Samuel Aset Manajemen

Author: samadmin

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian Rabu 17 Juni 2020

    Kilas Pasar

     

    Indeks saham di AS ditutup menguat, didorong oleh prospek stimulus fiskal berupa paket infrastruktur, serta data penjualan ritel yang melebihi ekspektasi. Dow Jones ditutup menguat 2,0%, S&P500 menguat 1,9%,dan Nasdaq menguat 1,7%. 

     

    Di Eropa, indeks Europe Stoxx600 ditutup menguat 2,9%. IHSG kemarin ditutup menguat 3,5%.

     

    Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup menguat 0,2% di level 14.090. Minyak Brent pagi ini diperdagangkan di level 40,7. 

     

    Prediksi Hari Ini

     

    Pasar diperkirakan bergerak mixed cenderung melemah hari ini. Dow dan S&P Futures terlihat melemah masing-masing 0,2%. Bursa saham di Asia seperti Nikkei terlihat melemah 1% dan Kospi terlihat melemah 0,5%.

     

    Isu Ekonomi dan Pasar

     

    Penjualan ritel AS rebound dengan peningkatan 17,7% pada Mei secara month on month setelah penurunan -14,7% di April, lebih baik dari ekspektasi +8,2%. Ini adalah kenaikan bulanan terbesar sejak 1992, melampaui rekor sebelumnya pada Oktober 2001 sebesar +6,7%, di tengah permintaan yang terpuruk setelah hampir 6 minggu lockdown dan berbagai negara bagian AS secara bertahap mulai membuka kembali perekonomian. Paket stimulus fiskal CARES act yang banyak memberi bantuan pada konsumen mungkin juga membantu konsumsi AS.

     

    Pemerintahan Trump sedang mempersiapkan proposal infrastruktur hampir $ 1 triliun sebagai bagian dari upayanya untuk memacu perekonomian. Versi awal proposal yang disiapkan oleh Departemen Perhubungan akan mengalokasikan sebagian besar uang untuk pekerjaan infrastruktur tradisional, seperti jalan dan jembatan, tetapi juga akan menyisihkan dana untuk infrastruktur nirkabel 5G dan broadband. Presiden Donald Trump dijadwalkan untuk membahas akses broadband di acara Gedung Putih pada hari Kamis. Undang-undang pendanaan infrastruktur AS yang ada akan diperbarui pada 30 September, dan Pemerintah melihat ini sebagai kendaraan yang mungkin digunakan untuk mendorong ekonomi.

     

    Melalui tulisan ini, kami kembali menyerukan kepada seluruh mitra investasi SAM untuk selalu menjaga kesehatan, mengikuti semua protokol kesehatan, menjaga jarak sosial dan fisik, serta seoptimal mungkin untuk melakukan aktivitas dari rumah. Semoga kita berhasil.

    Best Regards,

    SAM Investment

    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian-17-Juni-2020.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian Selasa 16 Juni 2020

    Kilas Pasar

     

    Indeks saham di Amerika Serikat rebound, setelah pasar futures mengalami pelemahan tajam. Kenaikan ini disebabkan oleh kebijakan baru Bank Sentral AS, walaupun masih terlihat meningkatnya kembali kekhawatiran pasar terkait dampak pandemi Covid-19. Dow Jones, S&P 500, dan Nasdaq masing-masing menguat 0,6%, 0,8%, dan 1,4%

     

    Indeks di Eropa tercatat melemah, di antaranya FTSE 100 dan Stoxx 600 masing-masing melemah 0,7% dan 0,3%. Kemarin, IHSG ditutup turun 1,3%.

     

    Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS tercatat melemah, pagi ini diperdagangkan pada level Rp14.200. Komoditas utama dunia, yaitu minyak WTI dan Brent, tercatat masing-masing turun 0,6% dan 0,4%.

     

    Prediksi Hari Ini

     

    Pasar diperkirakan menguat hari ini. Pagi ini, Nikkei 225 tercatat naik 2,8% dan Kospi juga menguat 3,4%. Indeks futures di Amerika Serikat tercatat naik dengan Dow Jones, S&P 500, dan Nasdaq menguat masing-masing 1,1%, 1%, dan 0,9%.

