Samuel Aset Manajemen

Blog

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – Kamis 16 September 2021

    Kilas Pasar

     

    Indeks saham di Amerika Serikat ditutup menguat pada perdagangan hari Rabu (15/9/2021). Indeks Dow Jones tercatat menguat sebesar 0,68%. Di sisi lain, S&P 500 juga terapresiasi sebesar 0,85%, begitupun Nasdaq yang menguat 0,82%.

     

    Hal berbeda terjadi dari Eropa, indeks acuan tercatat kompak melemah dengan Euro Stoxx melemah sebesar 0,80% bersamaan dengan FTSE yang juga melemah 0,25%.

     

    Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS tercatat berada pada level Rp 14.242,5. Dari komoditas, perdagangan minyak tercatat melemah dengan minyak WTI menurun sebesar 0,25% beriringan dengan Brent yang juga melemah sebesar 0,24%. Meski demikian keduanya diperdangkan pada level US$ 72,42 dan US$ 75,27 per barel, lebih tinggi dibandingkan level beberapa hari sebelumnya.

     

    Indeks acuan Asia tercatat dibuka bervariasi pada perdagangan pagi hari ini dengan indeks NIKKEI menguat sebesar 0,12% sedangkan indeks KOSPI dibuka melemah sebesar 0,20%. Sementara itu, indeks futures Amerika Serikat pada pagi hari ini tercatat bergerak menguat dengan Dow Jones, S&P 500 dan Nasdaq mengalami peningkatan masing-masing sebesar 0,03%, 0,03% dan 0,01%.

     

    Isu Ekonomi dan Pasar

     

    Terhitung sejak puncak pandemi, 15 Juli hingga 14 September 2021, angka positif baru Covid-19 sudah turun 92,7%. Berbagai indikator pandemi sudah membaik, termasuk positivity rate yang sudah di bawah 3% dan bed occupancy rate (BOR) rumah sakit yang sudah di bawah 15%. Keberhasilan mengendalikan pandemi yang cukup signifikan menjadi modal bagi pemulihan ekonomi Indonesia. Berdasarkan hal ini, Presiden Joko Widodo tetap mengimbau agar masyarakat tetap waspada dan tidak lengah, karena pandemi dirasa masih mengancam dengan berbagai variannya. (Investor Daily)

     

    Australia bergabung dengan kemitraan keamanan Indo-Pasifik baru dengan AS dan Inggris yang akan memungkinkannya untuk memperoleh kapal selam bertenaga nuklir, kemungkinan menandakan akhir dari kesepakatannya dengan Prancis untuk membeli kapal konvensional. Perdana Menteri Australia Scott Morrison, Presiden AS Joe Biden dan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengumumkan kemitraan keamanan trilateral dalam pertemuan virtual pada hari Rabu. Kerangka kerja baru itu muncul ketika China memperluas kehadiran militernya di kawasan itu, meskipun seorang pejabat senior AS mengatakan tidak menargetkan China atau negara lain mana pun. (Bloomberg)

     

    Melalui tulisan ini, kami kembali menyerukan kepada seluruh mitra investasi SAM untuk selalu menjaga kesehatan, mengikuti semua protokol kesehatan, menjaga jarak sosial dan fisik, serta seoptimal mungkin untuk melakukan aktivitas dari rumah. Semoga kita berhasil.

     

    Best Regards,

    SAM Investment

     

    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—16-September-2021.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – Rabu 15 September 2021

    Kilas Pasar

     

    Indeks saham di Amerika Serikat ditutup melemah pada perdagangan hari Selasa (14/9/2021). Indeks Dow Jones tercatat melemah sebesar 0,84%. Di sisi lain, S&P 500 juga terdepresiasi sebesar 0,57%, begitupun Nasdaq yang melemah 0,45%.

     

    Dari Eropa, indeks acuan tercatat kompak bergerak secara menguat dengan Euro Stoxx melemah sebesar 0,01% bersamaan dengan FTSE yang juga melemah 0,49%.

     

    Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS tercatat berada pada level Rp 14.247,5. Dari komoditas, perdagangan minyak tercatat menguat dengan minyak WTI meningkat sebesar 0,65% beriringan dengan Brent yang menguat sebesar 0,16%. Keduanya diperdangkan pada level US$ 70,92 dan US$ 74,00 per barel.

