Samuel Aset Manajemen

Blog

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Selasa 14 Agustus 2018

    Ada potensi koreksi indeks di bursa Asia hari ini terlihat dari indeks futuresnya yang sebagian besar merah ditambah sentimen dari bursa global yang kompak turun semalam walaupun harga minyak mentah dibuka bervariasi pagi ini.  Mata uang kuat Asia kompak dibuka melemah terhadap USDolar pagi ini yang bisa menjadi sentimen pelemahan rupiah berlanjut, tetapi kemungkinan BI akan menahan laju pelemahan dan mencoba membawa kembali ke kisaran antara Rp.14.560 s.d Rp.14.580 per USD.

     

    BI memupuk devisa melalui lelang FX Swap kemarin dan memenangkan lelang sebesar US$260 juta dengan swap rate sebesar 4,38%. Hasil lelang ini lebih tinggi dari target indikatif US$200 juta. Hasil lelang membuat forward poin turun 10 poin menjadi 57 poin di penutupan perdagangan kemarin. Lelang ini akan dilakukan lagi pada pekan ini. Lelang ini sebagai upaya menambah posisi cadangn devisa BI.

     

    Sentimen global terganggu dengan potensi krisis keuangan di Turki. Ketidakpastian ini membuat investor global kembali cenderung memegang USDolar, sehingga mata uang USDolar menguat terhadap hampir semua mata uang dunia termasuk rupiah. Lira mencapai titik terlemahnya disepanjang sejarah. Indeks di berbagai bursa juga terkoreksi. Investor mengkawatirkan krisis Turki ini akan merembet ke negara-negara EMs.

     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Selasa-14-Agustus-2018.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Senin 13 Agsutus 2018

    Hampir semua indeks futures di bursa Asia tercatat ‘merah’, indikasi ada potensi koreksi indeks di bursa Asia hari ini terbawa sentimen koreksi indeks di bursa global akhir pekan lalu walaupun harga minyak mentah dibuka naik pagi ini. Mata uang Asia yen dan HK dolar menguat terhadap USD pagi ini.  Ada potensi rupiah bergerak lebar menuju kisaran antara Rp.14.450 s.d Rp.14.550 per USD dengan efek lira walaupun tetap dalam penjagaan BI.

     

    NPI pada Q2-2018 tercatat defisit US$4,3 miliar, naik dibandingkan defisit pada Q1-2018 sebesar US$3,85 miliar. Komponen TB defisit sebesar US$4 miliar (3,04% dari PDB) dan TF surplus US$4,0 miliar utamanya bersumber dari investasi lainnya (utang luar negeri swasta dan pemerintah). Kinerja NPI kami perkirakan membaik di Q3-2018 dengan defisit yang mengecil.

     

    Turki terancam krisis keuangan dengan semakin kuatnya kontrol Presiden Erdogan dan  memburuknya hubungan Turki dengan AS. Nilai tukar lira merosot tajam dari 16,96% ytd pada bulan lalu menjadi 28,74% ytd pada pagi ini. Pelemahan lira dikawatirkan membuat ekonomi Turki menuju krisis. Efek lira membuat rupiah melesat menembus Rp.14.600 per USD pagi ini.

     



     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828


     

     

     

     

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

     

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Senin-13-Agustus-2018.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Jumat 10 Agustus 2018

    Ada potensi koreksi indeks di bursa Asia hari ini terlihat dari indeks futures di bursa Asia tercatat bervariasi dan didukung dengan harga minyak mentah yang turun pagi ini.  Mata uang Asia  kompak menguat terhadap USDolar yang bisa menjadi sentimen penguatan rupiah menuju kisaran antara Rp.14.380 s.d Rp.14.430 per USD dengan tetap dalam penjagaan BI.

     

     

    Hasil survey BPS untuk ITB pada Q2-2018 tercatat naik menjadi 112,82 dari 106,28 pada Q1-2018. Hampir semua sektor mencatatkan kenaikan kegiatan usaha, kecuali sektor real estat yang melambat.  Dari komponen pembentuk ITB, rata-rata jumlah jam kerja pada beberapa sektor masih dibawah 100. Sedangkan untuk Q3-2018 diperkirakan ITB melambat  Hasil survei ini konsisten dengan survei SKDU BI yang mencatat kenaikan pada Q2-2018 dan melambat pada Q3-2018. Perlambatan di Q3-2018 ini terkait dengan faktor musiman yang sudah berlalu.

