Samuel Aset Manajemen

Category: artikel

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – 28 Juli 2023

    Kilas Pasar

    Indeks saham di Amerika Serikat bergerak melemah pada hari Kamis (27/7). Dow, S&P 500, dan Nasdaq terdepresiasi masing – masing sebesar -0.67%, -0.64%, dan -0.55%. Dari Eropa, indeks bergerak menguat. FTSE 100 dan STOXX600 terapresiasi masing – masing sebesar 0.21% dan 1.35%.

    Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS diperdagangkan pada level Rp.15,072. Dari komoditas, perdagangan minyak Brent dan WTI bergerak melemah masing-masing sebesar -0.50% dan -0.40% diperdagangkan pada level US$ 83.38 dan US$ 79.76 per barel.

    Indeks acuan Asia, KOSPI Korea Selatan terdepresiasi sebesar -0.17%, NIKKEI Jepang menurun sebesar -1.21%. Perdagangan indeks futures Amerika Serikat bergerak menguat pada pagi hari ini dengan Dow, S&P, dan Nasdaq terapresiasi masing – masing sebesar 0.06%, 0.14%, dan 0.28%.

    Isu Ekonomi dan Pasar

    Berbagai bank sentral dunia merespons sinyal kenaikan suku bunga The Fed dengan ikut mengerek suku bunga. Pelaku pasar merespons kebijakan ini dengan positif. Di kawasan Eropa, pasar saham rata-rata dibuka dengan posisi hijau pada perdagangan kemarin, selaras dengan sebagian indeks saham di Asia yang ditutup menguat. Hong Kong Monetary Authority menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 5.75%, menjadi yang tertinggi dalam 16 tahun terakhir. Hal yang sama juga terjadi pada bank sentral di negara teluk seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, Kuwait, Bahrain, bahkan Thailand dan European Central Bank. (Kontan)

    Dari data Kementerian Keuangan per akhir Juni 2023, utang pemerintah tercatat kembali naik dari level Rp7.805,19 triliun, lebih tinggi 0,23% dari akhir bulan sebelumnya.  Utang pemerintah didominasi instrumen surat berharga negara (SBN) dengan proporsi sebesar 89,04% sementara Rp 855,09 triliun sisanya merupakan utang dalam bentuk pinjaman dengan proporsi sebesar 10,96% terhadap total utang pemerintah pusat. Dengan kenaikan tersebut, rasio utang pemerintah mencapai 37,93% terhadap produk domestik bruto (PDB). Meskipun terdapat kenaikan, Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan konsolidasi fiskal terus berlanjut seiring pengelolaan utang yang lebih baik, dan oleh karena itu lembaga pemeringkat R&I menaikkan outlook rating utang Indonesia dari stabil menjadi positif. (Kontan)

    Pelaksana Tugas (Plt) Deputi Bidang Kependudukan dan Ketenagakerjaan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas Maliki menekankan bahwa target pengentasan kemiskinan ekstrem masih dapat dicapai. Ia mengatakan bahwa dengan menggunakan standar PPP (Purchasing Power Poverty) sebesar $1,90 Indonesia sudah mencapai 1,12% pada Maret 2023 sehingga pemerintah masih optimis mencapai target dalam Rencana Kerja Pemerintah untuk mencapai angka kemiskinan ekstrem 0-1%. Namun percepatan program kemiskinan ekstrem tersebut harus didukung dengan adanya basis data terintegrasi. (Investor)

    Best Regards,

    SAM Investment

    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—28-Juli-2023.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – 27 Juli 2023

    Kilas Pasar 

    Indeks saham di Amerika Serikat bergerak menguat pada hari Selasa (25/7). Dow, S&P 500, dan Nasdaq terapresiasi masing – masing sebesar 0.08%, 0.28%, dan 0.61%. Dari Eropa, indeks bergerak menguat FTSE 100 dan STOXX600 terapresiasi masing – masing sebesar 0.17% dan 0.48%. 

    Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS diperdagangkan pada level Rp.15,022. Dari komoditas, perdagangan minyak Brent dan WTI bergerak bervariasi masing-masing sebesar 0.08% dan -0.29% diperdagangkan pada level US$ 83.00 dan US$ 79.40 per barel. 

    Indeks acuan Asia, KOSPI Korea Selatan terdepresiasi sebesar -0.96%, NIKKEI Jepang menurun sebesar -0.22%. Perdagangan indeks futures Amerika Serikat bergerak melemah pada pagi hari ini dengan Dow, S&P, dan Nasdaq terdepresiasi masing – masing sebesar -0.10%, -0.04%, dan -0.19%. 

