Samuel Aset Manajemen

Blog

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian Senin 16 November 2020

    Kilas Pasar

     

    Dari AS, Dow Jones Industrial Average naik 399,64 poin, atau 1,37%, menjadi 29.479,81. S&P 500 naik 1,36%, atau 48,14 poin, menjadi 3.585,15, sedangkan Nasdaq Composite naik 1,02%, atau 119,70 poin, menjadi 11.829,29.

     

    Sementara itu, pasar saham Eropa secara umum mengalami kenaikan tipis meskipun FTSE mengalami penurunan sebesar 0,36% atau 22,55 poin menjadi 6.316,39. Stoxx600 sendiri naik tipis 0,01% atau 0,02 poin menjadi 385,18.

     

    Pagi ini, Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berada pada level Rp 14.170,0, sementara komoditas minyak WTI dan Brent mengalami menguat sebesar 0,92% dan 0,82%.

     

    Prediksi Hari Ini

     

    Hari ini pasar diperkirakan menguat.  Pagi ini indeks Nikkei 225 naik 1,26% sementara Kospi naik 1,07%. Di sisi lain, indeks futures di Amerika Serikat juga menguat secara kompak, dimana Dow Jones, S&P 500, dan Nasdaq tercatat naik bersamaan masing-masing sebesar 0,58%, 0,61% dan 0,86%.

     

    Isu Ekonomi dan Pasar

     

    Negara-negara Asia-Pasifik termasuk China, Jepang dan Korea Selatan pada hari Minggu menandatangani perjanjian perdagangan bebas regional terbesar di dunia, yang mencakup hampir sepertiga dari populasi dunia dan produk domestik bruto. Pejabat tinggi dari 15 negara yang juga termasuk Australia, Selandia Baru dan 10 anggota ASEAN, kecuali India, menandatangani RCEP (Regional Comprehensive Economic Partnership) pada hari terakhir KTT Asean ke-37. Dikatakan bahwa pakta yang mencakup 2,2 miliar orang dengan PDB gabungan US$ 26,2 triliun ini akan mengurangi tarif, memperkuat rantai pasokan dengan aturan asal umum, serta menyusun aturan e-commerce baru.

     

    Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan, ruang penurunan suku bunga acuan atau BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) masih terbuka. Namun demikian, penurunan suku bunga acuan ini harus mempertimbangkan factor global dan domestik. Sepanjang tahun ini, BI telah menurunkan suku bunga acuan sebanyak 4 kali, sebesar 100 basis poin menjadi 4%. Menurut Gubernur BI tersebut, keputusan tersebut sejalan dengan perlunya mendorong pertumbuhan ekonomi serta dengan mempertimbangkan rendahnya tekanan inflasi dan relatif stabilnya nilai tukar rupiah.

     

    Melalui tulisan ini, kami kembali menyerukan kepada seluruh mitra investasi SAM untuk selalu menjaga kesehatan, mengikuti semua protokol kesehatan, menjaga jarak sosial dan fisik, serta seoptimal mungkin untuk melakukan aktivitas dari rumah. Semoga kita berhasil.

     

    Best Regards,

    SAM Investment

    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—16-November-2020.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian Jumat 13 November 2020

    Kilas Pasar

     

    Dari AS, Dow Jones Industrial Average turun 317,46 poin, atau 1,1%, menjadi 29.080,17, setelah turun sebanyak 495 poin di awal sesi. S&P 500 turun 1,0%, atau 35,65 poin, menjadi 3.537,01, sedangkan Nasdaq Composite turun 0,7%, atau 76,84 poin, menjadi 11.709,59.

     

    Sementara itu, pasar saham Eropa mengalami penurunan setelah menjalani reli beberapa hari sebelumnya. FTSE turun sebesar 0,68% atau 43,16 poin menjadi 6.338,94 dan Stoxx600 turun 0,88% menjadi 385,16.

     

    Pagi ini, Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berada pada level Rp 14.170,0, sementara komoditas minyak WTI dan Brent mengalami pelemahan sebesar 1,02% dan 0,16%.

