Pertumbuhan ekonomi Q2-2017 yang akan diumumkan hari ini oleh BPS dikawatirkan dibawah 5,1% yoy seiring dengan melambatnya konsumsi rumah tangga di tengah faktor musiman puasa-lebaran. Beberapa data terkait seperti indeks penjualan ritel, survey kegiatan dunia usaha mencatat perlambatan tersebut, ditambah konfirmasi APRINDO yang mencatat penjualan dalam musim puasa dan lebaran 2017 ini tidak sebaik tahun 2016. Kami perkirakan pertumbuhan ekonomi Q2-2017 akan mencapai 5,07% yoy s.d 5,12% yoy.
PBB keluarkan sanksi yang memberatkan Korea Utara seiring dengan peluncuran peluru kendalinya. Sanksi ini bisa membuat Korea Utara kehilangan potensi ekspornya hingga US$1 miliar per tahun. Sanksi ini juga bisa membuat ekspektasi harga minyak turun seiring dengan menurunnya potensi perang di kawasan Asia Timur.
Salam,
Lana Soelistianingsih
Kepala Riset/Ekonom
Samuel Aset Manajemen
Telp: 62 21 28548828
Ulasan-Ekonomi-Harian-Senin-7-Agustus-2017.pdf