Samuel Aset Manajemen

Author: AHMAD ZEIN BAHAR

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – 21 Juli 2023

    Kilas Pasar 

    Indeks saham di Amerika Serikat bergerak bervariasi pada hari Kamis (18/7). Dow terapresiasi sebesar 0.47%, S&P 500 dan Nasdaq terdepresiasi masing – masing sebesar -0.68% dan -2.05%. Dari Eropa, indeks bergerak menguat FTSE 100 dan STOXX600 terapresiasi masing – masing sebesar 0.76% dan 0.36%. 

    Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS diperdagangkan pada level Rp.15,018. Dari komoditas, perdagangan minyak Brent dan WTI bergerak menguat masing-masing sebesar 0.55% dan 0.57% diperdagangkan pada level US$ 80.07 dan US$ 76.09 per barel. 

    Indeks acuan Asia, KOSPI Korea Selatan terdepresiasi sebesar -0.52%, NIKKEI Jepang menurun sebesar -0.34%. Perdagangan indeks futures Amerika Serikat bergerak melemah pada pagi hari ini dengan Dow, S&P, dan Nasdaq terapresiasi masing – masing sebesar 0.10%, 0.05%, dan 0.03%. 

    Isu Ekonomi dan Pasar 

    Bank sentral Amerika Serikat Federal Reserve atau The Fed diproyeksi menaikkan suku bunga acuan pada pertemuan pekan depan menyusul data pasar tenaga kerja AS yang masih kuat. Melansir Reuters, pengajuan klaim tunjangan pengangguran baru turun pekan lalu. Klaim tunjangan menganggur turun sebesar 9.000 sementara klaim pengangguran naik 33.000. Hal ini menandakan adanya perlambatan signifikan pada pertumbuhan lapangan kerja mengingat besarnya pasar tenaga kerja AS. Dengan data ini, pasar memperkirakan bahwa The Fed akan menaikkan tingkat suku bunga untuk terakhir kalinya pada pertemuan 25?26 Juli pekan depan. (Bisnis) 

    Tren penurunan indeks harga konsumen dalam beberapa bulan terakhir membuat sejumlah lembaga internasional merevisi ke bawah proyeksi inflasi di Indonesia. Asian Development Bank (ADB) melalui Asian Development Outlook 2023 yang dirilis Kamis, (20/7) menurunkan angka proyeksi inflasi Indonesia 2023 dari 4,2% menjadi 3,8%. Selain itu, Asean+3 Macroeconomic Research Office (AMRO) dalam Quarterly Update of the Asean+3 Regional Outlook pekan lalu menurunkan prokesi dari yang sebelumnya 4,6% menjadi 3,9%.Menurut laporan ADB, inflasi turun karena daya beli masyarakat Indonesia yang cenderung belum pulih sehingga memperlambat pertumbuhan ekonomi. ADB memproyeksikan  produk domestik bruto (PDB) Indonesia hanya tumbuh 4,8% sedangkan AMRO memperkirakan di angka 5%. (Bisnis) 

    Pembukaan ekonomi Tiongkok yang sebelumnya tertutup karena pandemi diharapkan dapat menjadi katalis bagi pasar global, termasuk Indonesia. Meskipun begitu, pertumbuhan ekonomi Tiongkok yang hanya 6,3% dan lebih rendah dari rerata satu dekade terakhir membuat Tiongkok diperkirakan belum bisa menjadi penopang dalam mitra dagang dan Indonesia. Ekonom Senior Bank Standard Chartered Indonesia Aldian Taloputra menilai bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia sangat ditunjang oleh permintaan domestik sehingga ia memperkirakan belum ada dampak positif yang dirasakan oleh Indonesia dari pembukaan ekonomi Tiongkok. (Kontan) 

    Best Regards, 

    SAM Investment

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – 20 Juli 2023

    Kilas Pasar

    Indeks saham di Amerika Serikat bergerak menguat pada hari Selasa (18/7). Dow, S&P 500 dan Nasdaq terapresiasi masing – masing sebesar 0.31%, 0.24%, dan 0.03%. Dari Eropa, indeks bergerak meningkat FTSE 100 dan STOXX600 terapresiasi masing – masing sebesar 1.80% dan 0.26%.

    Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS diperdagangkan pada level Rp.14,954. Dari komoditas, perdagangan minyak Brent dan WTI bergerak menguat masing-masing sebesar 0.20% dan 0.23% diperdagangkan pada level US$ 79.62 dan US$ 75.45 per barel.

    Indeks acuan Asia, KOSPI Korea Selatan bertumbuh sebesar 0.03%, NIKKEI Jepang menurun sebesar -0.60%. Perdagangan indeksfutures Amerika Serikat bergerak melemah pada pagi hari ini dengan Dow, S&P, dan Nasdaq terdepresiasi masing – masing sebesar -0.01%, -0.15%, dan -0.44%.

    Isu Ekonomi dan Pasar

    Para ekonom meyakini The Fed akan menaikkan suku bunga untuk pengetatan moneter yang terakhir kalinya di kisaran angka 5,25%-5,50%. Hasil polling Reuters terhadap 106 ekonom tersebut mempertimbangkan indeks harga konsumen Amerika Serikat (AS) yang hanya naik 3% di bulan Juni, turun 4% pada bulan sebelumnya. Meskipun dengan data ekonomi terkait inflasi yang positif, ekonom baru bisa meyakini target inflasi 2% baru akan dicapai setidaknya pada tahun 2025. TIdak hanya itu, 19 dari 106 ekonom yang disurvei masih memprediksi kenaikan suku bunga AS mencapai  5,25%-5,75% yang berarti masih ada kenaikan sekali lagi  setelah bulan Juli ini. Dikutip dari Reuters, Jan Nevruzi selaku Strategist di Natwest Markets menyatakan  bahwa lebih baik tidak terlalu terburu-buru menyatakan kemenangan atas melawan inflasi. (Kontan)

    Utang Luar Negeri (ULN) swasta terpantau menurun pada Mei 2023 sebesar 1.5% mom atau sebanyak USD 196.5 miliar dibandingkan bulan sebelumnya, dilansir dari Bank Indonesia. Penurunan ini disebabkan oleh penurunan ULN perusahaan bukan lembaga keuangan sebesar 5.3% yoy dan ULN lembaga keuangan sebesar 7.6% yoy. Meskipun begitu, ULN swasta investasi menunjukan peningkatan, walau tidak signifikan, pada Mei 2023 sebesar 9.44% dibandingkan dengan akhir 2019. Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies Bhima Yudhistira mengatakan bahwa penurunan utang ini menjadi lampu merah ekonomi karena menggambarkan kondisi ekspansi yang tertahan. Kondisi ini menjadi gambaran bahwa pelaku usaha sedang mewaspadai ketidakpastian global dan suku bunga tinggi yang masih menghantui. (Kontan)

    Menurut data Badan Pusat Statistik, jumlah penduduk miskin di Indonesia per Maret 2023 berjumlah di kisaran 25,9 juta orang. Angka tersebut menurun 460 ribu orang dibandingkan pada September 2022 dan 260 ribu orang dibandingkan Maret 2022. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Febrio Nathan menyebutkan, tren penurunan kemiskinan ini sejalan dengan fokus kebijakan jangka pendek pemerintah untuk mempercepat penurunan ekstrim menjadi 0% pada 2024. (Investor) 

    Best Regards,

    SAM Investment

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – 17 Juli 2023

    Kilas Pasar

    Indeks saham di Amerika Serikat bergerak bervariasi pada hari Jumat (14/7). Dow terapresiasi sebesar 0.33%, S&P 500 dan Nasdaq terdepresiasi masing – masing sebesar -0.10% dan -0.18%. Dari Eropa, indeks bergerak melemah. FTSE 100 dan STOXX600 terdepresiasi masing – masing sebesar -0.08% dan -0.39%.

    Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS diperdagangkan pada level Rp.14,958. Dari komoditas, perdagangan minyak Brent dan WTI bergerak melemah masing-masing sebesar -0.85% dan -0.88% diperdagangkan pada level US$ 79.19 dan US$ 74.68 per barel.

    Indeks acuan Asia, KOSPI Korea Selatan terdepresiasi sebesar -0.25%, NIKKEI Jepang menurun sebesar -0.09%. Perdagangan indeks futures Amerika Serikat bergerak melemah pada pagi hari ini dengan Dow, S&P, dan Nasdaq terdepresiasi masing – masing sebesar -0.08%, -0.09%, dan -0.08%.

