Samuel Aset Manajemen

Blog

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – Jumat 20 Agustus 2021

    Kilas Pasar

     

    Indeks saham di Amerika Serikat tercatat ditutup bervariasi pada perdagangan hari Kamis (19/8/2021) kemarin. Indeks Dow Jones tercatat mengalami penurunan sebesar 0,19%. Berbeda dengan dengan S&P 500 dan Nasdaq yang masing-masing menguat 0,13% dan 0,11%.

     

    Dari Eropa, indeks acuan tercatat melemah dengan Euro Stoxx tercatat mengalami depresiasi sebesar 1,51% sedangkan FTSE juga mengalami pelemahan sebesar 1,54%. Sementara itu, dari dalam negeri IHSG ditutup melemah cukup dalam sebesar 2,06% pada perdagangan hari Kamis (19/8/2021).

     

    Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS tercatat berada pada level Rp 14.402,5. Dari komoditas, minyak WTI pagi ini tercatat menguat sebesar 0,65% bersamaan dengan Brent yang tercatat menguat 0,45%, keduanya diperdagangkan pada level US$ 63.91 dan US$ 66.81 per barel.

     

    Pagi ini indeks NIKKEI tercatat mengalami koreksi sebesar 0,07% berbeda dengan KOSPI yang menguat 0,56%. Sementara itu, indeks futures Amerika Serikat pada pagi hari ini tercatat bervariasi dengan dengan Dow Jones serta Nasdaq meningkat masing-masing sebesar 0,02% dan 0,03%, sedangkan S&P 500 futures terdepresiasi sebesar 0,03%.

     

    Isu Ekonomi dan Pasar

     

    Rapat Dewan Gubernur BI memutuskan untuk kembali menahan suku bunga acuan, BI 7-Days Reverse Repo Rate, dalam rapat periodoe Agustus 2021 di level 3,50%. Pada kesempatan yang sama Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo juga menyatakan tengah memfinalisasi rencana menerbitkan kebijakan Rasio Pembiayaan Inklusif Makroprudensial (RPIM) pada 1 September 2021. Kebijakan pembiayaan inklusif ini tidak hanya terkait pembiayaan atau kredit untuk UMKM, tapi juga termasuk berbagai pihak yang mendukung UMKM. Selain itu, BI juga berupaya menyeimbangkan selisih suku bunga portofolio investasi di dalam dan luar negeri, terutama untuk Surat Berharga Negara (SBN) dalam rangka menghadapi tekanan di pasar keuangan akibat kebijakan tapering off oleh bank sentral Amerika Serikat. (Investor Daily)

     

    Badan legislatif tinggi China diperkirakan akan menyetujui proposal untuk memberlakukan undang-undang anti-sanksi di Hong Kong, sebuah pembalasan terhadap AS yang dapat menempatkan perusahaan-perusahaan global dalam konflik antara dua ekonomi terbesar dunia. Hong Kong menjadi sorotan karena memblokir warga Hong Kong tertentu yang melarikan diri. Itu terjadi setelah keputusan Beijing pada Januari untuk menghentikan pengakuan paspor Nasional Inggris di Luar Negeri sebagai dokumen resmi yang sah. (Bloomberg)

     

    Melalui tulisan ini, kami kembali menyerukan kepada seluruh mitra investasi SAM untuk selalu menjaga kesehatan, mengikuti semua protokol kesehatan, menjaga jarak sosial dan fisik, serta seoptimal mungkin untuk melakukan aktivitas dari rumah. Semoga kita berhasil.

     

    Best Regards,

    SAM Investment

     

    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—20-Agustus-2021.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – Kamis 19 Agustus 2021

    Kilas Pasar

     

    Indeks saham di Amerika Serikat tercatat ditutup melemah pada perdagangan hari Rabu (18/8/2021) kemarin. Indeks Dow Jones tercatat mengalami penurunan sebesar 1,08% bersamaan dengan S&P 500 yang juga melemah sebesar 1,07% dan NASDAQ sebesar 0,89%.

