Samuel Aset Manajemen

Category: Ulasan Ekonomi

Ulasan Ekonomi

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian Jumat 11 September 2020

    Kilas Pasar

     

    Pada perdagangan Kamis (10/9), indeks saham Amerika Serikat tercatat melemah. Dow turun 405,89 poin, atau 1,45%, menjadi 27.534,58. S&P 500 turun 1,8% menjadi 3.339,19. Sementara Nasdaq Composite juga turun 1,99% menjadi 10.919,59.

     

    Dari pasar saham Eropa, indeks juga tercatat menlemah secara kompak. FTSE dan Stoxx600 masing-masing ditutup turun 9.52 poin atau 0,16% menjadi 6,003.32 dan 2,17 poin atau 0,59% menjadi 367,48.

     

    Pagi ini, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berada pada level RP 14.855,0. Sementara itu, komoditas utama dunia, yaitu minyak WTI dan Brent bersamaan menguat masing-masing sebesar 0,19% dan 0.68%.

     

    Prediksi Hari Ini

     

    Pasar diperkirakan bergerak mix  cenderung melemah hari ini masih merespon pemberlakuan kembali pembatasan sosial berskala besar untuk wilayah DKI Jakarta. Dari pasar Asia, indeks Nikkei 225 pagi ini dibuka menguat sebesar 0,02% dan 1,07%, sedangkan Kospi melemah 0,04%. Di sisi lain, indeks futures di Amerika Serikat menguat. Dow Jones, S&P 500, dan Nasdaq naik masing-masing sebesar 0,46%, 0,45% dan 0,54%.

     

    Isu Ekonomi dan Pasar

     

    Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Mike Pompeo, mendesak negara-negara di Asia Tenggara untuk memutus hubungan dengan perusahaanperusahaan Tiongkok yang membantu pembangunan pulau buatan di Laut Tiongkok Selatan (LTS). Pernyataan itu disampaikan dalam pertemuan puncak Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (Asean) di Hanoi, Vietnam, Kamis (10/9), yang dibayangi berbagai masalah perseteruan antara AS-Tiongkok, mulai dari perdagangan hingga virus corona Covid-19. Ketegangan antara dua negara adidaya tersebut juga meningkat di seputar isu LTS.

     

    Pemerintah Inggris melakukan pembicaraan darurat dengan Uni Eropa (UE) pada Kamis (10/9), setelah mendapat peringatan akan menghadapi gugatan hukum terkait rancangan undang-undang (RUU) Brexit yang baru. Amerika Serikat (AS) ikut campur dengan mengingatkan Inggris untuk memenuhi kewajiban terhadap Irlandia Utara.

     

    Pemerintah berencana untuk melanjutkan program bantuan subsidi gaji hingga 2021 dari semula hanya dari September sampai Desember 2020. Ini dilakukan untuk mendorong daya ungkit sisi permintaan (demand) masyarakat, yang kemudian bisa mendorong pemulihan ekonomi nasional (PEN).

     

    Melalui tulisan ini, kami kembali menyerukan kepada seluruh mitra investasi SAM untuk selalu menjaga kesehatan, mengikuti semua protokol kesehatan, menjaga jarak sosial dan fisik, serta seoptimal mungkin untuk melakukan aktivitas dari rumah. Semoga kita berhasil.

     

    Best Regards,

    SAM Investment

    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—11-September-2020.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian Kamis 10 September 2020

    Kilas Pasar

     

    Pada perdagangan Rabu (9/9), indeks saham Amerika Serikat tercatat menguat. Dow menguat 439,58 poin, atau 1,6%, menjadi 27.940,47. S&P 500 naik 2% menjadi 3.398,96. Sementara Nasdaq Composite naik 2,7% menjadi 11.141,56. Rebound dari saham-saham teknologi mendorong pasar secara keseluruhan untuk kembali naik setelah koreksi selama 3 hari.

     

    Dari pasar saham Eropa, indeks juga tercatat menguat secara kompak. FTSE dan Stoxx600 masing-masing ditutup turun 82.54 poin atau 1,39% menjadi 6,012.84 dan 5,90 poin atau 1,62% menjadi 369,65.

