Samuel Aset Manajemen

Blog

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – Selasa 7 September 2021

    Kilas Pasar

     

    Indeks saham di Amerika Serikat ditutup bervariasi pada perdagangan hari Senin (6/9/2021) kemarin. Indeks Dow Jones tercatat melemah sebesar 0,21%. Di sisi lain, S&P 500 juga terdepresiasi sebesar 0,03%, sedangkan Nasdaq menguat 0,21%.

     

    Dari Eropa, indeks acuan tercatat mengalami kenaikan dengan Euro Stoxx terapresiasi sebesar 0,69% bersamaan dengan FTSE yang menguat 0.68%.

     

    Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS tercatat berada pada level Rp 14.222,5. Dari komoditas, perdagangan minyak tercatat menguat dengan minyak WTI dan Brent meningkat masing-masing sebesar 0.06% dan 0.26% diperdangkan pada level US$ 68,92 dan US$ 72,28 per barel.

     

    Indeks acuan Asia tercatat dibuka bervariasi pada perdagangan pagi hari ini dengan indeks NIKKEI menguat sebesar 1.06% sementara indeks KOSPI melemah sebesar 0.49%. Sementara itu, indeks futures Amerika Serikat pada pagi hari ini tercatat bergerak menguat dengan Dow Jones, S&P 500 dan Nasdaq mengalami peningkatan masing-masing sebesar 0,14%, 0,13% dan 0,26%.

     

    Isu Ekonomi dan Pasar

     

    Tingkat inflasi yang meningkat di zona euro bakal membayangi agenda pertemuan para gubernur Bank Sentral Eropa (European Central Bank/ECB) pada 9 September 2021. Pasar pun berharap memperoleh petunjuk dari pertemuan itu tentang kapan para pembuat kebijakan mungkin mulai mengurangi stimulus besar-besaran di masa pandemi Covid-19. Di saat pemulihan ekonomi di 19 negara dalam blok mata uang tunggal tersebut meningkat maka harga-harga konsumen ikut melonjak pada kecepatan luar biasa dalam satu decade terakhir, mencapai 3% pada Agustus – atau jauh di atas target baru 2% ECB. (Investor Daily)

     

    Badan Pemeriksa Ke uangan (BPK) menyatakan, pelaksanaan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) 2020 telah mengalokasikan biaya hingga Rp 841,49 triliun. Jumlah ini jauh di atas alokasi pemerintah yang sebesar Rp 699,5 triliun. Menurut BPK, perbedaan angka ini terjadi karena Kementerian Keuangan (Kemenkeu) belum melakukan identifikasi dan kodifikasi secara menyeluruh biaya-biaya terkait dengan program PEN. (Investor Daily)

     

    Melalui tulisan ini, kami kembali menyerukan kepada seluruh mitra investasi SAM untuk selalu menjaga kesehatan, mengikuti semua protokol kesehatan, menjaga jarak sosial dan fisik, serta seoptimal mungkin untuk melakukan aktivitas dari rumah. Semoga kita berhasil.

     

    Best Regards,

    SAM Investment

     

    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—7-September-2021.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – Senin 6 September 2021

    Kilas Pasar

     

    Indeks saham di Amerika Serikat ditutup mixed pada perdagangan hari Jumat (3/9/2021) lalu. Indeks Dow Jones tercatat melanjutkan pelemahan sebesar 0.21% sedangkan S&P 500 melemah 0.03% dan Nasdaq menguat 0.21%.

     

    Dari Eropa, indeks acuan tercatat bergerak melemah dengan Euro Stoxx terkoreksi sebesar 0.56% sedangkan FTSE turut melemah 0.36%. Dari dalam negeri, IHSG menguat sebesar 0.8% pada perdagangan hari Jumat (3/9/2021).

     

    Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS tercatat pada level Rp 14.262. Dari komoditas, perdagangan minyak tercatat melemah dengan Brent dan WTI terdepresiasi masing-masing sebesar 0.62% dan 0.81% diperdangkan pada level US$ 72.01 dan US$ 68.72 per barel.

