Samuel Aset Manajemen

Blog

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – Kamis 14 Oktober 2021

    Kilas Pasar

     

    Indeks saham di Amerika Serikat ditutup bervariasi cenderung menguat pada Rabu (13/10/2021). Indeks Dow Jones tercatat melemah tipis 0,01% menjadi 34.377,81. Sementara itu S&P 500 menguat sebesar 0,30% menjadi 4.363,80 begitupun Nasdaq yang menguat 0,73% menjadi 14.571,63. Hal yang sama terjadi di Eropa, indeks acuan bergerak menguat dengan Euro Stoxx600 terapresiasi sebesar 0,70% menjadi 460,39 begitupun FTSE yang menguat sebesar 0,16% menjadi 7.141,82.

     

    Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS tercatat pada level Rp 14.217,5. Pada pagi hari ini, perdagangan minyak tercatat menguat dengan minyak WTI meningkat sebesar 0,46% begitupun Brent juga mengalami penguatan 0,26%. Keduanya diperdagangkan pada level US$ 80,81 dan US$ 83,56 per barel.

     

    Indeks acuan Asia tercatat dibuka menguat pada perdagangan pagi hari ini. Indeks Nikkei dibuka meningkat sebesar 1,26% begitupun KOSPI yang meningkat 1,09%. Sementara itu, indeks futures Amerika Serikat pada pagi hari ini tercatat menguat dengan Dow Jones, S&P 500 dan Nasdaq masing-masing meningkat sebesar 0,30%, 0,33% dan 0,44%.

     

    Isu Ekonomi dan Pasar

     

    Hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) yang dilakukan Bank Indonesia (BI) mengindikasikan bahwa kegiatan dunia usaha pada kuartal III-2021 tetap tumbuh positif, meskipun melambat dibandingkan capaian pada kuartal sebelumnya. Ini tercermin dari nilai saldo bersih tertimbang (SBT) sebesar 7,58%, lebih rendah dari 18,98% pada triwulan II-2021. (Investor Daily)

     

    Ekspor Tiongkok di luar dugaan melonjak naik pada September 2021 kendati terjadi masalah pasokan listrik. Tetapi kalangan analis mengingatkan bahwa dampak dari krisis listrik belum terlihat dan akan terus mengganggu pasokan. Data resmi yang dirilis Rabu (13/10) tersebut muncul setelah lonjakan tajam dalam perdagangan di ekonomi terbesar kedua di dunia tersebut pada Agustus 2021. Bea Cukai Tiongkok melaporkan bahwa ekspor naik lebih baik dari perkiraan 28,1% pada sejak awal tahun hingga September. Angka tersebut naik dari 25,6% sepanjang Agustus. Ini adalah rekor bulanan baru nilai ekspor sebesar US$ 305,7 miliar. (Investor Daily)

     

    Dari Amerika, pejabat Federal Reserve secara umum setuju pada bulan lalu bahwa mereka harus mulai mengurangi bantuan darurat terhadap pandemi atau melakukan tapering pada pertengahan November atau pertengahan Desember seiring dengan meningkatnya kekhawatiran atas inflasi. Program ini kemungkinan akan berlangsung hingga pertengahan 2022. Di sisi lain, prospek inflasi dinaikkan dalam waktu dekat setelah diskusi yang kuat, meskipun seluruh pihak terus mengharapkan percepatan inflasi saat ini bersifat “sementara.” Anggota Komite Pasar Terbuka Federal mencatat bahwa kontak mereka umumnya tidak mengharapkan kemacetan akan sepenuhnya diselesaikan sampai tahun depan atau bahkan nanti. (Bloomberg)

     

    Best Regards,

    SAM Investment

     

     

    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—14-Oktober-2021.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – Rabu 13 Oktober 2021

    Kilas Pasar

     

    Indeks saham di Amerika Serikat ditutup melemah pada Selasa (12/10/2021). Indeks Dow Jones tercatat melemah 0,34% menjadi 34.378,34. Sementara itu S&P 500 juga melemah sebesar 0,24% menjadi 4.350,65 begitupun Nasdaq yang melemah 0,14% menjadi 14.465,92. Hal yang sama terjadi di Eropa, indeks acuan bergerak melemah dengan Euro Stoxx600 terdepresiasi sebesar 0,07% menjadi 457,21 begitupun FTSE yang melemah sebesar 0,23% menjadi 7.130,23.

     

    Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS tercatat pada level Rp 14.217,5. Pada pagi hari ini, perdagangan minyak tercatat melemah dengan minyak WTI melemah sebesar 0,24% begitupun Brent juga mengalami pelemahan 0,11%. Meski demikian, keduanya diperdagangkan pada level US$ 80,45 dan US$ 83,11 per barel, meningkat dibandingkan kondisi beberapa minggu sebelumnya.