     

     

    Joko Widodo sebagai petahana Presiden memutuskan untuk maju kembali dalam Pilpres 2019 dengan mengajak Prof. Dr. KH. Ma’ruf Amin sebagai pasangan calon Wakil Presiden (cawapres). Kemungkinan pelaku pasar akan merespon netral dan menunggu rancangan ekonomi dari pasangan ini yang kemungkinan akan fokus pada stabilitas sosial dan keamanan.

     

     



     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

     

     

     

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

     

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Jumat-10-Agustus-2018.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Kamis 8 Agustus 2018

    Hampir semua indeks futures di bursa Asia tercatat ‘hijau’ sebagai indikasi potensi indeks di bursa Asia akan naik hari ini didukung dengan sentimen positif dari indeks di bursa globa yang kompak naik semalam walaupun harga minyak mentah ditutup bervariasi  pagi ini.  Mata uang Asia HK dolar dan Sin dolar pagi ini dibuka menguat terhadap USDolar, yang bisa menjadi sentimen penguatan rupiah menuju kisaran antara Rp.14.430 s.d Rp.14.440 per USD dengan tetap dalam penjagaan BI.

     

    Cadangan devisa per Juli tercatat sebesar US$118,3 miliar, atau turun US$1,5 miliar dari posisi Juni. Penurunan ini karena upaya stabilisasi rupiah dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Posisi tersebut masih aman karena masih setara dengan 6,9 bulan impor dan 6,7 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Posisi cadev ini berpotensi masih turun seiring dengan potensi tekanan terhadap rupiah yang masih berlanjut karena tekanan menguatnya USDolar.

     

    Indeks optimisme ekonomi AS tercatat naik ke level 58 pada Agustus dari 56,4 pada Juli. Level tersebut tertinggi sejak Januari 2004. Penguatan ini didukung dengan optimisme konsumen terhadap perekonomian AS untuk enam bulan ke depan dan menguatnya personal financial outlook. Data lain yang mendukung adalah job openings yang diatas ekspektasi.

     



     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

     

     

     

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

     

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Rabu-8-Agustus-2018.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian

     

    Ada potensi indeks di bursa Asia naik hari ini terindikasi dari indeks futuresnya yang ‘hijau’ tetapi juga bisa berpotensi koreksi dengan sentimen turunnya harga minyak mentah pagi ini.  Mata uang Asia  yen dan HK dolar pagi ini dibuka menguat terhadap USDolar, yang bisa menjadi sentimen penguatan rupiah menuju kisaran antara Rp.14.460 s.d Rp.14.480 per USD dengan tetap dalam penjagaan BI.

     

    Pertumbuhan ekonomi Q2-2018 tercatat 5,27% yoy vs ekspektasi konsensus sebesar 5,12% yoy, dan diatas ekspektasi SAM 5,16% yoy. Penguatan ekonomi ini terbantu dengan faktor musiman yang terjadi pada Q2-2018 yaitu puasa, lebaran dan mudik.  Sumber pertumbuhan untuk sisi produksi berasal dari sektor industri pengolahan, dan untuk sisi permintaan berasal dari konsumsi rumah tangga Kami perkirakan untuk tahun 2018 ekonomi akan tumbuh sebesar 5,08% s.d 5,15% yoy.

     

    Survei konsumen (IKK) untuk Juli 2018 tercatat melambat dibandingkan Juni. Perlambatan ini biasa terjadi pasca faktor musiman puasa-lebaran-mudik. Penurunan terjadi baik pada IKE dan IEK.  Penurunan IKE terutama berasal dari penghasilan saat ini, dan pada IEK terutama pada turunnya kegiatan dunia usaha.