     

    Isu Ekonomi dan Pasar

     

    Bank Sentral AS mengumumkan kebijakan moneter baru dalam menanggulangi dampak pandemi Covid-19. Dalam paket kebijakan baru ini, Bank Sentral AS akan memperluas cakupan suntikan likuiditasnya dengan membeli surat-surat utang korporasi pada pasar sekunder sejumlah US$250 miliar, setelah sebelumnya hanya mencakup ETF berbasis surat utang. Dikutip dari Bloomberg, Bank Sentral AS akan membuat indeks khusus yang mencakup seluruh surat utang korporasi di AS yang memenuhi kriteria tertentu yang ditetapkan oleh Bank Sentral AS. Kebijakan ini disambut positif oleh pasar keuangan AS, dengan kenaikan imbal hasil surat utang negara AS (harga turun) dan menguatnya indeks saham AS.

     

    Badan Pusat Statistik mencatat neraca perdagangan pada Mei 2020 surplus mencapai US$ 2,09 miliar. Ini  jauh membaik dibandingkan April yang tercatat defisit sebesar US$ 350 juta, maupun periode yang sama tahun lalu yang surplus US$ 207,6 juta.  Adapun secara kumulatif Januari-Mei 2020, neraca perdagangan Indonesia tercatat surplus mencapai US$ 4,31 miliar. Kepala BPS Suhariyanto menjelaskan surplus neraca dagang terjadi akibat impor yang anjlok cukup dalam mencapai 32,65% dibandingkan bulan sebelumnya menjadi US$ 8,44 miliar, dan turun 42,2% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sementara ekspor pada Mei 2020 juga turun 13,4% dibanding bulan sebelumnya menjadi US$ 10,53 miliar.

     

    Melalui tulisan ini, kami kembali menyerukan kepada seluruh mitra investasi SAM untuk selalu menjaga kesehatan, mengikuti semua protokol kesehatan, menjaga jarak sosial dan fisik, serta seoptimal mungkin untuk melakukan aktivitas dari rumah. Semoga kita berhasil.

     

     

     

    Regards,

     

    SAM Investment

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN

    Your Lifelong Investment Partner

     

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia

    Contact: +62-21-28548800 | f. +62-21-8317474 | www.sam.co.id

     

    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian-16-Juni-2020.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian Senin 15 Juni 2020

    Kilas Pasar

     

    Indeks saham di AS ditutup lebih tinggi pada hari Jumat, sebagian investor masuk kembali ke pasar menyusul penurunan tajam sehari sebelumnya, Dow Jones ditutup menguat 1,9%, S&P500 menguat 1,3%,dan Nasdaq menguat 1,0%. 

     

    Di Eropa, indeks Europe Stoxx600 ditutup menguat 0,3%. IHSG pada hari Jumat ditutup menguat 0,5%.

     

    Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup melemah 0,8% di level 14.133. Minyak Brent pagi ini diperdagangkan di level 38,3. 

     

    Prediksi Hari Ini

     

    Pasar diperkirakan bergerak cenderung melemah hari ini. Dow dan S&P Futures terlihat melemah 1,4% dan 1,3%. Bursa saham di Asia seperti Nikkei terlihat melemah 0,3% dan Kospi terlihat melemah 0,5%.

     

    Isu Ekonomi dan Pasar

     

    Meski kasus virus corona harian baru telah mendatar di AS sejak awal April, negara ini belum mengalami penurunan tajam yang sama seperti yang dialami Spanyol, Italia, dan Jerman. Sementara Swedia telah melihat peningkatan tajam baru-baru ini, di lain pihak Selandia Baru, Taiwan, dan Korea Selatan melaporkan hampir nol kasus baru. Pekan lalu investor mengambil keuntungan dari pasar seiring penilaian The Fed akan perekonomian yang cukup pesimis, serta meningkatnya kasus Covid di beberapa negara bagian di Barat dan Selatan AS.

