Samuel Aset Manajemen

Blog

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Senin 28 November 2016

    ·         Hampir semua indeks futures bursa Asia tercatat ‘hijau’, indikasi potensi kenaikan di bursa Asia hari ini.Untuk rupiah tekana pelemahan masih cukup kuat.  Nilai tukar rupiah mendekati level psikologis yang bisa berlanjut ke atas jika melewati Rp.13.580 per USD.

     

    ·         Pemerintah rencanakan penerbitan obligasi di semester 1-2017 mencapai Rp.359,1 triliun atau 60,15% dari penerbitan (gross) sebesar Rp.597 triliun. Dari nilai tersebut 44,6% dalam bentuk rupiah dan 15,4% dalam bentuk valas. Penerbitan obligasi pemerintah tahun 2017 ini berpotensi terjadi perebutan dana global karena ada potensi defisit anggaran AS akan melebar dan ditutup dengan utang.

     

    ·         Investor menunggu hasil pertemuan OPEC 28-20 November mendatang. Namun Arab Saudi mulai melunak untuk menurunkan besaran produksi OPEC yang semula diusulkan turun 1 juta barel per hari karena meyakini harga akan stabil pada 2017 antisipasi konsumsi rumah tangga AS akan meningkat. Harga minyak dibuka turun pagi ini.

     

     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Senin-28-November-2016.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Jumat 25 November 2016

    Sebagian besar indeks futures di bursa Asia tercatat hijau, indikasi potensi indeks di bursa Asia naik hari ini tetapi harga minyak mentah yang turun bisa membuat arah yang sebaliknya. Turunnya harga minyak ini juga bisa membuat rupiah melemah menembus Rp.14.00 per USD tetapi kemungkinan BI masih akan menjaga rupiah di kisaran antara Rp.13.460 s.d Rp.13.480 per USD.

     

    Isu ‘rush money’ yang muncul dimasyarakat akhir-akhir ini tetapi tidak terlihat di likuiditas perbankan yang relatif stabil dan terjaga, diindikasikan dengan suku bunga O/N di PUAB yang stabil bahkan turun pada perdagangan kemarin.

     

    Dana asing keluar dari emerging markets (EMs) masih terjadi. Kemarin India mengalami tekanan outflow yang cukup besar. Dana asing keluar selama November tercatat sebesar US$3,3 miliar. Dari Indonesia juga tercatat dana asing keluar dari pasar saham dan obligasi sebesar US$2,07 miliar.

     

     

    Regards,

     

    Lana Soelistianingsih

    Director

    Chief Economist and Head of Research

     

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

     

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Jumat-25-November-2016.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Kamis 24 November 2016

    Sebagian besar indeks futures di bursa Asia tercatat hijau, indikasi potensi indeks di bursa Asia naik hari ini tetapi harga minyak mentah yang turun bisa membuat arah yang sebaliknya. Turunnya harga minyak ini juga bisa membuat rupiah melemah menembus Rp.14.00 per USD tetapi kemungkinan BI masih akan menjaga rupiah di kisaran antara Rp.13.460 s.d Rp.13.480 per USD.

     

    Kementrian ESDM instruksikan SKK Migas untuk sesuaikan harga gas di tingkat hulu untuk merealisasikan harga gas di tingkat konsumen akhir maksimum US$6 per MMBtu pada 1 Januari 2017. Ada 3 industri yang dipastikan mendapat harga gas murah yaitu petrokimia, pupuk dan baja. Simulai mencatat harga gas di tingkat hulu bisa mencapai US$3,8 per MMBtu tetapi pemerintah akan kehilangan penerimaan negara sebesar US$1,26 miliar.

     

    Notulensi pertemuan the Fed pada 1-2 November menguatkan kemungkinan the Fed naikkan suku bunga FFR pada pertemuan 13-14 Desember mendatang dengan indikasi menguatnya data-data ekonomi AS. Kenaikan akan dilakukan secara bertahap, karena akan ada tekanan pada suku bunga kredit.

     

     

    Regards,

     

    Lana Soelistianingsih

    Chief Economist and Head of Research

     

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

     

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Kamis-24-November-2016.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Rabu 23 November 2016

    Ada potensi kenaikan di indeks bursa Asia hari ini terindikasi dari indeks futuresnya yang sebagian besar ‘hijau’ (positif), didukung dengan sentimen positif dari naiknya harga minyak mentah. Kenaikan harga minyak mentah ini mestinya juga membantu penguatan rupiah menuju kisaran antara Rp.13.400 s.d Rp.13.420 per USD walaupun masih tetap mengandalkan penjagaan BI.

