Samuel Aset Manajemen

Category: Ulasan Ekonomi

Ulasan Ekonomi

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Senin 21 Mei 2019

    Walaupun sebagian besar indeks futures di bursa Asia tercatat ‘merah’, indikasi indeks di bursa Asia akan terkoreksi pada hari ini,  tetapi kemungkinan pasar Indonesia akan berlanjut naik terbawa sentimen positif hasil Pilpres yang diumumkan KPU dini hari ini yang mencatat pasangan Joko Widodo dan Ma’ruf Amin memenangkan 55,5% suara. Sentimen positif ini mestinya juga membuat rupiah menguat menuju kisaran antara  Rp.14.400  s.d Rp.14.450 per USD  (kurs tengah Bloomberg).

    Pagi dini hari ini, KPU telah menyelesaikan rekapitulasi perhitungan suara untuk PilPres dan Pileg dan juga mengumumkan hasil perhitungan tersebut,. Hasil Pilpres mencatat pasangan Joko Widodo dan Ma’ruf Amin mendapat suara sebesar 55,5% dari pemilih yang masuk sebanyak 154.257.601 – naik 15,48% dibandingkan pemilih pada PilPres Juni 2014 lalu. Dengan demikian Joko Widodo dan Ma’ruf Amin secara resmi menjadi Presiden dan Wakil Presiden RI periode 2019 sd 2024. Kemungkinan pasar akan merespon positif hasil KPU ini.

    The CFNA index untuk April tercatat turun 0,45, dari positif 0,05 pada Maret. Penurunan ini karena turunnya indikator produksi dan personal consumption termasuk sektor perumahan. Penurunan ini belum memfaktorkan gagalnya perundingan dagang AS-China namun penurunan ini belum menjadi indikasi kuat resesi ekonomi AS.

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id Ulasan-Ekonomi-Harian-Selasa-21-Mei-2019.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Senin 20 Mei 2019

    Ada potensi indeks di bursa Asia hari ini bergerak ‘mixed’ terlihat dari indeks futures bursa Asia yang bervariasi tetapi cenderung terkoreksi dengan sentimen indeks di bursa global yang terkoreksi akhir pekan lalu walaupun harga minyak mentah dibuka naik pagi ini. Mata uang kuat Asia HK dolar dan Sin dolar dibuka menguat terhadap USDolar pagi ini yang bisa menjadi sentimen penguatan rupiah hari ini. Setidaknya rupiah masih dalam penjagaan BI di kisaran antara  Rp.14.430  s.d Rp.14.470 per USD  (kurs tengah Bloomberg).

    Kepemilikan investor asing pada SBN per 16 Mei tercatat sebesar Rp.954,13 triliun atau naik 6,8% ytd. Posisi tertinggi tercatat pada 10 Mei sebesar Rp.962,02 triliun. Ketidakpastian global akibat kebuntuan kesepakatan dagang AS-China membuat aksi jual investor asing tak terkecuali dari pasar obligasi. Namun penjualan dari investor asing ini tampaknya terserap oleh Bank Indonesia, terlihat dari kepemilikan BI yang meningkat. Naiknya posisi BI ini sebagai upaya memitigasi risiko turunnya harga dan aksi beli USDolar.

    Realisasi Pendapatan Negara pada April 2019 tercatat hanya naik 0,49% yoy. Perlambatan ini karena turunnya PNBP (minus 14,9% yoy) dan PPN dan PPnBM (minus 4,35% yoy). Penurunan ini indikasi dari kegiatan ekonomi yang melambat termasuk turunnya impor.

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id Ulasan-Ekonomi-Harian-Senin-20-Mei-2019.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Rabu 17 Mei 2019

    Ada potensi indeks di bursa Asia akan naik hari ini terlihat dari indeks futuresnya yang sebagian besar ‘hijau’, ditambah sentiment positif dari indeks di bursa global yang kompak naik semalam dan harga minyak mentah juga dibuka naik pagi ini. Mata uang kuat Asia yen, dan HK dolar dibuka melemah terhadap USDolar pagi ini. Kemungkinan rupiah masih dalam penjagaan BI, bergerak di kisaran antara  Rp.14.430  s.d Rp.14.450 per USD  (kurs tengah Bloomberg).

