Samuel Aset Manajemen

Category: artikel

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Rabu 6 Desember 2017

    Indeks futures bursa Asia terlihat bervariasi, indikasi indeks di bursa Asia akan bergerak bergerak ‘mixed’ cenderung terkoreksi didukung dengan harga minyak mentah yang dibuka turun pagi ini. Yen dan HKDolar dibuka menguat sedangkan SinDolar melemah terhadap USDolar. Kemungkinan rupiah bergerak ‘sideways’ pada kisaran lebar antara  Rp.13.510 s.d Rp.13.530 per USD.

     

    Pemerintah akan lakukan ‘front loading’ dengan menerbitkan global bond sebesar US$4 miliar bulan ini. Penerbitan ini biasa dilakukan pemerintah untuk membiayai pengeluaran pemerintah di triwulan ke-1 mengingat penerimaan pajak pribadi dan badan baru akan terkumpul pada bulan April. Front loading ini bagian dari rencana penerbitan obligasi pemerintah sebesar Rp.399,2 triliun. Ruang utang pemerintah semakin terbatas mengingat rasio utang pemerintah tercatat sebesar 26% dari PDB, tersisa 7% dari PDB atau senilai Rp.840 triliun.   

     

    Ekonomi AS menguat, impor mencatatkan kenaikan lebih tinggi dibandingkan ekspor sehingga pada Oktober ini, AS mengalami defisit neraca perdagangan sebesar US$48,7 miliar, tertinggi sejak Januari 2017. Naiknya impor mengkonfirmasi naiknya permintaan domestik akibat penguatan ekonomi AS.

     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Rabu-6-Desember-2017.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Selasa 5 Desember 2017

    Ada potensi indeks di bursa Asia akan cenderung terkoreksi hari ini, terlihat dari sebagian besar indeks futures yang ‘merah’ ditambah dengan harga minyak mentah yang dibuka turun pagi ini. Dua dari tiga mata uang Asia utama dibuka melemah terhadap USDolar yang kemungkinan membuat rupiah bergerak lebar di kisaran antara  Rp.13.515 s.d Rp.13.540 per USD.

     

    Inflasi November tercatat 0,2% mom atau 3,3% yoy. Secara kumulatif dari Januari s.d November mencapai 2,87% ytd. Inflasi tertinggi pada Bahan Makanan. Dengan sisa 1 bulan Desember, kemungkinan angka inflasi di tahun 2017 berada pada kisaran antara 3,2% s.d 3,4%. Kendati inflasi cukup rendah, tetapi tampaknya tidak akan menjadi insentif bagi BI untuk turunkan suku bunga pada RDG 13-14 Desember mendatang.

     

    Indeks Dow kembali mencetak rekor tertinggi dengan sentimen Senat AS akan meloloskan kebijakan pemangkasan pajak pada akhir pekan ini. Namun indeks di Nasdag yang berbasis saham-saham teknologi dan juga S&P 500 justru turun. Kemungkinan eforia ini tidak lama dan investor kembali pada data-data ekonomi fundamental. Pesanan baru sektor manufaktur dan peralatan transportasi turun tetapi ini belum menjadi sinyal tertahannya ekonomi AS.

     

     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Selasa-5-Desember-2017.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Senin 4 Desember 2017

    Sebagian besar indeks futures bursa Asia terlihat ‘merah’, indikasi potensi indeks di bursa Asia akan bergerak bervariasi dengan harga minyak mentah yang dibuka mixed pagi ini. Mata uang Asia utama dibuka kompak melemah terhadap USDolar yang bisa menjadi sentimen pelemahan rupiah menuju kisaran antara  Rp.13.525 s.d Rp.13.540 per USD.

     

    Realisasi penerimaan pajak hingga 30 November 2017 tercatat sebesar Rp.988 triliun atau 77% dari target APBNP 2017 sebesar Rp.1.283,57 triliun. Realisasi ini membaik dibandingkan periode yang sama di tahun 2016 yang tercatat sebesar Rp.965 triliun. Kenaikan tersebut terutama karena naiknya penerimaan PPN impor dan dalam negeri. Hingga November tersebut masih ada ‘short-fall’ sebesar Rp.295,57 triliun. Potensi ‘short-fall’ ini dikawatirkan menganggu belanja negara. 

