Samuel Aset Manajemen

Category: Ulasan Ekonomi

Ulasan Ekonomi

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Rabu 7 November 2018

    Indeks futures Asia teratat bervariasi, indikasi indeks di bursa Asia akan bergerak ‘mixed’ tetapi cenderung naik terbawa sentimen dari naiknya indeks di bursa AS semalam walaupun harga minyak mentah dibuka turun pagi ini. Mata uang Asia yen dan Sin dolar dibuka menguat terhadap USDolar pagi ini tetapi kemungkinan rupiah akan melemah menuju kisaran Rp.14.800 s.d Rp.14.830 per USD  (kurs tengah Bloomberg) karena penguatan tajam pada kemarin.

     

    Indeks penjualan eceran riil pada Oktober 2018 tercatat turun 1,6% mom tetapi naik 4,8% yoy. Kinerja ini membaik dibandingkan September 2017 yang tercatat naik 1,8% yoy. Sementara untuk bulan Oktober diperkirakan masih turun 0,3% mom tetapi naik 3,9% yoy. Tren penjualan ritel tercatat naik yang lebih konsisten dibandingkan di tahun 2017. Kenaikan ini menjadi indikasi membaiknya konsumsi rumah tangga.

     

    Investor menanti hasil pemilu sela (midterm election) untuk Lower House di AS. Hasil pooling mengindikasikan kemenangan partai Demokrat sebagai mayoritas. Indeks di bursa AS kemarin kompak naik merespon potensi kemenangan tersebut, tetapi Associated Press pada pukul 08.11 wib mencatat partai Republik mengungguli partai Demokrat dengan 42 vs 30 kursi.



     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

     

     

     

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

     

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Rabu-7-November-2018.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Selasa 6 November 2018

    Indeks futures Asia teratat bervariasi, indikasi indeks di bursa Asia akan bergerak ‘mixed’. Harga minyak mentah juga dibuka bervariasi pagi ini.  Harga jenis WTI turun, dan harga jenis Brent sedikit naik. Sedangkan mata uang Asia HK dolar dan Sin dolar dibuka menguat terhadap USDolar pagi ini yang bisa membuat rupiah menguat menuju kisaran Rp.14.950 s.d Rp.14.970 per USD  (kurs tengah Bloomberg) dengan tetap dalam penjagaan BI.

     

    Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada Q3-2018 tercatat 3,01% qtq (5,17% yoy), dan selama tiga triwulan tercatat 5,17% ytd. Secara sektoral, sumber pertumbuhan utama berasal dari sektor industri pengolahan. Dari sisi pengeluaran berasal dari konsumsi rumah tangga. Kinerja ini menunjukkan tren naik yang semakin konsisten. Ekonomi telah melalui titik terendahnya pada Q4-2016 yang sebesar 4,94% yoy. Kami perkirakan ekonomi di tahun 2018 akan tumbuh antara 5,11%-5,15% yoy.

     

    Data lain dari BPS yaitu ITB untuk Q4-2018 tercatat sedikit turun, namun komponen pembentuk ITB yang naik adalah order dari dalam negeri yang merespon potensi faktor musiman akhir tahun. Sedangkan ITK naik, tetapi komponen pembelian barang tahan lama, rekreasi, dan pesta/hajatan turun. Tingkat pengangguran juga turun menjadi 5,34% pada Agustus 2018 dari 5,5% pada Agustus 2017.

     



     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

     

     

     

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

     

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Selasa-6-November-2018.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Senin 5 November 2018

    Indeks futures Asia teratat bervariasi, indikasi indeks di bursa Asia akan bergerak ‘mixed’ cenderung naik terbawa sentimen positif dari bursa AS yang kompak naik pada akhir pekan lalu walaupun harga minyak mentah dibuka turun pagi ini. Sedangkan mata uang Asia yen dan Sin dolar dibuka menguat terhadap USDolar pagi ini yang bisa membuat rupiah menguat menuju kisaran Rp.14.930 s.d Rp.14.950 per USD  (kurs tengah Bloomberg) dengan tetap dalam penjagaan BI.

