Samuel Aset Manajemen

Category: Ulasan Ekonomi

Ulasan Ekonomi

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Jumat 19 Juli 2019

    Indeks futures bursa Asia tercatat bervariasi, indikasi indeks akan bergerak ?mixed? hari ini dengan kecenderungan naik didukung dengan indeks di bursa AS yang kompak naik semalam walaupun harga minyak mentah yang dibuka turun pagi ini. Sementara mata uang kuat Asia yen dan Sin dolar pagi ini dibuka melemah terhadap USDolar, yang bisa menjadi sentimen pelemahan rupiah hari ini menuju kisaran antara Rp.13.965  s.d Rp.14.000 per USD  (kurs tengah Bloomberg).

    BI putuskan turunkan suku bunga acuan 7DRR sebesar 25 bps sehingga menjadi 5,75%. Begitupun untuk suku bunga deposit facility dan lending facility masing-masing juga 25 bps. Keputusan ini mempertimbangkan tingkat inflasi yang rendah dan upaya mendorong pertumbuhan ekonomi di tengah ketidakpastian global yang menurun. Dengan keputusan ini tampaknya CAD pada Q2-2019 akan relatif aman. BI masih mempunyai ruang penurunan 25 bps hingga akhir tahun 2019, menjadi 5,5%. 

    Jobless claim di AS untuk minggu yang berakhir pada 13 Juli tercatat naik. Sementara the Philadelphia Fed Manufacturing Index untuk aktvitas umum menunjukkan kenaikan. Kombinasi kedua data ini masih menunjukkan ekonomi AS yang masih solid walaupun ada kenaikan jobless claims. 

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN 

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia 

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Jumat-19-Juli-2019.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Rabu 17 Juli 2019

    Sebagian besar indeks futures bursa Asia tercatat ?merah?, indikasi potensi koreksi indeks di bursa Asia hari ini ditambah dengan turunnya indeks di bursa AS semalam dan harga minyak mentah yang dibuka turun pagi ini. Sementara mata uang kuat Asia yen dan HK dolar pagi ini dibuka melemah terhadap USDolar yang bisa menjadi sentimen melemahnya rupiah hari ini. Ada otensi rupiah melemah menuju kisaran antara Rp.13.950  s.d Rp.14.000 per USD  (kurs tengah Bloomberg).

    Realisasi APBN 2019 per Juni 2019 mencatat penerimaan Negara sebesar Rp.898,76 triliun (41,5% dari pagu), dan belanja Negara sebesar Rp.1.034,5 triliun (42% dari pagu). Secara nominal kinerja Juni 2019 ini lebih besar dibandingkan dengan kinerja pada Juni 2018, alhasil defisit anggaran tercatat juga lebih besar, menjadi Rp.135,7 triliun dari Rp.110,6 triliun. Kendati demikian, kami perkirakan pemerintah akan bisa menjaga defisit APBN 2019 sebesar 1,84% dari PDB. 

    Presiden Trump kembali memberi pernataan terkait perang dagang AS-China. Negosiasi akan berjalan lama dan kemungkinan Trump bisa menerapkan tariff terhadap barang impor China senilai US$325 miliar. Pasar saham AS kompak terkoreksi semalam di tengah data penjualan ritel dan indeks perumahan tercatat naik diatas ekspektasi konsensus. 

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN 

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia 

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id


    Ulasan-Ekonomi-Harian-Rabu-17–Juli-2019.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Selasa 16 Juli 2019

    Indeks futures bursa Asia tercatat bervariasi, indikasi indeks di bursa Asia akan bergerak mixed hari ini sementara harga minyak mentah dibuka turun pagi ini. Tetapi kemungkinan IHSG akan menguat memfaktorkan sentimen positif pertemuan Jokowi dan Prabowo Subianto pada Sabtu akhir pekan lalu. Begitupun dengan rupiah yang kemungkinan juga akan menguat menuju kisaran antara  Rp.13.900  s.d Rp.14.000 per USD  (kurs tengah Bloomberg).