     

    Dari Eropa, indeks acuan tercatat menguat dengan Euro Stoxx tercatat mengalami apreasiasi sebesar 0,14% sedangkan FTSE mengalami pelemahan sebesar 0,16%. Sementara itu, dari dalam negeri IHSG ditutup menguat 0,50% pada perdagangan hari Rabu (18/8/2021).

     

    Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS tercatat berada pada level Rp 14.372,5. Dari komoditas, minyak WTI pagi ini tercatat melemah sebesar 1,38% sedangkan Brent pagi ini tercatat menguat 0,07%, keduanya diperdagangkan pada level US$ 64.31 dan US$ 67.33 per barel.

     

    Pagi ini indeks NIKKEI tercatat mengalami koreksi sebesar 0,46% sejalan dengan KOSPI yang terkoreksi 0,22%. Sementara itu, indeks futures Amerika Serikat pada pagi hari ini tercatat menguat tipis dengan Dow Jones, S&P, dan Nasdaq masing-masing terapresiasi sebesar 0,01%, 0,01% dan 0,07%.

     

    Isu Ekonomi dan Pasar

     

    Pendekatan yang dilakukan pemerintah Tiongkok kepada Taliban menunjukkan adanya upaya untuk mengambil keuntungan maksimal dari keruntuhan dramatis proyek Amerika Serikat (AS) di Afghanistan. Sekitar dua minggu sebelum kelompok Islamis merebut kekuasaan dalam serangan kilat yang mengejutkan dunia, Menlu Tiongkok Wang Yi menjamu delegasi Taliban di Beijing, Tiongkok. Hanya satu hari setelah Taliban memasuki Kabul, pemerintah Tiongkok mengatakan siap untuk memperdalam apa yang disebutnya hubungan persahabatan dan kerja sama dengan Afghanistan. (Investor Daily)

     

    Ekspor hasil industri pengolahan Indonesia selama periode Januari–Juli 2021 tercatat US$ 94,62 miliar, melonjak hingga 31,36% dibanding periode sama 2020 yang sebesar US$ 72,03 miliar. Pencapaian ini merupakan pembalikan dari kinerja ekspor hasil industri pengolahan pada periode Januari–Juli 2020 yang secara cumulative to cumulative (ctc) mengalami kontraksi 0,67%. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Margo Yuwono menjelaskan, peningkatan ekspor hasil industri pengolahan itu dikarenakan oleh kenaikan nilai ekspor sejumlah komoditas, seperti besi baja, minyak kelapa sawit, dan kimia dasar organik yang bersumber dari hasil pertanian. ekspor hasil industry pengolahan selama periode Januari–Juli 2021 itu juga memberi kontribusi terbesar terhadap total ekspor yang mencapai US$ 120,57 miliar, yaitu sebesar 78,47%. (Investor Daily)

     

    Melalui tulisan ini, kami kembali menyerukan kepada seluruh mitra investasi SAM untuk selalu menjaga kesehatan, mengikuti semua protokol kesehatan, menjaga jarak sosial dan fisik, serta seoptimal mungkin untuk melakukan aktivitas dari rumah. Semoga kita berhasil.

     

    Best Regards,

    SAM Investment

     

    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—19-Agustus-2021.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – Rabu 18 Agustus 2021

    Kilas Pasar

     

    Indeks saham di Amerika Serikat tercatat ditutup melemah pada hari perdagangan Selasa (17/8/2021) kemarin. Indeks Dow Jones tercatat mengalami penurunan sebesar 0.79% bersamaan dengan S&P 500 yang juga melemah sebesar 0.71% dan NASDAQ sebesar 0.93%.

     

    Dari Eropa, indeks acuan tercatat menguat dengan Euro Stoxx tercatat mengalami apreasiasi sebesar 0.07% disusul FTSE yang menguat 0.38%. Sementara itu, dari dalam negeri IHSG ditutup melemah 0,84% pada perdagangan hari Senin (16/8/2021).

     

    Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS tercatat berada pada level Rp 14.372. Dari komoditas, minyak WTI dan Brent pagi ini tercatat melemah masing-masing sebesar 0.06% dan 0.20%, diperdagangkan pada level US$ 66.30 dan US$ 68.97 per barel.

