Samuel Aset Manajemen

Blog

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Senin 1 Oktober 2018

    Sebagian besar indeks futures bursa Asia tercatat ‘merah’, indikasi ada potensi koreksi hari ini tetapi harga minyak mentah dibuka naik pagi ini yang bisa membuat arah indeks bisa cenderung positif. Indeks futures bursa Asia tercatat bervariasi. Sedangkan mata uang Asia yen dan Sin dolar dibuka melemah terhadap USDolar pagi ini yang bisa menjadi sentimen pelemahan rupiah. Kemungkinan rupiah bergerak di kisaran Rp.14.920 s.d Rp.14.940 per USD  (kurs tengah Bloomberg) walaupun dalam penjagaan BI.

     

    Survei harian KONTAN untuk keyakinan pebisnis (CEO) pada Q4-2018 mencatat indeks sebesar 3,63, naik dari hasil survei Q3-2018 sebesar 3,45. Hampir semua dari 6 indikator pembentuk indeks tercatat naik kecuali Belanja Pemerintah tetap. Perbaikan keyakinan ini bisa menjadi indikasi potensi membaiknya kegiatan usaha.

     

    Efek perang dagang mulai terasa. Pesanan baru untuk barang modal buatan AS turun 0,5% mom di bulan Agustus 2018 setelah  empat bulan berturut-turut naik, walaupun secara tahunan masih tercatat naik 7,4% yoy. Barang modal tersebut diantaranya produk computer, elektronik serta kendaraan bermotor. Begitupun dengan di China, PMI bulan September diperkirakan turun menjadi 51,2 dibandingkan bulan Agustus yang tercatat 51,3.

     



     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

     

     

     

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

     

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Senin-1-Oktober-2018.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Jumat 28 September 2018

    Kemungkinan indeks di bursa Asia akan bergerak ‘mixed’ hari ini terlihat dari indeks futuresnya yang bervariasi tetapi cenderung turun dengan harga minyak mentah yang  turun pagi ini. Mata uang Asia HK dolar dan Sin dolar melemah terhadap USDolar pagi ini tetapi kemungkinan rupiah menguat  efek naiknya suku bunga 7DRR dalam RDG kemarin walaupun dalam kisaran sempit antara Rp.14.910 s.d Rp.14.920 per USD  (kurs tengah Bloomberg) dan ditambah dengan penjagaan BI.

     

    BI putuskan kenaikan suku bunga acuan 7DRR sebesar 25 bps sehingga menjadi 5,75% pada RDG 26-27 September kemarin. BI juga memberlakukan transaksi Domestic Non Deliverable Forward (DNDF) dalam rangka mempercepat pendalaman pasar valas serta menjadi alternatif instrumen lindung nilai bagi bank dan korporasi.  Kebijakan naiknya suku bunga dan DNDF ini diharapkan bisa mempercepat upaya stabilisasi rupiah.

     

    Ekonomi AS untuk Q2-2018 tercatat 4,2% yoy, merupakan angka final untuk Q2-2018 tersebut. Kinerja ini melesat dibandingkan Q1-2018 yang tumbuh 2,2% yoy. Kemungkinan ekonomi AS saat ini mendekati titik puncaknya sehingga dikawatirkan mulai melambat dan menuju resesi, tetapi tanda-tanda menuju resesi masih jauh dilihat dari indikator ekonomi saat ini.

     



     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

     

     

     

     

     

     

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

     

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Jumat-28-September-2018.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Kamis 27 September 2018

     

    Ada potensi indeks di bursa Asia akan bergerak ‘mixed’ hari ini terlihat dari indeks futures bursa Asia yang bervariasi tetapi dengan kecenderungan naik terbawa naiknya harga minyak mentah pagi ini. Harga jenis Brent sudah menembus US$82 pbrl pagi ini. Mata uang Asia yen dan Sin dolar melemah terhadap USDolar pagi ini yang bisa menjadi sentimen pelemahan rupiah menuju kisaran sempit antara Rp.14.910 s.d Rp.14.920 per USD  (kurs tengah Bloomberg) dengan penjagaan BI.

     

    ADB perkirakan ekonomi Indonesia tumbuh 5,2% di tahun 2018. ADB menyatakan ekonomi Indonesia relatif kokoh di tengah tekanan eksternal saat ini. Pengeluaran rumah tangga diperkirakan tumbuh stabil terbantu dengan naiknya pendapatan dan lapangan kerja karena adanya Pemilu. Namun ADB perkirakan defisit transaksi berjalan bisa mencapai 2,6% dari PDB diatas proyeksi BI dibawah 2,5% dari PDB. Tantangan ekonomi saat ini adalah masalah perang dagang AS-China.