     

    Hari ini BPS akan umumkan pertumbuhan ekonomi untuk Q3-2018 yang kami perkirakan lebih baik dibandingkan Q3-2017 yang tercatat sebesar 5,06% yoy. Faktor pendorong ekonomi utama masih berasal dari konsumsi rumah tangga yang lebih baik di sepanjang Q3-2018, lebih baik dibandingkan Q3-2017. Belanja pemerintah kemungkinan lebih agresif sedangkan investasi melambat dan tercatat neto impor. Kami perkirakan ekonomi Q3-2018 tumbuh 5,1% s.d 5,13% yoy.

     

    Presiden Trump isyaratkan potensi kesepakatan perdagangan antara AS-China yang kemungkinan terjadi pada pertemuan G20 di Argentina akhir bulan ini. Ancaman perdagangan AS terhadap China dengan menaikkan tarif barang impor menjadi ketidakpastian global sejak April 2018 lalu. Pasar merespon positif potensi kesepakatan tersebut.

     



     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

     

     

     

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

     

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Senin-5-November-2018.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Jumat 2 November 2018

    Ada potensi indeks di bursa Asia akan naik hari ini terlihat dari sebagian besar indeks futures di bursa Asia tercatat ‘hijau’ ditambah sentiment naiknya indeks di bursa AS semalam walaupun harga minyak mentah dibuka turun pagi ini. Pagi ini mata uang kuat Asia HK dolar dan Sin dolar  melemah terhadap USDolar yang bisa membuat sentimen pelemahan rupiah menuju kisaran antara Rp.15.130 s.d Rp.15.150 per USD  dengan tetap dalam penjagaan BI.

     

    Inflasi bulan Oktober 2018 tercatat 0,28% mom atau 3,16% yoy. Sumber inflasi terbesar masih berasal dari komponen inflasi inti walaupun dari sisi kenaikan komponen energy mencatatkan kenaikan tertinggi 0,68% mom. Secara kumulatif dari Januari s.d Oktober angka inflasi tercatat 2,22% ytd. Dengan sisa waktu dua bulan hingga akhir Desember 2018 kemungkinan inflasi sedikit diatas 3% yoy.

     

    Data ekonomi dari AS yang diumumkan kemarin tercatat mixed. PMI ektor manufaktur dari ISM untuk bulan Oktober turun menjadi 57,7 dari 59,8 pada September – meruapakan yang terendah sejak 6 bulan terakhir, namun survey PMI manufaktur dari HIS Markit masih mencatat kenaikan tipis. Upah di sektor non pertanian juga naik. Data-data ini belum menjadi sinyal kuat perlambatan ekonomi AS tetapi kemungkinan ekonomi AS sudah mendekati puncaknya.

     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Jumat-2-November-2018.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian 1 November 2018

    Hampir semua indeks futures bursa Asia tercatat hijau, indikasi indeks di bursa Asia akan bergerak naik hari ini terbawa sentimen koreksi kompak indeks di bursa utama global semalam walaupun harga minyak mentah yang dibuka turun pagi ini. Mata uang kuat Asia yen dan Sin dolar menguat terhadap USDolar yang bisa membuat sentimen penguatan rupiah menuju kisaran antara Rp.15.180 s.d Rp.15.200 per USD  dengan tetap dalam penjagaan BI.

     

    Laporan Bank Dunia untuk Ease of Doing Business Indonesia 2019 mencatatkan penurunan peringkat menjadi 73 dari 72 di tahun 2018 walaupun secara indeks mencatatkan kenaikan. Bank Dunia memberikan pernyataan ada beberapa perbaikan iklim usaha di Indonesia terkait dengan starting business, registering property, dan getting credit. Peringkat Ease of Doing Business ini menjadi salah satu faktor daya Tarik investasi di Indonesia.  

     

    China melakukan berbagai stimulus fiscal untuk mengurangi perlambatan ekonomi nya efek dari perang dagang dengan AS. Diantara stimulus tersebut adalah pemotongan pajak pembelian mobil dari 10% menjadi 5%, pemangkasan pencadangan bank untuk memacu kredit, mempercepat investasi infrastruktur, dan pemangkasan pajak penghasilan. Stimulus ini untuk mendorong permintaan dalam negeri.