    Isu Ekonomi dan Pasar

    Mayoritas bank besar di Amerika Serikat mencetak kinerja yang kuat di kuartal kedua tahun ini, tidak terkecuali JP Morgan Chase yang mencatatkan peningkatan laba sebesar 67% secara tahunan. Laba Wells Fargo juga melonjak sebesar USD4.94 atau 57% lebih tinggi secara tahunan, didorong oleh pendapatan bunga bersih bank yang bertumbuh dengan baik. Namun, Citigroup justru mencatatkan penurunan laba sebesar 36% walau pendapatan bunga bersihnya masih mengalami pertumbuhan dengan baik. Meskipun begitu, CEO JP Morgan Jamie Dimon berpendapat bahwa bisnis bank di Amerika Serikat dinilai belum aman karena adanya risiko saldo konsumen yang tergerus, bunga tinggi, dan ketegangan geopolitik yang masih mengintai. Data mingguan The Fed menyebutkan bahwa tingkat kredit konsumer mengalami pelambatan dengan pertumbuhan kredit di konsumen sebagai pendorong utama ekonomi mulai turun di April 2023. (Kontan)

    Rasio belanja bunga utang terhadap belanja pemerintah pusat pada tahun ini diperkirakan melesat di angka 19,03% dibandingkan pada tahun lalu yang berada di angka 16,94%. Rasio tersebut diukur dengan asumsi outlook Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2023 yang memprediksi total belanja bunga utang senilai Rp 437,4 triliun dan belanja pemerintah pusat senilai Rp2.298,2 triliun. TIngginya rasio bunga utang meningkatkan risiko perlambatan pertumbuhan ekonomi karena adanya potensi pemangkasan belanja produktif yang berdampak pada sektor ekonomi riil. (Bisnis)

    Penerbitan obligasi, sukuk dan obligasi berwawasan lingkungan meramaikan pasar modal Indonesia dalam dua pekan terakhir dengan dengan nilai total Rp21,34 triliun. Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat total emisi obligasi dan sukuk yang sudah tercatat sepanjang tahun 2023 adalah 64 emisi dari 46 emiten senilai Rp 73,55 triliun. Ekonom Pefindo Suhindarto mengatakan peluang kenaikan penerbitan utang pada paruh kedua 2023 terlihat dengan Juli sebagai periode paling ramai. Bahkan apabila melihat dari tahun lalu, penerbitan tertinggi terjadi pada Maret 2022 dengan nilai hingga Rp 25 triliun. Salah satu penyebab ramainya obligasi adalah tingkat suku bunga yang relatif lebih tinggi. (Bisnis)

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – 12 Juli 2023

    Kilas Pasar

    Indeks saham di Amerika Serikat bergerak menguat pada hari Selasa (11/7). Dow, S&P 500, dan Nasdaq terapresiasi masing – masing sebesar 0.93%, 0.67%, dan 0.55%. Dari Eropa, indeks bergerak meningkat. FTSE 100 dan STOXX600 bertumbuh masing – masing sebesar 0.12% dan 0.72%.

    Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS diperdagangkan pada level Rp.15,137. Dari komoditas, perdagangan minyak Brent dan WTI bergerak bervariasi masing-masing sebesar 0.04% dan -0.03% diperdagangkan pada level US$ 79.37 dan US$ 74.81 per barel.

    Indeks acuan Asia, KOSPI Korea Selatan terdepresiasi sebesar -0.12%, NIKKEI Jepang menurun sebesar -0.71%. Perdagangan indeks futures Amerika Serikat bergerak melemah pada pagi hari ini dengan Dow, S&P, dan Nasdaq terdepresiasi masing – masing sebesar -0.10%, -0.06%, dan -0.01%.

