Samuel Aset Manajemen

Author: samadmin

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian Rabu 4 November 2020

    Kilas Pasar

     

    Pasar saham Amerika naik pada hari Selasa (3/11) karena investor berharap Pemilu dapat segera memberikan kepastian terkait presiden AS. Dow ditutup 554,98 poin lebih tinggi, atau naik 2,1%, menjadi 27.480,03. S&P 500 naik 1,8% menjadi 3.369,16 dan Nasdaq Composite naik 1,9% menjadi 11.160,57.

     

    Peningkatan juga terjadi pada pasar Eropa  dimana FTSE naik signifikan 2,33% menjadi 5.786,77 sementara Stoxx600 naik 2,34% menjadi 356,01.

     

    Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pagi ini berada pada level RP 14.585,0. Selain itu, komoditas utama dunia, yaitu minyak WTI dan Brent, keduanya menguat sebesar 1,99% dan 0,12%.

     

    Prediksi Hari Ini

     

    Hari ini pasar diperkirakan menguat. Pagi ini indeks Nikkei 225 dan Kospi dibuka menguat sebesar 2,01% dan 0,76%. Serupa dengan hal tersebut, indeks futures di Amerika Serikat, Dow Jones, S&P 500, dan Nasdaq tercatat naik masing-masing sebesar 0,78%, 0,75% dan 0,51%.

     

    Isu Ekonomi dan Pasar

     

    Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Hubungan Internasional, Shinta Widjaja Kamdani menilai, kebijakan kedua kandidat presiden di Amerika Serikat (AS), Donald Trump dan Joe Biden, akan memiliki dampak yang sama bagi dunia usaha nasional. Pasalnya, kedua calon presiden AS sama-sama akan meneruskan perang dagang dengan Tiongkok.

     

    Dari Bloomberg, Presiden China Xi Jinping mengatakan ekonomi dapat berlipat ganda pada tahun 2035 dan negara tersebut dapat mencapai status berpenghasilan tinggi dalam lima tahun ke depan. Secara kasar, menggandakan output ekonomi pada tahun 2035 setara dengan pertumbuhan tahunan hampir 4,7%, kata Hong Hao, kepala strategi Bocom International di Hong Kong. Ekonom melihat ekonomi tumbuh hanya 2,1% tahun ini sebagai akibat dari pandemi virus corona, meningkat menjadi 8,0% pada 2021.

     

    Reserve Bank of Australia (RBA) memangkas tingkat suku bunganya hingga ke posisi terendah dalam sejarah, dan meningkatkan program pembelian obligasi besar-besaran pada Selasa (3/11). Namun Gubernur RBA Philip Lowe mengingatkan, pemulihan akan bergantung pada pencegahan virus corona Covid-19. Menurut laporan, bank sentral Australia memangkas tingkat suku bunga tunai dari 0,25% menjadi 0,10%; dan berkomitmen membeli obligasi pemerintah dengan tenor 5 hingga 10 tahun senilai Aus$ 100 miliar (US$ 70,5 miliar) selama enam bulan ke depan

     

    Melalui tulisan ini, kami kembali menyerukan kepada seluruh mitra investasi SAM untuk selalu menjaga kesehatan, mengikuti semua protokol kesehatan, menjaga jarak sosial dan fisik, serta seoptimal mungkin untuk melakukan aktivitas dari rumah. Semoga kita berhasil.

     

    Best Regards,

    SAM Investment

    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—4-November-2020.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian Selasa 3 November 2020

    Kilas Pasar

     

    Indeks saham Amerika menguat pada Senin (2/11) karena pasar memulihkan beberapa penurunan tajam dari minggu lalu dan bersiap untuk pemilihan presiden AS. Dow Jones Industrial Average ditutup 423,45 poin lebih tinggi, atau 0,6%, menjadi 26.925,05. S&P 500 naik 1,2% menjadi 3,310,24, sementara Nasdaq Composite naik 0,4% menjadi 10.957,61.

     

    Hal yang relatif sama terjadi pada pasar Eropa  dimana FTSE naik 1,39% menjadi 5.654,97 sementara Stoxx600 naik 1,61% menjadi 347,86.