     

    Pagi ini indeks NIKKEI tercatat mengalami koreksi tipis sebesar 0.05% sedangkan KOSPI terapreasiasi sebesar 0.08%. Sementara itu, indeks futures Amerika Serikat pada pagi hari ini tercatat kembali terkoreksi dengan Dow Jones, S&P, dan Nasdaq masing-masing terkoreksi sebesar 0.14%, 0.15% dan 0.20%.

     

    Isu Ekonomi dan Pasar

     

    Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menegaskan, risiko ketidakpastian pada 2022 akan diantisipasi melalui fleksibilitas APBN dengan fokus dukungan pada penanganan kesehatan dan perlindungan sosial. Karena itu, RAPBN 2022 masih menyiapkan anggaran yang cukup signifikan untuk pengendalian kasus Covid-19 dan vaksinasi yang dilanjutkan. Sedangkan terkait pertumbuhan ekonomi, dalam RAPBN 2022 pemerintah mematok angka di kisaran 5% hingga 5,5%. Indef menilai, dengan kondisi pandemi yang terjadi saat ini, target pertumbuhan ekonomi 5% sampai 5,5% dalam RAPBN 2022 tidak realistis. Secara terpisah, Wakil Ketua Umum Apindo Shinta Widjadja Kamdani mengatakan, bila tidak terjadi gelombang ketiga pandemi dan sudah terjadi normalisasi kegiatan ekonomi, maka proyeksi pertumbuhan ekonomi 2022 tersebut masih mungkin terealisasi. (Investor Daily)

     

    Singapura berencana untuk membuat program percontohan untuk memungkinkan pelancong bisnis yang divaksinasi dari beberapa negara untuk masuk dalam rencana perjalanan yang terkendali bulan depan, demi memetakan pembukaan kembali internasional yang hati-hati. Singapura sedang dalam pembicaraan dengan Jerman, Australia, Kanada dan Korea Selatan untuk menjadi kelompok pertama negara untuk pengaturan tersebut, meskipun juga melihat kemungkinan perjalanan liburan, kata menteri perdagangan Gan Kim Yong kepada Bloomberg News dalam sebuah wawancara Selasa. Dia mengatakan faktor-faktor seperti infeksi, tingkat vaksinasi dan kemampuan untuk mengendalikan wabah akan dipertimbangkan selama diskusi. (Bloomberg)

     

    Melalui tulisan ini, kami kembali menyerukan kepada seluruh mitra investasi SAM untuk selalu menjaga kesehatan, mengikuti semua protokol kesehatan, menjaga jarak sosial dan fisik, serta seoptimal mungkin untuk melakukan aktivitas dari rumah. Semoga kita berhasil.

     

    Best Regards,

    SAM Investment

     

    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—18-Agustus-2021.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – Senin 16 Agustus 2021

    Kilas Pasar

     

    Indeks saham di Amerika Serikat tercatat ditutup menguat pada hari perdagangan Jumat (13/8/2021) lalu. Indeks Dow Jones tercatat mengalami kenaikan sebesar 0.04% bersamaan dengan S&P 500 yang juga menguat sebesar 0.16% sedangkan NASDAQ menguat sebesar 0.04%.

     

    Dari Eropa, indeks acuan juga tercatat kompak menguat dengan Euro Stoxx tercatat terapresiasi sebesar 0.21% sedangkan FTSE menguat 0.35%. Sementara itu, dari dalam negeri IHSG ditutup stagnan pada level 6.139 pada perdagangan hari Jumat (13/8/2021).

     

    Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS tercatat melemah pada level Rp 14.387. Dari komoditas, minyak WTI dan Brent tercatat melemah masing-masing sebesar 0.5% dan 0.45%, diperdagangkan pada level US$ 68.1 dan US$ 70.27 per barel.

