Samuel Aset Manajemen

Category: Ulasan Ekonomi

Ulasan Ekonomi

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – Jumat 10 September 2021

    Kilas Pasar

     

    Indeks saham di Amerika Serikat ditutup melemah pada perdagangan hari Kamis (9/9/2021) lalu. Indeks Dow Jones tercatat melanjutkan pelemahan sebesar 0.43% sedangkan S&P 500 melemah 0.46% dan Nasdaq terkoreksi 0.25%.

     

    Dari Eropa, indeks acuan tercatat juga bergerak melemah dengan Euro Stoxx terkoreksi sebesar 0.06% sedangkan FTSE turut melemah 1.01%. Dari dalam negeri, IHSG menguat sebesar 0.7% pada perdagangan hari Kamis (9/9/2021).

     

    Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS tercatat pada level Rp 14.252. Dari komoditas, perdagangan minyak tercatat mixed dengan Brent menguat sebesar 0.21% diperdagangkan pada level US$ 71.35 per barel sedangkan WTI terkoreksi 0.25% diperdangkan pada level US$ 67.97 per barel.

     

    Indeks acuan Asia tercatat dibuka bergerak menguat pada perdagangan pagi hari ini dengan indeks NIKKEI menguat sebesar 0.35% sedangkan indeks KOSPI menguat sebesar 0.43%. Sementara itu, indeks futures Amerika Serikat pada pagi hari ini tercatat bergerak menguat dengan Dow Jones, S&P 500 dan Nasdaq masing-masing menguat sebesar 0.03%, 0.01% dan 0.05% secara berturut-turut.

     

    Isu Ekonomi dan Pasar

     

    Bank Negara Malaysia (BNM) mempertahankan suku bunga acuan dalam pengumuman pada Hari Kamis (9/9). Bank Sentral Malaysia itu menetapkan tingkat suku bunga (overnight policy rate) stabil di rekor terendah 1,75%. Tahun lalu BNM sudah memotong suku bunga hingga sebanyak 125 basis poin. Otoritas moneter Malaysia tersebut berharap kemajuan tingkat vaksinasi dan pelonggaran lockdown Virus Corona, secara bertahap dapat mendukung pertumbuhan ekonomi pada tahun ini. Seluruh ekonom dalam jajak pendapat Reuters yang berjumlah 22, memperkirakan tingkat suku bunga tidak akan berubah. Meskipun penurunan peringkat Malaysia terkait dengan prospek pertumbuhan 2021 pada bulan lalu, sempat memicu beberapa spekulasi pasar mengenai penurunan kembali tingkat suku bunga. (Kontan)

     

    Kinerja penjualan eceran pada Agustus 2021 diperkirakan masih mengalami kontraksi sebesar -0,1 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Meski mengalami kontraksi tipis, kinerja penjualan eceran pada periode tersebut membaik jika dibandingkan dengan periode Juli 2021 yang terkontraksi -2,9 persen yoy. Berdasarkan Survei Penjualan Eceran Bank Indonesia (BI), membaiknya kinerja sektor tersebut akan ditopang oleh perbaikan hampir seluruh kelompok. “Mayoritas kelompok mencatatkan perbaikan, terutama bahan bakar kendaraan bermotor dan makanan, minuman, dan tembakau yang tercatat positif, masing-masing sebesar 10,7 persen yoy dan 7,3 persen yoy,” tulis BI dalam laporannya, Kamis (9/9/2021). (Bisnis)

     

    Melalui tulisan ini, kami kembali menyerukan kepada seluruh mitra investasi SAM untuk selalu menjaga kesehatan, mengikuti semua protokol kesehatan, menjaga jarak sosial dan fisik, serta seoptimal mungkin untuk melakukan aktivitas dari rumah. Semoga kita berhasil.

     

    Best Regards,

    SAM Investment

     

     

    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—10-September-2021.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – Kamis 9 September 2021

    Kilas Pasar

    Indeks saham di Amerika Serikat ditutup melemah pada perdagangan hari Rabu (8/9/2021) kemarin. Indeks Dow Jones tercatat melemah sebesar 0,20%. Di sisi lain, S&P 500 juga terdepresiasi sebesar 0,13%, begitupun Nasdaq yang melemah 0,57%.

    Dari Eropa, indeks acuan tercatat mengalami penurunan dengan Euro Stoxx terdepresiasi sebesar 1,06% bersamaan dengan FTSE yang melemah 0,75%.

    Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS tercatat berada pada level Rp 14.252,5. Dari komoditas, perdagangan minyak tercatat menguat dengan minyak WTI dan Brent melemah masing-masing sebesar 0.16% dan 0.28% diperdangkan pada level US$ 69,19 dan US$ 72,52 per barel.

    Indeks acuan Asia tercatat dibuka melemah pada perdagangan pagi hari ini dengan indeks NIKKEI melemah sebesar 0,30% sementara indeks KOSPI melemah sebesar 0.18%. Sementara itu, indeks futures Amerika Serikat pada pagi hari ini tercatat bergerak menurun dengan Dow Jones, S&P 500 dan Nasdaq mengalami pelemahan masing-masing sebesar 0,09%, 0,11% dan 0,12%.

    Isu Ekonomi dan Pasar

    Para pembuat kebijakan bank sentral Tiongkok atau People’s Bank of China (PBoC) akan menahan diri untuk mengambil langkah-langkah agresif demi meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Menurut Wakil Gubernur PBoC dan Kepala Administrasi Negara Valuta Asing, Pan Gongsheng, Tiongkok tidak akan memulai banjir stimulus besar-besaran. (Investor Daily)

    Pelaku usaha maupun perbankan di Indonesia dan Tiongkok menyambut baik inisiatif Bank Indonesia (BI) dan People’s Bank of China (PBoC) terkait implementasi kerangka kerja sama penyelesaian transaksi bilateral dengan mata uang lokal (local currency settlement/LCS) antara kedua negara. Implementasi LCS ini akan mendatangkan banyak manfaat yang bermuara pada berkurangnya ketergantungan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sebagai mata uang utama dunia. Terdapat empat manfaat dari kerjasama Local Currency Settlement (LCS), yakni Biaya konversi transaksi menjaid lebih efisien, tersedianya alternative pembiayaan ekspor/direct investment dalam mata uang lokal, tersedianya alternative instrument hedging dalam mata uang lokal, dan diversifikasi eksposur mata uang yang digunakan dalam penyelesaian transaksi. (Investor Daily)

    Melalui tulisan ini, kami kembali menyerukan kepada seluruh mitra investasi SAM untuk selalu menjaga kesehatan, mengikuti semua protokol kesehatan, menjaga jarak sosial dan fisik, serta seoptimal mungkin untuk melakukan aktivitas dari rumah. Semoga kita berhasil.

    Best Regards,

    SAM Investment



  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – Rabu 8 September 2021

    Kilas Pasar

     

    Indeks saham di Amerika Serikat ditutup melemah pada perdagangan hari Selasa (7/9/2021) kemarin, seiring dengan adanya sedikit kekhawatiran pelaku pasar dengan valuasi di Amerika yang cukup tinggi serta adanya tanda-tanda perlambatan pemulihan ekonomi.. Indeks Dow Jones dan S&P 500 tercatat melemah masing-masing sebesar 0,76% dan 0,34%. Sementara itu, Nasdaq menguat tipis sebesar 0,07%.

     

    Dari Eropa, indeks acuan tercatat mengalami pelemahan, sehubungan dengan agenda rapat Bank Sentral Eropa pada pekan ini. Euro STOXX 600 tercatat melemah 0,5%, DAX melemah 0,56%, dan FTSE 100 melemah 0,53%.

     

    Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS tercatat berada pada level Rp 14.212,5. Dari pasar komoditas, perdagangan minyak tercatat menguat dengan minyak WTI dan Brent meningkat masing-masing sebesar 0,42% dan 0,34%, diperdagangkan pada level US$ 68,31 dan US$ 71,56 per barel.

     

    Indeks acuan Asia tercatat dibuka bervariasi pada perdagangan pagi hari ini dengan indeks Nikkei 225 menguat sebesar 0,19%, ASX 200 melemah 0,28%, dan KOSPI melemah sebesar 0,16%. Sementara itu, indeks futures Amerika Serikat pada pagi hari ini tercatat bergerak menguat dengan Dow Jones, S&P 500 dan Nasdaq mengalami peningkatan masing-masing sebesar 0,08%, 0,08% dan 0,07%.