     

    Indeks acuan Asia tercatat dibuka bergerak mixed pada perdagangan pagi hari ini dengan indeks NIKKEI menguat tajam sebesar 1.42% sedangkan indeks KOSPI melemah sebesar 0.27%. Sementara itu, indeks futures Amerika Serikat pada pagi hari ini tercatat bergerak mixed dengan Dow Jones terkoreksi 0.24% dan S&P 500 melemah sebesar 0.19% sedangkan Nasdaq meningkat tipis 0.01%

     

    Isu Ekonomi dan Pasar

     

    Ekonomi dua negara terbesar di dunia, China dan Jepang masih belum bisa segera pulih. Data kedua negara itu di Agustus 2021 masih terus menunjukkan pelemahan. Di Tiongkok, aktivitas di sektor jasa China alami kontraksi tajam pada Agustus 2021. Purchasing Manager Index (PMI) Caixin/Markit turun menjadi 46,7 pada Agustus dari 54,9 pada Juli. Sedangkan di Jepang, aktivitas sektor jasa pada bulan Agustus 2021 juga mengalami kontraksi. PMI Jibun Bank Japan Services bulan Agustus turun ke angka 42,9 padahal pada bulan Juli, PMI jasa sudah berada pada level 47,4. (Reuters)

     

    Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyebutkan, pandemi Covid-19 menghambat sektor logistik global. Karena itu, kegiatan ekspor impor menjadi ikut terpengaruh. Sebab, penjadwalan logistik yang terganggu memicu kelangkaan kontainer di sejumlah negara. “Akibat terganggunya jadwal pengapalan lalu lintas keluar masuk kapal pembawa kontainer, yang berdampak banyak kontainer yang tertumpuk di pelabuhan-pelabuhan besar internasional, ujung-ujungnya penyediaan kontainer menjadi berkurang,” ungkap Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Didi Sumedi kepada KONTAN, Jumat (3/9). Kondisi tersebut menjadi anomali di tengah pandemi Covid-19. Sebelumnya, pada masa awal pandemi virus korona baru juga sempat terjadi kelangkaan kontainer akibat penutupan akses di banyak negara. (Kontan)

     

    Melalui tulisan ini, kami kembali menyerukan kepada seluruh mitra investasi SAM untuk selalu menjaga kesehatan, mengikuti semua protokol kesehatan, menjaga jarak sosial dan fisik, serta seoptimal mungkin untuk melakukan aktivitas dari rumah. Semoga kita berhasil.

     

    Best Regards,

    SAM Investment

     

     

    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—6-September-2021.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – Jumat 3 September 2021

    Kilas Pasar

     

    Indeks saham di Amerika Serikat ditutup menguat pada perdagangan hari Kamis (2/9/2021) kemarin. Indeks Dow Jones tercatat menguat sebesar 0,37%. Di sisi lain, S&P 500 juga terapresiasi 0,28%, seiring dengan Nasdaq yang menguat 0,14%.

     

    Dari Eropa, indeks acuan tercatat mengalami kenaikan dengan Euro Stoxx terapresiasi sebesar 0,31% bersamaan dengan FTSE yang menguat 0.20%.

     

    Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS tercatat berada pada level Rp 14.272,5. Dari komoditas, perdagangan minyak tercatat melemah dengan minyak WTI dan Brent turun masing-masing sebesar 0.34% dan 0.01% diperdangkan pada level US$ 69,75 dan US$ 72,81 per barel.

     

    Indeks acuan Asia tercatat dibuka menguat pada perdagangan pagi hari ini dengan indeks NIKKEI menguat sebesar 0.40% sementara indeks KOSPI menguat sebesar 0.47%. Sementara itu, indeks futures Amerika Serikat pada pagi hari ini juga tercatat bergerak menguat dengan Dow Jones, S&P 500 dan Nasdaq mengalami peningkatan masing-masing sebesar 0,02%, 0,04% dan 0,05%.