     

    Presiden Fed Dallas Robert Kaplan mengatakan pada hari Minggu bahwa prosedur kesehatan masyarakat untuk memerangi virus corona sama pentingnya dengan pendanaan atau stimulus Pemerintah untuk pemulihan ekonomi, dan bahwa hingga saat ini, upaya untuk mengurangi infeksi virus corona di AS masih tidak merata. Beberapa minggu ke depan, kemungkinan pasar akan menilai seberapa parah keadaan peningkatan kasus baru seiring dengan pembukaan ekonomi serta kemungkinan adanya penutupan kembali.

     

    Sentimen konsumen AS meningkat pada awal Juni, seiring dimulainya pembukaan kembali bisnis dan adanya kenaikan pada data perekrutan, meskipun mereka (konsumen) tidak mengharapkan peningkatan yang signifikan dalam perekonomian di tengah kekhawatiran akan kebangkitan infeksi COVID-19.

     

    Melalui tulisan ini, kami kembali menyerukan kepada seluruh mitra investasi SAM untuk selalu menjaga kesehatan, mengikuti semua protokol kesehatan, menjaga jarak sosial dan fisik, serta seoptimal mungkin untuk melakukan aktivitas dari rumah. Semoga kita berhasil.

    Best Regards,

    SAM Investment

    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian-15-Juni-2020.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian Jumat 12 Juni 2020

    Kilas Pasar

     

    Indeks saham di Amerika Serikat tercatat melemah tajam kemarin seiring dengan meningkatnya kembali kekhawatiran pasar terkait dampak pandemi Covid-19. Dow Jones, S&P 500, dan Nasdaq masing-masing melemah 6,9%, 5,9%, dan 5,3%.

     

    Indeks di Eropa juga turut melemah, di antaranya FTSE 100 dan Stoxx 600 masing-masing melemah 4% dan 4,1%. Kemarin, IHSG ditutup turun 1,3%.

     

    Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS tercatat melemah, pagi ini diperdagangkan pada level Rp14.490 Komoditas utama dunia, yaitu minyak WTI dan Brent, tercatat masing-masing turun 8,2% dan 7,6%.

     

    Prediksi Hari Ini

     

    Pasar diperkirakan melemah hari ini. Pagi ini, Nikkei 225 tercatat turun 3% dan Kospi juga melemah 3,7%. Indeks futures di Amerika Serikat tercatat naik dengan Dow Jones, S&P 500, dan Nasdaq menguat masing-masing 0,8%, 0,7%, dan 0,6%.

     

    Isu Ekonomi dan Pasar

     

    Pasar keuangan di Amerika Serikat kembali negatif seiring dengan kekhawatiran yang lebih tinggi mengenai dampak Covid-19 kepada perekonomian AS dan global. Dalam beberapa bulan terakhir, pasar mengasumsikan bahwa ekonomi dapat pulih dengan pola bentuk V. Namun demikian, data terakhir dan pernyataan Ketua Bank Sentral Amerika Serikat Jay Powell menunjukkan kemungkinan sebaliknya. Dalam konferensi pers setelah pengumuman kebijakan moneter AS, Powell mengatakan pasar tenaga kerja di AS mungkin baru akan pulih lebih dari satu tahun ke depan. Bank Sentral AS juga menegaskan kembali penambahan likuiditas dengan laju yang lebih tinggi, memberikan sinyal bahwa Bank Sentral AS memandang pemulihan ekonomi akan memerlukan waktu yang lebih lama. Dalam kesempatan terpisah, Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin mengatakan, ekonomi AS tidak dapat berhenti lebih lama lagi.

     

    Pemerintah melaporkan penyaluran anggaran perlindungan dan bantuan sosial hingga Selasa (9/6) telah mencapai Rp 56,66 triliun dari total anggaran sebesar Rp 178,9 triliun. Dikutip dari Kontan, Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Febrio Kacaribu mengatakan, realisasi penyaluran anggaran perlindungan dan bantuan sosial sosial dalam rangka mengurangi beban masyarakat akibat krisis pandemi virus corona Covid-19 ini baru mencapai 31,67% dari target hingga akhir 2020. Pihaknya mengakui, sampai saat ini masih ada kendala dalam distribusi bantuan sosial, seperti kendala penyediaan pangan akibat penerapan PSBB.