     

    Indeks acuan Asia tercatat dibuka melemah pada perdagangan pagi hari ini dengan indeks NIKKEI melemah sebesar 0,63% bersamaan dengan indeks KOSPI yang melemah sebesar 0,04%. Sementara itu, indeks futures Amerika Serikat pada pagi hari ini tercatat bergerak menguat dengan Dow Jones, S&P 500 dan Nasdaq mengalami peningkatan masing-masing sebesar 0,21%, 0,20% dan 0,21%.

     

    Isu Ekonomi dan Pasar

     

    Panitia Kerja (Panja) A Badan Anggaran (Banggar) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menyepakati postur sementara anggaran belanja negara dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2022 sebesar Rp 2.714,2 triliun. Angka ini naik tipis 0,2% dibandingkan usulan awal yang sebesar Rp 2.708,7 triliun. Sedangkan untuk belanja pemerintah pusat pada 2022 disepakati sebesar Rp 1.943,7 triliun, naik Rp 5,5 triliun dari usulan pemerintah Rp 1.938,3 triliun. Ini terdiri atas belanja kementerian dan Lembaga (K/L) Rp 945 triliun, naik Rp 4,4 triliun dari semula Rp 940,6 triliun, dan non-K/L Rp 998,8 triliun dari semula Rp 997,7 triliun. (Investor Daily)

     

    Presiden AS Joe Biden menyarankan kemungkinan pertemuan langsung dengan Xi Jinping minggu lalu, tetapi presiden Tiongkok menolak karena ia terus menghindari meninggalkan negaranya bahkan untuk pertemuan besar di tengah pandemi Covid-19. Di tempat lain, para eksekutif Wall Street dan regulator top Tiongkok berencana untuk mengadakan pertemuan virtual pada hari Kamis untuk membahas topik-topik termasuk tindakan keras Beijing terhadap sektor swasta dan hubungan AS-Tiongkok. Dalam berita lain, duta besar baru Tiongkok di London, Zheng Zeguang, dilarang menghadiri pertemuan di Parlemen setelah undangannya memicu kemarahan di kalangan politisi Inggris yang dikenai sanksi oleh Tiongkok; dan Beijing sedang mengumpulkan sekelompok ahli akuntansi dan hukum untuk memeriksa keuangan Tiongkok Evergrande menjelang potensi restrukturisasi. (Bloomberg)

     

    Melalui tulisan ini, kami kembali menyerukan kepada seluruh mitra investasi SAM untuk selalu menjaga kesehatan, mengikuti semua protokol kesehatan, menjaga jarak sosial dan fisik, serta seoptimal mungkin untuk melakukan aktivitas dari rumah. Semoga kita berhasil.

     

    Best Regards,

    SAM Investment

     

    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—15-September-2021.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – Selasa 14 September 2021

    Kilas Pasar

     

    Indeks saham di Amerika Serikat ditutup bervariasi pada perdagangan hari Senin (13/9/2021). Indeks Dow Jones tercatat menguat sebesar 0,76%. Di sisi lain, S&P 500 juga terapresiasi sebesar 0,23%, sedangkan Nasdaq yang melemah tipis 0,07%.

     

    Dari Eropa, indeks acuan tercatat kompak bergerak secara menguat dengan Euro Stoxx terapresiasi sebesar 0,29% bersamaan dengan FTSE yang menguat 0,56%.

     

    Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS tercatat berada pada level Rp 14.252,5. Dari komoditas, perdagangan minyak tercatat menguat dengan minyak WTI meningkat sebesar 0,18% sedangkan Brent melemah sebesar 0,14%. keduanya diperdangkan pada level US$ 70,58 dan US$ 73,54 per barel.

     

    Indeks acuan Asia tercatat dibuka menguat pada perdagangan pagi hari ini dengan indeks NIKKEI menguat sebesar 0.39% bersamaan dengan indeks KOSPI yang menguat sebesar 0,66%. Sementara itu, indeks futures Amerika Serikat pada pagi hari ini tercatat bergerak menguat dengan Dow Jones, S&P 500 dan Nasdaq mengalami peningkatan masing-masing sebesar 0,10%, 0,11% dan 0,05%.

