Samuel Aset Manajemen

Blog

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Selasa 5 Maret 2019

    Sebagian besar indeks futures bursa Asia tercatat merah, indikasi indeks di bursa Asia akan cenderung terkoreksi walaupun harga minak mentah dibuka naik pagi ini dibandingkan pembukaan kemarin. Mata uang kuat Asia yen dan Sin dolar dibuka menguat terhadap USDolar pagi ini yang bisa menjadi sentimen penguatan rupiah hari ini menuju kisaran antara  Rp.14.100  s.d Rp.14.120 per USD  (kurs tengah Bloomberg).

     

    Perkembangan uang beredar pada Januari 2019 tumbuh 5,5% yoy, melambat dibandingkan Desember 2018 sebesar 6,3% yoy. Sementara pertumbuhan kredit tercatat sebesar 11,9% yoy, membaik dibandingkan Desember 2018 yang sebesar 11,7% yoy, namun pertumbuhan simpanan melambat dari 6,1%  yoy pada Desember 2018 menjadi 5,1% yoy pada Januari 2019.  Perlambatan uang beredar ini tampaknya mengkonfirmasi kekawatiran perlambatan likuiditas perbankan saat ini.

     

    Beberapa data ekonomi AS tercatat melambat. The ISM New York Current Business Confidence Index untuk bulan Februari 2019 melambat dibandingkan bulan Janauri sebelumnya dan US Construction spending pada Januari 2019 turun. Kedua data ini menambah daftar data-data ekonomi AS yang melambat.



     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

     

     

     

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

     

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Selasa-5-Maret-2019.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Senin 4 Maret 2019

    Ada potensi indeks di bursa Asia akan naik hari ini terlihat dari indeks futures bursa Asia yang sebagian besar tercatat hijau terbawa sentimen positif potensi kesepakatan dagang AS-China yang hampir final, ditambah dengan harga minyak mentah yang dibuka naik pagi ini. Mata uang kuat Asia HK dolar dan Sin dolar dibuka menguat terhadap USDolar pagi ini yang bisa menjadi sentimen penguatan rupiah hari ini menuju kisaran antara  Rp.14.090  s.d Rp.14.120 per USD  (kurs tengah Bloomberg).

     

    Perubahan IHK pada bulan Februari 2019 tercatat deflasi 0,88% mom atau inflasi 2,57% yoy. Deflasi yang cukup tinggi terjadi pada kelompok pengeluaran Bahan Makanan. Deflasi ini ditengarai karena faktor musim yang bergeser dan upaya stabilisasi harga menjelang Pemilihan umum April mendatang. Asumsi APBN 2019 menetapkan angka inflasi sebesar 3,4% yoy, sementara pada tahun 2018 tercatat inflasi sebesar 3,13% yoy. Secara kumulatif Januari s.d Februari tercatat inflasi sebesar 0,24% ytd.

     

    Pembicaraan kesepakatan dagang antara AS-China dikabarkan mendekati final. Presiden Trump telah meminta China untuk segera mencabut tarif untuk produk-produk pertanian AS. Pasar Asia kemungkinan naik hari ini menyambut kesepakatan ini.

     



     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

     

     

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

     

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Senin-4-Maret-2019.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Jumat 1 Maret 2019

     

    Sebagian besar indeks futures bursa Asia tercatat ‘merah’ indikasi indeks di bursa Asia akan terkoreksi ditambah sentimen koreksi dari bursa AS yang turun kompak semalam. Pagi ini harga minyak mentah dibuka bervariasi. Mata uang kuat Asia HK dolar dan Sin dolar kompak dibuka menguat terhadap USDolar pagi ini yang bisa menjadi sentimen penguatan rupiah hari ini menuju kisaran antara  Rp.14.000  s.d Rp.14.010 per USD  (kurs tengah Bloomberg) setelah dua hari terakhir kemarin mengalami tekanan pelemahan.

     

    Kemdag menargetkan pertumbuhan ekspor non migas sebesar 7%-9% di tahun 2019, dan 6,25% di tahun 2018. Kemdag telah menyiapkan strategi jangka pendek dan jangka panjang untuk mencapai target tersebut. Saat ini struktur ekspor non migas mencapai 91% dari total ekspor Indonesia, dan didominasi oleh ekspor non migas. Pada Januari 2019, ekspor non migas turun 4,3% yoy karena turunnya harga sebesar 6,7% mom (minus 16,1% yoy).