     

    Indeks acuan Asia tercatat dibuka melemah pada perdagangan pagi hari ini dengan indeks NIKKEI tercatat terkoreksi dalam sebesar 1.22% diiringi oleh indeks ASX 200 Australia yang juga turut terkoreksi sebesar 0.15%. Sementara itu, indeks futures Amerika Serikat pada pagi hari ini tercatat kembali terkoreksi dengan Dow Jones, S&P, dan Nasdaq masing-masing terkoreksi sebesar 0.14%, 0.1% dan 0.05%.

     

    Isu Ekonomi dan Pasar

     

    Bank Sentral Selandia Baru dikabarkan akan meningkatkan suku bunga acuannya pada minggu ini sebagai tindak lanjut untuk menghindari overheating pada pemulihan ekonominya. Bank Sentral Selandia Baru mengumumkan akan meningkatkan suku bunga sebesar seperempat poin persentase menjadi 0.5%. Salah satu ekonom memprediksi kenaikan tersebut tidak akan membawa perubahan yang signifikan. Pasar juga berharap akan kenaikan suku bunga tersebut dikarenakan adanya kekhawatiran terhadap kurangnya tenaga kerja yang akan menimbulkan inflasi wage-push. “Sudah jelas ekonomi Selandia Baru tidak lagi membutuhkan stimulus moneter yang ekstrim,” kata Sharon Zollner, kepala ekonom di ANZ Bank Selandia Baru di Auckland. (Bloomberg)

     

    Pemerintah kembali meluncurkan Surat Berharga Negara (SBN) ritel berjenis sukuk ritel seri SR015. Ekonom memproyeksikan kupon SR015 di 5%. Direktur Pembiayaan Syariah Kemenkeu Dwi Irianti Hadiningdyah mengatakan jika tidak aral melintang, SR015 akan terbit pada 20 Agustus 2021. “Penerbitan SR015 masih sesuai rencana akan mulai ditawarkan kepada investor di 20 Agustus,” kata Dwi, Jumat (13/8). Dwi memproyeksikan penjualan SR015 juga akan ramai peminat. “Kami masih sangat optimistis penjualan ramai karena likuiditas masih besar sementara pengeluaran masyarakat masih terbatas,” kata Dwi. (Kontan)

     

     

    Melalui tulisan ini, kami kembali menyerukan kepada seluruh mitra investasi SAM untuk selalu menjaga kesehatan, mengikuti semua protokol kesehatan, menjaga jarak sosial dan fisik, serta seoptimal mungkin untuk melakukan aktivitas dari rumah. Semoga kita berhasil.

     

    Best Regards,

    SAM Investment

     

     

    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—16-Agustus-2021.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – Jumat 13 Agustus 2021

    Kilas Pasar

     

    Indeks saham di Amerika Serikat tercatat ditutup menguat pada hari perdagangan Kamis (12/8/2021) kemarin. Indeks Dow Jones tercatat mengalami kenaikan sebesar 0.04% bersamaan dengan S&P 500 yang juga menguat sebesar 0.3% sedangkan NASDAQ menguat sebesar 0.35%.

     

    Dari Eropa, indeks acuan tercatat bergerak mixed dengan Euro Stoxx tercatat menguat sebesar 0.11% sedangkan FTSE terkoreksi 0.37%. Sementara itu, dari dalam negeri IHSG tercatat menguat sebesar 0.84% pada hari Kamis (12/8/2021).

     

    Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS tercatat melemah pada level Rp 14.382. Dari komoditas, minyak WTI tercatat terkoreksi sebesar 0.38% dan diperdagangkan di level US$ 68.83 per barel. Sedangkan minyak Brent tercatat terakhir diperdagangkan pada level US$ 71.31 per barel.

     

    Indeks acuan Asia tercatat mixed pada perdagangan pagi hari ini dengan indeks KOSPI dibuka melemah 0.22% bersamaan dengan NIKKEI yang turut melemah sebesar 0.04% sedangkan indeks Australia ASX 200 mengalami penguatan sebesar 0.09%. Sementara itu, indeks futures Amerika Serikat pada pagi hari ini tercatat kembali terkoreksi dengan Dow Jones, S&P, dan Nasdaq masing-masing melemah tipis sebesar 0.01%, 0.05% dan 0.07%.