     

    Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pagi ini berada pada level RP 14.640,0. Selain itu, komoditas utama dunia, yaitu minyak WTI melemah sebesar 0,30% dan Brent menguat sebesar 0,10%.

     

    Prediksi Hari Ini

     

    Pasar diperkirakan mix cenderung menguat hari ini mengikuti kondisi pasar secara global. Pagi ini indeks Nikkei 225 dan Kospi dibuka menguat sebesar 1,39% dan 0,75%. Di sisi lain indeks futures di Amerika Serikat juga tercatat menguat bersamaan. Dow Jones, S&P 500, dan Nasdaq naik masing-masing sebesar 0,21%, 0,22% dan 0,17%. Untuk beberapa waktu ke depan, isu terkait Pemilihan Presiden Amerika Serikat dapat dikatakan sebagai penggerak utama pasar saham global.

     

    Isu Ekonomi dan Pasar

     

    Undang-Undang (UU) Cipta Kerja atau dikenal dengan omnibus law Cipta Kerja akhirnya selesai dan diteken oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Beleid sapu jagat Cipta Kerja ini resmi diundangkan pada Senin (2/11) dan ditandai dengan penomoran tepatnya menjadi UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja dan sudah tersedia di laman resmi Setneg.go.id. Adapun UU No 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja ini resmi diundangkan dengan jumlah halaman 1.187.

     

    Pemilihan Presiden Amerika Serikat akan diadakan pada Selasa (2/11) waktu setempat. Hasil-hasil survei secara konsisten menunjukkan, mayoritas responden menolak Trump. Tapi tidak sedikit yang menunjukkan kekaguman terhadapnya. Jadi, ada peluang bahwa Trump akan kembali membuat kejutan dalam pilpres 2020 ini. Perlu diingat bahwa Trump pernah memberikan kejutan dengan terpilih menjadi Presiden Amerika periode 2016-2020 mengalahkan Hillary Clinton yang saat itu unggul pada survei yang dilakukan. Pada Pemilihan Presiden kali ini, 6 negara bagian dengan pemilih mengambang dapat dikatakan sebagai penentu hasil, yakni Florida, Pennsylvania, Michigan, Carolina Utara, Wisconsin, dan Arizona. 

     

    Melalui tulisan ini, kami kembali menyerukan kepada seluruh mitra investasi SAM untuk selalu menjaga kesehatan, mengikuti semua protokol kesehatan, menjaga jarak sosial dan fisik, serta seoptimal mungkin untuk melakukan aktivitas dari rumah. Semoga kita berhasil.

       

    Best Regards,

    SAM Investment

    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—3-November-2020.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian Senin 2 November 2020

    Kilas Pasar

     

    Indeks saham Amerika Serikat ditutup melemah pada Jumat (30/10). Dow turun sebesar 0,59% menjadi 26.501,60. Kemudian S&P 500 dan Nasdaq Komposit juga mengalami hal serupa dengan turun sebesar 1,21% dan 2,45% menjadi menjadi 3.269,96 dan 10.911,59. Penurunan ini terjadi di tengah kekhawatiran terkait Pemilihan Presiden dan juga perkembangan pandemi Covid-19.

     

    Sementara itu, pada pasar saham Eropa, FTSE juga mengalami pelemahan sebesar 0,08% menjadi 5,577.27 sedangkan Stoxx600 menguat sebesar 0,18% menjadi 342.36.

     

    Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berada pada level RP 14.625,0 pada perdagangan terakhir Selasa (27/10). Selain itu, pagi ini, komoditas utama dunia, yaitu minyak WTI dan Brent melemah secara bersamaan masing-masing sebesar 5,2% dan 4,8%.

     

    Prediksi Hari Ini

     

    Pasar diperkirakan mix cenderung melemah hari ini. Pagi ini indeks Nikkei 225 dan Kospi dibuka menguat sebesar 0,61% dan 0,45%. Di sisi lain indeks futures di Amerika Serikat tercatat melemah bersamaan. Dow Jones, S&P 500, dan Nasdaq turun masing-masing sebesar 0,69%, 0,92% dan 0,90%.