     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Kamis-1-November-2018.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Rabu 31 Oktober 2018

    Indeks futures Asia tercatat bervariasi, indikasi indeks di bursa Asia akan bergerak ‘mixed’ cenderung naik terbawa sentimen naiknya indeks di hampir semua bursa global semalam  dan harga minyak mentah yang dibuka sedikit naik pagi ini. Sedangkan mata uang Asia HK dolar dan Sin dolar dibuka melemah terhadap USDolar pagi ini yang bisa membuat rupiah melemah menuju kisaran Rp.15.225 s.d Rp.15.240 per USD  (kurs tengah Bloomberg) dengan tetap dalam penjagaan BI.

     

    Realisasi investasi pada Q3-2018 tercatat sebesar Rp.173,8 triliun, turun 1,4% qtq  (minus 1,6% yoy), terutama berasal dari realisasi PMA yang turun 6,9% qtq (minus 20,2% yoy). Penurunan ini kemungkinan efek dari potensi naiknya suku bunga global dan masih belum menariknya harga komoditas mengingat PMA mempunyai porsi sebesar 17,7% pada sektor pertambangan dan mineral.

     

    Ekonomi di zona Euro tumbuh pada Q3-2018 0,2% qtq (1,7% yoy), melambat dibandingkan Q2-2018 dan ekspektasi konsensus analis. Begitupun pertumbuhan ekonomi di Uni Eropa juga melambat di Q3-2018 yang sebesar 0,3% qtq (1,9% yoy). Perlambatan ini kemungkinan bisa menjadi pertimbangan ECB untuk tidak segera melakukan normalisasi suku bunga dan berpotensi ECB masih akan melanjutkan stimulus moneternya pasca Desember 2018 walaupun angka inflasi sudah diatas target.

     



     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

     

     

     

     

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

     

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Rabu-31-Oktober-2018.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Senin 29 Oktober 2018

    Indeks futures Asia teratat bervariasi, indikasi indeks di bursa Asia akan bergerak ‘mixed’ cenderung turun terbawa sentimen koreksi kompak indeks bursa global akhir pekan lalu walaupun  harga minyak mentah yang dibuka sedikit naik pagi ini. Sedangkan mata uang Asia yen dan Sin dolar dibuka melemah terhadap USDolar pagi ini yang bisa membuat rupiah melemah menuju kisaran Rp.15.220 s.d Rp.15.250 per USD  (kurs tengah Bloomberg) dengan tetap dalam penjagaan BI.

     

    Survei BI untuk PMI Q3-2018 tercatat 52,02 sedikit melambat dibandingkan Q2-2018 yang sebesar 52,4. Komponen PMI yang naik adalah volume produksi dan volume persediaan barang jadi, sebagai respon pelaku usaha terhadap ekspektasi pelemahan rupiah yang berlanjut di masa mendatang dan potensi naiknya harga barang. Untuk Q4-2018 PMI diperkirakan sebesar 51,92. Komponen yang mencatatkan kenaikan adalah kecepatan penerimaan barang input dan jumlah tenaga kerja, sebagai respon faktor musiman akhir tahun.

     

    Ekonomi AS pada Q3-2018 pada pengumuman kesatu ini tercatat sebesar 3,5% yoy, diatas ekspektasi konsensus analis 3,3% yoy. Pada pengumuman ke-3 untuk ekonomi Q2-2018 lalu tercatat 4,2% yoy. Sumbangan terbesar berasal dari personal consumption expenditure (PCE). Ekonomi AS masih menunjukkan tren penguatan.

     



     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

     

     

     

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

     

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Senin-29-Oktober-2018.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Jumat 26 Oktober 2018

    Kemungkinan indeks di bursa Asia akan bergerak mixed hari ini terlihat  dari indeks futuresnya yang bervariasi, dan terbawa sentimen indeks di bursa global yang kompak naik semalam walaupun harga minyak mentah dibuka ‘flat’ pagi ini. Pagi ini mata uang kuat Asia yen dan HK dolar  menguat terhadap USDolar yang bisa membuat sentimen penguatan rupiah menuju kisaran antara Rp.15.150 s.d Rp.15.180 per USD  dengan tetap dalam penjagaan BI.