     

    BI memutuskan 7DRR tetap 6% pada RDG 15-16 Mei kemarin. BI menilai suku bunga tersebut masih mampu mendorong pertumbuhan ekonomi domestik sekaligus menjaga ekonomi dari ketidakpastian global yang kembali meningkat. Kendati ada spekulasi BI akan menurunkan suku bunganya, namun kami perkirakan BI belum akan meubah kebijakan suku bunganya dalam waktu dekat.  

     

    Tampaknya China telah mengantisipasi kemungkinan gagalnya kesepakatan dagang dengan mulai menjual kepemilikan obligasinya pada USTB sejak Maret 2019. Posisi kepemilikan China menjadi US$1,12 triliun, sebesar 17,3% dari total kepemilikan asing pada USTB. Penjualan ini juga diikuti oleh Negara-negara lain termasuk Jepang sebagai foreign holder kedua terbesar setelah China.

     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Ekonom/Kepala Riset

    PT Samuel Aset Manajemen

    021-28548828

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Jumat-17-Mei-2019.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Rabu 16 Mei 2019

    Sebagian besar indeks futures bursa Asia tercatat turun, indikasi indeks di bursa Asia masih berpotensi terkoreksi hari ini walaupun ada potensi balik arah menjadi positif terbantu indeks di bursa global yang kompak naik semalam dan harga minyak mentah juga dibuka naik pagi ini. Mata uang kuat Asia yen, dan HK dolar dibuka menguat terhadap USDolar pagi ini, tetapi tampaknya rupiah masih dalam tekanan melemah, kemugkinan menuju kisaran antara  Rp.14.470  s.d Rp.14.500 per USD  (kurs tengah Bloomberg).

    Neraca perdagangan Indonesia tercatat defisit sebesar US$2,5 miliar, dengan nilai ekspor sebesar US$12,6 miliar (minus 10% mom atau minua 13,1% yoy). Penurunan ini karena turunnya volume dan harga ekspor. Sementara nilai impor tercatat sebesar US$15 miliar (naik 12,25% mom atau minus 6,6% yoy). Kenaikan karena naiknya volume dan harga impor dibandingkan bulan sebelumnya. Selama Jan-Apr 2019 tercatat defisit sebesar US$2,56 miliar, naik dari defisit US$1,4 pada Jan-Apr 2018.  Neraca perdagangan ini tampaknya masih akan berlanjut defisit ke depannya tetapi dengan nilai yang menurun.

    Ekonomi China mulai terkena dampak tarif. Ketidakpastian ekonomi membuat konsumen mengurangi belanja. Penjualan ritel, otomotif turun. Surplus neraca dagang pada April 2019 sebesar US$13,84 miliar, turun dari US$26,21 miliar pada April 2018.

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Rabu-16-Mei-2019.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Rabu 15 Mei 2019

    Ada kecenderungan indeks di bursa Asia akan naik hari ini terlihat dari indeks futures bursa Asia yang hampir semuanya ‘hijau’  ditambah sentimen positif dari naiknya indeks di bursa global semalam walaupun harga minyak mentah turun pagi ini. Mata uang kuat Asia yen dan HK dolar dibuka menguat terhadap USDolar  pagi ini, tetapi kemungkinan rupiah masih akan melemah karena factor musiman menuju kisaran Rp.14.440 s.d Rp.14.470 per USD (kurs tengah Bloomberg).

     

    Kepemilikan dana asing pada pasar modal Indonesia masih cukup tinggi. Di pasar obligasi dana asing yang masuk tercatat sebesar US$4,4 miliar atau naik 2,7% yoy sedangkan di pasar saham tercatat masuk US$4,2 miliar atau naik 11,2% yoy.  Di tengah tensi perang dagang dan turunnya harga saat ini membuat pasar Indonesia menjadi relatif lebih murah dan mestinya bisa menarik dana asing lebih besar.

     

    The Fed mulai kawatirkan isu perang dagang yang bisa membuat perlambatan ekonomi AS dari potensi ekspansinya saat ini. Presiden the Fed dari Boston bahkan mensinyalkan the Fed akan menggunakan instrumen kebijakan ‘counter cycle’ termasuk menurunkan suku bunganya. Pada April 2019 ini harga impor AS tumbuh melambat dibandingkan Maret, belum memfaktorkan tensi perang dagang yang menguat di awal Mei ini.  