     

    Isu Ekonomi dan Pasar

     

    Investor di China memiliki alasan lebih lanjut untuk berhati-hati setelah Beijing merilis rencana kerja lima tahun yang mencakup kerangka kerja dan undang-undang pengawasan menyeluruh. Sektor yang dianggap bersinggungan dengan kepentingan nasional dapat dibidik oleh pemerintah. Para ahli strategi mengatakan target yang akan datang dapat mencakup apa pun yang bertentangan dengan prioritas Beijing untuk meningkatkan kesetaraan, mengurangi kesenjangan kekayaan, dan mendorong orang untuk memulai keluarga.Beberapa sektor yang menurut para analis bisa berisiko antara lain, perusahaan kecantikan, hewan peliharaan, dan logistik. (Bisnis)

     

    Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia. Tercatat lebih dari 65 juta UMKM yang telah beroperasi dan mampu membuka lapangan kerja baru serta menggerakkan roda ekonomi bangsa. Namun dari sekian banyaknya jumlah UMKM tersebut, baru 14% dari total ekspor Indonesia yang merupakan porsi ekspor produk UMKM. Direktur Eksekutif LPEI Daniel James Rompas mengatakan bahwa LPEI sampai tanggal 30 Juni 2021 telah menyalurkan pembiayaan ekspor sebesar Rp 90,2 triliun yang termasuk di dalamnya untuk sektor UMKM sebesar Rp 14,5 triliun. (Kontan)

     

    Melalui tulisan ini, kami kembali menyerukan kepada seluruh mitra investasi SAM untuk selalu menjaga kesehatan, mengikuti semua protokol kesehatan, menjaga jarak sosial dan fisik, serta seoptimal mungkin untuk melakukan aktivitas dari rumah. Semoga kita berhasil.

     

     

    Best Regards,

    SAM Investment

     

    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—13-Agustus-2021.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – Selasa 10 Agustus 2021

    Kilas Pasar

     

    Indeks saham di Amerika Serikat tercatat ditutup mixed pada hari perdagangan Senin (9/8/2021) kemarin. Indeks Dow Jones melemah sebesar 0.30% bersamaan dengan S&P 500 yang juga melemah sebesar 0.09% sedangkan NASDAQ terapresiasi sebesar 0.16%.

     

    Dari Eropa, Euro Stoxx tercatat menguat sebesar 0.15%, diikuti FTSE yang menguat 0.13%. Dari dalam negeri, IHSG tercatat melemah sebesar 1.22% pada perdagangan Senin (9/8/2021).

     

    Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS tercatat pada level Rp 14.394. Dari komoditas, minyak WTI menguat 0,29% menjadi US$ 66,67 per barel sedangkan Brent melemah tipis sebesar 0,01% menjadi US$ 69,03 per barel. 

     

    Indeks acuan Asia tercatat mixed pada perdagangan pagi hari ini dengan indeks KOSPI melemah sebesar 0.68% dengan Nikkei 225 menguat 0,21%. Sementara itu, indeks futures Amerika Serikat pada pagi hari ini tercatat terkoreksi dengan Dow Jones, S&P, dan Nasdaq masing-masing melemah sebesar 0.19%, 0.18% dan 0.18%.

     

    Isu Ekonomi dan Pasar

     

    Komitmen kuat China untuk memusnahkan Covid-19 berisiko membuat negara itu terisolasi selama beberapa tahun mendatang. Beijing telah menghukum lusinan pejabat karena gagal mengekang wabah baru-baru ini yang menyebabkan hampir 900 infeksi bergejala di seluruh negeri dalam waktu kurang dari sebulan. Dengan infeksi delta baru yang memicu pembatasan perjalanan di seluruh China, kapasitas maskapai turun 32% dalam satu minggu, terbesar sejak awal pandemi. Di tempat lain, gelombang delta kini telah melanda AS, dengan kasus dan rawat inap tertinggi sejak Februari. Dari Eropa, UE telah memutuskan untuk tidak memberlakukan kembali pembatasan pada pelancong dari AS. Sementara itu dari Indonesia, pemerintah berencana untuk secara bertahap melonggarkan pembatasan di beberapa kota, termasuk Jakarta, karena menetapkan peta jalan untuk hidup dengan virus. (Bloomberg)