    Isu Ekonomi dan Pasar 

    The Fed diprediksi akan menaikkan suku bunga sebesar 0.25% minggu ini, bahkan diproyeksi kebijakan ini akan berlanjut hingga akhir tahun 2023. Dikutip dari Bloomberg (25/7), Chairman The Fed Jerome Powell nampaknya akan membiarkan kebijakan kenaikan suku bunga tersebut, dan Bank Sentral AS diperkirakan akan mengumumkan keputusan kebijakan moneternya pada Rabu (26/7) pukul 2.00 siang waktu setempat. Apabila kebijakan ini terjadi, maka kenaikan suku bunga sebesar 0.25% menandai kebijakan menaikkan suku bunga yang ke-11 kalinya yang dilakukan oleh Bank Sentral AS dan membawa suku bunga acuan level tertinggi dalam 22 tahun terakhir. (Kontan) 

    Dalam Hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) bulanan periode Juli 2023, BI kembali mempertahankan suku bunga acuan BI7DDR di level 5,75% untuk keenam kalinya berturut-turut. BI juga menetapkan suku bunga Deposit Facility 5,00% dan suku bunga Lending Facility 6,50%. Keputusan tersebut konsisten dengan stance kebijakan moneter untuk memastikan inflasi tetap terkendali dalam kisaran sasaran 3,0% plus minus 1% pada sisa tahun 2023 dan 2,5% plus minus 1% pada 2024. Gubernur BI Perry Warjiyo juga menekankan bahwa fokus kebijakan moneter dialihkan pada penguatan stabilisasi nilai rupiah untuk mengendalikan inflasi barang impor (imported inflation) dan mitigasi dampak ketidakpastian pasar keuangan global. (Investor) 

    Bank Indonesia (BI) menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2023 sebesar 5,1% secara tahunan atau year on year (yoy). Hal tersebut diungkapkan oleh Deputi Gubernur BI Aida S. Budiman mengungkapkan bahwa BI memperkirakan pertumbuhan ekonomi naik menjadi 5,1% dari yang sebelumnya di kisaran 5% yoy. Hal tersebut juga didukung oleh Gubernur BI Perry Warjiyo yang mengungkapkan pertumbuhan ekonomi untuk kuartal II-2023 terdorong oleh peningkatan konsumsi rumah tangga serta investasi. Kenaikan konsumsi rumah tangga tersebut berhubungan dengan hari keagamaan seperti Idul Fitri serta pemberian gaji ke -13 untuk aparatur sipil negara (ASN). Peningkatan investasi terlihat pada investasi non bangunan seperti kinerja ekspor yang positif dan hilirisasi. (Kontan) 

    Best Regards, 

    SAM Investment

  • Keterbukaan Informasi Dalam Rangka Pembagian Hasil Investasi Reksa Dana SAM INDONESIAN EQUITY FUND

    PT Samuel Aset Manajemen selaku Manajer Investasi REKSA DANA SAM INDONESIAN EQUITY FUND (untuk selanjutnya disebut ”SAM INDONESIAN EQUITY FUND”) dengan ini mengumumkan keterbukaan informasi dalam rangka Pembagian Hasil Investasi SAM INDONESIAN EQUITY FUND. Manajer Investasi akan membagikan keuntungan hasil investasi yang berasal dari dividen saham yang menjadi aset dasar portofolio Reksa Dana. Pembagian Hasil Investasi tersebut akan dilakukan dalam bentuk tunai atau Unit Penyertaan kepada Pemegang Unit Penyertaan.

    Adapun jadwal Pembagian Hasil Investasi adalah sebagai berikut:

    Jadwal Pembagian Hasil Investasi

    No Keterangan Tanggal
    1 Cum Date 1 Agustus 2023
    2 Ex-Date 2 Agustus 2023
    3 Payment Date 3 Agustus 2023

    Demikian pengumuman ini disampaikan kepada para Pemegang Unit Penyertaan SAM INDONESIAN EQUITY FUND serta pihak-pihak yang berkepentingan.