     

    Pagi ini, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berada pada level RP 14.785,0 melemah dari Rp 14.760,0 pada penutupan kemarin. Sementara itu, komoditas utama dunia, yaitu minyak WTI dan Brent bersamaan melemah masing-masing sebesar 0,92% dan 0.20%.

     

    Prediksi Hari Ini

     

    Pasar diperkirakan bergerak mix  cenderung melemah hari ini merespon keputusan pemberlakuan kembali pembatasan sosial berskala besar untuk wilayah DKI Jakarta. Meski demikian, terdapat sentiment positif dari pasar Asia dimana indeks Nikkei 225 dan Kospi pagi ini dibuka menguat masingn-masing sebesar 0,65% dan 1,07%. Di sisi lain, indeks futures di Amerika Serikat juga menguat. Dow Jones, S&P 500, dan Nasdaq naik masing-masing sebesar 0,10%, 0,12% dan 0,32%.

     

    Isu Ekonomi dan Pasar

     

    Dari Inggris, AstraZeneca menghentikan uji coba vaksin virus korona setelah subjek penelitian menderita penyakit. Hal ini menimbulkan keraguan pada prospek peluncuran awal salah satu vaksin COVID-19 tercanggih yang sedang dikembangkan.

     

    Sederetan negara mulai Brunei Darussalam, Australia, Arab Saudi, Jepang, Malaysia hingga Amerika Serikat menutup pintunya untuk Warga Negara Indonesia sejalan dengan perkembangan kasus COVID-19 dalam negeri. Per 8 September 2020, total kasus Covid-19 bahkan menembus 200.000 sehingga Indonesia menjadi negara kedua dengan jumlah kasus virus Corona terbanyak di kawasan Asia Tenggara.

     

    Bank Indonesia (BI) menyatakan, pelemahan nilai tukar (kurs) rupiah pada Rabu (9/9) dipicu oleh sikap menghindari risiko para investor atas ketidakpastian akhir dari pandemi  Covid-19, menyusul hasil uji coba vaksin yang tidak sesuai ekspektasi. Selain itu, ketegangan antara Amerika dan Tiongkok, ketidaksepakatan negosiasi Brexit, serta kontraksi pertumbuhan ekonomi Eropa juga memicu pelemahan tersebut.

     

    Melalui tulisan ini, kami kembali menyerukan kepada seluruh mitra investasi SAM untuk selalu menjaga kesehatan, mengikuti semua protokol kesehatan, menjaga jarak sosial dan fisik, serta seoptimal mungkin untuk melakukan aktivitas dari rumah. Semoga kita berhasil.

     

    Best Regards,

    SAM Investment

    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—10-September-2020.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian Rabu 9 September 2020

    Kilas Pasar

     

    Pada perdagangan Selasa (8/9), indeks saham Amerika Serikat kompak melemah. Dow turun 632,42 poin, atau 2,3%, menjadi 27.500,89. S&P 500 turun 2,8% menjadi 3.331,84. Sementara Nasdaq Composite ditutup 4,1% lebih rendah ke 10.847,69 yang sekaligus menjadikan Nasdaq turun 10% dalam 3 hari.    

     

    Dari pasar saham Eropa, indeks tercatat melemah secara kompak. FTSE dan Stoxx600 masing-masing ditutup turun 7,1 poin atau 0,12% menjadi 5,930.30 dan 4,22 poin atau 1,15% menjadi 363,75.

     

    Secara umum, pasar ekuitas global dan harga minyak jatuh pada hari Selasa karena aksi jual tajam saham teknologi dan meningkatnya kekhawatiran atas Inggris yang meninggalkan Uni Eropa tanpa perjanjian perdagangan ditambah dengan gagasan Presiden AS Donald Trump untuk memisahkan ekonomi AS dan China.

     

    Pagi ini, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berada pada level RP 14.765,0. Sementara itu, komoditas utama dunia, yaitu minyak WTI menguat sebesar 0,05% sedangkan Brent melemah sebesar 0,08%.