    Melalui tulisan ini, kami kembali menyerukan kepada seluruh mitra investasi SAM untuk selalu menjaga kesehatan, mengikuti semua protokol kesehatan, menjaga jarak sosial dan fisik, serta seoptimal mungkin untuk melakukan aktivitas dari rumah. Semoga kita berhasil.

     

     

     

    Regards,

     

    SAM Investment

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN

    Your Lifelong Investment Partner

     

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia

    Contact: +62-21-28548800 | f. +62-21-8317474 | www.sam.co.id

     

    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian-12-Juni-2020.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian Kamis 11 Juni 2020

    Kilas Pasar

     

    Indeks saham di AS ditutup cenderung melemah tadi malam, Dow Jones ditutup melemah 1,0%, S&P500 melemah 0,5%, hanya Nasdaq yang menguat 0,7%. Investor mulai mengalihkan fokus pada perbedaan antara level harga di pasar keuangan dan keadaan fundamental ekonomi, setelah Fed mengatakan bahwa suku bunga akan cenderung rendah sampai 2022, sesuai ekspektasi.

     

    Di Eropa, indeks Europe Stoxx600 ditutup melemah 0,4%. IHSG kemarin ditutup melemah 2,3% dengan pelemahan terdalam pada sektor agrikultur dan properti.

     

    Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup melemah 0,6% di level 13.980 kemarin. Minyak Brent pagi ini diperdagangkan di level 40,9. 

     

    Prediksi Hari Ini

     

    Pasar diperkirakan bergerak cenderung melemah hari ini. Dow dan S&P Futures terlihat melemah 0,4% dan 0,3%. Bursa saham di Asia seperti Nikkei terlihat melemah 1,1% dan Kospi terlihat melemah 0,4%.

     

    Isu Ekonomi dan Pasar

     

    Federal Reserve pada hari Rabu meyakinkan para investor bahwa suku bunga akan tetap berada di level rendah hingga 2022. Meski The Fed mengakui kondisi keuangan telah membaik, Fed juga menegaskan kembali bahwa mereka bersedia dan mampu melakukan stimulus moneter lebih banyak apabila dibutuhkan. FOMC mengatakan akan menahan suku bunga The Fed stabil di kisaran 0 hingga 0,25%, sampai mereka yakin bahwa ekonomi telah melewati krisis ini dan berada di jalur untuk mencapai kondisi employment maksimum dan stabilitas harga.

     

    Sementara, Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin pada hari Rabu mengisyaratkan bahwa pemerintahan Trump bisa terbuka untuk memberikan stimulus fiskal lagi kepada perekonomian Amerika, ketika ia berbicara di sidang Senat. Sebagian investor telah memperkirakan bahwa stimulus fiskal bipartisan lain kemungkinan akan datang pada akhir Juli. “Saya pikir kita akan serius melihat apakah kita ingin melakukan lebih banyak (stimulus) pemberian uang langsung untuk merangsang ekonomi,” kata Mnuchin. “Tapi saya pikir ini semua tentang membuat orang kembali bekerja, dan kami berharap dapat bekerjasama dengan seluruh Senat dalam hal ini.”

     

    Angel Gurria dari OECD mengatakan bahwa besarnya sektor informal dari ekonomi di emerging markets akan memperburuk dampak dari pandemi di negara-negara tersebut. Upaya untuk memberikan bantuan secara fiskal dapat disulitkan oleh fakta bahwa jutaan penduduk di emerging markets biasanya bekerja di ekonomi informal yang tidak diatur dan tidak digaji. 

     

    Melalui tulisan ini, kami kembali menyerukan kepada seluruh mitra investasi SAM untuk selalu menjaga kesehatan, mengikuti semua protokol kesehatan, menjaga jarak sosial dan fisik, serta seoptimal mungkin untuk melakukan aktivitas dari rumah. Semoga kita berhasil.