     

    Indeks acuan Asia tercatat dibuka menguat pada perdagangan pagi hari ini. Indeks Nikkei dibuka meningkat sebesar 0,07% begitupun KOSPI yang meningkat 0,71%. Sementara itu, indeks futures Amerika Serikat pada pagi hari ini tercatat melemah dengan Dow Jones, S&P 500 dan Nasdaq masing-masing melemah sebesar 0,07%, 0,14% dan 0,15%.

     

    Isu Ekonomi dan Pasar

     

    China menghadapi trade-off yang sulit dalam menangani dampak dari Evergrande, kata IMF. Di satu sisi, China berisiko dianggap mundur dari upaya deleveraging ekonominya jika memberikan terlalu banyak dukungan terhadap perusahaan tersebut namun . Dan dukungan terhadap Evergrande juga bisa memicu lebih banyak stres terhadap sistem keuangan. Selain itu, IMF memangkas perkiraan pertumbuhan globalnya menjadi 5,9% dari 6% untuk tahun ini dan menahan perkiraan untuk 2022 di 4,9%. IMF menurunkan perkiraan 2021 untuk AS menjadi 6% dari 7%, terutama karena kendala pasokan. IMF menaikkan prospek kawasan euro menjadi 5%. China akan tumbuh pada tingkat 8% tahun ini dan 5,6% di 2022, keduanya turun 0,1 poin. (Bloomberg)

     

    Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan, realisasi komitmen investasi Rp 92,9 triliun dari para pelaku usaha dan badan usaha di 19 kawasan ekonomi khusus (KEK) hingga saat ini telah mencapai Rp 54,6 triliun atau 58,8%. Realisasi ini meningkat hingga 66,7% dibandingkan posisi hingga Juli 2021 yang baru mencapai Rp 32,76 triliun. (Investor Daily)

     

    Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menurunkan target lelang Surat Utang Negara (SUN) menjadi Rp 8 triliun, dari Rp 12 tri liun. Penurunan target lelang tersebut dilakukan seiring dengan membaiknya realisasi penerimaan negara serta optimalisasi belanja negara dan pembiayaan non utang, sehingga deficit anggaran diprediksi lebih rendah. Sementara total penawaran yang masuk mencapai Rp 50,14 triliun. (Investor Daily)

     

    Best Regards,

    SAM Investment

    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—13-Oktober-2021.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – Selasa 12 Oktober 2021

    Kilas Pasar

     

    Indeks saham di Amerika Serikat ditutup melemah pada Senin (11/10/2021). Indeks Dow Jones tercatat melemah 0,72% menjadi 34.496,06. Sementara itu S&P 500 juga melemah sebesar 0,69% menjadi 4.361,19 begitupun Nasdaq yang melemah 0,64% menjadi 14.486,20. Hal yang berbeda terjadi di Eropa, indeks acuan bergerak menguat dengan Euro Stoxx600 terapresiasi sebesar 0,05% menjadi 457,53 begitupun FTSE yang menguat sebesar 0,72% menjadi 7.146,85.

     

    Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS tercatat pada level Rp 14.207,5. Pada pagi hari ini, perdagangan minyak tercatat melemah dengan minyak WTI melemah sebesar 0,34% begitupun Brent juga mengalami pelemahan 0,37%. Keduanya diperdagangkan pada level US$ 80,25 dan US$ 83,31 per barel.

     

    Indeks acuan Asia tercatat dibuka tidak menunjukkan pergerakan signifikan pada perdagangan pagi hari ini. Indeks Nikkei dibuka melemah sebesar 0,60% begitupun KOSPI melemah 1,17%. Sementara itu, indeks futures Amerika Serikat pada pagi hari ini juga tercatat melemah dengan Dow Jones, S&P 500 dan Nasdaq masing-masing melemah sebesar 0,30%, 0,33% dan 0,35%.