     

    Isu Ekonomi dan Pasar

     

    Ketahanan ekonomi Australia setelah upaya Tiongkok untuk menghukumnya karena urusan diplomatik memiliki beberapa dampak positif. Mantan Perdana Menteri Malcolm Turnbull mengatakan bulan lalu bahwa kampanye Tiongkok untuk “membuat Australia lebih patuh” telah “sepenuhnya menjadi bumerang” bagi Tiongkok. Sementara Beijing telah meninggalkan sektor bijih besi yang menguntungkan bagi Australia sampai saat ini, mereka juga memfokuskan perseteruan ini pada produk-produk Australia yang akan membentuk tulang punggung perdagangan negara tersebut di masa depan, seperti lobster dan anggur, serta telah memperingatkan para siswa Tiongkok agar tidak menuntut ilmu di sana. (Bloomberg)

     

    Komisi XI DPR RI menyetujui pagu anggaran Kementerian Keuangan (Kemenkeu) pada 2022 sebesar Rp 44,01 triliun. Angka ini meningkat dari pagu awal yang diajukan sebesar Rp 43,02 triliun. Dari per hitungan yang dilakukan Kemenkeu, masih terdapat sejumlah penyesuaian sehingga harus ada tambahan anggaran untuk tahun anggaran 2022. (Investor Daily)

     

    Melalui tulisan ini, kami kembali menyerukan kepada seluruh mitra investasi SAM untuk selalu menjaga kesehatan, mengikuti semua protokol kesehatan, menjaga jarak sosial dan fisik, serta seoptimal mungkin untuk melakukan aktivitas dari rumah. Semoga kita berhasil.

     

    Best Regards,

    SAM Investment

     

    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—3-September-2021.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – Kamis 2 September 2021

    Kilas Pasar

     

    Indeks saham di Amerika Serikat ditutup bervariasi pada perdagangan hari Rabu (1/9/2021) kemarin. Indeks Dow Jones tercatat terdepresiasi sebesar 0,14%. Di sisi lain, S&P 500 terapresiasi 0,03%, seiring dengan Nasdaq yang menguat 0,33%.

     

    Dari Eropa, indeks acuan tercatat mengalami kenaikan dengan Euro Stoxx terapresiasi sebesar 0,48% bersamaan dengan FTSE yang menguat 0.42%. Dari dalam negeri, IHSG melemah sebesar 0,97% pada perdagangan hari Rabu (1/9/2021).

     

    Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS tercatat berada pada level Rp 14.282,5. Dari komoditas, perdagangan minyak tercatat melemah dengan minyak WTI dan Brent turun masing-masing sebesar 0.82% dan 0.31% diperdangkan pada level US$ 68,03 dan US$ 71,09 per barel.

     

    Indeks acuan Asia tercatat dibuka bervariasi pada perdagangan pagi hari ini dengan indeks NIKKEI menguat sebesar 0.08% sedangkan indeks KOSPI melemah sebesar 0.65%. Sementara itu, indeks futures Amerika Serikat pada pagi hari ini tercatat bergerak melemah dengan Dow Jones, S&P 500 dan Nasdaq mengalami penurunan masing-masing sebesar 0,17%, 0,09% dan 0,01%.

     

    Isu Ekonomi dan Pasar

     

    Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, perekonomian Indonesia pada Agustus 2021 mengalami inflasi 0,03%, terendah sepanjang tahun ini dengan mengabaikan periode Juni 2021 yang membukukan deflasi 0,16%. Sedangkan tingkat inflasi tahun kalender (Januari–Agustus) 2021 sebesar 0,84% dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Agustus 2021 terhadap Agustus 2020) sebesar 1,59%. Inflasi yang rendah ini mengindikasikan bahwa aktivitas ekonomi, khususnya konsumsi masyarakat, belum kuat di tengah masa pandemi Covid-19 yang diikuti dengan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mulai awal Juli silam. Indikasi ini diperkuat dengan data 90 kota Indeks Harga Konsumen (IHK) yang disurvei BPS, hanya 34 kota yang mengalami inflasi, sedangkan 56 kota lainnya mengalami deflasi. (Investor Daily)

     

    Undang-undang (UU) baru tentang keamanan data di Tiongkok resmi mulai berlaku pada Rabu (1/9). UU ini bertujuan memperketat pengawasan terhadap sektor teknologi raksasa negara itu. UU ini juga berusaha untuk memperketat ikatan pada raksasa perusahaan-perusahaan teknologi Tiongkok, dan apa yang mereka lakukan dengan informasi data dari ratusan juta penggunanya. (Investor Daily)

     

    Melalui tulisan ini, kami kembali menyerukan kepada seluruh mitra investasi SAM untuk selalu menjaga kesehatan, mengikuti semua protokol kesehatan, menjaga jarak sosial dan fisik, serta seoptimal mungkin untuk melakukan aktivitas dari rumah. Semoga kita berhasil.

