Samuel Aset Manajemen

Category: Ulasan Ekonomi

Ulasan Ekonomi

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Rabu 7 Agustus 2019

    Ada indikasi indeks di bursa Asia akan ?rebound? hari ini terlihat dari Indeks futures bursa Asian yang sebagian mulai ?hijau? ditambah sentimen di bursa AS yang kompak naik  semalam walaupun Sin dolar dibuka menguat, yang mestinya bisa menjadi sentimen penguatan rupiah ditambah pernyataan PBOC yang tidak akan membiarkan yuan jatuh. Kemungkinan rupiah akan menguat menuju kisaran antara Rp.14.250 s.d Rp.14.270 per USD  (kurs tengah Bloomberg). 

    Indeks keyakinan konsumen (IKK) untuk bulan Juli tercatat turun dari 126,4 pada Juni menjadi 124,8 pada Juli. Penurunan optimism ini terutama dari IKE. Tiga faktor pembentuk IKE turun, bahkan untuk faktor pembentuk Ketersediaan lapangan kerja tercatat dibawah 100 yang artinya pesimis. Sementara faktor pembentuk IEK yang turun adalah Ketersediaan Lapangan Kerja dan Kegiatan Usaha. Ketidakyakinan konsumen ini bisa membuat konsumen menahan konsumsinya.

    PBoC dalam pertemuannya dengan ?foreign exporter? menyatakan perdagangan USD-yuan berjalan normal dan menyebut tidak akan membiarkan yuan jatuh. Namun pelaku pasar mempunyai ekspektasi yuan masih akan berlanjut melemah. AS menyebut China sebagai manipulator mata uang. Kemungkinan perang mata uang ini masih akan berlanjut.

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Ekonom/Kepala Riset

    PT Samuel Aset Manajemen

    021-28548828

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Rabu-7-Agustus-2019.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Selasa 6 Agustus 2019

    Indeks futures bursa Asia kompak tercatat ?merah?, indikasi indeks di bursa Asia berpotensi turun ditambah sentimen koreksi kompak di bursa global semalam dan harga minyak mentah yang dibuka turun pagi ini. Mata uang kuat Asia yen dan HK dolar dibuka menguat, yang mestinya bisa menjadi sentimen penguatan rupiah namun potensi ini sangat tergantung pada pergerakan China yuan terhadap USD. Jika China yuan masih melemah terhadap US dolar, kemungkinan rupiah mengikuti menuju Rp.14.300 per USD  (kurs tengah Bloomberg). 

    Pertumbuhan ekonomi Indonesia Q2-2019 tercatat 5,05% yoy, melambat dibandingkan Q2-2018 yang sebesar 5,27%. Dari sisi produksi, sumber pertumbuhan masih berasal dari sektor industri pengolahan namun dengan kontribusi yang terus melambat, sedangkan dari sisi pengeluaran berasal dari Konsumsi Rumah Tangga dengan konstribusi yang stagnan. Dengan kinerja ini tampaknya sulit bagi pemerintah untuk mencapai asumsi pertumbuhan 5,3% sebagaimana APBN 2019.

    Ketegangan perdagangan AS-China meningkat setelah China membalas ancaman pengenaan tarif sebesar 10% pada barang-barang impor China mulai efektif 1 September mendatang dengan membiarkan yuan melemah menembus yuan 7 per USD dan meminta perusahaan China menunda impor produk pertanian AS. Pelaku pasar global merespon negatif. 

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Ekonom/Kepala Riset

    PT Samuel Aset Manajemen

    021-28548828

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Selasa-6-Agustus-2019.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Senin 5 Agustus 2019

    Ada potensi indeks di bursa Asia hari ini akan terkoreksi terindikasi dari indeks futuresnya yang hampir semuanya ?merah?, juga terbawa sentimen koreksi indeks di bursa global yang kompak turun pada akhir perdagangan minggu lalu dan harga minyak mentah yang dibuka turun pagi ini. Sementara mata uang kuat Asia yen, dan Sin dolar kompak dibuka menguat terhadpa US dolar, yang bisa menjadi sentimen penguatan rupiah hari ini menuju kisaran antara Rp.14.150  s.d Rp.14.180 per USD  (kurs tengah Bloomberg).

