Samuel Aset Manajemen

Blog

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Kamis 25 April 2019

    Kemungkinan indeks di bursa Asia bergerak mixed dengan kecenderungan turun mengikuti koreksi di bursa AS semalam ditambah harga minyak mentah yang dibuka turun pagi ini. Mata uang kuat Asia yen, HK dolar dan Sin dolar kompak dibuka melemah terhadap USDolar pagi ini yang bisa menjadi sentimen pelemahan rupiah menuju kisaran antara  Rp.14.110  s.d Rp.14.130 per USD  (kurs tengah Bloomberg).

     

    BI kemungkinan putuskan suku bunga acuan 7DRR tetap pada RDG 24-25 April ini. Kendati banyak spekulasi BI akan turunkan suku bunganya dalam waktu dekat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi tetapi tampaknya masih terkendala dengan target BI menurunkan defisit transaksi berjalan menjadi 2,5% dari posisi 2,89% pada akhir tahun 2019. Upaya menurunkan defisit ini sulit dicapai jika BI menurunkan suku bunganya. Kami perkirakan BI masih pertahankan suku bunganya 6% di tahun 2019.

     

    Dalam laporan terbarunya Bank Dunia proyeksikan ekonomi Negara-negara berkembang di kawasan Asia Timur dan Pasifik sebesar 6% pada 2019 dan 2020, melambat dari 6,3% pada 2018. Sedangkan untuk ekonomi Indonesia diperkirakan stagnan, dtumbuh sekitar 5,2% di tahun 2019 dengan dukungan konsumsi rumah tangga, dibawah asumsi APBN 2019 yang sebesar 5,3%.

     

     



     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

     

     

     

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

     

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Kamis-25-April-2019.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Rabu 24 April 2019

    Ada indikasi indeks di bursa Asia akan naik hari ini terlihat dari indeks futuresnya yang sebagian besar hijau ditambah sentimen positif dari naiknya indeks di hampir semua bursa global semalam walaupun harga minyak mentah dibuka turun pagi ini. Mata uang kuat Asia HK dolar dan Sin dolar dibuka melemah terhadap USDolar pagi ini yang bisa menjadi sentimen pelemahan rupiah menuju kisaran antara  Rp.14.080  s.d Rp.14.100 per USD  (kurs tengah Bloomberg).

     

    Penerimaan pajak pada realisasi Q1-2019 tercatat sebesar Rp.248,09 trliun, tumbuh 1,8% yoy melambat dibandingkan Q1-2018 yang tumbuh 9,9% yoy. Perlambatan ini terjadi pada semua jenis pajak termasuk PPN. Perlambatan ini  ditengarai efek dari meningkatnya restitusi dan impor yang melambat.  Pada Q1-2019 tercatat restitusi sebesar Rp.50,65 triliun atau tumbuh 47,83% yoy. Perlambatan ini patut diwaspadai adanya potensi melambatnya permintaan domestik.

     

    Pada Kamis esok, Korea Utara (Korut) dan Rusia akan melakukan pertemuan KTT Korut-Rusia yang kemungkinan membahas kerjasama ekonomi. Pertemuan ini ditengarai tidak akan mengurangi sanksi AS terhadap Korut terkait program nuklirnya.  KTT ini tampaknya tdak akan menjadi risiko global yang baru.

     



     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

     

     

     

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

     

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Rabu-24-April-2019.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Selasa 23 April 2019

    Indeks futures bursa Asia tercatat bervariasi, indikasi indeks di bursa Asia akan bergerak ‘mixed’ hari ini dengan kecenderungan naik terbawa sentimen naiknya harga minyak mentah pagi ini. Mata uang kuat Asia yen, HK dolar dan Sin dolar dibuka melemah terhadap USDolar pagi ini yang bisa menjadi sentimen penguatan rupiah yang berlanjut menuju kisaran antara  Rp.14.080  s.d Rp.14.100 per USD  (kurs tengah Bloomberg).