     

    BI proyeksikan ekonomi Indonesia 2017 akan tumbuh 5%-5,4%, inflasi tetap di kisaran 4%±1%, pertumbuhan DPK 9%-11%, pertumbuhan kredit perbankan 10%-12%, dan defisit transaksi berjalan dibawah 3% dari PDB. Sementara Presiden RI Joko Widodo menyampaikan optimismenya terhadap ekonomi 2017 didukung dengan konsistensi kebijakan pemerintah membangun infrastruktur.

     

    Investor merespon positif potensi naiknya suku bunga the Fed pada pertemuan Desember mendatang. Naiknya suku bunga the Fed akan membuat imbal hasil obligasi turun, dan kemungkinan subsitusi ke aset lainnya termasuk saham, komoditas, dan currencies.

     

     

    Regards,

     

    Lana Soelistianingsih

    Chief Economist and Head of Research

     

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

     

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Rabu-23-November-2016.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Selasa 22 November 2016

    Sebagian besar indeks futures bursa Asia tercatat merah, indikasi potensi koreksi tetapi terbatas karena naiknya harga minyak mentah. Sentimen ini mestinya juga akan membantu penguatan rupiah tetapi sentimen global masih cenderung menguatkan USDolar. Kemungkinan rupiah bisa menuju kisaran antara Rp.13.400 s.d Rp.13.420 per USD dengan tetap mengandalkan penjagaan BI.

     

    Utang luar negeri Indonesia per September tercatat sebesar US$325,3 miliar atau 35,7% dari PDB, melebih batas aman 33% dari PDB. Kenaikan terutama karena utang luar negeri pemerintah (ULNP) sedangkan utang luar negeri swasta non bank justru turun. Posisi ULNP diperkirakan masih akan naik untuk menutup defisit APBN.

     

    Iran dan Iraq sinyalkan akan setujui pemangkasan produksi pada pertemuan OPEC di Vienna pada 30 November 2016 mendatang. Jika OPEC setuju, Rusia melalui perjanjian bilateral dengan Arab Saudi setujui untuk melakukan pembatasan produksi. Potensi ini membuat harga minyak mentah naik dalam dua hari terakhir. Naiknya harga minyak akan membuat potensi inflasi global.

     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    PT Samuel Aset Manajemen

    Telp: 021 28548828

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Selasa-22-November-2016.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Senin 21 November 2016

    Ada potensi koreksi pada indeks di bursa Asia hari ini dengan memfaktorkan naiknya suku bunga the Fed. Sentimen ini juga akan membuat rupiah cenderung melemah, tetapi untuk hari ini kemungkinan rupiah dapat dijaga BI di kisaran antara Rp.13.400 s.d Rp.13.430 per USD.

     

    Data OJK mencatat kredit yang tidak dicairkan per September 2016 menjadi Rp.1.277,52 triliun atau naik 4,75% mom. Dari total kredit nilai tersebut sebesar  30,33%. Naiknya kredit yang tidak dicarikan ini indikasi dari permintaan yang masih lemah. Di sisi penawaran kredit, NPL bank yang masih tinggi. Kedua faktor ini membuat kredit perbankan juga masih seret.

     

    Pertemuan APEC di Lima, Peru kembali menekankan kerjasama perdagangan bebas di kawasan Asia Pasifik perlu ditingkatkan. Penekanan ini disampaikan oleh Presiden Rusia dan Presiden China yang kemungkinan dimaksudkan untuk merespon rencana kebijakan perdagangan yang cenderung proteksi oleh Presiden terpilih AS Donald Trump.

     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    PT Samuel Aset Manajemen

    Telp: 021 28548828

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Senin-21-November-2016.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Jumat 18 November 2016

    Indeks futures bursa Asia tercatat mixed dengan kecenderungan terkoreksi memfaktorkan naiknya FFR dalam waktu dekat. Kemungkinan rupiah juga akan melemah menuju kisaran antara Rp.13.380 s.d Rp.13.430 per USD, kecuali dengan penjagaan BI kemungkinan rupiah melemah terbatas.

     

    BI putuskan suku bunga 7DRR tetap 4,75% dan suku bunga deposit facility tetap 4%, dan lending facility tetap 5,5% dengan pertimbangkan kondisi eksternal (global) pasca pemilihan umum (Pemilu AS) dan kemungkinan the Fed naikkan suku bunganya pada pertemuan 13-14 Desember mendatang. Kemungkinan 7DRR akan bertahan 4,75% hingga akhir tahun 2016.