     

    Isu Ekonomi dan Pasar

     

    Cadangan devisa Indonesia pada Agustus 2021 tercatat sebesar US$144,8 miliar, naik US$7,5 miliar dari kedudukan pada bulan Juli 2021. Kenaikan cadangan devisa yang cukup signifikan ini disumbang oleh alokasi Special Drawing Rights, yaitu instrumen keuangan khusus yang dikeluarkan oleh Dana Moneter Internasional (IMF) yang dapat digunakan negara anggota. Berbeda dari tahun 1998, alokasi SDR ini diberikan serentak kepada seluruh negara anggota untuk memberikan keleluasaan bagi seluruh negara anggota agar dapat menjaga nilai tukar mata uang masing-masing tetap pada tingkat yang aman, di tengah dinamika pasar dunia dan adanya kemungkinan Bank Sentral Amerika Serikat melakukan perampingan kebijakan moneter pada akhir tahun ini. (Kontan)

     

    Pemerintah menambah bantuan sosial kepada masyarakat terdampak pandemi Covid-19 melalui bantuan langsung tunai (BLT) sebesar Rp1,2 juta. Penerima BLT ini adalah para pedagang kaki lima dan pengusaha warung makan di luar penerima bantuan produktif usaha mikro (BPUM). Direktur Pelaksanaan Anggaran Kementerian Keuangan Sudarso mengatakan, bantuan ini diharapkan dapat disalurkan kepada 1 juta PKL. (Kontan)

     

    Melalui tulisan ini, kami kembali menyerukan kepada seluruh mitra investasi SAM untuk selalu menjaga kesehatan, mengikuti semua protokol kesehatan, menjaga jarak sosial dan fisik, serta seoptimal mungkin untuk melakukan aktivitas dari rumah. Semoga kita berhasil.

     

    Best Regards,

    SAM Investment

     

     

    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—8-September-2021.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – Selasa 7 September 2021

    Kilas Pasar

     

    Indeks saham di Amerika Serikat ditutup bervariasi pada perdagangan hari Senin (6/9/2021) kemarin. Indeks Dow Jones tercatat melemah sebesar 0,21%. Di sisi lain, S&P 500 juga terdepresiasi sebesar 0,03%, sedangkan Nasdaq menguat 0,21%.

     

    Dari Eropa, indeks acuan tercatat mengalami kenaikan dengan Euro Stoxx terapresiasi sebesar 0,69% bersamaan dengan FTSE yang menguat 0.68%.

     

    Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS tercatat berada pada level Rp 14.222,5. Dari komoditas, perdagangan minyak tercatat menguat dengan minyak WTI dan Brent meningkat masing-masing sebesar 0.06% dan 0.26% diperdangkan pada level US$ 68,92 dan US$ 72,28 per barel.

     

    Indeks acuan Asia tercatat dibuka bervariasi pada perdagangan pagi hari ini dengan indeks NIKKEI menguat sebesar 1.06% sementara indeks KOSPI melemah sebesar 0.49%. Sementara itu, indeks futures Amerika Serikat pada pagi hari ini tercatat bergerak menguat dengan Dow Jones, S&P 500 dan Nasdaq mengalami peningkatan masing-masing sebesar 0,14%, 0,13% dan 0,26%.

     

    Isu Ekonomi dan Pasar

     

    Tingkat inflasi yang meningkat di zona euro bakal membayangi agenda pertemuan para gubernur Bank Sentral Eropa (European Central Bank/ECB) pada 9 September 2021. Pasar pun berharap memperoleh petunjuk dari pertemuan itu tentang kapan para pembuat kebijakan mungkin mulai mengurangi stimulus besar-besaran di masa pandemi Covid-19. Di saat pemulihan ekonomi di 19 negara dalam blok mata uang tunggal tersebut meningkat maka harga-harga konsumen ikut melonjak pada kecepatan luar biasa dalam satu decade terakhir, mencapai 3% pada Agustus – atau jauh di atas target baru 2% ECB. (Investor Daily)

     

    Badan Pemeriksa Ke uangan (BPK) menyatakan, pelaksanaan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) 2020 telah mengalokasikan biaya hingga Rp 841,49 triliun. Jumlah ini jauh di atas alokasi pemerintah yang sebesar Rp 699,5 triliun. Menurut BPK, perbedaan angka ini terjadi karena Kementerian Keuangan (Kemenkeu) belum melakukan identifikasi dan kodifikasi secara menyeluruh biaya-biaya terkait dengan program PEN. (Investor Daily)

     

    Melalui tulisan ini, kami kembali menyerukan kepada seluruh mitra investasi SAM untuk selalu menjaga kesehatan, mengikuti semua protokol kesehatan, menjaga jarak sosial dan fisik, serta seoptimal mungkin untuk melakukan aktivitas dari rumah. Semoga kita berhasil.