     

    The Fed naikkan suku bunganya 25 bps sehingga menjadi 2,25% pada FOMC 25-26 September kemarin. Kenaikan ini sesuai dengan ekspektasi pelaku pasar. The Fed juga umumkan revisi naik proyeksi pertumbuhan ekonomi AS tahun 2018 menjadi 3,1%, 2,5% tahun 2019, dan 2% pada 2020. The Fed juga umumkan proyeksi untuk tingkat pengangguran dan inflasi. Perkiraan the Fed ini menjadi indikasi ekonomi AS yang masih solid hingga 2020.

     



     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

     

     

     

     

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

     

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Kamis-27-September-2018.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Rabu 26 September 2018

    Sebagian besar indeks futures di bursa Asia tercatat ‘hijau’, indikasi ada potensi kenaikan indeks di bursa Asia hari ini tetapi dengan kecenderungan turun efek dari harga minyak mentah yang dibuka turun pagi ini. Mata uang kuat Asia HK dolar dan Sin dollar dibuka menguat terhadap USDolar yang bisa membuat sentimen penguatan rupiah menuju kisaran antara Rp.14.880 s.d Rp.14.900 per USD dengan tetap dalam penjagaan BI.

     

    Posisi investasi internasional (PII) Indonesia pada Q2-2018 tercatat minus US$305,6 juta, membaik dibandingkan Q1-2018 yang sebesar minus US$325,6 juta. Nilai kewajiban lebih tinggi dibandingkan nilai aset. Kewajiban tersebut diantaranya merupakan repatriasi asset (pembayaran deviden, kupon, keuntungan perusahaan, dan royalty) dan pembayaran utang luar negeri baik bunga maupun pokok. Semakin besar posisi aset asing di Indonesia maka semakin besar pula kewajiban kepada pihak asing.

     

    Investor menanti keputusan the Fed. Kendati perkiraan the Fed naikkan suku bunga sangat tinggi, pada FOMC 25-26 September ini tetapi pasar merespon dengan menguatnya USDolar dan naiknya imbal hasil obligasi pemerintah AS. Kemungkinan the Fed naikkan FFR sebesar 25 bps menjadi 2,25%. Pasar masih perkirakan 1x kenaikan lagi di tahun ini sehingga menjadi 2,5%.

     

     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Rabu-26-September-2018.docx.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Selasa 25 September 2018

    Indeks futures bursa Asia ditutup bervariasi, indikasi indeks di bursa Asia akan bergerak ‘mixed’ pada hari ini namun ada potensi naik dengan harga minyak mentah yang dibuka naik pagi ini. Sedangkan mata uang kuat Asia HK dolar dan Sin dollar dibuka melemah terhadap USDolar yang bisa membuat sentimen pelemahan rupiah tetapi kemungkinan BI akan menjaga dengan ketat dan menjaga rupiah bergerak di kisaran antara Rp.14.870 s.d Rp.14.890 per USD.

     

    Pelonggaran aturan pada 15 Agustus lalu tentang transaksi hedging swap terlihat mulai efektif. Pelonggaran tersebut diantaranya menurunkan batasan minimum transaksi dari US$10 juta menjadi US$2 juta. Data BI mencatat posisi forex swap telah mencapai US$5 miliar, naik dari US$1 miliar pada sebelum 15 Agustus, dengan mayoritas pada tenor pendek. Meningkatnya transaksi ini selain membuat swap rate akan semakin efisien juga membuat pasar semakin likuid dan menarik terlebih lagi di tengah volatilitas rupiah yang cukup tinggi saat ini.

     

    Fitch turunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi global dan China masing-masing 0,1% menjadi 3,1% dan 6,1% di tahun 2018 ini karena efek kenaikan tarif impor antara AS-China yang membuat  penurunan volume perdagangan internasional.  Ketidakpastian global juga meningkat.