     

    Best Regards,

    SAM Investment

     

    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—2-September-2021.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – Rabu 1 September 2021

    Kilas Pasar

     

    Indeks saham di Amerika Serikat ditutup melemah pada perdagangan hari Selasa (31/8/2021) lalu. Indeks Dow Jones tercatat melanjutkan pelemahan sebesar 0.11% sedangkan S&P 500 melemah 0.13% dan Nasdaq turut melemah tipis sebesar 0.04%.

     

    Dari Eropa, indeks acuan tercatat bergerak melemah dengan Euro Stoxx terkoreksi sebesar 0.38% sedangkan FTSE melemah 0.4%. Dari dalam negeri, IHSG menguat tipis sebesar 0.09% pada perdagangan hari Selasa (31/8/2021).

     

    Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS tercatat menguat pada level Rp 14.267. Dari komoditas, perdagangan minyak tercatat menguat. Minyak Brent dan WTI terapresiasi masing-masing sebesar 0.33% dan 0.36% diperdangkan pada level US$ 71.88 dan US$ 68.72 per barel.

     

    Indeks acuan Asia tercatat dibuka bergerak mixed pada perdagangan pagi hari ini dengan indeks NIKKEI menguat sebesar 0.79% sedangkan indeks KOSPI melemah sebesar 0.2%. Sementara itu, indeks futures Amerika Serikat pada pagi hari ini tercatat bergerak menguat dengan Dow Jones tumbuh 0.19% sedangkan S&P 500 mengalami kenaikan 0.17% dan Nasdaq menguat tipis 0.07%

     

    Isu Ekonomi dan Pasar

     

    Ekonomi India mengalami rebound pada kuartal April-Juni bahkan ketika gelombang kedua Covid-19 melanda negara itu, dengan pertumbuhan lebih dari 20 persen dibandingkan tahun sebelumnya didorong oleh lonjakan manufaktur dan belanja konsumen yang lebih tinggi. Ekspansi tersebut di bawah prediksi bank sentral sebesar 21,4 persen. Hasil ini, menurut beberapa analis, akan membuat Reserve Bank of India (RBI) lebih mungkin untuk mempertahankan sikap akomodatifnya hingga setidaknya akhir tahun. Dikutip dari CNBC International, produk domestik bruto tumbuh 20,1 persen pada April-Juni, kuartal pertama tahun fiskal India, dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, terutama didorong oleh manufaktur dan konstruksi, kementerian statistik mengatakan pada hari Selasa. (Bisnis)

     

    Asian Development Bank (ADB) menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini. Vice President Knowledge Management and Sustainable Development ADB Bambang Susantono mengatakan, proyeksi ADB, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2021 di kisaran 3,5% hingga 4%. lebih rendah dibanding dengan proyeksi ADB sebelumnya yang sebesar 4%. Proyeksi ADB ini juga lebih rendah dibanding proyeksi pemerintah yakni sebesar 3,7% sampai 4,5%. Padahal, pemerintah juga telah memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi akibat lonjakan penyebaran Covid-19 varian delta. Lonjakan kasus Covid-19 menjadi dasar penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sejak Juli 2021, dan menekan laju ekonomi. (Kontan)

     

    Melalui tulisan ini, kami kembali menyerukan kepada seluruh mitra investasi SAM untuk selalu menjaga kesehatan, mengikuti semua protokol kesehatan, menjaga jarak sosial dan fisik, serta seoptimal mungkin untuk melakukan aktivitas dari rumah. Semoga kita berhasil.

     

    Best Regards,

    SAM Investment

     

     

    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—1-September-2021.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – Selasa 31 Agustus 2021

    Kilas Pasar

     

    Indeks saham di Amerika Serikat ditutup mixed pada perdagangan hari Senin (30/8/2021) lalu. Indeks Dow Jones tercatat melemah sebesar 0.16% sedangkan S&P 500 dan Nasdaq kompak menguat dengan masing-masing mengalami kenaikan sebesar 0.43% dan 0.9% secara berturut-turut.

     

    Dari Eropa, indeks acuan tercatat bergerak menguat dengan Euro Stoxx tumbuh sebesar 0.07% sedangkan FTSE meningkat 0.32%. Dari dalam negeri, IHSG menguat sebesar 1.71% pada perdagangan hari Senin (30/8/2021).