     

    Ekonomi AS pada Q4-2018 tumbuh 2,6% yoy, melambat dari 3,4% pada Q3-2018 dan 4,2% yoy pada Q2-2018. Secara FY 2018 ekonomi AS tumbuh 2,9%, naik dari 2,7% pada FY 2017. Kinerja tahunan ini masih menunjukkan penguatan. Isu resesi ekonomi AS tampaknya belum terkonfirmasi walaupun ada perlambatan pertumbuhan ekonomi dalam 2 triwulan terakhir.



     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

     

     

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

     

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Jumat-1-Maret-2019.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Kamis 28 Februari 2019

    Sebagian besar indeks futures bursa Asia tercatat ‘merah’ indikasi indeks di bursa Asia akan terkoreksi tetapi harga minyak mentah pagi ini dibuka naik yang bisa membuat arah indeks menjadi positif. Mata uang kuat Asia yen, HK dolar dan Sin dolar kompak dibuka menguat terhadap USDolar pagi ini yang bisa menjadi sentimen penguatan rupiah hari ini menuju kisaran antara  Rp.14.000  s.d Rp.14.010 per USD  (kurs tengah Bloomberg).

     

    Ada potensi perebutan dana antara perbankan dengan fintech P2P seiring dengan imbal hasil pemberi pinjaman pada fintech tercatat rata-rata di kisaran 16%-23% per tahun. Tawaran mengiurkan ini membuat jumlah lender terus meningkat. Ketua AFPI memperkirakan jumlah lender akan naik 50%. Per 2018, jumlah rekening lender tercatat sebanyak 207.506 dengan kredit yang disalurkan sebesar Rp.22,67 triliun, dan NPL sebesar 1,45%, melonjak dibandingkan posisi tahun 2017 dengan jumlah rekening 100.940, penyaluran kredit sebesar Rp.2,56 triliun dan NPL 0,99%.

     

    The NBS manufacturing PMI China berlanjut turun/kontraksi menjadi 49,2 pada Februari 2019, sedangkan PMI untuk non manufaktur tercatat melambat menjadi 54,3 pada Februari. Kontraksi dan perlambatan PMI indikasi perlambatan ekonomi China. Tahun 2019, Bank Dunia perkirakan ekonomi tumbuh 6,2% yoy.



     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

     

     

     

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

     

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Kamis-28-Februari-2019.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Rabu 27 Februari 2019

     

    Indeks futures bursa Asia tercatat bervariasi, indikasi indeks di bursa Asia akan bergerak ‘mixed’ hari ini dengan kecenderungan naik terbantu harga minyak yang dibuka naik pagi ini.. Mata uang kuat Asia HK dolar dan Sin dolar dibuka melemah terhadap USDolar pagi ini yang bisa menjadi sentimen pelemahan rupiah hari ini menuju kisaran antara  Rp.14.000  s.d Rp.14.010 per USD  (kurs tengah Bloomberg).

     

    Lelang SBN selama bulan Februari 2019 mencatatkan oversubscribed. Terdapat 6 lelang selama Februari tersebut termasuk lelang untuk obligasi sukuk global pada 22 Februari lalu yang mencatatkan penawaran sebesar US6,6 miliar dengan serapan sebesar US$2 miliar. Oversubscribed ini bisa membuat turun kupon dan imbal hasil obligasi pemerintah.

     

    OECD peringatkan korporasi non bank global untuk tidak menambah utang dalam beberapa tahun mendatang mengingat akan ada utang senilai US$4 triliun yang akan jatuh tempo dalam 3 tahun mendatang. Total utang korporasi non bank di tahun 2018 tercatat sebesar US$13 triliun. Kuliatas obligai juga turun, tercatat 54% dari total obligasi korporasi non bank global masuk kategori non investment grade ‘junk’. OECD menilai ada penumpukan pelunasan yang bisa menghambat pertumbuhan  ekonomi global.