     

    Investor kemungkinan menyambut positif persetujuan Senat untuk kebijakan pemangkasan pajak, dan mengalihkan perhatian dari isu politik terkait pengakuan Michael Flynn – mantan penasihat keamanan nasional Presiden Trump terkait hubungan antara orang-orang Trump dengan Rusia pada masa kampanye. Kemungkinan USDolar akan menguat, juga indeks future S&P juga naik.

     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Senin-4-Desember-2017.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Kamis 30 November 2017

    Kemungkinan indeks di bursa Asia akan bergerak bervariasi, terlihat dari indeks futuresnya yang mixed dan harga minyak mentah yang juga dibuka mixed pagi ini. Mata uang Asia utama dibuka kompak melemah terhadap USDolar yang bisa menjadi sentimen pelemahan rupiah menuju kisaran antara  Rp.13.510 s.d Rp.13.525 per USD.

     

    BI proyeksikan ekonomi 2018 akan tumbuh antara 5,1%-5,5%, kisaran yang lebar. Target tertinggi 5,5% tampaknya masih sulit dicapai karena kekuatan ekonomi masih mengandalkan ekonomi domestik berbasis konsumsi rumah tangga yang saat ini masih melambat. Di sisi kebijakan moneter akan ekspansi dengan fokus pada kebijakan makroprudensial, bauran kebijakan, tanpa memberikan sinyal akan turunnya suku bunga.  

     

    Ekonomi AS pada Q3-2017 tumbuh 3,3% yoy, revisi naik dari prediksi sebelumnya 3% yoy, dan diatas ekspektasi konsensus 3% yoy. Konsumsi rumah tangga menyumbangkan 1,62% sebegai sumber pertumbuhan atau sekitar 50% dari PDB. Ekonomi AS masih menunjukkan penguatan terlihat dari data-data di sektor produksi, perumahan, penjualan. Dow indeks merespon dengan melanjutkan ‘rally’, kembali mencetak rekor tertinggi barunya.

     

     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Kamis-30-November-2017.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Rabu 29 November 2017

    Ada potensi indeks di bursa Asia akan naik hari ini terlihat dari sebagian besar indeks futuresnya yang hijau, tetapi harga minyak mentah dibuka turun pagi ini yang bisa membuat arah pembalikan indeks menjadi turun. Sementara itu mata uang utama Asia kompak dibuka melemah pagi ini terhadap USDolar yang bisa membuat rupiah melemah bergerak di kisaran antara Rp.13.515 s.d Rp.13.525 per USD.

     

    Riset Moody’s yang dikeluarkan kemarin mencatat bank-bank di Asia pasifik menghadapi masalah struktural terkait dengan restrukrisasi kredit di tengah perlambatan ekonomi yang berdampak pada menurunnya nilai asset debitur. Dalam riset tersebut bank-bank di China dan India memiliki risiko tertinggi, disusul dengan Indonesia yang menempati urutan ketiga berlanjut dengan Vietnam, Korea Selatan dan Hong Kong. Data OJK juga mengkonfirmasi besaran restrukrisasi kredit di Indonesia per Oktober sebesar Rp.267,7 triliun, naik 16,8% yoy sebagai yang tertinggi dalam 5 tahun terakhir.

     

    Harga rumah di 20 kota Metropolitan di AS mencatat kenaikan 6,2% yoy pada September dari 5,9% yoy pada Agustus, dan mencapai level tertingginya sejak Juli 2014. Kenaikan harga rumah ini mengkonfirmasi penguatan ekonomi AS. Indeks Dow kemarin kembali mencatat rekor tertinggi barunya.