     

    Isu Ekonomi dan Pasar

     

    Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) mengungkapkan, pembangunan berketahanan iklim berpotensi untuk mengurangi kerugian ekonomi akibat perubahan iklim hingga Rp 281,9 triliun dalam jangka waktu 2020 hingga 2024. Deputi Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Alam Kementerian PPN/Bappenas Arifin Rudiyanto dalam seminar daring Pembangunan Berketahanan Iklim Sebagai Upaya Mengurangi Kerugian Ekonomi Akibat Bahaya Iklim mengatakan bahwa potensi ke rugian ekonomi yang ditimbulkan akibat perubahan iklim pada 2020-2024 bisa mencapai Rp 544,9 triliun. Angka itu akan turun menjadi Rp 262,9 triliun bisa dilakukan upaya intervensi ketahanan iklim. (Investor Daily)

     

    Kesenjangan antara dua pusat keuangan utama Asia dalam menangani pandemi semakin lebar. Di Singapura, para pejabat mengambil langkah-langkah untuk berhubungan kembali dengan ekonomi global bahkan ketika pemerintah menghadapi tekanan untuk mendukung penduduk lokal daripada orang asing untuk pekerjaan bergaji tinggi. Hong Kong telah mengambil pendekatan yang berbeda dalam mengikuti pendekatan Covid Zero China yang tidak mentolerir infeksi lokal. Selain itu Singapura juga sedang mempertimbangkan lebih banyak rute perjalanan yang divaksinasi setelah membuka diri ke AS dan mitra dagang utama lainnya, dan ingin bekerja dengan tetangga, termasuk Australia, Selandia Baru, dan Jepang. Thailand telah meluncurkan rencana untuk menghidupkan kembali ekonominya yang bergantung pada pariwisata dengan secara bertahap menghapus karantina wajib bagi pengunjung yang divaksinasi. (Bloomberg)

     

    Melalui tulisan ini, kami kembali menyerukan kepada seluruh mitra investasi SAM untuk selalu menjaga kesehatan, mengikuti semua protokol kesehatan, menjaga jarak sosial dan fisik, serta seoptimal mungkin untuk melakukan aktivitas dari rumah. Semoga kita berhasil.

     

    Best Regards,

    SAM Investment

    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—12-Oktober-2021.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – Senin 11 Oktober 2021

    Kilas Pasar

     

    Indeks saham di Amerika Serikat ditutup melemah pada Jumat (8/10/2021). Indeks Dow Jones tercatat melemah 0,03% menjadi 34.746,25. Sementara itu S&P 500 juga melemah sebesar 0,19% menjadi 4.391,34 begitupun Nasdaq yang melemah 0,51% menjadi 14.579,54. Hal yang sedikit berbeda terjadi di Eropa, indeks acuan bergerak mix dengan Euro Stoxx600 terdepresiasi sebesar 0,28% menjadi 457,29 sedangkan FTSE menguat sebesar 0,25% menjadi 7.095,55.

     

    Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS tercatat pada level Rp 14.222,5. Pada pagi hari ini, perdagangan minyak tercatat menguat dengan minyak WTI meningkat sebesar 0,92% begitupun Brent juga mengalami penguatan 0,50%. Keduanya diperdagangkan pada level US$ 80,08 dan US$ 82,95 per barel.

     

    Indeks acuan Asia tercatat dibuka tidak menunjukkan pergerakan signifikan pada perdagangan pagi hari ini. Indeks Nikkei dibuka menguat tipis  sebesar 0,03% sedangkan KOSPI melemah 0,01%. Sementara itu, indeks futures Amerika Serikat pada pagi hari ini tercatat melemah dengan Dow Jones, S&P 500 dan Nasdaq masing-masing melemah sebesar 0,41%, 0,47% dan 0,54%.

     

    Isu Ekonomi dan Pasar

     

    India berlomba untuk menyelesaikan pakta perdagangan bilateral pada akhir Maret, yang didorong oleh kebutuhan ekonomi. Salah satu calon investor yang mungkin menghadapi hambatan adalah Elon Musk. Menteri Transportasi India mengatakan dia meminta Tesla untuk menghindari penjualan mobil buatan China di India menjelang masuknya produsen kendaraan listrik ke pasar. Menteri mengatakan Tesla harus “membuat mobil di India, menjual di India dan mengekspor dari India.” (Bloomberg)

     

    Pemerintah Tiongkok pada Sabtu (9/10) menekan Amerika Serikat (AS) untuk membatalkan kebijakan tarif. Hal ini disampaikan dalam pembicaraan antara para pejabat tinggi perdagangan, yang dilihat AS sebagai ujian keterlibatan bilateral antara negara-negara dengan kekuatan ekonomi terbesar di dunia. (Investor Daily)

     

    Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia telah melakukan kunjungan kerja ke Frankfurt, Jerman, untuk menindaklanjuti rencana investasi BASF di bidang industri smelter/pemurnian hidrometalurgi nikel dan kobalt yang menghasilkan produk bahan baku baterai kendaraan listrik. Menurut rencana, BASF akan menggandeng Eramet, perusahaan pertambangan asal Prancis, untuk melakukan investasi kompleks pengolahan nikel-kobalt bagi keperluan pengembangan kendaraan listrik. Proyek tersebut mencakup pembangunan pabrik high-pressure acid leaching (HPAL) dan base metal refinery (BMR). (Investor Daily)

     

    Melalui tulisan ini, kami kembali menyerukan kepada seluruh mitra investasi SAM untuk selalu menjaga kesehatan, mengikuti semua protokol kesehatan, menjaga jarak sosial dan fisik, serta seoptimal mungkin untuk melakukan aktivitas dari rumah. Semoga kita berhasil.

