Samuel Aset Manajemen

Author: samadmin

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Selasa 3 April 2018

    Indeks futures bursa Asia tercatat bervariasi dengan indikasi koreksi terbawa sentimen negatif dari bursa AS yang kompak ditutup turun ditambah dengan harga minyak mentah pagi ini dibuka turun. Mata uang kuat Asia yen dan HK Dolar dibuka menguat terhadap US Dolar. Kemungkinan rupiah bergerak lebar menuju kisaran Rp.13.730 s.d Rp.13.770 per USD (kurs tengah Bloomberg).

     

    Angka inflasi bulan Maret tercatat 0,2% mom atau 3,4% yoy, dan secara kumulatif selama triwulan ke 1-2018 tercatat 0,99% ytd. Inflasi tertinggi terjadi pada kelompok pengeluaran Kesehatan, sedangkan dari komponen inflasi tertinggi terjadi pada komponen energi karena naiknya harga bahan bakar jenis Pertalite dan Pertamax. Angka inflasi Maret ini relatif masih terjaga, dan biasanya akan mulai naik menjelang faktor musiman puasa-lebaran pada Mei-Juni mendatang karena naiknya permintaan.

     

    Presiden Trump kembali membuat pernyataan bahwa perusahaan tekonoogi Amazon ‘ngakalin’ US Potal Service pasca kerjasama diantara keduanya. Pasar saham bereaksi negatif sehingga indeks Dow terkoreksi 1,9% kemarin padahal PMI manufkatur AS dari the HIS Markit menunjukkan PMI manufaktur yang tertinggi sejak Maret 2015, walaupun dari ISM ada perlambatan.

     

     

     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

     

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Selasa-3-April-2018.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Senin 2 April 2018

    Sebagian besar indeks futures bursa Asia terlihat hijau, indikasi indeks di bursa Asia akan naik hari ini ditambah dengan harga minyak mentah yang naik pagi ini. Mata uang kuat Asia menguat terhadap US Dolar pagi ini yang bisa membawa sentimen penguatan rupiah menuju kisaran antara Rp.13.680 s.d Rp.13.730 per USD walaupun masih tetap dalam penjagaan BI.

     

    Laporan BI untuk uang beredar (M2) pada Februari tumbuh 8,3% yoy, sedikit melambat dibandingkan Januari 8,4% yoy karena melambatnya aktiva luar negeri bersih. Sedangkan aktiva domestik bersih naik terlihat dari pertumbuhan kredit pada Februari 2018 sebesar 8,2% yoy, naik dari 7,4% yoy pada Januari 2018. Semakin dekatnya puasa-lebaran, pertumbuhan M2 akan naik dengan naiknya permintaan domestik.

     

    PMI China untuk sektor manufaktur tercatat naik menjadi 51,5 pada Maret, sedangkan untuk non manufaktur tercatat 54,6. Kegiatan produksi China diperkirakan dipercepat untuk memenuhi permintaan ekspor di tengah ancaman pengenaan tarif impor. Di tengah negosiasi China-AS, tarif impor metal yang naik akan efektif diterapkan pada Senin ini. Sebagai balasan, China akan menerapkan tarif terhadap 128 jenis barang impor dari AS.

     

     

     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Senin-2-April-2018.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Kamis 29 Maret 2018

    Indeks futures bursa Asia terlihat bervariasi, kemungkinan ada potensi indeks di bursa Asia akan ‘mixed’ hari ini, ditambah harga minyak mentah yang dibuka turun pagi ini. Mata uang kuat Asia yen dan sin dolar melemah terhadap US Dolar pagi ini yang bisa membawa sentimen pelemahan rupiah menuju kisaran antara Rp.13.760 s.d Rp.13.780 per USD walaupun masih dalam penjagaan BI.

     

    Data OJK mencatat kredit yang tidak ditarik pada bulan Januari 2018 menjadi Rp.1.467 triliun atau 32% dari total kredit, naik dari Rp.1.392 triliun pada posisi akhir tahun 2017. Sebagian besar berasal dari bank BUKU IV yang kemungkinan terkait dengan masih lambatnya realisasi proyek-proyek pemerintah. Kemungkinan kinerja ini akan membaik seiring dengan membaiknya pertumbuhan kredit di bulan Februari. Pelaku usaha juga mulai menyiapkan kegiatan usaha terkait musim puasa-lebaran.