     

    Prediksi Hari Ini

     

    Pasar diperkirakan bergerak melemah hari ini. Pagi ini, Nikkei 225 dan Kospi dibuka dengan pelemahan masingn-masing sebesar 1,23% dan 1,16%. Di sisi lain, indeks futures di Amerika Serikat tercatat mix. Dow Jones dan S&P 500 turun masing-masing sebesar 0,24% dan 0,17%, sementara Nasdaq naik sebesar 0,30%.

     

    Isu Ekonomi dan Pasar

     

    Uni Eropa dan Inggris berseteru soal Brexit lantaran langkah Perdana Menteri Inggris Boris Johnson yang mengusulkan perubahan undang-undang (UU) domestik di saat-saat terakhir pembicaraan Brexit. Usulan Johnson untuk melakukan perubahan UU domestik terbatas memicu kekhawatiran bahwa Inggris telah mengingkari perjanjian yang ditandatangani dengan UE

     

    Data resmi yang dirilis Pemerintah Jepang pada Selasa (8/9) menunjukkan kontraksi ekonomi pada kuartal April-Juni  mencapai 7,9% QoQ pada kuartal II-2020. Angka itu lebih tinggi dari 7,8% dalam perkiraan awal.

    Direktorat Jenderal Pajak (DJP) telah menunjuk 12 perusahaan yang memenuhi kriteria sebagai pemungut pajak pertambahan nilai (PPN) atas barang dan jasa digital yang dijual kepada pelanggan di Indonesia.

     

    Melalui tulisan ini, kami kembali menyerukan kepada seluruh mitra investasi SAM untuk selalu menjaga kesehatan, mengikuti semua protokol kesehatan, menjaga jarak sosial dan fisik, serta seoptimal mungkin untuk melakukan aktivitas dari rumah. Semoga kita berhasil.

     

    Best Regards,

    SAM Investment

    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—9-September-2020.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian Selasa 8 September 2020

    Kilas Pasar

     

    Pada saham Amerika serikat tutup pada Senin (7/9) dalam memperingati hari buruh. Data terakhir menunjukkan hasil perdagangan hari Jumat (4/9) di mana Dow ditutup turun 0,6%, menjadi 28.133,313. S&P 500 turun 0,81% menjadi 3.426,96 dan Nasdaq turun 1.3% menjadi 11.313,13.    

     

    Dari pasar saham Eropa, Senin (7/9), indeks tercatat menguat secara kompak seiring dengan investor yang memantau perkembangan vaksin Covid-19 dan kecenderungan untuk menutup kerugian berturut-turut pada pekan lalu. FTSE dan Stoxx600 ditutup naik 138,32 poin atau 2,39% menjadi 5,937.40, sedangkan Stoxx600 turun 1.67% menjadi 367,97.

     

    Pagi ini, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berada pada level RP 14.740,0. Sementara itu, komoditas utama dunia, yaitu minyak WTI melemah sebesar 1,31% sedangkan Brent menguat sebesar 0,33%.

     

    Prediksi Hari Ini

     

    Pasar diperkirakan bergerak mix hari ini. Pagi ini, Nikkei 225 dibuka dengan kenaikan sebesar 0,31% dan Kospi juga naik sebesar 0,43%. Di sisi lain, indeks futures di Amerika Serikat juga tercatat mix, di mana Dow Jones dan S&P 500 naik masing-masing sebesar 0,76% dan 0,50%, sementara Nasdaq turun sebesar 0,09%.

     

    Isu Ekonomi dan Pasar

     

    Dari Reuters, Menjelang pemilu AS, Presiden Donald Trump pada hari Senin kembali mengangkat gagasan untuk memisahkan ekonomi AS dan China, yang juga dikenal sebagai decoupling, menunjukkan seakan Amerika Serikat yakin tidak akan kehilangan uang jika dua ekonomi terbesar dunia tidak lagi berbisnis.

     

    Ekspor China naik untuk bulan ketiga berturut-turut pada Agustus, didorong oleh lebih banyak mitra dagang yang melonggarkan kebijakan pengetatan sosial terkait Covid-19. Ekspor pada Agustus naik 9,5% YoY, data bea cukai pada hari Senin (7/9) menunjukkan kenaikan terkuat sejak Maret 2019. Angka tersebut juga mengalahkan ekspektasi analis untuk pada angka 7,1% dan juga peningkatan 7,2% pada Juli. Impor, di sisi lain, merosot 2,1%.