     

    Best Regards,

    SAM Investment

    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—11-Oktober-2021.pdf

  • Buletin Triwulan – Oktober 2021 : Greenflation ?⚡ Krisis Energi Global

    Buletin Triwulan – Oktober 2021 : Greenflation ?⚡ Krisis Energi Global

    Ulasan Pasar Global
    Ulasan lengkap unduh file .pdf

    Indeks saham negara berkembang kembali memimpin penguatan.

    • Pasar saham global mengalami penguatan sejak awal tahun hingga bulan September 2021 dan relatif hanya sedikit indeks saham yang mencatatkan hasil negatif sepanjang tahun berjalan 2021. Indeks saham Rusia (MOEX) mencatatkan kenaikan tertinggi, sementara indeks saham Hong Kong (Hang Seng) mencatatkan penurunan terbesar.
    • Indeks saham negara-negara berkembang mulai memimpin penguatan dalam beberapa minggu terakhir. Indeks saham Rusia (MOEX), India (SENSEX), Mexico (S&P/BMV), dan Taiwan (TWSE) memimpin penguatan.
    • Indeks saham negara-negara maju juga tetap mencatatkan hasil yang positif, dipimpin oleh indeks saham Swedia (OMX Stockholm), diikuti oleh Denmark (OMX Copenhagen), Amerika Serikat (S&P 500), Eropa (STOXX 600), Jerman (DAX), Inggris (FTSE 100), dan Jepang (Nikkei 225). §Sektor Energi dan Finansial cenderung menjadi sektor yang berkinerja lebih unggul dari sektor lainnya di setiap kawasan secara global sejak awal tahun. Di sisi lain, sektor-sektor yang berkaitan dengan Teknologi juga masih cenderung menguat. Sementara sektor-sektor yang cenderung defensif (Konsumsi, Kesehatan, dan Utilitas) memiliki kinerja yang relatif tertinggal dibandingkan indeks acuannya.
    • Pasar saham global mengalami koreksi dari level tertingginya pada Triwulan-III 2021. Koreksi ini terbilang masih sehat mengingat pasar saham global telah reli sejak awal tahun. Ada pun beberapa sentimen negatif yang turut menyebabkan pasar saham global terkoreksi dalam 1-2 bulan terakhir antara lain: 1) adanya kekhawatiran mengenai sektor properti di China berkaitan dengan potensi gagal bayar utang beberapa emiten properti; 2) pasar mencermati timing the Fed untuk memulai tapering atau pengurangan jumlah stimulus.

    Rotasi kembali ke value stocks

    • Kami meyakini skenario yang paling mungkin terjadi adalah middle-ground scenario, di mana harga komoditas masih akan cenderung naik secara lebih stabil. Sementara dari sisi imbal hasil obligasi pemerintah AS akan cenderung flat-naik terbatas, sehingga barbell strategy dapat menjadi pilihan yang ideal.
    • Data historis kinerja value & growth pada Triwulan-IV menunjukkan probabilitas value stocks cenderung berkinerja lebih baik. Value stocks mencatatkan hasil positif sebanyak 9 dari 10  tahun terakhir dengan rerata imbal hasil 5,24% di Triwulan-IV. Sementara growth stocks mencatatkan hasil positif sebanyak 8 dari 10  tahun terakhir dengan rerata imbal hasil 4,30% di Triwulan-IV.
    • Indeks saham US Small Caps biasanya dapat menjadi indikator fase siklus pasar saat ini. Hal ini dikarenakan saham small caps sangat sensitif pergerakannya dengan arah ekspektasi pertumbuhan ekonomi. Per saat ini kami melihat pola yang mirip pada setiap early cycle (misal pada tahun 2003-2004 & 2009-2010) kembali terulang pada tahun 2020-2021. Pola seperti ini biasanya adalah masa transisi menuju mid-cycle.