     

    Prediksi Hari Ini

     

    Hari ini pasar diperkirakan mix.  Pagi ini indeks Nikkei 225 melemah 0,36% sementara Kospi naik 0,20%. Di sisi lain, indeks futures di Amerika Serikat menguat secara kompak, dimana Dow Jones, S&P 500, dan Nasdaq tercatat naik bersamaan masing-masing sebesar 0,20%, 0,12% dan 0,24%.

     

    Isu Ekonomi dan Pasar

     

    Presiden AS Donald Trump pada Kamis (12/11) menandatangani perintah eksekutif yang melarang orang Amerika berinvestasi pada perusahaan China yang diyakini Gedung Putih mendukung militer Beijing. Sementara itu, dukungan Trump untuk para kritikus Beijing di Taiwan dan Hong Kong menjadi ujian awal bagi Presiden terpilih Joe Biden. Dan akhir pekan ini, China bergabung dengan 14 negara Asia-Pasifik lainnya dengan tujuan mencapai perjanjian perdagangan bebas terbesar di dunia.

     

    Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan, pemerintah telah mencadangkan dana sebesar Rp 34,23 triliun untuk pengadaan vaksin Covid-19. Dana sebesar itu meliputi Rp 5 triliun untuk pencadangan bagi pengadaan vaksin tahun ini dan Rp 29,23 triliun untuk depan. Anggaran ini berasal dari skema burden sharing atau pembagian beban antara pemerintah dengan Bank Indonesia (BI) terkait belanja public goods aspek kesehatan.

     

    Realisasi pemanfaatan insentif pajak dalam program PEN masih minim. Sampai 9 November 2020, Kemenkeu mencatat, realisasi penyerapan insentif pajak baru sebesar Rp 38,13 triliun atau 31,6% dari pagu total insentif pajak di program PEN senilai Rp 120,6 triliun.

     

    Melalui tulisan ini, kami kembali menyerukan kepada seluruh mitra investasi SAM untuk selalu menjaga kesehatan, mengikuti semua protokol kesehatan, menjaga jarak sosial dan fisik, serta seoptimal mungkin untuk melakukan aktivitas dari rumah. Semoga kita berhasil.

    Best Regards,

    SAM Investment

    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—13-November-2020.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian Kamis 12 November 2020

    Kilas Pasar

     

    Dari AS, indeks pasar yang lebih luas, S&P 500 ditutup 0,8% lebih tinggi pada 3.572,66 dan Nasdaq melonjak 2% menjadi 11.786,43 pada perdagangan Rabu (11/11). Sementara itu Dow Jones Industrial Average – yang telah melejit awal pekan ini – turun 23,29 poin, atau 0,1% menjadi 29.397,63.

     

    Sementara itu, pasar saham Eropa kembali melanjutkan penguatan secara bersamaan. FTSE menunjukkan kenaikan sebesar 1,35% atau 85,25 poin menjadi 6.382,10, sedangkan Stoxx600 naik 1,08% menjadi 388,56.

     

    Pagi ini, Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berada pada level Rp 14.085,0, sementara komoditas minyak WTI mengalami kenaikan sebesar 0,12% dan Brent turun sebesar 0,05%.

     

    Prediksi Hari Ini

     

    Hari ini pasar diperkirakan menguat meski ada potensi pelemahan setelah menguat secara kuat 2 hari sebelumnya.  Pagi ini indeks Nikkei 225 menguat 0,88% sementara Kospi melemah 0,19%. Di sisi lain, indeks futures di Amerika Serikat menguat secara kompak, dimana Dow Jones, S&P 500, dan Nasdaq tercatat naik bersamaan masing-masing sebesar 0,04%, 0,08% dan 0,04%.

     

    Isu Ekonomi dan Pasar

     

    Vaksin virus corona Sputnik V buatan Rusia diklaim efektif 92% dalam mencegah infeksi virus Covid-19. Para pengembangnya meng umumkan hasil uji awal vaksin tersebut pada Rabu (11/11) di Moskow. Di sisi lain, Vaksinasi pertama Covid-19 di Uni Eropa (UE) akan dilakukan pada tiga bulan pertama 2021. Ini menurut skenario optimistis yang di umumkan Direktur Pusat Pe ngendalian dan Pencegah Penyakit Eropa atau ECDC Andrea Ammon di Stockholm, Swedia, Rabu (11/11).