     

    Bank Indonesia mencatat, cadangan devisa (cadev) Indonesia kembali mencetak rekor tertinggi pada Agustus 2020, yakni sebesar US$137,0 miliar. Nilai tersebut meningkat dibandingkan dengan posisi akhir Juli 2020 yang sebesar US$135,1 miliar. Peningkatan cadev pada Agustus 2020 lebih dipengaruhi oleh penarikan pinjaman luar negeri pemerintah.

     

    Melalui tulisan ini, kami kembali menyerukan kepada seluruh mitra investasi SAM untuk selalu menjaga kesehatan, mengikuti semua protokol kesehatan, menjaga jarak sosial dan fisik, serta seoptimal mungkin untuk melakukan aktivitas dari rumah. Semoga kita berhasil.

     

    Best Regards,

    SAM Investment

    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—8-September-2020.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian Senin 7 September 2020

    Kilas Pasar

     

    Pada perdagangan Jumat (4/9), pasar saham Amerika membukukan penurunan secara kompak. Dow ditutup 159,42 poin lebih rendah, atau 0,6%, menjadi 28.133,313. S&P 500 turun 0,81% menjadi 3.426,96, sedangkan Nasdaq turun paling rendah sebesar 1.3% atau 144,97 poin menjadi 11.313,13.    

     

    Tidak jauh berbeda, indeks di Eropa juga tercatat melemah secara kompak. FTSE ditutup turun 51,78 poin atau 0,88% menjadi 5,799.08, sedangkan Stoxx600 turun 1.13% menjadi 361,93.

     

    Pagi ini, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berada pada level RP 14.747,0. Sementara itu, komoditas utama dunia, yaitu minyak WTI dan Brent melemah masing-masing sebesar 1,99% dan 1,09%.

     

    Prediksi Hari Ini

     

    Pasar diperkirakan bergerak melemah hari ini. Pagi ini, Nikkei 225 dibuka dengan penurunan sebesar 0,41% dan Kospi juga turun sebesar 0,08%. Di sisi lain, indeks futures di Amerika Serikat juga tercatat melemah, di mana Dow Jones, S&P 500, dan Nasdaq turun masing-masing sebesar 0,18%, 0,50% dan 1,33%.

     

    Isu Ekonomi dan Pasar

     

    Suku bunga acuan di Amerika Serikat (AS) akan tetap rendah hingga beberapa tahun ke depan. Jerome Powell, gubernur The Federal Reserve (The Fed) mengungkapkan bahwa ekonomi AS membutuhkan hal tersebut dalam upaya bangkit dari keterpurukan yang ditimbulkan oleh pandemi virus corona Covid-19. Selain itu, The Fed sekarang menetapkan inflasi akan dibiarkan mengambang di atas target 2% hingga beberapa waktu. Disebutkan bahwa The Fed siap menerapkan kebijakan ini selama apapun hingga ekonomi bangkit.

     

    Ketua Satgas Pemulihan dan Transformasi Ekonomi Nasional, Budi Gunadi Sadikin, mengatakan pagu anggaran untuk program subsidi bunga sebesar Rp35 triliun terlampau besar. Sejauh ini realisasi penyerapan anggaran untuk program tersebut baru mencapai Rp3 triliun dan diprediksi mencapai maksimal Rp10 triliun pada akhir tahun. Sisa anggaran yang tidak terpakai tersebut bisa dikonversi ke program-program lain yang terkait dengan UMKM.

     

    Pemerintah melalui Kementerian Keuangan memastikan skema burden sharing yang disepakati dengan Bank Indonesia dalam memenuhi pembiayaan untuk penanganan dampak dari Covid-19 khusus komponen public goods hanya berlaku untuk tahun ini. Namun, BI disebut tetap menjadi pembeli siaga atau standby buyer surat berharga negara (SBN) hingga 2022,  sesuai dengan UU No. 2/2020.