     

    Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan, pemerintah akan melakukan uji coba pembukaan pusat perbelanjaan atau mal secara bertahap pada perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 untuk Pulau Jawa dan Bali hingga 16 Agustus mendatang. Uji coba ini akan dilakukan di empat kota di Pulau Jawa. Luhut menyebutkan, empat kota yang akan diuji coba pembukaan mal secara bertahap itu adalah Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Semarang. Adapun ketentuan kapasitas pengunjung yang diperbolehkan adalah masksimal 25R dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat. (Investor Daily)

     

    Melalui tulisan ini, kami kembali menyerukan kepada seluruh mitra investasi SAM untuk selalu menjaga kesehatan, mengikuti semua protokol kesehatan, menjaga jarak sosial dan fisik, serta seoptimal mungkin untuk melakukan aktivitas dari rumah. Semoga kita berhasil.

     

     

    Best Regards,

    SAM Investment

     

    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—10-Agustus-2021.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – Senin 9 Agustus 2021

    Kilas Pasar

     

    Indeks saham di Amerika Serikat tercatat ditutup mixed pada hari perdagangan Jumat (6/8/2021) kemarin. Indeks Dow Jones menguat sebesar 0.41% bersamaan dengan S&P 500 yang juga menguat sebesar 0.17% sedangkan NASDAQ terkoreksi sebesar 0.4%.

     

    Dari Eropa, indeks acuan tercatat kompak menguat. Euro Stoxx tercatat menguat tipis sebesar 0.01%, FTSE menguat 0.04%. Dari dalam negeri, IHSG tercatat melemah tipis sebesar 0.03% pada perdagangan Jumat (6/8/2021).

     

    Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS tercatat pada level Rp 14.352. Dari komoditas, minyak WTI dan Brent masing-masing mengalami penurunan sebesar 1.96% dan 1.91% pada level US$ 66.94 dan US$ 69.33 per barel.

     

    Indeks acuan Asia tercatat mixed pada perdagangan pagi hari ini dengan indeks Shanghai dibuka melemah tipis sebesar 0.01%, indeks ASX 200 Australia menguat 0.27% sedangkan KOSPI melemah sebesar 0.27%. Sementara itu, indeks futures Amerika Serikat pada pagi hari ini tercatat terkoreksi dengan Dow Jones, S&P, dan Nasdaq masing-masing melemah sebesar 0.19%, 0.28% dan 0.44%.

     

    Isu Ekonomi dan Pasar

     

    Singapura mengeluarkan aturan penyesuaian untuk orang-orang yang sudah divaksin Covid-19 pada Jumat (6/8/2021), yang mulai berlaku pada Selasa (10/8/2021). Berbicara pada konferensi pers pada Jumat, Menteri Kesehatan Singapura Ong Ye Kung, yang merupakan ketua bersama gugus tugas Covid-19 Pemerintah, mengatakan bahwa Singapura akan memasuki fase baru, yang disebut “tahap persiapan” Dimulainya aturan baru pada 10 Agustus, sebagai bagian dari transisi di Singapura untuk hidup dengan endemik Covid-19. Pada saat itu, pemerintah Singapura mengharapkan 80 persen dari populasi sudah divaksin Covid-19. (Kompas)

     

    Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara menyampaikan bahwa APBN (Anggaran Pendapatan Belanja Negara) yang fleksibel menjadi kunci utama pemulihan ekonomi sehingga pertumbuhan ekonomi pada kuartal II-2021 naik sebesar 7,07% year on year (yoy). Capaian pertumbuhan ekonomi pada triwulan kedua ini menunjukkan keseimbangan antara gerak ekonomi masyarakat dan pandemi Covid-19. Peningkatan kegiatan ekonomi terlihat dari seluruh komponen yang mulai tumbuh positif, seperti konsumsi, investasi, ekspor dan impor. “Inilah hakikat pemulihan yaitu pemulihan artinya pertumbuhan ekonominya tidak hanya sekedar mengandalkan pemerintah, tetapi mengandalkan dunia usaha dan masyarakat,” kata Wamenkeu. (Kontan)

     

    Melalui tulisan ini, kami kembali menyerukan kepada seluruh mitra investasi SAM untuk selalu menjaga kesehatan, mengikuti semua protokol kesehatan, menjaga jarak sosial dan fisik, serta seoptimal mungkin untuk melakukan aktivitas dari rumah. Semoga kita berhasil.