     

    Anggota parlemen pro-demokrasi Hong Kong pada Rabu mengumumkan bahwa mereka akan mengundurkan diri secara massal setelah empat dari mereka digulingkan dari Badan Legislatif wilayah semi-otonom Tiongkok. Sebelumnya, Badan legislatif teratas Tiongkok telah mengeluarkan resolusi yang memungkinkan diskualifikasi setiap anggota parlemen Hong Kong yang dianggap tidak cukup setia ke Tiongkok. Hal ini semakin memicu ketegangan antar kedua pihak.

     

    Bank Indonesia (BI) optimistis kinerja pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal IV-2020 bakal memasuki zona positif. Optimisme ini didasarkan pada tren perbaikan kinerja ekonomi kuartal III-2020 yang membukukan kontraksi 3,49%, mengecil dibandingkan kuartal II-2020 yang mengalami kontraksi hingga 5,32%.

     

    Melalui tulisan ini, kami kembali menyerukan kepada seluruh mitra investasi SAM untuk selalu menjaga kesehatan, mengikuti semua protokol kesehatan, menjaga jarak sosial dan fisik, serta seoptimal mungkin untuk melakukan aktivitas dari rumah. Semoga kita berhasil.

    Best Regards,

    SAM Investment

    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—12-November-2020.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian Rabu 11 November 2020

    Kilas Pasar

     

    Dow ditutup naik sementara S&P 500 dan Nasdaq merosot pada Selasa (10/11) seriring perusahaan teknologi kehilangan dukungan di tengah harapan munculnya vaksin. Dow Jones Industrial Average ditutup naik 262 poin, atau 0,9%. S&P 500 turun 0,11% menjadi 3.545,53, dan Nasdaq Composite turun 1,37% atau 159,93 poin menjadi 11.553,86.

     

    Berbeda dengan kondisi di AS, bursa saham Eropa menguat secara kompak. FTSE menunjukkan kenaikan sebesar 1,79% atau 110,79 poin menjadi 6.296,85, sementara Stoxx600 naik 0,9% atau 3,43 poin menjadi 384,42.

     

    Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pagi ini berada pada level RP 14.050,0, kembali menguat. Selain itu, komoditas utama dunia, yaitu minyak WTI dan Brent menguat bersamaan sebesar 0,41% dan 0,05%.

     

    Prediksi Hari Ini

     

    Hari ini pasar diperkirakan mix.  Pagi ini indeks Nikkei 225 menguat 1,06% sementara Kospi menguat 0,53%. Namun, terdapat sentimen penurunan dari indeks futures di Amerika Serikat, dimana Dow Jones, S&P 500, dan Nasdaq tercatat turun bersamaan masing-masing sebesar 0,17%, 0,18% dan 0,19%.

     

    Isu Ekonomi dan Pasar

     

    Presiden AS terpilih Joe Biden mengatakan penolakan Donald Trump untuk menerima hasil pemilu adalah hal “memalukan” yang akan menodai warisan Gedung Putih. Biden, dalam konferensi pers pertamanya sebagai presiden terpilih, mengatakan dia bergerak maju terlepas dari tantangan hukum Partai Republik dan penolakan Trump untuk mengizinkan pemerintahannya bekerja sama dalam kelancaran transisi kekuasaan.

     

    Regulator kesehatan Brasil, Anvisa, menyampaikan telah menghentikan uji klinis vaksin virus corona Covid-19 buatan Tiongkok. Mereka beralasan, itu karena ada insiden merugikan yang melibatkan relawan penerima vaksin. Penghentian pemberian vaksin CoronaVac, yang dikembangkan oleh Sinovac Biotech Tiongkok, terjadi pada Senin (9/11).

     

    Minggu ini, Kemenkeu diharapkan untuk menyelesaikan semua pendanaan korporasi sebesar Rp 53,6 triliun sebgai langkah percepatan PEN. Rp 24,07 triliun akan digunakan sebagai Penyertaan Modal Negara (PMN) untuk BUMN, Rp 19,65 triliun untuk pinjaman investasi kepada BUMN, Rp 3,5 triliun untuk penjaminan kredit korporasi, dan Rp 15 triliun untuk pembiayaan Lembaga Pengelola Investasi (LPI).