     

    Melalui tulisan ini, kami kembali menyerukan kepada seluruh mitra investasi SAM untuk selalu menjaga kesehatan, mengikuti semua protokol kesehatan, menjaga jarak sosial dan fisik, serta seoptimal mungkin untuk melakukan aktivitas dari rumah. Semoga kita berhasil.

     

     


    Best Regards,

    SAM Investment

    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—7-September-2020.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian Jumat 4 September 2020

    Kilas Pasar

     

    Pada perdagangan Kamis (3/9), pasar saham Amerika membukukan penurunan secara kompak. Dow ditutup 807,77 poin lebih rendah, atau 2,8%, menjadi 28.292,73. S&P 500 turun 3,5% menjadi 3.455,06, sedangkan Nasdaq turun paling rendah sebesar 5% atau 598,34 poin menjadi 11.458,10.    

     

    Tidak jauh berbeda, indeks di Eropa juga tercatat melemah secara kompak. FTSE ditutup turun 90,09 poin atau 1,52% menjadi 5850,86, sedangkan Stoxx600 turun 1.4% menjadi 366,08.

     

    Pagi ini, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berada pada level RP 14.775,0. Sementara itu, komoditas utama dunia, yaitu minyak WTI dan Brent melemah masing-masing sebesar 0,68% dan 0,43%.

     

    Prediksi Hari Ini

     

    Pasar diperkirakan bergerak melemah hari ini. Pagi ini, Nikkei 225 dibuka dengan penurunan sebesar 1,38% dan Kospi juga turun sebesar 1,94%. Di sisi lain, indeks futures di Amerika Serikat juga tercatat melemah, di mana Dow Jones, S&P 500, dan Nasdaq turun masing-masing sebesar 0,43%, 0,58% dan 1,34%.

     

    Isu Ekonomi dan Pasar

     

    Dari pasar tenaga kerja Amerika, The Fed menyampaikan pada Rabu (2/9) bahwa pertumbuhan ekonomi dan penambahan lapangan kerja terus berlanjut di sebagian besar wilayah di Amerika Serikat (AS). Hanya saja, lajunya telah melambat di berbagai bidang, sementara itu tingkat belanja masih jauh di bawah level pra-pandemi virus corona Covid-19. Kemudian, jumlah orang yang mengajukan klaim baru untuk tunjangan pengangguran turun di bawah 1 juta minggu lalu. Namun, ada tanda-tanda yang berkembang bahwa pemulihan pasar tenaga kerja sejak pertengahan Maret hingga April melemah, dengan dukungan keuangan dari pemerintah hampir habis.

     

    Rantai penyebaran virus corona DKI Jakarta belum menunjukkan tanda-tanda berhenti. Sebagai informasi, jumlah kasus positif DKI Jakarta sudah menembus angka lebih dari 42,000 dengan jumlah penambahan per hari lebih dari 1,000. Kemudian bagi masyarakat yang mengalami gejala ringan atau orang tanpa gejala (OTG), Pemprov DKI Jakarta akan memperlakukannya dengan peraturan baru yakni isolasi mandiri wajib di fasilitas kesehatan pemerintah.

     

    Melalui tulisan ini, kami kembali menyerukan kepada seluruh mitra investasi SAM untuk selalu menjaga kesehatan, mengikuti semua protokol kesehatan, menjaga jarak sosial dan fisik, serta seoptimal mungkin untuk melakukan aktivitas dari rumah. Semoga kita berhasil.

     

     

     

    Best Regards,

    SAM Investment

    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—4-September-2020.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian Kamis 3 September 2020

    Kilas Pasar

     

    Pada perdagangan Rabu (2/9), pasar saham Amerika membukukan kenaikan secara kompak. Dow naik 454,84 poin, atau 1,59%, menjadi 29.100,50. S&P 500 naik 1,5% menjadi 3.580,84, sedangkan Nasdaq Composite naik 1% menjadi 12.056,44   

     

    Sementara itu indeks di Eropa juga tercatat menguat secara kompak dengan FTSE dan Stoxx600 masing-masing ditutup naik 1,35% dan 1,66% menjadi 5.940,95 dan 371,28.