     

    Best Regards,

    SAM Investment

     

    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—7-September-2021.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – Senin 6 September 2021

    Kilas Pasar

     

    Indeks saham di Amerika Serikat ditutup mixed pada perdagangan hari Jumat (3/9/2021) lalu. Indeks Dow Jones tercatat melanjutkan pelemahan sebesar 0.21% sedangkan S&P 500 melemah 0.03% dan Nasdaq menguat 0.21%.

     

    Dari Eropa, indeks acuan tercatat bergerak melemah dengan Euro Stoxx terkoreksi sebesar 0.56% sedangkan FTSE turut melemah 0.36%. Dari dalam negeri, IHSG menguat sebesar 0.8% pada perdagangan hari Jumat (3/9/2021).

     

    Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS tercatat pada level Rp 14.262. Dari komoditas, perdagangan minyak tercatat melemah dengan Brent dan WTI terdepresiasi masing-masing sebesar 0.62% dan 0.81% diperdangkan pada level US$ 72.01 dan US$ 68.72 per barel.

     

    Indeks acuan Asia tercatat dibuka bergerak mixed pada perdagangan pagi hari ini dengan indeks NIKKEI menguat tajam sebesar 1.42% sedangkan indeks KOSPI melemah sebesar 0.27%. Sementara itu, indeks futures Amerika Serikat pada pagi hari ini tercatat bergerak mixed dengan Dow Jones terkoreksi 0.24% dan S&P 500 melemah sebesar 0.19% sedangkan Nasdaq meningkat tipis 0.01%

     

    Isu Ekonomi dan Pasar

     

    Ekonomi dua negara terbesar di dunia, China dan Jepang masih belum bisa segera pulih. Data kedua negara itu di Agustus 2021 masih terus menunjukkan pelemahan. Di Tiongkok, aktivitas di sektor jasa China alami kontraksi tajam pada Agustus 2021. Purchasing Manager Index (PMI) Caixin/Markit turun menjadi 46,7 pada Agustus dari 54,9 pada Juli. Sedangkan di Jepang, aktivitas sektor jasa pada bulan Agustus 2021 juga mengalami kontraksi. PMI Jibun Bank Japan Services bulan Agustus turun ke angka 42,9 padahal pada bulan Juli, PMI jasa sudah berada pada level 47,4. (Reuters)

     

    Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyebutkan, pandemi Covid-19 menghambat sektor logistik global. Karena itu, kegiatan ekspor impor menjadi ikut terpengaruh. Sebab, penjadwalan logistik yang terganggu memicu kelangkaan kontainer di sejumlah negara. “Akibat terganggunya jadwal pengapalan lalu lintas keluar masuk kapal pembawa kontainer, yang berdampak banyak kontainer yang tertumpuk di pelabuhan-pelabuhan besar internasional, ujung-ujungnya penyediaan kontainer menjadi berkurang,” ungkap Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Didi Sumedi kepada KONTAN, Jumat (3/9). Kondisi tersebut menjadi anomali di tengah pandemi Covid-19. Sebelumnya, pada masa awal pandemi virus korona baru juga sempat terjadi kelangkaan kontainer akibat penutupan akses di banyak negara. (Kontan)

     

    Melalui tulisan ini, kami kembali menyerukan kepada seluruh mitra investasi SAM untuk selalu menjaga kesehatan, mengikuti semua protokol kesehatan, menjaga jarak sosial dan fisik, serta seoptimal mungkin untuk melakukan aktivitas dari rumah. Semoga kita berhasil.

     

    Best Regards,

    SAM Investment

     

     

    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—6-September-2021.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – Jumat 3 September 2021

    Kilas Pasar

     

    Indeks saham di Amerika Serikat ditutup menguat pada perdagangan hari Kamis (2/9/2021) kemarin. Indeks Dow Jones tercatat menguat sebesar 0,37%. Di sisi lain, S&P 500 juga terapresiasi 0,28%, seiring dengan Nasdaq yang menguat 0,14%.