     

    Isu Ekonomi dan Pasar

     

    Menteri Keuangan, Sri Mulyani mengatakan pemerintah akan mengoptimalkan belanja APBN untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi kuartal IV-2020. Dukungan pemulihan ekonomi pada kuartal IV ini juga akan datang dari Bank Indonesia (BI) melalui sejumlah kebijakan moneter serta didorong oleh geliat aktivitas masyarakat yang kembali berjalan karena kebijakan pelonggaran pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

     

    Dari Pemilihan Presiden Amerika Serikat, Calon Demokrat, Joe Biden memimpin perolehan rangkaian jajak pendapat yang dirilis Minggu terhadap Donald Trump. Sampai saat ini jajak pendapat menunjukkan Biden meraih hasil lebih baik daripada Hillary Clinton empat tahun lalu. Namun, jajak pendapat nasional tidak dapat menunjukkan pemenang, karena presiden dipilih oleh negara bagian. Hal ini mendorong para analis dalam menyatakan Trump yang masih memiliki jalan untuk memenangkan pemilu melalui negara-negara bagian yang dianggap tidak memiliki kecenderungan terhadap partai tertentu.

     

    Dari perkembangan Brexit, sebuah kompromi muncul mengenai masalah akses yang akan dimiliki kapal Uni Eropa ke perairan perikanan Inggris. Solusi potensial akan menguntungkan Inggris namun dapat menunda keputusan penting terkait kuota yang tepat untuk kapal UE.

     

    Melalui tulisan ini, kami kembali menyerukan kepada seluruh mitra investasi SAM untuk selalu menjaga kesehatan, mengikuti semua protokol kesehatan, menjaga jarak sosial dan fisik, serta seoptimal mungkin untuk melakukan aktivitas dari rumah. Semoga kita berhasil.

     

     

    Best Regards,

    SAM Investment

    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—2-November-2020.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian Selasa 27 Oktober 2020

    Kilas Pasar

     

    Indeks saham Amerika Serikat melemah pada Senin (26/10). Dow turun dalam sebesar 2,29% menjadi 27.685,38. Kemudian S&P 500 dan Nasdaq Komposit juga mengalami hal serupa dengan turun sebesar 1,86% dan 1,64% menjadi menjadi 3.400,97 dan 11.358,94. Penurunan ini terjadi di tengah kekhawatiran baru terkait pandemi Covid-19, serta upaya antara Kongres dan Gedung Putih untuk mencapai kesepakatan stimulus juga tampaknya menemui jalan buntu 

     

    Hal yang sama terjadi pada pasar saham Eropa. FTSE dan Stoxx600 melemah secara bersamaan masing-masing sebesar 1,16% dan 1,81% menjadi 5.792,01 dan 355,95.

     

    Pagi ini, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berada pada level RP 14.650,0. Selain itu, komoditas utama dunia, yaitu minyak WTI dan Brent menguat secara bersamaan masing-masing sebesar 0,26% dan 0,07%.

     

    Prediksi Hari Ini

     

    Pasar diperkirakan mix cenderung melemah hari ini. Pagi ini indeks Nikkei 225 dan Kospi dibuka melemah sebesar 0,69% dan 0,26%. Di sisi lain indeks futures di Amerika Serikat tercatat menguat bersamaan. Dow Jones, S&P 500, dan Nasdaq naik masing-masing sebesar 0,15%, 0,12% dan 0,12%.

     

    Isu Ekonomi dan Pasar

     

    Meski meningkat, utang pemerintah dinilai masih dalam batas aman karena sebagian besar utang adalah hasil penjualan surat berharga negara (SBN) dengan mayoritas pembeli dari dalam negeri. Menkeu mengatakan, rasio utang Indonesia terhadap produk domestik bruto (PDB) mencapai 38,5% pada 2020 dan diperkirakan menembus 41,8% dari PDB pada 2021. Jumlahnya meningkat dibanding 2019 yang masih 30,5% terhadap PDB. Sri Mulyani juga mengatakan, tren utang asing berangsur-angsur terus menurun dan saat ini di bawah 30% dari utang pemerintah Indonesia. Berdasarkan data Kementerian Keuangan, posisi utang pemerintah Indonesia mencapai Rp 5.756,87 triliun per September 2020, dengan rasio utang terhadap PDB (debt to GDP ratio) mencapai 36,4% dari PDB. Utang ini naik sekitar 22,5% dibanding posisi per September 2019 Rp 4.700,28 triliun.