     



     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

     

     

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

     

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Selasa-7-Agustus-2018.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Kamis 2 Agustus 2018

    Sebagian besar indeks futures bursa Asia tercatat ‘merah’ sebagai indikasi potensi koreksi indeks di bursa Asia hari ini ditambah sentimen koreksi pada sebagian besar bursa global semalam harga minyak mentah dibuka turun pagi ini.  Mata uang kuat Asia yen dan HK dolar dibuka menguat terhadap USDolar pagi ini yang bisa membantu sentimen penguatan rupiah menuju kisaran antara Rp.14.420 s.d Rp.14.440 per USD dengan tetap dalam penjagaan BI.

     

    Angka inflasi Juli tercatat 0,28% mom atau 3,18% yoy. Inflasi tertinggi ada pada Bahan Makanan, Pendidikan, Rekreasi dan Hiburan, dan Makanan Jadi, Minuman, Rokok, dan Tembakau. Dua kelompok pengeluaran terakhir yang naik tersebut membuat inflasi inti naik dan menjadi sumber inflasi yang terbesar. Secara kumulatif dari Januari s.d Juli, angka inflasi tercatat 2,18% ytd. Kami perkirakan angka inflasi masih aman hingga akhir tahun 2018, kemungkinan akan mencapai 3,39% yoy.

     

    Sesuai ekspektasi, suku bunga the Fed diputuskan tetap pada pertemuan FOMC kemarin 31 Juli-1 Agustus. Ruang kenaikan suku bunga the Fed masih terbuka untuk 1-2 kali lagi hingga akhir tahun 2018 didukung dengan ekspektasinaiknya  inflasi seiring dengan menguatnya kondisi pasar tenaga kerja AS. Perusahaan mulai ekspansi efek dari kebijakan pemangkasan pajak korporasi dari 36% menjadi 21%.

     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

     

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Kamis-2-Agustus-2018.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Rabu 1 Agustus 2018

    Indeks di bursa Asia berpotensi naik pada hari ini terlihat dari indeks futuresnya yang tercatat kompak ‘hijau’ ditambah sentimen indeks di bursa global yang kompak naik semalam walaupun harga minyak mentah dibuka turun pagi ini.  Mata uang kuat Asia HK dolar dan Sin dolar dibuka menguat terhadap USDolar pagi ini yang bisa membantu sentimen penguatan rupiah menuju kisaran antara Rp.14.400 s.d Rp.14.415 per USD dengan tetap dalam penjagaan BI.

     

    Pertumbuhan uang beredar pada Juni 2018 sedikit melambat menjadi 5,9% yoy dari 6% yoy pada Mei karena turunnya tagihan terhadap pemerintah, tetapi pertumbuhan kredit naik menjadi 10,5% dari 10,2% bulan Mei 2018. Kenaikan suku bunga 7DRR belum berdampak pada suku bunga rata-rata kredit, tetapi suku bunga simpanan 1 dan 3 bulan naik. Kinerja ini belum cukup signifikan mendorong pertumbuhan ekonomi Q2-2018.

     

    Sentimen pasar global membaik kemarin terlihat dari naiknya indeks di bursa Eropa dan bursa AS kemarin. Penguatan ini merespon rencana pembicaraan bilateral perdagangan antara AS dan China. Pembicaraan bilateral ini juga berpotensi mengurangi perlambatan ekonomi global efek dari perang tarif di kedua ekonomi besar dunia tersebut. Isu perang tarif membuat ketidakpastian di pasar global dalam 4 bulan terakhir.

     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Rabu-1-Agustus-2018.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Selasa 31 Juli 2018

    Sebagian besar indeks futures bursa Asia tercatat ‘merah’ indikasi ada potensi turun indeks di bursa Asia hari ini ditanbah sentimen koreksi dari indeks di bursa global semalam, namun harga minyak mentah tercatat naik pagi ini yang bisa membuat arah indeks berbalik menjadi penguatan.  Mata uang kuat kompak dibuka menguat terhadap USDolar pagi ini, yang bisa menjadi sentimen penguatan menuju kisaran  Rp.14.400 s.d Rp.14.415 per USD dengan tetap dalam penjagaan BI.

