SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – Jumat 10 September 2021

Kilas Pasar

 

Indeks saham di Amerika Serikat ditutup melemah pada perdagangan hari Kamis (9/9/2021) lalu. Indeks Dow Jones tercatat melanjutkan pelemahan sebesar 0.43% sedangkan S&P 500 melemah 0.46% dan Nasdaq terkoreksi 0.25%.

 

Dari Eropa, indeks acuan tercatat juga bergerak melemah dengan Euro Stoxx terkoreksi sebesar 0.06% sedangkan FTSE turut melemah 1.01%. Dari dalam negeri, IHSG menguat sebesar 0.7% pada perdagangan hari Kamis (9/9/2021).

 

Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS tercatat pada level Rp 14.252. Dari komoditas, perdagangan minyak tercatat mixed dengan Brent menguat sebesar 0.21% diperdagangkan pada level US$ 71.35 per barel sedangkan WTI terkoreksi 0.25% diperdangkan pada level US$ 67.97 per barel.

 

Indeks acuan Asia tercatat dibuka bergerak menguat pada perdagangan pagi hari ini dengan indeks NIKKEI menguat sebesar 0.35% sedangkan indeks KOSPI menguat sebesar 0.43%. Sementara itu, indeks futures Amerika Serikat pada pagi hari ini tercatat bergerak menguat dengan Dow Jones, S&P 500 dan Nasdaq masing-masing menguat sebesar 0.03%, 0.01% dan 0.05% secara berturut-turut.

 

Isu Ekonomi dan Pasar

 

Bank Negara Malaysia (BNM) mempertahankan suku bunga acuan dalam pengumuman pada Hari Kamis (9/9). Bank Sentral Malaysia itu menetapkan tingkat suku bunga (overnight policy rate) stabil di rekor terendah 1,75%. Tahun lalu BNM sudah memotong suku bunga hingga sebanyak 125 basis poin. Otoritas moneter Malaysia tersebut berharap kemajuan tingkat vaksinasi dan pelonggaran lockdown Virus Corona, secara bertahap dapat mendukung pertumbuhan ekonomi pada tahun ini. Seluruh ekonom dalam jajak pendapat Reuters yang berjumlah 22, memperkirakan tingkat suku bunga tidak akan berubah. Meskipun penurunan peringkat Malaysia terkait dengan prospek pertumbuhan 2021 pada bulan lalu, sempat memicu beberapa spekulasi pasar mengenai penurunan kembali tingkat suku bunga. (Kontan)

 

Kinerja penjualan eceran pada Agustus 2021 diperkirakan masih mengalami kontraksi sebesar -0,1 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Meski mengalami kontraksi tipis, kinerja penjualan eceran pada periode tersebut membaik jika dibandingkan dengan periode Juli 2021 yang terkontraksi -2,9 persen yoy. Berdasarkan Survei Penjualan Eceran Bank Indonesia (BI), membaiknya kinerja sektor tersebut akan ditopang oleh perbaikan hampir seluruh kelompok. “Mayoritas kelompok mencatatkan perbaikan, terutama bahan bakar kendaraan bermotor dan makanan, minuman, dan tembakau yang tercatat positif, masing-masing sebesar 10,7 persen yoy dan 7,3 persen yoy,” tulis BI dalam laporannya, Kamis (9/9/2021). (Bisnis)

 

Melalui tulisan ini, kami kembali menyerukan kepada seluruh mitra investasi SAM untuk selalu menjaga kesehatan, mengikuti semua protokol kesehatan, menjaga jarak sosial dan fisik, serta seoptimal mungkin untuk melakukan aktivitas dari rumah. Semoga kita berhasil.

 

Best Regards,

SAM Investment

 

 

SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—10-September-2021.pdf