    Neraca perdagangan bulan Juni 2019 tercatat surplus sebesar US$196 juta. Surplus ini terjadi karena pertumbuhan impor secara bulanan turun lebih besar  (-20,7% mom) dibandingkan pertumbuhan ekspor (-8,98% mom). Namun surplus ini belum menolong kinerja neraca perdagangan selama Q2-2019 yang tercatat defisit sebesar US$1,87 miliar, lebih tinggi dari Q2-2018 sebesar US$1,46 miliar. Kemungkinan CAD pada Q2-2019 ini juga lebih tinggi dibandingkan Q2-2018 yang sebesar 3,04% dari PDB.

    Pertumbuhan ekonomi China pada Q2-2019 tercatat sebesar 1,6% qtq atau 6,2% yoy. Secara triwulanan, naik dari 1,4% pada Q1-2019, tetapi secara tahunan kinerja tersebut merupakan yang terendah dalam 27 tahun terakhir. Secara triwulanan sebesarnya ada perbaikan di kapasitas utilisasi, dan industrial output. Pemerintah China proyeksikan ekonomi China tumbuh antara 6%-6,4% tahun 2019 ini.

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Selasa-16–Juli-2019.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Jumat 12 Juli 2019

    Indeks futures bursa Asia tercatat bervariasi, namun kemungkinan indeks di bursa Asia akan naik terbawa sentimen naiknya indeks  Dow di bursa AS semalam walaupun harga minyak mentah dibuka bervariasi pagi ini. Mata uang kuat Asia yen dan HK dolar dibuka menguat pagi ini yang bisa menjadi sentimen penguatan rupiah menuju kisaran antara  Rp.14.000  s.d Rp.14.050  per USD  (kurs tengah Bloomberg).

    SKDU hasil survei BI untuk Q2-2019 mencatat SBT sebesar 19,17%, membaik dibandingkan Q1-2019 yang sebesar 8,65% karena efek faktor musiman. Namun jika dibandingkan dengan Q2-2018, kinerja Q2-2019 melambat, baik dari sisi kegiatan usaha, serapan tenaga kerja, dan penggunaan kapasitas produksi. Kemungkinan melambatnya kinerja pada Q2-2019 ini karena ada faktor Pemilu yang membuat pelaku usaha cenderung ?wait and see? dan mengurangi kegiatan usahanya. 

    Inflasi AS bulan Juni tercatat 1,6% yoy, terendah dalam 4 (empat) bulan terakhir. Perlambatan inflasi ini bisa menambah kemungkinan the Fed turunkan suku bunga semakin besar. Pelaku pasar perkirakan the Fed akan turunkan suku bunganya pada pertemuan 30-31 Juli ini.. 

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN 

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia 

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Jumat-12-Juli-2019.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Selasa 9 Juli 2019

    Indeks futures bursa Asia tercatat bervariasi, indikasi indeks di bursa Asia akan bergerak ?mixed? hari ini dengan kecenderungan terkoreksi terbawa sentimen negatif turunnya indeks di bursa global semalam dan harga minyak mentah yang dibuka turun pagi ini. Mata uang kuat Asia yen dan HK dolar kompak dibuka menguat pagi ini yang bisa menjadi sentimen penguatan rupiah walaupun terbatas menuju kisaran antara Rp.14.100  s.d Rp.14.105 per USD  (kurs tengah Bloomberg) walaupun secara teknikal rupiah masih berpotensi melemah.

    Keyakinan konsumen (IKK) pada Juni 2019 tercatat 126,4 sedikit turun dibandingkan Mei yang sebesar 128,2. Dari komponen pembentuk IKK yaitu IKE dan IEK semua nya menunjukkan level diatas 100 yang artinya konsumen optimis termasuk komponen ketersediaan lapangan kerja yang sebelumnya dibawah 100. Penurunan IKK terutama karena turunnya semua komponen IEK yang kemungkinan karena faktor musiman pasca puasa-lebaran. Dengan IKK yang masih tinggi ini, memberi ekspektasi pertumbuhan ekonomi Q2-2019 akan cukup tinggi. 

    Pemerintah dan DPR sepakati asumsi makro RAPBN 2020. Perubahan terutama terjadi pada Pertumbuhan Ekonomi (PE) dari yang diajukan 5,3%-5,6% menjadi 5,2%-5,5%, nilai tukar rupiah menjadi Rp.14.000 s.d Rp.14.500 per USD, dan suku bunga SPN menjadi 5%-5,5%. Inflasi, harga ICP dan lifting tidak berubah. 