     



     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

     

     

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

     

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Rabu-27Februari-2019.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Selasa 26 Februari 2019

    Sebagian besar indeks futures bursa Asia tercatat hijau, indikasi indeks di bursa Asia bergerak naik terbawa sentimen positif naiknya indeks di bursa global walaupun harga minyak mentah pagi ini dibuka turun dibandingkan pembukaan kemarin. Mata uang kuat Asia yen dan Sin dolar dibuka menguat terhadap USDolar pagi ini yang bisa menjadi sentimen penguatan rupiah hari ini menuju kisaran antara  Rp.14.000  s.d Rp.14.010 per USD  (kurs tengah Bloomberg).

     

    Pefindo mencatat per 18 Februari terdapat 27 korporasi yang akan menerbitkan surat utang di tahun 2019 ini senilai Rp.28,1 triliun. Dari jumlah tersebut didominasi oleh sektor industri keuangan. Di sisi lain, pemerintah berencana terbitkan senilai  (gross) Rp.833,94 triliun. Ada potensi perebutan dana yang meningkat antara korporasi dan pemerintah yang bisa menimbulkan kompetisi kupon dan imbal hasil.

     

    Data ekonomi AS yang diumumkan kemarin masih menunjukkan penguatan. Inventori pada pedagang besar naik 1,1% mom pada Januari 2019 – tertinggi sejak Oktober 2013. Naiknya inventori ini sebagai indikasi antisipasi pelaku usaha terhadap potensi kenaikan permintaan. Data lainnya the Fed Dallas mencatat aktivitas usaha di sektor manufaktur yang naik. Namun LEI bulan Janauri 2019 mulai melambat. LEI menjadi indikator potensi ekonomi AS pada 6 bulan mendatang.



     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

     

     

     

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

     

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Selasa-26-Februari-2019.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Senin 25 Februari 2019

    Sebagian besar indeks futures bursa Asia tercatat hijau, indikasi indeks di bursa Asia bergerak naik terbawa sentimen positif naiknya indeks di bursa global ditambah dengan  sentimen positif potensi kesepakatan dagang AS-China  dan harga minyak mentah yang dibuka naik pagi ini. Mata uang kuat Asia HK dolar dan Sin dolar dibuka menguat terhadap USDolar pagi ini yang bisa menjadi sentimen penguatan rupiah hari ini menuju kisaran antara  Rp.14.000  s.d Rp.14.050 per USD  (kurs tengah Bloomberg).

     

    IMF perkirakan ekonomi Indonesia akan mencapai peringkat ke-6 pada tahun 2023 dengan pertimbangan ekonomi Indonesia akan tumbuh 5,4% yoy dalam empat tahun ke depan dengan pendapatan per kapita sebesar US$5.120. Pada tahun 2000, ekonomi Indonesia tercatat di peringkat ke-13, dan di tahun 2015 mencapai peringkat ke-7. Sementara data tradingeconomics.com mencatat pada Q4-2018 tercatat pada peringkat ke-8. Peringkat pertama dicapai oleh Vietnam, dengan pertumbuhan ekonomi sebesar 7,31% yoy.

     

    Presiden Trump sinyalkan potensi kesepakatan dagang AS-China dan menunda penerapan kenaikan tarif 25% pada barang-barang impor dari China senilai US$200 miliar. China sepakati membeli barang-barang AS senilai US$1,2 triliun. Kesepakatan ini membuat sentimen positif dan mengurangi ketidakpastian.



     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

     

     

     

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

     

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Senin-25-Februari-2019.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Jumat 22 Februari 2019

    Sebagian besar indeks futures bursa Asia terlihat ‘merah’, indikasi ada potensi koreksi indeks di bursa Asia hari ini ditambah sentimen negatif  dari bursa AS yang semalam kompak turun dan harga miyak mentah yang dibuka turun pagi ini. Mata uang kuat Asia yen dan Sin dolar dibuka melemah terhadap USDolar pagi ini  yang bisa menjadi sentimen pelemaha Rupiah hari ini menuju kisaran antara  Rp.14.080  s.d Rp.14.100 per USD  (kurs tengah Bloomberg).

     

    RDG BI kemarin memutuskan suku bunga acuan 7DRR tetap 6%. Keputusan tetap ini seiring dengan focus BI untuk menstabilkan neraca eksternal untuk pengendalian defisit transaksi berjalan dalam batas yang aman. BI telah menaikkan suku bunganya sebesar 175 bps sejak Mei hingga Desember 2018 lalu. Namun demikian suku bunga kredit perbankan belum naik secara signifikan, bahkan untuk suku bunga kredit konsumsi turun 0,67% pada Desember 2018 dibandingkan Mei 2018 sebagai indikasi fokus bank yang cenderung memperbesar kredit konsumsi.