    Isu Ekonomi dan Pasar

    Sejumlah pejabat di Bank Central Amerika Serikat atau The Federal Reserve (The Fed) mengatakan bahwa pihaknya akan kembali menaikkan suku bunga acuan dalam rangka mengembalikan inflasi ke target bank sentral. Dilansir dari Bloomberg, Selasa (11/7), The Fed mempertahankan suku bunga yang stabil di bulan Juni 2023 kemarin, setelah menaikkannya selama 10 pertemuan berturut-turut ke kisaran 5% hingga 5,25%. Kepala The Fed di Cleveland, Loretta Mester menyatakan bahwa dia sependapat dengan pejabat The Fed lainnya untuk kembali menaikkan suku bunga untuk memastikan bahwa inflasi berada di jalur yang berkelanjutan dan tepat waktu kembali ke level 2%. Federal Open Market Committee (FOMC) akan melakukan pertemuan pada 25-26 Juli dalam rangka melanjutkan kenaikan suku bunga. (Kontan)

    Berdasarkan data dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu), realisasi belanja negara sepanjang semester I-2023 hanya mencapai Rp1.255.7 triliun. Angka tersebut belum separuh dari target 2023 yang berada di angka Rp 3.061.2 triliun atau kurang lebih hanya mencapai 41% saja. Tidak hanya itu, pertumbuhan realisasi belanja negara juga semakin melambat dengan hanya berkisar di angka 0.9% year on year (yoy). Meskipun begitu, Menteri Keuangan Sri Mulyani masih optimis pertumbuhan ekonomi RI masih berada di angka 5%-5.3%. (Kontan)

    Surat Utang Negara (SUN) pada Selasa (11/7) tercatat mencapai Rp47.79 triliun, lebih tinggi dibandingkan dengan lelang sebelumnya yang hanya menjangkau Rp 13 triliun saja. Kementerian Keuangan mencatat bahwa mayoritas permintaan investor pada lelang kali ini tertuju pada SUN dengan tenor 5 dan 10 tahun, yaitu mencapai 56.63% dari total penawaran. Selain itu, total penawaran investor juga meningkat signifikan sebesar 62.9% ke level Rp9.66 triliun dengan tenor 10 dan 15 tahun. Kondisi ini dapat terjadi karena terkendalinya inflasi Indonesia bulan Juni 2023, yaitu 3.52% yoy, lebih rendah dari bulan sebelumnya sebesar 4.01% yoy dan ekspektasi konsensus sebesar 3.64% yoy. (Kontan)

    Best Regards,

    SAM Investment

    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—12-Juli-2023.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – 10 Juli 2023

    Kilas Pasar

    Indeks saham di Amerika Serikat bergerak melemah pada hari Jumat (7/7). Dow, S&P 500, dan Nasdaq terdepresiasi masing – masing sebesar -0.55%, -0.29%, dan -0.13%. Dari Eropa, indeks bergerak bervariasi. FTSE 100 terdepresiasi sebesar -0.32%. Sedangkan, STOXX600 mengalami peningkatan sebesar 0.10%.

    Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS diperdagangkan pada level Rp.15,135. Dari komoditas, perdagangan minyak Brent dan WTI bergerak menurun masing-masing sebesar -0.31% dan -0.39% diperdagangkan pada level US$ 78.23 dan US$ 73.57 per barel.

    Indeks acuan Asia, KOSPI Korea Selatan bertumbuh sebesar 0.23%, NIKKEI Jepang terdepresiasi sebesar -0.27%. Perdagangan indeks futures Amerika Serikat bergerak melemah pada pagi hari ini dengan Dow, S&P, dan Nasdaq terdepresiasi masing – masing sebesar -0.08%, -0.17%, dan -0.29%.

    Isu Ekonomi dan Pasar

    Menteri Keuangan AS Janet Yellen mengungkapkan resesi ekonomi di Amerika Serikat mungkin bisa terjadi. Meski demikian, dia menilai kondisi resesi ?tepat dan normal? untuk pertumbuhan yang moderat dan bahwa inflasi masih terlalu tinggi. Yellen mengatakan saat ini kondisi ekonomi AS terbilang sehat dengan pasar tenaga kerja yang bagus. Meski demikian, dia mengakui laju inflasi yang terlalu tinggi dan menjadi perhatian pemerintah dan rakyat Amerika. Inflasi di AS kemungkinan terus melunak pada Juni, tetapi ukuran utama dari tekanan harga yang mendasari masih berjalan pada kecepatan yang tidak nyaman yang membuat Federal Reserve (The Fed) condong untuk melanjutkan kenaikan suku bunga bulan ini. Laju inflasi atau harga konsumen pada Juni 2023 diperkirakan naik 3,1 persen dari tahun lalu, tingkat tahunan terkecil sejak Maret 2021 (year-on-year/yoy). (Bisnis)