    Laporan Khusus: Greenflation – Krisis Energi Global

    Kelangkaan energi dunia akibat rendahnya pasokan di tengah pemulihan ekonomi

    • Dalam beberapa waktu terakhir, dunia menghadapi krisis energi akibat tidak berimbangnya permintaan dan penawaran berbagai komoditas energi utama, seperti minyak mentah, gas alam, dan batu bara. §Pemulihan ekonomi dunia secara bertahap dan berkelanjutan membuat permintaan energi cukup tinggi dengan mengikuti pola huruf V, sementara pasokan energi tidak dapat bertambah dalam waktu cepat (mengikuti pola huruf U). Hal ini membuat persediaan energi, seperti minyak, sangat terbatas (Grafik 16).
    • Krisis energi ini terutama sekali sedang dihadapi oleh negara-negara di Eropa yang sangat bergantung pada Rusia untuk memenuhi kebutuhan gas alamnya, seiring dengan terus menurunnya produksi gas alam di Eropa.

    Faktor lingkungan mewarnai enggannya pelaku industri menambah belanja modal

    • isi penawaran tidak dapat mengimbangi besarnya permintaan seiring dengan minimnya belanja modal perusahaan eksplorasi energi. Selain pendirian konservatif yang mereka ambil, faktor transisi energi juga memainkan peranan penting. Berkurangnya kontribusi energi non-terbarukan dalam bauran energi serta lebih terbatasnya pendanaan investasi energi non-terbarukan adalah dua dari beberapa faktor kunci.
    • Fenomena ini dijuluki sebagai greenflation, yaitu naiknya harga-harga komoditas energi akibat kenaikan permintaan namun pasokan tidak memadai karena isu lingkungan.
    • Hal ini perlu kita pantau bersama karena energi merupakan kebutuhan dasar peradaban manusia. Transisi energi menuju energi baru dan terbarukan (EBT) perlu dilakukan secara saksama untuk meminimalkan disrupsi ekonomi.

    Baca Ulasan Pasar Triwulan IV 2021 Oktober selengkapnya.

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – Jumat 8 Oktober 2021

    Kilas Pasar

     

    Indeks saham di Amerika Serikat Kembali menguat pada hari perdagangan Kamis (7/10) kemarin. Indeks Dow Jones tumbuh sebesar 0.98% dan S&P 500 ditutup menguat 0.83%. Sementara itu, Nasdaq tumbuh sebesar 1.05%.

     

    Dari Eropa, indeks acuan Euro Stoxx tercatat menguat sebesar 1.6% dan FTSE tumbuh sebesar 1.17%. Dari dalam negeri, IHSG ditutup melemah 0.01% pada hari perdagangan kemarin.

     

    Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS tercatat menguat pada level Rp 14.216. Dari komoditas, minyak Brent tercatat menguat 0.07% diperdagangkan pada level US$ 82.47 per barel. Sementara minyak WTI tumbuh sebesar 0.65%, diperdagangkan pada level US$ 78.81 per barel.

     

    Indeks acuan Asia turut kembali melanjutkan penguatannya pada perdagangan pagi hari ini dengan indeks NIKKEI tumbuh sebesar 1.26%, indeks KOSPI dibuka menguat sebesar 0.6%. Sementara itu, indeks futures Amerika Serikat pada pagi hari ini tercatat menguat dengan Dow Jones, S&P, dan Nasdaq masing-masing terapresiasi sebesar 0.15%, 0.11% dan 0.11%.

     

    Isu Ekonomi dan Pasar

     

    Senat A.S. pada hari Kamis (7/10) memulai prosedur pemungutan suara yang bertujuan untuk meningkatkan batas dalam otoritas pinjaman Departemen Keuangan yang sebesar $28,4 triliun untuk menghilangkan kekhawatiran akan gagal bayar utang yang jatuh tempo dalam waktu kurang dari dua minggu. Perdebatan terjadi berjam-jam, membahas tentang RUU yang akan menaikkan batas utang sebesar $480 miliar yang dirasa cukup untuk menjaga pinjaman dan pengeluaran Departemen Keuangan AS untuk bertahan hingga setidaknya sampai awal Desember. Apabila RUU tersebut berhasil disetujui, maka senat AS akan meningkatkan pagu utang mereka menjadi $28,9 triliun. (Reuters)

     

    Uni Emirat Arab (UEA) telah berkomitmen untuk menanamkan modalnya atau berinvestasi senilai US$10 miliar atau setara Rp142,1 triliun (kurs Rp14.215 per dolar AS) ke Indonesia melalui Sovereign Wealth Fund (SWF) atau Indonesia Investment Autohority (INA). Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengungkapkan bahwa UEA meminta agar modal yang diinvestasikan itu digunakan untuk proyek-proyek infrastruktur dan pariwisata. “Mereka [UEA] akan meminta kita untuk menginvestasikan dana ini ke proyek-proyek infrastruktur, kemudian ke proyek pariwisata salah satunya di Aceh,” kata Staf Ahli I Bidang Peningkatan Daya Saing Penanaman Modal Kementerian Investasi/BKPM Heldy Satrya Putera pada webinar Expo Dubai 2020: Etalase Indonesia di Kancah Dunia secara virtual, Kamis (7/10/2021). (Bisnis)

     

    Melalui tulisan ini, kami kembali menyerukan kepada seluruh mitra investasi SAM untuk selalu menjaga kesehatan, mengikuti semua protokol kesehatan, menjaga jarak sosial dan fisik, serta seoptimal mungkin untuk melakukan aktivitas dari rumah. Semoga kita berhasil.