     

    Melalui tulisan ini, kami kembali menyerukan kepada seluruh mitra investasi SAM untuk selalu menjaga kesehatan, mengikuti semua protokol kesehatan, menjaga jarak sosial dan fisik, serta seoptimal mungkin untuk melakukan aktivitas dari rumah. Semoga kita berhasil.

     

    Best Regards,

    SAM Investment

    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—11-November-2020.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian Selasa 10 November 2020

    Kilas Pasar

     

    Dow Jones Industrial Average dan S&P 500 melonjak pada hari Senin (9/11) karena investor menyambut gembira data uji coba dari pembuat obat Pfizer dan BioNTech yang menunjukkan vaksin Covid-19 mereka lebih dari 90% efektif. Dow ditutup 834,57 poin lebih tinggi, atau 2,95%, ditutup pada 29.157,97. S&P 500 melonjak 1,2% menjadi 3.550,50 dan juga mencapai tertinggi sepanjang masa intraday. Sementara Nasdaq Composite ditutup lebih rendah 1,5% pada 11.713,78 karena investor beralih dari saham-saham teknologi.

     

    Hal serupa ditunjukkan pasar Eropa dimana FTSE naik 2,76 poin atau 4,67% menjadi 6.186,29, sementara Stoxx600 menguat sebesar 3,98% menjadi 380,99.

     

    Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pagi ini berada pada level RP 14.062,5, kembali menguat. Selain itu, komoditas utama dunia, yaitu minyak WTI melemah sebesar 2,01% dan Brent tidak berubah pada 42,05.

     

    Prediksi Hari Ini

     

    Hari ini pasar diperkirakan menguat, mengikuti sentimen vaksin Covid-19, meski tetap terdapat potensi penurunan. Pagi ini indeks Nikkei 225 menguat 1,12% sementara Kospi melemah 0,23%. Di sisi lain, indeks futures di Amerika Serikat, Dow Jones, S&P 500, dan Nasdaq tercatat turun bersamaan masing-masing sebesar 0,27%, 0,26% dan 0,17%.

     

    Isu Ekonomi dan Pasar

     

    Setelah mengumumkan 90% efektivitas vaksin, Pfizer dan BioNTech berencana mengajukan otorisasi penggunaan darurat di AS untuk vaksin bagi orang berusia 16-85 tahun. Untuk mencapai itu, perusahaan harus mengumpulkan data keselamatan lanjutan selama dua bulan terhadap sekitar separuh dari 44.000 relawan. Prosesnya bisa berlangsung hingga akhir November 2020. Kandidat vaksin bernama BNT162b2 dapat dihasilkan dan dibuat dalam beberapa pekan, serta diproduksi lebih cepat dibandingkan vaksin biasa. Disebutkan juga bahwa harga vaksinnya sekitar US$39 dan kemungkinan untuk dua dosis perawatan.

     

    Proses pengalihan kekuasaan antara Presiden Donald Trump dan Presiden terpilih Joe Biden tampaknya tertahan pada Senin karena petahana merencanakan serangan kilat untuk memperkuat klaim adanya penipuan pada proses pilpres meski pihaknya telah terpecah untuk menerima hasil pemilihan presiden tahun 2020.

     

    Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan, hingga Jumat (6/11) total nilai usulan pinjaman daerah dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) mencapai Rp 52,66 triliun. Jumlah ini terbagi dalam usulan 2020 sebesar Rp 25,38 triliun dan 2021 sebesar Rp 27,27 triliun. 

     

    Melalui tulisan ini, kami kembali menyerukan kepada seluruh mitra investasi SAM untuk selalu menjaga kesehatan, mengikuti semua protokol kesehatan, menjaga jarak sosial dan fisik, serta seoptimal mungkin untuk melakukan aktivitas dari rumah. Semoga kita berhasil.