    Hari ini BPS akan umumkan tingkat pertumbuhan ekonomi Q2-2019, yang kemungkinan kami perkirakan melambat dibandingkan Q2-2018 yang mencapai 5,27% yoy. terindikasi diantaranya penjualan ritel yang melambat,  terkonfirmasi dengan penerimaan pajak PPN. Kemungkinan perlambatan terjadi karena kekawatiran terhadap isu politik. Secara siklus triwulan dengan faktor musiman terkait puasa-lebaran merupakan triwulan dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi. Kami perkirakan Q2-2019 beradal dalam kisaran antara 5,18%-5,22% yoy. 

    Neraca perdagangan AS pada Juni tercatat defisit sebesar US$55,2 miliar, sedikit membaik dibandingkan Mei 2019 yang sebesar US$55,3 miliar. Belum ada perbaikan signifikan kendati sudah ada penerapan tarif. 

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN 

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia 

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Senin-5-Agustus-2019.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Jumat 2 Agustus 2019

    Ada potensi indeks di bursa Asia akan turun hari ini terindikasi dari indeks futuresnya yang ?sebagian besar ?merah? ditambah dengan sentiment negatif dari turunnya indeks di bursa AS semalam dan harga minyak mentah yang dibuka turun pagi ini.  Sementara mata uang kuat Asia yen dan HK dolar dibuka melemah terhadap USDolar, yang bisa menjadi sentimen pelemahan rupiah hari ini menuju kisaran antara Rp.14.030  s.d Rp.14.050 per USD  (kurs tengah Bloomberg).

    Hari ini, BPS akan umumkan angka inflasi bulan Juli 2019 yang kemungkinan ada di kisaran 0,2% mom s.d 0,35% mom. Inflasi kemungkinan berasal dari naiknya harga beberapa komoditas bahan makanan seperti cabe, dan kelompok pengeluaran terkait faktor musiman tahun ajaran baru. Kami perkirakan angka inflasi di akhir tahun 2019 sebesar 3,19% dengan asumsi tidak ada kenaikan harga BBM. 

    The Fed putuskan untuk turunkan suku bunga FFR sebesar 25 bps menjadi 2%-2,25% pada pertemuan FOMC 30-31 Juli kemarin. Gubernur the Fed dalam pernyataan mengatakan penurunan ini sebagai ?mid-cycle adjustment? dan bukan ?turning point? sebagaimana yang diharapkan pelaku pasar. Indeks di bursa AS kompak terkoreksi, US dollar index naik secara signifikan  ke level 98, dan harga minyak mentah turun. 

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN 

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia 

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Kamis-1-Agustus-2019.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Rabu 31Juli 2019

    Indeks futures bursa Asia tercatat bervariasi, indikasi indeks akan bergerak ?mixed? namun cenderung turun terbawa sentiment indeks global yang kompak terkoreksi semalam walaupun harga minyak mentah dibuka naik pagi ini. Sementara mata uang Asia pagi ini yen, HK dolar dan Sin dolar dibuka kompak menguat terhadap USDolar yang bisa menjadi sentimen penguatan rupiah menuju kisaran antara  Rp.14.000  s.d Rp.14.020 per USD  (kurs tengah Bloomberg).

    Realisasi investasi pada Q2-2019 tercatat sebesar Rp.200,5 triliun, naik dibandingkan Q2-2018 yang sebesar Rp.176,3 triliun. Kenaikan terjadi baik untuk PMA maupun PMDN. Di tengah isu global perang dagang dan politik di domestik, kenaikan ini memberi optimisme investasi sebagai motor pertumbuhan ekonomi setelah konsumsi rumah tangga.

    Investor kawatirkan potensi kebuntuan pembicaraan dagang AS-China yang mestinya akan ditandatangani hari ini seiring dengan pernyataan Presiden Trump yang menganggap China tidak menepati janji untuk membeli produk pertanian AS. Investor merespon negatif pernyataan tersebut di tengah data-data ekonomi AS untuk bulan Juni masih menunjukkan penguatan dan rencana the Fed yang akan turunkan suku bunganya.