     

    Best Regards,

    SAM Investment

     

     

    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—8-Oktober-2021.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – Kamis 7 Oktober 2021

    Kilas Pasar

     

    Indeks saham di Amerika Serikat melanjutkan penguatannya pada hari perdagangan Rabu (6/10) kemarin. Indeks Dow Jones tumbuh sebesar 0.3% dan S&P 500 mengikuti dengan ditutup menguat 0.41%. Sementara itu, Nasdaq terapresiasi sebesar 0.47%.

     

    Dari Eropa, indeks acuan Euro Stoxx tercatat melemah sebesar 1.03% dan FTSE terkoreksi sebesar 1.15%. Dari dalam negeri, IHSG ditutup menguat 2.06% pada hari perdagangan kemarin.

     

    Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS tercatat pada level Rp 14.252. Dari komoditas, minyak Brent tercatat menguat 0.15% diperdagangkan pada level US$ 80.9 per barel. Sementara minyak WTI melemah sebesar 0.53%, diperdagangkan pada level US$ 77.03 per barel.

     

    Indeks acuan Asia turut kembali melanjutkan penguatannya pada perdagangan pagi hari ini dengan indeks NIKKEI tumbuh sebesar 0.56%, indeks KOSPI mengikuti dengan mengalami penguatan sebesar 1.04%. Sementara itu, indeks futures Amerika Serikat pada pagi hari ini tercatat menguat dengan Dow Jones, S&P, dan Nasdaq masing-masing terapresiasi sebesar 0.21%, 0.26% dan 0.34%.

     

    Isu Ekonomi dan Pasar

     

    Korea Selatan mencatatkan inflasi dengan kenaikan harga barang hingga 2,5 persen pada September dibandingkan dengan tahun lalu. Capaian tersebut lebih cepat dari yang diperkirakan, memicu pandangan bahwa bank sentral akan menaikkan suku bunga lagi tahun ini. Sebelumnya, para ekonom memprediksi tingkat inflasi akan turun menjadi 2,4 persen dari 2,6 persen pada Agustus. Laporan badan statistika Korea Selatan menggarisbawahi adanya tekanan kenaikan harga seiring dengan pemulihan ekonomi, ditambah dengan harga energi dan pangan yang naik memasuki hari libur Chuseok. Inflasi kini telah melampaui target 2 persen Bank of Korea (BOK) selama 6 bulan berturut-turut, memperkuat kemungkinan akan adanya kenaikan suku bunga. (Bisnis)

     

    Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai stabilitas sistem keuangan masih terjaga selama pandemi. Hal ini terlihat dari pemulihan ekonomi yang terus berjalan, seperti di sektor perbankan. OJK mencatat, kredit perbankan tetap tumbuh walaupun tidak terlalu signifikan. Sampai dengan Agustus 2021, kredit perbankan tumbuh sebesar 1,16% yoy dan 1,91% secara ytd. Tak hanya, itu, perbankan juga mendukung penyaluran kredit untuk produk dan komoditas berorientasi ekspor yang tumbuh sebesar 4.92% ytd, sehingga turut mendorong surplus neraca perdagangan Indonesia. (Kontan)

     

    Melalui tulisan ini, kami kembali menyerukan kepada seluruh mitra investasi SAM untuk selalu menjaga kesehatan, mengikuti semua protokol kesehatan, menjaga jarak sosial dan fisik, serta seoptimal mungkin untuk melakukan aktivitas dari rumah. Semoga kita berhasil.

     

    Best Regards,

    SAM Investment

     

     

    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—7-Oktober-2021.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – Rabu 6 Oktober 2021

    Kilas Pasar

     

    Indeks saham di Amerika Serikat rebound pada hari perdagangan Selasa (5/10) kemarin. Indeks Dow Jones tumbuh sebesar 0.92% dan S&P 500 mengikuti dengan ditutup menguat 1.3%. Sementara itu, Nasdaq terapresiasi sebesar 1.25%.

     

    Dari Eropa, indeks acuan Euro Stoxx tercatat menguat sebesar 1.17% dan FTSE tumbuh sebesar 0.94%. Dari dalam negeri, IHSG ditutup melemah 0.86% pada hari perdagangan kemarin.