     

    Dari Eropa, indeks acuan tercatat mengalami kenaikan dengan Euro Stoxx terapresiasi sebesar 0,31% bersamaan dengan FTSE yang menguat 0.20%.

     

    Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS tercatat berada pada level Rp 14.272,5. Dari komoditas, perdagangan minyak tercatat melemah dengan minyak WTI dan Brent turun masing-masing sebesar 0.34% dan 0.01% diperdangkan pada level US$ 69,75 dan US$ 72,81 per barel.

     

    Indeks acuan Asia tercatat dibuka menguat pada perdagangan pagi hari ini dengan indeks NIKKEI menguat sebesar 0.40% sementara indeks KOSPI menguat sebesar 0.47%. Sementara itu, indeks futures Amerika Serikat pada pagi hari ini juga tercatat bergerak menguat dengan Dow Jones, S&P 500 dan Nasdaq mengalami peningkatan masing-masing sebesar 0,02%, 0,04% dan 0,05%.

     

    Isu Ekonomi dan Pasar

     

    Ketahanan ekonomi Australia setelah upaya Tiongkok untuk menghukumnya karena urusan diplomatik memiliki beberapa dampak positif. Mantan Perdana Menteri Malcolm Turnbull mengatakan bulan lalu bahwa kampanye Tiongkok untuk “membuat Australia lebih patuh” telah “sepenuhnya menjadi bumerang” bagi Tiongkok. Sementara Beijing telah meninggalkan sektor bijih besi yang menguntungkan bagi Australia sampai saat ini, mereka juga memfokuskan perseteruan ini pada produk-produk Australia yang akan membentuk tulang punggung perdagangan negara tersebut di masa depan, seperti lobster dan anggur, serta telah memperingatkan para siswa Tiongkok agar tidak menuntut ilmu di sana. (Bloomberg)

     

    Komisi XI DPR RI menyetujui pagu anggaran Kementerian Keuangan (Kemenkeu) pada 2022 sebesar Rp 44,01 triliun. Angka ini meningkat dari pagu awal yang diajukan sebesar Rp 43,02 triliun. Dari per hitungan yang dilakukan Kemenkeu, masih terdapat sejumlah penyesuaian sehingga harus ada tambahan anggaran untuk tahun anggaran 2022. (Investor Daily)

     

    Melalui tulisan ini, kami kembali menyerukan kepada seluruh mitra investasi SAM untuk selalu menjaga kesehatan, mengikuti semua protokol kesehatan, menjaga jarak sosial dan fisik, serta seoptimal mungkin untuk melakukan aktivitas dari rumah. Semoga kita berhasil.

     

    Best Regards,

    SAM Investment

     

    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—3-September-2021.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – Kamis 2 September 2021

    Kilas Pasar

     

    Indeks saham di Amerika Serikat ditutup bervariasi pada perdagangan hari Rabu (1/9/2021) kemarin. Indeks Dow Jones tercatat terdepresiasi sebesar 0,14%. Di sisi lain, S&P 500 terapresiasi 0,03%, seiring dengan Nasdaq yang menguat 0,33%.

     

    Dari Eropa, indeks acuan tercatat mengalami kenaikan dengan Euro Stoxx terapresiasi sebesar 0,48% bersamaan dengan FTSE yang menguat 0.42%. Dari dalam negeri, IHSG melemah sebesar 0,97% pada perdagangan hari Rabu (1/9/2021).

     

    Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS tercatat berada pada level Rp 14.282,5. Dari komoditas, perdagangan minyak tercatat melemah dengan minyak WTI dan Brent turun masing-masing sebesar 0.82% dan 0.31% diperdangkan pada level US$ 68,03 dan US$ 71,09 per barel.

     

    Indeks acuan Asia tercatat dibuka bervariasi pada perdagangan pagi hari ini dengan indeks NIKKEI menguat sebesar 0.08% sedangkan indeks KOSPI melemah sebesar 0.65%. Sementara itu, indeks futures Amerika Serikat pada pagi hari ini tercatat bergerak melemah dengan Dow Jones, S&P 500 dan Nasdaq mengalami penurunan masing-masing sebesar 0,17%, 0,09% dan 0,01%.