     

    Isu Ekonomi dan Pasar

     

    Ekonomi China kemungkinan akan melambat lebih lanjut pada bulan Agustus, dengan data konsumsi, output industri, dan investasi yang dijadwalkan rilis pada Rabu diperkirakan akan mengungkapkan kerusakan yang disebabkan oleh wabah delta. Tingkat perlambatan akan diawasi dengan ketat untuk mendorong pihak yang berwenang mengubah sikap mereka saat ini dengan menarik likuiditas secara perlahan dari pasar dan menjaga stimulus terbatas. Sementara itu, China mendesak AS untuk mengambil langkah-langkah untuk memperbaiki hubungan mereka yang berantakan. (Bloomberg)

     

    Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengungkapkan penerimaan pajak global per tahun hilang Rp 3.360 triliun akibat penggerusan basis pajak atau (base erosion and profit shifting/BEPS). Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan, penggerusan basis pajak dialami semua negara dan menjadi kekhawatiran bagi para pemimpin G-20. Pasalnya, penggerusan basis pajak disebabkan maraknya transaksi lintas negara (cross border transactions) dan transaksi ekonomi digital (digital economy). (Investor Daily)

     

    Melalui tulisan ini, kami kembali menyerukan kepada seluruh mitra investasi SAM untuk selalu menjaga kesehatan, mengikuti semua protokol kesehatan, menjaga jarak sosial dan fisik, serta seoptimal mungkin untuk melakukan aktivitas dari rumah. Semoga kita berhasil.

     

    Best Regards,

    SAM Investment

     

    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—14-September-2021.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – Senin 13 September 2021

    Kilas Pasar

     

    Indeks saham di Amerika Serikat ditutup melemah pada perdagangan hari Jumat (10/9/2021). Indeks Dow Jones tercatat melemah sebesar 0,78%. Di sisi lain, S&P 500 juga terdepresiasi sebesar 0,77%, begitupun Nasdaq yang melemah 0,87%.

     

    Dari Eropa, indeks acuan tercatat bergerak secara variatif dengan kecenderungan melemah dengan Euro Stoxx terdepresiasi sebesar 0,26% sedikit berdeda dengan FTSE yang menguat tipis 0,07%.

     

    Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS tercatat berada pada level Rp 14.202,5. Dari komoditas, perdagangan minyak tercatat menguat dengan minyak WTI dan Brent meningkat masing-masing sebesar 0.76% dan 0.73% diperdangkan pada level US$ 70,25 dan US$ 73,41 per barel.

     

    Indeks acuan Asia tercatat dibuka melemah pada perdagangan pagi hari ini dengan indeks NIKKEI melemah sebesar 0.41% seiring dengan indeks KOSPI yang melemah sebesar 0.16%. Sementara itu, indeks futures Amerika Serikat pada pagi hari ini tercatat bergerak menguat dengan Dow Jones, S&P 500 dan Nasdaq mengalami peningkatan masing-masing sebesar 0,32%, 0,32% dan 0,27%.

     

    Isu Ekonomi dan Pasar

     

    Pemerintah Iran dan Badan Energi Atom Internasional (International Atomic Energy Agency/IAEA) pada Minggu (12/9), mengumumkan telah sepakat untuk terus mengawasi kegiatan nuklir Iran dan mengizinkan para inspektur memeriksa peralatan pengawasan yang dipasang badan di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Pernyataan ini setidaknya mampu meredam rasa tidak nyaman dalam menjalani pembicaraan untuk kembali menghidupkan program pengendalian nuklir yang telah disepakati pada 2015. (Investor Daily)

     

    Kementerian Keuangan (Kemenkeu) akan membentuk Lembaga pendanaan yang bertugas untuk mengumpulkan dana atau pooling fund bencana (PFB) guna mengurangi risiko yang harus ditanggung APBN terkait bencana alam maupun nonalam. Pooling fund ini akan dibentuk pada tahun depan dengan alokasi pendanaan untuk pendirian Lembaga dianggarkan dalam APBN 2022. “Pada 2022 sebagai modal awal akan dialokasikan dari APBN sebesar Rp 3 triliun. Setelah dikelola lalu disiapkan untuk kegiatan penanggulangan bencana,” ucap Analis Kebijakan Ahli Madya Badan Kebijakan Fiskal, Kementerian Keuangan, Kristiyanto dalam diskusi virtual pada akhir pekan lalu. (Investor Daily)

     

    Melalui tulisan ini, kami kembali menyerukan kepada seluruh mitra investasi SAM untuk selalu menjaga kesehatan, mengikuti semua protokol kesehatan, menjaga jarak sosial dan fisik, serta seoptimal mungkin untuk melakukan aktivitas dari rumah. Semoga kita berhasil.