    Jakarta, 26 Juli 2023

    Manajer Investasi

    PT Samuel Aset Manajemen

    Gedung Menara Imperium, Lt.Dasar
    Jl. H.R. Rasuna Said Kav.1 Jakarta, 12980
    Telepon: (021) 2854 8800
    Faksimili: (021) 8370 3278

    Manajer Investasi berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan

    *Pengumuman ini juga dipublikasikan di Harian Neraca, terbit 26 Juli 2023

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – 26 Juli 2023

    Kilas Pasar

    Indeks saham di Amerika Serikat bergerak menguat pada hari Selasa (25/7). Dow, S&P 500, dan Nasdaq terapresiasi masing – masing sebesar 0.08%, 0.28%, dan 0.61%. Dari Eropa, indeks bergerak menguat FTSE 100 dan STOXX600 terapresiasi masing – masing sebesar 0.17% dan 0.48%.

    Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS diperdagangkan pada level Rp.15,022. Dari komoditas, perdagangan minyak Brent dan WTI bergerak bervariasi masing-masing sebesar 0.08% dan -0.29% diperdagangkan pada level US$ 83.00 dan US$ 79.40 per barel.

    Indeks acuan Asia, KOSPI Korea Selatan terdepresiasi sebesar -0.96%, NIKKEI Jepang menurun sebesar -0.22%. Perdagangan indeks futures Amerika Serikat bergerak melemah pada pagi hari ini dengan Dow, S&P, dan Nasdaq terdepresiasi masing – masing sebesar -0.10%, -0.04%, dan -0.19%.

    Isu Ekonomi dan Pasar

    The Fed diprediksi akan menaikkan suku bunga sebesar 0.25% minggu ini, bahkan diproyeksi kebijakan ini akan berlanjut hingga akhir tahun 2023. Dikutip dari Bloomberg (25/7), Chairman The Fed Jerome Powell nampaknya akan membiarkan kebijakan kenaikan suku bunga tersebut, dan Bank Sentral AS diperkirakan akan mengumumkan keputusan kebijakan moneternya pada Rabu (26/7) pukul 2.00 siang waktu setempat. Apabila kebijakan ini terjadi, maka kenaikan suku bunga sebesar 0.25% menandai kebijakan menaikkan suku bunga yang ke-11 kalinya yang dilakukan oleh Bank Sentral AS dan membawa suku bunga acuan level tertinggi dalam 22 tahun terakhir. (Kontan)

    Dalam Hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) bulanan periode Juli 2023, BI kembali mempertahankan suku bunga acuan BI7DDR di level 5,75% untuk keenam kalinya berturut-turut. BI juga menetapkan suku bunga Deposit Facility 5,00% dan suku bunga Lending Facility 6,50%. Keputusan tersebut konsisten dengan stance kebijakan moneter untuk memastikan inflasi tetap terkendali dalam kisaran sasaran 3,0% plus minus 1% pada sisa tahun 2023 dan 2,5% plus minus 1% pada 2024. Gubernur BI Perry Warjiyo juga menekankan bahwa fokus kebijakan moneter dialihkan pada penguatan stabilisasi nilai rupiah untuk mengendalikan inflasi barang impor (imported inflation) dan mitigasi dampak ketidakpastian pasar keuangan global. (Investor)

    Bank Indonesia (BI) menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2023 sebesar 5,1% secara tahunan atau year on year (yoy). Hal tersebut diungkapkan oleh Deputi Gubernur BI Aida S. Budiman mengungkapkan bahwa BI memperkirakan pertumbuhan ekonomi naik menjadi 5,1% dari yang sebelumnya di kisaran 5% yoy. Hal tersebut juga didukung oleh Gubernur BI Perry Warjiyo yang mengungkapkan pertumbuhan ekonomi untuk kuartal II-2023 terdorong oleh peningkatan konsumsi rumah tangga serta investasi. Kenaikan konsumsi rumah tangga tersebut berhubungan dengan hari keagamaan seperti Idul Fitri serta pemberian gaji ke -13 untuk aparatur sipil negara (ASN). Peningkatan investasi terlihat pada investasi non bangunan seperti kinerja ekspor yang positif dan hilirisasi. (Kontan)

    Best Regards,

    SAM Investment

    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—26-Juli-2023.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – 25 Juli 2023

    Kilas Pasar

    Indeks saham di Amerika Serikat bergerak menguat pada hari Senin (24/7). Dow, S&P 500, dan Nasdaq terapresiasi masing – masing sebesar 0.52%, 0.40%, dan 0.19%. Dari Eropa, indeks bergerak menguat FTSE 100 dan STOXX600 terapresiasi masing – masing sebesar 0.19% dan 0.06%.

    Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS diperdagangkan pada level Rp.14,984. Dari komoditas, perdagangan minyak Brent dan WTI bergerak menguat masing-masing sebesar 0.05% dan 0.22% diperdagangkan pada level US$ 82.62 dan US$ 78.89 per barel.

    Indeks acuan Asia, KOSPI Korea Selatan terdepresiasi sebesar -0.05%, NIKKEI Jepang menurun sebesar -0.39%. Perdagangan indeks futures Amerika Serikat bergerak melemah pada pagi hari ini dengan Dow, S&P, dan Nasdaq terdepresiasi masing – masing sebesar -0.07%, -0.05%, dan -0.03%.

    Isu Ekonomi dan Pasar

    Meningkatnya harapan soft landing terhadap ekonomi Amerika Serikat (AS) bergantung pada kesediaan Federal Reserve (The Fed) mentolerir inflasi yang lebih tinggi dari target 2 persen. Mengutip Bloomberg, Senin (24/7/2023) ketua The Fed Jerome Powell dengan rekan-rekannya tampaknya akan menaikkan suku bunga sebesar 0,25 bps minggu ini. Tujuannya adalah untuk memperlambat ekonomi tanpa harus jatuh ke jurang resesi dan mencapai target inflasi 2 persen, atau yang disebut dengan soft landing.  Mantan bos The Fed Ben Bernanke mengatakan bahwa kenaikan suku bunga 25-26 Juli 2023 mungkin jadi yang terakhir. Namun, hal ini tergantung pada seberapa tinggi inflasi yang dapat diterima The Fed dan berapa lama. (Bisnis)

    Operasi moneter berupa term deposit valas sebagai penempatan devisa hasil ekspor (DHE) telah berlangsung sekitar empat bulan. Namun, eksportir masing enggan membawa masuk dananya dan menyimpan lebih lama ke sistem keuangan dalam negeri. Berdasarkan data Bank Indonesia (BI), total volume transaksi term deposit valas sejak 2 Maret 2023 hingga 20 Juli 2023 mencapai US$ 1.23 miliar. Jumlah tersebut terdiri dari transaksi dalam tenor satu bulan sebesar US$ 1 miliar dan tenor tiga bulan sebesar US$ 236 juta. Dengan nilai transaksi yang lebih banyak masuk ke tenor jangka pendek, kepala Ekonomi Bank Central Asia (BCA) David Sumual menduga, kondisi ini berkaitan dengan arus kas para pengusaha. Selain itu, imbal hasil tenor jangka pendek lebih menarik daripada imbal hasil tenor jangka Panjang. Pada 20 Juli 2023, imbal hasil tenor satu bulan bergerak di kisaran 5.22% hingga 5.32% dan imbal hasil tenor tiga bulan di kisaran 5.38% hingga 5.48%. (Kontan)

    Rupiah diperkirakan masih akan bergerak sideways lantaran investor wait and see menjelang rapat FOMC pada tanggal 25-26 Juli mendatang. Hari senin (24/7), rupiah ditutup stagnan pada level Rp 15.027 per dolar Amerika Serikat (AS). Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan, pergerakan rupiah diperkirakan masih akan cenderung sideways hingga rilis FOMC pada Kamis mendatang. Sementara itu, Bank Indonesia (BI) diperkirakan akan kembali mempertahankan suku bunga di level 5,75% pada RDG BI bulan Juli ini. (Kontan)

    Best Regards,

    SAM Investment

    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—25-Juli-2023.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – 24 Juli 2023

    Kilas Pasar 

    Indeks saham di Amerika Serikat bergerak bervariasi pada hari Jumat (21/7). Dow dan S&P 500 terapresiasi masing – masing sebesar 0.01% dan 0.03%, Nasdaq terdepresiasi sebesar -0.22%. Dari Eropa, indeks bergerak menguat FTSE 100 dan STOXX600 terapresiasi masing – masing sebesar 0.23% dan 0.32%. 

    Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS diperdagangkan pada level Rp.15,005. Dari komoditas, perdagangan minyak Brent dan WTI bergerak melemah masing-masing sebesar -0.51% dan -0.52% diperdagangkan pada level US$ 80.47 dan US$ 76.69 per barel. 

