Samuel Aset Manajemen

Blog

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Selasa 18 Juni 2019

    Indeks futures bursa Asia tercatat bervariasi dengan kecenderungan naik terbawa sentimen kenaikan sebagian besar indeks di bursa global semalam walaupun harga minyak mentah dibuka turun pagi ini. Mata uang kuat Asia yen, HK dolar, dan Sin dolar dibuka menguatlemah pagi ini yang bisa menjadi sentimen penguatan rupiah, kemugkinan menuju kisaran antara  Rp.14.320  s.d Rp.14.330 per USD  (kurs tengah Bloomberg).

    BI kemungkinan masih akan pertahankan suku bunga pada RDG 19-20 Juni ini. Sinyal tersebut secara implisit disampaikan oleh Gubernur BI  walaupun BI juga melihat ada ruang untuk BI turunkan suku bunganya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Namun saat ini tampaknya ketidakpastian global masih cukup tinggi ditambah potensi defisit transaksi berjalan di Q2-2019 yang membesar dan kemungkinan neraca pembayaran  pada Q2-2019 akan defisit yang terindikasi dengan cadangan devisa yang turun sebesar US$4,2 miliar pada April dan Mei 2019.

    FOMC the Fed 18-19 Juni ini tampaknya masih akan pertahankan suku bunganya, namun pasar merespon positif pertemuan tersebut. Indeks Dow naik 11,85% ytd pada perdagangan semalam. Data-data AS yang melambat tampaknya menjadi peluang the Fed bisa turunkan suku bunganya lebih awal.

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id Ulasan-Ekonomi-Harian-Selasa-18-Juni-2019.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Senin 17 Juni 2019

    Ada potensi indeks di bursa Asia akan terkoreksi hari ini, terlihat dari sebagian besar indeks futures bursa Asia tercatat ‘merah’ ditambah hampir semua indeks di bursa global tercatat turun pada akhir pekan lalu. Sementara harga minyak mentah dibuka naik pagi ini. Mata uang kuat Asia yen dan HK dolar, dibuka melemah pagi ini yang bisa menjadi sentimen pelemahan rupiah, kemugkinan menuju kisaran antara  Rp.14.330  s.d Rp.14.350 per USD  (kurs tengah Bloomberg).

    ULN Indonesia per Mei 2019 tercatat sebesar US$387,6 miliar. Posisi ini turun 0,05% mom tetapi masih naik 7,85% yoy. Kenaikan ini terutama berasal dari kenaikan ULN Swasta yang naik 1,64% mom atau 12,8% yoy, sementara ULN Pemerintah turun 1,7% mom walaupun masih naik 3,1% yoy. Posisi ULN tersebut tercatat sebesar 36,88% dari PDB, naik dari 36,23% pada posisi akhir Desember 2018. Walaupun naik tetapi rasio ini masih relatif aman, terkonfirmasi dengan naiknya peringkat ULN Indonesia oleh S&P pada 31 Mei 2019.

    China industrial production index dan ‘fixed-asset investment’ menunjukkan perlambatan. Untuk industrial index tercatat melambat terendah sejak 2002. Hampir semua pasar global merespon negatif penurunan data China tersebut pada akhir pekan lalu.

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id Ulasan-Ekonomi-Harian-Senin-17-Juni-2019.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Kamis 14 Juni 2019

    Indeks futures bursa Asia tercatat bervariasi, indikasi indeks di bursa Asia akan bergerak mixed hari ini namun cenderung naik terbawa sentimen naiknya indeks di semua bursa global utama semalam walaupun harga minyak mentah dibuka bervariasi pagi ini. Mata uang kuat Asia yen, dan Sin dolar dibuka menguat pagi ini yang bisa menjadi sentimen penguatan rupiah, kemugkinan menuju kisaran antara  Rp.14.250  s.d Rp.14.280 per USD  (kurs tengah Bloomberg).

     

    Posisi cadev pada Mei 2019 tercatat sebesar US$120,3 miliar, turun dari posisi April sebesar US$124,3 miliar. Penurunan ini karena pembayaran utang laur negeri pemerntah dan berkurangnya penempatan valas perbankan di Bank Indonesia sebagai antisipasi meningkatnya kebutuhan valas perbankan terkait faktor musiman siklus pembayaran devisa perusahaan asing. Kemungkinan posisi cadev Juni masih akan turun kecuali dana asing masuk cukup besar mengimbangi permintaan tersebut. Potensi penurunan ini akan membuat neraca pembayaran pada Q2-2019 akan defisit.

