Samuel Aset Manajemen

Blog

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Rabu 28 Desember 2016

    ·         Ada potensi indeks di bursa Asia akan naik pada hari ini, terlihat dari indeks futuresnya yang positif, ditambah dengan sentiment positif naiknya harga minyak mentah. Naiknya harga minyak mentah ini juga bisa menguatkan rupiah tetapi terbatas di kisaran antara Rp.13.430 s.d Rp.13.450 per USD.

     

    ·         Survei harian Kontan terhadap 28 CEO melihat ekonomi 2017, menunjukkan optimisme CEO terhadap daya beli masyarakat, dan kondisi makro ekonomi dan belanja pemerintah. CEO melihat netral untuk kondisi global dan politik nasional. Secara umum para CEO melihat ada perbaikan ekonomi di tahun 2017 dengan sektor pendukung ritel, konsumsi, telekomunikasi, pariwisata, properti dan konstruksi.

     

    ·         Data ekonomi AS semakin solid terlihat dari keyakinan konsumen yang tertinggi sejak Agustus 2001, diikuti dengan naiknya harga rumah, indeks manufaktur yang diumumkan oleh Fed Richmond sebagai tertinggi dalam 5 bulan terakhir, dan dari Fed Dallas tertinggi dalam 5 tahun terakhir. Indeks di pasar AS naik, imbal hasil naik, dan USDolar menguat.

     

     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Rabu-28-Desember-2016.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Selasa 27 Desember 2016

    ·         Indeks futures bursa Asia sebagian besar tercatat negatif, indikasi koreksi berlanjut walaupun ada potensi pembalikan dengan naiknya harga minyak mentah. Naiknya harga minyak mentah ini juga bisa menguatkan rupiah tetapi minggu terakhir di tahun 2016 ini pasar relatif sepi akan membuat pergerakan rupiah terbatas di kisaran antara Rp.13.430 s.d Rp.13.450 per USD.

     

    ·         Pertumbuhan kredit tahun 2017 diperkirakan mencapai tertingginya 12% karena LFR perbankan hampir mencapai level tertingginya 92%. Perlambatan ekonomi membuat permintaan kredit melambat. Namun perkiraan tersebut masih lebih baik dibandingkan dengan pertumbuhan kredit 2016 yang di kisaran antara 7%-8%.

     

    ·         Presiden China secara terbuka memberikan pernyataan kemungkinan ekonomi China 2016 akan dibawah target pemerintah 6,5%. Pernyataan ini membuat harga komoditas turun dan mata uang terkait komoditas melemah. Sedangkan data ekonomi AS semakin solid membuat imbal hasil TB 10 tahun turun.

     

     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Selasa-27-Desember-2016.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Jumat 23 Desember 2016

    ·         Kemungkinan koreksi indeks di bursa Asia hari ini berlanjut terlihat dari indeks futuresnya yang sebagian besar turun, ditambah dengan sentimen harga minyak mentah yang turun. Sentimen ini juga bisa membuat rupiah melemah menuju kisaran antara Rp.13.470 s.d Rp.13.480 per USD, kecuali dengan penjagaan BI bisa dibawah kembali ke Rp.13.440 per USD.

     

    ·         Ekspor mineral mentah akhirnya disepakati dibuka kecuali untuk nickel ore dan bauksit. Relaksasi ini merupakan bagian dari dua poin kesepakatan dari pertemuan sejumlah menteri kemarin. Namun perusahaan wajib membangun smelter dalam 5 (lima) tahun ke depan. Kewajiban membangun smelter ini dikawatirkan membuat industri kolaps dan menurunnya penerimaan negara bukan pajak.

     

    ·         Ekonomi AS untuk Q3-2016 direvisi naik menjadi 3,5% qtq atau 1,7% yoy, dari revisi sebelumnya 3,2% qtq atau 1,6% yoy. Sumber pertumbuhan berasal dari konsumsi Rumah Tangga, investasi, pengeluaran pemerintah, dan ekspor khususnya kedelai yang signifikan. Ekonomi AS menunjukkan penguatan dan akan berlanjut di Q4-2016 didukung dengan adanya faktor musiman.

     

     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Jumat-23-Desember-2016.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Kamis 22 Desember 2016

    ·         Ada potensi koreksi indeks di bursa Asia hari ini terlihat dari indeks futuresnya yang sebagian besar turun, ditambah sentimen turunnya harga minyak mentah. Untuk rupiah kemungkinan ada potensi menguat terbatas terbantu dengan perbaikan outlook dari badan peringkat Fitch menuju kisaran antara Rp.13.440 s.d Rp.13.450 per USD.