     

     

    Best Regards,

    SAM Investment

     

     

    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—9-Agustus-2021.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – Jumat 6 Agustus 2021

    Kilas Pasar

     

    Indeks saham global mayoritas mengalami kenaikan pada perdagangan Kamis (5/8). Dari Amerika Serikat, indeks Dow Jones tercatat menguat 0,78% bersamaan dengan S&P 500 sebesar 0,60% dan juga NASDAQ yang menguat 0,78%.

     

    Dari Eropa,  Euro Stoxx tercatat mengalami penguatan sebesar 0,37% sedangkan FTSE terdepresiasi sebesar 0,05%. Sementara dari dalam negeri, IHSG kembali melanjutkan penguatan sebesar 0,75% pada perdagangan Kamis (5/8) kemarin.

     

    Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS tercatat berada pada level Rp 14.342,5. Dari komoditas, pagi ini harga minyak WTI melemah 0,22% begitupun Brent yang melemah sebesar 0,10%. Keduanya berada pada level masing-masing US$ 68,94 dan US$ 71,12.

     

    Dari benua Asia, indeks NIKKEI dibuka menguat tipis 0.08% sedangkan KOSPI dibuka melemah 0,16%.  Indeks futures Amerika Serikat pada pagi hari ini tercatat mengalami pelemahan dengan Dow Jones futures melemah 0,15% begitupun S&P dan NASDAQ futures masing-masing melemah sebesar 0,10% dan 0,03%.

     

     

    Isu Ekonomi dan Pasar

     

    Indonesia keluar dari resesi. Setelah terkontraksi selama empat kuartal berturut-turut, Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada kuartal II-2021 mampu tumbuh 7,07% (year on year/yoy). Seluruh sektor menggeliat, tercermin pada PDB berdasar lapangan usaha yang seluruhnya tumbuh positif. Demikian pula PDB kuartal II-2021 berdasarkan pengeluaran, pertumbuhannya sangat impresif. Konsumsi rumah tangga tumbuh 5,93% (yoy), konsumsi pemerintah melonjak 8,06%, Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) atau investasi meningkat 7,54%, ekspor melejit 31,78%, impor melonjak 31,22%, serta Lembaga Non-Profit yang Melayani Rumah Tangga (LNPRT) tumbuh 4,12%. Konsumsi rumah tangga dan investasi menjadi pilar utama dengan kontribusi terhadap PDB sebesar 84,93%. (Investor Daily)

     

    Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mencatat, realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) hingga 2 Agustus lalu mencapai Rp 148,08 triliun. Realisasi ini setara dengan 58,53% target awal tahun ini yakni Rp 253 triliun atau 51,96% dari perubahan target 2021 yang sebesar Rp 285 triliun. (Investor Daily)

     

    Upaya China menghentikan impor nanas dari Taiwan secara mendadak lima bulan lalu dipandang sebagai upaya untuk melemahkan posisi Presiden Tsai Ing-wen dengan konstituen politik. Tetapi data perdagangan baru menunjukkan langkah tersebut kini menjadi bumerang, karena pembeli Jepang yang simpatik masuk untuk memberikan dukungan kepada Taiwan. Jepang kini telah menggantikan China sebagai tujuan utama nanas Taiwan di luar negeri, dengan pengiriman melonjak lebih dari delapan kali lipat menjadi 16.556 ton dalam empat bulan hingga Juni dari tahun lalu. Buah tersebut telah menjadi simbol pembangkangan terhadap China dalam intrik geopolitik di kawasan itu. (Bloomberg)

     

    Melalui tulisan ini, kami kembali menyerukan kepada seluruh mitra investasi SAM untuk selalu menjaga kesehatan, mengikuti semua protokol kesehatan, menjaga jarak sosial dan fisik, serta seoptimal mungkin untuk melakukan aktivitas dari rumah. Semoga kita berhasil.