    Best Regards,

    SAM Investment

    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian-11-Juni-2020.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian Rabu 10 Juni 2020

    Kilas Pasar

     

    Indeks saham di Amerika Serikat tercatat melemah kemarin setelah 6 hari berturut-turut menguat, sembari menunggu keputusan suku bunga acuan The Fed. Dow Jones dan S&P 500 melemah masing-masing 1.1% dan 0,8%, sementara Nasdaq menguat 0,3% dan sempat menyentuh level tertinggi sepanjang masa di atas 10.000.

     

    Sementara itu, indeks di Eropa tercatat melemah. Investor mulai menghitung kembali peluang pemulihan ekonomi pada 2020 ini. Euro Stoxx 600 turun 1,2% dan FTSE 100 melemah 2,1%. Kemarin, IHSG ditutup turun 0,7%.

     

    Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS tercatat melemah, pagi ini diperdagangkan pada level Rp14.155. Komoditas utama dunia, yaitu minyak WTI dan Brent, tercatat masing-masing turun 1,1% dan 0,7%.

     

    Prediksi Hari Ini

     

    Pasar diperkirakan bergerak mixed hari ini. Pagi ini, Nikkei 225 tercatat naik 0,3% dan Shanghai melemah 0,1%. Indeks futures di Amerika Serikat tercatat naik dengan Dow Jones, S&P 500, dan Nasdaq menguat masing-masing 0,7%, 0,5%, dan 0,5%.

     

    Isu Ekonomi dan Pasar

     

    Indeks volatilitas pasar di AS, yaitu VIX, menunjukkan kenaikan pada beberapa pekan terakhir. Pelaku pasar memperkirakan, kenaikan ini disebabkan oleh munculnya ketidakpastian politik menjelang pemilihan presiden di AS pada November nanti. Dikutip dari Reuters, indeks VIX kali ini naik menuju level sekitar 3 kali lebih tinggi dibandingkan bulan yang sama pada tahun 2012 dan 2016. Survei terakhir yang dilakukan Reuters dan Ipsos pada awal pekan ini menunjukkan Joe Biden, calon presiden dari Partai Demokrat, unggul 8% dibandingkan Presiden Donald Trump. Pasar umumnya menganggap kebijakan Presiden Trump dari Partai Republik lebih ramah kepada pasar dibandingkan Partai Demokrat.

     

    Menteri Koordinator Bidang Ekonomi Airlangga Hartarto mengatakan perekonomian Indonesia pada kuartal II/2020 akan mengalami pertumbuhan negatif. Dikutip dari Bisnis Indonesia, Airlangga mengatakan situasi ketidakpastian tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi seluruh dunia.  Berdasarkan data Kemeko Perekonomian, jumlah pekerja yang mengalami pemutusan hubungan kerja atau di-PHK dan dirumahkan sementara ini tercatat 1,8 juta orang. Sementara itu, ada 1,2 juta tenaga kerja informal yang statusnya belum terverifikasi.

     

    Melalui tulisan ini, kami kembali menyerukan kepada seluruh mitra investasi SAM untuk selalu menjaga kesehatan, mengikuti semua protokol kesehatan, menjaga jarak sosial dan fisik, serta seoptimal mungkin untuk melakukan aktivitas dari rumah. Semoga kita berhasil.

     

     

     

    Regards,

     

    SAM Investment

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN

    Your Lifelong Investment Partner

     

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia

    Contact: +62-21-28548800 | f. +62-21-8317474 | www.sam.co.id

     

    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian-10-Juni-2020.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian Selasa 9 Juni 2020

    Kilas Pasar

     
    Indeks saham di Amerika Serikat tercatat menguat tadi malam. Dow Jones ditutup menguat1,7%, S&P 500 menguat 1,2%, dan Nasdaq menguat 1,1%. Fed mengumumkan akan melonggarkan lagi persyaratan untuk program “Fasilitas Pinjaman Main Street”. 
     
    Di Eropa, indeks acuan Euro Stoxx600 tercatat melemah 0,3%. IHSG kemarin menguat 2,5%.
     
    Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup kemarin dengan berada di level 13.885. Minyak mentah Brent
    berada di level 40,8.
     
    Prediksi Hari Ini
     
    Pasar diperkirakan bergerak mixed  pada hari ini. Indeks futures Dow & S&P di AS terlihat melemah 0,14%
    dan 0,26%. Indeks saham Nikkei terlihat melemah 0,6%. Kospi terlihat menguat 0,3%.
     
    Isu Ekonomi dan Pasar
     
    Federal  Reserve  kembali  memperluas  program  pinjaman  darurat  yang  ditargetkan  untuk  bisnis skala  kecil
    hingga menengah di AS. Program ini dimaksudkan untuk memfasilitasi $ 600 miliar pinjaman kepada bisnis
    kecil dengan memberi pinjaman baru atau membeli pinjaman dari bank-bank yang sebelumnya telah mem-
    berikannya kepada bisnis-bisnis tersebut.  
     
    Terakhir kali The Fed memperluas program Main Street Lending, pada akhir April, perluasan itu fokus pada
    berbagai  jenis-jenis  perusahaan  yang  dapat  mengakses  pinjaman.  Kali  ini,  perluasannya  difokuskan  pada
    berbagai ukuran pinjaman, dan membuat pinjaman berisiko tidak terlalu membebani keuangan untuk bank.
     
    Komite Pasar Terbuka Federal Reserve akan mengadakan pertemuan minggu ini, pasar berekspektasi tidak
    ada perubahan kebijakan besar. Namun, para investor ingin melihat Pernyataan Proyeksi Ekonomi dan “dot
    plot,”  yang mengungkapkan apa yang para pejabat Fed yakini akan terjadi pada pertumbuhan, penganggu-
    ran, inflasi, dan suku bunga jangka pendek.
     
    Melalui  tulisan  ini,  kami  kembali  menyerukan  kepada  seluruh  mitra  investasi  SAM  untuk  selalu  menjaga
    kesehatan, mengikuti semua protokol kesehatan, menjaga jarak sosial dan fisik, serta seoptimal mungkin un-

    tuk melakukan aktivitas dari rumah. Semoga kita berhasil.

    Best Regards,
    SAM Investment

    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian-9-Juni-2020.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian Senin 8 Juni 2020

    Kilas Pasar

     

    Indeks saham di Amerika Serikat tercatat menguat Jumat kemarin seiring dengan menguatnya data ketenagakerjaan. Dow Jones, S&P 500, dan Nasdaq tercatat naik masing-masing sebesar  3,1%, 2,6%, dan 2,1%.

     

    Sementara itu, indeks di Eropa tercatat naik, menyambut sentimen yang sama seperti di AS. Euro Stoxx 600 menguat 2,5% dan FTSE 100 naik 2,2%. Jumat kemarin, IHSG ditutup menguat 0,6%.

     

    Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS tercatat menguat, pagi ini diperdagangkan pada level Rp13.870. Komoditas utama dunia, yaitu minyak WTI dan Brent, tercatat masing-masing naik 2,1% dan 2,4%.

     

    Prediksi Hari Ini

     

    Pasar diperkirakan bergerak cenderung menguat hari ini, seiring dengan sentimen positif pada akhir pekan kemarin. Indeks futures di Amerika Serikat tercatat naik dengan Dow Jones, S&P 500, dan Nasdaq menguat masing-masing 0,7%, 0,7%, dan 0,6%.

     

    Isu Ekonomi dan Pasar

     

    Data ketenagakerjaan AS menunjukkan perkembangan yang sangat positif pada akhir pekan kemarin. Data bulan Mei menunjukkan kenaikan pekerja yang mendapat upah sebanyak 2,5 juta jiwa dan pengangguran menurun menjadi 13,3% dari sebelumnya 14,7% pada April 2020. Data ini jauh lebih baik dari konsensus pasar yang memperkirakan berkurangnya pekerja yang menerima upah sebanyak 8,3 juta jiwa dan pengangguran sebesar 19,5%. Dikutip dari CNBC, membaiknya data ini sedikit banyak disebabkan oleh adanya Paycheck Protection Program,  yakni program Pemerintah AS berbentuk bantuan tunai bagi UMKM guna membayar gaji para pegawainya.