     

    Beberapa data ekonomi AS pada bulan Oktober membaik termasuk inflasi yang naik menjadi 1,6% yoy. Gubernur the Fed Yellen beri pernyataan kenaikan FFR dalam waktu dekat secara bertahap. Naiknya suku bunga the Fed dan implikasi kebijakan fiskal Donald Trump akan membuat ekonomi AS kontraksi.

     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    PT Samuel Aset Manajemen

    Telp: 021 28548828

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Jumat-18-November-2016.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Kamis 17 November 2016

    Perdagangan di bursa Asia hari ini berpotensi terkoreksi terlihat dari sebagian besar indeks futuresnya negatif, ditambah dengan turunnya harga minyak mentah. Rupiah juga berpotensi melemah menuju kisaran antara Rp.13.370 s.d Rp.13.390 per USD.

     

    BI diperkirakan putuskan 7DRR tetap di 4,75% pada RDG hari ini dengan mempertimbangkan faktor eksternal yang lebih kuat  yaitu ketidakpastian pasca terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden terpilih AS, dan naiknya suku bunga the Fed, dibandingkan faktor domestik seperti inflasi yang rendah, defisit transaksi berjalan yang aman, dan kebutuhan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

     

    Indeks Dow terkoreksi semalam 0,3%. Investor mulai faktorkan the Fed akan naikkan suku bunga pada pertemuan 13-14 Desember mendatang. Investor perkirakan efek inflasi dari ekspansi fiskal Presiden Terpilih Donald Trump akan membuat the Fed lebih agresif naikkan suku bunganya.

     

     

    Regards,

     

    Lana Soelistianingsih

    Director

    Chief Economist and Head of Research

     

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

     

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Kamis-17-November-2016.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Rabu 16 November 2016

    Sebagian besar Indeks futures bursa Asia masih tercatat merah, tetapi naiknya harga minyak mentah kemungkinan bisa menahan koreksi yang berlanjut. Rupiah juga berpotensi menguat terbantu dengan naiknya harga minyak mentah, dengan kemungkinan bergerak di kisaran antara Rp.13.330 s.d Rp.13.360 per USD.

     

    Neraca perdagangan Oktober 2016 tercatat surplus sebesar US$1,2 miliar karena nilai ekspor sebesar US$12,7 miliar dan impor sebesar US$11,5 miliar. Ekspor naik karena volume ekspor ke China dari beberapa komoditas seperti CPO, batubara, dan besi dan baja. Sedangkan impor bahan baku/penolong dan barang modal naik secara bulanan, kemungkinan karena mulai agresifnya belanja pemerintah menjelang akhir tahun anggaran 2016.

     

    Sentimen terhadap EMs mulai membaik kemarin setelah dalam 3 hari terakhir mengalami koreksi yang lumayan, tertolong dengan sentimen naiknya harga minyak mentah yang naik hingga 3% kemarin. Investor masih menunggu detil kebijakan yang diambil oleh Presiden terpilih Donald Trump.

     

     

     

    Regards,

     

    Lana Soelistianingsih

    Director

    Chief Economist and Head of Research

     

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

     

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Rabu-16-November-2016.pdf

  • Ekonomi Indonesia Cerah, Investasi Reksa Dana BersinarEkonomi Indonesia Cerah, Investasi Reksa Dana Bersinar

    Ekonomi Indonesia Cerah, Investasi Reksa Dana BersinarEkonomi Indonesia Cerah, Investasi Reksa Dana Bersinar

    Tahun 2016 mendekati akhir dan tahun baru segera menyambut. Bagaimanakah perkiraan kondisi perekonomian Indonesia pada tahun 2017? Apakah iklim investasi akan ramah bagi para investor dan sektor apa saja yang paling prospektif?

    Secara garis besar, ekonomi Indonesia di tahun 2017 akan tetap positif dan berpotensi lebih baik dibanding 2016. Pertumbuhan didorong oleh sektor konsumsi dalam negeri di tengah ekonomi global yang masih relatif stagnan. Daya beli konsumen diharapkan akan tetap tinggi dengan dorongan stimulus dari pemerintah dan membaiknya harga-harga komoditas ekspor kita.

    Stimulus-stimulus tersebut tersirat dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2017 yang lebih ekspansif, melalui disetujuinya defisit APBN 2017 sebesar 2,4%. Pengeluaran belanja negara masih difokuskan pada pembangunan berbagai proyek infrastruktur yang bisa membuka lapangan pekerjaan dan meningkatkan pendapatan masyarakat. Sehingga tercipta efek pengganda atau multiplier terhadap konsumsi rumah tangga dan menambah daya dorong perekonomian untuk bisa tumbuh di atas 5%.