     

    Ant Group, unit usaha keuangan dari raksasa e-commerce Tiongkok Alibaba, pada Senin (26/10) menyatakan berencana meraup US$ 34,5 miliar dalam listing bersama di Asia. Penawaran umum perdana (initial public offering/ IPO) tersebut menjadikannya pencatatan terbesar dalam sejarah.

     

    Melalui tulisan ini, kami kembali menyerukan kepada seluruh mitra investasi SAM untuk selalu menjaga kesehatan, mengikuti semua protokol kesehatan, menjaga jarak sosial dan fisik, serta seoptimal mungkin untuk melakukan aktivitas dari rumah. Semoga kita berhasil.

     

    Best Regards,

    SAM Investment

    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—27-Oktober-2020.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian Senin 26 Oktober 2020

    Kilas Pasar

     

    Pada Jumat (23/10) Dow turun sebesar 28,09 poin, atau 0,1%, menjadi 28.335,57. Kemudian S&P 500 naik 0,34% atau 11,9 poin menjadi 3.465,39. Sementara Nasdaq Komposit naik sebesar 0,37% menjadi 11.548,28. Kenaikan pada S&P 500 dan Nasdaq terjadi seiring investor yang mengawasi negosiasi paket stimulus AS.  

     

    Kemudian, pasar saham Eropa mengalami kenaikan secara kompak. FTSE dan Stoxx600 naik secara bersamaan masing-masing sebesar 1,29% dan 0,62% menjadi 5.860,28 dan 362,5.

     

    Pagi ini, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berada pada level RP 14.660,0, melemah dari penutupan sebelumnya namun tetap dalam tren menguat dalam satu bulan terakhir. Selain itu, komoditas utama dunia, yaitu minyak WTI dan Brent melemah secara bersamaan masing-masing sebesar 1,51% dan 1,38%.

     

    Prediksi Hari Ini

     

    Pasar diperkirakan mix hari ini. Pagi ini indeks Nikkei 225 dan Kospi dibuka menguat masing-masing sebesar 0,04% dan 0,30%. Sedangkan indeks futures di Amerika Serikat tercatat melemah bersamaan. Dow Jones, S&P 500, dan Nasdaq turun masing-masing sebesar 0,34%, 0,37% dan 0,32%.

     

    Isu Ekonomi dan Pasar

     

    Aktivitas bisnis AS meningkat ke level tertinggi pada bulan Oktober, tetapi laju pertumbuhan bisnis baru sedikit berkurang di tengah pandemi COVID-19 yang masih ada dan kehati-hatian menjelang pemilihan presiden 3 November. IHS Markit mengatakan pada hari Jumat bahwa Indeks Output PMI Komposit AS, yang melacak sektor manufaktur dan jasa, naik ke 55,5 bulan ini, tertinggi sejak Februari 2019 dan naik dari 54,3 pada September. Angka di atas 50 menunjukkan pertumbuhan output sektor swasta.

     

    Dari Reuters, Pemerintah China sedang membahas izin untuk jutaan ton impor jagung tambahan selama tahun depan, di tengah lonjakan permintaan pakan ternak dan setelah badai dan kerusakan kekeringan memperketat pasokan domestik. Hal ini kemungkinan besar akan menaikkan harga jagung dan biji-bijian global lainnya, serta akan memperbesar inflasi makanan yang disebabkan oleh gangguan pada rantai pasokan global akibat pandemi Covid-19.

     

    Pemerintah tengah menyiapkan sejumlah insentif fiskal guna menyokong pengembangan industri halal di Tanah Air serta upaya menjadikan Indonesia sebagai negara produsen dan pengekspor produk halal terbesar di dunia. Beberapa insentif fiskal itu meliputi keringanan pajak seperti tax holiday, tax allowance, dan super tax deduction maupun pelonggaran kepabeanan dan cukai untuk Kawasan industri halal.

     

    Melalui tulisan ini, kami kembali menyerukan kepada seluruh mitra investasi SAM untuk selalu menjaga kesehatan, mengikuti semua protokol kesehatan, menjaga jarak sosial dan fisik, serta seoptimal mungkin untuk melakukan aktivitas dari rumah. Semoga kita berhasil.