     

    Isu Ekonomi dan Pasar

     

    Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, perekonomian Indonesia pada Agustus 2021 mengalami inflasi 0,03%, terendah sepanjang tahun ini dengan mengabaikan periode Juni 2021 yang membukukan deflasi 0,16%. Sedangkan tingkat inflasi tahun kalender (Januari–Agustus) 2021 sebesar 0,84% dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Agustus 2021 terhadap Agustus 2020) sebesar 1,59%. Inflasi yang rendah ini mengindikasikan bahwa aktivitas ekonomi, khususnya konsumsi masyarakat, belum kuat di tengah masa pandemi Covid-19 yang diikuti dengan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mulai awal Juli silam. Indikasi ini diperkuat dengan data 90 kota Indeks Harga Konsumen (IHK) yang disurvei BPS, hanya 34 kota yang mengalami inflasi, sedangkan 56 kota lainnya mengalami deflasi. (Investor Daily)

     

    Undang-undang (UU) baru tentang keamanan data di Tiongkok resmi mulai berlaku pada Rabu (1/9). UU ini bertujuan memperketat pengawasan terhadap sektor teknologi raksasa negara itu. UU ini juga berusaha untuk memperketat ikatan pada raksasa perusahaan-perusahaan teknologi Tiongkok, dan apa yang mereka lakukan dengan informasi data dari ratusan juta penggunanya. (Investor Daily)

     

    Melalui tulisan ini, kami kembali menyerukan kepada seluruh mitra investasi SAM untuk selalu menjaga kesehatan, mengikuti semua protokol kesehatan, menjaga jarak sosial dan fisik, serta seoptimal mungkin untuk melakukan aktivitas dari rumah. Semoga kita berhasil.

     

    Best Regards,

    SAM Investment

     

    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—2-September-2021.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – Rabu 1 September 2021

    Kilas Pasar

     

    Indeks saham di Amerika Serikat ditutup melemah pada perdagangan hari Selasa (31/8/2021) lalu. Indeks Dow Jones tercatat melanjutkan pelemahan sebesar 0.11% sedangkan S&P 500 melemah 0.13% dan Nasdaq turut melemah tipis sebesar 0.04%.

     

    Dari Eropa, indeks acuan tercatat bergerak melemah dengan Euro Stoxx terkoreksi sebesar 0.38% sedangkan FTSE melemah 0.4%. Dari dalam negeri, IHSG menguat tipis sebesar 0.09% pada perdagangan hari Selasa (31/8/2021).

     

    Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS tercatat menguat pada level Rp 14.267. Dari komoditas, perdagangan minyak tercatat menguat. Minyak Brent dan WTI terapresiasi masing-masing sebesar 0.33% dan 0.36% diperdangkan pada level US$ 71.88 dan US$ 68.72 per barel.

     

    Indeks acuan Asia tercatat dibuka bergerak mixed pada perdagangan pagi hari ini dengan indeks NIKKEI menguat sebesar 0.79% sedangkan indeks KOSPI melemah sebesar 0.2%. Sementara itu, indeks futures Amerika Serikat pada pagi hari ini tercatat bergerak menguat dengan Dow Jones tumbuh 0.19% sedangkan S&P 500 mengalami kenaikan 0.17% dan Nasdaq menguat tipis 0.07%

     

    Isu Ekonomi dan Pasar

     

    Ekonomi India mengalami rebound pada kuartal April-Juni bahkan ketika gelombang kedua Covid-19 melanda negara itu, dengan pertumbuhan lebih dari 20 persen dibandingkan tahun sebelumnya didorong oleh lonjakan manufaktur dan belanja konsumen yang lebih tinggi. Ekspansi tersebut di bawah prediksi bank sentral sebesar 21,4 persen. Hasil ini, menurut beberapa analis, akan membuat Reserve Bank of India (RBI) lebih mungkin untuk mempertahankan sikap akomodatifnya hingga setidaknya akhir tahun. Dikutip dari CNBC International, produk domestik bruto tumbuh 20,1 persen pada April-Juni, kuartal pertama tahun fiskal India, dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, terutama didorong oleh manufaktur dan konstruksi, kementerian statistik mengatakan pada hari Selasa. (Bisnis)

     

    Asian Development Bank (ADB) menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini. Vice President Knowledge Management and Sustainable Development ADB Bambang Susantono mengatakan, proyeksi ADB, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2021 di kisaran 3,5% hingga 4%. lebih rendah dibanding dengan proyeksi ADB sebelumnya yang sebesar 4%. Proyeksi ADB ini juga lebih rendah dibanding proyeksi pemerintah yakni sebesar 3,7% sampai 4,5%. Padahal, pemerintah juga telah memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi akibat lonjakan penyebaran Covid-19 varian delta. Lonjakan kasus Covid-19 menjadi dasar penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sejak Juli 2021, dan menekan laju ekonomi. (Kontan)

     

    Melalui tulisan ini, kami kembali menyerukan kepada seluruh mitra investasi SAM untuk selalu menjaga kesehatan, mengikuti semua protokol kesehatan, menjaga jarak sosial dan fisik, serta seoptimal mungkin untuk melakukan aktivitas dari rumah. Semoga kita berhasil.