    Indeks acuan Asia, KOSPI Korea Selatan terapresiasi sebesar 0.52%, NIKKEI Jepang bertumbuh sebesar 1.16%. Perdagangan indeks futures Amerika Serikat bergerak bervariasi pada pagi hari ini dengan Dow dan S&P terdepresiasi sebesar -0.09% dan -0.04%, Nasdaq terapresiasi sebesar 0.04%. 

    Isu Ekonomi dan Pasar 

    Sejumlah bank sentral utama dunia akan bertemu pada pekan terakhir Juli 2023 untuk menetapkan kebijakan moneter di tengah berlanjutnya tanda-tanda bahwa krisis inflasi terburuk dalam beberapa dekade terakhir mulai mereda. The Federal Open Market Committee (FOMC) diperkirakan akan menaikkan suku bunga seperempat poin ke kisaran 5,25 persen hingga 5,5 persen dan akan diikuti oleh Bank Sentral Eropa yang akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin. Ketua The Fed Jerome Powell maupun Presiden ECB Christine Lagarde telah memperingatkan bahwa inflasi masih terlalu tinggi sehingga memaksa mereka untuk menaikkan biaya pinjaman lebih lanjut. (Bisnis) 

    Bank Indonesia (BI) diprediksi akan menahan suku bunga acuan kendati The Fed kemungkinan akan kembali menaikkan bunga.  Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI akan digelar lebih dulu pada 24-25 Juli 2023 kemudian Federal Open Market Committee (FOMC) berlangsung 25-26 Juli 2023. Analis Saham Rakyat by Samuel Sekuritas Billy Halomoan memperkirakan BI akan menahan suku bunga acuan di level 5,75%. Salah satu pertimbangan BI masih perlu menahan suku bunga adalah bank sentral beberapa negara termasuk The Fed masih belum memberikan sinyal dovish sehingga BI perlu menjaga stabilitas nilai rupiah dan iklim investasi aset keuangan domestik. (Kontan) 

    Kementerian Investasi menargetkan peningkatan realisasi investasi sebesar 17.85% atau Rp1.650 triliun di tahun pemilu 2024 dan berpotensi tidak akan menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang lebih baik dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Untuk mencapai target itu, pemerintah mendorong realisasi investasi besar khususnya pada sektor hilirisasi, investasi hijau, dan fasilitas penunjang pelaku usaha. Ekonom Makroekonomi LPEM UI Teuku Riefky berpendapat bahwa pertumbuhan ekonomi domestik masih cukup baik dengan sektor manufaktur yang masih mendominasi realisasi investasi satu tahun kedepan. Pemerintah mendorong investasi terhadap sektor real estate dan konstruksi karena bukan hanya berdampak pada infrastruktur, melainkan juga meningkatkan program padat karya untuk mengurangi pengangguran. (Kontan) 

    Best Regards, 

    SAM Investment

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – 21 Juli 2023

    Kilas Pasar 

    Indeks saham di Amerika Serikat bergerak bervariasi pada hari Kamis (18/7). Dow terapresiasi sebesar 0.47%, S&P 500 dan Nasdaq terdepresiasi masing – masing sebesar -0.68% dan -2.05%. Dari Eropa, indeks bergerak menguat FTSE 100 dan STOXX600 terapresiasi masing – masing sebesar 0.76% dan 0.36%. 

    Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS diperdagangkan pada level Rp.15,018. Dari komoditas, perdagangan minyak Brent dan WTI bergerak menguat masing-masing sebesar 0.55% dan 0.57% diperdagangkan pada level US$ 80.07 dan US$ 76.09 per barel. 

    Indeks acuan Asia, KOSPI Korea Selatan terdepresiasi sebesar -0.52%, NIKKEI Jepang menurun sebesar -0.34%. Perdagangan indeks futures Amerika Serikat bergerak melemah pada pagi hari ini dengan Dow, S&P, dan Nasdaq terapresiasi masing – masing sebesar 0.10%, 0.05%, dan 0.03%. 