     

    Harga minyak mentah dunia mengalami kenaikan signifikan pada akhir pekan dan hari ini, seiring dengan disepakatinya perpanjangan pengurangan pasokan minyak mentah dunia oleh OPEC dan negara-negara penghasil minyak lainnya. Sabtu kemarin, OPEC+ bersepakat untuk melanjutkan pengurangan pasokan minyak dunia sebesar 9,6 juta barel per hari demi menyeimbangkan pasar yang mengalami pelemahan permintaan di tengah pandemi Covid-19 ini. Pemotongan ini seharusnya sebesar 9,7 juta barel, namun Meksiko yang mendapat jatah pemotongan sebesar 100 ribu barel tidak setuju dengan kesepakatan ini. Menteri Energi Arab Saudi Pangeran Abdulaziz bin Salman mengatakan, kesepakatan ini akan ditinjau secara bulanan dalam rapat menteri energi negara-negara OPEC+. Rapat berikutnya akan diselenggarakan pada 18 Juni ini.

     

    Melalui tulisan ini, kami kembali menyerukan kepada seluruh mitra investasi SAM untuk selalu menjaga kesehatan, mengikuti semua protokol kesehatan, menjaga jarak sosial dan fisik, serta seoptimal mungkin untuk melakukan aktivitas dari rumah. Semoga kita berhasil.

     

     

     

    Regards,

     

    SAM Investment

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN

    Your Lifelong Investment Partner

     

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia

    Contact: +62-21-28548800 | f. +62-21-8317474 | www.sam.co.id

     

    image001.png

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian Jumat 5 Juni 2020

    Kilas Pasar

     

    Indeks saham di AS ditutup mixed cenderung melemah tadi malam setelah rally cukup kuat di beberapa sesi sebelumnya. Dow Jones ditutup menguat 0,05%, S&P500 melemah 0,3%, Nasdaq melemah 0,7%.

     

    Di Eropa, indeks Europe Stoxx600 ditutup melemah 0,7%. ECB memperbarui prediksi ekonominya, dengan perkiraan PDB zona Euro akan berkontraksi sebesar 8,7% tahun ini, sebelum rebound ke pertumbuhan 5,2% pada tahun 2021. IHSG kemarin ditutup melemah 0,5%.

     

    Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS masih berada di level 14.095 kemarin. Minyak Brent tadi malam berada di level 39,9.

     

    Prediksi Hari Ini

     

    Pasar diperkirakan bergerak mixed cenderung melemah hari ini. Dow dan S&P Futures terlihat sedikit menguat, Nikkei terlihat melemah 0,3% dan Kospi terlihat menguat 0,1%.

     

    Isu Ekonomi dan Pasar

     

    Setelah rally cukup kuat di satu bulan terakhir, harga minyak mentah masih menunggu katalis berikutnya. Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutu yang dipimpin oleh Rusia, sebuah kelompok yang dikenal sebagai OPEC +, sedang berdebat kapan akan mengadakan pembicaraan tingkat menteri untuk membahas kemungkinan perpanjangan pemotongan pasokan yang ada. Arab Saudi dan Rusia, dua produsen minyak terbesar di dunia, ingin memperpanjang pengurangan 9,7 juta barel per hari yang disepakati oleh produsen utama pada bulan April. Tetapi saran untuk bertemu pada hari Kamis tertunda di tengah pembicaraan tentang kepatuhan yang buruk oleh beberapa produsen.

     

    Dari Eropa, dikabarkan bahwa Bank Sentral Eropa (ECB) pada hari Kamis menambah program pembelian aset mereka hampir dua kali lipat, menambah €600 miliar ($675 miliar) ke €750 miliar yang diumumkan pada bulan Maret. ECB menambahkan bahwa “program pembelian darurat pandemi” (PEPP), awalnya akan berakhir pada bulan Desember, namun diputuskan akan berlanjut sampai akhir Juni 2021, dan bahwa mereka akan menginvestasikan kembali hasil obligasi yang tiba pada saat jatuh tempo.