     

    Best Regards,

    SAM Investment

     

    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—13-September-2021.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – Jumat 10 September 2021

    Kilas Pasar

     

    Indeks saham di Amerika Serikat ditutup melemah pada perdagangan hari Kamis (9/9/2021) lalu. Indeks Dow Jones tercatat melanjutkan pelemahan sebesar 0.43% sedangkan S&P 500 melemah 0.46% dan Nasdaq terkoreksi 0.25%.

     

    Dari Eropa, indeks acuan tercatat juga bergerak melemah dengan Euro Stoxx terkoreksi sebesar 0.06% sedangkan FTSE turut melemah 1.01%. Dari dalam negeri, IHSG menguat sebesar 0.7% pada perdagangan hari Kamis (9/9/2021).

     

    Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS tercatat pada level Rp 14.252. Dari komoditas, perdagangan minyak tercatat mixed dengan Brent menguat sebesar 0.21% diperdagangkan pada level US$ 71.35 per barel sedangkan WTI terkoreksi 0.25% diperdangkan pada level US$ 67.97 per barel.

     

    Indeks acuan Asia tercatat dibuka bergerak menguat pada perdagangan pagi hari ini dengan indeks NIKKEI menguat sebesar 0.35% sedangkan indeks KOSPI menguat sebesar 0.43%. Sementara itu, indeks futures Amerika Serikat pada pagi hari ini tercatat bergerak menguat dengan Dow Jones, S&P 500 dan Nasdaq masing-masing menguat sebesar 0.03%, 0.01% dan 0.05% secara berturut-turut.

     

    Isu Ekonomi dan Pasar

     

    Bank Negara Malaysia (BNM) mempertahankan suku bunga acuan dalam pengumuman pada Hari Kamis (9/9). Bank Sentral Malaysia itu menetapkan tingkat suku bunga (overnight policy rate) stabil di rekor terendah 1,75%. Tahun lalu BNM sudah memotong suku bunga hingga sebanyak 125 basis poin. Otoritas moneter Malaysia tersebut berharap kemajuan tingkat vaksinasi dan pelonggaran lockdown Virus Corona, secara bertahap dapat mendukung pertumbuhan ekonomi pada tahun ini. Seluruh ekonom dalam jajak pendapat Reuters yang berjumlah 22, memperkirakan tingkat suku bunga tidak akan berubah. Meskipun penurunan peringkat Malaysia terkait dengan prospek pertumbuhan 2021 pada bulan lalu, sempat memicu beberapa spekulasi pasar mengenai penurunan kembali tingkat suku bunga. (Kontan)

     

    Kinerja penjualan eceran pada Agustus 2021 diperkirakan masih mengalami kontraksi sebesar -0,1 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Meski mengalami kontraksi tipis, kinerja penjualan eceran pada periode tersebut membaik jika dibandingkan dengan periode Juli 2021 yang terkontraksi -2,9 persen yoy. Berdasarkan Survei Penjualan Eceran Bank Indonesia (BI), membaiknya kinerja sektor tersebut akan ditopang oleh perbaikan hampir seluruh kelompok. “Mayoritas kelompok mencatatkan perbaikan, terutama bahan bakar kendaraan bermotor dan makanan, minuman, dan tembakau yang tercatat positif, masing-masing sebesar 10,7 persen yoy dan 7,3 persen yoy,” tulis BI dalam laporannya, Kamis (9/9/2021). (Bisnis)

     

    Melalui tulisan ini, kami kembali menyerukan kepada seluruh mitra investasi SAM untuk selalu menjaga kesehatan, mengikuti semua protokol kesehatan, menjaga jarak sosial dan fisik, serta seoptimal mungkin untuk melakukan aktivitas dari rumah. Semoga kita berhasil.

     

    Best Regards,

    SAM Investment

     

     

    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—10-September-2021.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – Kamis 9 September 2021

    Kilas Pasar

    Indeks saham di Amerika Serikat ditutup melemah pada perdagangan hari Rabu (8/9/2021) kemarin. Indeks Dow Jones tercatat melemah sebesar 0,20%. Di sisi lain, S&P 500 juga terdepresiasi sebesar 0,13%, begitupun Nasdaq yang melemah 0,57%.