    Isu Ekonomi dan Pasar 

    Bank sentral Amerika Serikat Federal Reserve atau The Fed diproyeksi menaikkan suku bunga acuan pada pertemuan pekan depan menyusul data pasar tenaga kerja AS yang masih kuat. Melansir Reuters, pengajuan klaim tunjangan pengangguran baru turun pekan lalu. Klaim tunjangan menganggur turun sebesar 9.000 sementara klaim pengangguran naik 33.000. Hal ini menandakan adanya perlambatan signifikan pada pertumbuhan lapangan kerja mengingat besarnya pasar tenaga kerja AS. Dengan data ini, pasar memperkirakan bahwa The Fed akan menaikkan tingkat suku bunga untuk terakhir kalinya pada pertemuan 25?26 Juli pekan depan. (Bisnis) 

    Tren penurunan indeks harga konsumen dalam beberapa bulan terakhir membuat sejumlah lembaga internasional merevisi ke bawah proyeksi inflasi di Indonesia. Asian Development Bank (ADB) melalui Asian Development Outlook 2023 yang dirilis Kamis, (20/7) menurunkan angka proyeksi inflasi Indonesia 2023 dari 4,2% menjadi 3,8%. Selain itu, Asean+3 Macroeconomic Research Office (AMRO) dalam Quarterly Update of the Asean+3 Regional Outlook pekan lalu menurunkan prokesi dari yang sebelumnya 4,6% menjadi 3,9%.Menurut laporan ADB, inflasi turun karena daya beli masyarakat Indonesia yang cenderung belum pulih sehingga memperlambat pertumbuhan ekonomi. ADB memproyeksikan  produk domestik bruto (PDB) Indonesia hanya tumbuh 4,8% sedangkan AMRO memperkirakan di angka 5%. (Bisnis) 

    Pembukaan ekonomi Tiongkok yang sebelumnya tertutup karena pandemi diharapkan dapat menjadi katalis bagi pasar global, termasuk Indonesia. Meskipun begitu, pertumbuhan ekonomi Tiongkok yang hanya 6,3% dan lebih rendah dari rerata satu dekade terakhir membuat Tiongkok diperkirakan belum bisa menjadi penopang dalam mitra dagang dan Indonesia. Ekonom Senior Bank Standard Chartered Indonesia Aldian Taloputra menilai bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia sangat ditunjang oleh permintaan domestik sehingga ia memperkirakan belum ada dampak positif yang dirasakan oleh Indonesia dari pembukaan ekonomi Tiongkok. (Kontan) 

    Best Regards, 

    SAM Investment

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – 20 Juli 2023

    Kilas Pasar

    Indeks saham di Amerika Serikat bergerak menguat pada hari Selasa (18/7). Dow, S&P 500 dan Nasdaq terapresiasi masing – masing sebesar 0.31%, 0.24%, dan 0.03%. Dari Eropa, indeks bergerak meningkat FTSE 100 dan STOXX600 terapresiasi masing – masing sebesar 1.80% dan 0.26%.

    Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS diperdagangkan pada level Rp.14,954. Dari komoditas, perdagangan minyak Brent dan WTI bergerak menguat masing-masing sebesar 0.20% dan 0.23% diperdagangkan pada level US$ 79.62 dan US$ 75.45 per barel.

    Indeks acuan Asia, KOSPI Korea Selatan bertumbuh sebesar 0.03%, NIKKEI Jepang menurun sebesar -0.60%. Perdagangan indeksfutures Amerika Serikat bergerak melemah pada pagi hari ini dengan Dow, S&P, dan Nasdaq terdepresiasi masing – masing sebesar -0.01%, -0.15%, dan -0.44%.

    Isu Ekonomi dan Pasar

    Para ekonom meyakini The Fed akan menaikkan suku bunga untuk pengetatan moneter yang terakhir kalinya di kisaran angka 5,25%-5,50%. Hasil polling Reuters terhadap 106 ekonom tersebut mempertimbangkan indeks harga konsumen Amerika Serikat (AS) yang hanya naik 3% di bulan Juni, turun 4% pada bulan sebelumnya. Meskipun dengan data ekonomi terkait inflasi yang positif, ekonom baru bisa meyakini target inflasi 2% baru akan dicapai setidaknya pada tahun 2025. TIdak hanya itu, 19 dari 106 ekonom yang disurvei masih memprediksi kenaikan suku bunga AS mencapai  5,25%-5,75% yang berarti masih ada kenaikan sekali lagi  setelah bulan Juli ini. Dikutip dari Reuters, Jan Nevruzi selaku Strategist di Natwest Markets menyatakan  bahwa lebih baik tidak terlalu terburu-buru menyatakan kemenangan atas melawan inflasi. (Kontan)