     

    ·         BI siapkan ketersediaan uang untuk antisipasi naiknya permintaan uang untuk kebutuhan perayaan Natal dan akhir tahun 2016 sebesar Rp.88 triliun s.d Rp.94 triliun, naik 3%-10% dibandingkan tahun 2015. Kenaikan ini selain karena hari libur yang lebih banyak dibandingkan akhir tahun 2015 lalu, juga untuk persiapan pemilihan kepala daerah yang akan serentak pada Februari 2017.

     

    ·         Investor global – Mizuho, BNP Paribas, dan HSBC memilih India dan Indonesia sebagai salah satu tujuan investasi dari pasar EMs di Asia karena dianggap mempunyai ekonomi domestik yang kuat sehingga bisa mengurangi ketergantungan pada ekonomi global. Investor menghindari Korea Selatan. Fitch memperbaiki outlook utang luar negeri Indonesia dari stabil ke positif.

     

     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Kamis-22-Desember-2016.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Rabu 21 Januari 2016

    Sebagian besar indeks futures bursa Asia tercatat ‘hijau’ indikasi kenaikan indeks di bursa Asia hari ini, didukung dengan sentimen harga minyak mentah yang naik. Untuk rupiah kemungkinan ada potensi menguat kembali dengan sentimen naiknya harga minyak mentah, kembali ke kisaran antara Rp.13.370 s.d Rp.13.390 per USD.

     

    Pemerintah akan tarik PPN di setiap rantai di industri rokok dalam dua tahun ke depan. Saat ini pemerintah hanya menerapkan PPN pada produsen (hulu) sebesar 8,7%. Dalam dua tahun ke depan, pemerintah akan menarik PPN di tingkat konsumen sebesar 10%. Pemerintah sedang menyiapkan reformasi perpajakan, dan diantaranya akan mengajukan RUU untuk PPN di tahun 2017.

     

    The American Petroleum Institute mengumumkan inventori minyak mentah nasional AS turun 4,5 juta barel pada minggu lalu membuat harga minyak mentah untuk pengiriman Februari 2017 naik. Walaupun ada penurunan suplai produsen minyak mentah tetapi harga minyak mentah masih belum stabil naik menuju target US$60 pbrl pada akhir tahun 2016.

     

     

    Regards,

     

    Lana Soelistianingsih

    Chief Economist and Head of Research

     

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

     

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Rabu-21-Desember-2016.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Selasa 20 Desember 2016

     

    Sebagian besar indeks futures bursa Asia tercatat ‘merah’ sebagai indikasi ada potensi koreksi indeks di bursa Asia hari ini, ditambah dengan sentimen harga minyak mentah yang bervariasi. Sedangkan rupiah berpotensi menguat dengan penjagaan BI bergerak terbatas dikisaran antara Rp.13.370 s.d Rp.13.380 per USD.

     

    Utang luar negeri Indonesia (ULNI) per Oktober 2016 tercatat seebsar US$323,2 miliar. ULNI ini tumbuh 6,7% yoy – melambat dibandingkan posisi September yang tumbuh 7,8% yoy. Perlambatan ini karena pembayaran baik untuk ULN Pemerintah dan Swasta. Rasio ULNI terhadap PDB per triwulan ke-3 mencapai 35,7% – melebihi batas aman 33%.

     

    Mata uang Malaysia ringgit melemah mencapai level terendahnya sejak krisis Asia 1998. Kendati Menteri Keuangan Kedua nya mengatakan pelemahan ini temporer dan Bank Sentral Malaysia menyediakan fasilitas onshore hedging yang fleksibel tetapi tidak membuat tekanan berkurang. Dikawatirkan sentimen pelemahan ringgit ini berefek pada rupiah.

     

     

    Regards,

     

    Lana Soelistianingsih

    Chief Economist and Head of Research

     

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

     

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Selasa-20-Desember-2016.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Senin 19 Desember 2016

    Indeks futures bursa Asia tercatat bervariasi, indikasi indeks di bursa Asia cenderung bergerak mixed hari ini. Sedangkan rupiah berpotensi menguat dengan penjagaan BI  bergerak dikisaran antara Rp.13.360 s.d Rp.13.380 per USD.

     

    Pertumbuhan kredit per Oktober 2016 naik menjadi 7,4% yoy dari 6,4% yoy pada September, walaupun secara bulanan hanya naik 0,06% mom. Di sisi simpanan, tercatat pertumbuhan sebesar 5,9% yoy naik dari 4,0% yoy. Ada kenaikan simpanan dalam bentuk giro yang mestinya menjadi indikasi membaiknya kegiatan usaha tetapi kredit modal kerja masih tercatat turun 0,36% mom. Kemungkinan pertumbuhan kredit akan mencapai 7%-7,5% pada akhir tahun 2016.