     

    Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS tercatat pada level Rp 14.253. Dari komoditas, minyak Brent tercatat melemah 0.06% diperdagangkan pada level US$ 82.66 per barel. Sementara minyak WTI menguat 0.13%, diperdagangkan pada level US$ 79.03 per barel.

     

    Indeks acuan Asia dibuka menguat pada perdagangan pagi hari ini dengan indeks NIKKEI tumbuh sebesar 0.89%, indeks KOSPI mengikuti dengan mengalami penguatan sebesar 0.62%. Sementara itu, indeks futures Amerika Serikat pada pagi hari ini tercatat melemah dengan Dow Jones, S&P, dan Nasdaq masing-masing mengalami penurunan sebesar 0.04%, 0.11% dan 0.08%.

     

    Isu Ekonomi dan Pasar

     

    Bank Indonesia (BI) memperkirakan sistem keuangan pada semester II/2021 akan tetap terjaga stabil meski terdapat sejumlah risiko dari sisi eksternal. Dalam Buku KSK No. 37 yang diterbitkan BI, Selasa (5/10/2021), disebutkan bahwa ketahanan sistem keuangan pada semester II/2021 akan tetap terkendali, terutama ditopang oleh aspek permodalan dan likuiditas perbankan yang memadai. BI menyebut, sejumlah tantangan yang masih berisiko terhadap pemulihan ekonomi dan stabilitas sistem keuangan Indonesia adalah dinamika pandemi Covid-19 dan rencana normalisasi kebijakan moneter the Fed.

     

    Realisasi anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) hingga 1 Oktober 2021 mencapai Rp411,7 triliun dari pagu Rp744,7 triliun. “Terkait dengan anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional, realisasi sampai 1 Oktober adalah 55,3 persen atau Rp411,7 triliun dari pagu Rp744,7 triliun,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto pada konferensi pers virtual, Senin (4/10/2021). Untuk kluster kesehatan, realisasi anggaran per 1 Oktober 2021 sebesar Rp104 triliun. Sayangnya, realisasi ini belum mencapai setengah dari pagu anggaran, atau baru mencapai 48,4 persen dari pagu Rp214,96 triliun. (Bisnis)

     

    Melalui tulisan ini, kami kembali menyerukan kepada seluruh mitra investasi SAM untuk selalu menjaga kesehatan, mengikuti semua protokol kesehatan, menjaga jarak sosial dan fisik, serta seoptimal mungkin untuk melakukan aktivitas dari rumah. Semoga kita berhasil.

     

    Best Regards,

    SAM Investment

     

     

    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—6-Oktober-2021.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – 5 Oktober 2021

    Kilas Pasar

     

    Indeks saham di Amerika Serikat terkoreksi pada hari perdagangan Senin (4/10) kemarin. Indeks Dow Jones melemah sebesar 0.94% sedangkan S&P 500 turut terkoreksi sebesar 1.3%. Sementara itu, Nasdaq melemah sebesar 2.14%.

     

    Dari Eropa, indeks acuan melanjutkan pelemahannya. Euro Stoxx tercatat terkoreksi sebesar 0.47% dan FTSE melemah sebesar 0.23%. Dari dalam negeri, IHSG ditutup menguat 1.83% pada hari perdagangan kemarin.

     

    Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS tercatat menguat pada level Rp 14.266. Dari komoditas, minyak WTI menguat 0.03% diperdagangkan pada US$ 77.62 per barel sedangkan Brent pada US$ 81.3 per barel.

     

    Indeks acuan Asia dibuka melemah pada perdagangan pagi hari ini dengan indeks NIKKEI melemah sebesar 1.4% sedangkan KOSPI melemah sebesar 1%. Sementara itu, indeks futures Amerika Serikat pada pagi hari ini tercatat menguat dengan Dow Jones, S&P, dan Nasdaq masing-masing tumbuh sebesar 0.08%, 0.1% dan 0.22%.

     

    Isu Ekonomi dan Pasar

     

    Harga listrik di Jerman semakin mahal menjelang musim dingin seiring dengan kontrak listrik pada beberapa bulan ke depan naik ke level yang belum pernah dicapai sebelumnya karena suplai gas dan batu bara. Dilansir Bloomberg pada Senin (4/10/2021), harga listrik di pasar harian Jerman pada September mencapai level tertinggi dalam 20 tahun terakhir seiring dengan kenaikan biaya gas, batu bara, dan karbon. Oleh karenanya, harga listrik yang dihasilkan pembangkit bahan bakar fosil semakin mahal. Namun, para pedagang memperkirakan biaya akan meningkat lebih tinggi lagi pada musim dingin ini dengan patokan kontrak gas Belanda melewati level 100 euro pada pekan lalu. Hal ini mendorong perebutan global yang sengit untuk mengamankan pasokan batu bara terus berlanjut. (Bisnis)