     

    DPK diperkirakan melambat kemungkinan tersedot ORI. Kemarin Kemenkeu menerbitkan OPI seri 015 dengan kupon 8,25% pa dan tenor 3 tahun. ORI seri ini cukup menarik mengingat ORI seri 014 sebelumnya hanya memberikan kupon 5,85% pa dengan tenor 3 tahun.Potensi keluarnya DPK terindikasi dari pernyataan beberapa bank besar. Potensi beralihnya DPK ke ORI, sukuk ritel, dan Saving Bond ritel diperkirakan berlanjut  mengingat kupon ORI ke depan yang cenderung naik, dan  meningkatnya porsi pinjaman pemerintah dalam rupiah di tengah pelemahan rupiah.

     

    ECB kemarin memutuskan suku bunga acuan tetap sebesar 0%, deposit facility sebesar minus 0,4% dan lending facility sebesar 0,25%, dan tetap melakukan stimulus senilai 15 miliar euro sampai Desember 2018. Gubernur ECB isyaratkan kebijakan suku bunga rendah sampai pertengahan tahun 2019.

     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Jumat-26-Oktober-2018.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Kamis 25 Oktober 2018

    Sebagian besar indeks futures bursa Asia tercatat merah, indikasi indeks di bursa Asia berpotensi turun hari ini dengan sentimen negatif koreksi di bursa global khususnya di indeks Dow, ditambah dengan harga minyak mentah yang turun pagi ini. Sedangkan mata uang Asia yen dan HK dolar dibuka menguat terhadap USDolar pagi ini yang bisa menjadi sentimen penguatan rupiah. Kemungkinan rupiah bergerak di kisaran Rp.15.170 s.d Rp.15.190 per USD  (kurs tengah Bloomberg) dengan tetap dalam penjagaan BI.

     

    PT Pertamina memberikan komitmen untuk menggunakan rupiah dalam pembelian minyak mentahnya seperti yang telah disepakati dengan Petronas, Malaysia. Reuters juga memberitakan pengumuman tender PT Pertamina dengan menggunakan mata uang non USDolar. Komitmen PT Pertamina ini akan membantu penguatan rupiah.

     

    Hampir semua pasar saham global semalam terkoreksi. Koreksi paling tajam terjadi pada indeks Dow dan Nasdaq. Sentimen negatif berasal dari turunnya saham-saham berbasis teknologi, ditambah dengan data penjualan rumah  pada bulan September untuk single-family  karena naiknya suku bunga mortgage dan harga rumah. Turunnya permintaan ini dikawatirkan sebagai sinyal awal dari potensi perlambatan ekonomi AS.

     



     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

     

     

     

     

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

     

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Kamis-25-Oktober-2018.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Rabu 24 Oktober 2018

    Kemungkinan indeks di bursa Asia akan turun hari ini walaupun indeks futuresnya bervariasi, terbawa sentimen indeks di bursa global yang kompak turun semalam ditambah dengan harga minyak mentah yang turun pagi ini. Pagi ini mata uang kuat Asia yen dan HK dolar melemah terhadap USDolar yang bisa membuat sentimen pelemahan rupiah menuju kisaran antara Rp.15.200 s.d Rp.15.220 per USD  walaupun dengan tetap dalam penjagaan BI.

     

    Pada RDG kemarin, BI putuskan suku bunga acuan 7DRR tetap 5,75%. Kemungkinan BI akan naikkan suku bunganya satu (1) kali lagi menjadi 6% hingga akhir tahun 2018. Dalam siaran persnya, BI memberikan pernyataan mengenai potensi pertumbuhan ekonoi triwulan ke-3 2018 yang tidak sekuat perkiraan. Kendati konsumsi rumah tangga dan investasi masih cukup tinggi mendorong ekonomi, neto ekspor akan negatif. BI perkirakan pertumbuhan ekonomi dikisaran bawah dari proyeksi 5,0%-5,4%.

     

    Presiden Trump akan berikan stimulus pemangkasan pajak sebesar 10% untuk masyarakat penghasilan menengah ke bawah, yang kemungkinan akan efektif per November 2018 ini. Sebelumnya pada 22 Desember 2017, kebijakan pemangkasan pajak juga diberikan pada korporasi. Kebijakan ini di bisa defisit anggaran AS melebar, membuat dana keluar dari EMs dan semakin menguatnya USDolar.

     

     



     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

     

     

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

     

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Rabu-24-Oktober-2018.pdf