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Rabu-31–Juli-2019.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Selasa 30 Juni 2019

    Ada potensi indeks di bursa Asia akan terkoreksi hari ini terlihat dari sebagian besar indeks futures bursa Asia tercatat ?merah? ditambah dengan sentimen koreksi dari hampir semua bursa global semalam walaupun harga minyak mentah dibuka naik pagi ini. Sementara mata uang Asia pagi ini yen dan Sin dolar dibuka melemah terhadap USDolar yang bisa menjadi sentimen pelemahan rupiah menuju kisaran antara  Rp.14.030  s.d Rp.14.050 per USD  (kurs tengah Bloomberg).

    Penjualan SBR 007 tercatat sebesar Rp.3,22 triliun, naik dibandingkan SBR006 yang mencapai Rp.2,2 triliun. Kenaikan ini karena kupon yang diberikan masih menarik yaitu 7,5% dengan patokan suku bunga acuan BI 7DRR ditambah spread 150 bps. Per 17 Juli, posisi kepemilikan individu pada SBN tercatat sebesar Rp.75,67 triliun atau mencapai 2,97% dari total outstanding SBN sebesar Rp.2.551,27 triliun. Pemerintah masih akan  menarik dana individu dari penerbitan obligasi ritel ini. 

    Investor menunggu kepastian turunnya suku bunga the Fed pada pertemuan FOMC 30-31 Juli waktu AS, walaupun kemungkinan penurunannya hampir dapat dipastikan sebesar 25 bps sehingga menjadi 2%-2,25%. Harga minyak mentah naik merespon potensi penurunan tersebut. Indeks Dow juga naik walaupun indeks di bursa AS lainnya masih terkoreksi.

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Selasa-30–Juli-2019.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Kamis 25 Juli 2019

    Sebagian besar indeks futures bursa Asia tercatat ?hijau? indikasi indeks di bursa Asia akan naik hari ini walaupun indeks di bursa global ditutup bervariasi semalam dan harga minyak mentah dibuka turun pagi ini.  Sementara mata uang kuat Asia yen dan HK dolar dibuka menguat terhadap USDolar, yang bisa menjadi sentimen penguatan rupiah hari ini walaupun secara teknikal rupiah masih berpotensi melemah menuju kisaran antara Rp.14.000  s.d Rp.14.030 per USD  (kurs tengah Bloomberg).

    RPJMN 2020-2024 menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,3%-6% dengan menetapkan tujuh (7) program pembangunan senilai Rp.24.415 triliun. Anggaran yang sangat masif mengingat pada APBN 2019, anggaran untuk Kementrian dan Lembaga tidak sampai Rp.1.000 triliun.  Di tengah perlambatan ekonomi global saat ini, tampaknya sangat sulit mencapai pertumbuhan diatas 5,2% jika tidak terbantu dengan membaiknya ekspor. 

    IMF memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi 5 negara ASEAN untuk tahun 2019 menjadi 5% dari 5,1%, dan tahun 2020 menjadi 5,1% dari 5,2% dengan pertimbangan melambatnya pertumbuhan ekonomi global terkait perang dagang AS-China, dan Brexit dengan tanpa kesepakatan yang membuat volume perdagangan global akan turun. 

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN 

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia 

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Kamis-25-Juli-2019.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Rabu 24 Juli 2019

    Sebagian besar indeks futures bursa Asia tercatat ?hijau? indikasi indeks di bursa Asia akan naik hari ini mengikuti kenaikan indeks di bursa global semalam, ditambah dengan harga minyak mentah yang dibuka naik pagi ini.  Sementara mata uang kuat Asia yen dan HK dolar dibuka menguat terhadap USDolar, yang bisa menjadi sentimen penguatan rupiah hari ini walaupun secara teknikal rupiah masih berpotensi melemah menuju kisaran antara Rp.13.990  s.d Rp.14.020 per USD  (kurs tengah Bloomberg).