     

    Pemerintah masih agresif menerbitkan SBN ritel. Pada bulan Mei mendatang, pemerintah akan terbitkan SBR seri ST004, dan masih ada 5 seri SBN ritel yang akan terbit pada tahun ini. Minat beli SBN ritel ini masih cukup menarik dibandingkan deposito  diantaranya karena imbal hasil yang lebih tinggi, pajak yang lebih rendah, dan dijamin 100% oleh pemerintah. Daya tarik ini bisa membuat likuiditas semakin ketat dan memicu persaiangan suku bunga simpanan, sementara suku bunga kredit cenderung stagnan yang bisa berpotensi mengurangi NIM bank.

     

    Sektor perumahan AS mulai melambat terlihat dari  turunnya ijin mendirikan bangunan,  penjualan rumah pertama, dan penjualan rumah sekon. Sektor perumahan  menjadi salah satu indikator awal melambatnya ekonomi namun belum mengkonfirmasi perlambatan yang berlanjut.

     



     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

     

     

     

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

     

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Selasa-23-April-2019.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Kamis 18 April 2019

    Indeks futures bursa Asia tercatat bervariasi, indikasi indeks di bursa Asia akan bergerak ‘mixed’ hari ini dengan kecenderungan turun terbawa sentimen turunnya harga minyak mentah pagi ini. Kendati mata uang kuat Asia HK dolar dan Sin dolar dibuka melemah terhadap USDolar pagi ini, tetapi hasil quick count bisa menjadi sentimen penguatan rupiah yang berlanjut menuju kisaran antara  Rp.13.950  s.d Rp.14.000 per USD  (kurs tengah Bloomberg).

     

    Hasil quick count Pilpres 2019 mencatat kemenangan untuk paslon nomor 1 yaitu Joko Widodo dan Ma’ruf Amin dengan kisaran kemenangan mencapai 53%-56% atas paslon nomor 2 Prabowo Subianto vs Sandiaga Uno. Dengan kemenagan ini Joko Widodo akan melanjutkan pemerintahan Indonesia untuk 5 tahun mendatang. Kendati sudah terfaktorkan, namun pasar akan merespon positif kemenangan ini walaupun temporer.

     

    Pertumbuhan ekonomi China pada Q1-2019 tercatat 1,4% qtq atau 6,4% yoy. Output sektor industri tercatat naik signifikan, penguatan permintaan konsumen, itambah dengan pemerintah China yang melakukan kebijakan ‘pro-growth’ termasuk melalukan negosiasi perdagangan dengan AS. Pemerintah China proyeksikan ekonomi tumbuh 6%-6,5% di tahun 2018.

     

     

     



     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

     

     

     

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

     

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Kamis-18-April-2019.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Selasa 16 April 2019

    Indeks futures bursa Asia tercatat bervariasi, indikasi indeks di bursa Asia akan bergerak ‘mixed’ hari ini dengan kecenderungan turun terbawa sentimen turunnya harga minyak mentah pagi ini dibandingkan pembukaan pagi kemarin. Mata uang kuat Asia yen dan Sin dolar dibuka menguat terhadap USDolar pagi ini yang bisa menjadi sentimen penguatan rupiah yang berlanjut menuju kisaran antara  Rp.14.000  s.d Rp.14.050 per USD  (kurs tengah Bloomberg).

     

    Neraca perdagangan Maret 2019 tercatat surplus sebesar US$540,2 miliar, melanjutkan surplus pada bulan Februari yang sebesar US$329,9 miliar. Namun secara Q1-2019 masih tercatat defisit sebesar US$314,4 miliar, membaik dibandingkan defisit pada Q4-2018 yang sebesar US$4,8 miliar. Surplus terjadi karena ekspor yang lebih tinggi dibandingkan impor. Naiknya ekspor terutama karena naiknya volume ekspor non migas sedangkan turunnya impor karena turunnya volume impor migas. Surplus neraca perdagangan ini mestinya bisa menjadi sentimen positif penguatan rupiah.

     

    Neraca perdagangan China pada Maret 2019 mencatat surplus US$32,64 miliar. Ekspor naik 14,2% yoy karena membaiknya optimisme global dan kesepakatan perang dagang, sedangkan impor turun 7,6% yoy karena telah melewati faktor musiman tahun baru China.