     

    Ekonomi AS pada Q4-2017 tercatat 2,9% yoy, direvisi naik dari perkiraan sebelumnya 2,7% yoy. Kendati ada revisi naik, tetapi kinerja ini melambat dibandingkan dua triwulan sebelumnya.    Kekuatan ekonomi AS masih pada personal consumption expenditure (PCE). Naiknya PCE membuat neto impor tercatat sebesar minus 1,16% terhadap pertumbuhan PDB. Secara tahunan, ekonomi AS tahun 2017 tumbuh 2,3%, membaik dibandingkan pertumbuhan tahun 2016 yang sebesar 1,5%.

     

     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

     

     

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

     

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Kamis-29-Maret-2018.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Rabu 28 Maret 2018

    Sebagian besar indeks futures di bursa Asia terlihat hijau, kemungkinan ada potensi sebagian besar indeks di bursa Asia akan naik hari ini walaupun harga minyak mentah dibuka turun pagi ini. Mata uang kuat Asia HK dolar dan sin dolar menguat pagi ini, namun sentimen harga minyak mentah berpotensi membuat rupiah melemah hari ini tetapi tetap dalam penjagaan BI  bergerak di kisaran Rp.13.730 s.d Rp.13.760 per USD.

     

    Bank Dunia perkirakan ekonmi Indonesia akan tumbuh 5,3% di tahun 2018 asalkan bisa melakukan terobosan kebijakan di bidang investasi, dan penciptaan lapangan kerja. IMF juga perkriakan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,3%, sedangkan Fitch merevisi turun dri 5,4% menjadi 5,3%. Sementara SAM perkriakan tumbuh antara 5,08% s.d 5,15%, dibawah konsensus analis 5,3% yoy dengan pertimbangan konsumsi masih akan stagnan terkait daya beli khususnya konsumen luar Jawa yang tergantung pada komoditas yang saat ini harganya masih stagnan.

     

    Pasar saham AS kembali terkoreksi semalam, lagi dengan pernyataan Presiden Trump yang akan menertibkan investasi China di bidang teknologi yang dianggap sensitif dan akan menghukum China karena pelanggaran intelektual dan hak cipta. Pasar global masih diliputi ketidakpastian kebijakan perdagangan Presiden Trump.   

     

     

     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Rabu-28-Maret-2018.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Selasa 27 Maret 2018

    Sebagian besar indeks futures di bursa Asia terlihat hijau, indikasi ada potensi ‘rebound’ indeks di bursa Asia hari ini walaupun harga minyak mentah dibuka turun pagi ini. Mata uang kuat Asia yen dan HK dolar melemah pagi ini, namun rupiah berpotensi menguat dengan penjagaan BI menuju kisaran Rp.13.720 s.d Rp.13.730 per USD.

     

    Pemerintah akan keluarkan aturan cukai plastik pada Mei 2018 ini, dengan perkiraan penerimaan mencapai Rp.500 miliar, sementara target penerimaan cukai pada APBN 2018 sebesar Rp.148 triliun. Hampir semua makanan dan minuman olahan menggunakan plastik sebagai kemasan, sehingga pengenaan cukai ini akan membuat harga makanan dan minuman kemasan akan naik. Di tengah daya beli masyarakat yang belum normal, pengenaan cukai ini bisa menjadi sentimen negatif emiten di sektor konsumer.

     

    China membawa kasus pengenaan tarif pajak impor AS untuk baja dan alumunium ke WTO, juga mengancam melakukan kebijakan serupa untuk impor produk pertanian, baja, dan alumunium dari AS. China dan AS akan melakukan pembicaraan perdagangan bilateral, sebelumnya juga dilakukan antara AS_Korea Selatan. Pasar saham merespon positif rencana ini, tetapi imbal hasil obligasi pemerintah AS naik, dan USDolar melemah.    

