Samuel Aset Manajemen

Blog

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Selasa 18 Desember 2018

    Ada potensi indeks di bursa Asia akan terkoreksi hari ini terbawa sentimen turunnya indeks di bursa global semalam, ditambah dengan harga minyak mentah yang dibuka turun dibawah US$50 pbrl untuk jenis WTI. Mata uang kuat Asia yen dan HK dolar dibuka menguat terhadap USDolar pagi ini yang bisa membuat sentimen penguatan rupiah menuju kisaran Rp.14.560 s.d Rp.14.580 per USD  dengan tetap dalam penjagaan BI.

     

    Neraca perdagangan Indonesia pada bulan November 2018 tercatat defisit sebesar US$2,05 miliar karena ekspor turun lebih besar dari penurunan impor. Tampaknya efek perang dagang antara China-AS mulai berdampak pada Indonesia terlihat dari turunnya nilai ekspor ke China dan Singapura, dan komoditas bahan bakar (batubara) dan minyak/lemak hewan dan nabati (CPO). Penurunan ini terkonfirmasi dengan turunnya volume ekspor sebagai indikasi turunnya permintaan global. Sementara impor turun sebagaimana faktor musiman di bulan November.

     

    Pasar global kembali terkoreksi tajam pada perdagangan kemarin baik di pasar Eropa maupun pasar AS. Investor kawatirkan potensi perlambatan ekonomi global dan kemungkinan akan menguat jika the Fed naikkan suku bunganya pada FOMC 18-19 Desember ini. Ditambah home builder sentiment di AS yang turun, terendah sejak 2015.  

     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Selasa-18-Desember-2018.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Senin 17 Desember 2018

    Ada kecenderungan potensi koreksi di bursa Asia hari ini terlihat dari indeks futures bursa Asia yang hampir semua merah ditambah sentimen negatif dari koreksi kompak di bursa global akhir pekan lalu walaupun harga minyak mentah yang dibuka naik pagi ini. Kemungkinan rupiah akan bergerak lebar antara Rp.14.550 s.d Rp.14.620 per USD  (kurs tengah Bloomberg) dengan sentimen potensi defisit neraca perdagangan yang akan diumumkan hari ini walaupun yen dan HK dollar dibuka menguat pagi ini.

     

    Persepsi bank terhadap risiko perekonomian menurun terlihat dari CKPN 10 bank besar per Oktober 2018 hanya naik 2,3% yoy, tidak sebesar kenaikan pada Oktober 2017 yang naik 15,6% yoy. Menurunnya kenaikan CKPN ini sebagai indikasi persepsi bankir terhadap risiko kredit yang turun.

     

    Pasar global kembali terkoreksi pada akhir perdagangan minggu lalu. Penurunan diantaranya karena kekawatiran terhadap turunnya penjualan ritel dan industrial production di China, lemahnya PMI di Uni Eropa, kebijakan perdagangan yang masih belum jelas, dan potensi ekonomi AS menuju resesi. Tampaknya investor lebih kawatirkan risiko ekonomi AS dibandingkan di China. Ada kemungkinan the Fed tidak menaikkan suku bunganya pada FOMC 19 Desember mendatang.

     



     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

     

     

     

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

     

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Senin-17-Desember-2018.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Jumat 14 Desember 2018

    Indeks futures bursa Asia tercatat bervariasi, indikasi indeks di bursa Asia akan bergerak ‘mixed’ hari ini dengan kecenderungan naik didukung dengan sentiment harga minyak mentah yang naik pagi ini. Kemungkinan nilai tukar rupiah akan melemah dengan sentimen mata uang Asia HK dolar dan Sin dolar yang dibuka melemah pagi ini terhadap USDolar, menuju kisaran antara  Rp.14.500 s.d Rp.14.520 per USD  (kurs tengah Bloomberg) dengan tetap dalam penjagaan BI.

