Samuel Aset Manajemen

Category: artikel

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Selasa 5 Juni 2018

    Sebagian besar indeks futures bursa Asia terlihat hijau, indikasi indeks bergerak naik namun harga minyak mentah dibuka turun pagi ini yang bisa membuat arah indeks berbalik terkoreksi.  Mata uang kuat Asia yen dan Sin dolar melemah terhadap USDolar pagi ini, kemungkinan bisa membuat sentimen pelemahan terhadap rupiah. Kemungkinan rupiah menuju kisaran antara Rp.13.880 s.d Rp.13.890 per USD dengan tetap ada penjagaan BI.

     

    Inflasi Mei tercatat 0,21% mom atau 3,23% yoy, dan secara kumulatif selama 5 bulan ini tercatat 1,3% ytd. Kinerja inflasi yang relative rendah di tengah bulan Ramadhan karena terjaganya pasokan (suplai) bahan makanan. Harga bahan makanan  terkendali naik 0,21% mom. Kenaikan tertinggi terjadi pada Sandang (0,33% mom) terutama untuk baju-baju muslim. Namun inflasi inti masih dalam tren turun, tercatat 2,75% yoy, melambat dibandingkan Ramadhan 2017 lalu (bulan Juni 2017)  seebsar 3,23% yoy. Kami perkirakan inflasi 2018 terjaga di kisaran antara 3,6%-3,8%.

     

    Nikkei PMI untuk sektor manufaktur Indonesia tercatat 51,7 tertinggi sejak Juni 2016. Dengan level diatas 50 artinya pengusaha menunjukkan optimisme. Produksi meningkat dalam 4 bulan terakhir diikuti dengan naiknya permintaan. Tantangan sektor manufaktur pada Mei ini adalah melemahnya rupiah yang membuat  naiknya harga bahan baku.

     

     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Selasa-5-Juni-2018.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Senin 4 Juni 2018

    Sebagian besar indeks futures di bursa Asia tercatat ‘hijau’, indikasi indeks bergerak naik  hari ini walaupun harga minyak mentah dibuka turun pagi ini. Sedangkan mata uang kuat Asia HK dolar dan Sin dolar menguat terhadap USDolar pagi ini. Kemungkinan rupiah menguat hari ini menuju kisaran antara Rp.13.850 s.d Rp.13.880 per USD (kurs tengah Bloomberg) dengan tetap dalam penjagaan BI.

     

    Indonesia tetap BBB- dengan’outlook’ stabil. S&P menilai kinerja fiskal baik, CAD yang akan menyempit dalam beberapa tahun ke depan. S&P tampaknya bisa menerima kebijakan pemerintah menahan kenaikan harga minyak dan listrik untuk mendukung daya beli dan konsumsi sebagai kebijakan yang temporer. Keputusan S&P ini menjadi salah satu faktor positif yang bisa mengurangi risiko investasi di Indonesia di tengah rupiah yang sedang rentan gejolak.

     

    Data ketenagakerjaan AS semakin solid dengan tingkat pengangguran tercatat sebesar 3,8% – terendah sejak 1969, diikuti dengan naiknya jumlah ‘payroll’ dan rata-rata upah  per jam. Kinerja ini kemungkinan membuat inflasi naik dan the Fed kemungkinan besar akan naikkan suku bunganya pada pertemuan 12-13 Juni mendatang walaupun probabilita kenaikannya menurun menjadi 75% pada akhir Mei lalu. 



     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Senin-4-Juni-2018.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Kamis 31 Mei 2018

    Ada potensi indeks di bursa Asia bergerak ‘mixed’ terlihat dari indeks futuresnya yang bervariasi, namun  dengan kecenderungan naik dengan sentiment harga minyak mentah yang dibuka naik pagi ini dibandingkan pembukaan kemarin.  Mata uang kuat Asia yen dan HK dolar menguat  terhadap USDolar pagi ini, kemungkinan bisa membuat sentimen penguatan terhadap rupiah. Kemungkinan rupiah menuju kisaran antara Rp.13.980 s.d Rp.13.990 per USD dengan tetap ada penjagaan BI.