     

     

     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Selasa-27-Maret-2018.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Senin 26 Maret 2018

    Ada indikasi indeks di bursa Asia akan berlanjut koreksi terlihat dari indeks futures bursa Asia yang kompak tercatat ‘merah’, ditambah sentimen koreksi di bursa global pada akhir perdagangan minggu lalu walaupun harga minayk mentah pagi ini dibuka menguat. Mata uang kuat Asia yen dan HK dolar melemah pagi ini, kemungkinan menjadi sentimen pelemahan rupiah hari ini, dikawatirkan bisa menembus Rp.13.800 per USD.

     

    Realisasi APBN 2018 per Februari 2018 tercatat penerimaan sebesar Rp.160,75 triliun dan belanja negara sebesar Rp.249,03 triliun. Penerimaan pajak tercatat naik 13,5% yoy dengan sumebr utama berasal dari kenaikan PPn dan PPnBM (18% yoy). Sementara dari belanja negara sebagian besar realisasi untuk DAU dan DBH, di tengah musim Pilkada saat ini, dikawatirkan kurang menjadi pendorong ekonomi karena menurunnya aktivitas pemerintah daerah.

     

    China mulai menggunakan yuan untuk membeli minyak yang bertujuan bisa mengurangi dominasi USDolar. Sejak akhir 2016 lalu, pembelian minyak futures China sudah melebihi pembelian AS, Masuknya China ke pasar futures minyak dengan menggunakan yuan sebagai respon China terkait perang dagang dengan AS. 

     

     

     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Senin-26-Maret-2018.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Jumat 23 Maret 2018

    Hampir semua indeks futures bursa Asia tercatat ‘merah’, indikasi ada koreksi indeks di bursa Asia hari ini ditambah sentimen negatif bursa global yang ditutup turun semalam. Harga minyak mentah juga dibuka turun pagi ini. Walaupun mata uang kuat Asia yen dan sinDolar menguat pada pembukaan pagi ini, namun ada potensi rupiah melemah dengan  kemungkinan masih bisa ditahan BI di kisaran antara Rp.13.760 s.d Rp.13.770 per USD.

     

    Sesuai ekspektasi BI pertahankan suku bunga 7DRR tetap di 4,25% pada RDG kemarin. Kebijakan ini sebagai upaya mendorong pertumbuhan ekonomi. Kebijakan tetap ini dengan mempertimbangkan angka inflasi yang masih aman, pertumbuhan kredit yang masih lambat, dan ada potensi ekonomi tumbuh di sekitar 5% yoy pada Q1-2018. Kendati the Fed masih akan menaikkan suku bunganya 2 kali lagi tetapi kami perkirakan BI 7DRR bisa bertahan di 4,25% hingga akhir tahun 2018.

     

    Trade war antara AS dan China semakin nyata setelah Presiden Trump meminta US Trade Representative untuk menerapkan tarif impor pada barang-barang produksi China dengan nilai total US$50 miliar. China segera mengeluarkan ancaman pembalasan pengenaan tarif terhadap barang-barang impor dari AS. Isu perang dagang ini menjadi risiko global yang perlu diwaspadai.    

     

       

     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Jumat-23-Maret-2018.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Kamis 22 Maret 2018

    Kemungkinan indeks di bursa Asia hari ini bergerak mixed terlihat dari indeks futuresnya yang bervariasi walaupun ada kemungkinan terkoreksi dengan merespon keputusan the Fed semalam. Di saat yang sama ada kenaikan harga minyak mentah pagi ini. Sementara itu mata uang kuat Asia kompak menguat pada pembukaan pagi ini. Sentimen positif ini kemungkinan bisa membawa rupiah berpotensi menguat menuju kisaran antara Rp.13.730 s.d Rp.13.760 per USD.

     

    Hari ini RDGI BI kemungkinan akan tetap mempertahankan suku bunga 7DRR di 4,75% kendati ada keputusan the Fed menaikkan suku bunganya. Keputusan tetap ini dengan mempertimbangkan inflasi yang masih terjaga, pertumbuhan kredit yang masih lambat dan ada potensi ekonomi pada Q1-2018 hanya tumbuh 5,01% yoy. Ekonomi Indonesia yang tumbuh relatif stagnan saat ini masih membutuhkan stimulus moneter dan fiskal.

