Kilas Pasar
Indeks saham di Amerika Serikat ditutup melemah pada perdagangan hari Selasa (7/9/2021) kemarin, seiring dengan adanya sedikit kekhawatiran pelaku pasar dengan valuasi di Amerika yang cukup tinggi serta adanya tanda-tanda perlambatan pemulihan ekonomi.. Indeks Dow Jones dan S&P 500 tercatat melemah masing-masing sebesar 0,76% dan 0,34%. Sementara itu, Nasdaq menguat tipis sebesar 0,07%.
Dari Eropa, indeks acuan tercatat mengalami pelemahan, sehubungan dengan agenda rapat Bank Sentral Eropa pada pekan ini. Euro STOXX 600 tercatat melemah 0,5%, DAX melemah 0,56%, dan FTSE 100 melemah 0,53%.
Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS tercatat berada pada level Rp 14.212,5. Dari pasar komoditas, perdagangan minyak tercatat menguat dengan minyak WTI dan Brent meningkat masing-masing sebesar 0,42% dan 0,34%, diperdagangkan pada level US$ 68,31 dan US$ 71,56 per barel.
Indeks acuan Asia tercatat dibuka bervariasi pada perdagangan pagi hari ini dengan indeks Nikkei 225 menguat sebesar 0,19%, ASX 200 melemah 0,28%, dan KOSPI melemah sebesar 0,16%. Sementara itu, indeks futures Amerika Serikat pada pagi hari ini tercatat bergerak menguat dengan Dow Jones, S&P 500 dan Nasdaq mengalami peningkatan masing-masing sebesar 0,08%, 0,08% dan 0,07%.
Isu Ekonomi dan Pasar
Cadangan devisa Indonesia pada Agustus 2021 tercatat sebesar US$144,8 miliar, naik US$7,5 miliar dari kedudukan pada bulan Juli 2021. Kenaikan cadangan devisa yang cukup signifikan ini disumbang oleh alokasi Special Drawing Rights, yaitu instrumen keuangan khusus yang dikeluarkan oleh Dana Moneter Internasional (IMF) yang dapat digunakan negara anggota. Berbeda dari tahun 1998, alokasi SDR ini diberikan serentak kepada seluruh negara anggota untuk memberikan keleluasaan bagi seluruh negara anggota agar dapat menjaga nilai tukar mata uang masing-masing tetap pada tingkat yang aman, di tengah dinamika pasar dunia dan adanya kemungkinan Bank Sentral Amerika Serikat melakukan perampingan kebijakan moneter pada akhir tahun ini. (Kontan)
Pemerintah menambah bantuan sosial kepada masyarakat terdampak pandemi Covid-19 melalui bantuan langsung tunai (BLT) sebesar Rp1,2 juta. Penerima BLT ini adalah para pedagang kaki lima dan pengusaha warung makan di luar penerima bantuan produktif usaha mikro (BPUM). Direktur Pelaksanaan Anggaran Kementerian Keuangan Sudarso mengatakan, bantuan ini diharapkan dapat disalurkan kepada 1 juta PKL. (Kontan)
Melalui tulisan ini, kami kembali menyerukan kepada seluruh mitra investasi SAM untuk selalu menjaga kesehatan, mengikuti semua protokol kesehatan, menjaga jarak sosial dan fisik, serta seoptimal mungkin untuk melakukan aktivitas dari rumah. Semoga kita berhasil.
Best Regards,
SAM Investment
SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—8-September-2021.pdf