     

    The IHS Markit US Manufacturing PMI turun menjadi 53,7 pada Februari 2019 dari 54,9 pada Januari 2019, sedangkan untuk ‘composite index’ tercatat naik menjadi 55,8 pada Februari dari 54,4 pada Januari karena kenaikan pada sektor jasa-jasa. Indeks PMI masih diatas level 50 yang menunjukkan masih ekspansi.



     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

     

     

     

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

     

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Jumat-22-Februari-2019.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Kamis 21 Februari 2019

    Ada potensi indeks di bursa Asia akan bergerak ‘mixed’ terlihat dari indeks futuresnya yang bervariasi tetapi dengan kecenderungan naik terbantu sentimen naiknya indeks di bursa global semalam dan harga minyak menth yang dibuka naik pagi ini. Mata uang kuat Asia yen HK dolar, dan Sin dolar dibuka menguat terhadap USDolar pagi ini  yang bisa menjadi sentimen penguatan Rupiah hari ini menuju kisaran antara  Rp.14.000  s.d Rp.14.040 per USD  (kurs tengah Bloomberg).

     

    Defisit APBN 2019 pada bulan Januari 2019 tercatat sebesar Rp.45,8 triliun – membesar dibandingkan defisit pada Janauri 2018 yang sebesar 37,7 triliun. Membesarnya defisit ini karena penerimaan Negara hanya naik dari Rp.101,7 triliun pada Januari 2018 menjadi Rp.108,1 triliun pada Janauri 2019. Kenaikan yang tertahan ini karena menguatnya rupiah dan turunnya harga minyak mentah dibandingkan asumsi APBN 2019. Sedangkan di sisi belanja Negara tercatat meningkat dari Rp.139,4 triliun pada Janauri 2018 menjadi Rp.153,8 triliun pada Januari 2019.

     

    Minutes meeting the Fed pada 29-30 Januari 2019 lalu mencatat suku bunga the Fed (FFR) sudah mencapai tingkat netral yang artinya the Fed tidak akan menaikkan FFR tahun ini atau tetap pada 2,25%-2,5%.  Indeks saham naik dan imbal hasil TB AS tenor 2 tahun turun.



     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

     

     

     

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

     

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Kamis-21-Februari-2019.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Rabu 20 Februari 2019

     

    Sebagian besar indeks futures bursa Asia tercatat hijau, indikasi potensi naiknya indeks di bursa Asia hari ini terbantu sentimen naiknya indeks di bursa AS semalam walaupun harga minyak mentah yang dibuka turun pagi ini. Mata uang kuat Asia yen dan HK dolar dibuka melemah terhadap USDolar pagi ini yang bisa menjadi sentimen melemahnya rupiah.  Rupiah berpotensi melemah hari ini menuju kisaran antara  Rp.14.110  s.d Rp.14.120 per USD  (kurs tengah Bloomberg).

     

    Pefindo perkirakan penerbitan surat utang korporasi tahun ini mencapai Rp135,2 triliun, hanya naik Rp.2,8 triliun dari realisasi tahun 2018 yang sebesar Rp.132,4 triliun. Tahun ini ada sekitar Rp.111 triliun yang akan jatuh tempo. Kenaikan penerbitan utang korporasi ini diperkirakan terbatas seiring dengan sentimen  eksternal dan isu perebutan likuiditas. Tahun 2019 ini Pemerintah menargetkan penerbitan utang senilai Rp.833,94 triliun (gross) dengan penerbitan secara domestik mencapai 78,4% dari total.

     

    Presiden Trump sinyalkan pembicaraan dagang antara AS-China berjalan baik. Investor berharap Presiden Trump dan Presiden Xi akan bertemu bulan depan untuk setujui kesepakatan. Kamis-Jumat ini Wakil Perdana Menteri China akan mengunjungi Washington DC  untuk kelanjutan pembahasan ini.

     



     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

     

     

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

     

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Rabu-20-Februari-2019.pdf