     

    Pemerintah masih belum memfinalisasi pencabutan aturan DMO harga batubara untuk PT PLN dan masih menghitung ulang dampak pencabutan DMO tersebut bagi PT PLN dan penerimaan Negara, dan kemungkinan naiknya tarif listrik yang berimplikasi pada naiknya subsidi. Pemerintah berencana menerpakan pungutan pada industri batubara sebagaiman diterapkan untuk industri kelapa sawit.

     

    Pasar global kembali terkoreksi karena turunnya saham-saham berbasis teknologi. Laporan keuangan beberapa perusahaan teknologi seperti Facebook, Netflix, dan Twitter mencatatkan penurunan pendapatan. Mata uang USDolar melemah, imbal hasil obligasi turun, dan harga minyak mentah naik. Investor fokus pada hasil pertemuan BoJ dan the Fed pada hari ini dan besok.

     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

     

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Selasa-31-Juli-2018.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Senin 30 Juli 2018

    Ada kecenderungan indeks di bursa Asia akan turun hari ini terindikasi dari indeks futuresnya yang sebagian besar ‘merah’ ditambah dengan  harga minyak mentah dibuka turun pagi ini. Mata uang Asia HK dolar dan Sin dolar dibuka melemah terhadap USDolar pagi ini yang bisa menjadi sentimen pelemahan rupiah menuju kisaran antara Rp.14.420 s.d Rp.14.450 per USD dengan tetap dalam penjagaan BI.

     

    Ditjen Pajak akan memburu wajib pajak yang tidak ikut program TA. Data Ditjen Pajak mencatat dari WP yang menyerahkan SPT sebanyak 17 juta, yang ikut TA tercatat 972.000 atau hanya 5,7% dari total yang melaporkan SPT. Program TA yang dimulai dari Juli 2016 s.d April 2017 dengan nilai repatriasi sebesar Rp.147 triliun dan total harta yang dilaporkan sebesar Rp.4.855 triliun.

     

    Ekonomi AS pada Q2-2018 tumbuh 4,1% yoy, naik dari 2,2% pada Q1-2018. Kinerja tersebut merupakan yang tertinggi sejak Q3-2014 yan tercatat 4,9% yoy. Kenaikan terutama didorong oleh ‘personal consumption spending’ yang menyumbang hamper 65,6% terhadap PDB nominal. Ekspor juga tumbuh tinggi sebagai antisipasi berlakunya pengenaan tarif impor di AS dan pembalasan dari Negara mitra dagang.

     

     



     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

     

     

     

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

     

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Senin-30-Juli-2018.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Jumat 27 Juli 2018

    Indeks futures di bursa Asia tercatat bervariasi sebagai indikasi indeks akan bergerak mixed pada hari ini ini sedangkan harga minyak mentah dibuka naik pagi ini, yang bisa membawa indeks cenderung menguat. Mata uang Asia yen dan Sin dolar dibuka menguat terhadap USDolar pagi ini yang bisa menjadi sentimen penguatan rupiah menuju kisaran antara Rp.14.430 s.d Rp.14.450 per USD dengan tetap dalam penjagaan BI.

     

    Presiden Joko Widodo melakukan pertemuan dengan 40 pengusaha besar nasional untuk membantu memperkuat ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global saat ini. Hasil diskusi diantaranya terkait kebijakan ekspor dan hambatan investasi, serta harapan pemerintah pengusaha membawa masuk devisa hasil ekspornya. Pertemuan ini kemungkinan bisa menjadi sentimen positif terhadap rupiah hari ini.

     

    ECB pertahankan kebijakan suku bunganya di 0%, dengan deposit facility tetap minus 0,4% dan lending facility tetap 0,25%. ECB mensinyalkan masih akan mempertahankan suku bunganya hingga pertengahan 2019. ECB mengumumkan mengurangi besaran program pembelian asetnya dari 30 miilar euro saat ini menjadi 15 miliar euro mulai September s.d Desember 2018.  ECB juga memberi catatan risiko pada pertumbuhan ekonomi Uni Eropa terkait dengan perang dagang.

     

     



     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

     

     

     

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

     

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Jumat-27-Juli-2018.pdf