodasi makanan dan minuman, serta jasa lainnya yang didominasi oleh pekerja formal. Karyawan di sektor-sektor itu biasanya tidak tercakup oleh radar fi skus lantaran upah yang diterima di bawah batas penghasilan tidak kena pajak (PTKP). (Bisnis)

    Best Regards,

    SAM Investment

    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—3-Juli-2023.pdf