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN 

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia 

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Selasa-9-Juli-2019.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Jumat 8 Juli 2019

    Ada potensi indeks di bursa Asia terkoreksi hari ini terlihat dari indeks futures bursa Asia yang hampir semuanya ?merah?, ditambah sentimen turunnya indeks di bursa global akhir pekan lalu dan harga minyak mentah yang dibuka bervariasi pagi ini. Mata uang kuat Asia yen, HK dolar, dan Sin dolar kompak dibuka melemah pagi ini yang bisa menjadi sentimen pelemahan rupiah menuju kisaran antara  Rp.14.080  s.d Rp.14.120 per USD  (kurs tengah Bloomberg)ditambah secara teknikal rupiah telah menguat cukup tajam.

    Posisi cadev Juni tercatat sebesar US$123,8 miliar, naik dari US$120,3 miliar pada Mei. Kenaikan terbantu dengan penerbitan obligasi global pemerintah sebesar US$750 juta dan 750 juta euro pada 12 Juni lalu.   Penerbitan obligasi global ini membantu posisi cadev menjadi neto positif di tengah permintaan USD yang biasanya tinggi di bulan Juni. Kenaikan posisi cadev ini membuat rupiah menguat terhadap USDolar di tengah melemahnya sebagian besar mata uang Asia lainnya terhadap USdolar.

    Tingkat pengangguran AS pada Juni tercatat 3,7%, naik dibandingkan Mei yang tercatat 3,6%. Namun job growth mencatatkan kenaikan jauh diatas ekspektasi membuat pelaku pasar kawatir the Fed akan tidak menurunkan suku bunganya secara agresif.

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Senin-8-Juli-2019.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Jumat 5 Juli 2019

    Sebagian besar indeks future di bursa Asia tercatat bervariasi dengan kecenderungan turun hari ini kendati ada sentimen positif dari naiknya indeks di bursa global  Eropa tetapi harga minyak mentah dibuka turun pagi ini. Mata uang kuat Asia HK dolar dan Sin dolar dibuka menguat pagi ini yang bisa menjadi sentimen penguatan rupiah menuju kisaran antara  Rp.14.120  s.d Rp.14.130 per USD  (kurs tengah Bloomberg). 

    Efek turunnya GWM diakui perbankan menambah likuiditas. Turunnya GWM bisa membuat bank menjaga LDR yang sudah maksimum saat ini yaitu 92% tetapi mempunyai kemampuan menjaga LCR yang meningkat. Bank tidak perlu meubah RBB dan bisa menjaga pertumbuhan kredit  dan DPK untuk tahun 2019 tetap di kisaran antara 12%-14%. Pelonggaran likuiditas juga terlihat di pergerakan suku bunga JIBOR 1 minggu yang turun 0,03 bps dalam dua hari lelang terakhir ini. 

    Otoritas China membantah tuduhan Presiden Trump yang mengatakan China melakukan manipulasi mata uangnya. Kementrian Keuangan AS dalam laporannya kepada Kongres menyebutkan ada 9 negara termasuk China dan Uni Eropa  yang mempunyai kriteria manipulator mata uang. Di tengah tekanan kenaikan tarif, AS mencatat defisit neraca perdagangan yang melebar terutama dengan China. 

    Salam, 

    Lana Soelistianingsih 

    Ekonom/Kepala Riset 

    PT Samuel Aset Manajemen 

    021-28548828

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Jumat-5-Juli-2019.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Kamis 4 Juli 2019

    Sebagian besar indeks future di bursa Asia tercatat ?hijau?, indikasi indeks di bursa Asia akan cenderung naik hari ini ditambah sentiment positif dari indeks di bursa global utama yang kompak naik semalam walaupun harga minyak mentah dibuka naik pagi ini. Mata uang kuat Asia yen dan HK dolar dibuka melemah pagi ini yang bisa menjadi sentimen pelemahan rupiah menuju kisaran antara  Rp.14.120  s.d Rp.14.140 per USD  (kurs tengah Bloomberg).