    Dari Eropa, indeks acuan tercatat mengalami penurunan dengan Euro Stoxx terdepresiasi sebesar 1,06% bersamaan dengan FTSE yang melemah 0,75%.

    Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS tercatat berada pada level Rp 14.252,5. Dari komoditas, perdagangan minyak tercatat menguat dengan minyak WTI dan Brent melemah masing-masing sebesar 0.16% dan 0.28% diperdangkan pada level US$ 69,19 dan US$ 72,52 per barel.

    Indeks acuan Asia tercatat dibuka melemah pada perdagangan pagi hari ini dengan indeks NIKKEI melemah sebesar 0,30% sementara indeks KOSPI melemah sebesar 0.18%. Sementara itu, indeks futures Amerika Serikat pada pagi hari ini tercatat bergerak menurun dengan Dow Jones, S&P 500 dan Nasdaq mengalami pelemahan masing-masing sebesar 0,09%, 0,11% dan 0,12%.

    Isu Ekonomi dan Pasar

    Para pembuat kebijakan bank sentral Tiongkok atau People’s Bank of China (PBoC) akan menahan diri untuk mengambil langkah-langkah agresif demi meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Menurut Wakil Gubernur PBoC dan Kepala Administrasi Negara Valuta Asing, Pan Gongsheng, Tiongkok tidak akan memulai banjir stimulus besar-besaran. (Investor Daily)

    Pelaku usaha maupun perbankan di Indonesia dan Tiongkok menyambut baik inisiatif Bank Indonesia (BI) dan People’s Bank of China (PBoC) terkait implementasi kerangka kerja sama penyelesaian transaksi bilateral dengan mata uang lokal (local currency settlement/LCS) antara kedua negara. Implementasi LCS ini akan mendatangkan banyak manfaat yang bermuara pada berkurangnya ketergantungan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sebagai mata uang utama dunia. Terdapat empat manfaat dari kerjasama Local Currency Settlement (LCS), yakni Biaya konversi transaksi menjaid lebih efisien, tersedianya alternative pembiayaan ekspor/direct investment dalam mata uang lokal, tersedianya alternative instrument hedging dalam mata uang lokal, dan diversifikasi eksposur mata uang yang digunakan dalam penyelesaian transaksi. (Investor Daily)

    Melalui tulisan ini, kami kembali menyerukan kepada seluruh mitra investasi SAM untuk selalu menjaga kesehatan, mengikuti semua protokol kesehatan, menjaga jarak sosial dan fisik, serta seoptimal mungkin untuk melakukan aktivitas dari rumah. Semoga kita berhasil.

    Best Regards,

    SAM Investment



  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – Rabu 8 September 2021

    Kilas Pasar

     

    Indeks saham di Amerika Serikat ditutup melemah pada perdagangan hari Selasa (7/9/2021) kemarin, seiring dengan adanya sedikit kekhawatiran pelaku pasar dengan valuasi di Amerika yang cukup tinggi serta adanya tanda-tanda perlambatan pemulihan ekonomi.. Indeks Dow Jones dan S&P 500 tercatat melemah masing-masing sebesar 0,76% dan 0,34%. Sementara itu, Nasdaq menguat tipis sebesar 0,07%.

     

    Dari Eropa, indeks acuan tercatat mengalami pelemahan, sehubungan dengan agenda rapat Bank Sentral Eropa pada pekan ini. Euro STOXX 600 tercatat melemah 0,5%, DAX melemah 0,56%, dan FTSE 100 melemah 0,53%.

     

    Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS tercatat berada pada level Rp 14.212,5. Dari pasar komoditas, perdagangan minyak tercatat menguat dengan minyak WTI dan Brent meningkat masing-masing sebesar 0,42% dan 0,34%, diperdagangkan pada level US$ 68,31 dan US$ 71,56 per barel.

     

    Indeks acuan Asia tercatat dibuka bervariasi pada perdagangan pagi hari ini dengan indeks Nikkei 225 menguat sebesar 0,19%, ASX 200 melemah 0,28%, dan KOSPI melemah sebesar 0,16%. Sementara itu, indeks futures Amerika Serikat pada pagi hari ini tercatat bergerak menguat dengan Dow Jones, S&P 500 dan Nasdaq mengalami peningkatan masing-masing sebesar 0,08%, 0,08% dan 0,07%.