     

    Best Regards,

    SAM Investment

    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—26-Oktober-2020.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian Jumat 23 Oktober 2020

    Kilas Pasar

     

    Indeks saham global bervariasi pada Kamis (22/10). Dari Amerika Serikat, Dow naik sebesar 152,84 poin, atau 0,54%, menjadi 28.363,66. Kemudian S&P 500 naik 0,52% atau 17,93 poin menjadi 3.453,49. Sementara Nasdaq Komposit naik sebesar 0,19% menjadi 11.506,01.

     

    Sementara itu FTSE naik 0,16% menjadi 5.785,65 dan Stoxx600 turun 0,14% menjadi 360,27.

     

    Pagi ini, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berada pada level RP 14.660,0. Selain itu, komoditas utama dunia, yaitu minyak WTI dan Brent melemah secara bersamaan masing-masing sebesar 0,22% dan 0,09%.

     

    Prediksi Hari Ini

     

    Pasar diperkirakan menguat hari ini. Pagi ini indeks Nikkei 225 dibuka menguat sebesar 0,21%, sementara Kospi menguat 0,26%. Di sisi lain dari indeks futures di Amerika Serikat, tercatat Dow Jones, & Nasdaq naik masing-masing sebesar 0,05%, sedangkan S&P 500 turun 0,01%.

     

    Isu Ekonomi dan Pasar

     

    Risiko pelebaran outlook Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara masih membayangi kredibilitas pengelolaan fiskal selama tahun ini menyusul tren pemulihan ekonomi yang berjalan lamban. Di sisi lain, penerimaan pajak yang diproyeksi meleset dari target juga makin membebani APBN 2020. Sampai September 2020 lalu total outstanding utang pemerintah telah mencapai Rp5.756,87 triliun atau 36,4% dari produk domestik bruto (PDB). Khusus pada tahun ini, pemerintah telah menarik utang senilai Rp784,7 triliun untuk membiayai defisit APBN yang mencapai Rp1.039,2 triliun atau 6,34% dari PDB.

     

    Dana Moneter Internasional atau Internastional Monetary Fund (IMF) menyatakan bahwa kontraksi ekonomi di Asia pada tahun ini akan lebih buruk dari perkiraan sebelumnya. Karena beberapa pasar negara berkembang menunjukkan perlambatan aktivitasnya di saat memerangi pandemic virus corona Covid-19. IMF mengatakan tingkat pertumbuhan Asia tahun ini diprediksi menyusut 2,2%, dan lebih buruk dibandingkan perkiraan IMF pada Juni yang memperkirakan kontrakas 1,6%.

     

    Dilansir dari Reuters, sentimen konsumen Inggris turun terbesar bulan ini sejak awal pandemi, menurut survei jangka panjang yang diterbitkan pada hari Jumat. Indeks Keyakinan Konsumen GfK jatuh ke -31 pada Oktober, level terendah sejak akhir Mei dan turun tajam dari posisi tertinggi -25 pada September, serta berada di bawah semua perkiraan jajak pendapat ekonom Reuters.

     

    Melalui tulisan ini, kami kembali menyerukan kepada seluruh mitra investasi SAM untuk selalu menjaga kesehatan, mengikuti semua protokol kesehatan, menjaga jarak sosial dan fisik, serta seoptimal mungkin untuk melakukan aktivitas dari rumah. Semoga kita berhasil.

     

    Best Regards,

    SAM Investment

    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—23-Oktober-2020.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian Kamis 22 Oktober 2020

    Kilas Pasar

     

    Dari Amerika Serikat pada perdagangan Rabu (21/10), Dow Jones merosot 97,97 poin, atau 0,4% menjadi 28.210,82. Sebelumnya pada hari itu, rata-rata 30 saham diperdagangkan lebih dari 100 poin lebih tinggi. S&P 500 merosot 0,2% menjadi 3.435,56 dan Nasdaq Composite turun 0,3% menjadi  11.484,69.

     

    Hal yang sama terjadi pada pasar saham Eropa. FTSE dan Stoxx600 turun secara bersamaan masing-masing sebesar 1,91% dan 1,29% menjadi 5.776,50 dan 360,79.

