Indeks futures bursa Asia tercatat bervariasi, indikasi indeks akan bergerak ?mixed? namun cenderung turun terbawa sentiment indeks global yang kompak terkoreksi semalam walaupun harga minyak mentah dibuka naik pagi ini. Sementara mata uang Asia pagi ini yen, HK dolar dan Sin dolar dibuka kompak menguat terhadap USDolar yang bisa menjadi sentimen penguatan rupiah menuju kisaran antara Rp.14.000 s.d Rp.14.020 per USD (kurs tengah Bloomberg).
Realisasi investasi pada Q2-2019 tercatat sebesar Rp.200,5 triliun, naik dibandingkan Q2-2018 yang sebesar Rp.176,3 triliun. Kenaikan terjadi baik untuk PMA maupun PMDN. Di tengah isu global perang dagang dan politik di domestik, kenaikan ini memberi optimisme investasi sebagai motor pertumbuhan ekonomi setelah konsumsi rumah tangga.
Investor kawatirkan potensi kebuntuan pembicaraan dagang AS-China yang mestinya akan ditandatangani hari ini seiring dengan pernyataan Presiden Trump yang menganggap China tidak menepati janji untuk membeli produk pertanian AS. Investor merespon negatif pernyataan tersebut di tengah data-data ekonomi AS untuk bulan Juni masih menunjukkan penguatan dan rencana the Fed yang akan turunkan suku bunganya.
Salam,
Lana Soelistianingsih
Kepala Riset/Ekonom
Samuel Aset Manajemen
Telp: 62 21 28548828
Leave a Reply