     

     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Selasa-25-September-2018.docx.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Senin 24 September 2018

    Indeks futures bursa Asia tercatat bervariasi. Kemungkinan indeks di bursa Asia akan bergerak ‘mixed’ hari ini tetapi cenderung naik terbantu sentimen harga minyak mentah yang dibuka naik pagi ini Sedangkan mata uang Asia HK dolar dan Sin dolar dibuka melemah terhadap USDolar pagi ini yang bisa menjadi sentimen pelemahan rupiah. Kemungkinan rupiah bergerak di kisaran antara Rp.14.820 s.d Rp.14.840 per USD  (kurs tengah Bloomberg) dengan penjagaan BI.

     

    Utang pemerintah per Agustus 2018 tercatat sebesar Rp.4.363,19 triliun atau naik 2,59% mom. Dari total tersebut, komposisi pinjaman luar dan dalam negeri sebesar 18,82%, penerbitan SBN dalam rupiah sebesar 57,28% dan SBN dalam valuta asing sebesar 23,89%. Posisi tersebut mencapai 30,31% dari PDB, naik dari 29,2% dari PDB pada akhir 2017. Kendati masih aman tetapi sudah mendekati batas aman 35%, sehingga ruang utang pemerintah semakin terbatas.

     

    Hubungan AS-China semakin tegang setelah AS memberikan sanksi kepada Departemen Pengembangan Peralatan China yang membeli jet tempur serta rudal dari Rusia. Sanksi ini menambah ketegangan hubungan ekonomi China-AS yang sebelumnya terkait penetapan tarif impor AS terhadap barang-barang impor  dari China. 



     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

     

     

     

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

     

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Senin-24-September-2018.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Kamis 20 September 2018

    Ada indikasi indeks di bursa Asia akan naik hari ini terindikasi dari indeks futuresnya yang sebagian besar hjau ditambah dengan haga minyak mentah yang dibuka naik pagi ini, bahkan untuk harga jenis WTI kembali menembus harga US$70 pbrl. Mata uang Asia kompak dibuka melemah terhadap USDolar pagi ini yang bisa menjadi sentimen pelemahan rupiah menuju kisaran sempit antara Rp.14.880 s.d Rp.14.890 per USD  (kurs tengah Bloomberg) dengan penjagaan BI.

     

    Hasil survei penjualan eceran (SPE) riil BI mencatat perbaikan penjualan di sektor ritel baik secara bulanan maupun secara tahunan. Walaupun secara bulaan masih turun (minus) terhadap bulan Juni, tetapi penurunan ini biasa terjadi pasca faktor musiman. Hampir semua kategori barang tercatat turun kecuali bahan bakar yang naik. Membaiknya indeks penjualan ritel ini memberikan ekspektasi konsumsi rumah tangga yang akan tumbuh baik mendukung pertumbuhan ekonomi Q3-2018.

     

    Stok minyak mentah AS turun dalam lima minggu berturut-turut, membuat harga minyak mentah naik cukup signifikan kemarin, sehingga untuk harga jenis WTI menembus level US$70 pbrl. Kenaikan harga minyak mentah ini membuat inflasi di AS naik. Pada Agustus inflasi umum tercatat 2,7% yoy, dan inflasi inti 2,2% yoy.

     



     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

     

     

     

     

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

     

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Kamis-20-September-2018.pdf

  • Fw SAM Ulasan Ekonomi Harian Rabu 19 September 2018

    Nasabah Ysh,

    Mohon maaf atas kesalahan dalam subject email

    Tertera sebelumnya: Ulasan Ekonomi Harian Rabu 12 September 2018

    Semestinya: Ulasan Ekonomi Harian Rabu 19 September 2018

    Atas perhatiannya diucapkan terima kasih.

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    From: SAM News
    Sent: Wednesday, September 19, 2018 7:55 AM
    Subject: SAM Ulasan Ekonomi Harian Rabu 12 September 2018

     

    Ada potensi indeks di bursa Asia akan naik hari ini, terindikasi dari indeks futuresnya yang hampir semuanya ‘hijau’ ditambah dengan harga minyak mentah yang dibuka naik pagi ini. Sedangkan mata uang kuat Asia yen dan Sin dollar dibuka menguat terhadap USDolar yang bisa membuat sentimen penguatan rupiah. Kemungkinan rupiah akan bergerak di kisaran antara Rp.14.820 s.d Rp.14.850 per USD degan tetap dalam penjagaan BI.