     

    Jobless claims di AS untuk minggu yang berakhir pada 8 Juni 2019 lalu tercatat naik menjadi 222.000. Angka tersebut merupakan yang tertinggi sejak 4 Mei 2019 lalu. Kenaikan ini direspon positif pasar yang memperkuat ekspektasi kemungkinan the Fed turunkan suku bunganya lebih awal.



     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

     

     

    Regards,

     

    Lana Soelistianingsih

    Director

    Chief Economist and Head of Research

     

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

     

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Jumat-14-Juni-2019.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Kamis 13 Juni 2019

    Ada potensi indeks di bursa Asia akan turun hari ini terlihat dari indeks futuresnya yang hamper semuanya ‘merah’, ditambah sentimen turunnya indeks di hampir semua bursa global semalam dan harga minyak mentah juga dibuka turun pagi ini. Mata uang kuat Asia yen, HK dolar, dan Sin dolar dibuka kompak menguat terhadap USDolar pagi ini yang bisa menjadi sentimen penguatan rupiah menuju kisaran antara  Rp.14.220  s.d Rp.14.240 per USD  (kurs tengah Bloomberg).

    Keyakinan konsumen (IKK) pada Mei 2019 tercatat 128,2, relatif flat dibandingkan April 2019 yang sebesar 128,1 ditengah faktor musiman pada Mei tersebut. Pembentuk IKK yaitu IKE masih tercatat naik, tetapi untuk ekspektasi ekonomi 6 bulan mendatang (IEK) tercatat turun terutama terkait dengan ekspektasi penghasilan dan kegiatan dunia usaha. Kosumen juga perkirakan harga akan naik pada 6 bulan mendatang. Namun kondisi ini relatif normal sesuai siklusnya.

    Protes warga Hong Kong terhadap RUU Ekstradisi kemarin berakhir ricuh. Protes ini juga didukung oleh 100 pelaku usaha yang akan menutup usahanya sebagai tanda solidaritas. Kericuhan di Hong Kong ini membuat sentimen negatif di pasar saham Asia kemarin, namun kemungkinan respon ini temporer.

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Ekonom/Kepala Riset

    PT Samuel Aset Manajemen

    021-28548828 Ulasan-Ekonomi-Harian-Kamis-13-Juni-2019.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Rabu 12 Juni 2019

    Ada indikasi indeks di bursa Asia akan turun hari ini terlihat dari indeks futuresnya yang sebagian besar ‘merah’ ditambah sentimen turunnya indeks di bursa global utama semalam dan harga minyak mentah dibuka turun pagi ini. Mata uang kuat Asia HK dolar dan Sin dolar dibuka menguat terhadap USDolar  pagi ini, kemungkinan membantu sentimen penguatan rupiah menuju kisaran Rp.14.200 s.d Rp.14.230 per USD (kurs tengah Bloomberg).

    Presiden Jokowi meminta dunia usaha agar isu perang dagang AS-China ini bisa menjadi peluang untuk menembus pasar AS menggantikan porsi barang-barang impor China seperti furniture, sepatu, tekstil. Untuk itu Preisden mengirim misi dagang khusus untuk berangkat ke AS. Di sisi impor, Presiden akan menggalakan penggunaan produk dalam negeri. Sementara untuk investasi akan disiapkan insentif khusus dan membangun industri substitusi impor. Perang dagang AS-China ini menjadi risiko global utama. Bank Dunia memangkas prouyeksi pertumbuhan ekonomi global 2019 dari 2,9% menjadi 2,6%.

    The IBD/TIPP Economic Optimism Index untuk Juni 2019 turun menjadi 53,2 dari 58,6 pada Mei lalu. Begitupun untuk prospek ekonomi 6 bulan mendatang juga turun. Ekspektasi melambatnya ekonomi AS ini menjadi peluang semakin besarnya the Fed menurunkan suku bunganya, kemungkinan pada pertemuan September.