    Dana asing yang masuk ke pasar modal Asia diperkirakan mencapai US$251,83 miliar sejak awal tahun (ytd). Sementara untuk Indonesia tercatat sebesar US$4,9 miliar ke pasar saham dan US$6,6 miliar ke pasar obligasi. Kemungkinan dana asing yang masuk ini berlanjut hingga akhir tahun terkait dengan isu perang dagang AS-China dan suku bunga the Fed yang menurun.

    Neraca perdagangan AS untuk bulan Mei 2019 tercatat defisit sebesar US$55,5 miliar, melebar dibandingkan April 2019. Tampaknya pemberlakukan tarif impor khususnya atas barang-barang impor asal China belum efektif mengurangi defisit neraca perdagangan AS. Di tahun 2018, neraca perdagangan barang AS mencatat defisit sebesar US$891,3 miliar, dan sebesar US$419,2 miliar merupakan defisit dengan China. Tampaknya kebijakan tarif belum efektif mengurangi defisit neraca perdagangan.

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Ekonom/Kepala Riset

    PT Samuel Aset Manajemen

    021-28548828

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Kamis-4-Juli-2019.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Rabu 3 Juli 2019

    Indeks futures di bursa Asia tercatat bervariasi, indikasi indeks di bursa Asia akan bergerak ?mixed? hari ini dengan kecenderungan naik terbawa sentimen positif naiknya indeks di bursa global utama semalam. Sementara harga minyak mentah dibuka turun pagi ini. Mata uang kuat Asia yen, HK dolar dan Sin dolar dibuka melemah pagi ini yang bisa menjadi sentimen pelemahan rupiah menuju kisaran antara  Rp.14.140  s.d Rp.14.160 per USD  (kurs tengah Bloomberg).

    Mei 2019 ? suku bunga mulai turun. Suku bunga kredit rata-rata tertimbang turun 6 bps menjadi 10,76%, sementara suku bunga simpanan untuk tenor 3 bulan dan 6 bulan juga mulai turun, walaupun untuk tenor 1 bulan masih stabil. Namun pertumbuhan simpanan naik menjadi 6,7% yoy, sedangkan pertumbuhan kredit stabil pada 11% yoy. Kondisi ini menjadi bagian dari faktor musiman di bulan Ramadhan ? turunnya kegiatan usaha dan meingkatnya likuiditas.

    Harga minyak mentah turun semalam karena kekawatiran terhadap data-data manufaktur Negara-Negara utama dunia yang melambat. Penurunan ini kemungkinan temporer karena OPEC masih akan memangkas produksi dan tensi geopolitik Timur Tengah juga meningkat.

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Ekonom/Kepala Riset

    PT Samuel Aset Manajemen

    021-28548828

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Rabu-3-Juli-2019.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Selasa 2 Juli 2019

    Indeks futures bursa Asia tercatat bervariasi namun cenderung naik terbawa sentimen naiknya indeks di bursa global semalam walaupun harga minyak mentah dibuka turun pagi ini. Mata uang kuat Asia yen dan HK dolar dibuka menguat pagi ini yang bisa menjadi sentimen penguatan rupiah yang berlanjut walaupun terbatas menuju kisaran antara  Rp.14.090  s.d Rp.14.110 per USD  (kurs tengah Bloomberg).

    Inflasi Juni 2019 tercatat 0,55% mom atau 3,28% yoy. Inflasi Juni ini melambat dibandingkan puncak inflasi pada Mei lalu. Bahan makanan mencatatkan inflasi yang tertinggi sementara Transportasi, Komunikasi, dan Jasa Keuangan justru tercatat deflasi. Kondisi tersebut berbeda dengan yang biasanya sebaliknya terjadi pada pasca Lebaran.  Secara kumulatif dari Jan sd Juni 2019 tercatat inflasi sebesar 2,05% ytd tetapi kami  perkirakan inflasi masih bisa mencapai 3,19% yoy hingga akhir tahun 2019 jika tidak ada kenaikan harga BBM dan tarif listrik.

    Presiden Trump kembali mengancam menaikkan tarif atas barang-barang impor AS walaupun belum usai dengan China. Kali ini terhadap Uni Eropa dengan nilai tambahan sebesar US$4 miliar. Sementara data-data dari AS terutama dari sektor manufaktur mencatatkan perlambatan.

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    PT. Samuel Aset Manajemen

    [email protected]

    021-28548828

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Selasa-2-Juli-2019.pdf