     

    Isu Ekonomi dan Pasar

     

    Cadangan devisa Indonesia pada Agustus 2021 tercatat sebesar US$144,8 miliar, naik US$7,5 miliar dari kedudukan pada bulan Juli 2021. Kenaikan cadangan devisa yang cukup signifikan ini disumbang oleh alokasi Special Drawing Rights, yaitu instrumen keuangan khusus yang dikeluarkan oleh Dana Moneter Internasional (IMF) yang dapat digunakan negara anggota. Berbeda dari tahun 1998, alokasi SDR ini diberikan serentak kepada seluruh negara anggota untuk memberikan keleluasaan bagi seluruh negara anggota agar dapat menjaga nilai tukar mata uang masing-masing tetap pada tingkat yang aman, di tengah dinamika pasar dunia dan adanya kemungkinan Bank Sentral Amerika Serikat melakukan perampingan kebijakan moneter pada akhir tahun ini. (Kontan)

     

    Pemerintah menambah bantuan sosial kepada masyarakat terdampak pandemi Covid-19 melalui bantuan langsung tunai (BLT) sebesar Rp1,2 juta. Penerima BLT ini adalah para pedagang kaki lima dan pengusaha warung makan di luar penerima bantuan produktif usaha mikro (BPUM). Direktur Pelaksanaan Anggaran Kementerian Keuangan Sudarso mengatakan, bantuan ini diharapkan dapat disalurkan kepada 1 juta PKL. (Kontan)

     

    Melalui tulisan ini, kami kembali menyerukan kepada seluruh mitra investasi SAM untuk selalu menjaga kesehatan, mengikuti semua protokol kesehatan, menjaga jarak sosial dan fisik, serta seoptimal mungkin untuk melakukan aktivitas dari rumah. Semoga kita berhasil.

     

    Best Regards,

    SAM Investment

     

     

    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—8-September-2021.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – Selasa 7 September 2021

    Kilas Pasar

     

    Indeks saham di Amerika Serikat ditutup bervariasi pada perdagangan hari Senin (6/9/2021) kemarin. Indeks Dow Jones tercatat melemah sebesar 0,21%. Di sisi lain, S&P 500 juga terdepresiasi sebesar 0,03%, sedangkan Nasdaq menguat 0,21%.

     

    Dari Eropa, indeks acuan tercatat mengalami kenaikan dengan Euro Stoxx terapresiasi sebesar 0,69% bersamaan dengan FTSE yang menguat 0.68%.

     

    Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS tercatat berada pada level Rp 14.222,5. Dari komoditas, perdagangan minyak tercatat menguat dengan minyak WTI dan Brent meningkat masing-masing sebesar 0.06% dan 0.26% diperdangkan pada level US$ 68,92 dan US$ 72,28 per barel.

     

    Indeks acuan Asia tercatat dibuka bervariasi pada perdagangan pagi hari ini dengan indeks NIKKEI menguat sebesar 1.06% sementara indeks KOSPI melemah sebesar 0.49%. Sementara itu, indeks futures Amerika Serikat pada pagi hari ini tercatat bergerak menguat dengan Dow Jones, S&P 500 dan Nasdaq mengalami peningkatan masing-masing sebesar 0,14%, 0,13% dan 0,26%.

     

    Isu Ekonomi dan Pasar

     

    Tingkat inflasi yang meningkat di zona euro bakal membayangi agenda pertemuan para gubernur Bank Sentral Eropa (European Central Bank/ECB) pada 9 September 2021. Pasar pun berharap memperoleh petunjuk dari pertemuan itu tentang kapan para pembuat kebijakan mungkin mulai mengurangi stimulus besar-besaran di masa pandemi Covid-19. Di saat pemulihan ekonomi di 19 negara dalam blok mata uang tunggal tersebut meningkat maka harga-harga konsumen ikut melonjak pada kecepatan luar biasa dalam satu decade terakhir, mencapai 3% pada Agustus – atau jauh di atas target baru 2% ECB. (Investor Daily)

     