    Utang Luar Negeri (ULN) swasta terpantau menurun pada Mei 2023 sebesar 1.5% mom atau sebanyak USD 196.5 miliar dibandingkan bulan sebelumnya, dilansir dari Bank Indonesia. Penurunan ini disebabkan oleh penurunan ULN perusahaan bukan lembaga keuangan sebesar 5.3% yoy dan ULN lembaga keuangan sebesar 7.6% yoy. Meskipun begitu, ULN swasta investasi menunjukan peningkatan, walau tidak signifikan, pada Mei 2023 sebesar 9.44% dibandingkan dengan akhir 2019. Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies Bhima Yudhistira mengatakan bahwa penurunan utang ini menjadi lampu merah ekonomi karena menggambarkan kondisi ekspansi yang tertahan. Kondisi ini menjadi gambaran bahwa pelaku usaha sedang mewaspadai ketidakpastian global dan suku bunga tinggi yang masih menghantui. (Kontan)

    Menurut data Badan Pusat Statistik, jumlah penduduk miskin di Indonesia per Maret 2023 berjumlah di kisaran 25,9 juta orang. Angka tersebut menurun 460 ribu orang dibandingkan pada September 2022 dan 260 ribu orang dibandingkan Maret 2022. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Febrio Nathan menyebutkan, tren penurunan kemiskinan ini sejalan dengan fokus kebijakan jangka pendek pemerintah untuk mempercepat penurunan ekstrim menjadi 0% pada 2024. (Investor) 

    Best Regards,

    SAM Investment

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – 18 Juli 2023

    Kilas Pasar

    Indeks saham di Amerika Serikat bergerak menguat pada hari Senin (17/7). Dow, S&P 500 dan Nasdaq terapresiasi masing – masing sebesar 0.22%, 0.39%, dan 0.93%. Dari Eropa, indeks bergerak melemah. FTSE 100 dan STOXX600 terdepresiasi masing – masing sebesar -0.38% dan -0.63%.

    Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS diperdagangkan pada level Rp.14,964. Dari komoditas, perdagangan minyak Brent dan WTI bergerak menguat masing-masing sebesar 0.15% dan 0.16% diperdagangkan pada level US$ 78.61 dan US$ 74.19 per barel.

    Indeks acuan Asia, KOSPI Korea Selatan terdepresiasi sebesar -0.54%, NIKKEI Jepang meningkat sebesar 0.30%. Perdagangan indeks futures Amerika Serikat bergerak melemah pada pagi hari ini dengan Dow, S&P, dan Nasdaq terdepresiasi masing – masing sebesar -0.06%, -0.11%, dan -0.20%.

    Isu Ekonomi dan Pasar

    Lesunya belanja konsumen dan krisis di sektor properti membuat pertumbuhan ekonomi Tiongkok lesu dan hanya mencetak angka sebesar 6,3% (year-on year/YoY), jauh di bawah angka konsensus ekonom di angka 7,1%. Kepala Ekonom Guotai Junan Hong Kong Ltd. Hao Zhou mengatakan bahwa lambatnya pertumbuhan ekonomi China harus dibantu oleh kebijakan seperti pemangkasan suku bunga acuan. Meskipun begitu, naiknya suku bunga Amerika Serikat (AS) membatasi kebijakan pelonggaran dari People?s Bank of China (PBOC). Hal tersebut telah menjadi perhatian Menteri Keuangan AS Janet Yellen dalam pertemuannya dengan  gubernur bank sentral negara G20. Ia mengatakan bahwa lambatnya pertumbuhan ekonomi Tiongkok harus diwaspadai karena akan berdampak pada banyak negara di dunia. (Bisnis)

    Neraca perdagangan barang Indonesia pada Juni 2023 tercatat surplus senilai USD 3.45 miliar, dilansir dari BPS. Hal ini menggambarkan bahwa neraca perdagangan telah mencetak surplus selama 38 bulan berturut-turut yang disebabkan oleh kontraksi impor lebih dalam dibandingkan dengan ekspor. Kinerja ekspor masih bergantung pada harga komoditas yang menurun, seperti CPO yang turun 12.54% mtm, bijih besi meningkat 7.89% mtm, batu bara turun 13.12% mtm, dan nikel turun 3.36% mtm. Sementara kinerja impor dipengaruhi oleh pelemahan nilai tukar rupiah. Kepala Ekonom BCA David Sumual memprediksi bahwa neraca perdagangan ke di masa datang masih berpeluang mencetak surplus, tetapi akan menyusut. Hal ini disebabkan karena ekspor dan impor akan didorong oleh beberapa jenis komoditas seperti mineral yang mulai menunjukkan tanda pemulihan. (Kontan)

    Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat berpotensi masih melemah pada perdagangan Selasa (18/7). Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede berpendapat bahwa pelemahan ini dapat terjadi jika sentimen kekhawatiran masyarakat terhadap perekonomian China terus berlanjut. Sentimen ini bukan hanya mendorong pelemahan rupiah, tetapi juga mayoritas mata uang Asia lainnya. Josua memprediksi bahwa rupiah akan melemah dalam kisaran Rp14.950?Rp15.050 per dolar AS. Dilansir dari Bloomberg, rupiah melemah sebesar 0.24% pada Senin (17/7) dari Rp14.932,5 ke Rp14.995. (Kontan)

    Best Regards,

    SAM Investment

    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—18-Juli-2023.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – 17 Juli 2023

    Kilas Pasar

    Indeks saham di Amerika Serikat bergerak bervariasi pada hari Jumat (14/7). Dow terapresiasi sebesar 0.33%, S&P 500 dan Nasdaq terdepresiasi masing – masing sebesar -0.10% dan -0.18%. Dari Eropa, indeks bergerak melemah. FTSE 100 dan STOXX600 terdepresiasi masing – masing sebesar -0.08% dan -0.39%.

    Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS diperdagangkan pada level Rp.14,958. Dari komoditas, perdagangan minyak Brent dan WTI bergerak melemah masing-masing sebesar -0.85% dan -0.88% diperdagangkan pada level US$ 79.19 dan US$ 74.68 per barel.

    Indeks acuan Asia, KOSPI Korea Selatan terdepresiasi sebesar -0.25%, NIKKEI Jepang menurun sebesar -0.09%. Perdagangan indeks futures Amerika Serikat bergerak melemah pada pagi hari ini dengan Dow, S&P, dan Nasdaq terdepresiasi masing – masing sebesar -0.08%, -0.09%, dan -0.08%.

    Isu Ekonomi dan Pasar

    Mayoritas bank besar di Amerika Serikat mencetak kinerja yang kuat di kuartal kedua tahun ini, tidak terkecuali JP Morgan Chase yang mencatatkan peningkatan laba sebesar 67% secara tahunan. Laba Wells Fargo juga melonjak sebesar USD4.94 atau 57% lebih tinggi secara tahunan, didorong oleh pendapatan bunga bersih bank yang bertumbuh dengan baik. Namun, Citigroup justru mencatatkan penurunan laba sebesar 36% walau pendapatan bunga bersihnya masih mengalami pertumbuhan dengan baik. Meskipun begitu, CEO JP Morgan Jamie Dimon berpendapat bahwa bisnis bank di Amerika Serikat dinilai belum aman karena adanya risiko saldo konsumen yang tergerus, bunga tinggi, dan ketegangan geopolitik yang masih mengintai. Data mingguan The Fed menyebutkan bahwa tingkat kredit konsumer mengalami pelambatan dengan pertumbuhan kredit di konsumen sebagai pendorong utama ekonomi mulai turun di April 2023. (Kontan)

    Rasio belanja bunga utang terhadap belanja pemerintah pusat pada tahun ini diperkirakan melesat di angka 19,03% dibandingkan pada tahun lalu yang berada di angka 16,94%. Rasio tersebut diukur dengan asumsi outlook Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2023 yang memprediksi total belanja bunga utang senilai Rp 437,4 triliun dan belanja pemerintah pusat senilai Rp2.298,2 triliun. TIngginya rasio bunga utang meningkatkan risiko perlambatan pertumbuhan ekonomi karena adanya potensi pemangkasan belanja produktif yang berdampak pada sektor ekonomi riil. (Bisnis)

    Penerbitan obligasi, sukuk dan obligasi berwawasan lingkungan meramaikan pasar modal Indonesia dalam dua pekan terakhir dengan dengan nilai total Rp21,34 triliun. Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat total emisi obligasi dan sukuk yang sudah tercatat sepanjang tahun 2023 adalah 64 emisi dari 46 emiten senilai Rp 73,55 triliun. Ekonom Pefindo Suhindarto mengatakan peluang kenaikan penerbitan utang pada paruh kedua 2023 terlihat dengan Juli sebagai periode paling ramai. Bahkan apabila melihat dari tahun lalu, penerbitan tertinggi terjadi pada Maret 2022 dengan nilai hingga Rp 25 triliun. Salah satu penyebab ramainya obligasi adalah tingkat suku bunga yang relatif lebih tinggi. (Bisnis)