    Rupiah pekan ini diproyeksi kembali dibayangi oleh keputusan Bank Sentral Amerika Serikat (AS) yang masih akan menaikkan tingkat suku bunga. Hal ini berimbas pada nilai tukar rupiah terhadap AS. Berdasarkan data Bloomberg, indeks dolar AS ditutup ke level 102.27 pada akhir perdagangan Jumat (7/), melemah sebesar 0.87%. Pergerakan dolar terus akan bergantung pada data ekonomi AS yang akan dirilis. (Bisnis)

    International Monetary Fund (IMF) melaporkan bahwa Indonesia menduduki posisi kelima negara dengan PDB paling besar di Asia sebesar USD 1.3 triliun pada tahun 2022, mengalahkan Saudi Arabia yang berada di urutan keenam. Di ranah Asia Tenggara, Indonesia menempati posisi pertama sebagai negara dengan PDB terbesar, mengalahkan Thailand yang mencapai USD 536.16 miliar. Meskipun begitu, Direktur Center of Economics and Law Studies, Bhima Yudhistira berpendapat bahwa PDB perkapita Indonesia masih relatif jauh tertinggal dengan Malaysia. Indonesia juga lebih dipersepsikan sebagai pasar yang besar dibandingkan dengan basis produksi, ditandai dengan tren deindustrialisasi prematur dengan porsi terus berada di bawah 19% dari PDB. (Kontan)

    Best Regards,

    SAM Investment

    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—10-Juli-2023.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – 7 Juli 2023

    Kilas Pasar

    Indeks saham di Amerika Serikat bergerak melemah pada hari Kamis (6/7). Dow, S&P 500, dan Nasdaq terdepresiasi masing – masing sebesar ?1.07%, -0.79%, dan -0.82%. Dari Eropa, indeks bergerak melemah. FTSE 100 dan STOXX600 menurun masing – masing sebesar ?2.17% dan ?2.34%.

    Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS diperdagangkan pada level Rp.15,147. Dari komoditas, perdagangan minyak Brent dan WTI bergerak menurun masing-masing sebesar -0.08% dan -0.07% diperdagangkan pada level US$ 76.43 dan US$ 71.75 per barel.

    Indeks acuan Asia, KOSPI Korea Selatan menurun sebesar -0.86%, NIKKEI Jepang terdepresiasi sebesar -0.27%. Perdagangan indeks futures Amerika Serikat bergerak melemah pada pagi hari ini dengan Dow, S&P, dan Nasdaq terdepresiasi masing – masing sebesar -0.01%, -0.04%, dan -0.03%.

    Isu Ekonomi dan Pasar

    Menanggapi inflasi di tengah situasi ekonomi global yang masih lambat dan tidak pasti, intervensi suku bunga dinilai akan lebih banyak dilakukan oleh bank sentral guna menjaga inflasi. Presiden Bank Sentral Federal Reserve (The Fed) menuturkan bahwa bank sentral Amerika Serikat perlu menurunkan suku bunga kembali ke level 2% dengan memaksimalkan langkah yang berkaitan dengan kebijakan moneter. Bank Sentral Malaysia memutuskan untuk menjaga tingkat suku bunga sebesar 3%. Keputusan ini menyebabkan pasar keuangan Malaysia yang relatif tidak bergejolak, yaitu penurunan 0.1% atas mata uang ringgit terhadap dolar dan indeks saham KLCI meluncur senilai 0,4%. (Bisnis)

    Kebijakan pajak natura di Indonesia dinilai tidak berdampak besar terhadap penerimaan negara. Pengamat Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA) Fajry Akbar menyebutkan penyebab dari hal tersebut adalah potensi penerimaan dari PPh Badan karena biaya pemberian natura bisa dibebankan. Perkiraan dari potensi dapat berkisar di angka Rp1,6 Triliun namun dengan catatan bergantung pada implementasi  pengenaan dan batasan pajak natura/kenikmatan yang dibiayai. Dampak dari kebijakan  pajak natuna baru akan akan terlihat dari keseluruhan hasil Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) selama tahun 2023 (Investor).