     

    Pemerintah perkirakan penerimaan perpajakan akan short-fall sebesar Rp.252,44 triliun, naik dari perkiraan sebelumnya Rp.219 triliun. Hingga akhir tahun 2016, realisasi penerimaan perpajakan diperkirakan mencapai 84% dari pagu seebsar Rp.1.539,2 triliun, sedikit lebih baik dari realisasi 2015 sebesar 83% dari target.

     

     

    Regards,

     

    Lana Soelistianingsih

    Chief Economist and Head of Research

     

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

     

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Senin-19-Desember-2016.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Jumat 16 Desember 2016

    Indeks futures bursa Asia terlihat bervariasi, indikasi bursa Asia akan bergerak mixed pada hari ini tetapi dengan kecenderungan naik karena sentimen naiknya harga minyak mentah. Kenaikan harga minyak ini mestinya juga membantu menguatkan rupiah menuju kisaran antara Rp.13.350 s.d Rp.13.360 per USD.

     

    Neraca perdagangan bulan November 2016 tercatat surplus sebesar US$837 juta. Kenaikan di sisi ekspor karena naiknya harga sedangkan volume turun. Sementara kenaikan impor karena naiknya harga dan volume – sebagai indikasi membaiknya kegiatan usaha di dalam negeri telrihat dari naiknya impor bahan baku/penolong.

     

    Kenaikan FFR indikasi the Fed akan melakukan penjualan asetnya (obligasi). Gap imbal hasil antara tenor 5 tahun dengan 30 tahun menurun 20 bps selama 3 hari terakhir ini. Penjualan obligasi semakin menguat pasca terpilihnya Donald Trump sebagai presiden AS karena ekspektasi inflasi yang meningkat dengan kebijakan fiskal yang ekspansi.

     

     

     

    Regards,

     

    Lana Soelistianingsih

    Director

    Chief Economist and Head of Research

     

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

     

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Jumat-16-Desember-2016.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Kamis 15 Desember 2016

    Sebagian besar indeks futures bursa Asia tercatat turun, indikasi potensi koreksi di bursa Asia hari ini, ditambah dengan sentimen turunnya harga minyak mentah. Kemungkinan rupiah kembali melemah di kisaran antara Rp.13.330 s.d Rp.13.360 per USD karena sentimen negatif turunnya harga minyak mentah.

     

    Gugatan UU No.11/2016 tentang Pengampunan Pajak ditolak MK. Penolakan ini diharapkan dapat meningkatkan partisipasi WP dalam program TA. Program ini dimulai pada 1 Juli 2016, telah menghimpun aset senilai Rp.4.005 triliun (diatas target pemerintah Rp.4.000 triliun) dan nilai tebusan Rp.100,2 triliun (dibawah target Rp.165 triliun) dengan partisipasi 301.833 WP.

     

    The Fed putuskan naikkan FFR 25 bps pada pertemuan 13-14 Desember kemarin menjadi 0,5%-0,75% dengan mempertimbangkan pasar tenaga kerja yang semakin solid walaupun ekonomi tumbuh moderat. The Fed sinyalkan masih akan ada kenaikan sebesar 50 bps pada tahun 2017. Pertemuan the Fed berikutnya pada 31 Januari dan 1 Februari 2017.

     

     

    Regards,

     

    Lana Soelistianingsih

    Chief Economist and Head of Research

     

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

     

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Kamis-15-Desember-2016.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Rabu 14 Desember 2016

    Indeks futures bursa Asia kompak ‘hijau’, indikasi kuat bursa Asia akan naik pada hari ini ditambah sentimen positif dari kemungkinan besar naiknya suku bunga the Fed pada pertemuan 13-14 Desember ini. Kemungkinan rupiah diperdagangkan di kisaran antara Rp.13.340 s.d Rp.13.360 per USD.

     

    Realisasi belanja modal hingga November 2016 tercatat 53,34% dari pagu, dan secara total belanja K/L tercatat sebesar 68,4% dari pagu. Dengan waktu tersisa tinggal satu bulan lagi, tampaknya realisasi maksimal akan tercapai 84% dari pagu. Akibatnya dorongan belanja pemerintah pusat ini tidak maksimal mendorong pertumbuhan ekonomi.

     

    Indeks Dow terus naik, mencetak rekor tertingginya dan mendekati level 20.000. Investor merespon positif kebijakan fiskal ekspansi yang akan dilakukan oleh Presiden terpilih Donald Trump. Dari awal tahun, indeks Dow telah memberikan return 14,3% ytd. Return tertinggi yang pernah ada sebesar 18,6% ytd pada saat Presiden Gerald Ford  menjadi presiden pada tahun 1974.

     

     

    Regards,

     

    Lana Soelistianingsih

    Chief Economist and Head of Research

     

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

     

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Rabu-14-Desember-2016.pdf