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828Ulasan-Ekonomi-Harian-Rabu-12-Juni-2019.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Selasa 11 Juni 2019

    Hampir semua indeks futures bursa Asia tercatat ‘hijau’ sebagai indikasi potensi naiknya indeks di bursa Asia hari ini ditambah sentimen positif dari indeks di bursa global semalam walaupun harga minyak mentah dibuka bervariasi pagi ini. Mata uang kuat Asia yen, HK dolar  dan Sin dolar dibuka menguat terhadap USDolar  pagi ini, kemungkinan membantu sentimen penguatan rupiah menuju kisaran Rp.14.200 s.d Rp.14.250 per USD (kurs tengah Bloomberg).

    Inflasi pada Mei 2019 tercatat 0,68% mom atau 3,32% yoy. Dibandingkan inflasi bulan Ramadhan sebelumnya, inflasi bulan Ramadhan ini relatif normal. Kenaikan tertinggi masih pada bahan makanan. Sedangkan inflasi inti tumbuh cukup rendah 0,27% mom di tengah faktor musiman yang mestinya membuat permintaan non makanan meningkat. Secara kumulatif Januari s.d Mei 2019 tercatat 1,48% ytd. Kami perkirakan inflasi 2019 masih disekitar 3,19% yoy.

    Presiden Trump kembali mengancam China dengan kenaikan tarif jika Presiden XI tidak mau melakukan pertemuan bilateral dengan AS pada pertemuan G20 di Osaka, Jepang pada 28-29 Juni mendatang. Sebelumnya AS dan Meksiko telah melakukan kesepakatan terkait imigrasi dan perdagangan. Konflik dagang AS-China masih berlanjut. Di tengah ketidakpastian ini China terus membeli emas, mata uang yuan melemah dan impor turun tajam.

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828Ulasan-Ekonomi-Harian-Selasa-11-Juni-2019.pdf

  • SAM-Ulasan-Ekonomi-Harian-Kamis-31-Mei-2019

    Sebagian besar indeks futures bursa Asia tercatat ‘hijau’, indikasi indeks di bursa Asia akan naik hari ini mengikuti kenaikan indeks pada hampir semua bursa global semalam walaupun harga minyak mentah dibuka bervariasi pagi ini. Mata uang kuat Asia yen, dan Sin dolar dibuka menguat pagi ini yang bisa menjadi sentimen penguatan rupiah, kemugkinan menuju kisaran antara  Rp.14.390  s.d Rp.14.410 per USD  (kurs tengah Bloomberg) dengan tetap dalam penjagaan BI.

    Ekonomi Lebaran tahun 2019 telah dimulai sejak Rabu lalu ketika arus mudik mulai menunjukkan peningkatan. Menteri Perhubungan memperkirakan jumlah pemudik nasional tahun 2019 ini mencapai 23 juta orang, naik dari 21,6 juta di tahun 2018, dan 20 juta di tahun 2017. Pengguna moda darat meningkat tajam, sedangkan pengguna moda udara turun tajam karena naiknya harga tiket pesawat. Ritual mudik ini bisa menjadi momentum terbaik pertumbuhan ekonomi daerah.

    Pertumbuhan ekonomi AS pada Q1-2019 direvisi turun menjadi 3,1% yoy dari perkiraan sebelumnya 3,2% yoy. Realisasi ini lebih tinggi dibandingkan Q4-2018 yang sebesar 2,2% yoy, tetapi melambat dibandingkan Q1-2018 yang sebesar 4,2% yoy. Kemungkinan ekonomi AS akan melambat ke depannya seiring dengan naiknya tensi perang dagang AS-China.

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id Ulasan-Ekonomi-Harian-Jumat-31-Mei-2019.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Senin 29 Mei 2019

    Ada kecenderungan indeks di bursa Asia akan terkoreksi hari ini walaupun indeks futures bursa Asia tercatat bervariasi terbawa  sentimen negatif dari turunnya indeks di bursa global semalam ditambah harga minyak mentah yang dibuka  turun pagi ini. Mata uang kuat Asia yen dan Sin dolar dibuka menguat terhadap USDolar  pagi ini, yang bisa menjadi sentimen penguatan rupiah di tengah aktivitas pasar  rupiah yang mulai turun karena cuti bersama yang cukup panjang, menuju kisaran Rp.14.350 s.d Rp.14.370 per USD (kurs tengah Bloomberg).

    Pemerintah ajukan asumsi-asumsi RAPBN 2020. Diantara asumsi yang disampaikan tampaknya asumsi pertumbuhan ekonomi merupakan tantangan yang cukup berat. Di sepanjang periode Presiden Joko Widodo ke-1 antara 2014-2019, ekonomi tumbuh di kisaran 4,8% s.d 5,15%. Pemerintah asumsikan pertumbuhan ekonomi 2020 antara 5,3%-5,6%, yang pencapaiannya tampaknya masih sangat berat dengan potensi melambatnya pertumbuhan ekonomi global.