     

    Pagi ini, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berada pada level RP 14.745,0. Sementara itu, komoditas utama dunia, yaitu minyak WTI dan Brent menguat masing-masing sebesar 0,65% dan 0,43%.

     

    Prediksi Hari Ini

     

    Pasar diperkirakan bergerak mix hari ini. Pagi ini, Nikkei 225 dibuka dengan kenaikan sebesar 1,31% dan Kospi naik sebesar 0,93%. Di sisi lain, indeks futures di Amerika Serikat juga tercatat beragam, di mana Dow Jones dan S&P 500 naik masing-masing sebesar 0,03% dan 0,04%. Sementara Nasdaq turun 0,04%.

     

    Isu Ekonomi dan Pasar

     

    Australia jatuh ke dalam resesi pertama dalam tiga dekade pada Rabu (2/9), setelah ekonominya kontraksi 7% pada kuartal II 2020, menyusul kontraksi 0,3% pada triwulan sebelumnya. Semakin banyak negara di dunia yang resesi karena terdampak wabah virus corona Covid-19. Selama dua hari berturut-turut sebelum pengumuman dari Australia, Brasil dan Italia juga mengumumkan resesi ekonomi.

     

    Sebanyak 76 negara kaya  berkomitmen untuk mengikuti program pengadaan  vaksin Covid-19 global yang dipimpin Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) guna membantu membeli dan mendistribusikan vaksin secara adil. Amerika Serikat (AS) pada Selasa (1/9) menyatakan bahwa mereka tidak akan bergabung dengan program tersebut karena keberatan Pemerintah Trump atas keterlibatan WHO.

     

    Rencana Presiden Joko Widodo mengeluarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang )Perppu) mengenai stabilitas sistem keuangan ditargetkan keluar pada September 2020. Perppu ini akan merombak semua beleid yang ada tentang stabilitas sistem keuangan seperti, UU Bank Indonesia, UU Lembaga Penjamin Simpanan, UU Otoritas Jasa Keuangan, UU Pencegahan dan Penanganan Krisis Sistem Keuangan, UU Perbankan, dan UU Keuangan Negara. Namun demikian, Perppu ini diyakini akan tetap sejalan dengan revisi UU yang berkaitan.

     

    Melalui tulisan ini, kami kembali menyerukan kepada seluruh mitra investasi SAM untuk selalu menjaga kesehatan, mengikuti semua protokol kesehatan, menjaga jarak sosial dan fisik, serta seoptimal mungkin untuk melakukan aktivitas dari rumah. Semoga kita berhasil.

     

     

     

    Best Regards,

    SAM Investment

    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—3-September-2020.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian Selasa 1 September 2020

    Kilas Pasar

     

    Dow turun 223,82 poin, atau 0,8% menjadi 28.430,05. S&P 500 turun 0,2% menjadi 3.500,31. Nasdaq Composite naik 0,7% menjadi 11.775,46. Pasar saham Amerika membukukan kinerja beragam pada hari Senin (31/8) dan menyelesaikan capaian bulan Agustus terbaik untuk lebih dari 30 tahun terakhir. 

     

    Sementara itu indeks di Eropa tercatat kompak melemah dengan FTSE dan Stoxx600 masing-masing ditutup turun menjadi 5.963,57 dan 366,51 atau turun 0,61% dan 0,62%.

     

    Pagi ini, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berada pada level RP 14.562,5. Sementara itu, komoditas utama dunia, yaitu minyak WTI menguat 0,61% dan Brent melemah 0,04%.

     

    Prediksi Hari Ini

     


    Pasar diperkirakan mix cenderung melemah hari ini. Pagi ini, Nikkei 225 dibuka dengan melemah sebesar 0,2% sedangkan Kospi naik sebesar 0,46%. Di sisi lain, indeks futures di Amerika Serikat juga tercatat mix, di mana Dow Jones dan Nasdaq tercatat naik masing-masing sebesar 0,06% dan 0,14%. Sementara S&P 500 futures melemah 0,02%.