     

    Pagi ini, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berada pada level RP 14.632,5. Selain itu, komoditas utama dunia, yaitu minyak WTI dan Brent melemah secara bersamaan masing-masing sebesar 0,22% dan 0,14%.

     

    Prediksi Hari Ini

     

    Pasar diperkirakan melemah hari ini. Pagi ini indeks Nikkei 225 dan Kospi dibuka melemah masing-masing sebesar 0,49% dan 0,57%. Di sisi lain indeks futures di Amerika Serikat juga tercatat melemah bersamaan. Dow Jones, S&P 500, dan Nasdaq turun masing-masing sebesar 0,49%, 0,54% dan 0,51%.

     

    Isu Ekonomi dan Pasar

     

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan, realisasi penyaluran kredit yang bersumber dari total Rp 64,5 triliun penempatan dana negara di perbankan untuk mendorong pemulihan ekonomi nasional (PEN) sudah mencapai Rp 176 triliun. Adapun alokasi di empat bank Himbara paling besar yakni men capai Rp 47,5 triliun dengan target realisasi penyaluran kredit tiga kali dari dana yang dikucurkan pemerintah.

     

    Amerika Serikat dan China menangani pandemi Covid-19 dengan cara yang sangat berbeda, yang membentuk kembali pertempuran global antara keduanya. Angka PDB resmi China minggu ini menunjukkan tidak hanya bahwa ekonomi sedang tumbuh, naik 4,9% di 3Q20 YoY, tetapi jugamenunjukkan bahwa China cukup percaya diri bahwa virus itu telah ditaklukkan. Sementara di Amerika Serikat, kondisi masih menunjukkan 221.000 orang meninggal karena COVID-19.

     

    Perdana Menteri (PM) Jepang Yoshihide Suga menunjukkan upaya untuk memperkuat hubungan negaranya dengan negara-negara Asean, termasuk Indonesia dan juga Vietnam. Pemerintah Jepang menggandeng Indonesia untuk bersama-sama menegakkan supremasi hukum di Kawasan Indo-Pasifik. Suga juga menekankan penolakan pemerintah Jepang terhadap gerakan apapun yang meningkatkan ketegangan di Kawasan Laut Tiongkok Selatan (LTS), meski tidak menyebutkan secara spesifik pihak yang menyebabkan gangguan tersebut.

     

    Melalui tulisan ini, kami kembali menyerukan kepada seluruh mitra investasi SAM untuk selalu menjaga kesehatan, mengikuti semua protokol kesehatan, menjaga jarak sosial dan fisik, serta seoptimal mungkin untuk melakukan aktivitas dari rumah. Semoga kita berhasil.

    Best Regards,

    SAM Investment

    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—22-Oktober-2020.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian Rabu 21 Oktober 2020

    Kilas Pasar

     

    Pada Selasa (20/10), indeks saham Amerika Serikat menguat secara kompak, Dow naik sebesar 113,37 poin, atau 0,40%, menjadi 28.308,79. Kemudian S&P 500 naik 0,47% atau 16,2 poin menjadi 3.443,12. Sementara Nasdaq naik sebesar 0,33% menjadi 11.516,49.

     

    Sementara pada pasar saham Eropa, indeks bergerak variatif. FTSE naik tipis sebesar 0,08% menjadi 5.889,22 sementara Stoxx600 turun sebesar 0,35% menjadi 365,51.

     

    Pagi ini, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berada pada level RP 14.655,0. Selain itu, komoditas utama dunia, yaitu minyak WTI melemah sebesar 0,60% dan Brent menguat sebesar 0,40%.

     

    Prediksi Hari Ini

     

    Pasar diperkirakan menguat hari ini. Pagi ini indeks Nikkei 225 dibuka menguat sebesar 0,29% dan Kospi menguat sebesar 0,24%. Di sisi lain indeks futures di Amerika Serikat tercatat menguat bersamaan. Dow Jones, S&P 500, dan Nasdaq naik masing-masing sebesar 0,36%, 0,41% dan 0,38%.