    Notulensi the Fed untuk FOMC 30 April-1 Mei lalu diumumkan kemarin mencatat the Fed akan pertahankan kebijakan ‘patient approach’ dengan suku bunga di 2,25%-2,5% untuk sementara waktu kendati ada kenaikan pertumbuhan ekonomi global dan naiknya inflasi. Artinya kemungkinan kecil the Fed naikkan suku bunganya.  Bahkan ada kemungkinan the Fed justru turunkan suku bunganya pada pertemuan Desember 2019 ini.

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828Ulasan-Ekonomi-Harian-Rabu-29-Mei-2019.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Senin 28 Mei 2019

    Ada potensi indeks di bursa Asia akan naik hari ini terlihat dari indeks futuresnya yang sebagian besar ‘hijau’, ditambah sentimen positif dari indeks di bursa global yang kompak naik semalam dan harga minyak mentah juga dibuka naik pagi ini. Mata uang kuat Asia yen, dan HK dolar dibuka melemah terhadap USDolar pagi ini yang bisa menjadi sentimen pelemahan rupiah menuju kisaran antara  Rp.14.380  s.d Rp.14.400 per USD  (kurs tengah Bloomberg).

    Kepemilikan asing pada SBN per 24 Mei 2019 sebesar Rp.951 triliun atau naik 6,5% ytd, secara rasio masih sekitar 38% dari total outstanding SBN. Kenaikan posisi asing ini diimbangi dengan naiknya kepemilikan lokal pada SBN ritel. Posisi kepemilikan asing tertinggi mencapai Rp.962,02 triliun pada 9 Mei lalu. Pemerintah berencana menerbitkan SBN gross sebesar Rp.825,7 triliun. Rencana penerbitan ini akan membuat rasio utang pemerintah terhadap PDB menjadi 30% dari 29,78% tahun 2018.

    Keuntungan perusahaan manufaktur besar di China turun 3,4% yoy pada Jan-April 2019. Dari 41 sektor manufaktur yang disurvei, 14 sektor yang tercatat turun. Pendapatan sektor manufaktur sudah turun sejak November 2018 lalu, dan kemungkinan keuntungan akan semakin turun akibat perang dagang yang kembali datang.

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Ekonom/Kepala Riset

    PT Samuel Aset Manajemen

    021-28548828Ulasan-Ekonomi-Harian-Selasa-28-Mei-2019.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Senin 27 Mei 2019

    Ada potensi indeks di bursa Asia hari ini bergerak ‘mixed’ terlihat dari indeks futures bursa Asia yang bervariasi dengan kecenderungan naik terbawa sentimen indeks di bursa global yang kompak naik akhir pekan lalu dan harga minyak mentah dibuka naik pagi ini. Mata uang kuat Asia yen dan HK dolar dibuka melemah terhadap USDolar pagi ini yang bisa menjadi sentimen pelemahan rupiah hari ini. Setidaknya rupiah masih dalam penjagaan BI di kisaran antara  Rp.14.400  s.d Rp.14.430 per USD  (kurs tengah Bloomberg).

    Ketidakpuasan hasil Pilpres 2019 yang dimumkan KPU pada 21 Mei lalu akhirnya dibawa ke Mahkamah Konstitusi (MK), yang diputuskan pada tanggal 28 Juni mendatang. Hasil Pilpres yang dimumkan KPU lalu membuat ketidakpuasan massa yang berujung pada kerusuhan. Namun demikian kerusuhan tersebut tidak membuat kepanikan pelaku pasar. IHSG turun dan rupiah melemah tetapi tidak tajam. Jika merefleksi pada hasil Pilpres 2014 yang juga diajukan ke MK, mestinya keputusan MK akan diterima dengan baik oleh pihak yang mengajukan sengketa.

    Sentimen global membaik akhir pekan lalu setelah Presiden Trump memberikan pernyataan perang dagang AS-China akan selesai dalam waktu dekat. Indeks di bursa AS kompak naik, harga minyak mentah juga naik termasuk harga jagung juga tercatat rally.

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id Ulasan-Ekonomi-Harian-Senin-27-Mei-2019.pdf