     

    Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS tercatat menguat pada level Rp 14.370. Dari komoditas, perdagangan minyak tercatat melemah dengan minyak Brent dan WTI terkoreksi masing-masing sebesar 0.03% dan 0.17% diperdangkan pada level US$ 72.12 dan US$ 69.09 per barel.

     

    Indeks acuan Asia tercatat dibuka melemah pada perdagangan pagi hari ini dengan indeks NIKKEI melemah sebesar 0.46% diiringi oleh indeks KOSPI yang juga turut melemah sebesar 0.14%. Sementara itu, indeks futures Amerika Serikat pada pagi hari ini tercatat bergerak menguat dengan Dow Jones tumbuh 0.05% sedangkan S&P 500 mengalami kenaikan 0.04% dan Nasdaq menguat tipis 0.01%

     

    Isu Ekonomi dan Pasar

     

    Dewan Negara China menguraikan rencana baru di sektor pasar tenaga kerja yang menargetkan 55 juta pekerjaan perkotaan pada 2025. Selain itu, China juga membidik perbaikan hak bagi pekerja dan meningkatkan pelatihan tenaga kerja. Tingkat pengangguran akan dibatasi pada 5,5 persen, upah sebagai bagian dari produk domestik bruto akan ditingkatkan dan usia rata-rata pendidikan penduduk yang bekerja akan dinaikkan. Beijing telah berjanji untuk menjadikan pekerjaan sebagai prioritas utama dari kebijakan ekonominya, sebuah tujuan yang menjadi lebih penting baru-baru ini karena pihak berwenang membuat dorongan yang lebih besar untuk mengurangi ketidaksetaraan untuk mencapai kesejahteraan bersama. (Bisnis)

     

    Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menjanjikan dukungan bagi industri alat kesehatan (alkes). Hal itu melihat potensi dan kebutuhan industri alkes di Indonesia. Sejak dikeluarkannya Instruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2016 tentang Percepatan Pengembangan Industri Farmasi dan Alat Kesehatan, terjadi peningkatan izin edar alkes. “Jadi terjadi peningkatan jumlah izin edar yang diberikan untuk alkes produksi dalam negeri,” ujar Budi saat Expo Alkes 2021 secara virtual, Senin (30/8). Sebelumnya izin edar yang diberikan Kementerian Kesehatan sekitar 2.300 izin. Sedangkan saat ini izin edar yang diberikan telah mencapai lebih dari 9.400 izin. Potensi pasar yang besar membuat peluang industri alkes menjadi semakin menjanjikan. (Kontan)

     

    Melalui tulisan ini, kami kembali menyerukan kepada seluruh mitra investasi SAM untuk selalu menjaga kesehatan, mengikuti semua protokol kesehatan, menjaga jarak sosial dan fisik, serta seoptimal mungkin untuk melakukan aktivitas dari rumah. Semoga kita berhasil.

     

    Best Regards,

    SAM Investment

     

     

    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—31-Agustus-2021.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – Senin 30 Agustus 2021

    Kilas Pasar

     

    Indeks saham di Amerika Serikat ditutup menguat pada perdagangan hari Jumat (27/8/2021) lalu. Indeks Dow Jones tercatat terapresiasi sebesar 0,69% diikuti oleh S&P 500 yang turut terapresiasi 0,88%, sementara Nasdaq menguat 1,23%.

     

    Dari Eropa, indeks acuan tercatat juga mengalami kenaikan dengan Euro Stoxx terapresiasi sebesar 0,43% bersamaan dengan FTSE yang menguat 0.32%. Dari dalam negeri, IHSG melemah sebesar 0,28% pada perdagangan hari Jumat (27/8/2021).

     

    Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS tercatat berada pada level Rp 14.417,5. Dari komoditas, perdagangan minyak tercatat menguat dengan minyak WTI dan Brent naik masing-masing sebesar 0.54% dan 0.98% diperdangkan pada level US$ 69,11 dan US$ 72,33 per barel.

     

    Indeks acuan Asia tercatat dibuka menguat pada perdagangan pagi hari ini dengan indeks NIKKEI menguat sebesar 0.45% diiringi oleh indeks KOSPI yang juga turut menguat sebesar 0.38%. Sementara itu, indeks futures Amerika Serikat pada pagi hari ini tercatat bergerak menguat dengan Dow Jones tumbuh 0.03% selaras dengan S&P 500 dan Nasdaq yang menguat 0,03% dan 0,08%.