     

     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

     

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Rabu-29-November-2017.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Selasa 28 November 2017

    Sebagian besar  indeks futures bursa Asia tercatat ‘merah’, indikasi indeks di bursa Asia akan cenderung turun ditambah sentimen harga minyak mentah yang juga dibuka turun pagi ini. Sementara itu dua mata uang utama Asia dibuka menguat pagi ini terhadap USDolar. Kemungkinan rupiah bergerak di kisaran antara Rp.13.500 s.d Rp.13.520 per USD.

     

    Kepemilikan asing pada obligasi pemerintah per 24 November 2017 naik 24% ytd menjadi Rp.825,76 triliun atau 39,04% dari total obligasi yang beredar (outstanding). Sementara total obligasi yang diterbitkan tercatat Rp.2.115,07 triliun atau naik 19,3% ytd. Sedangkan posisi perbankan konvensional tercatat naik 51,5% ytd dan bank syariah tercatat naik 77,5% ytd di tengah lambatnya penyaluran kredit perbankan.

     

    Penjualan rumah baru untuk single-family pada Oktober 2017 naik 6,2% dengan nilai penjualan menjadi 685.000. Nilai penjualan ini merupakan tertinggi sejak Oktober 2007, dan kenaikan secara persentase merupakan tertingginya sejak Januari 1992.  Penjualan rumah menjadi salah satu dalam LEI yang bisa memperkirakan ekonomi AS 6-9 bulan mendatang. Kemungkinan LEI AS semakin kuat ditambah dengan rencana pemangkasan pajak Presiden Trump yang bisa membuat ekonomi AS tumbuh semakin solid.

     

     

     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

     

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Selasa-28-November-2017.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Senin 27 November 2017

    Ada potensi naiknya indeks di bursa Asia hari ini dengan indikasi indeks futures bursa Asia yang naik, ditambah dengan harga minyak mentah yang dibuka naik pagi ini. Mata uang Asia utama dibuka kompak melemah terhadap USDolar yang bisa menjadi sentimen pelemahan rupiah walaupun ada sentimen penguatan dari naiknya harga minyak mentah menuju kisaran antara  Rp.13.510 s.d Rp.13.525 per USD.

     

    Badan pemeringkat Fitch dan Moody’s melakukan ‘review’ pekan lalu terhadap kemungkinan Indonesia bisa mendapatkan kenaikan peringkat utang luar negerinya. Namun keduanya masih mengkawatirkan risiko fiskal karena penerimaan negara dari pajak yang masih dibawah target disertai ‘tax ratio’ yang masih rendah dibandingkan negara lainnya di Asia Tenggara. Kedua badan pemeringkat tersebut pada Desember 2016 dan Februari 2017 telah menaikkan ‘outlook’ Indonesia dari stabil menjadi positif yang menjadi sinyal naiknya peringkat dalam  waktu 6-12 bulan mendatang.

     

    Survey PMI AS yang dilakukan oleh the IHS Markit mencatat indeks untuk output, PMI sektor jasa, dan PMI sektor manufaktur konsisten melamba pada November dibandingkan Oktober. Perlambatan ini termporer karena LEI  AS masih menunjukkan penguatan.

     

     

     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Senin-27-November-2017.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Jumat 24 November 2017

    Indeks futures di bursa Asia terlihat bervariasi, indikasi indeks di bursa Asia akan bergerak ‘miixed’ hari ini dengan kecenderungan naik terbawa sentimen harga minyak mentah yang dibuka naik pagi ini. Mata uang Asia utama dibuka kompak melemah terhadap USDolar yang bisa menjadi sentimen pelemahan rupiah tetapi sentimen kenaikan harga minyak mentah akan membuat rupiah bergerak dikisaran antara  Rp.13.500 s.d Rp.13.525 per USD.

     

    Data OJK per September 2017 mencatat kredit yang tidak dicairkan mencapai Rp.1.400,45 triliun atau 30,82% dari total kredit, naik dari Rp.1.391,6 triliun pada Agustus. Sebagian besar kredit yang tidak dicairkan tersebut berasal dari beberapa bank besar. Kenaikan ini membuat bank melambatkan penyaluran kreditnya.  Diantara kredit yang tidak dicarikan dari salah satu bank berasal dari kredit modal kerja, yang menjadi indikasi masih belum membaiknya kegiatan usaha.