     

     

    Best Regards,

    SAM Investment

    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—10-November-2020.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian Senin 9 November 2020

    Kilas Pasar

     

    Pasar saham AS tidak banyak berubah dengan kecenderungan melemah pada Jumat (6/11) menunggu hasil pemilihan presiden dan kongres. Dow Jones Industrial Average turun 66,78 poin, atau 0,24%, pada 28.323,40. S&P 500 turun 0,03% menjadi 3.509,44 dan Nasdaq Composite naik 0,04% menjadi 11.895,23.

     

    Hal senada ditunjukkan pasar Eropa dimana FTSE naik 3,84 poin atau 0,07% menjadi 5.910,02, sementara Stoxx600 melemah sebesar 0,2% menjadi 366,40.

     

    Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pagi ini berada pada level RP 14.210,0. Selain itu, komoditas utama dunia, yaitu minyak WTI dan Brent menguat bersamaan masing-masing sebesar 1,7% dan 0,81%.

     

    Prediksi Hari Ini

     

    Hari ini pasar diperkirakan menguat. Pagi ini indeks Nikkei 225 dan Kospi dibuka menguat sebesar 1,12% dan 0,78%. Di sisi lain, indeks futures di Amerika Serikat, Dow Jones, S&P 500, dan Nasdaq juga tercatat naik bersamaan masing-masing sebesar 0,99%, 1,02% dan 1,29%.

     

    Isu Ekonomi dan Pasar

     

    Dari Amerika Serikat, Presiden terpilih Joe Biden meluncurkan upaya transisi dan mempersiapkan rencana untuk menyelesaikan pandemi virus corona, sementara Presiden Donald Trump mempertimbangkan tantangan hukum dan sejauh ini menolak untuk menyerah. Meski demikian, terdapat pandangan bahwa upaya penolakan tersebut akan sia-sia. Biden meminta orang Amerika untuk mengesampingkan perpecahan selama empat tahun terakhir dalam pidato kemenangannya. Sementara itu Wakil Presiden terpilih Kamala Harris menyatakan dan mengakui dirinya sebagai wanita pertama berkulit hitam dan berasal dari India yang akan menjabat posisi sebagai Wakil Presiden.

     

    Perdana Menteri Singapura, Lee Hsien Loong menyatakan bahwa Ekonomi negaranya tidak akan meningkat secara signifikan dikarenakan pasar ekspor utamanya, Eropa dan AS, tengah menghadapi peningkatan pandemi Covid-19.

     

    Indef menilai langkah pemerintah Indonesia memberikan perlindungan sosial dari dampak pandemi Covid-19 melalui bantuan sosial (bansos) dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) belum efektif menggerakkan aktivitas ekonomi karena diduga tidak sepenuhnya digunakan oleh masyarakat untuk konsumsi, tetapi untuk kegiatan lain. Argumen ini didasarkan pada data BPS yang menunjukkan kontraksi pada komponen makanan dan minuman selain restoran pada kuartal III-2020 sebesar 0,69% YoY.

     

    Melalui tulisan ini, kami kembali menyerukan kepada seluruh mitra investasi SAM untuk selalu menjaga kesehatan, mengikuti semua protokol kesehatan, menjaga jarak sosial dan fisik, serta seoptimal mungkin untuk melakukan aktivitas dari rumah. Semoga kita berhasil.

     

    Best Regards,

    SAM Investment

    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—9-November-2020.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian Jumat 6 November 2020

    Kilas Pasar

     

    Pasar saham AS naik pada Kamis (5/11) di tengah harapan pemenang pemilihan presiden dan kongres AS akan segera ditentukan. Dow Jones Industrial Average ditutup 542,52 poin lebih tinggi, atau 1,95%, pada 28.390,18. S&P 500 naik 1,95% menjadi 3.150,45 dan Nasdaq Composite naik 2,6% menjadi 11.890,93. Kamis juga menandai pertama kalinya sejak tahun 1982 bahwa Dow dan S&P 500 naik setidaknya 1% dalam empat sesi berturut-turut.

     

    Hal senada ditunjukkan pasar Eropa dimana FTSE dan Stoxx600 menguat secara bersamaan masing-masing sebesar 0,39% dan 1,05% menjadi 5.906,18 dan 367,12.