     

    Defisit anggaran pemerintah AS pada bulan November 2018 tercatat seesear US$205 miliar, naik dari US$139 miliar pada November 2017. Total defisit anggaran tahun 2017/2018 tercatat sebesar US$1.018 miliar. Defisit ini diperkirakan terus melebar, dan berpotensi memperbesar utang pemeritnah AS dan menekan imbal hasil obligasi AS dan pasar obligasi global lainnya.

     

    ECB pertahankan kebijakan suku bunga acuannya di 0%, dan melakukan stimulus senilai 2,6 miliar euro di bulan Desember. ECB mengkonfirmasi berakhirnya kebijakan stimulus di bulan Desember ini, namun tetap akan menginvestasikan kembali obligasi yang jatuh tempo, sehingga kebijakan moneter tetap akan ekspansi. ECB merevisi turun proyeksi pertumbuhan 2018 menjadi 1,9% karena melemahnya permintaan.



     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

     

     

     

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

     

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Jumat-14-Desember-2018.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Kamis 13 Desemebr 2018

    Indeks futures bursa Asia tercatat  kompak hijau, indikasi indeks di bursa Asia akan naik hari ini, ditambah dengan sentimen naiknya indeks di bursa global semalam walaupun harga minyak mentah dibuka turun pagi ini. Kemungkinan nilai tukar rupiah akan menguat dengan sentimen mata uang Asia yen, HK dolar dan Sin dolar yang dibuka menguat pagi ini terhadap USDolar, menuju kisaran antara  Rp.14.550 s.d Rp.14.590 per USD  (kurs tengah Bloomberg) dengan tetap dalam penjagaan BI.

     

    Kemungkinan penerimaan pajak hingga akhir tahun akan mencapai  Rp.1.350,9 triliun atau 94,87% dari target.  Potensi realisasi ini naik 17,37% yoy dibandingkan tahun 2017 yang tumbuh 4,1% yoy. Sementara tax buoyancy naik ke level 2, mendekati level tertinggi sebelumnya 2,25 di tahun 2008. Namun tax rasio masih 11%, dibawah Malaysia dan Thailand yang mencapai diatas 15%.

     

    Angka inflasi AS untuk November 2018 tercatat 0,3% mom – tidak berubah dibandingkan bulan Oktober 2018, namun secara tahunan angka inflasi November melambat menjadi 2,2% yoy dari 2,5% yoy. Terjadi penurunan pada indeks bahan bakar karena turunnya harga minyak mentah selama bulan November. Kemungkinan angka inflasi AS masih akan relatif aman dan bisa menjadi pertimbangan the Fed dalam kebijakan suku bunganya.



     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

     

     

     

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

     

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Kamis-13-Desember-2018.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Rabu 12 Desember 2018

     

    Ada potensi indeks di bursa Asia hari ini akan cenderung naik terlihat dari indeks futuresnya yang sebagian besar ‘hijau’ ditambah dengan harga minyak mentah yang dibuka naik pagi ini. Kemungkinan nilai tukar rupiah bisa menguat dengan sentimen mata uang HK dolar dan Sin dolar yang dibuka menguat pagi ini terhadap USDolar, menuju kisaran antara  Rp.14.550 s.d Rp.14.600 per USD  (kurs tengah Bloomberg) dengan tetap dalam penjagaan BI.

     

    Pemerintah akan terbitkan obligasi ritel sebanyak 10 seri dengan total Rp.60 triliun. Dengan semakin tingginya kepemilikan ritel (individu) diharapkan bisa mengurangi kerentanan pasar obligasi terhadap sentimen global. Data per 7 Desember mencatat kepemilikan individu di SBN sebesar Rp.76,55 triliun dan mencapai 3,22% dari total SBN, sedangkan kepemilikan investor asing tercatat  sebesar Rp.898,54 triliun dan mencapai 37,84% dari total penerbitan SBN.

     

    Indeks penjualan eceran (IPE) riil untuk bulan Oktober 2018 tercatat tumbuh minus 1,3% mom (+2,9% yoy), membaik dibandingkan September 2018 yang tercatat minus 1,6% mom (4,6% yoy). IPE ini menjadi indikator penting dan menyumbang sekitar 60% dari konsumsi RT, dan sekitar 30% member konstribusi terhadap PDB.