     

    Pasca kenaikan suku  bunga acuan 25 bps sehingga menjadi 4,75% pada RDG Tambahan BI kemarin. BI sinyalkan suku bunga acuan erlanjut naik dengan kebijakan BI yang ‘pre-emptive’ dan ‘ahead the curve’ untuk stabilisasi rupiah. BI meyakini imbal hasil pemerintah AS masih akan naik, yang berpotensi membuat penguatan USD dan capital outflows. Sementara itu BI juga sinyalkan inflasi relatif stabil di 3,6% pada akhir tahun ini. Kami perkirakan suku bunga BI berkisar antara 5%-5,25% pada akhir tahun ini.

     

    Pertumbuhan ekonomi AS untuk Q1-2018 direvisi turun dari 2,3% yoy menjadi 2,2% yoy karena kenaikan consumer spending, inventories, dan exports dibawah ekspektasi. Pertumbuhan ekonomi ini  tampak melambat dibandingkan 3 triwulan terakhir. Sinyal ini positif terhadap kemungkinan the Fed naikkan suku bunga maksimal 2  kali lagi  menjadi 2%-2,25% di tahun 2018.

     

     

     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Kamis-31-Mei-2018.docx.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Rabu 30 Mei 2018

    Sebagian besar indeks futures di bursa Asia tercatat merah, indikasi ada potensi koreksi indeks di bursa Asia hari ini, ditambah dengan harga minyak mentah yang dibuka turun pagi ini.  Mata uang kuat Asia yen dan HK dolar menguat  terhadap USDolar pagi ini, yang bisa menjadi sentimen positif penguatan rupiah ditambah dengan sinyal naikknya suku bunga dalam RDG Tambahan hari ini. Kemungkinan rupiah menuju kisaran antara Rp.13.950 s.d Rp.13.990 per USD dengan tetap ada penjagaan BI.

     

    BI hari ini adakan RDG tambahan dari jadwal yang semestinya 27-28 Juni mendatang. BI mensinyalkan kemungkinan naiknya suku bunga 7DRR 25 bps menjadi 4,75%. Sinyal kenaikan suku bunga ini sebagai langkah stabilisasi rupiah sebagaimana mandat UU. Kemungkinan kenaikan suku bunga masih akan berlanjut dan berpotensi menjadi 5%-5,2% di tahun 2018 ini.  

     

    Krisis politik di Italia menjadi risiko global baru. Presiden terpilih Sergio Mattarela gagal membentuk cabinet karena memveto pencalonan Menteri Keuangan Savona dari partai  the Five Start Movement yang akan mengusulkan keluarnya Italia dari mata uang euro. Krisis ini membuat global sell-off dalam dua hari terakhir.

     

     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Rabu-30-Mei-2018.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Jumat 25 Mei 2018

    Sebagian besar indeks futures di bursa Asia tercatat hijau sebagai indikasi indeks akan naik pada hari ini tetapi kemungkinan bisa berbalik arah koreksi dengan sentimen turunnya indeks di bursa global semalam. Sedangkan mata uang kuat Asia yen dan sin dolar  dibuka melemah pagi ini yang bisa menjadi sentimen pelemahan rupiah hari ini menuju kisaran antara Rp.14.140 s.d Rp.14.160 per USD (kurs tengah Bloomberg) dengan tetap dalam penjagaan BI.

     

    Gubernur BI Perry Warjiyo menjelaskan rencana kebijakan ‘pro growth’ melalui relaksasi di sektor properti, dan kemungkinan dengan menerapkan LTV spasial yaitu LTV yang disesuaikan secara wilayah tergantung permintaan kredit properti di wilayah tersebut. Data BI mencatat pada Q1-2018 kredit untuk KPR dan KPA sebesar 11,95% yoy, yang menunjukkan tren melemah dalam tiga tahun terakhir. Kemungkinan masalah daya beli masih menjadi faktor lemahnya permintaan di sektor properti ini.

     

    Riset SocGen mencatat kemungkinan kenaikan suku bunga the Fed (FFR) akan 3 kali lagi atau 75 bps , dan selanjutnya bertahan di 2,75%. Pada ‘dot plot’ the Fed menunjukkan kemungkinan the Fed masih akan naikkan FFR nya sampai 2020. Hasil riset berbasis ‘shadow rate’ mencatat the Fed sebenarnya telah melakukan pengetatan sejak tahun 2014.