     



     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

     

     

     

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

     

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Selasa-16-April-2019.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Senin 15 April 2019

    Sebagian besar indeks futures bursa Asia tercatat hijau, indikasi indeks di bursa Asia akan cenderung naik terbawa sentimen naiknya indeks di bursa global akhir pekan lalu walaupun harga minyak mentah dibuka turun pagi ini. Mata uang kuat Asia HK dolar dan Sin dolar dibuka melemah terhadap USDolar pagi ini yang bisa menjadi sentimen pelemahan rupiah hari ini menuju kisaran antara  Rp.14.120  s.d Rp.14.150 per USD  (kurs tengah Bloomberg).

     

    Posisi kepemilikan asing pada SBN per 11 April 2019 tercatat sebesar Rp.967,41 triliun, naik tipis dari posisi Maret 2019 yang sebesar Rp.967,12 triliun. Posisi asing ini naik 7,7% ytd, sementara secara kontribusi posisi ini terjaga di level 38% dari total outstanding sebesar Rp.2.537,79 triliun atau naik 6,7% ytd. Relatif stabilnya porsi asing ini indikasi pemerintah memperbesar porsi kepemilkan investor lokal. Alhasil likuiditas perbankan tampaknya tersedot dengan gencarnya penerbitan SBN ritel.

     

    Indeks harga ekspor AS tercatat naik 0,7% mom terutama karena naiknya harga produk non pertanian dan pertanian. Indeks harga impor juga tercatat naik 0,6% mom terutama berasal dari naiknya harga minyak mentah. Dengan perkiraan volume tidak berubah, kemungkinan defiti neraca perdagangan AS yang akan diumumkan Senin ini akan membaik.

     

     



     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

     

     

     

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

     

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Senin-15-April-2019.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Jumat 12 April 2019

    Indeks futures bursa Asia tercatat bervairasi, indikasi indeks di bursa Asia akan bergerak mixed pada hari ini. Harga minyak mentah pagi ini dibuka juga dibuka bervariasi dibandingkan pembukaan kemarin. Mata uang kuat Asia yen, dan Sin dolar dibuka menguat terhadap USDolar pagi ini yang bisa menjadi sentimen penguatan rupiah hari ini menuju kisaran antara  Rp.14.120  s.d Rp.14.130 per USD  (kurs tengah Bloomberg).

     

    SKDU Q1-2019 tercatat membaiktercatat SBT sebesar 8,65%, naik dibandingkan Q4-2018 sebesar 6,19%, dan membaik dibadingkan Q1-2018 yang sebesar 6,19%. Perbaikan ini terkonfirmasi dengan naiknya kapasitas usaha sebesar 76,1%, naik dari 75,18% pada Q4-2018. Di sektor pengolahan PMI tercatat 52,56% lebih tinggi dibandingkan Q4-2018 yang sebesar 52,58%.

     

    Indeks harga produsen di AS untuk Maret 2019 tercatat naik 0,6% mom, dari sebelumnya turun dalam lima bulan berturut-turut. Naiknya harga produsen juga diikuti dengan naiknya IHK sebesar 1,9% mom, dari 1,5% mom pada bulan Februari. Kenaikan ini karena naiknya biaya energi. Kendati demikian, inflasi AS masih dalam kategori aman.

     



     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

     

     

     

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

     

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Jumat-12-April-2019.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Kamis 11 April 2019

    Indeks futures bursa Asia tercatat bervairasi, indikasi indeks di bursa Asia akan bergerak mixed pada hari ini dengan kecenderungan naik terbawa sentiment naiknya indeks di bursa AS semalam dan harga minyak mentah pagi ini dibuka naik pagi ini. Mata uang kuat Asia yen, dan Sin dolar dibuka melemah terhadap USDolar pagi ini yang bisa menjadi sentimen pelemahan rupiah hari ini menuju kisaran antara  Rp.14.160  s.d Rp.14.180 per USD  (kurs tengah Bloomberg).

     

    Data BI mencatat pertumbuhan kredit pada bulan Februari sebesar 12% yoy, naik tipis dari 11,9% yoy pada Januari 2019. Kenaikan terutama karena pertumbuhan kredit investasi yang cukup tnggi – 13,4% yoy terutama di sektor Listrik, Gas, dan Air Bersih. Pada Q1-2019 ini, pertumbuhan kredit masih cukup tinggi terkait faktor musiman, tetapi kemungkinan melambat pada Q2-2019.