    Kinerja dua bank BUMN pada Q2-2019 mencatat perlambatan kinerja terlihat dari melambatnya pertumbuhan kredit, NIM, dan pertumbuhan laba usaha bersih. Perlambatan kinerja ini mengkonfirmasi perlambatan sektor usaha di Q2-2019. Perlambatan ini member indikasi ada potensi melambatnya pertumbuhan ekonomi pada Q2-2019 yang bisa dibawah kinerja Q202918 yang sebesar 5,27% yoy. 

    Boris Johson terpilih sebagai PM Inggris yang baru menggantikan Theresa May. Johson dikenal sebagai inisiator Brexit yang menjanjikan Inggris keluar dari Uni Eropa dengan tanpa kesepakatan. Ucapan selamat datang dari Presiden AS Trump sebagai pendukung kuat Johnson. Dua Trump dan Johnson ini bisa membuat tatanan perdagangan dunia kembali menjadi terproteksi dan menambah ketidakpastian ekonomi dunia. 

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN 

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia 

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Rabu-24-Juli-2019.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Selasa 23 Juli 2019

    Indeks futures bursa Asia tercatat bervariasi, indikasi indeks di bursa Asia akan bergerak mixed hari ini dengan kecenderungan naik mengikuti kenaikan indeks di sebagian besar bursa global semalam, sementara harga minyak mentah dibuka naik pagi ini. Sementara mata uang Asia pagi ini kompak dibuka melemah terhadap USDolar yang bisa menjadi sentiment pelemahan rupiah menuju kisaran antara  Rp.13.950  s.d Rp.13.970 per USD  (kurs tengah Bloomberg).

    Kebijakan insentif fiskal pemerintah untuk sektor properti mewah tampaknya tidak efektif memberi dampak pada sektor properti kelas menengah. Hunian kelas menengah dengan nilai antara Rp.500 juta s.d Rp.2 miliar ini masih sulit dijangkau karena bunga KPR yang masih tinggi. Padahal hunian kelas menengah ini merupakan segmen terbesar ? sekitar 60% dari total sektor properti. Pelaku properti menilai properti kelas menengah ini masih belum membaik.

    Harga minyak dunia sejak Senin kemarin tercatat naik karena meningkatnya ketegangan di Selat Hormuz pasca penangkapan kapal tanker Inggris oleh Iran, ditambah penutupan salah satu ladang minyak  terbesar di Libya yang menghasilkan minyak sebesar 290.000 barel per hari. Sementara itu Baltic Dry Index ? indikator perdagangan dunia untuk bahan mentah utama tercatat naik sebagai tertingginya sejak Desember 2013.

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Selasa-23–Juli-2019.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Senin 22 Juli 2019

    Indeks futures bursa Asia tercatat bervariasi, indikasi indeks akan bergerak ?mixed? hari ini dengan kecenderungan turun dengan sentimen indeks di bursa AS yang kompak turun akhir pekan lalu walaupun harga minyak mentah yang dibuka naik pagi ini. Sementara mata uang kuat Asia HK dolar dan Sin dolar pagi ini dibuka menguat terhadap USDolar, yang bisa menjadi sentimen penguatan rupiah hari ini menuju kisaran antara Rp.13.900  s.d Rp.13.930 per USD  (kurs tengah Bloomberg) walaupun secara teknikal berpotensi melemah.

    Survei Perbankan BI pada Q2-2019 untuk realisasi kredit baru melonjak naik dengan nilai SBT sebesar 78,3% dari 57,8% pada Q1-2019. Peningkatan tersebut terutama berasal dari kredit investasi dan konsumsi, sementara untuk modal kerja justru turun. Untuk Q3-2019 diperkirakan permintaan kredit baru melonjak dengan nilai SBT sebesar 92,8% seiring dengan optimisme terhadap penguatan ekonomi didukung dengan stabilitas politik dan keamanan, serta sinyal turunnya suku bunga ke depan. 

    Presiden Trump kembali meminta the Fed mengakhiri kebijakan moneter ketatnya seiring dengan tensi perdagangan dengan China yang masih berlangsung. Permintaan ini membuat probabilta the Fed turunkan suku bunganya semakin kuat. Namun pasar  saham merespon negatif pernyataan tersebut pada pertemuan Juli ini. 

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN 

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia 

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Senin-22-Juli-2019.pdf