     

    ULN Indonesia per Juli 2018 tercatat sebesar US$357,98 miliar, naik 0,57% mom atau 4,8% yoy. Kenaikan tersebut karena naiknya ULN Pemerintah sebesar 0,52% mom (3,72% yoy) dan ULN Swasta yang naik sebesar 0,53% mom (5,33% yoy).  Naiknya ULN Pemerintah karena penarikan ULN multilateral (non komersial), sementara naiknya ULN Swasta untuk kebutuhan modal kerja dan investasi. Kendati masih bisa dianggap baik tetapi rasio tersebut sedikit diatas ambang aman 33% dari PDB.

     

    China abaikan peringatan AS untuk tidak membalas ancaman kenaikan tarif tahap kedua sebesar 10%-25% senilai US$2000 miliar barang impor China yang akan efektif pada 24 September ini dengan ancaman kenaikan tarif untuk 5.000 komoditas impor dari AS atau senilai US$60 miliar. Perang dagang antara China-AS ini membuat ketidakpastian terhadap prospek ekonomi global.

     

     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    Samuel Aset Manajemen | Your Life Long Investment Partner

    Menara Imperium Ground Floor, Jl. HR. Rasuna Said Kav.1, Jakarta Indonesia 12980

    About Us | Unsubscribe

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Rabu-19-September-2018.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Selasa 18 September 2018

    Indeks futures bursa Asia tercatat bervariasi, kemungkinan indeks di bursa Asia akan bergerak ‘mixed’ pada hari ini tetapi dengan kecenderungan membaik efek dari sentimen naiknya harga minyak mentah pagi ini dibandingkan pembukaan kemarin. Mata uang Asia HK dolar dan Sin dolar pagi ini dibuka melemah terhadap USDolar yang bisa menjadi sentimen pelemahan rupiah menuju kisaran sempit antara Rp.14.880 s.d Rp.14.890 per USD  (kurs tengah Bloomberg) dengan penjagaan BI.

     

    Neraca perdagangan bulan Agustus tercatat defisit US$1,02 miliar. Nilai ekspor tercatat sebesar US$15,8 miliar (-2,9% mom), dan impor sebesar US$16,8 miliar (-7,97% mom). Secara bulanan di sisi ekspor volume permintaan turun sedangkan harga rata-rata ekspor naik. Di sisi impor, volume impor naik walaupun harga rata-rata impor turun. Selama Juli dan Agustus, neraca perdagangan tercatat defisit US$3,0 miliar, defisit ini membuat dukungan terhadap fundamental rupiah menurun.

     

    Presiden Trump umumkan tarif tahap kedua untuk China senilai US$200 miliar. Penetapan tarif ini meliputi lebih banyak barang-barang konsumen (consumer goods) termasuk barang-barang berbasis teknologi. China mengancam menarik diri dari pembicaraan perdagangan ini.  Ancaman tarif impor Trump ini menjadi ketidakpastian global yang menjadi sentimen negatif pasar.

     



     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

     

     

     

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

     

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Selasa-18-September-2018.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Senin 17 September 2018

    Ada potensi koreksi di indeks bursa Asia hari ini terlihat dari indeks futuresnya yang bervariasi dan harga minyak mentah yang dibuka turun pagi ini. Sedangkan mata uang Asia kompak dibuka menguat pagi ini terhadap USDolar yang bisa menjadi sentimen penguatan rupiah untuk kembali dibawah Rp.14.800 per USD. Kemungkinan rupiah bergerak di kisaran antara Rp.14.780 s.d Rp.14.800 per USD  (kurs tengah Bloomberg) dengan penjagaan BI.

     

    Realisasi defisit APBN 2018 per Agustus 2018 tercatat sebesar Rp.150,7 triliun. Defisit terjadi karena penerimaan Negara tercatat Rp.1.152,7 triliun sedangkan belanja Negara tercatat sebesar Rp.1.303,5 triliun. Realisasi APBN 2018 ini lebih baik dibandingkan realisasi Agustus 2017. Dengan sisa waktu hingga akhir Desember 2018 kemungkinan realisasi bisa lebih baik dibandingkan tahun 2017 yang tercatat sebesar 96,2% dari pagu, yang bisa menjadi pendorong ekonomi di semester ke-2 2018 ini.

     

    The University of Michigan’s consumer sentiment untuk bulan September 2018 naik tajam, tertinggi kedua sejak Juli 2004. Sentimen konsumen ini menguat seiring dengan penguatan di pasar ketenagakerjaan AS. Angka pengangguran sebesar 3,8% pada bulan Agustus.

     



     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

     

     

     

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

     

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Senin-17-September-2018.pdf