    Badan Pemeriksa Ke uangan (BPK) menyatakan, pelaksanaan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) 2020 telah mengalokasikan biaya hingga Rp 841,49 triliun. Jumlah ini jauh di atas alokasi pemerintah yang sebesar Rp 699,5 triliun. Menurut BPK, perbedaan angka ini terjadi karena Kementerian Keuangan (Kemenkeu) belum melakukan identifikasi dan kodifikasi secara menyeluruh biaya-biaya terkait dengan program PEN. (Investor Daily)

     

    Melalui tulisan ini, kami kembali menyerukan kepada seluruh mitra investasi SAM untuk selalu menjaga kesehatan, mengikuti semua protokol kesehatan, menjaga jarak sosial dan fisik, serta seoptimal mungkin untuk melakukan aktivitas dari rumah. Semoga kita berhasil.

     

    Best Regards,

    SAM Investment

     

    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—7-September-2021.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – Senin 6 September 2021

    Kilas Pasar

     

    Indeks saham di Amerika Serikat ditutup mixed pada perdagangan hari Jumat (3/9/2021) lalu. Indeks Dow Jones tercatat melanjutkan pelemahan sebesar 0.21% sedangkan S&P 500 melemah 0.03% dan Nasdaq menguat 0.21%.

     

    Dari Eropa, indeks acuan tercatat bergerak melemah dengan Euro Stoxx terkoreksi sebesar 0.56% sedangkan FTSE turut melemah 0.36%. Dari dalam negeri, IHSG menguat sebesar 0.8% pada perdagangan hari Jumat (3/9/2021).

     

    Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS tercatat pada level Rp 14.262. Dari komoditas, perdagangan minyak tercatat melemah dengan Brent dan WTI terdepresiasi masing-masing sebesar 0.62% dan 0.81% diperdangkan pada level US$ 72.01 dan US$ 68.72 per barel.

     

    Indeks acuan Asia tercatat dibuka bergerak mixed pada perdagangan pagi hari ini dengan indeks NIKKEI menguat tajam sebesar 1.42% sedangkan indeks KOSPI melemah sebesar 0.27%. Sementara itu, indeks futures Amerika Serikat pada pagi hari ini tercatat bergerak mixed dengan Dow Jones terkoreksi 0.24% dan S&P 500 melemah sebesar 0.19% sedangkan Nasdaq meningkat tipis 0.01%

     

    Isu Ekonomi dan Pasar

     

    Ekonomi dua negara terbesar di dunia, China dan Jepang masih belum bisa segera pulih. Data kedua negara itu di Agustus 2021 masih terus menunjukkan pelemahan. Di Tiongkok, aktivitas di sektor jasa China alami kontraksi tajam pada Agustus 2021. Purchasing Manager Index (PMI) Caixin/Markit turun menjadi 46,7 pada Agustus dari 54,9 pada Juli. Sedangkan di Jepang, aktivitas sektor jasa pada bulan Agustus 2021 juga mengalami kontraksi. PMI Jibun Bank Japan Services bulan Agustus turun ke angka 42,9 padahal pada bulan Juli, PMI jasa sudah berada pada level 47,4. (Reuters)

     

    Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyebutkan, pandemi Covid-19 menghambat sektor logistik global. Karena itu, kegiatan ekspor impor menjadi ikut terpengaruh. Sebab, penjadwalan logistik yang terganggu memicu kelangkaan kontainer di sejumlah negara. “Akibat terganggunya jadwal pengapalan lalu lintas keluar masuk kapal pembawa kontainer, yang berdampak banyak kontainer yang tertumpuk di pelabuhan-pelabuhan besar internasional, ujung-ujungnya penyediaan kontainer menjadi berkurang,” ungkap Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Didi Sumedi kepada KONTAN, Jumat (3/9). Kondisi tersebut menjadi anomali di tengah pandemi Covid-19. Sebelumnya, pada masa awal pandemi virus korona baru juga sempat terjadi kelangkaan kontainer akibat penutupan akses di banyak negara. (Kontan)

     

    Melalui tulisan ini, kami kembali menyerukan kepada seluruh mitra investasi SAM untuk selalu menjaga kesehatan, mengikuti semua protokol kesehatan, menjaga jarak sosial dan fisik, serta seoptimal mungkin untuk melakukan aktivitas dari rumah. Semoga kita berhasil.

     

    Best Regards,

    SAM Investment

     

     

    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—6-September-2021.pdf