     

    Isu Ekonomi dan Pasar

     

    Data Kementerian Keuangan menunjukkan, penerimaan pajak per September 2020 terkontraksi hingga nyaris mendekati angka 17%. Padahal asumsi semula, jika pemulihan ekonomi pada kuartal III/2020 maupun kuartal IV/2020 bisa bergerak di level positif, pertumbuhan penerimaan pajak bisa berada di level -10%. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebut bahwa kedalaman kontraksi penerimaan pajak per September lalu merupakan imbas dari penerapan kembali Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan pemberian insentif kepada pelaku usaha. Jika realisasi insentif usaha tersebut ditambahkan ke realisasi penerimaan pajak per September, kontraksi penerimaan pajak sampai bulan lalu hanya di kisaran 13,9%.

     

    Bank sentral Australia membahas kemungkinan pelonggaran moneter lebih lanjut pada rapat dewan bulan Oktober, termasuk memangkas suku bunga tunai ke nol dan membeli obligasi pemerintah bertanggal lebih panjang untuk menurunkan biaya pinjaman dan dolar lokal. Anggota dewan Reserve Bank of Australia (RBA) mencatat ekspansi neraca yang lebih besar oleh bank sentral lainnya telah menyebabkan yield yang lebih rendah di sebagian besar negara kaya lainnya.

     

    Amerika Serikat minggu depan akan merilis data pertumbuhan ekonomi, dimana kemungkinan PDB akan naik sekitar 30% atau lebih, meskipun di tengah pandemic, resesi, dan di tengah 12,5 juta orang menganggur. Angka ini akan rilis pada 29 Oktober 2020, hanya lima hari sebelum pemilihan presiden.

     

    Melalui tulisan ini, kami kembali menyerukan kepada seluruh mitra investasi SAM untuk selalu menjaga kesehatan, mengikuti semua protokol kesehatan, menjaga jarak sosial dan fisik, serta seoptimal mungkin untuk melakukan aktivitas dari rumah. Semoga kita berhasil.

     

    Best Regards,

    SAM Investment

    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—21-Oktober-2020.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian Selasa 20 Oktober 2020

    Kilas Pasar

     

    Indeks saham Amerika Serikat melemah pada perdagangan Senin (19/10). Dow turun sebesar 410,89 poin, atau 1,44%, menjadi 28.195,42. Kemudian S&P 500 turun 1,63% atau 56,89 poin menjadi 3.426,92. Sementara Nasdaq Komposit turun paling dalam sebesar 1,65% menjadi 11.478,88.

     

    Hal yang sama terjadi pada pasar saham Eropa. FTSE dan Stoxx600 turun secara bersamaan masing-masing sebesar 0,59% dan 0,18% menjadi 5.884,65 dan 366,81.

     

    Pagi ini, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berada pada level RP 14.695,0, sementara komoditas utama dunia, yaitu minyak WTI dan Brent melemah secara bersamaan masing-masing sebesar 0,37% dan 0,07%.

     

    Prediksi Hari Ini

     

    Pasar diperkirakan mix cenderung melemah hari ini. Pagi ini indeks Nikkei 225 dibuka melemah sebesar 0,24%. Sedangkan Kospi melemah sebesar 0,33%. Di sisi lain indeks futures di Amerika Serikat tercatat menguat bersamaan. Dow Jones, S&P 500, dan Nasdaq naik masing-masing sebesar 0,48%, 0,54% dan 0,65%.

     

    Isu Ekonomi dan Pasar

     

    Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Senin (19/10) menyatakan akan menyimpan persediaan satu miliar jarum suntik di seluruh dunia pada akhir 2021. Program akan dimulai dengan dosis 3% populasi setiap negara, kemudian meningkat menjadi 20% populasi ketika lebih banyak dosis tersedia.

     

    Berdasarkan data NBS pada Senin (19/10), laju pemulihan ekonomi Tiongkok, dari dampak pandemi virus corona Covid-19, meningkat di kuartal III-2020 dengan mencatatkan pertumbuhan 4,9%. Angka itu naik dari 3,2% pada kuartal sebelumnya. IMF menyatakan, Tiongkok akan menjadi satu-satunya negara ekonomi besar yang mencatatkan ekspansi di tahun ini. Meski begitu, kekhawatiran terhadap lapangan kerja di masa depan dan potensi munculnya lagi penyebaran Covid-19 masih membebani sentimen konsumen.