    Best Regards,

    SAM Investment

    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—6-Agustus-2021.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – Kamis 5 Agustus 2021

    Kilas Pasar

     

    Indeks saham global tercatat mengalami pergerakan yang bervariasi pada perdagangan Rabu (4/8). Dari Amerika Serikat, indeks Dow Jones tercatat melemah 0,92% bersamaan dengan S&P 500 sebesar 0,46%. Sedangkan NASDAQ menguat sebesar 0,13%.

     

    Berbeda dengan Amerika, indeks acuan Eropa tercatat menguat secara kompak dengan Euro Stoxx tercatat mengalami penguatan sebesar 0,61% bersamaan dengan FTSE yang terapresiasi sebesar 0,26%. Sementara dari dalam negeri, IHSG kembali melanjutkan penguatan sebesar 0.46% pada perdagangan Rabu (4/8) kemarin.

     

    Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS tercatat berada pada level Rp 14.312,5. Dari komoditas, pagi ini harga minyak WTI menguat sebesar 0,23% begitupun Brent menguat sebesar 0,61%. Keduanya berada pada level masing-masing US$ 68,31 dan US$ 70,56.

     

    Dari benua Asia, indeks NIKKEI dibuka melemah sebesar 0.27% sedangkan KOSPI dibuka menguat 0,09%. Meski demikian, keduanya bergerak menguat beberapa saat setelah pembukaan bursa. Indeks futures Amerika Serikat pada pagi hari ini tercatat mengalami peningkatan dengan Dow Jones futures menguat 0,19% begitupun S&P dan NASDAQ futures masing-masing menguat sebesar 0,19% dan 0,15%.

     

     

    Isu Ekonomi dan Pasar

     

    Pemerintahan Biden telah menyetujui penjualan senjata pertamanya ke Taiwan, kesepakatan potensial senilai $750 juta yang pasti akan dikecam oleh China. Kesepakatan ini menyerukan untuk menjual Taiwan 40 howitzer self-propelled M109 baru dan hampir 1.700 kit untuk mengubah proyektil menjadi amunisi berpemandu GPS yang lebih tepat, menurut pemberitahuan Departemen Luar Negeri kepada Kongres. Langkah itu dilakukan setelah Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong kembali memperingatkan AS dan China untuk mengurangi ketegangan, menambahkan bahwa situasi Taiwan bisa “dengan mudah” menjadi berbahaya karena salah perhitungan. Dalam beberapa hari terakhir, suara Jepang menjadi semakin vokal dalam menyerukan dukungan yang lebih besar untuk Taiwan. Inilah bagaimana Taiwan menjadi risiko terbesar dalam memicu konflik China-AS. bentrokan. (Bloomberg)

     

    Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati memperkirakan, anggaran kesehatan untuk penanganan Covid-19 pada tahun ini bisa melonjak hingga menjadi lebih dari Rp 300 triliun. Nilai tersebut hampir dua kali dari anggaran awal sebesar Rp 176 triliun yang dinaikkan menjadi Rp 214,9 triliun seiring penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Di sisi lain, Pemerintah menyiapkan anggaran Rp 2,77 triliun untuk subsidi kuota internet yang terbagi Rp 2,3 triliun oleh Kementerian Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) dan Rp 470 miliar oleh Kementerian Agama (Kemenag). Bantuan subsidi kuota akan berlangsung selama tiga bulan dari September hingga November 2021. (Investor Daily)

     

    Melalui tulisan ini, kami kembali menyerukan kepada seluruh mitra investasi SAM untuk selalu menjaga kesehatan, mengikuti semua protokol kesehatan, menjaga jarak sosial dan fisik, serta seoptimal mungkin untuk melakukan aktivitas dari rumah. Semoga kita berhasil.

    Best Regards,

    SAM Investment

    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—5-Agustus-2021.pdf