     

    Isu Ekonomi dan Pasar

     

    Bank Indonesia (BI) mencatat, aliran modal asing masuk (capital inflow) ke pasar keuangan Indonesia mencapai Rp 7,67 triliun pada pekan lalu atau periode 23-26 Agustus 2021, lebih besar dari pekan sebelumnya, 16-19 Agustus 2021, yang senilai Rp 3,49 triliun. Ini terjadi justru pada saat potensi The Fed untuk melakukan pengurangan likuiditas (tapering off) mulai November mendatang semakin menguat. Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono mengatakan, aliran modal asing ini meliputi investasi ke Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp 7,18 triliun dan saham sebesar Rp 0,49 triliun. Sementara itu, berdasarkan data setelmen sejak awal tahun hingga 19 Agustus 2021 (year to date) aliran modal asing yang masuk mencapai sebesar Rp 14,1 triliun. (Investor Daily)

     

    Tindakan keras China terhadap perusahaan teknologi mendorong investor global untuk mencari peluang lain di seluruh Asia, yang telah berdampak pada lonjakan rekor penawaran umum perdana di India dan Korea Selatan yang menunjukkan sedikit tanda perlambatan. Perusahaan teknologi dari kedua negara tersebut dan Asia Tenggara telah mengumpulkan $8 miliar dari penjualan saham perdana tahun ini, telah melampaui puncak tahunan sebelumnya. Valuasinya siap untuk menjadi lebih besar dengan listing yang direncanakan oleh perusahaan termasuk raksasa fintech India Paytm dan konglomerat internet Indonesia GoTo, yang keduanya dapat memecahkan rekor penggalangan dana lokal. (Bloomberg)

     

    Melalui tulisan ini, kami kembali menyerukan kepada seluruh mitra investasi SAM untuk selalu menjaga kesehatan, mengikuti semua protokol kesehatan, menjaga jarak sosial dan fisik, serta seoptimal mungkin untuk melakukan aktivitas dari rumah. Semoga kita berhasil.

     

    Best Regards,

    SAM Investment

     

    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—30-Agustus-2021.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – Kamis 27 Agustus 2021

    Kilas Pasar 

    Indeks saham di Amerika Serikat ditutup terkoreksi pada perdagangan hari Kamis (26/8/2021) lalu. Indeks Dow Jones tercatat melemah sebesar 0.54% diikuti oleh S&P 500 yang turut melemah 0.58% sedangkan Nasdaq terkoreksi 0.64%. 

    Dari Eropa, indeks acuan tercatat bergerak melemah dengan Euro Stoxx terkoreksi sebesar 0.32% sedangkan FTSE melemah 0.35%. Dari dalam negeri, IHSG melemah sebesar 0.9% pada perdagangan hari Kamis (26/8/2021). 

    Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS tercatat melemah pada level Rp 14.417. Dari komoditas, perdagangan minyak tercatat menguat dengan minyak Brent dan WTI naik masing-masing sebesar 0.59% dan 0.6% diperdangkan pada level US$ 71.49 dan US$ 67.82 per barel. 

    Indeks acuan Asia tercatat dibuka melemah pada perdagangan pagi hari ini dengan indeks NIKKEI melemah sebesar 0.38% diiringi oleh indeks KOSPI yang juga turut melemah tipis sebesar 0.02%. Sementara itu, indeks futures Amerika Serikat pada pagi hari ini tercatat bergerak menguat dengan Dow Jones tumbuh 0.08% sedangkan S&P 500 mengalami kenaikan 0.09% dan Nasdaq menguat 0.14% 

    Isu Ekonomi dan Pasar 

    Arab Saudi pada bulan Mei mengizinkan warganya untuk bepergian ke luar negeri tanpa harus memiliki izin resmi setelah larangan selama lebih dari setahun, tetapi masih mempertahankan ‘daftar merah’ negara bagian yang tidak dapat mereka kunjungi. Alhasil, kebijakan ini membuat banyak masyarakat Arab Saudi yang memilih untuk berwisata di kota atau ?staycation?. Konsumsi pribadi tumbuh sebesar 1,3 persen pada kuartal pertama dibandingkan periode yang sama pada 2020, jauh di atas angka per kuartal sebelum pandemi dan penurunan pengeluaran luar negeri diperkirakan akan membuat angka tersebut tetap berada di posisi kuat. Nilai transaksi point-of-sale di negara Teluk Arab, salah satu indikator belanja konsumen, melonjak 71,7 persen dalam basis tahun-ke-tahun di bulan Mei, bulan yang populer untuk liburan, menjadi 40,27 miliar riya. (Bisnis) 