    Proyeksi dari lembaga Standard and Poor?s (S&P) memperkirakan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) tidak akan mengalami penurunan pada tahun 2023 namun akan dimulai pada awal tahun 2024. Perkiraan tersebut didasari oleh tingkat inflasi yang melandai. Tercatat tingkat inflasi pada Juni 2023 berkisar di angka 3,52% year on year (yoy), lebih rendah dari bulan sebelumnya yang sebesar 4%. Tidak hanya itu, inflasi bulan Juni merupakan yang terendah sejak 14 bulan terakhir dan masih berada di rentang sasaran inflasi BI yang berada di angka 2-4%. S&P melihat bahwa BI akan semakin mengandalkan instrumen non-suku bunga seperti kebijakan pasar untuk pelaksanaan kebijakan moneter. (Kontan).

    Best Regards,

    SAM Investment

    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—7-Juli-2023.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – 6 Juli 2023

    Kilas Pasar

    Indeks saham di Amerika Serikat bergerak melemah pada hari Rabu (5/7). Dow, S&P 500, dan Nasdaq terdepresiasi masing – masing sebesar -0.38%, -0.20%, dan -0.18%. Dari Eropa, indeks bergerak melemah. FTSE 100 dan STOXX600 menurun masing – masing sebesar -1.03% dan -0.73%.

    Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS diperdagangkan pada level Rp.15,074. Dari komoditas, perdagangan minyak Brent dan WTI bergerak menguat masing-masing sebesar 0.14% dan 0.18% diperdagangkan pada level US$ 76.66 dan US$ 71.91 per barel.

    Indeks acuan Asia, KOSPI Korea Selatan menurun sebesar -0.35%, NIKKEI Jepang terdepresiasi sebesar -1.18%. Perdagangan indeks futures Amerika Serikat bergerak melemah pada pagi hari ini dengan Dow, S&P, dan Nasdaq terdepresiasi masing – masing sebesar -0.15%, -0.12%, dan -0.10%.

    Isu Ekonomi dan Pasar

    Tren inflasi yang masih meningkat membuat para pejabat Federal Reserve (The Fed) berkomitmen untuk menaikkan suku bunga acuan lagi pada Juli 2023. Meskipun hampir semua pejabat menerima keputusan untuk mempertahankan suku bunga tidak berubah pada kisaran target 5-5,25 persen pada pertemuan 13-14 Juni, beberapa akan mendukung kenaikan seperempat poin sebagai gantinya. Peningkatan tersebut diamini oleh  Ketua The Fed, Jerome Powell, yang mengatakan bahwa mayoritas peserta komite memperkirakan bahwa akan tepat untuk menaikkan suku bunga dua kali atau lebih pada akhir tahun ini mengingat progres target inflasi 2 persen yang masih panjang. (Bisnis)

    Rupiah menguat terhadap hampir semua rata-rata uang utama, kecuali poundsterling (GBP) pada semester 1 2023. Penguatan terkecil terjadi pada Franc Swiss (CHF) sebesar 0.73% YtD sementara penguatan terbesar pada Yen Jepang (JPY) senilai 11.83%. Surat Berharga Negara terus dialiri dana asing hingga akhir semester 1 2023. Kementerian Keuangan mencatat, total dana asing di pasar SBN mencapai Rp846,89 triliun, naik 2.13% dari posisi Mei 2023. Aliran masuk dana asing ke Indonesia cukup deras ketika The Fed memberi sinyal bahwa ruang kenaikan suku bunga acuannya mulai mengendur sejalan dengan inflasi AS yang melandai. Ditambah lagi, kondisi ekonomi dan politik di Indonesia cenderung kondusif. (Kontan)

    Pemerintah Indonesia akan memprediksi pembiayaan utang yang lebih murah, sekaligus melakukan penghematan dengan pengurangan pembiayaan utang di tahun 2023. Menteri Keuangan, Sri Mulyani, menyebutkan bahwa pembiayaan utang menurun sebesar 41.6% dari target dalam APBN 2023. Kondisi ini selaras dengan defisit anggaran yang diperkirakan lebih rendah dari 2.84% menjadi 2.28% terhadap PDB. (Kontan)