     

    Sehari sebelumnya di Jerman, Koalisi Kanselir Angela Merkel menyetujui paket stimulus 130 miliar euro ($145 miliar) yang dirancang untuk memacu pengeluaran konsumen jangka pendek dan membuat bisnis berinvestasi lagi. Di samping pengurangan sementara dalam pajak pertambahan nilai, program juga mengalokasikan uang untuk membangun jaringan data 5G, meningkatkan kereta api, dan menggandakan insentif untuk kendaraan listrik.

    Best regards,

    SAM Investment

    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian-5-Juni-2020.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian Kamis 4 Juni 2020

    Kilas Pasar

     

    Indeks saham di AS ditutup menguat tadi malam salah satunya didorong data dari ADP dimana tercatat bahwa sektor swasta mengurangi 2,76 juta pekerjaan pada Mei, jumlah pengurangan yang jauh di bawah perkiraan para ekonom yang disurvei oleh Econoday yang memperkirakan pengurangan 8,66 juta (pada bulan April, sektor swasta mengurangi 19,56 juta pekerjaan). Dow Jones ditutup menguat 2,0%, S&P500 menguat 1,4%, Nasdaq menguat 0,8%.

     

    Di Eropa, indeks Europe Stoxx600 ditutup menguat 2,5% seiring ekspektasi investor bahwa ECB akan mengumumkan lebih banyak paket stimulus. ECB diperkirakan melaporkan perluasan programnya pada hari Kamis ini. IHSG kemarin ditutup menguat 1,9%.

     

    Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berada di level 14.095 atau menguat 2,2% kemarin. Minyak Brent tadi malam menguat 0,6% ke 39,8.

     

    Prediksi Hari Ini

     

    Pasar diperkirakan bergerak menguat hari ini. Dow Futures terlihat menguat, Nikkei terlihat menguat 0,9% dan Kospi terlihat menguat 1%.

     

    Isu Ekonomi dan Pasar

     

    US Dollar yang melemah menunjukkan bahwa permintaan untuk aset yang aman, atau safe haven telah berkurang. Indeks Dolar AS turun 0,3% menjadi 97,38 pada hari Rabu. Saat ini investor tampaknya lebih berani mengambil resiko. Harga emas juga turun 2,1% menjadi $ 1,697.10 per ounce. Begitu juga saham perusahaan penambang emas, termasuk Newmont (NEM), yang telah turun 4,8%. ETF VanEck Vectors Gold Miners (GDX) telah menurun 3,5%.

     

    Selain data pengurangan pekerjaan di sektor swasta di AS yang sudah membaik di bulan Mei, di Eropa juga terlihat beberapa data positif. PMI Zona Euro di sektor layanan dilaporkan pada 30,5 di bulan Mei, naik dari 12,0 di bulan April. PMI komposit dilaporkan pada 31,9, naik dari 13,6. Di antara negara-negara anggota di mana data tersedia, peningkatan terlihat di Italia, Jerman, Prancis, dan Spanyol. Tetapi semua PMI komposit tetap di bawah 50, dengan Italia di 33,9, Jerman di 32,3, Prancis di 32,1, Spanyol di 29,2.

     

    Dari dalam negeri, Pemerintah menyiapkan revisi Peraturan Presiden (Perpres) No.54/2020 untuk menampung perubahan struktur fiskal yang digunakan untuk penanganan dampak pandemi Corona atau Covid-19. MenKeu Sri Mulyani menambahkan perubahan Perpres ini diperlukan karena adanya sejumlah pergeseran dari tiga komponen utama APBN mulai dari penerimaan, belanja, dan pembiayaan. Data Kemenkeu menunjukkan total outlook belanja APBN tahun 2020 mencapai Rp2.738,4 triliun atau lebih tinggi Rp124,5 triliun dari outlook Perpres No.54/2020.

    Best Regards,

    SAM Investment

    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian-4-Juni-2020.pdf