     

    Isu Ekonomi dan Pasar

     

    Aktivitas pabrik China tumbuh lebih lambat pada bulan Agustus karena banjir yang mengganggu produksi. Tetapi, sektor jasa berkembang pada tingkat yang solid dalam mendorong ekonomi karena terus pulih dari guncangan virus korona. Ekonomi terbesar kedua di dunia itu sebagian besar telah berhasil bangkit kembali dari krisis kesehatan, meskipun ketegangan China-AS yang semakin intensif terkait berbagai masalah dan prospek permintaan global tetap menjadi risiko yang perlu dipertimbangkan.

     

    Perimbakan wewenang dan fungsi Bank Indonesia (BI) mulai disiapkan melalui rancangan Revisi Undang-Undang (UU) No 6/2009 tentang Bank Indonesi oleh DPR. Secara umum ada 2 poin utama dalam rancangan Revisi UU BI. Pertama, BI akan kembali menjadi otoritas perbankan, sehingga fungsi regulasi dan pengawasan industry perbankan akan dikembalikan dari OJK kepada BI. Kedua, independensi BI dalam pengelolaan kebijakan moneter bakal dipangkas dengan pembentukan Dewan Moneter yang diketuai oleh Menteri Keuangan.

     

    Melalui tulisan ini, kami kembali menyerukan kepada seluruh mitra investasi SAM untuk selalu menjaga kesehatan, mengikuti semua protokol kesehatan, menjaga jarak sosial dan fisik, serta seoptimal mungkin untuk melakukan aktivitas dari rumah. Semoga kita berhasil.

     

     

    Best Regards,

    SAM Investment

    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—1-September-2020.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian Senin 31 Agustus 2020

    Kilas Pasar

     

    Dow naik 161,60 poin, atau 0,6% menjadi 28.653,87. S&P 500 naik 0,7% menjadi ditutup pada 3.508,01. Nasdaq Composite naik 0,6% dengan ditutup di 11.695,63. Pasar saham Amerika mengakhiri perdagangan minggu lalu dengan catatan tinggi, dengan Dow menghapus kerugian tahun 2020. 

     

    Sementara itu indeks di Eropa melemah secara kompak dengan FTSE dan Stoxx600 masing-masing ditutup turun 0,61% dan 0,52% menjadi 5.963,57 dan 368,80.

     

    Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berada pada level RP 14.625,0 pada penutupan Jumat (28/8). Sedangkan pagi ini, komoditas utama dunia, yaitu minyak WTI melemah 0,28% dan Brent menguat 0,39%.

     

    Prediksi Hari Ini

     


    Pasar diperkirakan naik hari ini. Pagi ini, Nikkei 225 dan Kospi tercatat naik masing masing sebesar 1,38% dan 0,98% menjadi 23.199,50 dan 2.376,93. Indeks futures di Amerika Serikat juga tercatat naik secara kompak, di mana Dow Jones, S&P 500, dan Nasdaq tercatat naik masing-masing sebesar 0,54%, 0,49%, dan 0,68%. 

     

    Isu Ekonomi dan Pasar

     

    Keinginan pemerintah merombak beberapa Undang-Undang sektor keuangan mendapat lampu hijau dari DPR. Aturan baru yang akan berbentuk Perpu untuk mengubah sejumlah pasal dalam UU Bank Indonesia (BI), UU Otoritas Jasa Keuangan (OJK)  dan UU Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dianggap mendesak dalam upaya penanganan krisis.

     

    Infeksi virus corona Covid-19 global melonjak melampaui 25 juta hingga Minggu (30/8). India mencatatkan kenaikan kasus tertinggi selama 24 jam dengan jumlah 78.761 kasus. Di sisi lain, negara-negara seperti Selandia Baru dan Korea Selatan (Korsel), yang sempat berhasil mengontrol sebagian besar wabah di dalam negeri, sekarang berjuang melawan klaster infeksi baru.

     

    China semakin ketat membatasi ekspor teknologi kecerdasan buatan. Pada hari Jumat (28/8), teknologi antarmuka artificial intelligence (AI) ditambahkan ke daftar revisi aturan restriksi ekspor yang diterbitkan di situs web Kementerian Perdagangan China. Beijing akan meminta perusahaan untuk memperoleh persetujuan regulator di China sebelum menjual aset terkait. Hal itu dapat menunda dan mungkin membatalkan transaksi apa pun, termasuk upaya Byte Dance Ltd. menjual operasi Tik Tok di Amerika Serikat.