    Keputusan pemerintah dan Bank Indonesia (BI) untuk melanjutkan skema burden sharing dikhawatirkan akan berdampak pada kenaikan inflasi. Meski begitu, ekonom melihat kenaikan inflasi akibat burden sharing tidak akan signifikan. Ekonom Bank Mandiri Faisal Rachman melihat, skema pembagian beban ini memungkinkan meningkatkan inflasi. Namun, inflasi tidak akan meningkat signifikan dan masih akan berada dalam kisaran sasaran BI yang sebesar 2% – 4%. (Kontan) 

    Melalui tulisan ini, kami kembali menyerukan kepada seluruh mitra investasi SAM untuk selalu menjaga kesehatan, mengikuti semua protokol kesehatan, menjaga jarak sosial dan fisik, serta seoptimal mungkin untuk melakukan aktivitas dari rumah. Semoga kita berhasil. 

    Best Regards, 

    SAM Investment

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – Kamis 26 Agustus 2021

    Kilas Pasar

     

    Indeks saham di Amerika Serikat melanjutkan relinya pada hari perdagangan Rabu (25/8/2021) lalu. Indeks Dow Jones tercatat mengalami kenaikan sebesar 0.11% bersamaan dengan S&P 500 yang juga menguat sebesar 0.22% sedangkan NASDAQ terapresiasi sebesar 0.15%.

     

    Dari Eropa, indeks acuan tercatat bergerak menguat dengan Euro Stoxx meningkat tipis sebesar 0.01% sedangkan FTSE menguat 0.34%. Dari dalam negeri, IHSG ditutup menguat sebesar 0.39% pada perdagangan hari Rabu (25/8/2021).

     

    Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS tercatat pada level Rp 14.397. Dari komoditas, perdagangan minyak tercatat mixed dengan minyak Brent meningkat 0.16% diperdagangkan pada level US$ 71.02 per barel sedangkan minyak WTI terkoreksi 0.5% diperdagangkan pada level US$ 68.02 per barel.

     

    Indeks acuan Asia tercatat dibuka menguat pada perdagangan pagi hari ini dengan indeks NIKKEI menguat 0.21% seiring dengan indeks KOSPI yang juga turut menguat sebesar 0.21%. Sementara itu, indeks futures Amerika Serikat pada pagi hari ini tercatat bergerak mixed dengan Dow Jones menguat 0.01% sedangkan S&P 500 & Nasdaq masing-masing terkoreksi sebesar 0.06% dan 0.06%.

     

    Isu Ekonomi dan Pasar

     

    Jepang yang telah mengumumlan komitmen netral karbon pada 2050 tengah menghadapi masalah terbengkalainya pusat pengisian daya kendaraan listrik. Setelah menawarkan subsidi sebesar 100 miliar yen (US$911 juta) pada tahun fiskal 2012 untuk membangun stasiun pengisian dan memacu adopsi kendaraan listrik, tiang pengisian menjamur. Kini, dengan penetrasi mobil listrik yang hanya sekitar 1 persen, Jepang memiliki ratusan tiang pengisi daya yang sudah tua dan tidak digunakan. Tiang pengisian daya itu rata-rata telah berumur delapan tahun.Jumlah stasiun pengisian daya mobil listrik di Jepang turun menjadi sekitar 29.200 dalam 12 bulan yang berakhir Maret, menyusut dari lebih dari 30.300 tahun sebelumnya, menurut Zenrin Co. (Bisnis)

     