    Best Regards,

    SAM Investment

    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—6-Juli-2023.pdf

  • Keterbukaan Informasi Dalam Rangka Pembagian Hasil Investasi Q2 2023 – SAM SUKUK SYARIAH SEJAHTERA

    Keterbukaan Informasi Dalam Rangka Pembagian Hasil Investasi Q2 2023 – SAM SUKUK SYARIAH SEJAHTERA

    Sehubungan dengan keterbukaan informasi Reksa Dana SAM Sukuk Syariah Sejahtera akan melakukan  Pembagian Hasil Investasi (PHI) Q2 2023, dengan demikian tanggal yang perlu diperhatikan:

    27 Juni 2023 – cum date PHI
    3 Juli 2023 –  ex date PHI
    4 Juli 2023 –  pembayaran PHI 

    Selengkapnya dapat membaca surat terlampir atau jika membutuhkan penjelasan lebih lanjut dapat menghubungi narahubung PT Samuel Aset Manajemen di nomor WA 02128548800 atau email ke [email protected].

    Download Surat untuk Pemegang Unit Pernyertaan Reksa Dana SAM Sukuk Syariah Sejahtera.

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – 23 Juni 2023

    Kilas Pasar

    Indeks saham di Amerika Serikat bergerak bervariasi pada hari Kamis (22/6). Dow terdepresiasi sebesar -0.01%, S&P 500 dan Nasdaq terapresiasi masing – masing sebesar 0.37% dan 0.95%. Dari Eropa, indeks bergerak melemah. FTSE 100 dan STOXX600 terdepresiasi masing – masing sebesar -0.76% dan -0.51%.

    Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS diperdagangkan pada level Rp.14,939. Dari komoditas, perdagangan minyak Brent dan WTI bergerak melemah masing-masing sebesar -0.40% dan -0.53% diperdagangkan pada level US$ 73.84 dan US$ 69.16 per barel.

    Indeks acuan Asia, KOSPI Korea Selatan melemah sebesar -0.67%, NIKKEI Jepang terdepresiasi sebesar ?1.34%. Perdagangan indeks futures Amerika Serikat bergerak melemah pada pagi hari ini dengan Dow, S&P, dan Nasdaq terdepresiasi masing – masing sebesar -0.20%, -0.25%, dan -0.27%

    Isu Ekonomi dan Pasar

    Bank of England (BoE) mengumumkan kenaikan tingkat suku bunga acuan dari 4.5% jadi 5%, kemarin. Kenaikan ini lebih tinggi daripada ekspektasi consensus analis, menjadikan bunga Inggris saat ini mencapai level tertinggi sejak 2008. Komisi kebijakan Moneter BoE menuturkan kebijakan ini diambil seiring inflasi yang menebal. Menurut BoE, ada faktor?faktor signifikan di data akhir – akhir ini, mengindikasikan kenaikan inflasi yang terus berlanjut. Keputusan kebijakan moneter tersebut memang perlu diambil. Komisi akan melakukan hal yang diperlukan untuk mengembalikan inflasi ke target keberlanjutan 2% dalam jangka menengah (Kontan)

    Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) pada 21-22 Juni 2023 memutuskan untuk mempertahankan lagi suku bunga acuan (BI 7-Day Reverse Repo Rate/BI7DRR) sebesar 5,75%. Demikian pula suku bunga deposit facility sebesar 5% dan suku bunga lending facility sebesar 6,5%. ?Keputusan mempertahankan suku bunga acuan BI sebesar 5,75% ini konsisten dengan stance kebijakan moneter untuk memastikan inflasi tetap terkendali dalam kisaran sasaran 3 plus minus 1% pada sisa tahun 2023 dan 2024,? jelas Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bulanan Juni 2023, Jakarta, Kamis (22/6/2023). Perry menuturkan, fokus kebijakan diarahkan pada penguatan stabilisasi nilai tukar rupiah untuk mengendalikan inflasi barang impor (imported inflation) dan memitigasi dampak rambatan meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan global. Sementara itu, Perry menegaskan, kebijakan likuiditas dan makroprudensial longgar tetap dilanjutkan untuk mendorong penyaluran kredit atau pembiayaan dan mempertahankan tetap terjaganya stabilitas sistem keuangan.  (Investor)

    Best Regards,

    SAM Investment

    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—23-Juni-2023.pdf