     

     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

     

     

     

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

     

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Jumat-25-Mei-2018.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Kamis 24 Mei 2018

    Sebagian besar indeks futures di bursa Asia tercatat merah, indikasi ada potensi koreksi indeks di bursa Asia hari ini, dibantu dengan harga minyak mentah yang dibuka turun pagi ini.  Mata uang kuat Asia yen dan HK dolar menguat terhadap USDolar pagi ini, namun rupiah cenderung melemah karena berada di level rawan psikologis. Kemungkinan rupiah menuju kisaran antara Rp.14.210 s.d Rp.14.250 per USD dengan tetap ada penjagaan BI.

     

    Menjelang hari raya Idul Fitri, BI perkirakan kebutuhan uang tunai naik. Untuk tahun 2018 ini BI siapkan tambahan uang sebesar Rp.188,2 triliun atau naik 15,3% yoy. Meningkatnya uang tunai tersebut untuk antisipasi  permintaan uang untuk kebutuhan pemberian THR dan gaji ke-13 baik untuk pegawai pemerintah maupun swasta, ditambah cuti bersama yang cukup panjang. Naiknya permintaan uang ini sebagai indikasi naiknya potensi pertumbuhan ekonomi di Q2-2018.  

     

    The Fed sinyalkan kenaikan suku bunga pada pertemuan 12-13 Juni mendatang dengan mempertimbangkan data-data ekonomi yang menguat dan angka inflasi berbasis PCE yang diatas 2% sebagai target the Fed. Pada pertemuan 1-2 Mei lalu, the Fed menahan suku bunganya. Kemungkinan the Fed masih berpeluang menaikkan 2-3 kali lagi suku bunganya hingga akhir tahun 2018 sehingga menjadi 2,25%-2,5%.

     

     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

     

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Kamis-24-Mei-2018-(2).pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Rabu 23 Mei 2018

    Indeks futures di bursa Asia tercatat bervariasi namun potensi koreksi dengan  sentimen turunnya indeks di bursa AS semalam dan harga minyak mentah yang dibuka turun pagi ini. Dua mata uang kuat Asia – yen dan HK dolar dibuka menguat terhadap US dolar pagi ini yang bisa menjadi sentimen penguatan rupiah menuju kisaran Rp.14.120 s.d Rp.14.140 per USD (kurs tengah Bloomberg), dengan tetap dibantu intervensi  BI.

     

    THR untuk PNS/TNI/Polri akan dibagikan 14 hari sebelum Lebaran atau pada awal Juni mendatang. Berbeda dengan THR sebelumnya yang hanya terdiri dari gaji pokok, THR kali ini ditambah dengan tunjangan keluarga dan kinerja. Selain THR, pada Juli awal PNS/TNI/Polri juga akan menerima gaji ke-13. THR dan Gaji ke-13 ini akan membantu naiknya konsumsi rumah tangga di Q2-2018 ini.

     

    Harga minyak mentah jenis Brent kembali tembus US$80 pbrl kemarin, tertinggi sejak November 2014. Kenaikan ini dipicu sentimen terpilihnya kembali Nicolas Maduro sebagai Presiden Venezuela. Investor memperkirakan AS akan mengenakan sanksi ekonomi dengan membatasi produksi minyak mentah Venezuela. Kenaikan harga minyak mentah ini mempercepat ekspektasi naiknya inflasi dan suku bunga global.

     

     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

     

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Rabu-23-Mei-2018.docx.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Senin 21 Mei 2018

    Ada potensi koreksi indeks di bursa Asia hari ini terlihat dari indeks futures bursa Asia  yang  sebagian besar ‘merah’ tetapi  kemungkinan akan berbalik menjadi positif dengan keputusan pemerintah AS melakukan  penangguhan pengenaan tarif impor China ditambah dengan harga minyak mentah dibuka naik pagi ini. Kemungkinan rupiah juga menguat menuju kisaran Rp.14.120 s.d Rp.14.150 per USD (kurs tengah Bloomberg), dengan tetap dalam penjagaan BI.