     



     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

     

     

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

     

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Rabu-12-Desember-2018.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Senin 10 Desember 2018

    Ada potensi indeks di bursa Asia hari ini akan cenderung terkoreksi terbawa sentimen negatif dari indeks di bursa AS yang terkoreksi pada akhir perdagangan minggu lalu. Kemungkinan rupiah akan menguat dengan sentimen naiknya cadev pada bulan November menuju kisaran Rp.14.450 s.d Rp.14.470 per USD  (kurs tengah Bloomberg) dengan tetap dalam penjagaan BI.

     

    Posisi cadev per November 2018 tercatat menjadi US$117,2 miliar, naik dari US$115,2 miliar pada Oktober lalu. Kenaikan tersebut bersumber dari penerimaan devisa migas, penarikan utang luar negeri pemerintah dan penerimaan devisa lainnya yang lebih besar dari kebutuhan devisa untuk pembayaran ULN Pemerintah. Posisi yang naik ini membuat fundamental rupiah lebih baik.

     

    Data ekonomi AS yang diumumkan pada akhir pekan lalu  tercatat mixed. Jobless claims turun tetapi dibawah ekspektasi konsensus, ketersediaan lapangan kerja baru turun. Investor mulai kawatirkan pasar tenaga kerja yang mulai stagnan, namun keyakinan konsumen masih naik. Investor mulai kawatirkan ekonomi AS menuju resesi.

     



     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

     

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

     

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Senin-10-Desember-2018.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Jumat 7 Desember 2018

    Ada potensi indeks di bursa Asia akan tercatat naik hari ini terlihat dari indeks futures di bursa Asia yang sebagian besar ‘hijau’ walaupun indeks di bursa global hampir semuanya terkoreksi dan harga minyak mentah yang turun pagi ini. Sedangkan untuk rupiah kemungkinkan ada potensi melemah menuju kisaran Rp.14.520 s.d Rp.14.580 per USD (kurs tengah Bloomberg) dengan sentimen melemahnya mata uang  yen dan HK dolar walaupun tetap dalam penjagaan BI.

     

    Badan pemeringkat Fitch memangkas turun proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia dari 5,1% menjadi 5%. Diantaranya karena naiknya suku bunga BI sebesar 175 bps akan membuat kondisi finansial yang ketat. Beberapa lembaga lain yang juga memangkas proyeksi ekonomi Indonesia adalah IMF dari 5,3% menjadi 5,1% dan Bank Dunia dari 5,3% menjadi 5,2%, sementara ADB masih tetap 5,3% ‘in line’ dengan asumsi APBN 2019 sebesar 5,3%.

     

    Neraca perdagangan AS pada bulan Oktober tercatat US$55,5 miliar,  naik dari US$54,9 miliar pada bulan September. Impor naik tajam karena ekspektasi harga akan datang yang naik , efek naiknya tarif. Dari Januari s.d Oktober 2018, defisit neraca perdagangan AS tercatat sebesar US$502,74 miliar. Di tahun 2017 tercatat defisit sebesar US$566 miliar.

     



     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

     

     

     

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

     

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Jumat-7-Desember-2018.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Kamis 6 Desember 2018

    Sebagian besar indeks futures bursa Asia terlihat merah, indikasi ada potensi koreksi indeks di bursa Asia hari ini ditambah dengan sentimen koreksi indeks di bursa global semalam dan harga minyak mentah yang turun pagi ini. Sedangkan untuk rupiah kemungkinkan ada potensi melemah menuju kisaran Rp.14.400 s.d Rp.14.500 per USD (kurs tengah Bloomberg) dengan sentimen melemahnya mata uang HK dolar dan Sin dolar, dan faktor musiman permintaan dalam negeri yang cenderung naik walaupun tetap dalam penjagaan BI.