     

    Inflasi AS Maret 2019 tercatat 1,9% yoy, naik dari 1,5% yoy pada Februari 2019 karena naiknya harga bahan makanan, sedangkan harga energi tercatat deflasi. Sedangkan inflasi inti melambat menjadi 2% yoy dari 2,1% yoy dari Februari 2019. Sementara notulensi the Fed untuk FOMC 19-20 Maret 2019 lalu mensinyalkan akan pertahankan suku bunganya di level 2,25%-2,5% tahun 2019 ini.

     



     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

     

     

     

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

     

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Kamis-11-April-2019.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Rabu 10 April 2019

    Indeks futures bursa Asia tercatat bervairasi, indikasi indeks di bursa Asia akan bergerak mixed pada hari ini dengan kecenderungan turun ditambah dengan sentimen negatif dari indeks bursa global yag kompak turun semalam. Harga minyak mentah pagi ini dibuka turun dibandingkan pembukaan kemarin. Mata uang kuat Asia yen, dan Sin dolar dibuka melemah terhadap USDolar pagi ini yang bisa menjadi sentimen pelemahan rupiah hari ini menuju kisaran antara  Rp.14.140  s.d Rp.14.160 per USD  (kurs tengah Bloomberg).

     

    Indeks penjualan eceran pada Februari 2019 tercatat naik 9,1% yoy, membaik dibandingkan Januari 2019 yang naik 7,2% yoy. Namun secara bulanan untuk bulan Februari 2019 tercatat 0%, sementara pada Januari 2019 tercatat minus 7,7% mom. Sementara perkiraan untuk Maret 2019 tampaknya tidak terlalu kuat untuk membawa kinerja IPE selama Q1-2019 membaik walaupun secara musiman perlambatan pada triwulan ke-1 biasa terjadi dibadingkan triwulan sebelumnya. Perlambatan ini konsisten dengan survey keyakinan konsumen sebelumnya.

     

    Kemarin IMF merevisi turun proyeksi pertumbuhan ekonomi global dari 3,5% pada 2019 menjadi 3,3% pada proyeksi Januari sebelumnya dengan sinyal risiko karena perang dagang dan gangguan pada jaring pasokan. Untuk tahun 2020, ekonomi global tumbuh 3,6%.

     



     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

     

     

     

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

     

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Rabu-10-April-2019.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Selasa 9 April 2019

    Indeks futures bursa Asia tercatat bervairasi, indikasi indeks di bursa Asia akan bergerak mixed pada hari ini dengan kecenderungan turun ditambah dengan sentimen negatif dari indeks Dow yang turun semalam walaupun harga minyak mentah dibuka naik pagi ini. Mata uang kuat Asia yen, HK dolar , dan Sin dlar dibuka menguat terhadap USDolar pagi ini yang bisa menjadi sentimen penguatan rupiah hari ini menuju kisaran antara  Rp.14.140  s.d Rp.14.160 per USD  (kurs tengah Bloomberg).

     

    Posisi cadev BI Maret 2019 tercatat naik menjadi US$124,5 miliar, naik dari US$123,27 miliar pada Februari 2019. Posisi ini cukup untuk 7 bulan impor dan 6,8 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Kendati ada kenaikan peningkatan cadev tetapi rupiah kemarin ditutup melemah. Pergerakan rupiah masih dipengaruhi kuat oleh pergerakan USdolar dan isu global. Rupiah berpotensi menguat terkait dengan kebijakan suku bunga the Fed dan potensi kesepakatan perang dagang AS-China.

     

    Setelah kesepakatan dagang dengan China yang hampir final, Presiden Trump memberi pernyataan mengancam terhadap Uni Eropa (UE) untuk barang-barang impor dari UE. Tahun 2018, AS mencatat defisit dagang dengan UE sebesar US$151,4 miliar, kedua terbesar setelah defisit dengan China yang sebesar US$375,6 miliar.

     

     



     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

     

     

     

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

     

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Selasa-9-April-2019.pdf