     

    Pemerintah resmi memberikan pemotongan pajak super atau super tax deduction bagi kegiatan penelitian dan pengembangan (litbang) bagi sejumlah industri, termasuk industri farmasi. Insentif yang diberikan berupa pengurangan penghasilan bruto hingga 300% dari jumlah biaya yang dikeluarkan. Kebijakan tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 153 Tahun 2020 tentang Pemberian Pengurangan Penghasilan Bruto atas Kegiatan Penelitian dan Pengembangan Tertentu di Indonesia. Belied ini mulai berlaku efektif per 9 Oktober 2020.

     

    Melalui tulisan ini, kami kembali menyerukan kepada seluruh mitra investasi SAM untuk selalu menjaga kesehatan, mengikuti semua protokol kesehatan, menjaga jarak sosial dan fisik, serta seoptimal mungkin untuk melakukan aktivitas dari rumah. Semoga kita berhasil.

    Best Regards,

    SAM Investment

    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—20-Oktober-2020.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian Senin 19 Oktober 2020

    Kilas Pasar

     

    Jumat (16/10), indeks saham Amerika Serikat bervariasi. Dow naik sebesar 112,11 poin, atau 0,39%, menjadi 28.606,31. Kemudian S&P 500 naik tipis sebesar 0,01% atau 0,47 poin menjadi 3.483,81. Sementara Nasdaq Komposit turun sebesar 0,36% menjadi 11.671,55.

     

    Sementara dari pasar saham Eropa, FTSE dan Stoxx600 naik secara bersamaan masing-masing sebesar 1,49% dan 1,26% menjadi 5.919,58 dan 367,48.

     

    Pagi ini, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berada pada level RP 14.700,0. Selain itu, komoditas utama dunia, yaitu minyak WTI dan Brent menguat secara bersamaan masing-masing sebesar 0,17% dan 0,44%.

     

    Prediksi Hari Ini

     

    Pasar diperkirakan menguat hari ini. Pagi ini indeks Nikkei 225 dibuka menguat sebesar 0,91%., sementara Kospi menguat 0,78%. Di sisi lain, terdapat sentimen positif juga dari indeks futures di Amerika Serikat dimana tercatat menguat bersamaan. Dow Jones, S&P 500, dan Nasdaq naik masing-masing sebesar 0,48%, 0,54% dan 0,73%.

     

    Isu Ekonomi dan Pasar

     

    Ketua DPR Amerika, Nancy Pelosi, mengatakan pada hari Minggu bahwa perbedaan tetap ada dengan pemerintahan Presiden Donald Trump pada paket bantuan virus corona yang luas, tetapi dia optimis undang-undang dapat didorong sebelum Hari Pemilihan Presiden.

     

    Pemerintah Tiongkok mengesahkan undang-undang pengendalian ekspor. Dengan UU, ekspor produk tertentu akan dibatasi untuk melindungi keamanan nasional. UU ini menjadi instrumen kebijakan terbaru untuk menghadapi ketegangan dengan Amerika Serikat (AS), khususnya di bidang teknologi. UU yang disahkan pada Sabtu (17/10) ini akan mulai berlaku pada 1 Desember 2020.

     

    Lembaga konsultan dan riset TMF Group menyebutkan, Indonesia menempati posisi pertama sebagai negara paling kompleks untuk berbisnis berdasarkan Indeks Kompleksitas Bisnis Global (GBCI) periode Juni 2020. Laporan lembaga ini juga mengungkapkan lanskap bisnis internasional lebih kompleks dari sebelumnya karen Covid-19. Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Yusuf Rendy Manilet mengatakan, UU Cipa Kerja hanya meng-capture beberapa permasalahan dalam kompleksitas bisnis di Indonesia seperti birokrasi yang berbelit, masalah perpajakan, dan juga tenaga kerja, sementara hal yang tidak dicapture dalam UU Cipta Kerja misalnya harga logistik yang mahal ataupun stabilitas politik dan social.

     

    Melalui tulisan ini, kami kembali menyerukan kepada seluruh mitra investasi SAM untuk selalu menjaga kesehatan, mengikuti semua protokol kesehatan, menjaga jarak sosial dan fisik, serta seoptimal mungkin untuk melakukan aktivitas dari rumah. Semoga kita berhasil.

     

    Best Regards,

    SAM Investment

    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—19-Oktober-2020.pdf