     

    Pemerintah berencana untuk membuka Bandara Ngurah Rai Bali untuk internasional pada tanggal 14 Oktober 2021. Namun demikian, kebijakan ini berlaku selama otoritas bandara telah memenuhi ketentuan dan persyaratan mengenai karantina, tes, dan kesiapan satgas. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut B. Pandjaitan menegaskan, setiap penumpang kedatangan internasional harus punya bukti booking hotel untuk karantina mandiri minimal 8 hari dengan biaya sendiri.“Sementara masih kita batasi dari Korea Selatan, China, Jepang, Uni Emirat Arab dan New Zealand,” beber Menko Luhut dalam Konferensi Pers Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), Senin (4/10). (Kontan)

     

    Melalui tulisan ini, kami kembali menyerukan kepada seluruh mitra investasi SAM untuk selalu menjaga kesehatan, mengikuti semua protokol kesehatan, menjaga jarak sosial dan fisik, serta seoptimal mungkin untuk melakukan aktivitas dari rumah. Semoga kita berhasil.

     

    Best Regards,

    SAM Investment

     

     

    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—5-Oktober-2021.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – Senin 4 Oktober 2021

    Kilas Pasar

     

    Indeks saham di Amerika Serikat tercatat ditutup menguat pada hari perdagangan Jumat (1/10) kemarin. Indeks Dow Jones menguat 1.43% diiringi oleh S&P 500 dan NASDAQ yang menguat masing-masing sebesar 1.15% dan 0.82% secara berturut-turut.

     

    Dari Eropa, indeks acuan tercatat kompak melemah. Euro Stoxx tercatat terkoreksi sebesar 0.42% dan FTSE melemah sebesar 0.84%. Dari dalam negeri, IHSG ditutup melemah 0.92% pada hari perdagangan terakhir.

     

    Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS tercatat melemah pada level Rp 14.307. Dari komoditas, minyak WTI melemah sebesar 0.24% diperdagangkan pada US$ 75.7 per barel sedangkan Brent menguat 0.04% diperdagangkan pada US$ 79.16 per barel.

     

    Indeks acuan Asia menguat pada perdagangan pagi hari ini dengan indeks NIKKEI terapresiasi sebesar 0.57% sedangkan ASX 200 menguat sebesar 1.34%. Sementara itu, indeks futures Amerika Serikat pada pagi hari ini tercatat menguat dengan Dow Jones, S&P, dan Nasdaq masing-masing tumbuh sebesar 0.28%, 0.33% dan 0.36%.

     

    Isu Ekonomi dan Pasar

     

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan biaya persiapan dan penyelenggaran Pekan Olahraga Nasional (PON) XX yang sedang berlangsung di Papua sampai 15 Oktober 2021. Sri Mulyani mengungkap bahwa pendanaan PON XX dari persiapan hingga penyelenggaraan telah dibiayai sejak 2018 melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Jika ditotalkan, belanja yang dilakukan untuk PON XX sejak 2018 adalah sebesar Rp10,43 triliun. Secara rinci, bendahara negara memaparkan belanja untuk pembiayaan yang dilakukan pada 2018 adalah sebesar Rp881,5 miliar dari DTI; dan Rp211,2 miliar dari belanja kementerian/lembaga. (Bisnis)

     

    Harga minyak mentah bertahan di atas kisaran US$ 78 per barel pada perdagangan akhir pekan lalu, sedikit di bawah level tertinggi dalam tiga tahun terakhir yang tercetak awal pekan ini. Minyak terangkat ekspektasi bahwa para anggota Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) akan mempertahankan kecepatan dalam meningkatkan pasokan. OPEC dan sekutunya, yang dikenal sebagai OPEC+, akan menggelar pertemuan pada hari Senin (4/10. Kelompok ini perlahan-lahan meningkatkan kembali produksinya setelah melakukan pemangkasan besar-besaran tahun lalu. Sumber mengatakan OPEC+ sedang mempertimbangkan untuk berbuat lebih banyak untuk meningkatkan produksi. (Kontan)

     

    Melalui tulisan ini, kami kembali menyerukan kepada seluruh mitra investasi SAM untuk selalu menjaga kesehatan, mengikuti semua protokol kesehatan, menjaga jarak sosial dan fisik, serta seoptimal mungkin untuk melakukan aktivitas dari rumah. Semoga kita berhasil.

     

    Best Regards,

    SAM Investment

     

     

    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—4-Oktober-2021.pdf