     

    Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pagi ini kembali menguat dengan berada pada level RP 14.380,0. Selain itu, komoditas utama dunia, yaitu minyak WTI melemah sebesar 0,13% sementara Brent menguat 0,32%.

     

    Prediksi Hari Ini

     

    Hari ini pasar diperkirakan mix. Pagi ini indeks Nikkei 225 dan Kospi dibuka menguat sebesar 0,19% dan 0,20%. Di sisi lain, indeks futures di Amerika Serikat, Dow Jones, S&P 500, dan Nasdaq tercatat turun bersamaan masing-masing sebesar 0,39%, 0,42% dan 0,25%.

     

    Isu Ekonomi dan Pasar

     

    Pertumbuhan ekonomi kuartal III-2020 sudah membentuk kurva ā€˜V’. Pada kuartal III-2020, pertumbuhan ekonomi nasional terkontraksi atau minus 3,49%, lebih baik dibanding kuartal sebelumnya yang minus 5,32% secara tahunan (year on year/yoy). Berdasarkan data yang diumumkan Badan Pusat Statistik (BPS) di Jakarta, Kamis (5/11), ekonomi kuartal III-2020 tumbuh 5,05% secara kuartalan (quarter to quarter/q to q) setelah tiga kuartal sebelumnya berturut-turut negatif.

     

    Dari pemilihan presiden AS, Joe Biden berada di ambang kemenangan dengan memperoleh 264 electoral votes sementara ini dari 270 yang dibutuhkannya untuk menang. Sementara petahana yang dilawannya, Presiden Donald Trump yang saat ini memiliki 214 electoral votes, berusaha keras menepis kekalahan dengan mengajukan sejumlah gugatan hukum. Ia pada Rabu (4/11) waktu setempat menyatakan akan ke Mahkamah Agung (MA) AS untuk membatalkan suara di Pennsylvania dan menghentikan penghitungan suara di Michigan. Hal ini tentu kurang disukai oleh pasar karena menunjukkan gejolak politik, dimana kedua calon meyakini memenangkan persaingan kursi Presiden.

     

    Melalui tulisan ini, kami kembali menyerukan kepada seluruh mitra investasi SAM untuk selalu menjaga kesehatan, mengikuti semua protokol kesehatan, menjaga jarak sosial dan fisik, serta seoptimal mungkin untuk melakukan aktivitas dari rumah. Semoga kita berhasil.

     

    Best Regards,

    SAM Investment

    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—6-November-2020.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian Kamis 5 November 2020

    Kilas Pasar

     

    Saham AS naik pada hari Rabu (4/11) meskipun hasil dari pemilihan presiden belum menghasilkan pemenang yang jelas. Dow Jones Industrial Average melonjak 367,63 poin atau 1,3% menjadi 27.847,66. S&P 500 naik 2,2%, atau 74,42 poin, menjadi 3.443,44 setelah naik sebanyak 3,5% pada hari sebelumnya. Nasdaq Composite yang berteknologi tinggi melonjak 3,9%, atau 430,21 poin, menjadi 11.590,78.

     

    Peningkatan juga terjadi pada pasar Eropa  dimana FTSE naik signifikan 1,67% menjadi 5.883,26 sementara Stoxx600 naik 2,05% menjadi 363,31.

     

    Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pagi ini kembali menguat dengan berada pada level RP 14.565,0. Selain itu, komoditas utama dunia, yaitu minyak WTI melemah sebesar 0,79% sementara Brent menguat 0,05%.

     

    Prediksi Hari Ini

     

    Hari ini pasar diperkirakan menguat. Pagi ini indeks Nikkei 225 dan Kospi dibuka menguat sebesar 1,02% dan 1,49%. Serupa dengan hal tersebut, indeks futures di Amerika Serikat, Dow Jones, S&P 500, dan Nasdaq tercatat naik masing-masing sebesar 0,28%, 0,29% dan 0,45%.

     

    Isu Ekonomi dan Pasar

    Informasi terakhir menunjukkan persaingan sengit antara Joe Biden dan Donald Trump dimana Biden memimpin dengan 264 electoral votes sementara Trump dengan 214. Melihat 6 negara bagian yang belum memberikan hasil final, segala kemungkinan masih bisa terjadi.