     

    Pemerintah serahkan dokumen KEM-PPKF 2019 kepada DPR yang diantaranya memuat asumsi pertumbuhan ekonomi yang ditargetkan 5,4%-5,8%. Pemerintah meyakini perekonomian 2019 akan didorong oleh investasi yang lebih tinggi dengan insentif fiscal yaitu tax holiday dan tax allowance. Namun Apindo memperkirakan ekonomi tahun 2019 masih akan tumbuh disekitar 5% seperti tahun ini.

     

    Mnuchin mengatakan perang dagang antara AS-China ‘on hold’ setelah dicapai kesepatan perjanjian perdagangan dimana China setujui untuk mengurangi surplus perdagangannya dengan AS, namun belum diketahui detil kesepakatan tersebut. Kesepakatan ini akan mejadi sentiment positif investor global yang dalam 3 bulan terakhir kawatir dengan ‘trade war’ antara AS-China. Kemungkinan indeks harga saham akan naik, imbal hail obligai turun, dan USDolar melemah.

     

     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Senin-21–Mei-2018.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Jumat 17 Mei 2018

    Indeks futures di bursa Asia tercatat bervariasi, kemungkinan indeks akan cenderung naik terbantu dengan sentimen naiknya harga minyak mentah. Sedangkan mata uang kuat Asia pagi ini dibuka melemah terhadap USDolar, yang bisa menjadi sentimen pelemahan rupiah. Pagi ini rupiah dibuka melemah menembus Rp.14.100 per USD. Kemungkinan kisaran rupiah hari ini antara Rp.13.950 s.d Rp.14.100 per USD (kurs tengah Bloomberg) dengan penjagaan BI.

     

    Dalam RDG kemarin, BI memutuskan menaikkan suku bunga 7DRR sebesar 25 bps. Sinyal kenaikan telah disampaikan BI beberapa kali sebelumnya sebagai upaya pengendalian rupiah. Kenaikan ini kemungkinan menjadi sinyal kenaikan 7DRR selanjutnya dengan potensi nilai tukar rupiah yang masih akan mengalami tekanan pelemahan terutama karena isu eksternal (global). Kami perkirakan 7DRR bisa naik 50-75 bps hingga akhir tahun 2018 ini.

     

    Presiden Trump meragukan pembicaraan perdagangan AS-China akan berhasil kendati China menawarkan penurunan defisit perdagangan hingga US$200 miliar. Pasar saham dan obligasi AS merespon negatif pernyataan Trump tersebut. Indeks Dow terkoreksi dan imbal hasil 10T tembus 3,12% sebagai level tertinggi sejak 2011.


     

     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

     

     

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

     

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Jumat-17-Mei-2018.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Kamis 17 Mei 2018

    Sebagian besar indeks futures di bursa Asia terlihat ‘hijau’, indikasi ada potensi naiknya indeks di bursa Asia hari ini, ditambah sentiment naiknya harga minyak mnetah pagi ini.. Mata uang kuat Asia yen dan HK Dolar menguat terhadap US Dolar ditambah ekspektasi naiknya suku bunga 7DRR pada RDG BI hari ini bisa menjadi sentimen penguatan rupiah menuju kisaran Rp.14.050 s.d Rp.14.080 per USD (kurs tengah Bloomberg), dengan tetap dalam penjagaan BI.

     

    RDG BI hari ini diperkirakan akan naikkan suku bunga acuan 7DRR sebesar 25 bps menjadi 4,5%. Kemungkinan ini sangat kuat mengingat beberapa kali sebelumnya BI mensinyalkan ruang kenaikan suku bunga terbuka sebagai upaya stabilitas rupiah. Di sisi lain kenaikan suku bunga ini bisa berdampak negatif pada pertumbuhan ekonomi yang saat ini relatif ‘flat’ yang justru membutuhkan kebijakan moneter yang ekspansif.

     

    Beberapa data ekonomi AS untuk bulan April tercatat mixed. Di sektor property ada perlambatan, di sektor industri, output naik. Penjualan ritel masih naik walaupun melambat. Pasar merespon positif data-data tersebut sebagai ekspektasi penguatan ekonomi AS. Indeks Dow naik, imbal hasil TB 10T naik menjadi 3,1% sebagai respon ekspektasi inflasi yang naik.

     

     

     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Kamis-17–Mei-2018.docx.pdf