     

    Kinerja APBN 2018 hingga Oktober 2018 membaik dengan potensi defisit dibawah 2% dari PDB, dan dibawah target 2,18% dari PDB. Menurunnya defisit ini karena ada perkiraan penerimaan Negara bisa lebih tinggi dari target. Kemungkinan penerimaan Negara bisa mencapai Rp.1.936 triliun, melebih target APBN 2018 sebesar Rp.1.894 triliun atau naik 18,2% dibandingkan realisasi tahun 2017. Membaiknya kinerja APBN 2018 ini bisa mengurangi persepsi risiko makroekonomi Indonesia.

     

    China akan mulai mengimpor kembali kedelei dari AS sebagai komitmen kesepakatan ‘gencatan senjata’ atas perang dagang AS-China. Kedelei merupakan produk pertanian paling strategis bagi AS karena menyumbang 60% dari ekspor pertanian AS.

     



     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

     

     

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

     

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Kamis-6-Desember-2018.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Rabu 5 Desember 2018

    Hampir semua indeks futures bursa Asia tercatat ‘merah’, indikasi ada potensi koreksi indeks di bursa Asia hari ini ditambah dengan sentimen negatif koreksi di bursa global semalam walaupun harga minyak mentah  dibuka bervariasi pagi ini. Mata uang kuat Asia yen, HK dolar, dan Sin dolar kompak menguat terhadap USDolar yang bisa membuat sentimen penguatan rupiah menuju kisaran Rp.14.250 s.d Rp.14.260 per USD  dengan tetap dalam penjagaan BI.

     

    Pemerintah terbitkan obligasi global senilai total US$3 miliar sebagai bagian dari penerbitan SBN untuk  pembiayaan defisit APBN 2019 dan pembayaran utang SBN yang jatuh tempo sebesar Rp.825,7 triliun. Pemerintah dalam strategi penerbitan SBN ini juga berencana untuk memperbesar penerbitan obligasi ritel hingga mencapai Rp.60 triliun atau naik 30% dibandingkan penerbitan tahun 2018  Front loading dengan penerbitan obligasi global ini bisa membantu penguatan rupiah dalam minggu ini.  

     

    Pasar global kembali terkoreksi kemarin memfaktorkan belum jelasnya kesepakatan perdagangan AS-China dan kekawatiran terhadap melambatnya ekonomi AS. Kekawatiran tersebut didukung dengan beberapa indeks terkait optimisme ekonomi dan outlook untuk 6 bulan ke depan yang menunjukkan penurunan dan terendah sejak 8 bulan terakhir.

     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Rabu-5-Desember-2018.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Selasa 4 Desember 2018

    Ada potensi indeks di bursa Asia akan bergerak ‘mixed’ hari ini terindikasi dari indeks futuresnya yang bervariasi tetapi dengan kecenderungan naik terbawa sentimen naiknya indeks di bursa global semalam dan harga minyak mentah yang dibuka naik pagi ini. Pagi ini mata uang kuat Asia yen dan HK dolar menguat terhadap USDolar yang bisa membuat sentimen penguatan rupiah menuju kisaran Rp.14.180 s.d Rp.14.240 per USD  dengan tetap dalam penjagaan BI.

     

    Angka inflasi bulan November tercatat 0,27% mom (3,23% yoy) dengan inflasi tertinggi berasal dari kelompok pengeluaran Transport, Komunikasi, dan Jasa Keuangan. Sementara andil inflasi terbesar masih berasal dari komponen inflasi inti. Secara kumulatif, angka inflasi tercatat 2,47% ytd. Dengan sisa waktu 1 bulan hingga akhir tahun kemungkinan inflasi akan terjaga antara 2,9% s.d 3,1%.

     

    Investor kembali perhatikan data-data ekonomi AS pasca eforia ‘gencatan senjata’ terkait perang dagang AS-China. Kendati kesepakatan ini bersifat temporer tetapi setidaknya ketidakpastian global menurun. Dua data yang diumumkan kemarin cenderung mixed dan belum menjadi indikasi adanya pelemahan ekonomi AS.  

     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Selasa-4-Desember-2018.pdf