     

    Dalam pidato utama pada hari Rabu (4/10), Presiden China Xi Jinping berbicara tentang rencana negaranya untuk memainkan peran yang lebih besar dalam perdagangan global, tanpa menyebutkan ketegangan yang sedang berlangsung dengan AS. Dia mengatakan bahwa mereka akan bekerja untuk penandatanganan awal Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional (RCEP). ), dan mempercepat negosiasi perjanjian investasi China-UE, dan perjanjian perdagangan bebas China-Jepang-ROK

     

    Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat, realisasi anggaran program P enanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) hingga 26 Oktober 2020 baru terserap Rp 361,5 triliun atau 52% dari pagu yang sebesar Rp 695,2 triliun. Kendati demikian, keseluruhan anggaran Penanganan Covid-19 dan PEN tersebut diyakini dapat terserap hingga akhir 2020. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kemenkeu Febrio Nathan Kacaribu mengatakan, keyakinan itu didasarkan pada realisasi anggaran Penanganan Covid-19 dan PEN yang mengalami percepatan secara signifikan dalam beberapa bulan terakhir. Bahkan, kenaikan penyerapan anggaran pada Juli 2020 mencapai hingga 35,8%.

     

    Melalui tulisan ini, kami kembali menyerukan kepada seluruh mitra investasi SAM untuk selalu menjaga kesehatan, mengikuti semua protokol kesehatan, menjaga jarak sosial dan fisik, serta seoptimal mungkin untuk melakukan aktivitas dari rumah. Semoga kita berhasil.

     

    Best Regards,

    SAM Investment

    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—5-November-2020.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian Rabu 4 November 2020

    Kilas Pasar

     

    Pasar saham Amerika naik pada hari Selasa (3/11) karena investor berharap Pemilu dapat segera memberikan kepastian terkait presiden AS. Dow ditutup 554,98 poin lebih tinggi, atau naik 2,1%, menjadi 27.480,03. S&P 500 naik 1,8% menjadi 3.369,16 dan Nasdaq Composite naik 1,9% menjadi 11.160,57.

     

    Peningkatan juga terjadi pada pasar Eropa  dimana FTSE naik signifikan 2,33% menjadi 5.786,77 sementara Stoxx600 naik 2,34% menjadi 356,01.

     

    Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pagi ini berada pada level RP 14.585,0. Selain itu, komoditas utama dunia, yaitu minyak WTI dan Brent, keduanya menguat sebesar 1,99% dan 0,12%.

     

    Prediksi Hari Ini

     

    Hari ini pasar diperkirakan menguat. Pagi ini indeks Nikkei 225 dan Kospi dibuka menguat sebesar 2,01% dan 0,76%. Serupa dengan hal tersebut, indeks futures di Amerika Serikat, Dow Jones, S&P 500, dan Nasdaq tercatat naik masing-masing sebesar 0,78%, 0,75% dan 0,51%.

     

    Isu Ekonomi dan Pasar

     

    Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Hubungan Internasional, Shinta Widjaja Kamdani menilai, kebijakan kedua kandidat presiden di Amerika Serikat (AS), Donald Trump dan Joe Biden, akan memiliki dampak yang sama bagi dunia usaha nasional. Pasalnya, kedua calon presiden AS sama-sama akan meneruskan perang dagang dengan Tiongkok.

     

    Dari Bloomberg, Presiden China Xi Jinping mengatakan ekonomi dapat berlipat ganda pada tahun 2035 dan negara tersebut dapat mencapai status berpenghasilan tinggi dalam lima tahun ke depan. Secara kasar, menggandakan output ekonomi pada tahun 2035 setara dengan pertumbuhan tahunan hampir 4,7%, kata Hong Hao, kepala strategi Bocom International di Hong Kong. Ekonom melihat ekonomi tumbuh hanya 2,1% tahun ini sebagai akibat dari pandemi virus corona, meningkat menjadi 8,0% pada 2021.