     

    The Fed putuskan FFR naik 25 bps menjadi 1,75% pada FOMC kemarin (21/3) dan memberikan sinyal kenaikan 2 kali lagi di tahun 2018 ini. Namun untuk tahun 2019 dan 2020 kemungkinan FFR naik lebih besar seiring dengan outlook ekonomi AS yang menguat. Penguatan ekonomi ini juga terbantu dengan kebijakan pemangkasan pajak. Kenaikan ini sudah diperkirakan oleh pasar  sehingga indeks Dow walaupun terkoreksi tetapi tidak terlalu besar.   

        

     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

     

     

     

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

     

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Kamis-22-Maret-2018.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Rabu 21 Maret 2018

    Ada potensi indeks di bursa Asia akan naik hari ini, terlihat dari indeks futuresnya yang kompak hijau ditambah sentimen penguatan indeks di bursa global semalam dan naiknya harga minyak mentah pagi ini. Mata uang kuat Asia yen dan Sin Dolar dibuka menguat terhadap USDolar. Sentimen positif global ini kemungkinan bisa membawa rupiah di kisaran antara Rp.13.730 s.d Rp.13.760 per USD.

     

    Pemerintah telah menyalurkan bantuan pangan non tunai (BPNT) dan batuan sosial beras sejahtera (rastra) selama Januari-Maret 2018 masing-masing sebesar 86% dan 97%, yang disalurkan kepada 1,2 juta KPM. Dalam rencana penyaluran Bansos pemerintah, anggaran BPNT sebesar Rp.20,8 triliun dari total anggaran bansos sebesar Rp.138,2 triliun (tidak termasuk subsidi). Bansos ini diharapkan bisa menahan daya beli masyarakat miskin dan mengurangi angka kemiskinan dari posisi akhir tahun 2017 sebesar 10,12% menjadi 10%.

     

    Sentimen investor global kembali positif semalam dipicu dengan naiknya harga minyak mentah pada perdagangan kemarin. Namun investor tetap menunggu hasil FOMC dan press conference Gubernur the Fed terhadap arah ekonomi AS. Hasil survei Bloomberg memperkirakan akan ada sebesar 25 bps pada FOMC hari ini dengan probabilita sebesar 97,7%.    

     

     

     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

     

     

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

     

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Rabu-21-Maret-2018.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Selasa 20 Maret 2018

     

    Kemungkinan koreksi masih terjadi di bursa Asia hari ini terlihat dari indeks futuresnya yang sebagian besar merah dan sentimen dari koreksi indeks di bursa global semalam walaupun harga ninyak mentah  dibuka naik pagi ini. Mata uang kuat Asia yen dan Sin Dolar dibuka menguat terhadap USDolar. Kemungkinan rupiah masih dalam penjagaan BI tertahan di kisaran antara Rp.13.750 s.d Rp.13.775 per USD.

     

    Kemungkinan ekonomi Q1-2018 tumbuh tidak lebih dari 5,01% yoy sebagaimana Q1-2017. Perlambatan ini dikarenakan panen raya yang mundur dari Maret ke April. Dalam catatan SAM, penjualan ritel juga masih turun terkonfirmasi dengan data penjualan beberapa emiten ritel. Makin dekatnya puasa-lebaran kemungkinan juga membuat konsumen menunda pembelian barang tahan lama. Perlambatan sektor ritel ini akan membuat perlambatan PDB juga.

     

    Indeks saham di pasar global kompak turun kemarin. Dari AS, penurunan tersebut terkait dengan penyalahguaan data oleh Facebook yang kemungkinan terkait dengan kasus keterlibatan Rusia dalam Pilpres AS November 2016 lalu. Investor juga mengkawatirkan Presiden Trump akan memecat Robert Mueller dari posisi Chief of Special Counsel Investigation, ditambah dengan investor yang mengkawatirkan hasil FOMC 20-21 Maret ini. 
     

     

     

     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

     

     

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

     

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Selasa-20-Maret-2018.pdf