    Bank Indonesia (BI) melihat normalisasi kebijakan moneter The Federal Reserve berpotensi menahan masuknya arus modal asing ke dalam negeri. Untuk itu, BI berencana untuk melakukan stress test untuk mengantisipasi efek normalisasi kebijakan moneter (tapering off) bank sentral Amerika Serikat (AS). Seperti diketahui, membaiknya kondisi perekonomian AS membuat The Fed melemparkan sinyal untuk melakukan pengurangan stimulus moneter, yang memberi kekhawatiran hengkangnya arus modal asing dari negara berkembang, termasuk Indonesia. Selain risiko tapering off tersebut, stress test yang akan dilakukan oleh bank sentral juga untuk mengantisipasi peningkatan varian Delta Covid-19 yang bisa memicu penurunan kepercayaan para investor. (Kontan)

     

    Melalui tulisan ini, kami kembali menyerukan kepada seluruh mitra investasi SAM untuk selalu menjaga kesehatan, mengikuti semua protokol kesehatan, menjaga jarak sosial dan fisik, serta seoptimal mungkin untuk melakukan aktivitas dari rumah. Semoga kita berhasil.

     

    Best Regards,

    SAM Investment

     

     

    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—26-Agustus-2021.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – Rabu 25 Agustus 2021

    Kilas Pasar

     

    Indeks saham di Amerika Serikat melanjutkan relinya pada hari perdagangan Selasa (24/8/2021) lalu. Indeks Dow Jones tercatat mengalami kenaikan sebesar 0.09% bersamaan dengan S&P 500 yang juga menguat sebesar 0.15% sedangkan NASDAQ terapresiasi sebesar 0.52%.

     

    Dari Eropa, indeks acuan tercatat bergerak mixed dengan Euro Stoxx terkoreksi tipis sebesar 0.02% sedangkan FTSE menguat 0.24%. Dari dalam negeri, IHSG ditutup melemah sebesar 0.33% pada perdagangan hari Selasa (24/8/2021).

     

    Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS tercatat menguat pada level Rp 14.392. Dari komoditas, minyak Brent dan WTI tercatat melemah dengan masing-masing terkoreksi sebesar 0.17% dan 0.09%, diperdagangkan pada level US$ 70.32 dan US$ 67.48 per barel.

     

    Indeks acuan Asia tercatat dibuka menguat pada perdagangan pagi hari ini dengan indeks NIKKEI menguat 0.36% seiring dengan indeks KOSPI yang juga turut menguat sebesar 0.44%. Sementara itu, indeks futures Amerika Serikat pada pagi hari ini tercatat bergerak menguat dengan Dow Jones menguat 0.06%, S&P 500 menguat 0.02% dan Nasdaq tumbuh 0.04%.

     

    Isu Ekonomi dan Pasar

     

    Penjualan rumah baru AS naik pada bulan Juli untuk pertama kalinya dalam empat bulan, sebagian didorong oleh adanya tambahan persediaan dan menunjukkan adanya permintaan dasar yang masih kuat.

    Pembelian rumah keluarga tunggal baru meningkat 1% sebesar 708.000 dari bulan Juni yang sebesar 701.000 , jauh di atas median estimasi dari hasil survey terhadap ekonom di Bloomberg. Laporan tersebut menunjukkan tren pembelian stabil setelah jatuh ke level terendah sejak April 2020. Bunga pinjaman yang rendah menyebabkan adanya peningkatan pembelian pada tahun lalu dan membuat para developer berjuang untuk mengimbangi jumlah permintaan. (Bloomberg)

     

    Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan bahwa belanja pemerintah menjadi salah satu motor pertumbuhan ekonomi. Airlangga mencatat belanja pemerintah yang sumbernya dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional tumbuh 8,06 persen pada kuartal II/2021 dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Menko Airlangga menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi akan sangat tergantung kepada pengendalian pandemi secara disiplin, dukungan perbaikan sistem ketahanan kesehatan. Selain itu juga bergantung pada respon kebijakan ekonomi yang tepat untuk memastikan proses pemulihan yang lebih kuat dan penciptaan lapangan kerja secara signifikan dan kesiapan bertransformasi (teknologi digital) ke masa depan. (Bisnis)

     

    Melalui tulisan ini, kami kembali menyerukan kepada seluruh mitra investasi SAM untuk selalu menjaga kesehatan, mengikuti semua protokol kesehatan, menjaga jarak sosial dan fisik, serta seoptimal mungkin untuk melakukan aktivitas dari rumah. Semoga kita berhasil.

     

    Best Regards,

    SAM Investment

     

     

    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—25-Agustus-2021.pdf