     

     

     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Rabu-15-Mei-2019.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Selasa 14 Mei 2019

     

    Indeks futures bursa Asia kompak tercatat ‘merah’ indikasi potensi koreksi indeks di bursa Asia hari ini terbawa sentimen indeks di bursa global yang kompak turun semalam dan harga minyak mentah juga dibuka turun pagi ini. Mata uang kuat Asia yen, HK dolar dan Sin dollar kompak dibuka menguat terhadap USDolar pagi ini yang bisa menjadi sentimen penguatan rupiah menuju kisaran antara  Rp.14.400  s.d Rp.14.420 per USD  (kurs tengah Bloomberg).

     

    Sektor manufaktur mencatatkan tren pertumbuhan yang melambat. Perlambatan terutama terjadi pada sub sektor pengolahan kelapa sawit, batubara, dan bahan tambang lainnya. Perlambatan pertumbuhan mengindikasikan perlambatan volume produksi. Isu deindustrialisasi menjadi semakin kuat. Kemungkinan perlambatan berkanjut dengan potensi melambatnya ekonomi global efek perang dagang AS-China.

     

    Perang dagang AS-China makin menguat dengan saling membalas menerapkan tariff. AS telah menerapkan kenaikan tariff menjadi 25% efektif pada Jumat pekan lalu, dan begitupun China mengancam memberlakukan kenaikan tariff pada barang-baang impor AS pada 1 Juni mendatang. Konflik perdagangan ini membuat ketidakpastian global meningkat.



     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

     

     

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

     

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Selasa-14-Mei-2019.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Senin 13 Mei 2019

    Sebagian besar indeks futures bursa Asia tercatat merah, indikasi indeks di bursa Asia berpotensi turun namun bisa jadi arah indeks positif memfaktorkan pembicaraan dagang AS-China yang masih berlanjut sementara harga minyak mentah dibuka turun pagi ini. Mata uang kuat Asia yen dan HK dolar dibuka menguat terhadap USDolar pagi ini yang bisa menjadi sentimen penguatan rupiah hari ini menuju kisaran antara Rp.14.300  s.d Rp.14.320 per USD  (kurs tengah Bloomberg).

     

    NPI pada Q1-2019 tercatat surplus sebesar US$2,42 miliar. Transaksi modal tercatat surplus sebesar US$10 miliar sementara Transaksi Berjalan tercatat defisit sebesar US$6,97 miliar. Defisit ini mencapai 2,6% dari PDB, turun dari 3,59% dari PDB pada Q4-2018 tetapi masih lebih tinggi dibandingkan  Q1-2018 yang seebsar 2,01% dari PDB dan Q1-2017 yang sebesar 0,84% dari PDB.  BI menargetkan defisit tercatat sebesar 2,5% dari PDB untuk tahun 2019.

     

    Inflasi AS pada April tercatat 2% yoy, naik dari 1,9% yoy pada Maret 2018. Secara bulanan tercatat 0,3% mom, melambat dari Maret 0,4% mom. Angka inflasi ini masih aman dan belum menjadi kekawatiran naiknya suku bunga the Fed, yang justru berpotensi turun diantaranya karena ‘tekanan’ permintaan Presiden Trump.

     



     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

     

     

     

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

     

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Senin-13-Mei-2019.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Jumat 10 Mei 2019

    Sebagian besar indeks futures bursa Asia tercatat ‘merah’, indikasi indeks di bursa Asia cenderung turun ditambah sentimen indeks di  bursa global ditutup kompak turun semalam. Harga minyak mentah dibuka turun pagi ini dibandingkan pembukaan kemarin. Mata uang kuat Asia yen dan Sin dolar dibuka melemah terhadap USDolar pagi ini yang bisa menjadi sentimen pelemahan rupiah hari ini, ditambah faktor musiman mulai naiknya permintaan USD pada triwulan ke-2 menuju kisaran antara  Rp.14.300  s.d Rp.14.320 per USD  (kurs tengah Bloomberg).