     

    Indeks sektor manufaktur (PMI) di Jepang pada bulan November 2017 tercatat sebesar 53,8, naik dari 52,8 pada Oktober karena meningkatnya pesanan dari kegiatan usaha di luar negeri karena melemahnya yen. Pesanan ekspor mencatatkan kenaikan dalam 4 tahun terakhir. Sektor jasa  juga mencatatkan kenaikan. Naiknya PMI di sektor industri dan jasa ini menjadi indikasi pertumbuhan ekonomi Jepang yang membaik.

     

     

     

     



    Regards,

     

    Lana Soelistianingsih

    Chief Economist and Head of Research

     

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

     

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Jumat-24-November-2017.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Rabu 22 November 2017

    Ada potensi indeks di bursa Asia hari ini akan naik, terlihat dari indeks futuresnya yang kompak ‘hijau’, ditambah harga minyak mentah yang dibuka naik pagi ini.  Sedangkan rupiah kemungkinan bergerak di kisaran antara Rp.13.520 s.d Rp.13.540 per USD dengan sentimen mata uang Asia yang dibuka melemah namun harga minyak mentah yang dibuka naik pagi ini.

     

    Pefindo mencatat penerbitan obligasi korporasi dari Januari s.d Oktober 2017 telah mencapai Rp.137,05 triliun, lebih tinggi dibandingkan penerbitan di sepanjang tahun 2016 senilai Rp.113,69 triliun. Penerbitan ini didominasi oleh sektor bank dan pembiayaan. Untuk tahun 2018, Pefindo perkirakan ada potensi penerbitan senilai Rp.155 triliun s.d Rp.158,5 triliun yang kemungkinan diserap oleh perbankan dan investor asing.

     

    Sektor perumahan AS mencatatkan penguatan yang berlanjut. Kali ini penjualan rumah ‘existing’ (sekon) kembali naik. Penjualan rumah menjadi salah satu dalam LEI yang bisa memperkirakan ekonomi AS 6-9 bulan mendatang. Potensi penguatan ekonomi AS juga terkonfirmasi dengan indeks aktivitas ekonomi nasional yang disurvei oleh the Fed Chicago yang mencapai tertingginya sejak Januari 2012.

     

     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Rabu-22-November-2017.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Senin 20 November 2017

    Indeks futures di bursa Asia terlihat bervariasi, indikasi indeks di bursa Asia akan bergerak ‘miixed’ hari ini sementara harga minyak mentah dibuka mixed pagi ini. Mata uang Asia utama dibuka kompak melemah terhadap USDolar yang bisa menjadi sentimen pelemahan rupiah menuju kisaran antara  Rp.13.535 s.d Rp.13.545 per USD.

     

    Posisi utang luar negeri Indonesia (ULNI) per September tercatat sebesar US$343,1 miliar atau naik 0,6% mom dan naik 4,5% yoy. Kenaikan tersebut berasal baik dari utang pemerintah maupun swasta. Secara rasio terhadap PDB mencatatkan 34,36% pada Q3-2017, naik dari 34,23% pada Q2-2017. Rasio ini relatif sudah berada pada zona perhatian mengingat batas atas sangat aman mestinya seebsar 33% dari PDB.

     

    Kemungkinan pasar global akan terkena sentimen negatif dengan isu dari Jerman terkait gagalnya pembentukan pemerintahan koalisi. Euro melemah walaupun ECB berusaha mendongkrak dengan isu naiknya upah di zona euro seiring dengan membaiknya ekonomi zona euro. Menguatnya sektor properti AS dengan naiknya penjualan rumah untuk single-family, dan ijin membangun rumah membuat USDolar semakin menguat.

     



     

     

    Regards,

     

    Lana Soelistianingsih

    Chief Economist and Head of Research

     

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

     

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Senin-20-November-2017.pdf