     

    Best Regards,

    SAM Investment

     

     

    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—1-September-2021.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – Selasa 31 Agustus 2021

    Kilas Pasar

     

    Indeks saham di Amerika Serikat ditutup mixed pada perdagangan hari Senin (30/8/2021) lalu. Indeks Dow Jones tercatat melemah sebesar 0.16% sedangkan S&P 500 dan Nasdaq kompak menguat dengan masing-masing mengalami kenaikan sebesar 0.43% dan 0.9% secara berturut-turut.

     

    Dari Eropa, indeks acuan tercatat bergerak menguat dengan Euro Stoxx tumbuh sebesar 0.07% sedangkan FTSE meningkat 0.32%. Dari dalam negeri, IHSG menguat sebesar 1.71% pada perdagangan hari Senin (30/8/2021).

     

    Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS tercatat menguat pada level Rp 14.370. Dari komoditas, perdagangan minyak tercatat melemah dengan minyak Brent dan WTI terkoreksi masing-masing sebesar 0.03% dan 0.17% diperdangkan pada level US$ 72.12 dan US$ 69.09 per barel.

     

    Indeks acuan Asia tercatat dibuka melemah pada perdagangan pagi hari ini dengan indeks NIKKEI melemah sebesar 0.46% diiringi oleh indeks KOSPI yang juga turut melemah sebesar 0.14%. Sementara itu, indeks futures Amerika Serikat pada pagi hari ini tercatat bergerak menguat dengan Dow Jones tumbuh 0.05% sedangkan S&P 500 mengalami kenaikan 0.04% dan Nasdaq menguat tipis 0.01%

     

    Isu Ekonomi dan Pasar

     

    Dewan Negara China menguraikan rencana baru di sektor pasar tenaga kerja yang menargetkan 55 juta pekerjaan perkotaan pada 2025. Selain itu, China juga membidik perbaikan hak bagi pekerja dan meningkatkan pelatihan tenaga kerja. Tingkat pengangguran akan dibatasi pada 5,5 persen, upah sebagai bagian dari produk domestik bruto akan ditingkatkan dan usia rata-rata pendidikan penduduk yang bekerja akan dinaikkan. Beijing telah berjanji untuk menjadikan pekerjaan sebagai prioritas utama dari kebijakan ekonominya, sebuah tujuan yang menjadi lebih penting baru-baru ini karena pihak berwenang membuat dorongan yang lebih besar untuk mengurangi ketidaksetaraan untuk mencapai kesejahteraan bersama. (Bisnis)

     

    Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menjanjikan dukungan bagi industri alat kesehatan (alkes). Hal itu melihat potensi dan kebutuhan industri alkes di Indonesia. Sejak dikeluarkannya Instruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2016 tentang Percepatan Pengembangan Industri Farmasi dan Alat Kesehatan, terjadi peningkatan izin edar alkes. “Jadi terjadi peningkatan jumlah izin edar yang diberikan untuk alkes produksi dalam negeri,” ujar Budi saat Expo Alkes 2021 secara virtual, Senin (30/8). Sebelumnya izin edar yang diberikan Kementerian Kesehatan sekitar 2.300 izin. Sedangkan saat ini izin edar yang diberikan telah mencapai lebih dari 9.400 izin. Potensi pasar yang besar membuat peluang industri alkes menjadi semakin menjanjikan. (Kontan)

     

    Melalui tulisan ini, kami kembali menyerukan kepada seluruh mitra investasi SAM untuk selalu menjaga kesehatan, mengikuti semua protokol kesehatan, menjaga jarak sosial dan fisik, serta seoptimal mungkin untuk melakukan aktivitas dari rumah. Semoga kita berhasil.

     

    Best Regards,

    SAM Investment

     

     

    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—31-Agustus-2021.pdf