     

    Reserve Bank of Australia (RBA) memangkas tingkat suku bunganya hingga ke posisi terendah dalam sejarah, dan meningkatkan program pembelian obligasi besar-besaran pada Selasa (3/11). Namun Gubernur RBA Philip Lowe mengingatkan, pemulihan akan bergantung pada pencegahan virus corona Covid-19. Menurut laporan, bank sentral Australia memangkas tingkat suku bunga tunai dari 0,25% menjadi 0,10%; dan berkomitmen membeli obligasi pemerintah dengan tenor 5 hingga 10 tahun senilai Aus$ 100 miliar (US$ 70,5 miliar) selama enam bulan ke depan

     

    Melalui tulisan ini, kami kembali menyerukan kepada seluruh mitra investasi SAM untuk selalu menjaga kesehatan, mengikuti semua protokol kesehatan, menjaga jarak sosial dan fisik, serta seoptimal mungkin untuk melakukan aktivitas dari rumah. Semoga kita berhasil.

     

    Best Regards,

    SAM Investment

    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—4-November-2020.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian Selasa 3 November 2020

    Kilas Pasar

     

    Indeks saham Amerika menguat pada Senin (2/11) karena pasar memulihkan beberapa penurunan tajam dari minggu lalu dan bersiap untuk pemilihan presiden AS. Dow Jones Industrial Average ditutup 423,45 poin lebih tinggi, atau 0,6%, menjadi 26.925,05. S&P 500 naik 1,2% menjadi 3,310,24, sementara Nasdaq Composite naik 0,4% menjadi 10.957,61.

     

    Hal yang relatif sama terjadi pada pasar Eropa  dimana FTSE naik 1,39% menjadi 5.654,97 sementara Stoxx600 naik 1,61% menjadi 347,86.

     

    Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pagi ini berada pada level RP 14.640,0. Selain itu, komoditas utama dunia, yaitu minyak WTI melemah sebesar 0,30% dan Brent menguat sebesar 0,10%.

     

    Prediksi Hari Ini

     

    Pasar diperkirakan mix cenderung menguat hari ini mengikuti kondisi pasar secara global. Pagi ini indeks Nikkei 225 dan Kospi dibuka menguat sebesar 1,39% dan 0,75%. Di sisi lain indeks futures di Amerika Serikat juga tercatat menguat bersamaan. Dow Jones, S&P 500, dan Nasdaq naik masing-masing sebesar 0,21%, 0,22% dan 0,17%. Untuk beberapa waktu ke depan, isu terkait Pemilihan Presiden Amerika Serikat dapat dikatakan sebagai penggerak utama pasar saham global.

     

    Isu Ekonomi dan Pasar

     

    Undang-Undang (UU) Cipta Kerja atau dikenal dengan omnibus law Cipta Kerja akhirnya selesai dan diteken oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Beleid sapu jagat Cipta Kerja ini resmi diundangkan pada Senin (2/11) dan ditandai dengan penomoran tepatnya menjadi UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja dan sudah tersedia di laman resmi Setneg.go.id. Adapun UU No 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja ini resmi diundangkan dengan jumlah halaman 1.187.

     

    Pemilihan Presiden Amerika Serikat akan diadakan pada Selasa (2/11) waktu setempat. Hasil-hasil survei secara konsisten menunjukkan, mayoritas responden menolak Trump. Tapi tidak sedikit yang menunjukkan kekaguman terhadapnya. Jadi, ada peluang bahwa Trump akan kembali membuat kejutan dalam pilpres 2020 ini. Perlu diingat bahwa Trump pernah memberikan kejutan dengan terpilih menjadi Presiden Amerika periode 2016-2020 mengalahkan Hillary Clinton yang saat itu unggul pada survei yang dilakukan. Pada Pemilihan Presiden kali ini, 6 negara bagian dengan pemilih mengambang dapat dikatakan sebagai penentu hasil, yakni Florida, Pennsylvania, Michigan, Carolina Utara, Wisconsin, dan Arizona. 

     

    Melalui tulisan ini, kami kembali menyerukan kepada seluruh mitra investasi SAM untuk selalu menjaga kesehatan, mengikuti semua protokol kesehatan, menjaga jarak sosial dan fisik, serta seoptimal mungkin untuk melakukan aktivitas dari rumah. Semoga kita berhasil.

       

    Best Regards,

    SAM Investment

    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—3-November-2020.pdf