    Dalam APBN 2017, ekonomi Indonesia diperkirakan tumbuh sebesar 5,1%. Perkiraan yang konservatif ini terkait dengan potensi tidak tercapainya target penerimaan pajak tahun 2017. Tax Amnesty yang mulai dijalankan tahun 2016 diperkirakan baru akan terasa penuh manfaatnya pada tahun 2018. Ada beberapa reformasi perpajakan yang diharapkan bisa berlaku mulai tahun depan yang berdampak positif terhadap perekonomian.

    Menurut Bank Dunia, ekonomi Indonesia bisa tumbuh 5,3% tahun depan, walaupun ada kemungkinan proyeksi tersebut dapat diturunkan jika pertumbuhan ekonomi global kembali terpangkas. Hasil pemilihan Presiden AS pun akan mewarnai arah perekonomian global yang juga berpengaruh terhadap ekonomi kita.

    Ada beberapa faktor positif bagi perekonomian Indonesia pada tahun 2017. Dari dalam negeri, tingkat inflasi yang masih rendah, suku bunga yang berpotensi turun, dan kredit perbankan yang mulai naik. Sedangkan dari luar negeri, kemungkinan kenaikan suku bunga The Fed tidak agresif, diperkirakan antara 25-50 bps, bank sentral 4 negara utama masih akan memompa likuiditas, dan harga komoditas yang mulai membaik.

    Sektor yang diperkirakan prospektif dan tumbuh baik di 2017 masih yang berkaitan dengan struktur demografi. Di antaranya adalah sektor perbankan, sektor properti, sektor ritel/perdagangan, sektor farmasi/rumah sakit, dan sektor komoditas. Sedangkan sektor konstruksi, sektor konsumsi, dan sektor telekomunikasi relatif tetap stabil.

    Potensi Investasi Reksa Dana
    Pertumbuhan ekonomi yang positif akan membuat dunia investasi bergairah, termasuk reksa dana. Terlihat dari peningkatan dana kelolaan yang tumbuh dari Rp 270 triliun pada tahun 2015 menjadi sekitar Rp 500 triliun di akhir tahun 2016 ini.

    Menurut Agus B. Yanuar, Direktur Utama Samuel Aset Manajemen (SAM), industri reksa dana semakin membaik dari tahun ke tahun.
    “Ada beberapa katalis positif yang berpotensi mendorong industri reksa dana di tahun 2017. Rupiah yang stabil, kinerja keuangan Emiten yang meningkat, perbaikan pada data makro, penguatan harga komoditas, tingkat bunga rendah, inflasi yang terukur, minat investor global pada emerging market yang tetap tinggi, dan banjirnya likuiditas global akan menempatkan IHSG ke tingkat yang lebih tinggi dengan potensi naik 15%-20% tahun depan.

    Bertambahnya partisipasi investor institusi dan semakin meningkatnya pemahaman investor individu tentang perlunya berinvestasi untuk tujuan keuangan jangka menengah dan jangka panjang, akan membuat produk reksa dana semakin menjadi pilihan,” jelas Agus.
    Imbal hasil produk reksa dana sesuai dengan jenis produk dan aset dasarnya. Reksa dana saham berpotensi memberikan imbal hasil antara 18%-25%, reksa dana campuran 13,5%-15%, reksa dana obligasi 7%-12%, sementara reksa dana pasar uang 4%-5%.

    Sejalan dengan meningkatnya minat masyarakat untuk berinvestasi pada produk reksa dana, SAM sebagai perusahaan Manajer Investasi handal senantiasa menawarkan produk-produk berkualitas. Dan untuk melengkapi ragam produk yang dapat dinikmati investor, tidak lama lagi SAM akan meluncurkan Reksa Dana Pasar Uang dan Reksa Dana Dollar.

    “Semua produk SAM yang menarik dengan imbal hasil yang baik itu, diharapkan dapat menjadi jawaban atas kebutuhan masyarakat dalam mencapai tujuan keuangannya masing-masing, sesuai dengan misi SAM untuk menjadi Your Lifelong Investment Partner” tutup Agus.

    —

    artikel dipublish di Tabloid Kontan, edisi khusus Proyeksi 2017, terbit 11 Nov 2016

    Iklan Chef - PrintAds SAM - Nov 2016 -231x185 Kontan - FA copy