     

    Permintaan dolar dari dalam negeri akan meningkat pada triwulan ke-2 ini karena kebutuhan tradisional seperti pembayaran keuntungan, deviden, dan royalty perusahaan asing di Indonesia, pembayaran utang luar negeri pemerintah baik pokok dan bunga, pembayaran utang swata, permintaan masyarakat untuk kebutuhan libur panjang , ditambah dengan masa tahan repatriasi aset dalam rangka TA, pembayaran kupon obligasi dari PT Inalum mulai Mei ini. Peningkatan ini membuat rupiah cenderung melemah hingga Juni.

     

    Potensi gagalnya kesepakatan dagang AS-China menguat, kembali Presiden Trump berkomentar ‘China broke the deal’. Sementara China membalas siap mempertahankan kepentingannya dalam perang dagang ini bahkan siap melakukan pembalasan. Jangka pendek, ekspor Indonesia akan terkena dampak langsung.

     

     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Jumat-10-Mei-2019.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Kamis 9 Mei 2019

    Sebagian besar indeks futures bursa Asia tercatat ‘merah’, indikasi indeks di bursa Asia cenderung turun walaupun indeks di bursa global ditutup bervariasi semalam. Harga minyak mentah dibuka naik pagi ini dibandingkan pembukaan kemarin. Mata uang kuat Asia yen dan HK dolar dibuka menguat terhadap USDolar pagi ini yang bisa menjadi sentimen penguatan rupiah hari ini, tetapi kemungkinan rupiah melemah merespon turunnya cadangan devisa, menuju kisaran antara  Rp.14.300  s.d Rp.14.320 per USD  (kurs tengah Bloomberg).

     

    Posisi cadev pada April 2019 tercatat sebesar US$124,3 miliar, turun US$200 juta dari US$124,5 miliar pada Maret 2019 karena pembayaran utang luar negeri pemerintah dan menurunnya devisa hasil ekspor migas. Kemungkinan posisi cadev ini masih akan turun pada Mei-Juni karena faktor musiman terkait permintaan USDolar yang biasanya meningkat untuk kepentingan repatriasi aset termasuk repatriasi untuk ‘tax amnesty’ yang berakhir Juni ini, dan pembayaran utang luar negeri pemerintah dan swasta.

     

    Ada potensi kesepakatan dagang AS-China akan gagal terkait dengan mundurnya China dari kesepakatan yang telah dibahas sebelumnya. Dokumen yang diterima pada Jumat akhir pekan lalu membuat Presiden Trump mengancam menerapkan tarif terhadap barang impor China senilai US$200 miliar pada Jumat pekan ini.



     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

     

     

     

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

     

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Kamis-9-Mei-2019.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Rabu 8 Mei 2019

    Sebagian besar indeks futures bursa Asia tercatat ‘merah’, indikasi indeks di bursa Asia cenderung turun ditambah sentimen koreksi kompak dari indeks di  bursa global semalam. Harga minyak mentah dibuka turun pagi ini dibandingkan pembukaan kemarin. Mata uang kuat Asia yen dan HK dolar dibuka melemah terhadap USDolar pagi ini yang bisa menjadi sentimen pelemahan rupiah hari ini menuju kisaran antara  Rp.14.280  s.d Rp.14.300 per USD  (kurs tengah Bloomberg).

     

    SPE Maret 2019 mencatatkan kenaikan 5,5% mom atau 10,1% yoy. Kenaikan ini dipicu dengan naiknya barang untuk jenis barang lainnya termasuk sandang. Sementara pada Q1-2019 tercatat naik 8,8% yoy, naik dari Q1-2018 yang sebesar 0,7% yoy. Namun kenaikan ini tidak cukup kuat mendorong konsumsi rumah tangga yang tumbuh tipis 0,4% yoy pada PDB Q1-2019. Untuk bulan April, diperkirakan ada penurunan, kemunginan karena adanya hajatan Pemilihan Umum yang membuat konsumen menunda pembelian.

     

    Pasar global kawatirkan ancaman Presiden Trump terhadap potensi gagalnya perundingan perdagangan AS-China. Pasar saham global masih terkoreksi dalam dua hari terakhir, juga pasar komoditas minyak mentah juga turun. Isu perdagangan ini membuat ekonomi China melambat menjadi 6,4% pada Q1-2019 dari 6,8% pada Q1-2018.



     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

     

     

     

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

     

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Rabu-8-Mei-2019.pdf