     

    Melalui tulisan ini, kami kembali menyerukan kepada seluruh mitra investasi SAM untuk selalu menjaga kesehatan, mengikuti semua protokol kesehatan, menjaga jarak sosial dan fisik, serta seoptimal mungkin untuk melakukan aktivitas dari rumah. Semoga kita berhasil.

     

     

    Best Regards,

    SAM Investment

    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—31-Agustus-2020.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian Jumat 28 Agustus 2020

    Kilas Pasar

     

    Dow naik 0,6%, ditutup pada 28.492,27. S&P 500 naik 0,2% menjadi 3.484,55. Sedangkan Nasdaq turun 0,3% menjadi 11.625,34. Pasar AS berfluktuasi sepanjang sesi Kamis setelah Federal Reserve meluncurkan kerangka kerja baru yang dapat menjaga suku bunga lebih rendah untuk jangka waktu yang lebih lama. 

     

    Sementara itu indeks di Eropa melemah secara kompak dengan FTSE dan Stoxx600 masing-masing ditutup turun 0,75% dan 0,64% menjadi 5.999,99 dan 370,72.

     

    Pada pagi ini, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berada pada level RP 14.660,0. Sedangkan komoditas utama dunia, yaitu minyak WTI melemah 0,35% dan Brent melemah 0,26%.

     

    Prediksi Hari Ini

     

    Pasar diperkirakan mixed cenderung positif hari ini sebagai respon dari perkembangan bank sentral Amerika, The FED, kemarin. Pagi ini, Nikkei 225 dan Kospi tercatat naik masing masing sebesar 0,33% dan 0,56% menjadi 23.286,00 dan 2.357,57. Indeks futures di Amerika Serikat juga tercatat naik secara kompak, di mana Dow Jones, S&P 500, dan Nasdaq tercatat naik masing-masing sebesar 0,22%, 0,20%, dan 0,15%. 

     

    Isu Ekonomi dan Pasar

     

    Ketua Fed Jerome Powell mengatakan bank sentral secara resmi menyetujui kebijakan “penargetan inflasi rata-rata.” Dengan kata lain, bank sentral akan membiarkan inflasi berjalan “moderat” di atas target 2% untuk “beberapa waktu”. Powell juga mengisyaratkan bahwa data pengangguran bisa berada pada level yang lebih rendah dalam waktu yang lebih lama sampai Fed memulai untuk menaikkan suku bunga.

     

    Kementerian Keuangan mendata hingga saat ini sudah ada 37 daerah yang sudah mengajukan fasilitas pinjaman daerah dengan total mencapai Rp30 triliun dalam rangka Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Dengan Rp10 triliun anggaran APBN dan Rp5 triliun dari PT SMI, kementerian mengatakan bahwa pemerintah pusat siap memperbesar alokasi anggaran mencermati minat yang tinggi dari daerah untuk mengakses pinjaman yang masuk dalam skema penanganan Covid-19 dan PEN tersebut.

     

    Bank of Korea (BoK) pada Kamis (27/9) memangkas perkiraan pertumbuhan ekonomi. BoK memprediksi, ekonomi terbesar Korea Selatan akan kontraksi lebih dari 1% tahun ini, dengan dihadapkan pada lonjakan kasus baru Covid-19. Lonjakan kasus virus baru hingga di atas 100 per hari sejak pertengahan Agustus mengancam pemulihan yang didorong oleh peningkatan sentimen dan belanja konsumen

     

    Melalui tulisan ini, kami kembali menyerukan kepada seluruh mitra investasi SAM untuk selalu menjaga kesehatan, mengikuti semua protokol kesehatan, menjaga jarak sosial dan fisik, serta seoptimal mungkin untuk melakukan aktivitas dari rumah. Semoga kita berhasil.

     

     

    Best Regards,

    SAM Investment

    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—28-Agustus-2020.pdf